MENGALAMI SALIB ¾ BAGI EKSPRESI YANG TEPAT KEHIDUPAN GEREJA HARI INI (2)
D. Pembangunan gereja bergantung dengan penggunaan 3 buah kunci di bawah ini, menutup pintu alam maut ¾ Mat. 16:18~19 :
I. Menyangkal ego ¾ ay. 24 :
1. Dilihat dari sepanjang sejarah, gereja terutama dirusak oleh ego; tidak ada sesuatu yang lebih merusak dari ego, yang menghalangi pembangunan gereja.
2. Sebab musabab kita tersandung, karena ego terlalu terbuka, terlalu berkuasa.
3. Di antara saudara saudari ada pilih kasih, inilah penuh ego.
4. Putus asa membuktikan Anda di dalam ego.
5. Tidak peduli suatu kondisi adalah bagi Anda atau melawan Anda, tidak peduli para saudara mengasihi Anda, menyambut Anda, atau membenci Anda, tidak menyambut Anda, Anda masih perlu mengunci ego Anda.
II. Memikul salib ¾ ay. 24 :
1. Arti memikul salib, adalah memikul kehendak Allah.
2. Gereja adalah kehendak Allah; kita terhadap ini tidak ada pilihan.
3. Setiap saudara saudari di dalam gereja, juga adalah kehendak Allah.
4. Jangan berpikir untuk menanggulangi gereja, melainkan menanggulangi selera Anda.
5. Jangan menyisakan pilihan atau pilih kasih Anda; nasib Anda adalah kehendak Allah. Jika Anda membina pilih kasih, maka tidak ada pembangunan.
III. Kehilangan jiwa ¾ ay. 25 :
1. Arti kehilangan jiwa adalah kehilangan kenikmatan jiwa.
2. Mencari kondisi yang lebih baik agar diri sendiri merasa nyaman, inilah menyelamatkan jiwa.
3. Karena kita terhadap menghakimi orang lain dapat memiliki kenikmatan dan tidak mau mengampuni orang lain, inilah menyelamatkan jiwa.
4. Jika kita bagi Tuhan, bagi gereja, dan bagi seluruh kaum saleh, kehilangan seluruh kenikmatan jiwa hari ini, maka semua orang yang bersama-sama dengan kita akan dapat diterangi, dapat perawatan, dan dipenuhi, hal ini dapat mendatangkan kebangunan dalam gereja.
5. Penatua perlu belajar ada elastisitas, menganggap orang yang sering mengutarakan perkara yang berlawanan dengan penatua, sebagai salib yang dipikul.
6. Kita secara suka rela kehilangan jiwa bagi Tuhan, maka dapat membuat gereja ditransfigurasi; bila tidak, kehidupan gereja terhadap kita adalah kegelapan, ratapan, dan kertak gigi ¾ ay. 27~28.
Cuplikan Berita Ministri
Dilihat dari sepanjang sejarah, gereja terutama dirusak bukan karena agama Yahudi atau kaum Gnostik, melainkan dirusak oleh ego. Martin Luther pernah berkata, sekalipun dia takut terhadap Paus Roma, tetapi dia lebih takut terhadap Paus yang lebih kuat, yaitu ego yang ada di dalam hatinya sendiri. Tidak ada sesuatu yang lebih kuat dari ego yang merusak dan menghalangi pembangunan gereja. Ego adalah perwujudan jiwa, jiwa melalui pikiran ternyatakan. Karena itu, ego, jiwa, dan pikiran adalah tritunggal. Di belakang tiga persona ini adalah iblis, dia melatih ego untuk merusak kehidupan gereja.
Dalam kehidupan gereja, tidak seharusnya ada hubungan alamiah apa pun. Jika Anda menganggap beberapa orang sebagai teman istimewa Anda, ini juga menunjukkan bahwa Anda penuh ego. Ada beberapa orang yang cocok dengan selera Anda, Anda juga cocok dengan selera mereka, kalian saling merawat selera kalian. Hal ini sangat merugikan dan menghalangi pembangunan. Dalam gereja, di antara saudara saudari, seharusnya hanya ada kemurnian, kasih ilahi, tidak seharusnya ada hubungan emosi siapa pun. … Di antara saudara saudari ada pilih kasih, ini menunjukkan penuh dengan ego. Ini bukan seorang Petrus, melainkan seorang anak Yunus. Ini merusak pembangunan.
Bagi pembangunan Tuhan kehidupan gereja, setiap perkara alamiah haruslah dihilangkan. Tidak seharusnya ada emosi, hubungan, atau perasaan alamiah. Kita seharusnya takut terhadap emosi alamiah, bahkan menghindarinya. Tatkala seorang saudara memakai cara emosi alamiah mengasihi saya, maka saya sangat takut. Inilah saat saya memakai kunci menyangkal ego. Saya harus mengunci ego saya sendiri dan menghindari emosi saudara tersebut. Tak peduli kapan pun, tatkala Anda menemukan bahwa Anda sedang merawat ego seorang saudara, bahkan dia juga merawat ego Anda, maka Anda harus memakai kunci ini untuk menutup pintu ego. Apabila Anda tidak mengunci ego, iblis bisa keluar dari pintu ego, maka Anda dan orang lain masih tetap anak Yunus. Kalian tidak dapat menjadi Petrus, Tuhan lebih-lebih tidak dapat melalui kalian membangun gereja. (Latihan Kerajaan Untuk Pembangunan Gereja)
Arti memikul salib adalah memikul kehendak Allah. Sebenarnya salib adalah kehendak Allah. Segala yang bukan kehendak Allah bukanlah salib. Salib yang dialami Kristus memang adalah kehendak Allah. Apabila kehendak Allah menginginkan Kristus tidak mati di atas salib, dan Kristus masih naik ke atas salib bahkan mati, maka yang Dia lakukan adalah menentang kehendak Allah.
Jalan unik merampungkan kegendak Allah adalah memikul salib. Jangan menyalahkan saudara saudari, bahkan juga jangan menyalahkan diri Anda sendiri, hanya dengan sederhana memikul salib. Jangan menyisakan apa pun pilihan dan pilih kasih Anda, nasib Anda adalah kehendak Allah. … Kita perlu menganggap gereja dan seluruh saudara saudari adalah kehendak Allah. Hanya saja, di dalam batin kita ada beberapa pilih kasih. Kita bisa menyenangi orang-orang tertentu, atau tidak senang orang-orang tertentu. Karena kita alamiah, kita adalah manusia, maka kita memiliki pilih kasih. Jika kita ada pilih kasih, maka sedikit pun pembangunan tidak ada.
Jika kita membincangkan pembangunan, tetapi karena pilih kasih kita yang alamiah dan tidak ada realitas pembangunan, ini sungguh memalukan! Kita perlu berdoa,”Tuhan! Bantulah kami dan berikan kami kasih karunia yang cukup. Kami mau memikul salib, sehingga tidak ada malaikat jahat terhadap kesaksian kami dapat berkata satu kalimat yang negatif. Kami ada di sini, sebagai kesaksian pembangunan, kami mau agar iblis dan malaikat jahat tidak ada kedudukan mengucapkan perkataan apa pun.” Orang boleh tidak tahu perkara yang terjadi, tetapi semua setan dan malaikat jahat mengetahui kita sedang mengerjakan apa. Mereka mengetahui bagaimana di dalam hati kita, mengetahui kita tidak mau memikul salib. Di dalam hati kita apakah mau memikul salib atau tidak, mereka mengetahuinya. Jika kita dengan rela hati memikul salib, maka kita menjadi suatu kesaksian yang sesungguhnya.
Selain kehendak Allah, kita tidak seharusnya ada pilih kasih atau pilihan; kita harus memikul salib, artinya memikul kehendak Allah. Jika kita telah melihat visi gereja, seluruh kaum saleh adalah anggota dalam Tubuh, maka kita tidak ada lagi pilihan dan selera pribadi. Kita tidak seharusnya mempedulikan selera, perasaan, atau persepsi kita. Sebaliknya, kita hanya mempedulikan kehendak Allah, maka kita memiliki keesaan yang sesungguhnya, dan keesaan ini dapat bertahan melewati pengujian iblis, pemerintah-pemerintah, dan penguasa-penguasa dunia yang gelap ini. Kita memiliki kesaksian di depan penguasa-penguasa jahat, karena kita dengan rela memikul salib, kita adalah sekelompok umat yang memiliki keesaan yang sesungguhnya.
Selain kehilangan jiwa, maka gereja tidak dapat terbangun. Ada orang yang melukai Anda, Anda mungkin hanya karena menghakimi dia dapat memiliki kenikmatan, maka tidak mau mengampuni dia. Karena mengampuni dia, terhadap Anda tidak ada kenikmatan, maka Anda tidak tertarik untuk mengampuni dia. Tidak hanya di dalam gereja demikian, bahkan di antara suami istri juga demikian. Para saudari, begitu suami Anda melukai Anda, maka Anda segera memegang erat hal yang tidak menyenangkan itu untuk dinikmati. … Inilah menyelamatkan jiwa. Jika Anda dengan cara demikian menyelamatkan jiwa Anda, maka Anda tidak dapat memiliki kehidupan rumah tangga yang normal. Untuk memiliki suatu kehidupan rumah tangga yang normal, maka kita perlu kehilangan jiwa kita. … Jika Anda mau kehidlangan kenikmatan jiwa Anda, maka suatu hari ketika Tuhan datang ke dalam keluarga Anda, maka Anda akan mendapatkan pahala. … Tatkala Tuhan datang, Dia akan menyelamatkan jiwa Anda, bahkan membuat Anda memiliki kenikmatan yang besar. Bagi pembangunan gereja, kita belajar kehilangan jiwa kita, ini sangat perlu. Jangan untuk jiwa Anda mempertahankan kenikmatan apa pun; sebaliknya, bagi kepentingan Tuhan mau membuangnya.
Kehilangan jiwa adalah unsur dasar kita terbangun bersama. … Bagi Tuhan, bagi gereja, bahkan bagi seluruh kaum saleh, kita perlu kehilangan kenikmatan jiwa kita hari ini. Jika Anda dengan rela hati untuk orang lain kehilangan jiwa Anda, maka orang-orang yang bersama dengan Anda akan diterangi, mendapatkan perawatan, dan dipenuhi. Inilah jalan agar gereja terbangun. Jika semua kaum saleh mau kehilangan jiwa, maka di antara kita akan ada kondisi yang sangat ajaib! Tidak ada lagi perkara tersandung, bahkan tidak perlu lagi mengampuni.
Kita dengan rela hati bagi Tuhan kehilangan jiwa, maka dapat membuat gereja ditransfigurasi. Dengan kata lain, hal ini akan mendatangkan kebangunan. Setiap kali kebangunan yang sejati, adalah kedatangan Kristus, sejenis kedatangan Kristus yang membawakan pahala penyertaan-Nya. Dia secara positif memberikan pahala kepada orang-orang yang memiliki iman, dan secara negatif membalas orang-orang yang tidak memiliki iman. Di dalam gereja, saya pernah melihat perkara sedemikian terjadi. Tatkala ada satu kali kebangunan, juga saatnya sekali datangnya transfigurasi, ada beberapa orang yang menikmati, dan ada beberapa orang yang lainnya justru di dalam kegelapan meratap dan kertak gigi.