SEJARAH ORANG ISRAEL YANG MENYEDIHKAN KARENA MENINGGALKAN ALLAH PASAL 2—16 (2)
TIGA SIKLUS PERTAMA DARI SEJARAH ORANG ISRAEL YANG MENYEDIHKAN
Pembacaan Alkitab: Hak. 3:7—5:31
Sebelum kita sampai pada 3:7—5:31, saya punya beban untuk membicarakan satu perkataan mengenai makna mendasar dari bagian Hakim-hakim ini.
Sebelum, sejarah yang dicatat dalam pasal ini, umat Israel tidak pernah memiliki seorang pemimpin perempuan. Kemudian, tiba-tiba, Allah membangkitkan seorang perempuan, Debora sebagai seorang hakim Israel. Sehubungan ini, kita perlu menyadari bahwa dalam Alkitab, setiap kali Allah melakukan suatu yang luar biasa, pasti memiliki makna yang berarti. Ini mengindikasikan, pertama, kejatuhan manusia, dan kemudian, tindakan Allah yang hebat. Pada saat Hakim-hakim 4, semua laki-laki Israel telah jatuh, sehingga Allah membangkitkan seorang perempuan. Membangkitkan perempuan ini mengubah seluruh keadaan orang Israel.
Dalam Alkitab seorang perempuan yang tepat mengindikasikan seorang yang taat kepada Allah, seorang yang berpegang pada penetapan Allah. Inilah kedudukan yang seharusnya dimiliki orang Israel di hadapan Allah, tetapi keadaan orang Israel telah menjadi penuh dengan ketidak normalan. Laki-laki telah meninggalkan kedudukan mereka yang tepat di hadapan Yehova. Maka, orang Israel telah melanggar penetapan Allah, meninggalkan kedudukannya sebagai istri Allah dan meninggalkan Dia berpaling kepada ratusan berhala. Ini membawa Israel ke dalam situasi dan keadaan yang menyedihkan.
Menurut penciptaan Allah, Debora adalah seorang yang hebat. Melalui membaca nyanyiannya dalam pasal lima, kita dapat nampak bahwa dia penuh kemampuan, ketangkasan, daya analisis, dan pandangan jauhnya. Tetapi perempuan yang sangat hebat sekali ini sangat taat. Allah mengangkat dia sebagai pemimpin, tetapi ia berpegang pada urutannya yang tepat, dengan Barak sebagai penudungnya (4:6-9). Ia nampak bahwa ia perlu seorang laki-laki sebagai penudungnya. Sesungguhnya Barak hampir-hampir tidak melakukan apa-apa tetapi Debora dengan dia sebagai “penudung kepala” nya. Ketika ia berpegang pada kedudukan yang demikian, keadaan seluruh negara berubah. Dalam keadaan orang Israel yang kasihan, tidak ada orang yang mau memimpin berperang bagi keuntungan Allah, juga tidak ada orang yang mau mengikuti untuk maju berperang. Tetapi perempuan yang luar biasa ini, memelopori melaksanakan kaum wanita seharusnya tunduk kepada laki-laki, dan seluruh negara kembali kepada urutan yang tepat, setiap orang kembali kepada urutan yang tepat. Maka Debora dapat mengatakan dalam nyanyiannya, “Lalu turunlah para bangsawan yang terluput, / Umat TUHAN turun bagi-Nya sebagai pahlawan” (5:13). Para pemimpin maju memimpin, semua umat ikut berpartisipasi, dengan sendirinya terbentuk menjadi satu pasukan. Pertama-tama hanya beberapa orang yang mengikuti, kemudian semua orang mengikuti. Seluruh negara masuk ke dalam satu urutan yang indah, di hadapan Yehova memelihara kedudukan yang tepat.
Hakim-hakim 5:15-16 mengatakan, “Ada orang yang hatinya berketetapan besar” dan “ada pertimbangan orang yang hatinya berencana besar.” Dalam keadaan orang Israel yang kasihan, tidak ada orang yang hatinya berencana besar. Tetapi umat itu memerlukan seorang yang hatinya berencana besar, dan mereka memerlukan untuk membuat hatinya berketetapan besar untuk bangkit dan mengikuti orang lain berperang bagi kerajaan Allah.
Kita dapat menerapkan ini kepada praktek kelompok vital kita. Bagi kelompok vital kita perlu banyak berdoa dengan pertobatan. Dalam doa dengan sendirinya kita bisa memeriksa hati kita sendiri. Hasilnya, kita pasti bisa hidup untuk Tuhan dan berperang bagi Tuhan menurut keperluan pemulihan-Nya pada hari ini. Khususnya, kita perlu membuat satu ketetapan hati di hadapan Tuhan mengenai mendapatkan orang-orang bagi perluasan-Nya. Inilah “hatinya berketetapan besar.”
Hakim-hakim 3:12-13 mengatakan bahwa Yehova menguatkan musuh-musuh orang Israel, tetapi 4:6-16 mewahyukan bahwa Yehova berperang bagi orang Israel. Ini memperlihatkan bahwa Allah adalah Allah yang berinkarnasi. Allah menghendaki manusia bekerja sama dengan Dia barulah Dia bisa bergerak. Kalau orang Israel tidak maju berperang, Allah juga tidak berperang bagi mereka; tetapi orang Israel di bawah pimpinan Debora, menurut tatanan yang tepat maju berperang, lalu Allah berperang bagi mereka. Kalau kita tidak keluar untuk mendapatkan orang berdosa, Allah tidak akan pergi; kalau kita pergi, Allah akan pergi. Tetapi untuk bepergian yang demikian, perlu kita memeriksa hati kita, perlu hati kita menetapkan tekad yang besar. Inilah jalan peperangan, inilah jalan pengabaran Injil, dan inilah jalan untuk mendapatkan orang berdosa supaya mereka menjadi anggota Kristus.
Hakim-hakim 5:31b mengatakan, “Tetapi orang yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya.” Agar matahari terbit dalam kemegahannya berarti bahwa ini bercahaya secara cerah, brilian, dan mulia. Kita perlu memeriksa, menetapkan hati, dan bangkit untuk bercahaya seperti matahari. Kalau semua gereja dapat seperti ini, mereka pasti akan menikmati kemenangan. Semoga kaum saleh yang kekasih dalam pemulihan Tuhan menetapkan rencara besar, menetapkan tekad yang besar, dan semoga mereka semua, karena mengasihi Tuhan, semua seperti matahari terbit dalam kemegahannya.
Sekarang mari kita membahas siklus tiga pertama dari sejarah orang Israel yang kasihan dalam 3:7—5:31.
I. SIKLUS PERTAMA
Catatan siklus pertama disampaikan dalam 3:7-11a.
A. Kejahatan Orang Israel dalam Meninggalkan Allah
Bangsa Israel melakukan yang jahat dengan meninggalkan Yehova untuk beribadah kepada Baal dan Asyera (ay. 7).
B. Murka Yehova Bangkit Terhadap Orang Israel
Karena orang Israel telah melakukan yang jahat di mata Yehova, murka-Nya bangkit terhadap mereka (ay. 8a).
C. Yehova Menjual Orang Israel
Kepada Tangan Raja Mesopotamia
Yehova menjual orang Israel kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya (ay. 8b).
D. Orang Israel Berseru kepada Yehova
Maka berserulah orang Israel kepada Yehova (ay. 9a).
E. Yehova Membangkitkan Seorang Penyelamatan
Yehova membangkitkan seorang penyelamat bagi orang Israel, yakni Otniel, anak Kenas adik Kaleb. Roh Yehova menghinggapi ia dan ia menyelamatkan orang Israel dari tangan Kusyan-Risyataim (ay. 9b-10).
F. Negeri itu Aman Empat Puluh Tahun
Akhir siklus pertama adalah negeri itu aman selama empat puluh tahun (ay. 11a).
II. SIKLUS KEDUA
Dalam 3:11b-31 kita memiliki siklus kedua dari sejarah orang Israel yang menyedihkan.
A. Matinya Otniel, Hakim itu
Dalam ayat 11b kita diberitahu bahwa matinya Otniel, hakim itu.
B. Orang Israel Melakukan Pula apa yang Jahat
di Mata Yehova
Setelah matinya Otniel, orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata Yehova (12a).
C. Yehova Menguatkan Eglon Raja Moab
Melawan Orang Israel
Karena orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata-Nya, Yehova menguatkan Eglon raja Moab melawan orang Israel. Eglon mengajak orang Moab dan Amon baginya lalu majulah ia dan memukul orang Israel kalah. Kota Pohon Korma diduduki mereka (ay. 12b-13).
D. Delapan Belas Tahun Lamanya Orang Israel menjadi Takluk kepada Eglon Raja Moab Delepan belas tahun lamanya orang Israel menjadi takluk kepada Eglon, raja Moab (ay. 14).
E. Orang Israel Berseru kepada Yehova, dan Yehova membangkitkan Seorang Penyelamat bagi Mereka Orang Israel berseru kepada Yehova, maka Yehova membangkitkan bagi mereka seorang penyelamat yakni Ehud, anak Gera, orang Benyamin (ay. 15a).
F. Ehud Membunuh Eglon Raja Moab
dan Mengalahkan Orang Moab
Ehud membunuh Eglon raja Moab dengan maksud, dan kemudian ia mengalahkan orang moab bersama orang Israel dari pegunungan Efraim, yang dibunuh kira-kira sepuluh ribu orang dari Moab (ay. 15b-29).
G. Moab Ditundukkan oleh Orang Israel,
dan Negeri itu Aman Delapan Puluh Tahun
Moab ditundukkan oleh orang Israel, dan amanlah nergeri itu selama delapan puluh tahun (ay. 30).
H. Samgar Bin Anat juga Menyelamatkan
Orang Israel
Setelah Ehud ada Samgar bin Anat, yang menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu. Demikanlah ia juga menyelamatkan orang Israel (ay. 31).
III. SIKLUS KETIGA
Pasal empat dan lima adalah satu catatan dari siklus ketiga.
A. Setelah Ehud Mati, Orang Israel Melakukan
Pula Apa yang Jahat di Mata Yehova
Setelah Ehud mati, orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata Yehova (4:1).
B. Yehova Menyerahkan Orang Israel
ke dalam Tangan Yabin Raja Kanaan
Yehova menyerahkan orang Israel ke dalam tangan Yabin, raja Kanaan, panglima tentaranya ialah Sisera. Dia mempunyai sembilan ratus kereta besi dan dua puluh tahun lamanya ia menindas orang Israel dengan keras (ay. 2, 3b).
C. Orang Israel Berseru kepada Yehova
Orang Israel berseru kepada Yehova (ay. 3a).
D. Debora, Seorang Nabiah,
Dibangkitkan sebagai Seorang Hakim Israel
Debora, seorang nabiah, dibangkitkan sebagai seorang hakim Israel. Ia biasa duduk di bawah pohon korma Debora, dan orang Israel menghadap ia untuk berhakim kepadanya (ay. 4-5).
E. Debora, bersama Barak dan Suku Naftali dan Zebulon, Mengalahkan Yabin Raja Kanaan
Debora, bersama Barak dan suku Naftali dan Zebulon, mengalahkan Yabin raja Kanaan dan panglima tentaranya, Sisera, melalui peperangan Yehova bagi mereka (ay. 6-16). Ayat 15a mengatakan, “TUHAN mengacaukan Sisera serta segala keretanya dan seluruh tentaranya oleh mata pedang di depan Barak.”
F. Sisera Panglima Tentara Raja Yabin,
Dibunuh oleh Yael
Dalam ayat 9 Debora bernubuat bahwa Yehova akan menyerahkan Sisera ke dalam tangan seorang perempuan. Dalam ayat 17 sampai 22 Sisera, panglima tentara raja Yabin, dibunuh oleh Yael, Istri Heber, orang Keni itu, seperti yang telah dinubuatkan Debora.
G. Allah Menundukkan Yabin Raja Kanaan
Di depan Orang Israel
Allah menundukkan Yabin raja Kanaan di depan orang Israel. Orang Israel kian keras menekan Yabin, sampai mereka melenyapkannya (ay. 23-24).
H. Nyanyian Debora dan Barak
Hakim-hakim 5:1-31a adalah nyanyian Debora dan Barak.
1. Perayaan Kemenangan Mereka
atas Yabin Raja Kanaan
Ayat 4 dan 5 berkata, “TUHAN, ketika Engakau bergerak dari Seir, / Ketika Engkau melangkah maju dari daerah Edom, / Bergoncanglah bumi, tirislah juga langit, / Juga awan tiris airnya. / Gunung-gunung, yakni Sinai, bergoncang di hadapan TUHAN, / Di hadapan TUHAN, Allah Israel.”Di sini Debora dan Barak merayakan kemenangan mereka atas Yabin raja Kanaan, yang diberikan oleh Allah kepada mereka.
2. Mengapresiasi Para Pemimpin Orang Israel
Yang Memimpin dan Umat Israel Yang Bermaksud Mempersembahkan Diri Mereka
Debora dan Barak mengapresiasi para pemimpin orang Israel yang memimpin dan umat Israel yang bermaksud mempersembahkan diri mereka, beberapa di antara mereka memiliki tekad yang besar dalam hati mereka dan hati mereka yang sungguh-sungguh mencari (ay. 2, 9, 13-18).
3. Memuji Bintang-bintang yang Berperang
dengan Sisera dari Langit, dari Peredarannya
Nyanyia Debora dan Barak juga memuji bintang-bintang yang berperang dengan Sisera dari langit, dari peredarannya, dan sungai Kison menghanyutkan raja-raja Kanaan (ay. 20-21).
4. Memuji Malaikat Yehova, Kristus,
Yang Membantu Peperangan Mereka
“Kutukilah kota Meros, firman Malaikat TUHAN, / Kutukilah habis-habisan penduduknya, / Karena mereka tidak datang membantu TUHAN, / Membantu TUHAN sebagai pahlawan” (ay. 23). Di sini nyanyian memuji Malaikat Yehova, Kristus, yang membantu peperangan mereka.
5. Berkat Yael, Istri Heber Orang Keni itu
Dalam ayat 24 sampai 27 nyanyian Debora dan Barak memberkati Yael, istri Heber orang Keni itu, yang membunuh Sisera, panglima tentara Yabin, raja Kanaan. Ayat 24 berkata, “Diberkatilah Yael, istri Heber, orang Keni itu, / Melebihi perempuan-perempuan lain, / Diberkatilah ia, melebihi perempuan-perempuan yang berada dalam kemah.”
6. Imajinasi Hinaan Secara Ejekan dari Ibu Sisera
Mengenai Keberuntungan Putranya
Ayat 28 sampai 30 dilanjutkan dengan imajinasi hinaan secara mengejek dari ibu Sisera mengenai keberuntungan putranya.
7. Memberkati Orang Israel
Ayat 31a adalah satu berkat atas orang Israel: “Demikianlah akan binasa semua musuh-Mu, ya TUHAN! / Tetapi yang mengasihi-Nya bagaikan matahari terbit dalam kemegahannya.”
I. Negeri itu Aman selama Empat Puluh Tahun
Pasal lima disimpulkan dengan mengatakan bahwa negeri itu aman selama empat puluh tahun (ay. 31b).