← Daftar isi Filipi (2) · bab 4/20

ANAK-ANAK ALLAH BERCAHAYA SEPERTI BINTANG-BINTANG MELALUI MENYATAKAN

FIRMAN HAYAT

Pembacaan Alkitab: Flp. 2:14-16

MENDOABACAKAN FIRMAN

Dalam 2:14-16 tercantum banyak kata dan frase yang penting: bersungut-sungut, berbantah-bantahan, tidak beraib dan tidak bernoda, anak-anak Allah, tidak bercela, orang (angkatan) yang jahat (bengkok) dan sesat, bercahaya seperti bintang-bintang, dan menyatakan firman hayat. Kita perlu berulang-ulang mendoabacakan kata-kata ini. Sebagai contoh, jika mendoabacakan kata-kata bersungut-sungut dan berbantah-bantahan dalam 2:14, kita akan menghirup nafas Allah, dan kita akan membenci sungut-sungut dan perbantahan kita serta berhasrat diselamatkan dari hal-hal itu. Melalui mendoabacakan firman, kita akan memberikan respon kepada firman itu. Dengan demikian dalam pengalaman kita, firman bukan sejilid kitab harfiah yang mati, melainkan nafas Allah, bahkan pernafasan-Nya.

Adakalanya ketika kita mendoabacakan firman, kita mungkin berdoa dengan seluruh ayat sekaligus. Namun, sering kali lebih baik kita mendoabacakan firman dengan cara kata demi kata atau frase demi frase. Tidak ada orang yang dapat memakan satu ekor ayam sekaligus. Kita hanya dapat memakannya sedikit-sedikit. Seprinsip dengan itu, kita harus mendoabacakan firman sedikit-sedikit, mungkin sampai kata demi kata. Jika kita berdoa dengan kata bersungut-sungut dan berbantah-bantahan dalam 2:14, kita akan menerima injeksi ilahi, suatu suntikan pencegahan yang akan menyelamatkan kita dari sungut-sungut dan perbantahan kita.

Dalam tubuh jasmani kita, adakalanya kita terkena penyakit kulit, mungkin karena infeksi atau jamur. Dalam beberapa kasus, kita tidak dapat disembuhkan baik dengan pencucian maupun dengan obat luar. Namun, dokter mung-kin memberi resep obat untuk diminum yang dapat mengatasi seluruh masalah. Alkitab adalah obat ilahi, obat penangkal racun yang paling efektif terhadap semua hal negatif. Cara untuk memanfaatkan firman sebagai penangkal racun tidak semata-mata direnung-renungkan, dipelajari, atau dianalisis. Kita menerima firman sebagai penangkal racun dengan menggunakan roh kita melalui mendoabaca-kannya.

Yeremia 15:16 mengatakan, “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku memakannya” (Tl.). Kita juga harus memakan firman Allah seperti Nabi Yeremia. Tetapi, ada beberapa orang Kristen menentang konsepsi ini, dengan menyatakan bahwa Alkitab hanya cocok untuk dibaca dan dipelajari. Namun, Alkitab tidak saja untuk dibaca dan dipelajari, juga untuk dimakan. Tuhan Yesus berkata, “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat. 4:4). Ini menunjukkan bahwa setiap kata dari Alkitab, sampai-sampai perkataan seperti bersungut-sungut dan berbantah-bantahan pun dapat menyuplaikan hayat kepada kita. Karena itu, kita boleh mendoabacakan sebuah ayat seperti Filipi 2:14 tadi kata demi kata. Dengan cara demikian kita akan hidup oleh setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah.

MENYANYIKAN FIRMAN TUHAN

Mungkin kita tidak menyadari betapa kita terpengaruh oleh kekristenan yang tradisional, bahkan dalam cara kita membaca Alkitab juga demikian. Kolose 3:16 mengatakan, “Hendaklah perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.” Di sini Paulus tidak mengatakan membaca, menganalisis, atau merenungkan firman, sebaliknya ia menganjuri kita menyanyikan firman itu. Kita tidak saja harus menerima firman Kristus melalui membaca, tetapi juga dengan menyanyikan, memazmurkan, dan membuatnya menjadi pujian. Terlepas dari baik atau tidaknya nyanyian kita, Tuhan sangat berkenan mendengar kita menyanyikan firman-Nya. Dia merasa gembira bila kita bernyanyi dari dalam roh dan hati kita. Jika kita tidak mengetahui sebuah lagu untuk dipakai dalam menyanyikan ayat tertentu, kita boleh menciptakan sebuah lagu sendiri. Yang penting kita belajar menyanyikan firman Allah. Saya percaya pada suatu hari kita dapat menggunakan sebagian besar waktu dalam sidang untuk menyanyikan Kitab Efesus.

Kita telah menunjukkan bahwa Tuhan Yesus mengatakan manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Tetapi, firman bukan hanya makanan dan suplai hayat kita saja, ia juga “anti-biotik” rohani. Kita tidak saja harus beroleh makanan melalui firman, tetapi juga harus disuntik olehnya untuk menangkal segala macam gangguan, kesukaran, kelemahan, dan “penyakit”. Bersungut-sungut dan berbantah-bantahan adalah penyakit rohani yang perlu kita hadapi melalui suntikan firman. Dari hari ke hari kita perlu mendoabacakan firman dan menyanyikan firman agar kita menerima suntikan lebih lanjut. Jika kita mendoabacakan Filipi 2:14, kita akan menerima suntikan untuk menangkal sungut-sungut dan perbantahan.

Kita perlu menerima Alkitab sebagai kitab hayat. Seluruh isi Alkitab adalah firman hayat. Sebagai firman hayat, Alkitab adalah makanan kita. Bukankah bodoh sekali kalau kita hanya mempelajari makanan dan tidak memakannya? Jika kita ingin menyelidiki makanan kita, tetapi tidak memakannya, akhirnya kita akan mati kelaparan. Demikian pula, jika kita tidak memakan firman, kita akan mati secara rohani. Karenanya penting sekali kita memakan firman melalui mendoabacakan dan menyanyikannya.

Ketika kita mendoabacakan Filipi 2:14-16, jangan hanya mendoabacakan ayat-ayat ini secara keseluruhan, melainkan berkonsentrasilah pada kata-kata atau frase-frase yang penting. Kita perlu mendoabacakan kata-kata seperti bersungut-sungut, berbantah-bantahan, tidak beraib dan tidak bernoda, tidak bercela, anak-anak Allah, angkat-an yang bengkok dan sesat, bercahaya, bintang-bintang, dunia, menyatakan, firman, dan hayat. Boleh jadi kita sangat tidak suka bersungut-sungut, berbantah-bantahan, dan angkatan yang bengkok dan sesat. Namun, kata-kata “sungut-sungut”, “berbantah-bantahan” dan “angkatan yang bengkok dan sesat” dalam ayat-ayat ini dapat menyuplaikan hayat kepada kita. Jika kita mendoabacakan dan menyanyikannya, kita akan beroleh suplaian hayat melaluinya. Memang kita harus membenci sungut-sungut, tetapi kita harus mengapresiasi istilah ini melalui mendoabacakan dan menyanyikannya. Tambahan pula, kita tidak saja harus memakan kata-kata itu, tetapi juga mencerna semuanya, agar firman itu boleh menjadi bagian dari susunan kita.

KEKAYAAN YANG TAK HABIS

DIPAKAI DALAM FIRMAN

Orang-orang yang pernah mendengarkan berita saya bertahun-tahun adakalanya heran melihat saya selalu memiliki sesuatu yang baru dan segar untuk dilayankan kepada kaum saleh. Semakin saya mendoabacakan Filipi 2:14-16, saya semakin mengetahui bahwa kita dapat menyampaikan berita demi berita dari ayat-ayat ini. Kita boleh menyampaikan satu berita tentang bersungut-sungut, dan satu berita lain untuk berbantah-bantahan. Kemudian, kita perlu satu berita tentang tidak beraib dan tidak bernoda. Tidak beraib berarti tanpa kekurangan pada perilaku kita secara lahiriah, dan tidak bernoda berarti murni dalam karakter batiniah kita. Secara lahiriah, perilaku kita perlu sempurna tanpa kekurangan; secara batiniah, karakter kita perlu murni dan polos. Hal-hal ini sesungguhnya dapat menjadi pokok pembicaraan seluruh berita. Namun, orang-orang Kristen mungkin membaca ayat-ayat ini dengan mengira semua itu memang semestinya demikian. Mereka tidak bertanya atau menyelidiki apakah yang Paulus maksud dengan tidak beraib dan tidak bernoda.

Bayangkanlah betapa banyaknya berita yang kita bu-tuhkan mengenai ungkapan “anak-anak Allah”! Sebagai anak-anak Allah, kita memiliki hayat dan sifat ilahi. Hal-hal ini sangat dalam dan memerlukan banyak berita baru dapat dibahas secara memadai.

Kita pun dapat menyampaikan berita-berita tentang tidak bercela, dan tentang angkatan yang bengkok dan yang sesat. Apakah perbedaan antara bengkok dan sesat? Apakah pula arti angkatan dalam ayat 15, dan apakah yang dimaksud dunia oleh Paulus? Jika kita mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti ini dan jika kita mendoabacakan ayat-ayat ini, kita akan terkesan dengan fakta bahwa kekayaan dalam firman memang tidak kunjung habis. Kita perlu menerima kekayaan-kekayaan ini dari hari ke hari melalui mendoabacakan firman dan menyanyikannya.

DIPENUHI DENGAN FIRMAN

UNTUK MENGEKSPRESIKAN KRISTUS

Bila kita setiap hari dipenuhi dengan kekayaan firman hidup, dengan spontan kita akan menyatakan firman hayat itu. Kita akan menyajikan firman hayat itu kepada orang lain dan mempersembahkannya kepada mereka. Ini berarti memperbesar Kristus dan memperhidupkan Kristus. Kristus sendiri adalah firman hidup, firman hayat. Karena itu, bila kita dipenuhi dengan firman hayat, kita akan menyatakan dan memperbesar Kristus. Inilah cara memperhidupkan Kristus.

ANAK-ANAK ALLAH

Apa yang telah saya katakan di atas adalah kata pengantar dari berita ini, yang berjudul “Anak-anak Allah Bercahaya seperti Bintang-bintang, Menyatakan Firman Hayat.” Ungkapan “Anak-anak Allah” menyiratkan hayat dan sifat Allah. Sebagai anak-anak Allah, kita memiliki hayat dan sifat-Nya. Seperti halnya seorang anak mempunyai hayat dan sifat ayahnya karena ia terlahir olehnya, bukan anak angkat, maka kita pun memiliki hayat dan sifat Allah Bapa, karena kita terlahir oleh-Nya dan bukan diangkat oleh Dia. Puji Tuhan, kita adalah anak-anak Allah Tritunggal yang memiliki hayat dan sifat ilahi!

Andaikata Anda adalah anak presiden Amerika Serikat tidakkah Anda mempunyai perasaan bangga yang istimewa? Tidakkah Anda merasa mulia dan ingin membanggakan fakta tersebut? Tetapi, kita memiliki jenis keputraan yang lebih agung. Kita adalah anak-anak Allah yang memiliki hayat dan sifat ilahi! Dahulu kita adalah orang-orang yang berdosa, tetapi sekarang kita adalah anak-anak Allah. Alangkah mulianya, kita adalah anak-anak ilahi Allah!

Karena kita memiliki hayat dan sifat ilahi, maka kita dapat benar-benar berkata bahwa kita adalah ilahi. Namun, ini sudah tentu tidak berarti kita sedang berevolusi menjadi Allah, atau kita akan menjadi Allah sebagai obyek penyembahan. Selain itu, ini pun bukan berarti kita mengajarkan paham panteisme atau meng-Allahkan (deifikasi) manusia. Akan tetapi, kita boleh menyatakan dengan benar bahwa sebagai anak-anak Allah yang memiliki hayat dan sifat ilahi, kita adalah ilahi. Haleluya, kita adalah anak-anak Allah yang berhayat dan bersifat ilahi!

Kita tidak boleh hanya mendoabacakan perkataan “anak-anak Allah” saja, tetapi kita juga harus menyanyikannya, baik dengan lagu-lagu yang kita hafal atau dengan lagu ciptaan kita sendiri. Jika kita menyanyikan firman sedemikian, kita akan diinfus, diberi inspirasi, dan diperkuat dalam batin. Kita pun akan menerima suntikan ilahi.

FUNGSI PENCAHAYAAN

Dalam 2:15 Paulus berkata lebih lanjut bahwa sebagai anak-anak Allah kita “bercahaya seperti bintang-bintang di dunia”. Istilah “bintang-bintang” di sini dalam bahasa aslinya berarti benda-benda terang yang memantulkan cahaya matahari. Hal ini menunjukkan kemampuan kita untuk berfungsi. Puji Tuhan bahwa kita bisa bercahaya! Kita bukan hanya sebagai anak-anak Allah, tetapi juga benda-benda yang memiliki fungsi surgawi untuk memantulkan Kristus, matahari sejati.

Setiap jenis hayat memiliki fungsinya sendiri. Fungsi sebatang pohon apel adalah menghasilkan buah apel. Fungsi kita sebagai benda-benda terang yang memiliki hayat dan sifat ilahi ialah memantulkan cahaya. Sebagai anak-anak Allah yang memiliki hayat ilahi, kita memiliki fungsi untuk bercahaya. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak boleh hanya berperilaku menurut standar tertentu, tetapi kita harus bercahaya.

Sebagai benda-benda terang, kita tidak mempunyai terang apa-apa dalam diri kita sendiri. Pencahayaan kita hanyalah pemantulan cahaya yang kita terima dari sumber lain. Kristus adalah terang, matahari sejati, dan kita memantulkan Dia melalui menyatakan firman hayat. Karena itu, pencahayaan kita sebenarnya adalah pemantulan kita atas Kristus sebagai sumber cahaya kita.

Kita bercahaya melalui menyatakan firman hayat. Menurut Kolose 3:16, kita harus membiarkan perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di dalam kita. Dengan demikian kita akan memiliki firman hayat yang dengannya kita dapat bercahaya. Untuk menyatakan firman hayat, pertama-tama kita harus memiliki hayat ilahi dalam batin kita. Karena kita tersuplai oleh hayat ini dan beroleh energi darinya, maka kita dapat bercahaya seperti bintang-bintang melalui menyatakan firman hayat. Semakin kita terawat melalui memakan firman hayat, mencerna dan menyerap firman itu, semakin besarlah simpanan firman itu di batin kita. Lalu kita akan dengan spontan bercahaya dengan setiap firman hayat yang telah kita terima di dalam kita. Kemudian, pencahayaan ini akan menjadi penyataan, penyajian kita atas firman hayat yang ajaib itu kepada orang lain. Mereka yang pernah berkontak dengan kita sejangka waktu pasti akan mendapat bantuan dari kita. Jika kita tiap hari mencerna Kristus sebagai firman hayat, menyimpan kekayaan firman secara subyektif dan organik, kita akan memiliki sesuatu yang hidup dan organik untuk dibagi-bagikan kepada orang lain. Inilah pemberitaan Injil dan penyampaian kebenaran yang tepat. Seperti telah kita tunjukkan, inilah cara untuk memperbesar dan memperhidupkan Kristus.

Semoga kita semua mendoabacakan dan menyanyikan firman melalui melatih roh kita. Semoga kita dibebaskan dari segala macam belenggu dalam hal berkontak dengan firman dan Roh itu. Jika kita melatih roh kita untuk mendoabacakan, menyanyikan, dan memazmurkan Filipi 2:14-16, kita akan memuji Tuhan karena kita adalah anak-anak Allah dan juga bintang-bintang yang bercahaya yang menyatakan firman hayat. Kalau kita memdoabacakan ayat-ayat ini kata demi kata dan juga menyanyikan firman Allah, kita akan diresapi dan dijenuhi dengan suplai yang kaya dari firman hidup. Dengan demikian manusia batiniah kita akan dipenuhi dengan kekayaan Kristus. Lalu kita akan dengan spontan, tanpa disadari, bahkan tanpa disengaja, akan menempuh suatu kehidupan yang mengekspresikan Kristus dan menyatakan firman hayat. Yang diperlukan Tuhan dalam pemulihan-Nya hari ini adalah sekelompok orang yang memperhidupkan Kristus, yang bercahaya seperti bintang-bintang, dan yang menyatakan firman hayat, bukan sekelompok manusia yang agamis.