SKETSA VITAL DARI WAHYU ILAHI DALAM KITAB KELUARAN, IMAMAT, DAN BILANGAN MENGENAI EKONOMI ALLAH TERHADAP UMAT PILIHAN DAN TEBUSAN-NYA (4)
Pembacaan Alkitab: Yos. 1:2-3
Dalam berita ini kita akan membahas perkara umat pilihan dan tebusan Allah siap memiliki tanah permai yang dijanjikan Allah.
IV. UMAT PILIHAN DAN TEBUSAN ALLAH
SIAP MEMPEROLEH TANAH PERMAI YANG DIJANJIKAN ALLAH
Sketsa vital dari Kitab Keluaran, Imamat, dan Bilangan mula-mula membicarakan keperluan Allah akan bangsa yang diselamatkan dan menyertai Dia untuk menikmati Kristus-Nya, menerima wahyu-Nya, dan dibangun dengan Dia sebagai Allah Tritunggal yang telah melalui proses, supaya mereka dibentuk menjadi pasukan imam untuk berjalan bersama Dia dan berperang bersama Dia. Kedua, sketsa ini memperlihatkan kepada kita bahwa selain menikmati Kristus, menerima wahyu, dibangun bersama Allah Tritunggal, dan dibentuk menjadi pasukan imam, bangsa ini juga perlu didisiplinkan. Untuk didisiplinkan, umat Allah dalam Perjanjian Lama harus melewati kesulitan-kesulitan tertentu. Ini adalah sesuatu yang perlu kita sadari hari ini. Semakin banyak kesulitan yang kita lewati, semakin berguna kita bagi Tuhan. Ketiga, sketsa vital ini mewahyukan umat pilihan dan tebusan Allah perlu melewati berbagai jenis halangan. Sebagai akibat dari semua ini, umat Allah siap memperoleh tanah yang dijanjikan Allah.
Selain Yosua dan Kaleb, orang-orang yang bersyarat dan siap memperoleh tanah itu adalah orang-orang muda. Mereka adalah generasi kedua. Orang-orang tua, dari generasi pertama, telah melewati banyak hal dan belajar banyak pelajaran. Namun, mereka tidak bersyarat masuk ke tanah itu. Pelajaran-pelajaran yang dipelajari oleh generasi pertama tentunya menjadi bagian warisan yang disampaikan kepada generasi kedua. Anak-anak mereka pasti mewarisi dari orang tua mereka semua pelajaran yang mereka peroleh selama empat puluh tahun di padang gurun. Melalui kelahiran mereka, orang-orang muda ditaruh pada kedudukan mewarisi tradisi keluarga mereka dan semua hal yang telah dialami oleh orang tua mereka.
Saya percaya bahwa bapak-bapak berbicara kepada anak-anak mereka tentang pengalaman mereka di Mesir, ketika keluar dari Mesir, dan di padang gurun. Tidak diragukan, bapak-bapak berbicara tentang bagaimana mereka diperlakukan secara buruk sebagai budak di Mesir, tentang bagaimana Allah dalam belas kasihan-Nya mengutus Musa untuk membebaskan mereka dari perbudakan, tentang bagaimana mereka merayakan Paskah pada hari keempat belas bulan kedua, dan tentang bagaimana mereka berbaris keluar dari Mesir dan menyeberangi Laut Merah. Bapak-bapak tentu juga menjelaskan kepada anak-anak mereka bahwa mereka masuk ke padang gurun tanpa makanan, tetapi Allah memberi mereka makan manna dan menyuplai mereka dengan air dari bukit batu yang dipukul. Mereka mungkin juga menjelaskan bahwa walaupun mereka akhirnya merasa bahwa manna itu menjemukan, tetapi mereka mengapresiasinya. Bangsa itu tidak menanam apa-apa, tetapi selama empat puluh tahun mereka setiap hari menerima suplai manna surgawi. Selain itu, orang-orang muda belajar tentang Musa dan tentang bantuan besar yang Musa berikan kepada bangsa Israel. Musa sendiri tidak diizinkan masuk ke tanah permai, tetapi menyumbangkan banyak faktor yang berguna bagi umat Allah.
Generasi kedua tidak mengalami sebanyak yang dialami generasi pertama, tetapi mereka menerima manfaat dari apa yang dialami generasi pertama. Saya percaya bahwa generasi tua memberi tahu generasi muda tentang semua yang mereka alami, nikmati, dan derita. Pembicaraan ini adalah bagian dari pembinaan, atau pembangunan generasi kedua. Apa yang dialami generasi pertama tidaklah sia-sia, karena disampaikan kepada generasi kedua. Apa yang dialami orang-orang tua sebenarnya tidak berpengaruh untuk mereka, tetapi ini sangat berpengaruh dalam membangun orang-orang muda. Karena itu, Allah dapat menyiapkan dari generasi kedua lebih dari enam ratus ribu laki-laki dengan warisan yang kaya dan latar belakang yang kuat yang bersyarat dibentuk menjadi pasukan untuk berperang bersama Dia dan bagi Dia.
Prinsipnya sama dengan kita dalam pemulihan Tuhan hari ini. Pemulihan telah ada di Amerika Serikat sejak 1964 dan telah melewati banyak hal. Menurut Anda apakah hal-hal itu adalah sia-sia? Hal-hal itu pasti tidak sia-sia. Hal-hal itu disampaikan kepada orang-orang muda dalam pemulihan Tuhan dan akan sangat berpengaruh dalam pembangunan mereka dan menyiapkan mereka untuk berperang bersama Allah dan bagi Allah. Orang-orang muda dalam pemulihan Tuhan memiliki warisan yang kaya. Karena warisan ini disampaikan kepada orang-orang muda dan bahkan tersusun ke dalam mereka, saya memiliki keyakinan penuh bahwa ketika ujian selanjutnya datang, akan ada hasil yang sangat positif.
Dalam Perjanjian Lama, apa yang diterima generasi kedua dari generasi pertama membuat orang-orang muda siap memperoleh tanah permai. Sekarang mari kita membahas hal-hal yang menyiapkan mereka untuk memasuki tanah yang dijanjikan Allah.
A. Ditebus Terlepas dari Penghakiman Allah Melalui Paskah,
dan Diselamatkan dari Perbudakan dan Belenggu Mesir
Melalui Kuat Kuasa Penyelamatan Allah Tritunggal
Umat Allah siap memperoleh tanah yang dijanjikan Allah melalui ditebus terlepas dari penghakiman Allah melalui Paskah dan diselamatkan dari Mesir melalui kuat kuasa penyelamatan Allah Tritunggal (Kel. 12, 14). Setelah mereka ditebus melalui Paskah, mereka diselamatkan secara pribadi oleh Allah Tritunggal. Seperti diwahyukan Keluaran 14, Bapa, Putra, dan Roh Kudus semua termasuk dalam keselamatan orang Israel. Bapa, Putra, dan Roh semuanya terlibat dalam menolong umat Allah keluar dari tirani Firaun. Dalam Keluaran 14, Allah Tritunggal melindungi mereka dan berperang bagi mereka. Tanpa keterlibatan persona Allah Tritunggal, tidak mungkin orang Israel dilepaskan dari tangan Firaun. Allah dalam Trinitas ilahi-Nya secara langsung dan pribadi ikut serta dalam menolong umat-Nya.
B. Menikmati Persediaan Surgawi
dan Perawatan Ilahi pada Permulaan Perjalanan
Mereka di Padang Gurun
Umat pilihan dan tebusan Allah menikmati persediaan surgawi dan perawatan ilahi pada permulaan perjalanan mereka di padang gurun (Kel. 15—17). Dalam Keluaran 15:27 mereka sampai ke Elim, di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon kurma, yang mengacu kepada Kristus. Dalam Keluaran 16, bangsa itu menikmati Kristus sebagai manna, dan dalam Keluaran 17, mereka menikmati Dia sebagai bukit batu yang dipukul untuk mengalirkan air hidup. Selain itu, orang Israel menikmati perawatan ilahi. Pada permulaan perjalanan mereka di padang gurun, Allah bagi mereka sepertilah ibu yang mengasuh, memberi makan, merawat, dan membina mereka. Persediaan dan perawatan ini membuat mereka siap memasuki tanah permai.
C. Menerima Wahyu dan Pelatihan Ilahi
untuk Mengenal Allah, Dibangun Bersama Allah
sebagai Tempat Tinggal-Nya di Bumi bagi Ekspresi dan Kesaksian-Nya,
dan untuk Menegakkan Jabatan Imam bagi Pelayanan Ilahi
Dalam Keluaran 19—40 dan Imamat 1—27 bani Israel menerima wahyu dan pelatihan ilahi untuk mengenal Allah, dibangun bersama Allah sebagai tempat tinggal-Nya di bumi bagi ekspresi dan kesaksian-Nya, dan untuk menegakkan jabatan imam bagi pelayanan ilahi. Semua ini terjadi di kaki Gunung Sinai, tempat bangsa itu diberi hukum Taurat yang menggambarkan apa adanya Allah dalam atribut-atribut-Nya. Mereka dibangunkan bersama Allah dan mereka mulai berfungsi dalam pelayanan ilahi. Ini adalah sarana lebih lanjut dari Allah dalam menyiapkan mereka untuk memperoleh tanah permai.
D. Dibentuk Menjadi Pasukan Imam
untuk Berjalan Bersama Allah
dan Berperang Bersama Allah bagi Kepentingan-Nya di Bumi
Kitab Bilangan mencatat bagaimana umat pilihan dan tebusan Allah dibentuk menjadi pasukan imam untuk berjalan bersama Allah dan berperang bersama Allah bagi kepentingan-Nya di bumi (Bil. 1—4; 9:15—10:36; 12:16; 20:1— 21:35; 31:1-54; 33:1-49).
E. Melewati Semua Halangan, Ujian, dan
Pendisiplinan untuk Memurnikan Mereka
Orang Israel juga disiapkan untuk memperoleh tanah yang dijanjikan Allah dengan melewati semua halangan, ujian, dan pendisiplinan untuk memurnikan mereka. Situasinya sama dalam hidup gereja. Walaupun kita tidak menyambut halangan-halangan, ujian-ujian, dan pendisiplinan-pendisiplinan, kita benar-benar perlu dimurnikan melalui hal-hal yang kita lewati. Selain merawat dan mengasuh kita, Allah kadang-kadang mendisiplinkan kita untuk memurnikan kita. Dia mungkin memurnikan kita melalui api, yang adalah perkara pemurnian, dan melalui air, yang adalah perkara pembersihan. Ini juga satu aspek dari disiapkan untuk memperoleh tanah permai.
F. Disiapkan dan Telah Menerima Semua
Pengaturan Lebih Dulu untuk Pembagian
Tanah Permai yang Dijanjikan Itu
Dalam Bilangan 32 dan 33:50—36:13 umat Allah menerima pengaturan lebih dulu untuk pembagian tanah permai yang dijanjikan. Ini membuat mereka siap memperoleh tanah itu.
G. Sekarang Siap Menyeberangi Sungai Yordan, Memasuki Kanaan,
Menumpas Penduduknya,
dan Memperoleh Tanah Permai yang Dijanjikan oleh Allah yang Setia
Setelah semua dilalui, umat pilihan dan tebusan Allah siap menyeberangi Sungai Yordan, memasuki Kanaan, menumpas penduduknya, dan memperoleh tanah permai yang dijanjikan oleh Allah yang setia (Yos. 1:2-3).
1. Tinggal Bersama Allah di Tanah Permai
Secara khusus, bangsa itu siap tinggal bersama Allah di tanah permai. Bila mereka tidak punya rumah, berarti Allah juga tidak punya rumah. Bila mereka tinggal di tanah permai, berarti Allah tinggal di tanah permai; karena mereka tinggal di sana bersama Allah.
2. Dibangunkan Bersama Allah dalam Trinitas Ilahi-Nya
sebagai Tempat Saling Huni untuk Allah dan Umat
Tebusan-Nya bagi Ekspresi dan Kesaksian Allah Tritunggal
di Bumi di Antara Manusia
Umat Allah juga siap dibangunkan bersama Dia dalam Trinitas ilahi-Nya sebagai tempat saling huni untuk Allah dan umat tebusan-Nya bagi ekspresi dan kesaksian Allah Tritunggal di bumi di antara manusia. Ini adalah nasib orang Israel, dan ini adalah nasib kita hari ini. Ini adalah wahyu yang lengkap, sempurna, dan kekal dari Persona ilahi dengan ekonomi-Nya.