MEMIMPIN DALAM HAYAT ROHANI— KEJATUHAN MANUSIA DAN KELAHIRAN KEMBALI MANUSIA
Tanggal: 23 Maret 1961
Dalam bab 3 kita membicarakan mengenai hayat rohani yang berhubungan dengan penciptaan Allah dan Allah adalah hayat. Sekarang kita akan membahas kejatuhan manusia dan kelahiran kembali manusia.
KEJATUHAN MANUSIA
Ada banyak pembicaraan dalam kekristenan mengenai Allah tetapi sangat sedikit pembicaraan mengenai Allah adalah hayat. Ada juga banyak pembicaraan mengenai penciptaan Allah atas manusia tetapi sangat sedikit berbicara mengenai Allah menciptakan roh di dalam manusia supaya manusia dapat menerima hayat Allah. Demikian pula, orang Kristen berbicara mengenai kejatuhan manusia, tetapi jarang mengacu kepada fakta bahwa roh manusia rusak melalui kejatuhan manusia. Kebanyakan guru Kristen menekankan bahwa kejatuhan manusia mengakibatkan hukuman yuridisnya oleh Allah. Mereka dengan pemahaman yang lebih dalam mengajarkan bahwa manusia bukan saja melakukan dosa-dosa yang layak dihukum tetapi juga memiliki sifat dosa sebagai akibat kejatuhan. Namun demikian, jarang menekankan bahwa roh manusia jatuh yang diciptakan Allah telah rusak.
Roh Manusia Dirusak dan Kehilangan Fungsinya
Ketika kita berbicara kepada orang muda mengenai kejatuhan manusia, kita harus menyajikan tiga butir. Pertama, manusia berdosa, dan tindakan berdosa ini menghukum dia di hadapan Allah seolah-olah dia berada di pengadilan. Kedua, kejatuhan manusia membuat manusia memiliki sifat yang rusak, memiliki dosa dalam dirinya. Karena itu, manusia tidak hanya melakukan perbuatan dosa lahiriah tetapi juga memiliki sifat dosa di batin. Karena manusia memiliki sifat dosa, sifat manusianya tercemar oleh dosa. Ketiga, dari sudut pandang hayat, kejatuhan manusia mengakibatkan rohnya rusak. ketika Satan mencobai manusia dan membuat manusia jatuh, Satan merusak roh manusia, yang awalnya diciptakan sebagai wadah bagi manusia mengontaki dan menerima Allah. Meskipun bola lampu dapat menerima listrik dan bersinar terang jika permukaan luarnya kotor, namun tidak akan bersinar terang jika sekering dalamnya rusak. Satan merusak bagian dalam manusia yang memungkinkan manusia berkontak dengan Allah dan menerima Allah—roh manusia. Setelah roh manusia rusak, manusia benar-benar jatuh.
Bukti bahwa roh manusia rusak dalam kejatuhan dapat dilihat dalam firman Allah kepada Adam dalam Kejadian 2:17. Allah berfirman, "Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati" Namun, Secara fisik, Adam tidak mati pada hari ia makan pohon pengetahuan yang baik dan jahat. Meskipun ia tidak mati secara fisik, rohnya mati. Perhatikan contoh bola lampu. Dari penampilan luar, sering tidak mungkin mengetahui apakah bola lampu itu baik atau buruk, terutama jika lampu dimatikan. Secara luaran, bola lampu dapat muncul utuh, tetapi jika sekering rusak, tidak akan ada kontak listrik. Ketika Adam makan dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat, rohnya dimatikan meskipun ia secara lahiriah hidup. Rohnya dimatikan karena kehilangan fungsinya.
Fungsi roh adalah untuk mengontak Allah. Karena fungsi mata kita untuk melihat dan fungsi telinga kita untuk mendengar, kita dapat mengatakan bahwa mereka yang buta atau tuli telah kehilangan fungsi mata dan telinganya. Karena itu, mata dan telinganya telah dimatikan. Setelah Adam memakan dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat, rohnya dimatikan. Meskipun tubuhnya masih hidup, rohnya dimatikan di dalam karena ia kehilangan kemampuan untuk berkontak dengan Allah. Bagi Allah, seolah-olah Adam sudah mati, karena fungsi rohnya rusak.
Efesus 2:1 mengatakan, "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu." Mati mengacu pada kematian roh manusia, karena Paulus menujukan kepada orang percaya yang hidup. Ketika dia mengatakan bahwa mereka mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa, ia mengartikan bahwa rohnya telah dimatikan oleh dosa-dosanya. Ketika seseorang tenggelam, kita mengatakan bahwa ia mati di dalam air. Mengatakan bahwa orang mati dalam pelanggaran dan dosa adalah setara dengan mengatakan bahwa orang yang rusak di dalam rohnya karena dosa-dosanya. Kita mati dalam dosa kita karena roh kita dirusak oleh dosa-dosa kita. Kolose 2:13 mengatakan, "Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh karena pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah." Ini berarti bahwa pelanggaran dan daging kita menyebabkan roh kita kehilangan fungsinya, yaitu, roh kita dimatikan karena pelanggaran dan daging kita.
Matius 8:22 mengatakan, "Biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka." Mati yang pertama mengacu kepada orang-orang yang hidup secara jasmani tetapi mati di dalam roh, dan mati yang kedua mengacu kepada orang-orang yang secara jasmani mati. Jadi, untuk orang mati menguburkan orang mati mereka berarti bahwa mereka secara fisik hidup tetapi mati di dalam roh harus mengubur mereka yang mati secara jasmani.
Semua ayat ini berbicara mengenai orang-orang yang mati secara rohani, bukan mati secara jasmani. Ketika Satan mencobai manusia untuk berbuat dosa, tujuannya adalah merusak roh yang telah Allah ciptakan di dalam manusia. Allah menciptakan roh manusia supaya manusia dapat mengontak-Nya dan menerima-Nya. Ketika Satan merusak roh manusia, manusia tidak bisa lagi mengontak Allah. Setelah roh manusia rusak, manusia berada dalam kegelapan. Jika seseorang ingin mencegah kita melihat, cara termudah adalah dengan merusak mata kita. Setelah mata kita rusak, kita akan berada dalam kegelapan dan tidak melihat apa-apa. Tujuan utama dalam pengrusakan Satan kepada manusia adalah merusak roh manusia.
Akibat Roh Manusia Dirusak
Manusia Adalah Diasingkan dari Allah
Setelah roh manusia rusak, roh kehilangan fungsinya, sebagai akibatnya, manusia diasingkan dari Allah. Efesus 4:18 mengatakan, "Dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup yang berasal dari Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kekerasan hati mereka." Orang-orang kafir, yang jatuh, yang gelap dalam pemahaman mereka dan bodoh di batin; akibatnya, mereka diasingkan dari hayat Allah. Manusia diasingkan dari Allah dan tidak dapat menerima Allah sebagai hayat karena ia gelap di batin dan dimatikan di dalam rohnya. Terasingnya manusia dari Allah terutama berhubungan dengan ketidakmampuannya menerima hayat Allah. Allah ingin manusia menerima Dia sebagai hayat supaya mengontak dan menikmati Dia, tetapi Satan merusak roh manusia, sehingga mustahil bagi manusia menerima Allah sebagai hayat. Akibatnya, manusia diasingkan dari hayat Allah.
Manusia Kehilangan Semua Perasaan
Hasil lebih lanjut dari kejatuhan manusia adalah bahwa manusia kehilangan perasaan batinnya, yaitu, ia kehilangan kesadaran hati nuraninya. Efesus 4:19 mengatakan, "Perasaan mereka telah tumpul." Perasaan telah tumpul, dalam bahasa Yunani, berarti membuang semua perasaan, yang menunjukkan bahwa seseorang telah kehilangan perasaan dalam hati nuraninya. Dengan roh yang dimatikan dan diasingan dari Allah, manusia kehilangan semua perasaan yang berhubungan dengan perasaan batin tentang Allah. Kita harus memberi tahu orang muda, serius dan tegas, bahwa orang-orang yang rusak karena rohnya dimatikan dan diasingkannya mereka dari Allah telah menyebabkan mereka kehilangan semua perasaan di dalam mereka.
Menyerahkan Diri kepada Hawa Nafsu dan dengan Serakah Mengerjakan Segala Macam Perbuatan Cemar
Langkah ketiga kejatuhan manusia adalah bahwa orang "Menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan dengan serakah mengerjakan segala macam perbuatan cemar" (ayat 19). Menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan dengan serakah mengerjakan segala perbuatan cemar berarti melakukan segala macam hal tak bermoral dan menempuh kehidupan dalam hawa nafsu dan kecemaran. Ini adalah masalah yang berhubungan dengan perkara hayat dan kehidupan kita. Karena kejatuhan, roh seseorang dimatikan. Akibat kematian ini dalam tiga hal: diasingkan dari hayat Allah, kehilangan semua perasaan di dalam hati nuraninya, dan kehidupan hawa nafsu sepenuhnya tidak bermoral dan kecemaran dalam keserakahan. Ini adalah kejatuhan manusia.
KELAHIRAN KEMBALI MANUSIA
Makna Kelahiran Kembali
Sekarang kita akan membahas perkara kelahiran kembali manusia, yang berhubungan dengan keselamatan kita. Meskipun manusia jatuh, dia bisa beroleh selamat. Keselamatan manusia berhubungan dengan kelahiran kembali. Makna utama dari keselamatan adalah dilahirkan kembali. Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, dia belum diselamatkan. Seseorang diselamatkan setelah dilahirkan kembali. Menurut Yohanes 1:13, yang mengatakan, "Orang-orang yang dilahirkan bukan dari darah atau dari keinginan jasmani, bukan pula oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah," Kelahiran kembali berarti bahwa manusia dilahirkan dari Allah, Allah masuk ke dalam manusia untuk menjadi hayatnya. Ketika Allah masuk ke dalam manusia menjadi hayatnya, Dia menyebabkan manusia dilahirkan kembali. Setiap orang yang telah diselamatkan memiliki dua kelahiran. Kelahiran pertamanya adalah dari orang tuanya, sedangkan kelahiran kedua adalah dari Allah. Seseorang beroleh selamat adalah dilahirkan kembali dari Allah.
Manusia Dilahirkan Kembali di Dalam Rohnya
Menurut Alkitab, manusia dilahirkan kembali dalam bagian tertentu dirinya. Dalam Yohanes 3:3 Tuhan Yesus berkata, "Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Manusia perlu dilahirkan kembali untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Ayat 5 mengatakan, "Jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah." Hal ini menunjukkan bahwa manusia harus dilahirkan dari air dan Roh agar dapat dilahirkan kembali. Karena itu, dilahirkan kembali adalah lahir dari Roh. Allah itu Roh (4:24). Ketika Allah sebagai Roh masuk ke dalam manusia, manusia menerima Allah sebagai hayat dan dilahirkan kembali. Kemudian Yohanes 3:6 mengatakan, "Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh" (Tl.). Ayat ini jelas menunjukkan bahwa ketika Roh Kudus masuk ke dalam kita, Dia masuk ke dalam roh dan penyebabkan roh kita dilahirkan kembali, karena "yang lahir dari Roh, adalah roh." Roh pertama yang diacukan dalam ayat ini adalah Roh Kudus, dan roh kedua yang diacukan adalah roh manusia. Kelahiran kembali tidak menghasilkan persona daging dan darah tetapi persona yang rohnya dihidupkan. Ayat ini juga membuktikan bahwa Allah melahirkan kembali kita di dalam roh kita. Allah adalah Roh, dan Dia masuk ke dalam roh kita untuk melahirkan kembali kita.
Menurut Yehezkiel 36:26, Allah berkata, "Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu." Allah berkata bahwa Dia akan memberi kita hati yang baru dan meletakkan roh baru di dalam kita. Tanpa diragukan lagi ini mengacu pada kelahiran kembali Allah atas roh kita yang dimatikan, yang membuat roh kita baru. Roh baru tidak berarti bahwa Allah menciptakan roh lain bagi kita, melainkan Dia memperbaharui roh lama kita. Allah memperbaharui roh lama kita dengan masuk ke dalam roh kita sebagai Roh Allah sehingga menghidupkannya. Setelah roh kita dihidupkan, menjadi baru, yaitu, roh lama kita menjadi roh baru dengan dihidupkan oleh Roh. Dalam ayat 26 Allah berfirman, "Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu," dan dalam ayat 27 Dia berkata, "Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu." Ketika kita dilahirkan kembali, Roh Allah masuk ke dalam kita untuk memperbaharui roh kita yang lama, membuatnya baru, dan untuk menghidupkannya, membuatnya hidup.
Roh Manusia dan Roh Allah Menjadi Satu Roh
Roh Allah mendiami roh kita dan berbaur dengan roh kita untuk menjadi satu roh. Roma 8:16 mengatakan, "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah." Kesaksian Roh dengan roh kita membuktikan bahwa Roh Kudus ada di dalam roh kita. Satu Korintus 6:17 mengatakan, "Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia." Tuhan adalah Roh, dan ketika Tuhan masuk ke dalam roh kita dan bersatu dengan roh kita, dua roh menjadi satu. Ayat ini menunjukkan bahwa ketika Tuhan masuk ke dalam kita untuk melahirkan kembali, Roh Allah masuk ke dalam roh kita. Melalui kelahiran kembali, roh kita yang mati dijadikan hidup.
Fungsi Roh Manusia Dipulihkan
Efesus 2:5 mengatakan, "Telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita." Dijadikan hidup mengacu dilahirkan kembali di dalam roh kita. Kolose 2:13 mengatakan, "Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh karena pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita." Di sini, telah dihidupkan juga mengacu pada dilahirkan kembali di dalam roh. Ketika kita dilahirkan kembali, roh manusia kita dipulihkan fungsinya. Roh dengan fungsi yang dipulihkan adalah roh yang telah dihidupkan.
Manusia Dapat Bersekutu dengan Allah
Roh kita telah dihidupkan hasilnya dalam tiga hal. Pertama, kita dapat bersekutu dengan Allah. Hal ini berbeda dengan yang diasingkan dari Allah. Seseorang dilahirkan kembali mampu persekutuan dengan Allah. Satu Yohanes 1:1-3 berbicara tentang persekutuan hayat. Seseorang yang memiliki hayat Allah dapat bersekutu dengan Allah. Hayat Allah memungkinkan manusia bersekutu dengan Allah.
Manusia Penuh Perasaan Batini
Kedua, orang yang memiliki hayat Allah penuh perasaan batin. Hal ini berbeda dengan perasaan masa lalu yang dibicarakan dalam Efesus 4:19. Satu Yohanes 3:19-21 berkata, "Demikianlah kita ketahui bahwa kita berasal dari kebenaran dan boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah ... jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah." Kemampuan hati kita tenang dan tidak menyalahkan kita dan keberanian yang kita miliki terhadap Allah menunjukkan adanya perasaan hari ini. Roma 8:6 juga mengatakan, "Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera." Ayat ini membicarakan tentang memiliki perasaan batin. Ketika pikiran kita tertuju pada roh, kita memiliki perasaan batin yang hayat dan damai sejahtera.
Manusia Dapat Memperhidupkan Semua Kebajikan Allah
Ketiga, seseorang dengan rohnya dihidupkan mampu memperhidupkan kebajikan Allah. Hal ini berbeda dengan kehidupan hawa nafsu yang sesuai dengan segala kecemaran dalam kerakusan. Satu Yohanes 3:14 mengatakan, "Kita tahu bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara seiman kita. Siapa yang tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut." Mereka yang mengasihi saudara-saudara telah berpindah dari dalam maut ke dalam hayat, dan mereka yang tidak mengasihi tinggal di dalam maut. Kemampuan untuk mengasihi saudara-saudara adalah bukti bahwa kita telah dihidupkan secara batini. Roma 13:8 mengatakan, "Sebab siapa saja yang 1mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat." Kasih adalah prinsip yang mendasari semua perbuatan baik, kasih menghasilkan perbuatan baik. Kemampuan untuk memperhidupkan kasih berbicara tentang kemampuan memperhidupkan kebajikan Allah. Kemampuan kita memperhidupkan kasih membuktikan bahwa kita telah dihidupkan di dalam roh kita.