← Daftar isi Menekankan Pengetahuan dan Hayat dalam Kita Memimpin · bab 2/10

PENGAJARAN PENGETAHUAN ROHANI— KEILAHIAN KRISTUS

Tanggal: 10 Maret 1961

SEPULUH BUTIR MENGENAI KRISTUS

Butir untuk mengajar orang muda yang berhubungan dengan pengetahuan rohani adalah Kristus. Mengenai Kristus, kita perlu memperhatikan sepuluh butir: keilahian-Nya, hubungan-Nya dengan segala sesuatu, inkarnasi-Nya (termasuk keinsanian-Nya), penyaliban-Nya, kebangkitan-Nya dari antara orang mati, Dia menjadi Roh pemberi-hayat, kenaikan-Nya, Dia mengaruniakan Roh Kudus, kedatang-Nya kali kedua dan pendirian kerajaan, dan sentralitas-Nya dalam kekekalan.

AYAT-AYAT PENTING MENGENAI KEILAHIAN KRISTUS

Dalam bab ini kita akan melihat beberapa ayat penting mengenai keilahian Kristus. Kristus ada sejak kekekalan yang lampau. Sifat-Nya adalah kekal dan ilahi. Kita tidak dapat memisahkan keilahian Kristus dari diri-Nya yang kekal. Kita harus membantu orang muda untuk melihat bahwa Juruselamat kita adalah Allah yang unik, yang tanpa awal dan tanpa akhir dan swa-ada dan kekal-ada.

Adabeberapa ayat penting yang membicarakan sifat kekal, ilahi-Nya yang dapat kita pakai sebagai bahan, tetapi kita harus fleksibel dalam memakainya. Dari ayat-ayat ini, sebagian besar sesuai untuk siswa SMP. Selebihnya dapat ditambahkan untuk siswa SMA, dan semua ayat dapat dipakai untuk mahasiswa. Ini adalah topik besar yang akan memerlukan lebih dari satu sidang untuk dibahas.

“Permulaannya sudah Sejak Purbakala, Sejak Dahulu Kala”

Mikha 5:1 mengatakan, "Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai Yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala." Ayat ini dikutip dalam Matius 2:5-6 untuk membuktikan bahwa Kristus sebagai Juruselamat, Penguasa, akan lahir di Betlehem di tanah Yudea. Ketika Mikha 5:1 mengatakan bahwa Kristus akan lahir di Betlehem, itu mengacu pada kelahiran-Nya dalam ruang dan waktu. Namun, bagian terakhir dari ayat ini mengatakan, "yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala." Karena itu, meskipun Juruselamat kita lahir dalam ruang dan waktu, Dia ada sejak purbakala dan sejak dahulu kala. Sejak purbakala dan sejak dahulu kala menunjukkan kekekalan, bahkan sebelum waktu ada. Perkataan ini sama dengan frase pada mulanya dalam Yohanes 1:1, yang berbeda dari ungkapan pada mulanya dalam Kejadian 1:1. Yohanes 1:1 mengatakan, "Pada mulanya adalah Firman," tetapi Kejadian 1:1 mengatakan, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." Pada mulanya dalam Yohanes mengacu pada keberadaan kekal Tuhan Yesus, yang sejak kekekalan, tanpa awal. Pada mulanya dalam Kejadian mengacu pada penciptaan alam semesta, yang terjadi pada permulaan waktu. Penjelasan ini memiliki tingkat kompleksitas yang perlu dipertimbangkan ketika berbicara kepada SMP, SMA, dan mahasiswa.

“Pada Mulanya Adalah Firman”

Yohanes 1:1 mengatakan, "Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama Allah, dan Firman itu adalah Allah." Ayat 14 mengatakan, "Firman itu telah menjadi manusia (daging) dan berkemah di antara kita." Ayat ini menunjukkan bahwa Firman itu yang ada pada mulanya, yang adalah Allah, dan yang menjadi daging dan berkemah di antara kita adalah Kristus. Kristus yang pada mulanya bukan saja Allah, tetapi juga Firman. Firman ini adalah Allah yang diucapkan, Allah dinyatakan. Firman menunjukkan bahwa Allah, yang ada pada mulanya, akan diekspresikan.

Perkataan Yohanes agak filosofis. Dia bukan orang yang sederhana. Ketika ia menulis Injil ini, Yohanes sedang berhadapan dengan masalah-masalah filosofis yang berlaku saat itu. Secara khusus, ada banyak hal yang diperdebatkan mengenai keilahian Tuhan Yesus. Yohanes menulis kitab ini untuk menangani masalah khusus ini. Dia mulai dengan mengatakan bahwa Kristus adalah Firman, yaitu, Allah diekspresikan. Jika Kristus adalah Allah, Allah adalah Firman. Ini berarti bahwa Allah dapat diekspresikan. Sebagai Firman, Kristus adalah Allah yang diekspresikan. Allah yang diekspresikan ini ada pada mulanya. Meskipun ekspresinya tidak terlihat oleh orang lain, Dia ada, dan Dia ingin membicarakan diri-Nya, mengekspresikan diri-Nya secara lebih penuh. Pada mulanya Ia adalah Allah dan Firman itu. Allah adalah esens-Nya, dan Firman adalah ekspresi-Nya. Dalam esens Dia adalah Allah, sedangkan dalam ekspresi Dia adalah Firman. Isi ini, yang lebih filosofis pada dasarnya, lebih tepat untuk mahasiswa.

“Seorang Putera telah Diberikan untuk Kita ...

dan Namanya Disebutkan … Bapa yang Kekal”

Yesaya 9:5 mengatakan, "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; ... dan namanya disebutkan … Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal." Meskipun Dia adalah Putra yang diberikan kepada kita, Dia adalah Bapa. Allah yang Perkasa kontras dengan anak. Meskipun Dia adalah anak yang lahir bagi kita, Dia adalah Allah yang Perkasa. Karena itu, ayat ini pertama-tama mengatakan seorang anak dan Putra dan kemudian Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal. Putra dan Bapa yang Kekal adalah sepasang, juga anak dan Allah yang Perkasa adalah sepasang. Kebenaran ini disajikan secara kontras, dan ketika kita menunjukkan kontras ini, tidak terlalu sulit bahkan untuk siswa SMP pahami. Inilah bagian Alkitab yang menakjubkan yang mengacu kepada Tuhan Yesus.

Ketika Tuhan Yesus berada di bumi, Dia disebut Putra. Yohanes 3:36 mengatakan, "Siapa saja yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi siapa saja yang tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup." Yohanes 5:22 mengatakan, "Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak." Selain itu, 3:16 mengatakan, "Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal." Dari ayat ini kita melihat bahwa Putra yang diberikan kepada kita adalah Tuhan Yesus; Dia adalah Putra Tunggal yang diberikan kepada kita. Kemudian dalam ayat 36, Yohanes mengatakan, "Siapa saja yang percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi siapa saja yang tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup." Selain itu, menurut 10:30, Putra dan Bapa adalah satu. Karena itu, Putra yang diberikan kepada kita disebut Bapa yang Kekal, Dia adalah Bapa sejak purbakala (Mikha 5:1). Jika kita berbicara kepada siswa SMP atau SMA, Yesaya 9:5 sudah cukup. Jika kita berbicara kepada mahasiswa, kita bisa tambahkan ayat-ayat dari Injil Yohanes.

“Tahun-tahun-Mu tidak Berkesudahan”

Mazmur 102:25-28 mengatakan, "Ya Allahku, ... Tahun-tahun-Mu tetap turun-temurun! Dahulu sudah Kauletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian, seperti jubah Engkau akan mengubah mereka, dan mereka berubah. tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan." Tahun-tahun Allah yang tidak berkesudahan, dan Dia tidak akan pernah berubah. Ayat-ayat yang dikutip dalam Ibrani 1:10-12, mengatakan, "Dan, ‘Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu. Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian; seperti jubah Engkau akan menggulung mereka, dan seperti pakaian mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.’” ayat-ayat ini, yang mengacu kepada Kristus, menunjukkan dua butir. Pertama, Kristus telah ada sebelum langit dan bumi diciptakan. Dia ada sebelum langit dan bumi muncul menjadi ada karena Dia meletakkan dasar bumi dan langit adalah buatan tangan-Nya. Ini membuktikan bahwa Dia adalah tanpa awal. Kedua, bahkan jika langit dan bumi binasa, Dia akan tetap sama. Ini membuktikan bahwa Dia adalah tidak berkesudahan. Karena itu, Dialah Sang kekal.

“Dari Kekekalan sampai Kekekalan, Engkaulah Allah”

Mazmur 90:2 mengatakan, "Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah." Kekekalan pertama mengacu pada kekekalan yang lampau, dan kekekalan yang kedua mengacu pada kekekalan akan datang. Dari kekekalan yang lampau sampai kekekalan yang akan datang Kristus adalah Allah. Berdasarkan kutipan dari Mazmur 102:25-28, yang mengatakan tentang Allah yang kekal, dan Ibrani 1:10-12, yang mengacu kepada Kristus, kita tahu bahwa Allah dalam Mazmur 90:2 mengacu kepada Kristus. Kristus adalah Allah dari kekekalan sampai kekekalan.

“AKU ADALAH AKU”

Keluaran 3:14 mengatakan, "Firman Allah kepada Musa: ‘AKU ADALAH AKU.’ Lagi firman-Nya: ‘Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.’” Sebutan ilahi AKU ADALAH menandakan bahwa Allah adalah Sang yang swa-ada dan kekal-ada. Swa-ada menyatakan bahwa Dia adalah tanpa awal, dan kekal-ada menyatakan bahwa Dia adalah tidak berkesudahan. Ini adalah sama dengan mengatakan bahwa Dia ada dari kekekalan sampai kekekalan. Allah berkata, "AKU ADALAH AKU," menunjukkan bahwa Dia adalah Allah tanpa awal dan tanpa akhir dan dari kekekalan sampai kekekalan. Ayat ini juga merupakan referensi kepada Kristus, yang adalah kekal dalam keilahian-Nya.

“Akulah Alfa dan Omega”

Wahyu 1:8 berkata, "Akulah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa." Alfa adalah yang pertama dari dua puluh empat huruf abjad Yunani, dan omega adalah huruf terakhir. Ini menunjukkan bahwa Tuhan adalah yang Pertama dan yang Terakhir. Pada saat yang sama, Dia juga Mahakuasa, Dia adalah, yang ada, yang sudah ada, dan yang akan datang. Yang ada mengacu pada masa lampau, yang sudah ada mengacu pada masa kini, dan yang akan datang mengacu pada masa akan datang. Kristus adalah Sang demikian, Dia adalah Mahakuasa, Dia yang ada dari kekekalan yang lampau sampai kekekalan yang akan datang.

“Harinya Tidak Berawal dan Hidupnya Tidak Berkesudahan”

Ibrani 7:3 mengatakan, "Ia tidak berbapak, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya." Ini adalah gambaran Kristus sebagai Anak Allah yang kekal, yang tidak memiliki silsilah dalam waktu, hari-Nya tidak berawal dan hidup-Nya tidak berkesudahan.

Tujuh referensi pertama yang disebutkan di atas dapat dipakai semuanya atau sebagian untuk SMP dan SMA, tetapi referensi terakhir sepenuhnya untuk mahasiswa. Kita harus memimpin orang muda menghafal ayat-ayat ini, tetapi yang lebih muda bisa menghafal frase penting dalam ayat-ayat ini daripada menghafal seluruh ayat atau seluruh bagian. Dengan cara ini mereka akan memiliki pemahaman dasar tentang keilahian Kristus dan sifat kekal Kristus.