MENGALAMI SALIB ¾ BAGI EKSPRESI YANG TEPAT KEHIDUPAN GEREJA HARI INI (1)
A. Ekonomi Allah menghendaki manusia alamiah ciptaan mati, agar Allah Pencipta dapat hidup di daam manusia ciptaan ¾ Gal. 2:20; Rm. 6:3~5; Kol. 3:3~4.
B. Gereja sebagai manusia baru di dalam ciptaan baru, dihasilkan dari salib ¾ Ef. 2:16 :
I. Gereja ada bukan sebelum salib, melainkan setelah salib.
II. Sifat dosa, perbuatan dosa, ego, daging, dunia, dan iblis, tidak dapat melampaui salib.
C. Dalam kehidupan gereja, salib adalah suatu pengujian, suatu pos pemeriksaan ¾ 1 Kor. 2:2; Kel. 40:29 :
I. Di pintu masuk gereja ada salib; ini adalah item pertama undang-undang rohani gereja, yang adalah ketentuan dan prinsip rohani gereja.
II. Jika kita masuk ke dalam gereja tidaklah diperiksa oleh salib, maka kita terhadap gereja adalah suatu bahaya.
III. Tatkala seorang saudara datang ke dalam sidang penatua mengusulkan sesuatu, atau menyebutkan sesuatu, dia haruslah terlebih dulu melewati salib.
Cuplikan Berita Ministri
Dalam alam semesta ada suatu ekonomi. Seturut Ekonomi Allah, Dia lebih dulu menciptakan umat manusia (Kej. 1:26~28). Allah telah menciptakan segala jenis makhluk hidup (Kej. 1:21, 24~25). Kemudian Dia menurut gambar dan rupa-Nya menciptakan manusia; juga berarti, Dia seturut jenis-Nya menciptakan manusia. Manusia diciptakan seturut jenis (species) Allah, tetapi tujuan Allah menciptakan manusia bukanlah mau memakai manusia alamiah. Tujuan-Nya adalah mau memakai Diri-Nya sendiri yang ada di dalam manusia. Karena itu, manusia ini haruslah mati, agar Allah dapat hidup di dalam manusia ini. Manusia ciptaan seharusnya mati, agar Allah Pencipta boleh hidup di dalam manusia ciptaan. Hal ini dirampungkan melalui manusia ciptaan mati, supaya Allah Pencipta dapat masuk ke dalam manusia ciptaan, supya dia bangkit dari kematian. Inilah kebangkitan, ini juga adalah lahir ulang. Manusia yang lahir ulang adalah manusia yang hidup, memiliki dua jenis sifat, yaitu sifat manusia dan sifat Allah; juga memiliki dua jenis hayat, yaitu hayat manusia dan hayat Allah. Sifat alamiah manusia dan hayat alamiah telah mati, dan sifat kedua manusia, hayat kedua manusia yang hidup. Hidup yang sejenis ini, adalah Allah di dalam kebangkitan, hidup di dalam kehidupan sifat kedua dan hayat kedua. Inilah Ekonomi Allah. Kehidupan orang Kristen adalah kehidupan mati dan hidup, yaitu kehidupan manusia alamiah mati, dan Allah hidup di dalam manusia yang bangkit. (Kehidupan Orang Kristen)
Kita harus mengatakan undang-undang gereja, karena banyak kaum saleh mengira jika kita mau melaksanakan kehidupan gereja, maka haruslah ada beberapa ketentuan, peraturan, dan hukum. Ada orang berkata bahwa kita tidak ada hukum yang tertulis, tetapi ada hukum yang tidak tertulis, yang dimengerti dalam hati semua orang. Akan tetapi, kita tidak hanya tidak seharusnya ada hukum yang tertulis, juga tidak seharusnya ada hukum yang tidak tertulis. Sesungguhnya, kita terhadap gereja tidak seharusnya ada ketentuan, peraturan, dan hukum luaran apa pun. Sebaliknya, kita seharusnya ada undang-undang rohani gereja, yaitu memberikan gereja ketentuan dan hukum rohani.
Ketentuan rohani pertama gereja adalah salib. Gereja dihasilkan melalui Kristus, tetapi salib adalah sarana Kristus yang melaluinya dan berdasarnya menghasilkan gereja. Perjanjian Baru terutama berbicara tentang Kristus, salib, gereja, dan kerajaan. Kristus di atas salib merampungkan pekerjaan-Nya, Kristus melalui salib menghasilkan gereja, gereja mendatangkan kerajaan. Tidak ada Kristus, maka tidak ada salib; tidak ada salib, maka gereja tidak dapat dihasilkan; tidak ada gereja, maka kerajaan tidak mungkin ada. Karena itu, Kristus pertama, salib kedua, gereja ketiga, kerajaan keempat. Tidak ada Kristus, maka tidak ada sumber gereja; tidak ada salib, maka tidak ada sarana yang bisa menghasilkan gereja. Karena itu, salib adalah peraturan dan hukum gereja.
Sekarang kita harus melihat Kristus bagaimana melalui salib menghasilkan gereja. Kristus membawa segala perkara negatif, termasuk sifat dosa, perbuatan dosa, jiwa, daging, ego, iblis, dunia jahat, dan maut ke atas salib. Salib telah menanggulangi dan menghapuskan segala perkara negatif ini. Sifat dosa, perbuatan dosa, ego, daging, dunia, dan iblis, tidak dapat melampaui salib. Karena itu, gereja ada bukan sebelum salib, melainkan setelah salib. Salib adalah sebuah pengujian, adalah pos pemeriksaan; kita telah melewati pos pemeriksaan ini, baru datang ke dalam gereja.
Orang luar negeri mau masuk ke negara ini, haruslah lebih dulu melewati imigrasi untuk diperiksa setiap barangnya. Sebelum saya masuk ke Amerika yang ketiga kali, ada beberapa teman Filipina memberikan saya beberapa buah, untuk saya bawa ke Amerika dan bisa dinikmati oleh orang lain. Akan tetapi, imigrasi di lapangan terbang tidak mengijinkan saya membawa masuk makanan enak ini. Mereka memberitahu saya, tidak dapat membawa buah melewati imigrasi. Kita harus menghormati peraturan imigrasi, jika tidak maka tidak dapat masuk ke negera tersebut. Demikian juga, di pintu luar gereja ada pos pemeriksaan, yaitu salib. Kita datang ke dalam gereja, haruslah membawa “buah” kita ke atas salib, dan ditinggal di sana. Ini berarti, kita harus membawa dosa, ego, daging, iblis, perkara dunia, dan perkara kematian ke atas salib. Salib harus memeriksa kita, kita harus melewati pos pemeriksaan, untuk dapat masuk ke dalam gereja.
Anda di atas salib telah melewati pemeriksaan ini ? Sebelum Anda datang ke dalam gereja, telah diregulasi oleh salib belum ? Saya selamanya tidak pernah lupa satu berita yang dilepaskan oleh Sdra. Watchman Nee, dia mengatakan pintu masuk gereja ada salib. Kita datang ke dalam gereja, haruslah melewati salib. Jika kita tidak di atas salib menerima pemeriksaan, maka kita terhadap gereja adalah suatu bahaya. Ini berarti, kita tidak diregulasi, kita tidak ada ketentuan, kita datang ke dalam gereja sangat liar, alamiah, tidak dapat dikendalikan dan diatur. Ketentuan dan hukum adalah salib. Salib harus memeriksa, mengatur, dan mengendalikan kita.
Kita tidak ada undang-undang yang di luar, tetapi kita memang ada undang-undang rohani, di antaranya item pertama adalah salib. Peraturan pertama, item pertama undang-undang rohani gereja, adalah harus melewati salib. Seorang saudara datang ke sidang penatua mau mengusulkan sesuatu, atau menyebutkan sesuatu, dia haruslah lebih dulu melewati salib, dan menerima pemeriksaan salib. Dia harus memeriksa dengan berkata,”Apakah dagingku, egoku, harapan pribadiku, maksudku, pikiranku, opiniku, dan cara berpikirku, telah di atas salib?” Jika ada orang belum melewati pemeriksaan salib dan secara alamiah datang ke sidang penatua, maka dia dapat merusak sidang penatua, juga merusak seluruh gereja. (Prinsip Dasar Melaksanakan Kehidupan Gereja)