← Daftar isi Hakim-hakim (1) · bab 7/10

SEJARAH ORANG ISRAEL YANG MENYEDIHKAN KARENA MENINGGALKAN ALLAH PASAL 2—16 (5)

SIKLUS KEENAM DARI SEJARAH ORANG ISRAEL YANG MENYEDIHKAN

Pembacaan Alkitab: Hak. 10:6—12:15

Saya berbeban untuk melanjutkan pembicaraan mengenai meninggalkan Allah dan bersatu dengan Satan. Perkara ini secara penuh diwahyukan dan dicatat dalam Kitab Suci. Manusia pertama diracuni oleh hal ini, dan keluarga pertama dirusak oleh hal ini. Sejak Kejadian 3, manusia telah meninggalkan Allah dan bersatu dengan Satan, mengambil banyak perkara sebagai pengganti Allah. Dalam empatbelas surat Rasulinya, Paulus meministrikan Kristus yang almuhit dan alwasi, tetapi juga menanggulangi segala jenis yang menggantikan Kristus.

Kitab Hakim-hakim menunjukkan kepada kita kemerosotan dan kerusakan yang terjadi atas orang Israel. Hal ini sulit untuk dibayangkan bahwa orang Israel, yang telah dipilih, diajar, dilatih, dan disiplinkan Allah dan yang memiliki hukum Allah, dapat menjadi bobrok. Kemerosotan mereka dimulai dengan mereka meninggalkan Allah dan mereka menyembah berhala, dan akibatnya dalam hawa nafsu dagingnya dan asusila yang merusak dirinya. Simson, hakim terakhir yang disebutkan dalam kitab ini, sangat perkasa, namun faktor kejatuhannya adalah hawa nafsu sex. Pada akhir kitab Hakim-hakim, ada satu catatan pembantaian yang kejam, menggambarkan betapa bagaimana hampir seluruh suku Benyamin dimatikan Israel. Faktor yang membiarkan kemerosotan ini adalah mereka meninggalkan Allah sama sekali dan berpaling kepada berhala. Di sini kita nampak penyembahan berhala disamakan dengan perzinahan dan pembunuhan. Bila seseorang menjadi seorang penyembah berhala, dia akan menjadi seorang yang sangat berhawa nafsu dalam sex dan penuh kebencian terhadap orang lain.

Saya telah melayani Tuhan hampir enam puluh satu tahun dan memiliki banyak pertimbangan mengenai perkara-perkara ini. Saya menyadari bahwa segala dosa, segala kejahatan, juga kedurhakaan, berasal dari satu sumber, meninggalkan Allah dan bersatu dengan beberapa hal yang dijadikan pengganti Allah. Bahkan dalam prihal kecil pun demikian. Sebagai contoh, seorang saudari menyisir rambutnya dapat menjadi berhala. Bila seorang saudari terlalu memperhatikan rambutnya, menghargai berlebihan, penghargaan semacam ini adalah penyembahan. Seorang saudari demikian mungkin tidak memiliki waktu di pagi hari selama sepuluh menit bersama Tuhan, tetapi dia banyak waktu untuk menyisir rambutnya. Saudari-saudari perlu memeriksa bersama Tuhan sehubungan hal ini, katakanlah, “Tuhan, apakah cara saya memelihara rambutku menggantikan Engkau?” Bila seorang saudari memeriksa bersama Tuhan dalam cara ini, Tuhan akan memberi tahu dia, hati nuraninya akan memberi tahu dia, dan intuisinya dalam rohnya juga akan memberi tahu dia.

Dalam tahun-tahun ini, orang-orang tertentu meninggalkan kita dan membentuk perpecahan. Kelihatannya para memimpin di antara mereka mengerjakan sesuatu tetapi mengunjungi tempat ke tempat lain supaya menciptakan dan menguatkan perpecahan. Perpecahan telah menjadi satu hal yang memotifasi dan memberi energi kepada mereka. Sasaran kegiatan mereka adalah untuk memecahkan kaum saleh dari kenikmatan ministri Perjanjian Baru. Maksud mereka adalah untuk meracuni kaum saleh supaya mematikan mereka, mendinginkan mereka, dan menyebabkan mereka meragukan pemulihan Tuhan. Faktor utama orang-orang ini yaitu mereka telah meninggalkan gereja dan menyatukan diri mereka kepada “iblis” perpecahan.

Saya telah menerbitkan satu buku yang berjudul The Fermentation of the Present Rebellion, menyajikan seluruh kisah, dokumen penuh. Buku itu disimpulkan dengan mengatakan bahwa kita perlu “menolak segala macam perpecahan (1Kor. 1:10), menentang rupa angin pengajaran dan penyebaran kematian rohani (Ef. 4:14; 2Tim. 2:16-17), dan memisahkan diri dari orang-orang yang mempunyai penyakit menular, melaksanakan pengkarantinaan” (Titus 3:10; Rm. 16:17). Meskipun, beberapa orang tidak menyetujui untuk mengarantinakan orang-orang ini dan malah menoleransi perpecahan. Mereka telah tertipu dan menganggap perkara perpecahan sebagai berhala.

Dalam kehidupan rohaniku, bahkan prihal kecil, seperti menyisir rambut kita atau membeli sesuatu, mungkin menjadi langkah kita berpaling kepada suami lain. Dalam taraf tertentu, boleh dikatakan adalah meninggalkan Kristus. Bahkan sedikit kecendungan kesenangan terhadap barang kecil tertentu, mungkin bisa berubah menjadi berhala. Anda mungkin berkata bahwa Anda masih mempunyai penyertaan Tuhan, tetapi Anda mungkin mempunyai penyertaan Tuhan secara umum, tetapi secara khusus, dalam perkara kecil itu, Anda tidak memiliki penyertaan Tuhan.

Roh Allah tinggal di dalam kita, dan terus berbicara kepada kita. Sering kali, ketika saya ingin mengatakan sesuatu kepada istri, yaitu berbicara tentang perkara rohani, Dia yang tinggal di dalam saya berkata, “Jangan berkata.” Kalau saya mengikuti kesenangan saya membicarakan perkara itu, perkara itu akan menjadi berhala, akan membawa saya ke dalam kekacauan. Kita harus menaati kata-kata yang di dalam kita, dengan demikian kita mempertahankan Tuhan kita yang unik, Tuan kita yang unik, Kepala kita yang unik, Suami kita yang unik.

Sekarang mari kita kembali ke Hakim-hakim10:6—12:15 dan membahas siklus keenam dari sejarah orang Israel yang menyedihkan.

VI. SIKLUS KEENAM

A. Israel Melakukan Pula apa yang Jahat

di Mata Yehova

Orang Israel itu melakukan pula apa yang jahat di mata Yehova. Mereka beribadah kepada para Baal, Asytoret, para allah orang Aram, para allah orang Sidon, para allah orang Moab, para allah bani Amon, dan para allah orang Filistin, tetapi Yehova ditinggalkan mereka dan kepada Dia mereka tidak beribadah (10:6).

B. Bangkitlah Murka Yehova terhadap Orang Israel

Bangkitlah murka Yehova terhadap orang Israel, dan Dia menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin dan bani Amon, yang menindas mereka delapan belas tahun lamanya. Orang Israel menderita sangat berat (ay. 7-9).

C. Orang Israel Berseru kepada Yehova

Orang Israel berseru kepada Yehova, katanya, “Kami telah berbuat dosa terhadap Engkau, sebab kami telah meninggalkan Allah kami lalu beribadah kepada para Baal” (ay. 10). Kemudian mereka berdoa untuk dibebaskan dan dikembalikan kepada Yehova (ay. 15-16a).

D. Yehova Menghardik Orang Israel

Dalam ayat 11 sampai 14 kita memiliki Yehova menghardik orang Israel. Pertama, Dia berkata kepada mereka bukankah Aku yang telah menyelamatkan mereka dari orang Mesir, orang Amori, bani Amon, dan orang Filistin. Dia juga mengingatkan mereka bahwa Dia telah menyelamatkan mereka ketika ditahan oleh orang Sidon, orang Amalek, dan suku Maon. Kemudian Dia berkata, “Tetapi kamu telah meninggalkan Aku dan beribadah kepada allah lain; sebab itu Aku tidak akan menyelamatkan kamu lagi. Pergi sajalah berseru kepada para allah yang telah kamu pilih itu. Biar merekalah yang menyelamatkan kamu, pada waktu kamu terdesak” (ay. 13-14).

E. Yehova tidak Mampu Menanggung

Kesengsaraan Orang Israel

Dalam ayat 16b kita diberitahu bahwa Yehova tidak lagi mampu menanggung kesengsaraan orang Israel.

F. Tekanan Bani Amon dan Perlu Seorang Kepala

atas Israel untuk mengambil Pimpinan

Berperang Melawan Bani Amon

Ayat 17 dan 18 membicarakan tekanan bani Amon dan perlu seorang kepala atas Israel untuk mengambil pimpinan berperang melawan bani Amon. Para pemimpin bangsa di Gilead berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah orang yang berani memulai peperangan melawan bani Amon itu? Dialah yang harus menjadi kepala atas seluruh penduduk Gilead” (ay. 18).

G. Membangkitkan Yefta

Hakim-hakim 11:1-11 mencatat tentang membangkitkan Yefta, seorang pahlawan dari Gilead, anak seorang perempuan sundal. Ia ditolak oleh saudara-saudaranya tetapi diterima oleh orang-orang yang tidak berguna (ay. 2-3). Akhirnya, ia diminta untuk menjadi kepala mereka dan memimpin berperang melawan bani Amon bagi mereka (ay. 4-11).

H. Perundingan Yefta dengan Raja Bani Amon

Yefta berunding dengan raja bani Amon. Ia berunding berdasarkan fakta bahwa selama sejarah tiga ratus tahun, di mana tidak ada alasan bagi bani Amon untuk berperang melawan orang Israel (ay. 12-27). Namun, raja bani Amon tidak mendengarkan perkataan Yefta (ay. 28).

I. Roh Yehova Menghinggapi Yefta, dan Yehova Menyerahkan Bani Amon ke dalam Tangannya

Roh Yehova menghinggapi Yefta, dan Yehova menyerahkan bani Amon ke dalam tangannya (ay. 29-32).

J. Yefta Mengalahkan Bani Amon

Yefta mengalahkan bani Amon dan mengambil dua puluh kota mereka. Kemudian bani Amon ditundukkan di depan orang Israel (ay. 33).

K. Yefta Bernazar kepada Yehova

Dalam ayat 30 dan 31 Yefta bernazar kepada Yehova. Menurut ayat 34 sampai 40, anak perempuan Yefta memelihara nazar ini dengan seluruh kehidupan kegadisannya.

L. Orang Efraim Bertengkar dengan Yefta, Yefta Berperang Melawan Mereka

Dalam 12:1-6 kita nampak bahwa orang Efraim bertengkar dengan Yefta dan ia berperang melawan mereka.

M. Yefta Memerintah sebagai Hakim atas orang Israel Enam Tahun Lamanya

Yefta memerintah sebagai hakim atas orang Israel enam tahun lamanya. Kemudian ia mati dan dikuburkan di sebuah kota di Gilead. Setelah ia, Ebzan, yang mempunyai tiga puluh anak laki-laki dan anak perempuan, memerintah sebagai hakim atas Israel tujuh tahun lamanya (ay. 7-9). Ebzan mati dan dikuburkan di Betlehem, dan kemudian Elon orang Zebulon memerintah sebagai hakim atas orang Israel sepuluh tahun lamanya. Setelah Dia adalah Abdon orang Piraton, yang mempunyai empat puluh anak laki-laki dan cucu laki-laki, memerintah sebagai hakim atas Israel delapan tahun lamanya. Keseluruhannya, hakim-hakim ini yang memerintah sebagai hakim atas orang Israel tiga puluh satu tahun lamanya (ay. 10-15).