← Daftar isi Kehidupan Pemulihan Tuhan Hari ini ¾ Mengalami Salib · bab 6/6

MENGALAMI SALIB ¾ BAGI PEMULIHAN TUHAN HARI INI MERAMPUNGKAN MINISTRI PERJANJIAN BARU (2)

B. Kita perlu salib dan puncak kebenaran secara bersamaan ¾ 1 Kor. 2:1~2; Kol. 1:24~26 :

I. Hari ini di tengah-tengah kita ada empat faktor negatif :

1. Ambisi : mau menjadi pemimpin, bagi pekerjaan diri sendiri mendapatkan satu tempat, melalui memikat, mempesona, dan menawan orang sebagai sekerja pribadi diri sendiri ¾ 3 Yoh. 9; 1 Kor. 1:12

2. Kesombongan : memegahkan kapasitas rohani diri sendiri secara tersembunyi, meninggikan diri sendiri, meremehkan orang lain ¾ 1 Tim. 6:3~4; 1 Kor. 4:6.

3. Pembenaran diri sendiri : memuji kesuksesan dan kelayakan diri sendiri, dan menghakimi orang lain, menyingkapkan kegagalan dan kekurangan mereka ¾ Mat. 7:1~5; Flp. 2:3.

4. Tidak diserupakan kepada kematian Kristus : tidak menyangkal ego, tidak memikul salib, tidak menyalibkan manusia alamiah, tidak mematikan watak bawaan ¾ Mat. 16:24; Flp. 3:10.

II. Keempat “tikus tanah” dapat membatalkan keuntungan yang kita terima dari puncak tinggi kebenaran ilahi.

III. Manusia alamiah, yaitu ego, dapat dikenyangkan melalui makan kebenaran-kebenaran yang tinggi, sehingga makin ambisius, makin sombong.

IV. Tidak ada salib yang membunuh kuman, maka tidak mungkin ada puncak kebenaran.

V. Ministri penuh Kristus : inkarnasi, inklusi, dan intensifikasi, seharusnya membuat kita diserupakan tujuh ganda kepada kematian Kristus ¾ Mat. 16:24; Yoh. 12:24~26; Why. 1:14~17a.

VI. “Saya sangat memperhatikan pemulihan Tuhan. Di bumi ini, tidak ada yang lain di dalam hati saya, terutama pada akhir pertandingan saya ini. Saya harus memustikakan akhir pertandingan saya ini. Saya ingin melakukan yang terbaik untuk meministrikan Kristus yang almuhit dan Roh yang majemuk, almuhit, dan rampung itu, tetapi bukannya tanpa salib.” (Perkataan Kasih kepada Para Sekerja, Penatua, Pengasih, dan Pencari Tuhan)

C. Kita mau dengan kaya memimpin ministri, perlu dengan rela hati, mengosongkan diri, dan tak putus-putusnya berdoa :

I. Allah memprakarsai sesuatu, selalu dimulai dari kerelaan kita mencari pikiran Tuhan, bahkan mengambil beban untuk kehidupan gereja; Allah memustikakan kerelaan kita ¾ 1 Tim. 3:1.

II. Tetapi kita harus mengosongkan diri sendiri, terbuka sepenuhnya bagi Allah, bahkan mengosongkan pendidikan, pengetahuan kita, dan pengalaman kita dalam kehidupan gereja ¾ Mat. 5:3, 5; Luk. 1:53.

III. Kita tidak seharusnya memiliki iman terhadap talenta diri sendiri mengerjakan perkara, tetapi seharusnya melihat bahwa kita perlu Allah, bahkan seharusnya kapan pun tak putus-putusnya berdoa ¾ Flp. 3:3; 1 Tes. 5:17.

Cuplikan Berita Ministri

Kita harus berwaspada terhadap beberapa faktor. Faktor-faktor ini seperti serigala, singa yang mengaum-aum, dan mobil yang ngebut di jalan yang dapat menyakiti kita. Factor yang pertama adalah ambisi. Siapa yang tidak punys ambisi? Di dalam pekerjaan Tuhan, ambisinya adalah menjadi pemimpin. Jikalau Anda berada di antara para sekerja, Anda mungkin ingin menjadi pemimpinnya. … Bahkan para saudari yang tinggal bersama di dalam satu kamar juga ingin menjadi pemimpin di antara mereka. Di dalam gereja, Anda mungkin ingin menjadi penatua, bahkan menjadi penatua yang terkemuka, penatua dari semua penatua.

Selanjutnya, mungkin ambisi Anda adalah ingin mendapatkan satu tempat, bahkan satu wilayah, untuk pekerjaan Anda. Siapakah yang tidak memiliki ambisi yang demikian? Saya dahulu bersama-sama dengan Saudara Nee, dan saya belajar dari dia. Saya tidak pernah melihat dia berambisi untuk mendapatkan suatu tempat atau suatu wilayah untuk dijadikan wilayahnya atau kekaisaran kecilnya. Dalam hal ini, suatu distrik adalah suatu kekaisaran kecil. Anda mungkin ingin menjadi seorang kaisar di wilayah Anda di mana segala sesuatunya berada di bawah kendali dan pemerintahan Anda dan setiap orang harus mendengar Anda. Siapakah yang tidak seperti ini? Saya dahulu seperti ini, tetapi Tuhan menanggulangi saya. Ambisi Anda mungkin ingin menawan orang agar menjadi sekerja pribadi Anda. Anda mungkin memikat, mempesona, dan menawan orang untuk tujuan ini. Ini berarti bahwa dalam pekerjaan Anda di dalam pemulihan Tuhan, Anda memiliki satu partai yang di dalamnya terdapat orang-orang yang sangat dekat dengan Anda dan telah tertawan, terpikat, dan terpesona oleh Anda. Mereka mengapresiasi kemampuan Anda, dan mereka mengapresiasi kapasitas Anda, sehingga mereka berdiri bersama dengan Anda. Kemudian mereka menjadi sekerja khusus Anda. … Saya melihat hal ini dalam pengalaman saya.

Kita juga harus berwaspada terhadap kesombongan. Sombong adalah bermegah. Anda mungkin tidak memegahkan diri secara terbuka, tetapi Anda mungkin secara tersembunyi bermegah atas kapasitas, kemampuan, dan kecakapan rohani Anda. … Sombong juga adalah meninggikan diri sendiri dan meremehkan orang lain. Saya tanyakan lagi,”Siapakah yang tidak meninggikan diri sendiri dan meremehkan orang lain?” … Sombong juga adalah menganggap diri sendiri lebih tinggi daripada orang lain. Memang, inilah penyakit yang sangat umum di antara semua orang Kristen.

Kita juga harus waspada terhadap pembenaran diri dan penyingkapan kegagalan dan kekurangan orang lain. Seringkali kita senang membenarkan diri kita sendiri dan menyingkapkan kegagalan dan kekurangan orang lain. Beberapa orang di antara kita sering sekali melakukan hal ini, selalu membenarkan diri mereka sendiri. Kita tidak pernah mendengar mereka menyalahkan diri mereka sendiri, melainkan mereka selalu membenarkan diri mereka sendiri sambil menyingkapkan kegagalan dan kekurangan orang lain. Bila Anda terjebak dalam hal ini maka Anda akan membenarkan diri Anda sendiri dan memuji kesuksesan dan kelayakan Anda.

Kita harus mengakui bahwa memuji diri sendiri dan menyingkapkan kekurangan orang lain adalah watak alamiah kita. Watak kita memang sudah demikian sejak lahir. Sebenarnya kita tidak perlu membicarakan kekurangan orang lain, tetapi kita senang melakukannya. Seringkali saudara-saudara berkumpul bersama dan membicarakan kelemahan, kekurangan, dan kegagalan orang lain. Saya telah belajar untuk merasa takut dan gentar terhadap perkara membicarakan kekurangan orang lain.

Kita juga harus waspada terhadap tidak diserupakan kepada kematian Kristus. Kita harus selalu diserupakan kepada kematian-Nya, tetapi seringkali kita tidaklah demikian. Kita harus diperingatkan. Waspadalah terhadap hal ini! Matius 16:24 berkata,”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” Tidak diserupakan kepada kematian Kristus adalah tidak dengan mutlak menyangkal ego Anda, bukan ego orang lain, dan memikul salib. Memikul salib adalah mempertahankan ego Anda tetap di atas salib. Jangan meninggalkan salib. Salib adalah tempat yang paling tepat bagi ego Anda. Tidak diserupakan kepada kematian Kristus juga adalah tidak selalu menyalibkan manusia alamiah Anda. … Kadang-kadang kita menyalibkan manusia alamiah kita, tetapi kita lebih sering tidak menyalibkannya. Tidak diserupakan kepada kematian Kristus juga adalah tidak mematikan watak bawaan Anda. Seseorang mungkin memegahkan ras-nya atau negara asalnya dengan roh yang sombong dan dengan nada yang meninggikan diri. Bahkan ada yang memegahkan watak bawaannya.

Inilah perkataan kasih yang perlu saya sampaikan kepada kalian semua. Ambisi, kesombongan, pembenaran diri, dan tidak diserupakan kepada kematian Kristus adalah empat “tikus tanah”. Jika kita menanggulangi keempat perkara ini, pemulihan Tuhan akan segera memiliki suatu kebangunan rohani, dan dalam waktu satu bulan kita akan melihat hasilnya. Masalah demi masalah telah datang ke dalam pemulihan Tuhan selama bertahun-tahun hanya dikarenakan keempat perkara ini.

Tuhan telah memberkati pemulihan-Nya, dan sekarang pun masih memberkatinya. … Namun, situasi kita seperti Kidung Agung 2:15 yang berkata,”Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, /rubah-rubah yang kecil,/ yang merusak kebun-kebun anggur, / kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!” … Kecerobohan kita dalam keempat perkara ini dan kegagalan kita dalam mewaspadai keempat perkara ini memberika kesempatan kepada Satan untuk merusak pemulihan Tuhan yang hari ini sedang “berbunga”. Musuh itu sangat licik. Kita tidak boleh tidak mengenal senjatanya.

Tuhan memberikan puncak tinggi kebenaran kepada kita, dan kita mengapresiasinya dan belajar membicarakan hal yang sama, tetapi pada sisi yang tersembunyi, keempat factor negatif ini masih tetap ada di antara kita. Ini akan membatalkan keuntungan yang kita terima dari puncak tinggi kebenaran ilahi. Inilah yang saya perhatikan. Dokter selalu memperhatikan kuman-kuman yang tersembunyi. Beban saya adalah membunuh kuman-kuman ini.

[Kita telah melihat] ministri penuh Kristus dalam tiga tahap-Nya: tahap inkarnasi-Nya, tahap inklusi-Nya, dan tahap intensifikasi-Nya. … Intensifikasi bukan hanya memberi kalian sesuatu yang berlebih dari Roh itu, melainkan juga membuat kalian diserupakan tujuh kali ganda kepada kematian Kristus. Tersalibnya kalian, penyangkalan ego kalian, dan pemikulan salib kalian harus diperkuat tujuh kali ganda. Kalian tidak bisa hanya memberitakan sisi tentang Roh itu saja tanpa memberitakan sisi tentang salib. Jika tidak ada salib, maka tidak akan ada Roh. Kidung, #227, yang ditulis oleh Saudara Nee, memberitahu kita bahwa pertama-tama kita memerlukan salib, barulah kemudian kita mendapatkan Roh itu. … Ladang menguning adalah karena ada banyak butir gandum yang jatuh ke tanah dan mati. Kulit luar keinsanian alamiah kita harus diremukkan. Pertama adalah Golgota, salib, dan kedua adalah Pentakosta, Roh itu. … Tanpa menyeberangi Sungai Yordan, yaitu salib, bagaimana Anda dapat masuk ke tanah permai? … Di satu pihak, saya merasa berbeban untuk meministrikan puncak tinggi kebenaran tentang ministri penuh Kristus dalam daging, sebagai Roh pemberi hayat, dan sebagai Roh pemberi hayat yang diperkuat tujuh kali ganda. Di pihak lain, Tuhan telah memerintahkan saya untuk meministrikan salib.

Orang China utara sering makan bakpau dengan bawang putih dan cuka. Bawang putih dan cuka dapat membunuh kuman. Lebih jauh lagi, cuka itu baik untuk pencernaan. … Bawang putih dan cuka bukan hanya membuat bakpau mereka menjadi enak tetapi juga menjadi aman. Saya tidak bisa memberi makan Anda dengan kebenaran yang tinggi tanpa “bawang putih”. Saya harus meministrikan bawang putih dan cuka kepada Anda walaupun rasanya tidak manis. … Mungkin ada orang yang menyukai madu, tetapi madu itu dilarang di dalam Alkitab. Di dalam Perjanjian Lama, umat Allah dilarang menambahkan madu pada kurban sajian; melainkan, mereka menambahkan garam, yang dapat membunuh kuman (Im. 2:11, 13).

Saya sangat memperhatikan pemulihan Tuhan. Di bumi ini, tidak ada yang lain di dalam hati saya, terutama pada akhir pertandingan saya ini. Saya harus memustikakan akhir pertandingan saya ini. Saya ingin melakukan yang terbaik untuk meministrikan Kristus yang almuhit dan Roh yang majemuk, almuhit, dan rampung itu, tetapi bukannya tanpa salib. Saya akan meministrikan “bakpau” kepada kalian, tetapi saya harus menambahkan bawang putih yang keras dengan bayak cuka ke dalamnya, semakin banyak semakin baik dan semakin aman. (Perkataan Kasih kepada Para Sekerja, Penatua, Pengasih, dan Pencari Tuhan)