SKETSA VITAL DARI WAHYU ILAHI DALAM KITAB KELUARAN, IMAMAT, DAN BILANGAN MENGENAI EKONOMI ALLAH TERHADAP UMAT PILIHAN DAN TEBUSAN-NYA (2)
Pembacaan Alkitab: Bil. 1:1-3, 44-46
Dalam berita ini kita akan melanjutkan penyajian sketsa vital dari wahyu ilahi dalam Kitab Keluaran, Imamat, dan Bilangan mengenai ekonomi Allah terhadap umat pilihan dan tebusan-Nya.
II. UMAT PILIHAN DAN TEBUSAN ALLAH
PERLU DIBENTUK MENJADI PASUKAN
IMAM UNTUK MELAKSANAKAN
PERANG KUDUS
Kitab Bilangan secara keseluruhan mewahyukan perlunya umat pilihan dan tebusan Allah disusun menjadi pasukan untuk melaksanakan perang kudus.
A. Dihitung Menurut Kematangan Hayat
Untuk dibentuk menjadi pasukan kudus, umat Allah harus dihitung menurut kematangan hayat (Bil. 1:3, 18).
B. Dibangun Menjadi Satu Tubuh
Umat pilihan dan tebusan Allah juga dibangun menjadi satu tubuh (Bil. 1:44-46). Jika kita memperhatikan bagaimana teraturnya orang Israel di kaki Gunung Sinai, kita akan menyadari bahwa mereka benar-benar telah terbentuk menjadi satu tubuh.
C. Berjalan Bersama Allah
Setelah umat Allah dihitung dan dibangun menjadi satu tubuh, mereka berjalan bersama Allah. Ini berarti mereka berangkat bersama Dia.
1. Dengan Hadirat Allah
Dalam perjalanan mereka bersama Allah, orang Israel memiliki hadirat Allah, yang dilambangkan oleh awan pada siang hari dan oleh api pada malam hari (Kel. 33:14; 40:36-38; Bil. 9:15-23). Awan dan api keduanya adalah ekspresi Allah Tritunggal. Kehadiran awan dan api menunjukkan bahwa sebagai umat yang berjalan di padang gurun, mereka berjalan bersama Allah. Dalam perjalanan ini mereka dipimpin oleh Allah sendiri.
2. Malaikat TUHAN Mengambil Pimpinan
Ketika orang Israel berjalan bersama Allah, Malaikat TUHAN mengambil pimpinan (Kel. 32:34). Sebutan “Malaikat TUHAN” adalah sebutan khusus Kristus dalam Perjanjian Lama, seperti diwahyukan dalam Keluaran 3. Malaikat TUHAN mengambil pimpinan, selalu berjalan di depan pasukan Israel.
3. Bergerak, Berjalan, dan Hidup Bersama TUHAN, Allah Tritunggal
Dalam perjalanan mereka, orang Israel bergerak, berjalan, dan hidup bersama TUHAN, Allah Tritunggal. Ini adalah lambang, gambar, dari kehidupan kita sebagai orang Kristen hari ini. Hari demi hari kita bergerak, berjalan, dan hidup bersama Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan disalurkan.
4. Melewati Padang Gurun yang Luas dan Mengerikan
dengan Segala Pencobaan, Penderitaan, dan Perawatan, Suplai, dan Pendisiplinan Ilahi
Umat pilihan dan tebusan Allah melewati padang gurun yang luas dan mengerikan dengan segala pencobaan, penderitaan, dan perawatan, suplai, dan pendisiplinan ilahi (Ul. 1:19; 8:2-5). Ini juga gambar dari kehidupan orang Kristen hari ini. Banyak orang mengatakan bahwa kehidupan orang Kristen itu indah. Namun, menurut perlambangan, kehidupan orang Kristen adalah kehidupan yang melewati padang gurun yang luas dan mengerikan. Di padang gurun ini kita mengalami berbagai pencobaan dan penderitaan, tetapi kita juga memiliki perawatan dan suplai ilahi. Selain itu, karena kita, seperti orang Israel, sering nakal, di luar perawatan dan suplai Allah, kita juga mengalami pendisiplinan-Nya.
5. Melalui Empat Puluh Dua Pos Perhentian
untuk Masuk ke Dalam Perhentian
di Tanah Permai yang Dijanjikan Allah
Pada perjalanan mereka melewati padang gurun, bani Israel melewati empat puluh dua pos perhentian untuk masuk ke dalam perhentian di tanah permai yang dijanjikan Allah (Bil. 33:1-49; Yos. 1:2).
D. Berperang Bersama Allah dan bagi Allah
Sebagai pasukan imam, umat pilihan dan tebusan Allah berperang bersama Allah dan bagi Allah. Jika kita mau berperang bersama Allah dan bagi Allah hari ini, mula-mula kita harus bergerak, berjalan, dan hidup bersama Dia dan juga melewati banyak hal di padang gurun. Hanya dengan cara ini kita baru bersyarat berperang bersama Allah. Orang Israel berperang bukan hanya bersama Allah, tetapi juga bagi Allah. Dalam hidup gereja hari ini, kita juga harus berperang bagi Allah. Ini menunjukkan bahwa hidup gereja kita sebenarnya bagi Allah dan bukan hanya bagi kita. Namun, perasaan kita mengenai hidup gereja mungkin begitu subyektif dan egoistis. Dalam sidang seseorang mungkin bersaksi, berkata, “Sebelum aku datang ke dalam hidup gereja, aku tidak punya rumah. Sekarang dalam gereja aku ada di rumah. Oh, betapa baiknya hidup gereja!” Betul, kita merasa hidup gereja adalah rumah kita. Namun, kita perlu melihat bahwa hidup gereja bukan hanya bagi kita, tetapi bagi Allah. Kita seharusnya dapat berkata, “Tuhan, hidup gereja sebenarnya adalah kehidupan-Mu. Engkau ingin hidup seperti ini, dan kami hidup bersama Engkau. Jika kami tidak hidup dan bergerak bersama Engkau, Engkau tidak akan merasa puas. Engkau tidak ingin sendirian. Engkau telah memilih, menebus, dan menyelamatkan kami untuk menyertai Engkau dalam pergerakan-Mu. Hidup gereja kami, Tuhan, benar-benar bagi Engkau.”
1. Mengalahkan Raja Arad dan Membinasakan Rakyatnya
Dalam peperangan mereka bersama Allah dan bagi Allah, orang Israel mengalahkan raja Arad dan membinasakan rakyatnya (Bil. 21:1-3). Melalui melakukan hal ini, mereka mengalahkan musuh pertama di antara orang Kanaan.
2. Mengalahkan Sihon, Raja Orang Amori dengan Rakyatnya dan Og, Raja Basan dengan Rakyatnya
Umat Allah juga mengalahkan Sihon, raja orang Amori dengan rakyatnya dan Og, raja Basan dengan rakyatnya (Bil. 21:21-35). Ini berarti mereka mengalahkan dua penjaga gerbang Kanaan.
3. Mengalahkan Orang Midian dengan Lima Rajanya
Orang Israel juga mengalahkan orang Midian dengan lima rajanya (Bil. 31:1-12). Melalui mengalahkan orang Midian, bangsa ini mengalahkan pasukan penjaga Kanaan.
Raja-raja yang dikalahkan oleh umat pilihan dan tebusan Allah melambangkan penguasa, pemerintah, dan kekuasaan rohani di udara. Hari ini kita perlu berperang melawan penguasa ini dan mengalahkan mereka.
4. Untuk Memasuki Tanah Permai yang Dijanjikan Allah,
supaya Kerajaan Allah Dapat Meluas dan Didirikan di Sana
Peperangan umat Allah melawan raja-raja adalah agar mereka dapat masuk ke tanah permai yang dijanjikan Allah, supaya Kerajaan Allah dapat meluas dan didirikan di sana. Prinsipnya sama dengan kita hari ini. Ketika kita mengalahkan pemerintah, penguasa, dan kekuasaan di udara, Kerajaan Allah disebarkan dan didirikan.
E. Memikul Tempat Tinggal Allah, Kemah Kesaksian dengan Tabut Kesaksian
Ketika pasukan imam melakukan perang kudus, umat pilihan dan tebusan Allah memikul tempat tinggal Allah, Kemah kesaksian dengan tabut kesaksian. Ini menunjukkan bahwa dalam hidup gereja hari ini kita memikul kesaksian Allah dengan Allah sendiri. Di atas bahu kita, kita bukan hanya memiliki tempat tinggal Allah, tetapi juga penghuninya, Allah sendiri. Selama gereja memikul kesaksian Allah, gereja adalah tempat tinggal Allah. Sebenarnya, tempat tinggal Allah adalah kesaksian Allah. Hari ini, kesaksian Allah ini, tempat tinggal Allah ini, ada di atas bahu kita.
1. Kemah Kesaksian Melambangkan Umat Pilihan
dan Tebusan Allah Dibangun Bersama Dia sebagai Tempat Tinggal-Nya di Bumi
Kemah kesaksian melambangkan umat pilihan dan tebusan Allah dibangun bersama Dia sebagai tempat tinggal-Nya di bumi (gereja dalam Perjanjian Baru). Di sini kita akan menunjukkan bahwa secara rohani, sejarah Israel dan sejarah gereja adalah satu. Sejarah Israel adalah lambang, dan sejarah gereja adalah realitas dari lambang itu. Ini berarti apa yang dicatat dalam Kitab Keluaran, Imamat, dan Bilangan melambangkan apa yang dicatat dalam Kitab Kisah Para Rasul dan Surat Kiriman.
2. Tabut Kesaksian Melambangkan Kristus sebagai Inti Ekonomi Allah di Antara Umat Pilihan dan Tebusan-Nya
Tabut kesaksian melambangkan Kristus sebagai inti ekonomi Allah di antara umat pilihan dan tebusan-Nya. Hari ini kita memiliki tabut di antara kita; yaitu, kita memiliki Kristus di dalam kita secara pribadi.
3. Kesaksian Melambangkan Hukum Taurat, yang Adalah Foto Apa Adanya Allah
Kesaksian melambangkan hukum Taurat, yang adalah foto apa adanya Allah. Karena kesaksian, loh-loh hukum Taurat, ditaruh di dalam tabut, tabut disebut tabut kesaksian.
4. Kemah dengan Tabut Adalah Kesaksian yang Dipikul oleh Umat Pilihan dan Tebusan Allah
Kemah dengan tabut adalah kesaksian yang dipikul oleh umat pilihan dan tebusan Allah. Selama tahun-tahun di padang gurun, orang Israel, yang lebih dari dua juta orang jumlahnya, tidak melakukan apa-apa kecuali memperhatikan kesaksian Allah. Mereka tidak berdagang atau bekerja untuk mencari nafkah. Allah memperhatikan kehidupan mereka dengan mengirimi mereka manna dan memberi mereka air dari bukit batu. Selama empat puluh tahun, umat Allah, dengan Malaikat TUHAN mengambil pimpinan, berkemah dan berjalan di padang gurun. Di mata bangsa-bangsa, orang Israel menyia-nyiakan waktu mereka. Demikian juga, di mata orang dunia, kita dalam hidup gereja yang menyerahkan diri kita untuk memikul dan merawat kesaksian Allah juga menyia-nyiakan waktu kita. Namun, di mata Allah sebenarnya orang dunia yang bermalas-malasan dan yang menyia-nyiakan waktu mereka (Mat. 20:3). Orang lain mungkin berpikir bahwa kita me-nyia-nyiakan waktu kita, tetapi kita dalam pemulihan Tuhan senang memakai waktu kita untuk merawat dan memikul kesaksian Allah.
Dalam berita ini kita telah sekilas melihat Kitab Bilangan. Menurut pandangan ini, Kitab Bilangan adalah catatan umat pilihan dan tebusan Allah yang dibentuk menjadi pasukan imam untuk berperang bagi Allah dan berjalan bersama Allah supaya mereka dapat dipersiapkan oleh Allah untuk memiliki Kristus yang almuhit sebagai tanah permai.