SEJARAH ORANG ISRAEL YANG MENYEDIHKAN KARENA MENINGGALKAN ALLAH PASAL 2—16 (3)
SIKLUS KEEMPAT DARI SEJARAH ORANG ISRAEL YANG MENYEDIHKAN
Pembacaan Alkitab: Hak. 6:1—8:32
Setelah membahas 6:1—8:32 di hadapan Tuhan, saya percaya bahwa jalan untuk menyajikan makna mendasar dari bagian Hakim-hakim ini adalah untuk menyajikan, pertama, rahasia keberhasilan Gideon dan kemudian sebab musabab kegagalannya.
Gideon, seorang hakim yang luar biasa yang dipanggil Yehova dengan cara yang sangat khusus, keberhasilannya karena empat hal. Pertama, ia dengan teliti mendengarkan firman Allah, sesuatu yang jarang di antara bangsa Israel pada saat itu. Kedua, Gideon menuruti firman Allah dan bertindak di atasnya. Ketiga, ia membongkar mezbah Baal, menebang tiang berhala Asyera (6:26-28). Hal ini menjamah hati Allah. Dalam kemerosotan bangsa Israel, Allah sangat membenci berhala-berhala. Allah sebagai Suami yang sejati menganggap semua berhala sebagai laki-laki yang dengannya istri-Nya Israel telah melakukan persundalan. Keempat, melalui membongkar mazbah Baal dan merobohkan tiang Asyera milik ayahnya, Gideon mengorbankan hubungannya dengan ayahnya dan kenikmatan masyarakatnya. Karena apa yang telah ia lakukan, orang-orang Ofra melawan dia bahkan ingin membunuhnya (ay. 28-30). Karena Gideon melakukan sesuatu yang diminta Allah yaitu dia mengorbankan kepentingannya, dan pengorbanannya ini menjadi suatu penyebab kesuksesannya.
Pemilihan tiga ratus orang dalam 7:2-7 juga menegaskan mengorbankan kepentingan dan kenikmatan diri kita bagi tujuan Allah. Ketika Gideon meniup sangkakala memanggil orang untuk menyerang orang Midian, ada tiga puluh dua ribu menyambut seruan itu. Allah berkata bahwa mereka yang ada bersama Gideon terlalu banyak bagi Allah untuk menyerahkan Midian ke dalam tangannya, karena orang Israel telah memegahkan dirinya sendiri melawan Allah, dengan mengatakan, “Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku” (ay. 2). Dengan memberi tahu Gideon bahwa ia memiliki begitu banyak rakyat, Allah menunjukkan bahwa Dia akan berperang bagi mereka. Pertama, dua puluh dua ribu pulang ke rumah karena mereka takut (ay. 3). Kemudian ada sepuluh ribu orang yang tinggal, Yehova melalui membawa mereka turun minum air untuk menguji mereka. Barang siapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat dan semua orang yang berlutut untuk minum, disuruh pulang oleh Allah (ay. 5). Hanya tiga ratus yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, merekalah yang dipilih Allah untuk berperang melawan Midian (ay. 6). Yehova memberi tahu Gideon bahwa melalui tiga ratus orang yang menghirup dengan cara demikian, Dia akan menyelamatkan mereka dari Midian. Seperti Gideon, tiga ratus orang ini mau berkorban supaya dipakai Allah.
Sebagai hasil dari empat faktor ini, Gideon menerima satu pahala: Roh ekonomikal turun ke atasnya (6:34). Maka, ia menjadi orang yang kuat dan hanya dengan tiga ratus orang dapat mengalahkan dua raja yang kuat (7:25; 8:10-12). Dengan Gideon kita memiliki satu gambaran seorang manusia dalam kesatuan dengan Allah, seorang manusia Allah, untuk menggenapkan firman Allah dan melaksanakan ekonomi Allah.
Setelah suksesnya yang besar, sukses besarnya dalam semua siklus sejarah Israel yang dicatat dakam Hakim-hakim, Gideon memiliki kegagalan yang mengerikan. Rahasia kegagalannya ada tiga faktor. Pertama, Gideon tidak ada belaskasihan. Ia membunuh suku bangsanya yang tidak mendukungnya (ay. 16-17), melanggar hukum Allah yang keenam (Kel. 20:13). Kedua, ia menghamburkan nafsu daging, sama sekali tidak mengekang nafsu dagingnya. Ini ditunjukkan oleh Hakim-hakim 8:30, yang memberi tahu kita bahwa Gideon memiliki tujuh puluh anak, “sebab ia beristri banyak.” Sebagai tambahan, gundiknya yang tinggal di Sikhem melahirkan seorang anak laki-laki baginya (ay. 31). Melalui ini Gideon melanggar hukum yang ketujuh (Kel. 20:14). Ketiga, meskipun ia melakukan hal yang baik dengan menolak untuk memerintah atas bangsa-bangsa (Hak. 8:22-23), ia tamak, ingin mendapatkan barang jarahan yang diperoleh rakyat, dan mereka menyerahkannya kepadanya (ay. 24).
IV. SIKLUS KEEMPAT
A. Orang Israel melakukan Lagi Apa yang jahat
di Mata Yehova
Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Yehova (6:1a).
B. Yehova Menyerahkan Orang Israel
ke Tangan Orang Midian selama Tujuh Tahun
Yehova menyerahkan orang Israel ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya (ay. 1b-6a). Orang Israel membuat bagi mereka tempat-tempat perlindungan dipegunungan yakni gua-gua dan kubu-kubu (ay. 2). Setiap kali orang Israel selesai menabur, datanglah orang Amalek, orang Midian dan orang-orang dari sebelah timur, lalu datang dengan ternak mereka dan mereka berkemah seperti belalang untuk memusnahkan hasil tanah itu (ay. 3-5). Sehingga, “Orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian” (ay. 6a).
C. Berserulah Orang Israel kepada Yehova
karena Orang Midian
Berserulah orang Israel kepada Yehova karena orang Midian (ay. 6b-7).
D. Yehova Mengutus Seorang Nabi
untuk memarahi Orang Israel
Yehova mengutus seorang nabi untuk memarahi orang Israel (ay. 8a).
1. Mengingatkan Mereka bahwaYehova
yang Menuntun Mereka Keluar dari Mesir
dan Dia Memberikan Negeri Kanaan kepada Mereka
Melalui nabi ini Yehova mengingatkan orang Israel bahwa Dia yang menuntun mereka keluar dari tangan orang Mesir dan dari semua orang yang menindas mereka. Dia juga mengingatkan mereka bahwa Dia telah menghalau orang Kanaan dari hadapan mereka dan memberikan negeri Kanaan kepada mereka (ay 8b-9).
2. Memerintahkan Mereka untuk tidak
Menyembah Allah-allah Orang Amori
Yehova Memerintahkan orang Israel untuk tidak menyembah allah-allah orang Amori, tetapi mereka tidak mendengarkan suara-Nya (ay. 10).
E. Malaikat Yehova (Kristus) Memanggil Gideon
Dalam ayat 11 sampai 24 kita memiliki satu catatan bahwa Malaikat Yehova (Kristus) memanggil Gideon.
1. Menampakkan Diri kepadanya
Dalam ayat 11 sampai 13 kita diberitahu bahwa Malaikat Yehova menampakkan diri kepada Gideon. Malaikat Yehova datang dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra sedangkan Gideon mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian. Dengan cara ini Malaikat Yehova menampakkan diri kepada Gideon dan berkata kepadanya, “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani” (ay. 12).
2. Memerintahkan Dia untuk Menyelamatkan Orang Israel dari Tangan Orang Midian
Malaikat Yehova memerintahkan Gideon untuk menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Midian (ay. 14-16). Dia berpaling kepada Gideon dan berkata, “Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankan Aku mengutus engkau?” (ay. 14). Ketika Yehova berkata kepadanya, “Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis” (ay. 16).
3. Menunjukkan satu Tanda baginya
melalui Menerima Persembahannya
Gideon bertanya kepada Malaikat Yehova untuk menunjukkan satu tanda baginya yaitu Dia yang berbicara dengan ia (ay. 17-24). Malaikat Yehova menunjukkan satu tanda dengan menerima persembahan Gideon. “Malaikat TUHAN mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat TUHAN itu dari pandangannya” (ay. 21). Tanda ini mengakibatkan Gideon mendirikan mezbah di sana bagi Yehova, dan menamainya: Yehova-Shalom, yang berarti “Yehova adalah damai sejahtera” atau “Yehova damai sejahtera” (ay. 24).
F. Yehova Memerintahkan Gideon untuk Menghancurkan Tiang Berhala Kepunyaan Ayahnya
Yehova memerintahkan Gideon untuk menghancurkan tiang berhala kepunyaan ayahnya dan menebang Asyera yang didekatnya dan kemudian mendirikan sebuah mezbah bagi Yehova, Allahnya, di atas kubu pertahanan ini dengan disusun baik (ay. 25-32).
1. Gideon Melaksanakan Hal ini dengan Sepuluh Orang pada Malam Hari
Gideon melakukan hal ini dengan sepuluh orang pada malam hari dan bukan pada siang hari karena ia takut kepada keluarganya dan kepada orang-orang kota itu (ay. 27).
2. Orang-orang Kota itu Berjuang Membela Baal
Orang-orang kota itu berjuang membela Baal (ay. 28-31). Ketika mereka melihat mezbah Baal telah dirobohkan, dan telah ditebang tiang Asyera di dekatnya, mereka bertanya siapakah yang telah melakukan hal ini. Setelah diperiksa dan ditanya-tanya, mereka menyimpulkan bahwa Gideon yang telah melakukannya, dan mereka hendak membunuhnya.
3. Gideon Memanggil Yerubaal karena Perkara ini
Karena perkara ini Gideon memanggil Yerubaal, yang berarti “Biarlah baal berjuang dengan dia” (ay. 32).
G. Seluruh Orang Midian, Orang Amalek, dan Orang-orang dari Sebelah Timur telah berkumpul Bersama-sama, untuk Berkemah di Lembah Yizreel,
dan Roh Yehova Menguasai Gideon
Seluruh orang Midian, orang Amalek, dan orang-orang dari sebelah timur telah berkumpul bersama-sama, mereka telah menyeberang dan berkemah di lembah Yizreel (ay. 33). Roh Yehova menguasai Gideon; ditiupnya sangkakala dan orang-orang Abiezer dikerahkan untuk mengikuti ia. Juga dikirimnya pesan kepada seluruh suku Manasye, Asyer, Zebulon, dan Naftali untuk menggabungkan diri dengan mereka (ay. 34-35).
H. Gideon Berkata kepada Yehova mengenai Tanda untuk Embun di Guntingan Bulu Domba dan Guntingan Bulu Domba itu Yang Kering
Menurut ayat 36 sampai 40, Gideon berkata mengenai tanda untuk air di guntingan bulu domba dan guntingan bulu domba itu yang kering. Pertama, Gideon berkata bahwa apabila hanya di atas guntingan bulu domba itu ada embun, tetapi seluruh tanah di situ tinggal kering, maka ia tahu bahwa Yehova menyelamatkan orang Israel melalui tangannya. Keesokan harinya hanya ada embun di atas bulu domba itu. Kemudian Gideon berkata bila yang kering hanya guntingan bulu domba itu, dan di atas seluruh tanah itu ada embun. Allah melakukannya pada malam itu, hanya guntingan bulu domba itu yang kering.
I. Tiga Ratus Orang yang Dipilih oleh Allah
untuk Mengikuti Gideon Menyerahkan Orang Midian kepada Orang Israel
Dalam 7:2-8a kita melihat bahwa tiga ratus orang yang dipilih oleh Allah untuk mengikuti Gideon menyerahkan orang Midian kepada orang Israel. Yehova memberi tahu Gideon bahwa terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengannya dari pada yang Yehova kehendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka. Allah memerintahkan Gideon untuk menyatakan bahwa siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang dan enyah. Dua puluh dua ribu orang yang pulang dan sepuluh ribu orang yang tinggal (ay. 2-3). Yang terpilih dari sepuluh ribu, hanya tiga ratus orang mereka yang menghirup dengan membawa tangannya kemulutnya merekalah yang dipilih Yehova (ay. 4-8a).
J. Kekalahan OrangMidian
Hakim-hakim 7:8b-25 menggambarkan kekalahan orang Midian.
1. Dengan Gideon Mendengar Cerita Satu Mimpi
di Perkemahan Orang Midian
Menurut ayat 9 sampai 15, Gideon mendengar cerita satu mimpi di perkemahan orang Midian. Seorang Midian menceritakan satu mimpi kepada temannya, mengatakan, “Aku bermimpi: tampak sekeping roti jelai terguling masuk ke perkemahan orang Midian; setelah sampai ke kemah ini, dilanggarnyalah kemah ini, sehingga roboh, dan dibongkar-bangkirnya, demikianlah kemah ini habis runtuh” (ay. 13). Temannya berespon dengan berkata bahwa ini tiada lain adalah pedang Gideon dan Allah telah menyerahkan orang Midian dan seluruh perkemahannya ke dalam tangan Gideon. Ketika Gideon mendengar cerita mimpi itu dan mengartikannya, ia menyembah, kemudian pulang ke perkemahan orang Israel, dan berkata, “Bangunlah, sebab TUHAN telah menyerahkan perkemahan orang Midian ke dalam tanganmu” (ay. 15).
2. Dengan Tiga Ratus Orang Gideon Dibagi ke dalam Tiga Pasukan Peniup Sangkakala
dan Pemecah Buyung
Gideon membagi tiga ratus orang ke dalam tiga pasukan dan diberikannya sangkkala ke tangan mereka, dan buyung yang kosong dengan suluh di dalam buyung itu (ay. 16). Mereka adalah peniup sangkakala dan pemecah buyung. Kemudian, memegang obor di tangan kirinya, dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru, “Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!” (ay. 19-20). Kemudian seluruh perkemahan orang Midian kacau balau, dan mereka berteriak-teriak dan melarikan diri.
3. Dengan Yehova mengarahkan Setiap Pedang
Orang itu Melawan Temannya
Yehova mengarahkan setiap pedang orang itu melawan temannya dan melawan seluruh perkemahan (ay. 22).
4. Dengan Orang Israel Mengejar Orang Midian
Orang Israel dari suku Naftali, Asyer, Manasye, dan Efraim mengejar orang Midian (ay. 23-24).
5. Dua Pangeran Midian di Bunuh
Orang Israel menawan dua pangeran Midian, Oreb dan Zeeb, dan membunuh mereka (ay. 25).
K. Keluhan Orang Efraim dan Ketenangan Gideon
Orang-orang Efraim menentang keras Gideon, mengeluh bahwa ia tidak memanggil mereka ketika ia pergi berperang melawan orang Midian (8:1). Gideon menenangkan mereka dengan berkata dengan apa yang telah ia lakukan jika dibandingkan dengan mereka dan mengatakan bahwa telah menyerahkan kedua pangeran Midian ke dalam tangan mereka. Kemudian redalah roh permusuhan mereka terhadap ia (ay. 2-3).
L. Orang Sukot dan Pnuel Memandang rendah
dan Menghina Gideon
Dalam ayat 4 sampai 9 dan 13 sampai 17 kita nampak orang Sukot dan Pnuel memandang rendah dan menghina Gideon dan Penghakiman Gideon atas orang Sukot dan Pnuel.
M. Gideon Selanjutnya Memburu Perkemahan
Orang Midian
Setelah membunuh seribu dua ratus orang, Gideon selanjutnya memburu perkemahan orang Midian sebanyak lima belas ribu orang dan menawan dan membunuh dua raja Midian (ay. 10-12, 18-21).
N. Transaksi Gideon dengan Orang-orang Israel
Ayat 22 sampai 28 membicarakan mengenai transaksi Gideon dengan orang-orang Israel.
1. Tidak Bermaksud Memerintah atas Mereka
Orang-orang Israel berkata kepada Gideon untuk memerintah atas mereka, tetapi ia menolak dengan mengatakan, “Aku tidak akan memerintah kamu dan juga anakku tidak akan memerintah kamu, tetapi TUHAN yang memerintah kamu” (ay. 22-23).
2. Berkata kepada Mereka mengenai Emas
dan Pakaian Kain Ungu Muda Hasil Jarahan Mereka
Gideon berkata bahwa masing-masing dari mereka memberikan anting-anting emas dari jarahannya, dan mereka dengan suka rela memberikannya, memberikan ia seribu tujuh ratus syikal emas, belum terhitung bulan-bulanan, perhiasan telinga, dan pakaian kain ungu muda. (ay. 24-26).
3. Membuat sebuah Efod dari Emas dan
Meletakkannya di Kotanya
Gideon membuat sebuah efod dari emas dan meletakkannya di kotanya, di Ofra. Seluruh orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu; inilah yang menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya (ay. 27).
4. Orang Midian Ditundukkan oleh Orang Israel,
dan Negeri Israel Aman selama Empat Puluh Tahun
Orang Midian ditundukkan oleh orang Israel, dan amanlah negeri Israel empat puluh tahun lamanya pada zaman Gideon (ay. 28).
O. Keluarga Gideon dan Kematiannya
Pasal delapan disimpulkan dengan satu kata mengenai keluarga Gideon dan kematiannya (ay. 29-32).
1. Gideon Memiliki Tujuh Puluh Anak
dengan Banyak Istri
Gideon memiliki tujuh puluh anak dengan banyak istri. Ia juga memiliki anak yang lainnya, dengan nama Abimelekh, melalui gundiknya di Sikhem (ay. 30-31).
2. Gideon Mati pada Usia Lanjut
Gideon mati pada waktu rambutnya telah putih, lalu dikuburkan dalam kubur ayahnya di Ofra (ay. 32).