PEPERANGAN (14)
Pembacaan Alkitab: Bil. 32:1-42
Dalam berita ini, kita akan melihat pengaturan lebih dulu pembagian tanah permai (Bil. 32:1-42; 33:50—36:13).
X. PENGATURAN LEBIH DULU PEMBAGIAN TANAH PERMAI
Lima pasal terakhir dari Kitab Bilangan, bagian terbaik dari kitab ini, membahas pengaturan lebih dulu pembagian tanah permai. Pengaturan lebih dulu ini melambangkan membagi kenikmatan atas Kristus yang kaya.
A. Mengenai Tanah di Sebelah Timur Yordan
Tanah permai ada di dua sisi Sungai Yordan, sebelah timur dan sebelah barat. Tanah di sebelah barat Yordan lebih baik dibandingkan dengan yang di sebelah timur Yordan. Bilangan 32:1-42 menggambarkan tanah di sebelah timur Yordan.
1. Permohonan Kedua Suku, Ruben dan Gad
a. Ingin Menerima Apa yang Telah Allah Janjikan
Permohonan kedua suku, Ruben dan Gad (Bil. 32:1-5), tidak salah, tetapi juga tidak benar. Keinginan mereka adalah menerima apa yang telah Allah janjikan, namun, menurut pilihan mereka sebagai yang terbaik, bukan menurut pilihan Allah sebagai yang terbaik. Keinginan untuk menerima apa yang Allah janjikan tidak salah. Namun, mereka tidak benar karena menginginkan hal itu menurut pilihan mereka sebagai yang terbaik. Akhirnya, tanah mereka adalah yang pertama dari negeri Israel yang disebut oleh penyerbu bangsa kafir dari timur. Suku Ruben dan Gad menderita, dan penderitaan ini berhubungan dengan pilihan mereka sendiri.
Dalam perkara rohani adalah mengerikan melakukan hal-hal menurut pilihan kita. Apa pun yang menurut pilihan kita tidak akan mendatangkan faedah. Kita mungkin berpikir bahwa pilihan kita adalah yang terbaik, tetapi sebenarnya yang terburuk. Karena itu, dalam perkara rohani kita harus sedapat mungkin tidak bertindak menurut pilihan kita. Lebih baik kita menyerahkan perkaranya ke tangan Tuhan dan mempersilakan Tuhan melakukan menurut pilihan-Nya.
b. Karena Apa yang Mereka Miliki dan Apa yang Mereka Lihat
Kedua suku itu mengajukan permohonan mereka karena apa yang mereka miliki (ternaknya sangat banyak sekali, ayat 1) dan karena apa yang mereka lihat (tanah yang baik untuk peternakan, ayat 4). Ini adalah alasan pilihan mereka. Pilihan sendiri, bahkan dalam hidup gereja, datang dari dua hal: memperhatikan apa yang kita miliki dan perlukan; dan memperhatikan bagaimana suatu situasi atau kesempatan yang ada di depan kita cocok dengan keperluan kita. Keadaan hidup gereja atau pelayanan kita seharusnya tidak demikian. Dalam hidup gereja dan dalam pekerjaan Tuhan, kita perlu menolak godaan memiliki pilihan kita sendiri untuk memperhatikan kesejahteraan pribadi kita.
Kita perlu belajar untuk tidak memperhatikan apa yang kita miliki atau apa yang ada di depan kita melainkan menyerahkan masa depan kita ke tangan Tuhan. Kita seharusnya tidak mencoba memiliki pilihan kita sendiri dalam hidup gereja atau dalam pelayanan Tuhan. Jika Anda bersikeras memiliki pilihan sendiri, bersiaplah untuk menderita sebagai akibatnya. Pilihan kita bukanlah pilihan yang terbaik. Kita rabun dan egoistis, maka kita sulit murni dalam motivasi, kedambaan, maksud, sasaran, dan tujuan. Kita harus mau menyerahkan pilihan kita dan memberi tahu Tuhan bahwa kita tidak mau memilih sendiri.
c. Tanpa Menyeberang Sungai Yordan
Tanah yang diminta Ruben dan Gad dapat dicapai tanpa menyeberang Sungai Yordan. Tanpa menyeberang Sungai Yordan melambangkan tanpa menanggulangi dan menguburkan manusia lama. Bila manusia lama kita telah ditanggulangi dan dikuburkan, barulah kita ada kedudukan untuk berbicara mengenai memiliki tanah permai untuk kenikmatan kita.
d. Menerima Janji Tanah Permai Tidak Bersama Keseluruhan Umat Israel
Ruben dan Gad tidak menerima janji tanah permai bersama keseluruhan umat Israel. Ini melambangkan menerima kenikmatan atas Kristus secara terpisah, tanpa Tubuh Kristus.
2. Teguran dan Peringatan Musa
Dalam Bilangan 32:6-15 kita melihat teguran dan peringatan Musa.
a. Menegur Mereka karena Keegoisan Mereka
“Jawab Musa kepada bani Gad dan bani Ruben itu: ‘Masakan saudara-saudaramu pergi berperang dan kamu tinggal di sini?’” (Bil. 32:6). Di sini Musa menegur mereka karena keegoisan mereka. Musa seakan-akan berkata, “Kalian memperhatikan kesejahteraan suku kalian. Bagaimana dengan suku yang lain? Jika suku yang lain mengikuti contoh kalian, setiap suku akan memiliki pilihannya sendiri, dan kita tidak akan bisa membagi-bagikan tanah itu.”
b. Memperingatkan Mereka dengan Kisah Memilukan di Kadesh-Barnea
Dalam Bilangan 32:7-15 Musa memperingatkan Ruben dan Gad dengan kisah memilukan di Kadeshbarnea, kisah dari ketidakpercayaan. Dalam ayat 7 Musa berkata kepada mereka, “Mengapa kamu hendak membuat enggan hati orang Israel untuk menyeberang ke negeri yang diberikan TUHAN kepada mereka?” Musa mungkin berpikir bahwa mereka takut kepada raksasa di negeri itu dan rasa takut ini akan mengecilkan hati semua suku yang lain.
3. Janji Kedua Suku
Dalam Bilangan 32:16-19 kita melihat janji kedua suku, yang memiliki alasan untuk mendukung pilihan mereka. Mereka yang memiliki pilihan sendiri akan selalu banyak bicara untuk membenarkan pilihan mereka.
a. Bahwa Mereka Akan Mendirikan Kandang-kandang Kambing
Domba di Sana untuk Ternak Mereka dan Kota-kota untuk Anak-anak Mereka
“Tetapi mendekatlah mereka kepadanya serta berkata: Kami hendak mendirikan kandang-kandang kambing domba di sini untuk ternak kami dan kota-kota untuk anak-anak kami” (Bil. 32:16). Mereka memperhatikan ternak mereka dan anak-anak mereka, tetapi mereka tampaknya tidak memikirkan ternak dan anak-anak suku yang lain.
b. Bahwa Mereka Akan Siap dan Mempersenjatai Diri
untuk Berjalan di Depan Orang Israel Sampai Mereka Membawa Orang Israel ke Tempatnya
“Tetapi kami sendiri akan mempersenjatai diri dan dengan bersegera kami akan berjalan di depan orang Israel, sampai kami membawa mereka ke tempatnya” (Bil. 32:17a). Perkataan ini menunjukkan bahwa mereka mengira diri mereka cukup mampu, dapat membawa semua orang ke tempatnya. Dalam kepercayaan diri mereka, mereka berani membuat satu janji. Daripada berkata, “sampai kami membawa mereka ke tempatnya,” seharusnya mereka berkata, “sampai TUHAN membawa mereka ke tempatnya.”
c. Bahwa Mereka Tidak akan Pulang ke Rumah Mereka Sampai Setiap Orang Israel Memperoleh Milik Pusakanya
“Kami tidak akan pulang ke rumah kami, sampai setiap orang Israel memperoleh milik pusakanya” (Bil. 32:18). Ini tampak adil, tetapi bagaimanapun ini adalah pilihan mereka sendiri dan karena itu bukan pengaturan yang terbaik.
d. Bahwa Mereka Tidak Mau Menerima Milik Pusaka dengan Orang Israel di Seberang Sungai Yordan dan Seterusnya
“Sebab kami tidak mau menerima milik pusaka di seberang sungai Yordan sana dan seterusnya, apabila kami mendapat milik pusaka di seberang sungai Yordan sini, di sebelah timur” (Bil. 32:19). Janji ini kelihatannya adil dan beralasan.
4. Izin Musa
Bilangan 32:20-42 membicarakan izin Musa.
a. Setuju dengan Janji Mereka
Musa tergerak oleh perkataan Ruben dan Gad dan setuju dengan janji mereka (Bil. 32:20-22). Ini membuktikan bahwa Musa bukan seorang diktator, tetapi dia mau menerima usulan dan opini orang lain yang masuk akal.
b. Dengan Satu Syarat
Izin Musa diberikan dengan satu syarat bahwa setiap laki-laki yang bersenjata dari mereka mau menyeberang Yordan di hadapan TUHAN, sampai Dia menghalau musuh-musuh-Nya dari hadapan-Nya dan negeri itu ditaklukkan di hadapan Dia. Kemudian, mereka boleh pulang dan bebas dari kewajiban kepada TUHAN dan orang Israel (Bil. 32:21-22). Ruben dan Gad berkata, “sampai kami membawa mereka ke tempatnya,” tetapi Musa berkata, “sampai Ia [TUHAN] menghalau musuh-musuh-Nya dari hadapan-Nya, sehingga negeri itu takluk ke hadapan TUHAN.” Ini adalah karena TUHAN, bukan karena Ruben dan Gad.
Dalam Bilangan 32:22, Musa memakai kata “kewajiban”. Setiap kali kita memilih sendiri, kita akan berhutang sesuatu karena pilihan kita dan akan ada di bawah semacam kewajiban. Dalam melayani Tuhan, kita perlu belajar tidak akan memikul kewajiban dikarenakan pilihan kita sendiri. Kita perlu belajar tidak memilih sendiri dan karenanya tidak ada kewajiban kepada Allah dan umat-Nya.
c. Mengizinkan Mereka Mendirikan Kota-kota bagi Anak-anak Mereka dan Kandang-kandang Domba Mereka
Dalam Bilangan 32:24 kita melihat bahwa Musa mengizinkan mereka mendirikan kota-kota bagi anak-anak mereka dan kandang-kandang domba mereka.
d. Memberi Perintah kepada Imam Eleazar,
kepada Yosua Bin Nun, dan kepada Kepala-kepala Puak dari Suku-suku Israel
Musa memberi perintah kepada imam Eleazar, kepada Yosua bin Nun, dan kepada kepala-kepala puak dari suku-suku Israel mengenai dua suku, sehubungan dengan memelihara janji mereka kepada Musa (Bil. 32:28-32). Dua suku ini harus mengingat janji mereka dan memenuhinya.
e. Tanah Itu Diberikan kepada Dua Suku dan Setengah Suku Manasye Anak Yusuf
Menurut Bilangan 32:33-42, Musa memberi dua suku dan setengah suku Manasye anak Yusuf kerajaan Sihon raja orang Amori dan kerajaan Og raja Basan, tanah dan kota-kotanya dengan wilayah kekuasaannya. Kelihatannya dalam pasal ini penyelesaian yang baik sudah dilakukan mengenai permohonan kedua suku, Ruben dan Gad. Sebenarnya, situasi ini tidak menyenangkan, sebab suku-suku ini berdiri untuk diri mereka sendiri.
Mungkin situasi kita dalam kehidupan pernikahan dan hidup gereja juga demikian. sering kali ketika menetapkan pilihan, seorang saudara tidak mempedulikan istrinya, hanya memperhatikan dirinya sendiri. Dia mungkin berkata bahwa dia untuk istrinya, tetapi di dalam hatinya dia untuk dirinya sendiri. Demikian juga, ketika para penatua dari berbagai gereja bersekutu, penatua dari setiap gereja mungkin berdiri untuk diri mereka sendiri dan kepentingan sendiri, bukan untuk kepentingan gereja-gereja yang lain, walaupun setiap penatua mengaku bahwa mereka memperhatikan tujuan Tuhan dan membangun Tubuh. Ilustrasi-ilustrasi ini memperlihatkan kepada kita bahwa kita sulit untuk tidak memiliki pilihan kita sendiri. Memiliki pilihan sendiri adalah satu hal yang mengerikan. Daripada kita memilih sendiri, lebih baik kita mempersilakan Tuhan yang memilih.
Jika dalam pemulihan Tuhan kedudukan kita adalah kita tidak memiliki pilihan kita sendiri, tetapi menyerahkan pilihan kepada Tuhan, tidak akan ada masalah di antara kita. Namun, jika kita memiliki pilihan kita sendiri, akhirnya akan ada masalah dan penderitaan. Mari kita belajar tidak mengikuti Ruben dan Gad, tetapi mengikuti suku lain yang mempersilakan Tuhan memilih untuk mereka. Marilah kita menunggu untuk diundi dan tidak memilih sendiri.