← Daftar isi Latar Belakang dan Pokok Kitab Filipi · bab 4/22

PEMBERITAAN KRISTUS YANG BERBEDA-BEDA

Pembacaan Alkitab: Flp. 1:15-21

Dalam 1:7-11 Paulus menggunakan sejumlah istilah penting. Dia membicarakan tentang pembelaan Injil, peneguhan Injil, pengetahuan penuh, segala pengertian, pembuktian oleh pengujian, dan buah kebenaran. Dalam ayat 8 dia bahkan menunjukkan “kasih mesra (bagian dalam) Kristus Yesus”. Kunci rahasia untuk memahami ayat-ayat ini dan semua istilah beserta dan ungkapan-ungkapan yang termuat di dalamnya ialah mengalami Kristus. Pengalaman akan Kristus merupakan kunci utama untuk membuka pintu Kitab Filipi. Mengatakan bahwa pembelaan Injil, peneguhan Injil, pengetahuan, pengertian, pembuktian oleh pengujian, kemurnian, dan buah kebenaran adalah Kristus sendiri memang benar. Ya, bahkan pembelaan Injil pun Kristus. Jika tidak ada Kristus, kita tidak ada jalan untuk membela Injil. Kita hanya dapat membela Injil dengan Kristus, bukan dengan kefasihan. Kita sering memberitakan Injil bahkan membicarakan Kristus, namun dalam pembicaraan kita itu kemungkinan besar tidak ada realitas Kristus. Pemberitaan Injil yang sedemikian ini tidak menyuplaikan Kristus kepada orang lain. Cara untuk membela Injil ialah menyuplaikan Kristus. Kristus juga peneguhan Injil yang sebenarnya, sebab Dialah sentralitas, titik fokus Injil. Selain Dia tidak ada peneguhan Injil.

Pengetahuan dan pengertian untuk membedakan yang sejati juga adalah Kristus sendiri. Kalau kita selalu mengalami Kristus dari hari ke hari, kita akan dipenuhi dengan pengetahuan dan pengertian. Kita tidak akan membedakan perkara-perkara dengan kepintaran alamiah kita, tetapi dengan Kristus yang hidup di batin kita. Pengalaman kita akan Kristus akan membuat kita berhikmat dan tangkas. Kristus yang berhuni di batin kita adalah daya persepsi kita. Ketika saya masih muda, saya sudah sungguh-sungguh menuntut Tuhan, tetapi ketika itu saya tidak tahu bahwa Kristus dapat menjadi pengertian untuk membedakan, ketangkasan, dan daya persepsi saya. Namun bertahun-tahun kemudian, akhirnya saya nampak bahwa Dia adalah kemampuan yang olehnya saya dapat mengenal hakekat dari segala perkara. Kristus yang berhuni di batin saya adalah daya persepsi saya.

Ketika kita membaca Kitab Filipi kita perlu ingat bahwa pokok dan titik berat kitab ini adalah mengalami Kristus. Faktor pengendali yang memungkinkan kita memahami Kitab Filipi adalah pengalaman akan Kristus. Setiap aspek dalam kitab ini dikendalikan oleh pokok ini. Itulah sebabnya kita mengatakan bahwa pengalaman akan Kristus merupakan kunci utama untuk membuka Kitab Filipi. Jika kita menggunakan kunci ini untuk membuka tiap ayat dan frase dalam kitab ini, kita akan nampak bahwa yang diperhatikan Paulus di sini tidak lain ialah pengalaman akan Kristus semata. Sebagai contoh, dalam menderita bagi Injil kita dapat menikmati anugerah. Menikmati anugerah berarti mengalami Kristus. Dalam Filipi 3 Paulus tidak membicarakan anugerah, tetapi kuat kuasa kebangkitan Kristus. Namun, kuat kuasa kebangkitan dalam pasal 3 justru adalah anugerah dalam pasal 1. Lagi pula, memasuki persekutuan penderitaan Kristus berarti menderita bagi Injil. Hal ini menunjukkan, bahkan dalam penderitaan bagi Injil pun kita perlu mengalami Kristus. Walau Paulus menggunakan banyak istilah yang berbeda-beda dalam kitab ini, tetapi pokoknya satu, yakni pengalaman akan Kristus. Sebab itu, jika kita ingin memahami Kitab Filipi, kita perlu membacanya dalam terang fakta bahwa pokok kitab ini ialah pengalaman akan Kristus.

Dalam berita ini kita akan membahas berbagai macam cara memberitakan Kristus. Menurut 1:15-17, ada sementara orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan, menyiarkan-Nya karena kepentingan diri, sedang yang lainnya memberitakan Kristus karena kasih, dan dengan motivasi yang murni. Dalam masalah ini, situasi hari ini serupa dengan yang dihadapi Paulus pada abad pertama. Ketika Paulus menulis surat kepada orang-orang Filipi, ada berbagai cara memberitakan Kristus. Hari ini juga demikian.

I. MEMBERITAKAN KRISTUS

KARENA MAKSUD YANG TIDAK MURNI

Dalam 1:15 Paulus mengatakan, “Ada orang yang memberitakan Kristus karena dengki dan perselisihan.” Kata “orang” di sini ditujukan kepada orang-orang Kristen yang menentang Paulus dan ministrinya (2Kor. 10:7; 11:22-23). Bahkan pada zaman rasul ada beberapa orang yang mengabarkan Injil karena iri kepada Paulus dan berselisih dengannya. Kata “perselisihan” menunjukkan orang-orang itu memberitakan Kristus karena perpecahan dan bergolong-golongan. Dalam 1:17 Paulus melanjutkan bahwa mereka memberitakan Kristus karena “kepentingan sendiri dan dengan maksud yang tidak ikhlas, sangkanya dengan demikian mereka memperberat bebanku dalam penjara.” Kata “kepentingan sendiri” dalam bahasa aslinya berarti mementingkan diri sendiri, egois, memendam ambisi, bersaing, bergolong-golong. Kata “beban” berarti tekanan. Mereka yang memberitakan Kristus karena ambisi pribadi berusaha keras agar belenggu Paulus menekannya lebih berat, dengan meremehkan dirinya dan ministrinya pada saat dia secara luaran sedang disisihkan dari pemberitaannya.

Penderitaan Paulus dalam belenggunya bukan disebabkan pemberitaan Injilnya, melainkan karena pembelaannya terhadap Injil. Para penganut agama Yahudi mencampur Injil dengan hukum Taurat dan sunat. Paulus membela Injil itu dan hal ini menyebabkan kerusuhan yang membuat dia dipenjarakan (Kis. 21:27-36).

II. MEMBERITAKAN INJIL

KARENA MAKSUD YANG MURNI

Dalam 1:15 Paulus berkata bahwa ada juga orang yang memberitakan Kristus karena maksud baik. Mereka ini adalah orang-orang yang mempunyai persekutuan dengan Paulus dan berpartisipasi dengannya dalam memberitakan Injil.

Pada umumnya orang-orang Kristen berpikir, asalkan kita semua percaya Kristus sebagai Juruselamat, menyembah kepada Allah yang sama, mengajarkan Alkitab, dan memberitakan Injil, maka segalanya beres. Walau semua orang Kristen percaya kepada Tuhan Yesus yang sama, menyembah Allah yang sama, mengajarkan Alkitab yang sama, dan memberitakan Injil, tetapi mereka mungkin mempunyai cara-cara yang berbeda dalam memberitakan Kristus. Dari perkataan Paulus dalam 1:15-17 jelas sekali bahkan pada abad pertama saja sudah ada berbagai cara pemberitaan Kristus. Baik Paulus maupun penganut agama Yahudi memberitakan Kristus, tetapi dalam pemberitaan-pemberitaan mereka itu terdapat perbedaan yang besar.

Karena adanya berbagai cara dalam pemberitaan Kristus inilah, kita perlu pengetahuan dan pembedaan. Inilah alasan Paulus mendoakan orang-orang Filipi agar “kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian” (1:9). Kita perlu pembedaan terhadap pemberitaan Kristus yang berbeda-beda. Orang Kristen di seluruh dunia memberitakan Kristus, tetapi jangan beranggapan karena semua memberitakan Kristus yang sama, maka segalanya baik. Kita harus menyadari adanya cara-cara pemberitaan Kristus yang berbeda dan kita harus membedakannya. Jadi, dalam berita ini kita berbeban untuk membahas masalah cara memberitakan Kristus yang berbeda-beda itu.

Mengenai Injil, dalam Kitab Filipi Paulus menggunakan beberapa istilah yang sangat bermakna, “persekutuanmu dalam Berita Injil” (1:5), “membela dan meneguhkan Berita Injil” (1:7), “kemajuan Injil” (1:12), “iman yang timbul dari Injil” (1:27). Beberapa aspek dari Injil ini harus kita pahami dengan jelas dan jangan dianggap sudah sewajarnya demikian. Kapan saja kita membaca ungkapan-ungkapan ini dalam Kitab Filipi, hendaklah kita memberikan respon yang dalam di lubuk batin kita.

Orang-orang Kristen sering membicarakan masalah memberitakan Injil, tetapi sangat jarang kita dengar kaum beriman membicarakan tentang bersekutu dalam Injil. Bahkan kita sendiri sangat asing dengan istilah ini, dan tidak terbiasa memakai istilah ini. Istilah “bersekutu dalam Injil” bagi kita seolah-olah satu ucapan dalam bahasa asing. Hal ini menunjukkan bahwa kita masih berada di bawah pengaruh latar belakang agama, kita tidak begitu mengenal kosa kata Paulus tentang Injil. Marilah kita belajar memakai bahasa Paulus mengenai Injil. Marilah kita mengatakan: persekutuan Injil, membela Injil, peneguhan Injil, kemajuan Injil, dan iman Injil.

Hari ini banyak orang Kristen memberitakan Injil tan-pa persekutuan Injil, tanpa membela Injil, dan tanpa meneguhkan Injil. Pemberitaan mereka tidak mungkin mendatangkan kemajuan Injil, bahkan tidak memiliki pengertian yang memadai terhadap iman Injil. Sebab itu, timbul berbagai cara pemberitaan Kristus. Pemberitaan Kristus oleh Paulus mencakup persekutuan, pembelaan, peneguhan, kemajuan, dan iman. Tetapi penganut agama Yahudi memberitakan Kristus dengan cara yang berlainan sama sekali. Mereka tidak memberitakan Kristus dengan persekutuan, melainkan dengan kedengkian; tidak dengan membela Injil melainkan dengan perselisihan. Ya, memang para penganut agama Yahudi juga memberitakan Kristus, tetapi pembe-ritaan mereka bukan untuk peneguhan Injil. Sebaliknya, mereka memberitakan Kristus karena kepentingan sendiri, karena bergolong-golongan, dan ambisi yang egoistis. Tidak ada semua aspek positif dari Injil, hanya ada kedengkian, perselisihan, dan kepentingan sendiri. Pemberitaan Injil semacam ini tidak mungkin memajukan Injil.

Situasi hari ini pada prinsipnya sama dengan situasi zaman Paulus. Banyak yang memberitakan Kristus, tetapi dalam pemberitaan itu kita dapat melihat adanya kedengkian, perselisihan, dan kepentingan diri sebagai ganti persekutuan, pembelaan, peneguhan, kemajuan, dan iman. Sebab itu, kita perlu menyerap kosa kata Paulus mengenai Injil ini dan dengan cara yang tepat, dengan kerendahan hati dan kasih, membagi-bagikannya kepada kaum beriman lainnya yang terbuka kepada kita. Mungkin Tuhan akan memberikan kesempatan kepada kaum muda untuk membagi-bagikan apa yang dimaksud Paulus dengan persekutuan Injil, pembelaan Injil, dan peneguhan Injil kepada orang tua mereka.

Alkitab itu dalam dan rahasia, kita tidak boleh puas dengan pengertian yang dangkal terhadapnya. Untuk menuntut memahami Alkitab, kita harus memperhatikan firman yang murni, bukan tradisi dari abad ke abad atau opini-opini dari konsili-konsili gereja. Kita harus belajar menggali kedalaman firman, mencari makna yang benar dari berbagai kata, istilah, dan ungkapan. Lalu kita perlu menggunakan kosa kata Alkitab dalam percakapan sehari-hari. Kita tidak memperhatikan tradisi atau teologi sistematik manusia. Kita hanya memperhatikan firman Allah yang kudus.

Kalau kita telah mengenal peristilahan Paulus tentang Injil, kita akan nampak banyaknya ajaran yang sangat dangkal tentang Injil yang berbeda-beda pada hari ini. Pernah ada pengkhotbah dan guru-guru yang menemukan mustika-mustika dalam firman Allah, tetapi banyak orang yang mengikuti mereka mengabaikan kekayaan-kekayaan tersebut, malah lebih sering menghargai latar belakang teologia tradisional daripada pengertian yang benar akan firman Allah. Kita yang berada dalam pemulihan janganlah merasa puas dengan pemberitaan Injil yang dangkal, tetapi kita harus kembali ke Alkitab dan menggali kekayaan-kekayaan yang terpendam di dalamnya. Kita bersyukur ke-pada Tuhan, dalam rahmat-Nya, kita di dalam pemulihan sedang menikmati kekayaan-kekayaan tersebut.

Pada hari ini banyak pemberitaan yang tidak sehat. Dalam pemberitaan-pemberitaan itu memang disajikan sesuatu kepada orang, tetapi itu bukan makanan yang sehat. Sebaliknya, itu adalah makanan yang manis dan berlapis gula, enak tetapi kurang bergizi. Kita harus mampu membedakan pemberitaan semacam itu dengan pemberitaan Kristus yang sesuai dengan ekonomi Allah.

III. RASUL BERSUKACITA DALAM

KEDUA MACAM PEMBERITAAN KRISTUS

Dalam 1:18 Paulus menyatakan, “Tetapi tidak mengapa, sebab bagaimanapun juga, Kristus diberitakan, baik dengan maksud palsu maupun dengan jujur. Dalam hal itu aku bersukacita. Dan aku akan tetap bersukacita.” Hati Paulus sangat dilapangkan oleh anugerah, sehingga dia tetap bersukacita karena pemberitaan Injil Kristus yang dilakukan oleh penentangnya dalam kepura-puraan. Alangkah tulusnya roh ini! Ini adalah hasil dari pekerjaan hayat, sifat, dan pikiran Kristus yang hidup dalam rasul. Pengalamannya akan Kristus adalah suatu kenikmatan. Hayat yang demikian selalu bersukacita dalam situasi apa pun.

IV. KEDUA MACAM PEMBERITAAN KRISTUS ITU

BERKESUDAHAN DENGAN KESELAMATAN BAGI RASUL PAULUS

Dalam 1:19 Paulus melanjutkan, “Karena aku tahu bahwa kesudahan semuanya ini ialah keselamatanku oleh doamu dan pertolongan Roh Yesus Kristus.” Paulus menyadari bahwa kedua jenis pemberitaan Injil itu akhirnya menjadi keselamatannya. Kata keselamatan dalam ayat 19 berarti ditopang dan dikuatkan untuk memperhidupkan Kristus dan memperbesar Kristus. Keadaan di sekitar Paulus memaksanya mengalami Kristus dan menikmati Kristus lebih penuh melalui suplai limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus. Dalam pengalaman Paulus, keselamatan Allah telah terlaksana sampai taraf yang tertinggi. Pengalaman akan keselamatan yang sedemikian sepenuhnya berkaitan dengan kenikmatan dan pengalaman akan Kristus.

Keadaan lingkungan Paulus juga mendorongnya memperhidupkan Kristus dan memperbesar Kristus. Paulus memanfaatkan situasi yang disebabkan oleh pemberitaan Injil yang berbeda-beda untuk mengalami, memperhidupkan, dan memperbesar Kristus. Situasi kita dewasa ini sama. Di satu pihak, kita tidak dapat menyetujui cara-cara tertentu untuk memberitakan Kristus; di pihak lain kita harus bersukacita dengan fakta bahwa Kristus telah diberitakan. Jika sikap kita demikian, maka situasi yang abnormal yang diakibatkan oleh pemberitaan Kristus yang berbeda-beda akan menjadi sesuatu yang merangsang kita untuk menikmati, memperhidupkan, dan memperbesar Dia, seperti halnya Paulus.

Jika kita mempunyai persekutuan dalam Injil, mem-bela dan meneguhkan Injil, dan memajukan Injil, pemberitaan Injil kita akan menjadi sehat. Pemberitaan Injil yang tepat terjaga oleh hal-hal tersebut. Terbangunnya gereja-gereja di Amerika Selatan menunjukkan prinsip ini. Pada tahun 1959 ada beberapa saudara pindah ke Brazil dengan beban meluaskan pemulihan Tuhan. Selama sepuluh tahun yang pertama saudara-saudara ini menghadapi banyak kesengsaraan. Tetapi selama sebelas tahun berikutnya lebih dari lima puluh gereja telah terbangun di berbagai negara. Seorang saudara yang merintis usaha ini bukan pembicara yang berbakat, tetapi karena pemberitaannya berada dalam persekutuan Injil, dengan kemajuan Injil, membela dan meneguhkan Injil, maka Tuhan telah memakai dia untuk membangun gereja-gereja tersebut. Kita memuji Tuhan karena apa yang telah Ia lakukan di Amerika Selatan melalui pemberitaan Injil yang tepat dan sehat! Semoga kita semua belajar membedakan cara-cara pemberitaan Kristus yang berbeda-beda. Semoga kita pun dapat membedakan pemberitaan yang sehat dengan yang tidak sehat.