FIRMAN ALLAH ADALAH PERWUJUDAN ALLAH YANG HIDUP
Pembacaan Alkitab:
Flp. 2:13, 16a; Yoh. 1:1-2, 14; 6:63; Ibr. 1:1-2; 2Tim. 3:15; Kis. 6:7; 12:24; 19:20
Alkitab mewahyukan perbuatan, pekerjaan, dan aktivitas Allah. Menurut rencana-Nya, pertama-tama Ia menciptakan alam semesta dan segala isinya. Perbuatan Allah juga mencakup inkarnasi, penyaliban, kebangkitan, kenaikan, turun sebagai Roh itu, dan kedatangan Kristus kali kedua, kerajaan, dan langit baru dan bumi baru dengan Yerusalem Baru. Allah sama sekali tidak diam tanpa aktivitas. Sebaliknya, Ia telah melaksanakan banyak hal besar. Jika tidak ada aktivitas Allah dalam penciptaan, alam semesta tidak akan ada. Alam semesta berasal dari aktivitas Allah.
Inkarnasi merupakan satu hal yang lebih mengesankan daripada penciptaan. Melalui inkarnasi Allah telah menjadi seorang manusia. Sebagai manusia, Kristus telah merampungkan karya penebusan, mati di atas salib karena dosa-dosa kita. Dalam kebangkitan-Nya, Ia telah membawa keinsanian-Nya ke dalam Allah. Sangat ajaib!
“ALLAH-ANAK” DAN ROH PEMBERI-HAYAT
Orang-orang Kristen sering mengatakan Anak Allah telah berinkarnasi. Perkataan ini memang tidak salah. Tetapi, Yohanes 1:14 tidak mengatakan Anak Allah menjadi daging, melainkan “Firman itu menjadi daging” (Tl.). Yohanes 1:1 mengatakan, “Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Berdasarkan ayat 14, Firman ini telah menjadi daging. Ini menunjukkan bahwa Allah sendiri yang menjadi daging, yakni manusia. Pertama-tama Firman itu menjadi manusia. Kemudian, dalam kebangkitan, Kristus, Adam yang akhir dalam daging menjadi Roh pemberi-hayat. Dalam Yohanes 1:14 dan 1Korintus 15:45 kita nampak dua pemakaian kata “menjadi” yang amat penting. Firman “menjadi” daging, dan Adam yang akhir “menjadi” Roh pemberi-hayat (yang menghidupkan — LAI). Pertama-tama, Kristus menjadi seorang manusia untuk merampungkan penebusan. Untuk hal ini Ia telah mati di atas salib dan dikubur. Kemudian, dalam kebangkitan, Ia menjadi Roh pemberi-hayat. Allah kita hari ini adalah Roh pemberi-hayat.
Allah telah melalui satu proses yang ajaib. Ia menjadi seorang manusia, dilahirkan oleh anak dara di sebuah palungan. Karena itu Yesaya 9:5 menyatakan bahwa bagi kita telah lahir seorang anak dan anak ini disebut Allah yang perkasa. Anak yang dilahirkan anak dara itu adalah Allah yang perkasa. Ini berarti Allah yang perkasa sebenarnya telah menjadi seorang anak. Tahukah Anda bahwa pada suatu hari Allah kita telah menjadi seorang anak? Allah yang unik, Allah yang satu-satunya dalam alam semesta ini telah menjadi seorang anak! Bahkan kita boleh mengatakan anak ini “Allah-anak”. Tentu saja istilah ini tidak terdapat dalam Alkitab. Namun, fakta Allah menjadi seorang anak diwahyukan dengan jelas dalam Alkitab. Mengatakan “Allah-anak” bukanlah suatu bidah, melainkan satu fakta ilahi. Sekarang akan kita bahas kedua istilah “menjadi” yang sangat penting ini. Pertama, ialah Firman menjadi daging, Allah menjadi seorang anak yang dilahirkan di sebuah palungan.
Seperti telah kita tunjukan, istilah penting “menjadi” yang kedua dipakai dalam 1Korintus 15:45; di sana dikatakan Adam yang akhir telah menjadi Roh pemberi-hayat. Siapakah Adam yang akhir ini? Tidak perlu diragukan, Adam yang akhir ini adalah manusia Kristus Yesus, yaitu Allah yang berinkarnasi. Melalui kebangkitan Ia telah menjadi Roh pemberi-hayat.
Sebagai orang Kristen, kita semua harus tahu bahwa firman yang adalah Allah telah menjadi daging. Allah ini benar-benar telah menjadi seorang anak. Kita juga harus tahu bahwa Kristus, setelah penyaliban-Nya dan dalam kebangkitan, telah menjadi Roh pemberi-hayat. Tetapi ada beberapa orang Kristen menentang ajaran ini dan menuduh ajaran ini sebagai bidah. Mereka bertanya, mana mungkin Kristus, yang kedua dari Trinitas ini, menjadi Roh itu, yang ketiga dari Trinitas. Namun, berdasarkan 1Korintus 15:45, Kristus sebagai Adam yang akhir telah menjadi Roh pemberi-hayat. Bukankah Roh pemberi-hayat ini Roh Kudus? Menyangkal hal ini berarti berpegang pada doktrin bidah, yakni menganggap ada dua Roh pemberi-hayat.
ALLAH YANG TELAH MELALUI PROSES
Kita harus beralih dari teologi tradisional dan kembali kepada firman Allah yang murni. Menurut Alkitab, Allah Tritunggal telah melalui proses menjadi Roh pemberi-hayat. Berdasarkan wahyu dalam firman, kita boleh mengatakan bahwa Allah kita hari ini adalah Allah yang telah melalui proses, bukan Allah yang “mentah”. Mengatakan Allah telah melalui proses berarti Dia telah menjadi seorang anak yang dilahirkan oleh seorang dara, dan sebagai manusia, Dia telah disalibkan, dikubur, mengunjungi alam maut, dan memasuki kebangkitan. Ini jelas merupakan suatu proses. Karena itulah kita boleh mengatakan Allah kita adalah Allah yang telah melalui proses.
Sejak kelahiran-Nya hingga kebangkitan-Nya, Kristus telah melalui suatu proses. Seluruh masa hidup-Nya sebagai manusia, dari inkarnasi hingga kebangkitan adalah satu periode proses. Sekarang, setelah memasuki tahap kebangkitan, Ia telah menjadi Roh pemberi-hayat.
Karena Kristus adalah Roh pemberi-hayat, kita dapat dengan mudah menghirup Dia ke dalam kita. Berdasarkan Roma 10, Allah itu tidak jauh dari kita, sebaliknya Dia sangat dekat, bahkan di dalam mulut kita. Kita cukup hanya menghirup Dia ke dalam kita. Ini benar-benar suatu kabar baik, suatu Injil.
Injil adalah Allah yang unik, Sang Pencipta, pada suatu hari telah menjadi seorang manusia dan mengalami suatu proses menjadi Roh pemberi-hayat supaya dapat kita hirup. Huruf mematikan, tetapi Roh menghidupkan (2Kor. 3:6).
Allah kita telah melakukan segala yang perlu untuk menjadi Roh pemberi-hayat. Sekarang kita tidak saja memiliki Allah dan Juruselamat, kita juga memiliki Roh pemberi-hayat. Orang-orang Yahudi tidak mengetahui bahwa Allah telah menjadi seorang manusia yang bernama Yesus Kristus. Mereka hanya mengenal Allah sebagai Sang Pencipta, tidak mengenal Dia sebagai persona yang telah berinkarnasi menjadi Juruselamat. Bahkan banyak orang Kristen hari ini yang hanya mengenal Allah dan Kristus secara obyektif. Mereka tidak memahami bahwa hari ini Kristus, Allah itu sendiri, adalah Roh pemberi-hayat. Kita tidak dapat memisahkan Allah, Kristus, dan Roh. Ketiganya adalah satu. Kita dapat menikmati Allah yang tiga-satu ini sebagai Roh itu sebab Dia telah masuk ke dalam roh kita dan membuat kita menjadi satu roh dengan-Nya. Satu Korintus 6:17 mengatakan, “Siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.” Sungguh ajaib!
Kesudahan perbuatan dan pekerjaan Allah adalah Roh pemberi-hayat. Pertama, Allah menciptakan segala sesuatu. Kedua, Ia menjadi seorang manusia melalui inkarnasi. Ketiga, melalui kematian dan kebangkitan, Ia mengalami proses menjadi Roh pemberi-hayat. Sekarang Allah tidak saja sebagai Sang Pencipta, Penebus, dan Juruselamat, terakhir, dalam perampungan sempurna Ia menjadi Roh pemberi-hayat. Roh ini adalah “minuman” almuhit untuk kita nikmati. Puji Tuhan, karena dalam firman diwahyukan bahwa Allah, Pencipta, Juruselamat, Penebus, Tuhan, dan Tuan kita juga adalah Roh pemberi-hayat yang tinggal di dalam roh kita!
PEMBICARAAN ALLAH
Alkitab juga mewahyukan tentang pembicaraan Allah selain perbuatan-Nya. Allah adalah Allah yang berbicara. Ibrani 1:1-2 mengatakan, “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dengan berbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan para nabi, maka pada zaman akhir ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya.” Karena perbuatan Allah, kita menerima Roh pemberi-hayat; karena pembicaraan Allah, kita menerima firman. Tidak hanya demikian, firman ini adalah firman hayat.
ROH DAN FIRMAN
Kita boleh memakai listrik untuk mengumpamakan Roh dan firman. Untuk menggunakan listrik biasanya kita perlu jaringan kabel listrik dan kabel bawah tanah. Dengan kedua macam kabel itu kita dapat memakai listrik dengan berbagai cara, dan listrik itu akan mengalir terus. Roh itu boleh diibaratkan jaringan listrik, dan firman ibarat kabel bawah tanah. Kebanyakan orang Kristen hari ini mementingkan firman sebagai kabel bawah tanah, tetapi mengabaikan Roh itu sebagai jaringan listrik. Banyak orang, terutama para siswa Seminari dan Sekolah Alkitab atau Teologi, yang menyelidiki Alkitab, namun mengabaikan Roh, jaringan listrik. Ekstrem lainnya ialah golongan Pentakosta yang menekankan Roh itu, jaringan listrik, tetapi tidak memperhatikan Alkitab, kabel bawah tanah dengan memadai. Dalam pemulihan Tuhan, kita harus seimbang dan memiliki jaringan listrik dan kabel bawah tanah, yakni Roh itu dan firman. Jika kita seimbang dalam memperhatikan Roh dan firman, kita akan mengalami transmisi, arus dari listrik ilahi itu.
Sebagai listrik surgawi, Allah telah menginstalasikan diri-Nya ke dalam kita untuk kenikmatan kita. Namun, untuk menikmati Dia kita perlu Roh dan firman. Puji Tuhan, dalam tangan kita ada firman dan dalam roh kita ada Roh pemberi-hayat! Roh dan firman adalah dua hadiah atau pemberian yang besar.
Kita sangat perlu memahami bahwa firman adalah perwujudan Allah yang hidup. Tidak hanya demikian, firman adalah roh dan hayat. Tuhan Yesus berkata, “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup” (Yoh. 6:63). Jangan sekali-kali kita memisahkan Allah, Roh itu, dan firman. Ketiganya adalah satu. Allah adalah firman, dan firman adalah Roh itu.
Jika Allah bukan firman, maka bagi kita Ia tetap menjadi satu rahasia yang besar. Sebagai contoh, jika seorang tidak mengatakan isi hatinya, ia akan menjadi orang yang misterius. Tetapi, bila ia berbicara, ia akan diketahui orang, sebab apa yang terkandung dalam hatinya telah dinyatakan. Allah telah menyatakan diri-Nya sendiri melalui pembicaraan-Nya. Karena Allah adalah Allah yang berbicara, maka Ia menjadi nyata. Semakin banyak berbicara, kita akan menjadi semakin nyata.
Kita memuji Tuhan, karena melalui perbuatan-Nya Dia telah menjadi Roh itu, dan melalui pembicaraan-Nya Dia telah menjadi firman. Setiap hari kita perlu datang kepada firman dengan roh yang terbuka dan terlatih. Dengan demikian, kita tidak saja akan menerima terang dari firman, kita juga akan masuk ke dalam ruang lingkup terang itu. Setiap kali kita datang kepada Alkitab dengan hati yang murni dan roh yang benar, kita akan masuk ke dalam ruang lingkup terang. Kemudian, kita tidak hanya menerima sorotan, tetapi juga berada di dalam ruang lingkup terang itu. Kita perlu berada di dalam ruang lingkup terang. Hanya melihat terang dari firman tidaklah cukup, kita pun perlu berada di dalam lingkungan terang itu.
ALLAH BEROPERASI DI DALAM KITA
Ketika kita berkontak dengan firman secara memadai melalui membaca dan berdoa, kita akan mengalami arus listrik ilahi. Ini adalah Allah yang beroperasi di dalam kita baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Flp. 2:13). Jika kita tidak mengalami operasi Allah ketika kita menggunakan waktu membaca firman, kita pasti telah salah. Mungkin dalam pengalaman kita atas jaringan listrik, Roh itu, ada kekurangannya, yaitu kita hanya memiliki firman, kabel bawah tanah. Tetapi, jika kita memiliki Roh itu dan firman, kita akan mengalami aktivitas ilahi yang batini; ada sesuatu yang bergerak di dalam kita, dan kita akan diperkuat, dihibur, dirawat, disuplai, dan disegarkan. Itulah operasi Allah di dalam kita.
MENYATAKAN FIRMAN HAYAT
Hasil operasi Allah di dalam kita adalah kita dengan spontan memiliki hayat yang dengannya kita dapat menyatakan firman hayat kepada orang lain. Menyatakan firman hayat berarti menyajikannya kepada orang lain, mempersembahkannya atau menerapkannya kepada orang lain. Jika Allah beroperasi di dalam kita dan kita dipenuhi dengan firman, di mana saja kita berada, dan apa saja yang kita katakan atau lakukan, kita pasti akan menjadi ekspresi Allah yang hidup. Inilah arti menyatakan firman hayat; ini pun berarti memperhidupkan Kristus.
Saya yakin di antara kita banyak yang telah mengalami hal demikian: ketika roh kita benar, hati kita murni, dan kita datang kepada firman dengan membuka seluruh diri kita kepada Tuhan, maka kita akan merasa bahwa kita telah masuk ke dalam alam yang terang. Ketika kita mendoabacakan sebagian firman, kita merasa ada sesuatu dalam batin kita yang bergerak dan beroperasi di dalam kita untuk menghibur, menguatkan, memuaskan, dan menyegarkan kita. Adakalanya kita ingin berteriak karena kesenangan. Di saat lain, kita akan bernyanyi dan memuji Tuhan. Orang-orang di sekitar kita akan kagum melihat perubahan atas diri kita akibat berkontaknya kita dengan firman secara demikian.
Kita perlu mengontak Tuhan dengan cara seperti ini setiap hari, setiap jam, bahkan setiap saat. Karena itu, sangat baik bila kita membawa Alkitab saku Perjanjian Baru untuk membantu kita mengambil kesempatan mendoabacakan firman sepanjang hari. Semakin kita berdoa-baca dengan roh yang benar dan hati yang murni, kita akan semakin menikmati listrik surgawi dan mengalami operasi Allah yang hidup itu di dalam kita. Ketika kita merasa resah, Ia akan menghibur kita; ketika kita merasa kering, Ia akan membasahi kita; ketika kita lapar, Ia akan mengenyangkan kita; dan ketika kita putus asa, Ia akan mendorong kita. Dengan spontan, apa yang kita katakan dan kerjakan akan menjadi pernyataan dan penyajian dari firman hayat tersebut. Ini berarti dalam kehidupan sehari-hari kita akan menjadi satu ekspresi ilahi. Ini adalah memperhidupkan Kristus sehingga Ia dapat diperbesar di dalam diri kita. Sebenarnya inilah kehidupan orang Kristen yang wajar.
Kehidupan orang Kristen berkaitan erat dengan Roh pemberi-hayat dan firman hayat. Sebagai perampungan sempurna dari proses-Nya, Allah sekarang adalah Roh pemberi-hayat. Tidak hanya demikian, ketika Ia berbicara, Ia juga adalah firman. Ia telah mengaruniakan Roh dan firman sebagai hadiah ganda yang ajaib. Sekarang kita mempunyai jaringan listrik dan kabel bawah tanah, Roh itu dan firman, agar kita dapat menghubungi dan menikmati listrik surgawi. Kenikmatan atas listrik ilahi ini berbeda sekali dengan kekristenan dan teologi yang tradisional. Kenikmatan ini adalah berkontaknya kita dengan Allah sebagai persona yang berhuni di dalam kita sebagai Roh pemberi-hayat melalui firman. Semakin kita mengalami firman hayat sebagai perwujudan Allah yang hidup, semakin pula Allah menjadi kenikmatan kita. Dengan demikian, kita akan menyatakan firman hayat itu. Inilah arti memperhidupkan Kristus sehingga Ia dapat diperbesar di dalam kita.