← Daftar isi Hakim-hakim (1) · bab 6/10

SEJARAH ORANG ISRAEL YANG MENYEDIHKAN KARENA MENINGGALKAN ALLAH PASAL 2—16 (4)

SIKLUS KELIMA DARI SEJARAH ORANG ISRAEL YANG MENYEDIHKAN

Pembacaan Alkitab: Hak. 8:33—10:5

Makna mendasar siklus kelima dan keenam dari sejarah orang Israel yang menyedihkan (8:33—10; 10:6—12:15) terdiri dari meninggalkan Allah dan bersatu dengan berhala. Ini berarti orang Israel menceraikan Allah, Suaminya yang syah, dan berpaling kepada banyak berhala.

Manusia meninggalkan Allah di mulai pada Kejadian 3. Allah menciptakan manusia dengan satu roh supaya manusia dapat mengontaki Dia, menerima Dia, dan mengambil Dia sebagai hayat. Pohon hayat di tanam melambangkan diri Allah sendiri sebagai perwujudan hayat bagi kita untuk berkontak dan menerima. Allah menginginkan manusia untuk tidak mengambil pohon yang lain, pohon pengetahuan yang baik dan jahat, untuk memakan buahnya yang akan mengakibatkan kematian. Tetapi, dari sejak manusia ada, Satan telah membujuk manusia untuk mengambil pohon pengetahuan yang baik dan jahat, yang adalah perwujudan diri Satan sendiri. Mengambil pohon pengetahuan sebenarnya kawin dengan Satan dan menceraikan Allah.

Meninggalkan Allah dan bersatu dengan Satan adalah faktor yang kuat di belakang kekacauan umat manusia. Dikarenakan manusia meninggalkan Allah dan bersatu dengan Satan, maka seluruh dunia termasuk setiap bangsa, masyarakat, dan keluarga, telah menjadi kacau. Dengan segera setelah manusia meninggalkan Allah dan bersatu dengan diri Satan, kekacauan datang. Manifestasi kekacauan pertama ini adalah pembunuhan pertama yang terjadi dalam keluarga Adam ketika Kain membunuh Habel. Sejak saat itu, telah ada kekacauan di setiap bangsa, masyarakat, dan keluarga.

Kejatuhan Gideon disebabkan dia meninggalkan Allah dan dia bersatu dengan diri Satan. Dalam kesuksesannya dia bersatu dengan Allah, tetapi dalam kejatuhannya dia bersatu dengan Satan. Ketika dia menyatukan dirinya kepada Satan, akibatnya adalah pembunuhan. Dia juga menghamburkan hawa nafsu, serakah, dan menyembah berhala. Hal ini menyebabkan keluarganya dan seluruh masyarakat Israel rusak.

Bahkan agama berbagian dalam kekacauan alam semesta. Dunia yang dibicarakan dalam Galatia 6:14 bukan saja mengacu kepada dunia sekuler, juga dunia keagamaan. Kristus mati untuk menyelamatkan kita dari dunia agama (1:4). Dalam pandangan manusia agama itu baik, tetapi di pandangan Allah setiap jenis agama adalah satu bagian dari dunia satanik. Prinsipnya, situasi kekristenan hari ini adalah sama seperti situasi umat manusia di seluruh alam semesta, telah meninggalkan Allah dan bersatu dengan Satan.

Kita juga dalam pemulihan Tuhan memiliki masa-masa kekacauan. Nampaknya dalam pemulihan Tuhan ada siklus pemberontakan kira-kira setiap sepuluh tahun sekali, ada orang yang demi memuaskan ambisinya lalu saling merebut kekuasaan. Pemberontakan di antara kita baru-baru ini memiliki dua akar, disalahi tetapi tidak mau memaafkan dan ada ambisi tetapi tidak tercapai maksudnya. Makna mendasar semua pemberontakan ini adalah meninggalkan Allah dan mengikuti Satan. Satan jatuh karena ambisi. Mengikuti Satan adalah masuk ke dalam ambisi yang ada dalam Satan ketika dia jatuh. Dia ingin naik ke takhta; dia ingin menyamai yang Mahatinggi (Yes. 14:13-14). Karena itu, meninggalkan Allah dan bersatu dengan Satan adalah masuk ke dalam ambisi yang terkandung dalam si jahat ini.

Akibat pemberontakan selalu terjadi kekacauan, dengan orang-orang yang memberontak akibatnya merusak dirinya sendiri. Gereja-gereja yang bersatu dengan pemberontakan baru-baru ini telah menjadi gersang dan bahkan mengalami kemunduran, sedangkan gereja-gereja yang lain mengalami perluasan.

Dalam kehidupan keluarga, setiap kali suami dan istri sama-sama mengasihi Tuhan dan menolak segala sesuatu yang di luar Tuhan, kehidupan pernikahan mereka akan menjadi indah. Tetapi sejak seorang suami atau istri mulai mengasihi sesuatu yang lain di luar Tuhan, kehidupan pernikahan dan kehidupan keluarga menjadi kacau.

Kita tidak ada alasan untuk menceraikan Tuhan; kita tidak ada dasar untuk meninggalkan Dia. Kita harus mengambil Dia, mengasihi Dia, menghormati Dia, memperhatikan Dia, menganggap Dia, menjungjung Dia, dan berpegang teguh kepada Dia, menolak Satan. Kemudian kita akan diberkati.

Prinsip ini dapat diterapkan kepada seluruh umat manusia, setiap bangsa, setiap masyarakat, setiap keluarga, dan setiap pribadi. Bila kita mengasihi Tuhan dan membenci Satan, kita akan diberkati. Ketika kita berubah mengasihi di luar Kristus, pasti ada kerepotan. Mazmur 33:12 berkata, “Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN.” Yehova yang adalah Tuhan, Kepala, Raja, dan Suami memberkati setiap orang, bangsa, masyarakat, kelompok, dan pribadi.

Pada poin ini, mari kita kembali ke Hakim-hakim 8:33—10:5, yang membahas siklus yang lainnya dari sejarah orang Israel yang menyedihkan.

I. SIKLUS KELIMA

A. Kembalilah Orang Israel Melakukan Serong Mengikuti Para Baal

Setelah Gideon mati, kembalilah orang Israel berjalan serong dengan mengikuti para Baal dan membuat Baal-Berit menjadi allah mereka; orang Israel tidak mengingat kepada Yehova, Allah mereka, yang telah melepaskan mereka dari tangan semua musuhnya di sekelilingnya, juga tidak menunjukkan terima kasihnya kepada keturunan Yerubaal-Gideon sebanding dengan segala yang baik yang telah dilakukannya kepada orang Israel (8:33-35).

B. Abimelekh, Anak Yerubaal, Gideon,

Membunuh Saudara-saudaranya

Abimelekh, anak Yerubaal, Gideon, membunuh saudara-saudaranya, anak-anak Yerubaal, tujuh puluh orang, di atas satu batu (9:1-5). Ia didukung oleh saudara-saudara ibunya, seluruh keluarga ibunya, dan seluruh warga Sikhem (ay. 1-3). Mereka mendukung Abimelekh dengan tujuh puluh uang perak dari kuil Baal-Berit, lalu ia memberi perak itu sebagai upah kepada petualangan-petualangan dan orang-orang nekad supaya mengikuti ia (ay. 4). Namun, anak bungsu Yerubaal, Yotam masih tinggal hidup, karena ia menyembunyikan diri (ay. 5).

C. Warga Sikhem dan Seluruh Keluarga Milo

Menobatkan Abimelekh menjadi Raja Sikhem

Warga Sikhem dan seluruh keluarga Milo menobatkan Abimelekh menjadi raja Sikhem (ay. 6).

D. Yotam Memprotes Abimelekh

Yotam memprotes Abimelekh (ay. 7-21). Ia menyamakan Abimelekh bukan kepada pohon zaitun yang baik atau pohon ara yang baik atau pohon anggur yang baik tetapi secara mengejek, kepada semak duri yang jelek (ay. 7-15). Kemudian ia memaki orang Sikhem, keluarga Milo, dan Abimelekh dengan penghukuman Allah atas mereka (ay. 16-20). Setelah Yotam melakukan ini, ia melarikan diri (ay. 21).

E. Abimelekh Memerintah atas Orang Israel

Tiga Tahun Lamanya

Abimelekh memerintah atas orang Israel selama tiga tahun lamanya (ay. 22).

F. Allah Membangkitkan Semangat Jahat

di antara Abimelekh dan Warga Kota Sikhem

Bagi Penghukuman atas Abimelekh

dan Warga Kota Sikhem

Allah membangkitkan semangat jahat antara Abimelekh dan warga kota Sikhem, sehingga warga kota Sikhem menjadi tidak setia kepada Abimelekh, supaya kekerasan terhadap ketujuh puluh anak Yerubaal dibalaskan dan darah mereka ditimpakan kepada Abimelekh, saudara mereka yang telah membunuh mereka dan kepada warga kota Sikhem yang membantu ia membunuh saudara-saudaranya itu (ay. 23-24).

G. Warga Kota Sikhem Berlaku Curang

terhadap Amalekh

Warga kota Sikhem berlaku curang terhadap Amalekh, memberontak terhadapnya dan diperkuat oleh Gaal, anak Eber (ay. 25-29).

H. Zebul Penguasa Kota itu Membantu Abimelekh

untuk Mengalahkan Gaal dan Warga Kota Sikhem

Zebul penguasa kota itu membantu Abimelekh untuk mengalahkan Gaal dan warga kota Sikhem, menghancurkan kota Sikhem, dan membakar tempat persembunyian orang yang melarikan diri dengan api, yang mati kira-kira seribu laki-laki dan perempuan (ay. 30-49).

I. Allah Membalas Kejahatan Amalekh

dan kejahatan Seluruh Warga Kota Sikhem

Abimelekh pergi ke Tebes; ketika ia sampai di menara dan menyerangnya, seorang perempuan menimpakan sebuah batu kilangan kepada kepala Abimelekh dan memecahkan batu kepalanya. Dengan segera dipanggilnya bujang pembawa senjatanya dan berkata kepadanya, hunuslah pedangmu dan bunuhlah aku, supaya jangan orang berkata tentang aku; seorang perempuan membunuh aku. Lalu bujangnya itu menikam ia, sehingga mati. Maka Allah membalas kejahatan Amalekh dan kejahatan seluruh warga kota Sikhem, dan kutuk Yotam datang ke atas mereka (ay. 50-57).

Setelah menyimak Hakim-hakim pasal sembilan, kita dapat nampak bahwa hal ini menyatakan kepada kita satu gambaran kekacauan Israel umat pilihan Allah dan telah terjadi dan meluasnya kemerosotan. Kemerosotan mereka bermula dari meninggalkan Yehova Allah mereka dan mereka menyembah berhala-berhala orang Kanaan, yang diakibatkan oleh kegemaran nafsu daging mereka dengan memiliki banyak istri untuk menghasilkan banyak anak. Gideon menghasilkan tujuh puluh anak laki-laki dari banyak istri (8:30-31; 9:5); hakim lain memhasilkan tiga puluh anak laki-laki (10:4); hakim yang lain memhasilkan tiga puluh anak laki-laki dan tiga puluh anak perempuan (12:8-9); dan hakim lain menghasilkan empat puluh anak dan tiga puluh cucu (ay. 13-14). Kemerosotan Israel juga diakibatkan kecerobohan dari kebencian mereka dalam membunuh orang lain, mereka diakhiri dengan penuh kerusakan.

J. Tola Dibangkitkan untuk Menyelamatkan

Orang Israel

Setelah Abimelekh, Tola seorang Isakhar dibangkitkan untuk menyelamatkan orang Israel, dan ia memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh tiga tahun lamanya. Setelah Tola, Jair orang Gilead, yang mempunyai tiga puluh anak, dibangkitkan dan memerintah sebagai hakim atas orang Israel dua puluh dua tahun lamanya (10:1-5).