← Daftar isi Kudus dan Tidak Bercela · bab 2/5

LAMBANG HAWA

Dalam penciptaan, diciptakan dua orang: yang satu Adam, yang lainnya Hawa. Keduanya diciptakan sebagai manusia, tetapi masing-masing melambangkan sesuatu yang berbeda. Satu Korintus 15 mengatakan bahwa Adam adalah lambang Tuhan Yesus, dan Roma 5 mengatakan bahwa Adam adalah figur manusia yang akan datang. Adam adalah figur, ini berarti Adam terlebih dulu menyatakan Kristus. Dengan kata lain, segala kehendak Allah atas diri Adam akan tercapai melalui Kristus. Namun selain Adam, dalam penciptaan masih ada seorang perempuan, yaitu Hawa. Allah dengan sangat teliti mencatat penciptaan perempuan ini dalam Kejadian 2, dan pada saat kita membuka Efesus 5, dengan jelas diberitahukan bahwa Hawa mengacu kepada gereja. Karena itu kita nampak bahwa tercapainya kehendak kekal Allah, sebagian adalah melalui Kristus dan sebagian melalui gereja. Jadi, agar kita mengerti bagaimana gereja dapat mencapai kehendak Allah di bumi, kita harus belajar dari diri Hawa. Tujuan dari pembahasan dalam buku ini bukanlah untuk memperhatikan lambang Adam; kita akan memperhatikan Hawa. Di sini kita tidak memperhatikan pekerjaan Kristus, melainkan memperhatikan kedudukan yang seharusnya dimiliki oleh gereja dalam pekerjaan ini.

Jika kita membaca Kejadian 2:18-24 dan Efesus 5:22-32, kita nampak bahwa dalam kedua bagian ini disebutkan seorang perempuan. Dalam Kejadian 2 ada seorang perempuan, dan dalam Efesus 5 juga ada seorang perempuan. Perempuan yang pertama adalah sebuah lambang — Hawa melambangkan gereja. Perempuan yang kedua adalah realitas dari perempuan yang pertama. Perempuan yang pertama telah ditetapkan Allah sebelum penciptaan dunia, telah ternyata sebelum kejatuhan. Perempuan kedua juga telah ditetapkan sebelum penciptaan dunia, namun baru ternyata setelah kejatuhan. Walaupun yang satu muncul sebelum kejatuhan dan yang lainnya sesudahnya, tetapi dalam pandangan Allah, tidak ada perbedaan. Gereja adalah Hawa dalam Kejadian 2. Allah menciptakan Adam untuk melambangkan Kristus; Allah juga menciptakan Hawa untuk melambangkan gereja. Untuk merampungkan tujuan Allah, tidak hanya diperlukan Kristus, juga diperlukan gereja.

Kejadian 2:18 mengatakan, “TUHAN Allah berfirman: ‘Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.’” Tujuan Allah menciptakan gereja adalah agar gereja dapat menjadi penolong bagi Kristus. Kristus sendiri baru separuh; harus ada yang separuh lagi, yaitu gereja. Allah berkata, “Tidak baik jika manusia itu seorang diri saja.” Ini berarti bahwa dalam pandangan Allah, Kristus sendiri belum lengkap. Kejadian 2:18-24 mengisahkan penciptaan hari keenam. Pada hari keenam Allah menciptakan Adam; tetapi setelah menciptakan Adam, sepertinya Allah berpikir lagi dan berkata, “Tidak baik, tidak baik jika manusia itu seorang diri saja.” Karena itu, kemudian Allah menciptakan Hawa untuk Adam. Ketika ini telah selesai, barulah semuanya rampung. Sampai di sini, barulah terdapat ayat terakhir dari Kejadian 1 yang mengatakan, “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.” Jadi, hanya ada Adam, atau hanya ada Kristus, itu tidak cukup memuaskan hati Allah. Dalam pandangan Allah, harus juga ada Hawa, yaitu gereja, demikian baru bisa memuaskan hati-Nya.

TUHAN Allah berkata, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.” Dengan kata lain, Allah ingin mendapatkan Adam dan Hawa. Tujuan Allah adalah ingin mendapatkan Kristus yang menang, ditambah dengan gereja yang menang; tujuan Allah adalah ingin mendapatkan Kristus yang mengalahkan pekerjaan Iblis, ditambah dengan gereja yang menggulingkan pekerjaan Iblis; tujuan Allah adalah ingin mendapatkan Kristus yang memerintah, ditambah dengan gereja yang memerintah. Inilah yang ditetapkan Allah. Allah telah menetapkan demikian dalam hati-Nya, dan inilah yang dilakukan-Nya untuk perkenan hati-Nya sendiri, dan inilah yang dilakukan-Nya untuk kesenangan-Nya sendiri. Allah ingin melakukan demikian, dan Ia melakukannya. Allah ingin memiliki Kristus, Allah juga ingin memiliki gereja yang seperti Kristus. Allah tidak hanya ingin agar Kristus memerintah, tetapi juga agar gereja memerintah bersama Kristus. Sekalipun dalam kemuliaan, Kristus masih memerlukan penolong-Nya. Sewaktu berperang, Kristus memerlukan penolong; dalam kemuliaan-Nya, Ia juga memerlukan penolong. Yang diminta Allah dari gereja ialah agar gereja sama dengan Kristus dalam segala hal. Allah ingin Kristus memiliki seorang penolong.

HAWA BERASAL DARI ADAM

Adam memerlukan seorang jodoh, apa yang dilakukan Allah untuk memenuhi keperluan ini? Kejadian 2:19-20 mengatakan, “Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.” Allah membawa ke hadapan Adam segala makhluk hidup, tetapi tidak satu pun dari antaranya yang merupakan jodoh Adam. Semua makhluk hidup yang diciptakan dari tanah tidak dapat menjadi penolong bagi Adam.

Ayat 21-23 mengatakan, “Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: ‘Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.’” Inilah jodoh Adam, ini melambangkan gereja yang dikatakan dalam Efesus 5. Dengan jelas dikatakan di sini bahwa setiap makhluk yang diciptakan dari tanah, yang tidak diambil dari tubuh Adam, tidak dapat menjadi jodoh Adam. Semua binatang hutan, ternak, dan burung di udara diciptakan dari tanah, mereka tidak diambil dari tubuh Adam, mereka tidak dapat menjadi jodoh Adam. Kita harus ingat bahwa Hawa dibentuk dari tulang rusuk Adam; Adam adalah bahan untuk menciptakan Hawa. Ini berarti gereja berasal dari Kristus. Hanya yang berasal dari Kristus barulah gereja, yang tidak berasal dari Kristus bukan gereja.

Kita masih perlu memperhatikan beberapa istilah lagi dalam Kejadian 1:26-27. Ayat 26 mengatakan, “Berfirmanlah Allah: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka . . .’” Dalam bahasa aslinya, kata “manusia” di sini berbentuk tunggal, tetapi sesudah itu, digunakan kata ganti “mereka.” Pola yang sama digunakan dalam ayat 27, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Kata “manusia” di sini berbentuk tunggal, tetapi kata ganti yang mengikutinya, “mereka”, berbentuk jamak. Di sini kita nampak bahwa Allah menciptakan satu manusia, tetapi kita juga dapat berkata bahwa Ia menciptakan dua! Satu itu menjadi dua, tetapi keduanya itu satu. Bagaimana mungkin? Karena Hawa ada di dalam Adam.

Perhatikan satu hal lagi dalam ayat 27, “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Cara Allah menciptakan “manusia” sama dengan cara-Nya menciptakan “mereka”. Bukan hanya Adam yang diciptakan, Hawa juga termasuk di dalamnya. “Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya.” “Manusia” ini berbentuk tunggal dan melambangkan Kristus. Kemudian, “menurut gambar Allah diciptakannya mereka.” Kata “mereka” di sini berbentuk jamak dan melambangkan Kristus ditambah dengan gereja. Allah bukan hanya menginginkan seorang Anak tunggal, Ia juga menginginkan banyak anak. Dan anak-anak itu harus seperti Anak yang satu itu. Dari ayat-ayat ini kita nampak, jika gereja tidak mencapai tahapan sebagaimana Kristus, Allah tidak akan berhenti dan pekerjaan-Nya tidak akan selesai. Bukan hanya Adam yang serupa dengan gambar Allah, tetapi juga Hawa. Bukan hanya Kristus yang memiliki hayat Allah, gereja pun memiliki hayat Allah.

GEREJA BERASAL DARI KRISTUS

Jadi, Apakah gereja itu? Gereja adalah bagian yang diambil dari Kristus. Kita perlu nampak dua aspek dari Adam, dan kemudian kita akan memahami hal ini dengan mudah. Di satu pihak, adalah diri Adam sendiri; di pihak lain, adalah yang dilambangkan oleh Adam. Diri Adam sendiri, ia dibuat dari debu tanah; semua manusia alamiah dibuat dari debu tanah. Tetapi, yang dilambangkan oleh Adam adalah Kristus. Dari diri Adam dibuatlah Hawa, ini adalah lambang bahwa dari diri Kristus dibuatlah gereja. Hawa dibuat dari tulang rusuk Adam. Hawa berasal dari Adam, ia adalah Adam. Karena itu, apakah gereja? Gereja adalah bentuk lain dari Kristus, karena Hawa adalah bentuk lain dari Adam.

Di sini kita nampak bahwa gereja adalah Kristus. Betapa banyaknya orang yang berpikir bahwa gereja adalah kumpulan “orang” yang percaya kepada Tuhan dan diselamatkan. Tidak, tidak demikian. Lalu, siapakah gereja? Gereja adalah bagian yang diambil dari diri Kristus. Dengan kata lain, gereja hanya manusia yang diciptakan oleh Allah dengan menggunakan Kristus sebagai bahannya. Gereja bukan manusia yang dibuat dari debu tanah. Bahan dari gereja adalah Kristus. Tanpa Kristus, gereja tidak memiliki kedudukan, tidak memiliki hayat, tidak memiliki kehidupan, dan tidak memiliki eksistensi. Gereja berasal dari Kristus.

Satu Korintus 10:17 mengatakan, “Maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.” Ayat ini berarti, walaupun kita banyak, roti yang kita pecahkan satu, sehingga Tubuh juga satu. Rasul Paulus dengan jelas mengatakan bahwa roti ini mewakili Tubuh Kristus, yaitu segenap gereja. Walaupun kita banyak, Tubuh itu satu. Pada saat kita memperingati Tuhan, saya mengambil satu potong kecil dari roti itu, Anda mengambil satu potong kecil dari roti itu, dan yang lainnya melakukan tindakan yang sama. Selama berabad-abad, orang-orang Kristen di seluruh dunia telah mengambil sebagian kecil roti ini dan memakannya! Jika Anda dapat mengambil semua potongan yang telah mereka makan dan menyatukannya kembali, itulah segenap gereja. Gereja bukanlah individu “aku” ditambah dengan individu “kamu”. Gereja bukan si A ditambah dengan si B, bahkan bukan semua “orang” Kristen yang disatukan di seluruh dunia ini. Gereja adalah Kristus di dalam Anda, Kristus di dalam dia, dan Kristus di dalam semua orang Kristen yang dipersatukan, di seluruh dunia ini, sepanjang abad. Manusia alamiah kita tidak ada hubungannya dengan gereja. Bagian yang berhubungan dengan gereja adalah bagian roti yang kita makan. Hal ini secara khusus ditunjukkan kepada kita dalam Injil Yohanes, di mana dinyatakan bahwa semua orang yang percaya kepada Tuhan memiliki Kristus yang tinggal di dalam diri mereka dan semua orang ini adalah satu di dalam Roh.

Haruslah berasal dari Kristus, baru terhitung sebagai gereja. Talenta manusia, kemampuan manusia, pemikiran manusia, kekuatan manusia, dan segala sesuatu milik manusia, itu di luar gereja. Segala sesuatu yang berasal dari manusia alamiah ada di luar gereja. Hanya apa yang berasal dari Kristus ada di dalam gereja. Hawa tidak dibuat dari debu tanah, melainkan dari Adam, yang melambangkan Kristus. Hal yang mustika ialah: Allah mengambil sebuah tulang rusuk dari Adam dan membuat Hawa. Hanya apa yang berasal dari Adam, bukan dari tanah, yang dapat disebut Hawa, dan hanya apa yang berasal dari Kristus dapat disebut gereja. Segala sesuatu yang tidak berasal dari Kristus, tidak ada hubungannya dengan gereja.

Ada orang sangat terus-terang sebelum mereka percaya kepada Tuhan. Setelah mereka diselamatkan, mereka menggunakan keterusterangan itu untuk melayani Tuhan. Mereka berpikir bahwa keterusterangan mereka yang alamiah itu bermanfaat; mereka bangga akan hal itu. Tetapi persoalannya ialah berasal dari mana keterusterangan itu? Apakah dari Kristus? Apakah keterusterangan itu telah dibereskan oleh salib? O, jika keterusterangan itu tidak berasal dari Kristus, dan belum dibereskan oleh salib, itu tidak ada gunanya bagi gereja! Hawa hanya terdiri dari apa yang berasal dari Adam, demikian juga gereja hanya terdiri dari apa yang berasal dari Kristus. Segala sesuatu yang berasal dari diri manusia sendiri, bukanlah gereja.

Ada orang sangat fasih berbicara sebelum mereka percaya. Mereka mudah menceritakan dan menggambarkan sesuatu kepada orang lain. Sekarang, setelah beroleh selamat, mereka hanya perlu mengubah pokok pembicaraannya dan mulai berkhotbah. Tetapi kita tidak seharusnya merasa cukup bahwa orang-orang itu dapat berkhotbah dengan baik. Sebaliknya, kita harus bertanya: Dari sumber manakah kefasihan mereka? Apakah kefasihan itu telah dibereskan oleh salib? Jika kefasihan semacam itu adalah sesuatu yang mereka miliki sejak awal dan belum pernah dibereskan oleh salib, berarti itu sepenuhnya dari sifat mereka sendiri. Kefasihan yang mereka bawa ke dalam gereja tidak lain adalah sesuatu dari Adam yang bumiah. Gereja akan diruntuhkan oleh orang-orang semacam ini. Hanya apa yang berasal dari Kristus adalah gereja, bukan apa pun yang berasal dari sifat manusia.

Ada orang sangat pandai, otak mereka sangat cemerlang. Sebelum mereka diselamatkan, mereka menggunakan pikiran mereka untuk belajar filsafat, ilmu pengetahuan, dan kesusastraan. Setelah beroleh selamat, mereka begitu saja menggunakan pikiran mereka untuk mempelajari firman Allah. Kita harus bertanya, dari mana asalnya otak yang cemerlang ini? Sudahkan melewati penanggulangan salib? Apakah pikiran ini di bawah kuasa Roh Kudus? Atau apakah ini pikiran yang mereka miliki sejak semula? Jika memang sudah ada sejak semula, pikiran ini hanyalah sesuatu yang berasal dari Adam yang bumiah, dari diri manusia sendiri, dari sifat manusia, berasal dari daging. Walaupun orang-orang ini telah mengubah pokok pembicaraannya, namun pikiran mereka masih tetap pikiran lama yang sama! Dan ketika mereka menggunakan pikiran ini untuk mempelajari Alkitab, bukannya membantu gereja, malahan akan merugikan gereja. Hanya apa yang berasal dari Kristus yang dapat menjadi gereja. Segala sesuatu yang berasal dari manusia, bukan gereja.

Allah harus membereskan kita sedemikian rupa sehingga segala sesuatu dari sifat manusia kita dapat dikendalikan. Kekuatan alamiah kita harus dibereskan oleh salib dan ditaklukkan di bawah pengendalian Roh Kudus. Hanya dengan demikianlah kita tidak akan merugikan gereja. Segala sesuatu yang berasal dari hayat alamiah Adam, yang dibuat dari tanah, tidak diinginkan oleh Allah. Hanya apa yang dibuat dari tulang rusuk Adam adalah Hawa (Tulang mengacu kepada hayat kebangkitan. Karena itu, ketika Tuhan disalibkan, tidak ada satu pun tulang-Nya yang dipatahkan). Yang dibentuk dari hayat kebangkitan Kristus, barulah gereja.

Hawa harus dibuat dari tulang Adam. Jika tidak ada tulang Adam, tidak akan ada Hawa. Jodoh Adam adalah tubuh Adam. Sumber hayat Hawa berasal dari tulang Adam. Adam merupakan dasar keberadaannya. Karena ada sebagian dari diri Adam berada di dalam dirinya, maka Hawa bisa bereksistensi. Demikian juga gereja. Kita perlu senantiasa berkata kepada Tuhan, “‘Semua karena Engkau!’ Tanpa Engkau, kami tidak memiliki hayat; tanpa Engkau, kami tidak bereksistensi; Tanpa Engkau, kami tidak berarti apa pun; kami berasal dari-Mu.”

Di sinilah letak pentingnya kelahiran kembali: Bukan pertobatan yang membuat kita menjadi bagian dari gereja; bukan pengakuan dosa yang membuat kita menjadi bagian dari gereja; juga bukan percaya yang membuat kita menjadi bagian dari gereja, melainkan Kristus menaruh hayat-Nya ke dalam kita, inilah yang membuat kita menjadi bagian dari gereja. Dasar kita menjadi bagian dari gereja adalah kelahiran baru kita. Karena Kristus telah memberikan diri-Nya kepada kita, maka kita perlu hidup dan berperilaku menurut hayat Kristus ini. Allah tidak dapat melakukan lebih daripada ini untuk kita. Ia telah memberikan Putra-Nya kepada kita, sehingga kita semua dapat menikmati hayat Kristus. Walaupun kita hanya bejana tanah liat, namun ada harta mustika di dalam diri kita. Karena itu, tidak ada sesuatu apa pun yang dapat menggoncangkan kita. Jika kita berperilaku menurut diri kita sendiri, kita ada di luar gereja. Segala sesuatu selain bagian dari Kristus yang ada di dalam diri kita, bukanlah gereja; itu hanyalah diri kita sendiri. Jika kita bekerja menurut diri kita sendiri, kita tidak mengerjakan pekerjaan Allah. Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri: berdasarkan apa dan dari sumber mana kita melayani Tuhan, melakukan pekerjaan-Nya, menuntut hal-hal rohani, dan menempuh jalan rohani? Segala sesuatu yang kita lakukan berdasarkan Kristus atau diri kita sendiri? Jika kita melakukan segala sesuatu berdasarkan Kristus, kita dapat merampungkan tujuan Allah. Jika kita melakukan segala sesuatu berdasarkan diri sendiri, sekalipun kita dapat melakukannya dengan baik, itu hanyalah yang bumiah, tidak dapat merampungkan kehendak kekal Allah.

Kehendak kekal Allah ialah ingin mendapatkan seorang manusia. Manusia ini adalah manusia “korporat” yang berasal dari Kristus, yaitu gereja. Gereja bukanlah beberapa orang Kristen yang berkumpul dengan beberapa orang Kristen lainnya. Gereja bukanlah banyaknya “orang”; gereja adalah hayat. Gereja menjadi gereja, hanya karena ada banyak orang yang semuanya memiliki hayat yang sama, memiliki Kristus yang sama. Anda memiliki satu bagian Kristus, ia memiliki satu bagian Kristus, dan kita masing-masing memiliki satu bagian Kristus. Jika semua bagian Kristus ini disatukan, jadilah gereja. Kita harus memperhatikan bahwa manusia yang diinginkan Allah bukanlah manusia-manusia individual. Allah menciptakan manusia, laki-laki dan perempuan; laki-laki itu tunggal, perempuan itu juga tunggal. Demikian juga, Kristus itu tunggal, gereja juga tunggal. Dalam pandangan Allah, hanya ada satu Kristus dan satu gereja. Kelak kita akan nampak bahwa di alam maut hanya ada satu manusia, dan di surga juga hanya ada satu manusia; tidak ada manusia ketiga. Dalam pandangan Allah, Ia hanya melihat dua manusia di dunia ini. Satu Korintus 15 menyatakan kepada kita bahwa Adam adalah manusia yang pertama, dan Kristus adalah manusia yang terakhir. Tidak ada yang lain. Tubuh Kristus, sama seperti Hawa, hanya satu, bukan banyak!

Karena itu, walaupun kita telah memiliki hayat Allah di dalam diri kita, Allah masih perlu bekerja di dalam kita untuk menghancurkan individualisme kita. Allah harus menghancurkan pemikiran bahwa “aku sendiri sudah cukup”. Kita harus menjadi satu dengan semua anak Allah lainnya. Hanya ada satu Hawa; demikian juga hanya ada satu Tubuh Kristus. Semua anak Allah, yang ikut berbagian dalam hayat Kristus, bukanlah banyak individu laki-laki dan perempuan, melainkan harus menjadi satu manusia. Allah harus menghancurkan individualisme kita. Ia harus meremukkan kita hari demi hari sampai kita mengenal hayat Tubuh.

Betapa banyaknya orang yang berpikir bahwa mereka dapat menjadi orang-orang Kristen yang hidup sendiri! Tetapi sebenarnya, Allah tidak bisa membiarkannya menjadi orang Kristen individual. Banyak kali doa-doa mereka yang individualistis tidak didengar, pembacaan Alkitab mereka secara pribadi tidak memperoleh terang, pencarian kehendak Allah pun tidak terjawab. Keadaan ini memerlukan mereka berkata kepada saudara atau saudari lainnya, “Aku tidak dapat menyelesaikan masalah ini sendirian, dapatkah kalian menolong aku?” Begitu dua orang berdoa bersama, masalahnya segera jelas. Apa yang tidak dapat dipahaminya sendiri, akan terpahami dengan jelas ketika ia mencari jawabannya dengan saudara lainnya. Sering kali, orang semacam ini masih sombong, mengira bahwa ia dapat melakukannya sendiri, dan baru kali itu saja ia tidak mampu. Ini adalah individualismenya. Dalam gereja, individualisme semacam ini harus diremukkan. Kita harus membiarkan Kristus yang ada di dalam diri kita dan Kristus yang ada di dalam semua orang lainnya, tergabung menjadi satu, demikian menjadilah Tubuh Kristus.

Setiap orang Kristen sejati mengetahui tentang hayat yang ia miliki di dalam Kristus, tetapi sayang, tidak semua orang Kristen mengetahui tentang hayat di dalam Tubuh Kristus. Sama seperti hayat Kristus merupakan realitas, hayat Tubuh Kristus juga realitas. Orang Kristen bukan individu-individu, mereka adalah satu. Rasul Paulus mengatakan bahwa walaupun kita banyak, kita adalah satu roti dan satu Tubuh (1 Kor. 10:17). Jika Anda hidup berdasarkan Kristus, Anda satu dengan semua orang Kristen lainnya. Tetapi jika Anda hidup berdasarkan diri Anda sendiri, Anda terpisah dari semua anak Allah lainnya.

Karena itu, jika gereja ingin menjadi gereja yang sejati, ada dua langkah yang perlu: penyebaran atau peningkatan Kristus dan pengikisan atau pengakhiran diri kita sendiri. Penyebaran Kristus dimulai ketika kita dilahirkan kembali; pengikisan diri dimulai sejak kita diselamatkan, Tuhan bekerja di dalam diri kita hari demi hari untuk mengikis diri kita. Tuhan akan terus bekerja, sampai pada suatu hari kita dapat mengatakan di hadapan Allah, “Tidak ada sesuatu apa pun yang dapat kulakukan berdasarkan diri sendiri. Segala sesuatu kulakukan menurut prinsip bekerja sama dengan anggota-anggota lain dan dengan bantuan anggota-anggota lain. Semua yang kulakukan adalah menurut prinsip persekutuan, yaitu prinsip Tubuh.” Gereja adalah Tubuh Kristus. Yang berasal dari Kristus barulah gereja; apa pun yang berasal dari manusia bukan gereja.

Kita harus tahu bahwa yang diperhatikan Allah adalah masalah sumber, bukan masalah baik atau buruk. Manusia selalu bertanya, “Apakah ini baik atau buruk?” Tetapi Tuhan bertanya, “Dari mana asalnya?” Apa yang berasal dari Adam disebut Hawa; demikian pula, apa yang berasal dari Kristus disebut gereja. Segala sesuatu yang tidak berasal dari Kristus bukan gereja. Manusia bertanya, “Apakah kamu memiliki kasih?” Tetapi Allah bertanya, “Berasal dari mana kasihmu?” Manusia bertanya, “Apakah kamu bergairah?” Tetapi Allah bertanya, “Dari mana sumber gairahmu?” Yang perlu kita bereskan adalah masalah sumber, bukan masalah baik atau jahat. Masalah baik dan jahat ada setelah Kejadian 3. Mungkin seseorang akan berkata, “Aku memiliki kemampuan, aku bergairah.” Tetapi masalahnya adalah berasal dari manakah kemampuan dan gairah Anda itu?

Sering kali kita merasa bahwa kita dapat mengasihi, menolong, memimpin, atau melayani orang lain dengan kekuatan kita sendiri. Semua ini memang sangat baik, tetapi “sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku” (1 Kor. 13:3). Jika demikian, salahkah jika kita memberikan diri kita sendiri untuk menolong orang lain? Masalahnya adalah: Sumbernya dari mana? Hanya apa yang berasal dari Kristus adalah gereja. Segala sesuatu yang tidak berasal dari Kristus tidak ada kaitannya dengan gereja.

Dalam kehidupan kristiani kita, pelajaran pertama yang harus kita pelajari adalah mengetahui dengan jelas sumber segala sesuatu, dan pelajaran terakhir yang harus kita pelajari masih tetap masalah sumber. Pelajaran yang pertama adalah, aku menolak segala sesuatu yang berasal dari diriku sendiri, dan pelajaran yang terakhir adalah, aku masih tetap menolak segala sesuatu yang berasal dari diriku sendiri. Ini tidak berarti bahwa kita tidak perlu menuntut atau bergairah, tetapi penuntutan dan gairah kita harus berasal dari Tuhan. Kita tidak mengatakan bahwa kita tidak boleh bekerja, tetapi kita menginginkan pekerjaan yang dimulai oleh Tuhan. Kita tidak mengatakan bahwa kita tidak boleh menuntut kekuatan, tetapi kita menuntut kekuatan yang berasal dari Tuhan. Masalahnya ialah: dari mana sumbernya.

Dalam Injil Yohanes, Tuhan Yesus pernah mengatakan, “Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri” (Yoh. 5:19). Ini berarti, Anak tidak dapat melakukan sesuatu dari diri-Nya sendiri. Jika demikian halnya dengan Tuhan, kita pun harus seperti itu! Bagaimana mungkin kita dapat melakukan sesuatu dari diri kita sendiri? Kita perlu melihat di hadapan Allah bahwa diri kita sendiri tidak dapat melakukan apa pun. Ia harus membawa kita ke sebuah tempat di mana kita menyadari bahwa kita benar-benar tidak dapat melakukan apa-apa dari diri kita sendiri, segala sesuatu harus oleh Dia dan berasal dari Dia.

Kita melayani Tuhan, tidak cukup hanya bergairah saja. Tidak, kita harus melakukan pekerjaan yang ditetapkan Tuhan kepada kita. Dalam Kolose 1:29 Paulus berkata, “Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segenap tenaga sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dengan kuat di dalam aku.” Allah bekerja di dalam diri kita, karena itu kita bekerja di luar diri kita. Sering kali, kita telah melakukan banyak hal di luar, tetapi tidak banyak yang telah dilakukan di dalam (batin). Allah tidak melakukan begitu banyak; begitu banyak itu sebagian besar dilakukan oleh diri kita sendiri. Pekerjaan semacam ini, walaupun mungkin banyak, tidak bermanfaat. Dalam hal melayani Tuhan, Allah harus membawa kita ke suatu tahap di mana kita tidak menginginkan sesuatu yang tidak berasal dari Tuhan. Jika Tuhan tidak bergerak, kita pun tidak berani bergerak.

Hawa adalah “tulang dari tulang Adam dan daging dari daging Adam.” Ini menunjukkan bahwa tulang yang di dalam dan daging yang di luar semuanya berasal dari Kristus. Segala sesuatu yang di dalam dan di luar berasal dari Kristus; tidak satu pun boleh berasal dari diri kita sendiri. Segala sesuatu pada Hawa berasal dari Adam, dan segala sesuatu pada gereja berasal dari Kristus. Walaupun kita melakukan sesuatu dengan sangat baik, semua itu sama sekali tidak bermanfaat dalam mencapai tujuan kekal Allah. Betapa pun baiknya, hal itu tidak mungkin memuliakan Allah karena berasal dari diri kita sendiri.

Perempuan yang pertama adalah perempuan yang mewakili maksud hati Allah. Bukan hanya ada seorang lakilaki yang mewakili maksud hati Allah, juga ada seorang perempuan yang mewakili maksud hati Allah. Bukan hanya Kristus yang memuaskan hati Allah, gereja pun memuaskan hati Allah. Kristus memuaskan hati Allah karena Ia membiarkan Allah menjadi Kepala-Nya. Demikian juga dengan gereja; ia harus membiarkan Allah menjadi Kepalanya. Jika gereja mencapai kedudukan semacam ini, kehendak Allah akan terlaksana. Allah bermaksud mendapatkan orang-orang semacam ini di bumi, dan ketika Ia mendapatkannya, keinginan hati-Nya akan terpuaskan. Ingatlah, apa pun yang berasal dari diri manusia hanyalah debu dan tidak layak menjadi bahan bagi “jodoh”. Hanya apa yang berasal dari Kristus adalah gereja.

ALLAH MEMBUAT HAWA DARI TIDURNYA ADAM —

ALLAH MEMBUAT GEREJA DARI “KEMATIAN NON-PENEBUSAN”

KRISTUS

Kita telah melihat bahwa Hawa tidak diciptakan dari tanah, melainkan dari Adam; Adam adalah bahan untuk menciptakan Hawa. Demikian pula, Kristus adalah bahan untuk gereja. Allah menggunakan Kristus untuk membuat gereja. Sekarang kita akan melihat bagaimana Hawa dibuat, dan bagaimana gereja dibuat.

Mari kita baca Kejadian 2:21-23, “Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: ‘Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.’”

Allah membangun gereja dari kematian Kristus. Mengenai kematian Kristus, kata-kata yang digunakan dalam Kejadian 2 sangat khusus. Kejadian 2 mengatakan, “Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak.” Ayat ini tidak mengatakan bahwa Allah membuat Adam mati, melainkan Allah membuatnya tidur nyenyak. Jika yang terjadi adalah kematian, dosa akan terlibat, karena ayat 17 sebelumnya mengatakan bahwa kematian dan dosa itu berkaitan. Tidur nyenyaknya Adam di sini melambangkan aspek kematian non-penebusan Kristus. Dalam kematian Kristus, ada satu bagian yang bukan untuk penebusan, melainkan untuk pembebasan diri-Nya sendiri. Kita tidak mengatakan bahwa kematian Kristus bukan untuk penebusan; kita sungguh-sungguh percaya hal ini. Akan tetapi kematian-Nya mengandung satu bagian yang “bukan untuk penebusan”. Bagian ini adalah pembebasan diri-Nya untuk menghasilkan gereja. Ini tidak ada hubungannya dengan dosa. Allah mengambil sesuatu dari Kristus dan menggunakannya untuk membangun gereja. Jadi “tidur” ini digunakan untuk melambangkan manusia yang mendapatkan hayat melalui kematian-Nya.

Penebusan dan mendapatkan hayat adalah dua hal yang sangat berbeda. Penebusan adalah aspek negatif yang berkaitan dengan dosa-dosa kita. Kita telah berdosa dan pantas mati. Kristus datang untuk menanggung dosa-dosa kita; kematian-Nya menggenapkan penebusan untuk kita. Aspek kematian-Nya yang ini berkaitan dengan dosa. Tetapi ada aspek lain dari kematian-Nya yang tidak berkaitan dengan dosa: pemberian diri-Nya sendiri kepada kita, supaya melalui kematian-Nya, kita bisa mendapatkan hayat.

Tidurnya Adam bukan untuk penebusan Hawa, melainkan agar sebuah tulang rusuk dapat diambil untuk membuat Hawa. (Saat itu dosa belum masuk, kisah dalam Kejadian 3 terjadi kemudian). Hawa ada melalui Adam. Karena Adam tidur, Hawa bisa mendapatkan hayat. Demikian pula, ada satu bagian dalam kematian Kristus untuk pemberian hayat kepada gereja.

Ketika Adam tidur nyenyak, Allah mengambil sebuah tulang rusuk darinya. Demikian pula, ketika Kristus mati, sesuatu juga terjadi pada tulang rusuk-Nya, pada lambung-Nya (lihat Yoh. 19:31-37). Ketika lambung-Nya ditusuk, itu bukan untuk penebusan, karena penusukan itu dilakukan sesudah kematian-Nya, saat itu masalah penebusan telah terpecahkan. Adat orang Yahudi adalah: orang-orang yang disalibkan harus diambil sebelum matahari terbenam, dan jika mereka belum mati, para serdadu akan mematahkan tulang-tulang mereka untuk mempercepat kematian mereka. Kedua pencuri yang disalibkan bersama Tuhan belum mati, karena itu tulang-tulang mereka diremukkan. Tetapi, ketika para prajurit itu melihat Yesus dan nampak bahwa Ia sudah mati, mereka tidak meremukkan tulang-tulang-Nya. Sebaliknya, salah seorang menusuk lambung-Nya dengan tombak, dan mengalirlah darah dan air. Hal ini menunjukkan bahwa ketika lambung-Nya ditusuk, pekerjaan penebusan telah selesai. Ini menyatakan bahwa karya Kristus tidak hanya mencakup pencurahan darah-Nya untuk menebus kita dari dosa-dosa kita, tetapi juga mengalirnya air, yang melambangkan pemberian hayat-Nya kepada kita. Darah membereskan dosa-dosa kita, sedangkan air membuat kita menerima hayat-Nya. Inilah yang dinyatakan oleh lambung-Nya yang terluka kepada kita.

Kita perlu membedakan dengan jelas kedua aspek kematian Kristus. Yang satu untuk penebusan, sedang yang lainnya bukan untuk penebusan. Aspek pertama dari kematian-Nya membereskan segala sesuatu yang terjadi setelah kejatuhan manusia dalam Kejadian 3. Sejak manusia jatuh, Kristus datang menebus kita untuk membawa kita kembali kepada tujuan penciptaan manusia oleh Allah. Tetapi aspek kematian-Nya yang lain tidak ada kaitannya dengan dosa. Kematian-Nya ini sepenuhnya untuk pembebasan hayat-Nya, sehingga hayat-Nya itu dapat diberikan kepada kita. Karena adanya dua aspek yang berbeda ini dalam kematian Kristus, Alkitab menggunakan dua zat yang berbeda untuk melambangkannya. Untuk penebusan digunakan darah, dan untuk yang bukan penebusan, air. Semoga Allah membuka mata kita untuk melihat betapa pentingnya perkara ini. Darah adalah untuk penebusan, dan air untuk pemberian hayat-Nya. Adanya darah dikarenakan kita telah berdosa, di hadapan Allah memiliki kasus dosa. Air melambangkan Tuhan sendiri sebagai hayat. Yohanes 19:34 mengatakan bahwa air mengalir keluar dari-Nya, dan dalam pasal 20, Tuhan menunjukkan lambung-Nya kepada murid-murid-Nya. Yohanes 20 tidak berkaitan dengan penebusan. Tuhan berkata, “Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu” (ayat 17). Ini adalah masalah pemberian hayat.

Ini belum selesai. Mari kita baca lagi Kejadian 2:22-23, “Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu; ‘Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku.’” Dalam Alkitab, kita disebut sebagai “daging dan darah” (1 Kor. 15:50), tetapi ketika Alkitab mengacu kepada manusia dalam kebangkitan, manusia itu hanya digambarkan sebagai “daging dan tulang,” darah tidak disebutkan (Lihat Luk. 24:39). Allah menggunakan tulang rusuk Adam untuk membuat Hawa; Ia tidak menggunakan darah Adam. Dalam seluruh Alkitab kata “darah” telah disebutkan lebih dari 400 kali, tetapi dalam Kejadian 2, darah tidak disebutkan. Mengapa? Karena pada saat itu masalahnya bukanlah penebusan. Setiap kali darah disebutkan, penebusan tercakup di dalamnya. Darah itu untuk penebusan. Perjanjian Lama mencatat bagaimana manusia menggunakan darah binatang untuk penebusan dosa; dan dalam Perjanjian Baru, Ibrani 9:22 mengatakan, “Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.” Karena itu, dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, kita nampak bahwa darah itu berhubungan dengan penebusan. Tetapi dalam penciptaan Hawa, darah tidak disebutkan. Mengapa? Karena tidak ada dosa; Allah tidak nampak dosa di sana.

GEREJA DALAM RENCANA ALLAH

TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN DOSA

Jika kita membaca Efesus 5:25, kita mendapatkan pemahaman yang sama. “Hai suami, kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” Dalam ayat ini, kita perlu memperhatikan tiga hal:

Pertama, Kristus menyerahkan diri-Nya bagi kita, karena kita adalah gereja. Roma 5 berbicara tentang Kristus yang mati untuk orang-orang berdosa. Ini adalah sebuah acuan terhadap penebusan. Tetapi, Efesus 5 tidak berhubungan dengan masalah orang berdosa, melainkan masalah gereja. Konteks dari Efesus 5 bukanlah Kristus datang dan mati untuk kita karena kita adalah orang-orang berdosa, tetapi Ia menyerahkan diri-Nya bagi kita karena kita adalah gereja.

Kedua, Kristus menyerahkan diri-Nya bagi kita, karena Ia mengasihi kita, bukan karena kita telah berdosa. Satu Korintus 15 mengatakan bahwa Kristus mati untuk dosa-dosa kita, tetapi di sini dikatakan bahwa Kristus mengasihi gereja dan menyerahkan diri-Nya bagi gereja. Ia menyerahkan diri-Nya karena kasih, bukan karena dosadosa kita. Mati untuk dosa sama sekali berbeda dengan mati demi kasih. Mati untuk dosa berkaitan dengan masalah dosa ini adalah penebusan. Tetapi Kristus memberikan diri-Nya kepada kita karena kasih. Dosa tidak terlibat di sini. Aspek kematian-Nya yang ini, sepenuhnya karena kasih dan tidak ada kaitannya dengan dosa.

Ketiga, Kristus menyerahkan diri-Nya bagi kita, bukan mati untuk dosa-dosa kita, melainkan memberikan diri-Nya sendiri kepada kita. Ayat ini dapat diterjemahkan, “Kristus mengasihi gereja dan memberikan diri-Nya kepada gereja.” Adam memberikan tulangnya kepada Hawa; demikian juga, Kristus telah memberikan diri-Nya kepada kita. Karena Ia mati, kita memiliki-Nya di dalam diri kita; Ia telah masuk ke dalam diri kita. Karena Ia mati, sekarang kita memiliki di dalam diri kita hayat-Nya sendiri. Ia sendiri telah diberikan kepada kita.

Mari kita renungkan, tidakkah ini menakjubkan? Dari sudut pandang Allah, gereja tidak pernah berdosa dan belum pernah berhubungan dengan dosa. Memang Allah tahu bahwa manusia telah jatuh dan perlu ditebus, tetapi ajaib, di pihak lain, Ia tidak nampak dosa sama sekali. Dengan kata lain, ada satu bagian dalam diri kita yang tidak membutuhkan penebusan. Inilah bagian yang telah kita terima dari Kristus. Bagian ini tidak perlu ditebus, karena ia melampaui dosa (Tentu saja kita mendapatkan bagian ini setelah kita ditebus). Inilah gereja.

Dalam Alkitab, Allah menggunakan banyak perempuan untuk melambangkan gereja. Selain Hawa, Kejadian menuliskan cerita Ribka dan Asnat. Pernikahan Ribka dengan Ishak melambangkan bagaimana gereja diserahkan kepada Kristus. Pernikahan Asnat dengan Yusuf dan dilahirkannya anak-anaknya di Mesir melambangkan gereja yang dipilih dari dunia ini untuk Allah. Keluaran menceritakan Zipora menikah dengan Musa di padang gurun. Ini melambangkan gereja di padang gurun. Yosua menceritakan, setelah Akhsa menikah, ia meminta mata air yang di hulu dan mata air yang di hilir (Yos. 15:18-19). Ini melambangkan gereja yang menerima warisan. Pernikahan Rut dengan Boas melambangkan penebusan gereja. Pernikahan Abigail dengan Daud melambangkan gereja yang terdaftar sebagai laskar untuk berperang. Perjanjian Lama menceritakan begitu banyak perempuan yang melambangkan berbagai aspek gereja: gereja dipilih dari dunia, ditebus, dipimpin melalui padang belantara, didaftarkan untuk perang, diberi warisan, dan dipersembahkan kepada Kristus. Semua lambang dalam Alkitab ini mengacu kepada gereja, tetapi di antara mereka semua, lambang dalam Kejadian 2 sangatlah khusus. Tidak ada lambang lainnya yang serupa dengannya. Mengapa? Karena Hawa melambangkan bagaimana gereja dalam maksud hati Allah, melambangkan bagaimana sebenarnya gereja dalam rencana Allah. Lambanglambang lainnya muncul setelah kejatuhan manusia; hanya lambang Hawa yang muncul sebelum kejatuhan. Lambanglambang lainnya mencakup masalah tanggung jawab moral; hanya satu ini yang bebas darinya.

Hawa yang dibuat Allah berasal dari Adam, bukan dari orang berdosa yang telah ditebus. Hawa diciptakan sebelum dosa itu ada. Demikian pula, gereja berasal dari Kristus; ini bukanlah masalah orang berdosa yang mendapatkan kasih karunia dan diselamatkan. Hawa berasal dari Adam dan semata-mata untuk Adam; demikian juga gereja berasal dari Kristus dan sepenuhnya untuk Kristus.

Kita mungkin berpikir bahwa gereja terdiri dari banyak orang yang telah diselamatkan, misalnya seperti Rut. Rut benar-benar terlibat dalam dosa, dan Boas datang untuk menebusnya. Tetapi bukan ini gambaran tentang gereja yang diberikan Kejadian 2 kepada kita. Pada masa Rut, dosa sudah masuk, tetapi dalam Kejadian 2 tidak ada masalah dosa. Inilah gereja pada awalnya; gereja ini tidak ada kaitannya dengan dosa. O, perkara ini sungguh besar! Kata-kata ini sangat penting! Gereja dalam ketetapan Allah tidak memiliki sejarah dosa.

Ketika orang bertanya tentang sejarah keselamatan kita, kita selalu mulai dengan kejatuhan, yaitu bagaimana kita melakukan dosa dan hidup dalam dosa, betapa jahat dan buruknya kita, dan kemudian kita mendengar Injil, percaya kepada Tuhan Yesus dan diselamatkan. Kita selalu mulai dengan kejatuhan. Tetapi dalam pandangan Allah, gereja tidak pernah melakukan dosa. Gereja adalah bagian Kristus yang tidak pernah menyentuh dan mengetahui apakah dosa itu. Yang sama sekali tanpa dosa itulah yang dinamakan Hawa, dan yang sepenuhnya berasal dari Kristus itulah yang disebut gereja. Yang seluruhnya berasal dari Kristus dan semata-mata untuk Kristus adalah Hawa, gereja. Hawa melambangkan manusia korporat yang dibangun oleh Allah, yaitu gereja, yang sepenuhnya berasal dari Kristus. Gereja bukan kumpulan manusia dari setiap bangsa, suku, dan masyarakat. Bukan! Hanya mereka yang berasal dari Kristus yang dapat disebut gereja. Bukannya banyak orang percaya kepada Yesus dan kemudian menjadi gereja. Gereja hanyalah bagian yang berasal dari Kristus. Kita harus melihat bahwa gereja adalah bejana yang dipilih oleh Allah untuk mengekspresikan Putra-Nya, Kristus, dan untuk mencapai tujuan kekal-Nya. Gereja ini tidak ada kaitannya dengan dosa dan tidak pernah menyentuh dosa.

Kita harus memperbarui pikiran kita dan masuk ke dalam perkara yang paling besar dalam pandangan Allah. Banyak anak Allah selalu mengaitkan segala sesuatu dengan masalah dosa dan keselamatan. Mereka selalu berpikir betapa berdosanya mereka dulu, dan kemudian bagaimana mereka diselamatkan. Nampaknya kita selalu melihat dari perspektif dosa dan masalah ini selalu ada pada kita, tetapi Allah bermaksud mengubah pikiran kita sepenuhnya. Ia ingin kita memiliki pandangan yang benarbenar baru tentang gereja; Ia ingin kita nampak bahwa gereja sama sekali tidak berkaitan dengan dosa. Mulai awal sampai akhir, gereja berasal dari Allah, untuk Allah, dan tidak pernah menyentuh dosa. Ada sebuah bagian di dalam diri kita yang berasal dari Kristus, dan adalah Kristus sendiri. Bagian ini tidak pernah dan tidak mungkin berkaitan dengan dosa; dosa tidak mempunyai jalan untuk berhubungan dengannya. Kita benar-benar dapat mengatakan bahwa ada sesuatu yang kudus di dalam diri kita. O, semoga kita semua memahami pandangan Allah tentang gereja. Dari sudut pandang-Nya nampaknya Ia telah menghapuskan semua sejarah dosa. Ketika kita memuji Allah dalam kekekalan, kita tidak perlu menyebutkan bahwa dahulu kita orang yang demikian-demikian berdosa. Allah rindu membawa kita ke suatu tempat di mana semua sejarah yang mengikuti Kejadian 3 sudah berlalu, dan hanya yang berasal dari Kristus akan dibawa kepada Allah. Inilah tujuan Allah yang kekal! Allah rindu mendapatkan gereja, manusia yang korporat, yang seluruhnya berasal dari Kristus dan untuk Kristus, sebuah gereja yang tidak mempunyai sejarah dosa.

Mari kita kembali kepada Kejadian 2:18, “TUHAN Allah berfirman: ‘Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.’” Penciptaan Hawa adalah untuk kepuasan kehendak hati Allah. Karena Ia memiliki keinginan dan kehendak semacam ini, maka Ia menetapkannya demikian. Kita harus memperhatikan bahwa penciptaan Hawa dicatat dalam Kejadian 2, sebelum segala peristiwa dalam Kejadian 3 terjadi. Karena dosa belum terjadi, tidak ada masalah tanggung jawab moral antara Allah dan manusia. Manusia tidak memiliki masalah dengan Allah; karena itu, semua peristiwa yang dicatat dalam Kejadian 2 adalah untuk memenuhi kebutuhan Allah sendiri, bukan untuk membereskan kelemahan manusia. Penciptaan Hawa oleh Allah dalam Kejadian 2 menunjukkan kepada kita betapa Allah bertujuan memiliki gereja yang kekal. Hal yang pertama dalam pandangan Allah bukanlah kejatuhan manusia, melainkan kehendak yang ditetapkan-Nya pada kekekalan yang lampau. Kehendak Allah dalam kekekalan adalah agar manusia menggunakan kekuasaan-Nya dan menghancurkan semua pekerjaan Iblis. Inilah kehendak Allah untuk gereja, dan semuanya akan digenapi dalam kekekalan yang akan datang. Yang ingin Allah dapatkan adalah gereja semacam ini untuk memuaskan hati-Nya. Setelah Ia menciptakan laki-laki dan perempuan, Ia masuk ke dalam perhentian. Karena Allah mendapatkan gereja semacam ini, maka Allah pun puaslah.