PEPERANGAN (13)
Pembacaan Alkitab: Bil. 31:13-54
Dalam berita ini kita akan melanjutkan melihat kemenangan orang Israel atas orang Midian.
E. PEMBERSIHAN DAN PEMURNIAN TAWANAN
DAN BARANG JARAHAN
Menurut Bilangan 31:13-24, tawanan dan jarahan dibersihkan dan dimurnikan.
1. Membunuh Setiap Laki-laki di Antara Anak-anak dan Setiap Perempuan yang Telah Menikah
Musa memerintahkan bahwa setiap laki-laki di antara anak-anak dan setiap perempuan yang telah menikah harus dibunuh (ayat 13-18). Jika kita tidak memiliki pandangan rohani atas situasi itu, kita mungkin berpikir bahwa perintah ini adalah kejam dan tidak manusiawi. Namun, jika kita memiliki pandangan rohani, menyadari bahwa orang Midian melambangkan kenajisan hawa nafsu daging, kita akan setuju bahwa perintah Musa adalah tepat.
2. Mereka yang Telah Membunuh Orang dan yang Telah Menjamah Orang
yang Mati Terbunuh haruslah Berkemah Tujuh Hari Lamanya di Luar Perkemahan
dan Membersihkan Diri Mereka dan Tawanan Mereka
Bilangan 31:19 mengatakan, “Berkemahlah tujuh hari lamanya di luar tempat perkemahan; setiap orang yang telah membunuh orang dan setiap orang yang kena kepada orang yang mati terbunuh haruslah menghapus dosa dari dirinya pada hari yang ketiga dan pada hari yang ketujuh, kamu sendiri dan orang-orang tawananmu.” Mereka yang telah membunuh orang dan mereka yang menjamah orang yang mati terbunuh menjadi cemar dan perlu dibersihkan. Pembersihan ini terjadi pada hari ketiga dan sekali lagi pada hari ketujuh. Dalam perlambangan, hari ketiga melambangkan kebangkitan, dan hari ketujuh melambangkan kelengkapan.
3. Menyucikan Setiap Pakaian, Setiap Barang dari Kulit,
dan Setiap Barang yang Dibuat dari Bulu Kambing, dan Setiap Barang dari Kayu
Bangsa itu perlu menyucikan setiap pakaian, setiap barang dari kulit, setiap barang yang dibuat dari bulu kambing, dan setiap barang dari kayu (Bil. 31:20). Barang-barang ini disucikan dengan air, karena mereka tidak tahan api.
4. Membersihkan dan Menyucikan Segala Barang Logam
dan Menyucikan Apa pun yang Tidak Tahan Api
Semua barang logam, emas, perak, tembaga, besi, timah, dan timah hitam, dimurnikan melalui api dan kemudian disucikan dengan air karena kekotoran. Apa pun yang tidak tahan api disucikan melalui air.
5. Mencuci Pakaiannya pada Hari Ketujuh
“Lagipula kamu harus mencuci pakaianmu pada hari yang ketujuh, supaya kamu tahir, dan kemudian bolehlah kamu masuk ke tempat perkemahan” (Bil. 31:24). Mencuci pakaian kita melambangkan mencuci perilaku kita dan apa adanya diri kita. Semua perkara mengenai penyucian dan pemurnian dari tawanan dan jarahan memperlihatkan kepada kita bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan Allah harus tahir, harus disucikan, dimurnikan, atau dibasuh. Kita harus memegang prinsip ini dalam menjamah hal-hal yang berhubungan dengan Allah. Apa pun yang telah tercemar, terkontaminasi oleh kematian harus disucikan atau dimurnikan atau dibasuh.
F. Membagikan Jarahan, baik Manusia maupun Ternak
Dalam Bilangan 31:25-47 terdapat pembagian jarahan, baik manusia maupun ternak.
1. Setengah Diberikan untuk Mereka yang Berperang dan Setengah untuk Segenap Umat
“Hitunglah jumlah rampasan yang telah diangkut, yang berupa manusia dan hewan, engkau ini dan imam Eleazar serta kepala-kepala puak umat itu. Lalu bagi dualah rampasan itu, kepada pasukan bersenjata yang telah keluar berperang, dan kepada segenap umat yang lain” (Bil. 31:26-27). Di sini kita melihat sesuatu yang menakjubkan: orang yang berperang menerima setengah jarahan, dan setengah lainnya diberikan kepada mereka yang berdiri di belakang dan yang kemungkinan berdoa untuk orang-orang yang pergi berperang.
2. Satu dari Lima Ratus Orang dan Ternak dari Bagian untuk Orang yang Pergi Berperang Diberikan kepada TUHAN sebagai Upeti
“Dan engkau harus mengkhususkan upeti bagi TUHAN dari para prajurit yang keluar bertempur itu, yakni satu dari setiap lima ratus, baik dari manusia, baik dari lembu, dari keledai dan dari kambing domba” (Bil. 31:28). Upeti ini adalah ingat-ingatan di hadapan Allah.
3. Upeti untuk TUHAN Diserahkan kepada Imam Eleazar sebagai Persembahan Unjukan TUHAN
“Dari yang setengah yang telah didapat mereka haruslah engkau mengambilnya, lalu menyerahkannya kepada imam Eleazar, sebagai persembahan khusus (unjukan) bagi TUHAN” (Bil. 31:29). Karena imam Eleazar satu dengan TUHAN, apa pun yang dibawa sebagai upeti kepada TUHAN oleh orang yang berperang diserahkan kepada imam Eleazar. Apa yang diserahkan kepada Eleazar menjadi persembahan unjukan. Ini menunjukkan bahwa upeti dibawa ke dalam kenaikan sebagai ingat-ingatan di hadapan TUHAN dan ini akhirnya menjadi bagian imam besar.
4. Satu dari Lima Puluh dari Setengah untuk Umat Israel
Diberikan kepada Orang Lewi yang Memelihara Kemah Suci TUHAN
“Tetapi dari yang setengah lagi yang untuk orang Israel lain haruslah engkau mengambil satu ambilan dari setiap lima puluh, baik dari manusia, baik dari lembu, dari keledai dan dari kambing domba, jadi dari segala hewan, lalu menyerahkan semuanya kepada orang Lewi yang memelihara Kemah Suci TUHAN” (Bil. 31:30). Jadi, imam besar menerima bagiannya, dan orang Lewi juga menerima bagiannya. Ini adalah menurut hikmat Musa, yang dia terima dari Allah. Pembagian jarahan melibatkan semua orang di antara orang Israel. Pembagian ini mencakup orang yang pergi berperang dan yang berdiri di belakang. Pembagian ini juga mencakup imam besar dan orang Lewi. Sehubungan pembagian jarahan, tidak ada catatan opini, atau usulan apa pun. Bangsa itu menerima bagian mereka tanpa mengungkapkan opini apa pun dan tanpa membuat usulan apa pun.
G. Persembahan para Pemimpin Tentara kepada TUHAN
Bilangan 31:48-54 membicarakan kurban persembahan kepada TUHAN oleh para pemimpin tentara.
1. Dipersembahkan karena Tidak Ada Seorang pun yang Hilang dari Pasukan Mereka
Para pemimpin dan perwira berkata kepada Musa, “Hamba-hambamu ini telah menghitung jumlah prajurit yang ada di bawah kuasa kami dan dari mereka tidak ada seorang pun yang hilang” (Bil. 31:49).
Ini adalah alasan para pemimpin membawa kurban persembahan kepada TUHAN. Para pemimpin tidak diminta untuk memberikan persembahan demikian; mereka melakukannya dengan sukarela dari inisiatif mereka sendiri.
2. Mempersembahkan Barang-barang Emas
untuk Mengadakan Pendamaian bagi Mereka Sendiri
di Hadapan TUHAN
“Sebab itu kami mempersembahkan sebagai persembahan kepada TUHAN apa yang didapat masing-masing, yakni barang-barang emas, gelang kaki, gelang tangan, cincin meterai, anting-anting dan kerongsang untuk mengadakan pendamaian bagi nyawa kami di hadapan TUHAN” (Bil. 31:50). Ini menunjukkan bahwa para pemimpin memiliki perasaan yang peka dan dapat memahami, tahu keadaan mereka di hadapan Allah. Mereka menyadari bahwa ada sesuatu mengenai mereka yang tidak benar atau tepat dan mereka perlu mengadakan pendamaian untuk mereka sendiri di hadapan Allah supaya situasi mereka dengan Allah dapat didamaikan. Pendamaian ini dilakukan dengan barang-barang emas.
3. Musa dan Imam Eleazar Menerima Barang-barang Emas
sebagai Persembahan Unjukan untuk Allah
dan Membawanya ke dalam Kemah Pertemuan
sebagai Ingat-ingatan
Musa dan imam Eleazar menerima barang-barang emas sebagai persembahan unjukan untuk Allah dan membawanya ke dalam Kemah Pertemuan sebagai ingat-ingatan untuk orang Israel di hadapan TUHAN (Bil. 31:51-54). Kurban persembahan mereka adalah persembahan unjukan, sesuatu yang dinaikkan. Dalam Bilangan 31:13-54 kita lihat gambaran indah dari kesehatian. Situasi di antara berbagai jenis orang penuh dengan kedamaian, kesenangan, dan keharmonisan. Situasi bangsa Israel dengan Allah juga penuh damai sejahtera. Seluruh situasi menyenangkan karena mereka semua ada dalam kesehatian.