MENGALAMI SALIB ¾ BAGI PEMULIHAN TUHAN HARI INI MERAMPUNGKAN MINISTRI PERJANJIAN BARU (1)
A. Kehidupan yang dapat merampungkan Ministri Perjanjian Baru, adalah kehidupan manusia lahiriah dimatikan, dan manusia batiniah diperbarui dan bangkit ¾ 2 Kor. 4:10~12, 16 :
I. Prinsip dasar agama, adalah agama penuh dengan pekerjaan, tetapi kekurangan hayat; di dalam Pemulihan Tuhan, kematian kita adalah pekerjaan kita.
II. Kematian Yesus, berkaitan dengan siapa yang perlu menghabisi manusia lahiriah :
1. Manusia lahiriah tidak layak mendapatkan pembinaan, penguatan, peninggian, atau naik takhta, melainkan perlu dimatikan.
2. Karena kita memiliki manusia lahiriah yang sangat kuat, karena itu kita perlu mengalami kematian Yesus.
III. Karunia, talenta, aktivitas yang positif, pekerjaan yang rajin, tidak efektif; keperluan satu-satunya adalah kehidupan yang tersalib.
IV. Tatkala manusia lahiriah berangsur-angsur dihabisi, maka manusia batiniah berangsur-angsur bangkit, diperbarui, dan berkembang ¾ ay. 16.
Cuplikan Berita Ministri
Paulus di (2 Korintus) pasal 4 melukiskan kehidupan dirinya sendiri dan para sekerjanya. Kehidupan semacam ini agar mereka dan ministri mereka menjadi satu. Kehidupan semacam ini berlawanan dengan pembentukan pekerjaan yang ditekankan di antara orang-orang Kristen hari ini. Kekristenan telah menjadi agama. Setiap agama selalu mengandalkan beberapa pekerjaan, karena tidak ada pekerjaan, maka agama tidak dapat dipertahankan. Agama bisa bertahan, bergantung pada penganutnya melakukan beberapa pekerjaan. Hasilnya, di dalam agama, banyak sekali pekerjaan. Mau menunjukkan pekerjaan di dalam agama sangatlah mudah, tetapi mau mendapatkan perkara yang berasal dari hayat sangatlah sulit. Karena itu, prinsip dasar agama adalah : agama penuh dengan pekerjaan, dan kekurangan hayat. Prinsip kekristenan demikian, prinsip agama yang lain juga demikian. Setiap agama penuh dengan pekerjaan, aktivitas, dan urusan, tetapi di dalam agama tidak ada hayat.
Setelah kita terhadap agama memiliki pemahaman demikian, maka perlu melihat sejarah Yesus. Tatkala kita melihat catatan kehidupan Tuhan di atas bumi, maka dapat melihat yang ditekankan di antaranya bukanlah pekerjaan. Empat kitab Injil tidak menekankan Tuhan telah mengerjakan apa, merampungkan pekerjaan apa. Empat kitab Injil mencatat Tuhan Yesus, yang terutama mencatat kehidupan-Nya. Yang ditekankan empat kitab Injil bukanlah pekerjaan atau aktivitas, melainkan kehidupan. Kitab Injil adalah biografi, memperlihatkan kepada kita suatu kehidupan manusia yang sangat unik. Karena itu, kitab Injil yang terutama bukanlah memaparkan pekerjaan mujizat Tuhan, melainkan melukiskan kehidupan Tuhan Yesus di atas bumi. Inilah sebabnya Paulus di 2 Korintus pasal empat sering memakai nama Yesus. Pasal empat memakai Nama ini, untuk membawa kita kembali kepada kehidupan dan ministri adalah satu di atas diri Tuhan. Tuhan menempuh kehidupan yang sedemikian, persona-Nya dan ministri-Nya adalah satu. Secara tegas dapat dikatakan, Tuhan tidak merampungkan suatu pekerjaan; melainkan Dia memperhidupkan suatu kehidupan.
Paulus di 2 Korintus pasal 4 tidak membanggakan pekerjaannya. … Paulus tidak menyinggung pekerjaan dan kesuksesannya, dia melainkan membicarakan penderitaan.
Paulus di ayat 12 berkata,”Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu.” Di dalam ayat ini, Paulus memang menyinggung pekerjaannya. Pekerjaannya adalah maut giat di dalam diri dia. Apa pekerjaan para rasul? Pekerjaan para rasul adalah maut giat di dalam diri mereka, agar hayat giat di dalam kaum beriman.
Maut giat dalam diri para rasul, kalimat ini mungkin tidak begitu enak didengar. Tetapi hasil dari maut giat adalah ajaib, yaitu hayat giat di atas diri orang lain. Inilah pekerjaan sesungguhnya Ministri Perjanjian Baru. Ini bukan masalah pekerjaan, melainkan masalah maut. Di dalam Pemulihan Tuhan, kita perlu mati, agar hayat giat di atas diri orang lain. Karena itu, kematian kita adalah pekerjaan kita. Tuhan tidak perlu Anda merampungkan suatu pekerjaan bagi Dia. Dia perlu Anda mati. Jika Anda telah mati, hayat dapat bekerja di atas diri orang lain. Melalui mati, Anda mensuplaikan hayat kepada orang lain. Karena itu, pekerjaan kita adalah dimatikan. (Pelajaran Hayat Surat 2 Korintus)
Manusia lahiriah (2 Kor. 4:16) meliputi tubuh dan jiwa kita, dengan tubuh kita sebagai organ, dengan jiwa kita sebagai hayat dan persona. Manusia batiniah meliputi roh lahir ulang kita dan jiwa kita yang diperbarui, dengan roh lahir ulang kita sebagai hayat dan persona, dengan jiwa kita yang diperbarui sebagai organ. Hayat jiwa harus disangkal (Mat. 16:24~25), tetapi fungsi jiwa ¾ pikiran, tekad, emosi, haruslah ditaklukkan (2 Kor. 10:4~5), diperbarui dan ditinggikan, untuk dipakai oleh roh; roh adalah persona manusia batiniah.
Seturut perkataan yang diucapkan Paulus di pasal 4 ayat 16, manusia lahiriah semakin merosot, terkikis, aus. Melalui pembunuhan terus menerus ¾ pekerjaan kematian, manusia lahiriah kita, yaitu tubuh fisik kita, dan jiwa yang berhayat (1 Kor. 15:44) berangsur-angsur terkikis dan aus. Manusia lahiriah dengan tubuh sebagai organ, hayat jiwa sebagai hayat dan persona, haruslah dihabisi.
Paulus di 2 Korintus 4:16 juga berkata, manusia batiniah tiap hari diperbarui. Tatkala manusia batiniah karena suplai hayat kebangkitan yang segar dan mendapatkan pendirisan, maka manusia batiniah diperbarui. Manusia lahiriah kita, tubuh maut kita, karena pekerjaan pembunuhan kematian berangsur-angsur dihabisi; manusia batiniah kita, yaitu roh lahir ulang kita, termasuk setiap bagian di dalam kita (Yer. 31:33; Ibr. 8:10; Rm. 7:22, 25) karena suplai hayat kebangkitan, dapat tiap hari diperbarui secara metabolis. Tatkala manusia batiniah diperbarui, maka fungsi jiwa ¾ pikiran, emosi, tekad ¾ juga diperbarui.
Manusia lahiriah tidak layak digenapi, diperkuat, ditinggikan atau diagungkan. Tatkala Tuhan Yesus di atas bumi, manusia lahiriah-Nya tidak perlu diagungkan. Sebaliknya, manusia lahiriah-Nya perlu dimatikan. Karena kita memiliki manusia lahiriah yang kuat, karena itu kita perlu mengalami kematian Yesus.
Semakin kita mengalami pengikisan, pembunuhan manusia lahiriah, maka manusia batiniah kita makin diperbarui. Roh lahir ulang kita bersama dengan pikiran, emosi, tekad yang diperbarui, perlu bangkit, berkembang, diperbesar dan dibangunkan. Karena itu, tatkala manusia lahiriah berangsur-angsur merosot, manusia batiniah akan berangur-angsur bangkit, diperbarui dan berkembang.
Kehidupan yang dapat merampungkan Ministri Perjanjian Baru, adalah kehidupan manusia lahiriah dimatikan, manusia batiniah diperbarui dan bangkit. Kehidupan semacam ini sesungguhnya adalah Ministri Perjanjian Baru. Pemulihan Tuhan hari ini memerlukan kehidupan semacam ini dan ministri semacam ini. Hanyalah ministri semacam ini yang dapat mendispensikan hayat kepada manusia, dapat mensuplaikan Kristus sebagai Roh Pemberi Hayat dan Adil-Benar kepada manusia. Karunia, kekuatan, aktivitas yang energik, pekerjaan yang rajin, semuanya tidak efektif, satu-satunya yang diperlukan adalah kehidupan tersalib ¾ manusia lahiriah terus menerus mengalami kematian Yesus, agar setiap bagian di dalam kita dibangkitkan, dibangunkan, dan berkembang.
Saya berharap semua orang terhadap fakta ini ada kesan yang mendalam : Ministri Perjanjian Baru bukanlah masalah talenta atau kekuatan, Ministri ini seluruhnya adalah masalah kehidupan. Dalam kehidupan semacam ini, apa adanya alamiah harus dimatikan, agar apa adanya rohani bangkit, diperbarui dan berkembang. Bagi Pemulihan Tuhan hari ini, kehidupan semacam ini adalah keperluan kita yang mendesak.