← Daftar isi Ayub · bab 22/38

PERGERAKAN ALLAH DI DALAM KRISTUS UNTUK MENGHASILKAN TUBUH

Pembacaan Alkitab: Flp. 3:8; Kol. 1:24-29; 2:2; Ef. 3:4; 1 Tes. 5:17; Ef. 6:18

Di dalam berita ini, saya memiliki beban untuk membicarakan satu perkataan mengenai pergerakan Allah di dalam Kristus untuk menghasilkan Tubuh.

DUA JENIS PENDERITAAN

Filipi 3:8 dan Kolose 1:24 membicarakan tentang dua jenis penderitaan. Di dalam Filipi 3:8 Paulus mengatakan, “Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.” Penderitaan di sini adalah untuk memperoleh/mendapatkan Kristus. Di dalam Kolose 1:24, Paulus mengatakan, “Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk Tubuh-Nya, yaitu gereja.” Penderitaan di sini adalah bagi Tubuh. Di satu pihak, Paulus menderita untuk mendapatkan Kristus; di lain pihak, ia menderita bagi pembangunan Tubuh Kristus.

Di dalam ayat 25, Paulus selanjutnya mengatakan bahwa ia menjadi seorang pelayan/minister gereja menurut tugas penyelenggaraan Allah untuk melengkapi firman Allah. Kata Yunani yang diterjemahkan “tugas penyelenggaraan” di sini adalah oikonomia, yang telah diinggriskan sebagai kata “ekonomi.” Karena itu, kita juga bisa mengatakan bahwa Paulus menjadi seorang minister menruut ekonomi Allah. Di dalam ministrinya, Paulus disuruh oleh Allah untuk melakukan satu pekerjaan yang menakjubkan—melengkapi firman Allah, yaitu melengkapi wahyu ilahi di dalam firman tertulis Allah. “Firman Allah” di dalam ayat 25 ini, menurut tata bahasa Yunaninya adalah misteri/rahasia di dalam ayat 26, “Yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad, dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Kepada mereka, Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” (ay. 26-27). Paulus memberitakan Kristus, menasihati dan mengajar dengan segala hikmat, untuk mempersembahkan setiap orang menjadi dewasa di dalam Kristus, dan untuk inilah ia berjerih lelah, bergumul menurutu pekerjaan dari Dia yang dengan kuat beroperasi di dalamnya (ay. 28-29).

PERGERAKAN DARI ALLAH TRITUNGGAL YANG TELAH MELALUI PROSES DAN RAMPUNG

Perjanjian Baru mewahyukan kepada kita pergerakan dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung. Di dalam Perjanjian Lama, kita tidak melihat pergerakan Allah melainkan hanya pekerjaan persiapan Allah supaya Dia bisa bergerak. Pergerakan Allah dimulai di dalam empat Injil dengan inkarnasi, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Kristus. Ini adalah permulaan dari pergerakan Allah di dalam Kristus untuk menghasilkan Tubuh-Nya.

Kristus, Allah yang berinkarnasi, masuk ke dalam keinsanian untuk membawa keilahian ke dalam keinsanian, membuat keduanya menajdi satu kesatuan, mengikatkan keduanya bersama-sama untuk menjadi satu kesatuan, yaitu manusia-Allah. Sekarang, Allah dan manusia menjadi satu di dalam sifat, di dalam hayat, di dalam esens, di dalam elemen, dan bahkan di dalam ekspresi. Betapa menakjubkan bahwa ada Dia yang sedemikian di alam semesta ini! Dia ini telah melalui penghidupan insani, masuk ke dalam kematian yang almuhit, dan keluar dari kematian ke dalam kebangkitan. Melalui kebangkitan dan di dalam kebangkitan itu, Dia menjadi Putra sulung Allah (Rm. 8:29) dan Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45), dan Dia melahirkan kembali semua kaum beriman-Nya untuk menjadi putra-putra Allah dan anggoat-anggota dari diri-Nya sendiri. Alhasilnya, gereja muncul.

Sebelum ini, pergerakan Allah hanyalah di dalam satu persona, yaitu Kristus. Ini berarti bahwa Allah bergerak di dalam diri-Nya sendiri. Sekarang, sejak Kristus naik dan turun untuk menghasilkan gereja, pergerakan Allah telah masuk ke dalam tahap yang kedua—tahap pergeraja Allah di dalam satu bejana korporat. Pertama, Allah bergerak di dalam Kristus secara tersendiri sebagai satu bejana perseorangan; tetap sekarang Allah sedang bergerak di dalam gereja sebagai satu bejana korporat. Sebagai satu bejana yang demikian, gereja adalah perbesaran Kristus, perluasan Kristus. Sekarang pergerakan Allah adalah secara korporat. Cara yang korporat ini adalah Tubuh Kristus, gereja, manusia baru, organisme dari Allah Tritunggal.

PERGERAKAN KORPORAT ALLAH YANG DIWAHYUKAN DI DALAM KISAH PARA RASUL SAMPAI WAHYU

Dua Rahasia Menjadi Isi dari Ekonomi Ilahi

Tahap pergerakan korporat Allah ini diwahyukan di dalam Kisah Para Rasul sampai Wahyu. Ini adalah bagian yang paling dalam, paling luhur, surgawi, ilahi, rohani, dan organik. Bagian ini berkenaan dengan ekonomi kekal Allah mengenai Kristus sebagai rahasia Allah (Kol. 2:2) dan gereja, Tubuh, sebagai rahasia Kristus (Ef. 3:4, 6). Kristus adalah rahasia Allah dan Tubuh Kristus adalah rahasia Kristus. Kedua rahasia ini adalah isi dari ekonomi ilahi.

Allah Tritunggal yang telah melalui Proses sebagai Roh yang telah Rampung Ada di dalam Roh Kita

Di dalam bagian dari Firman ini, kita memiliki satu wahyu yang penuh mengenai kehidupan orang Kristen. Substansi, esens, elemen, dan ekspresi dari bagian Firman ini secara sederhana adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sebagai Roh yang almuhit, majemuk, berhuni yang menghuni kita di dalam roh kita untuk menjadi hayat kita, sifat kita, esens kita, dan segala sesuatu kita, agar kita bisa menjadi sama dengan Allah Tritunggal di dalam hayat dan sifat untuk menjadi kepenuhan-Nya sebagai ekspresi-ya yang penuh secara korporat.

Allah Tritunggal yang telah melalui proses sebagai Roh yang telah rampung ini ada di dalam roh kita. Karena itu, sebagai orang-orang Kristen, kita harus tetap tinggal di dalam roh kita. Kita tidak boleh pergi untuk mengunjungi daging kita, dan kita tidak boleh berteman dengan jiwa kita. Roh kita adalah tempat yang berharga. Bagi orang-orang duniawi, roh ini adalah satu penjara, tetapi bagi kita roh ini adalah satu istana. Di sini, di dalam roh kita, kita bisa menikmati Allah Tritunggal yang telah melalui proses.

Pernapasan Rohani

Kita perlu belajar untuk melatih roh kita. Melatih roh kita itu seperti bernapas. Bahkan ketika kita sedang beristirahat pun, kita tetap bernapas. Kita bisa mengatakan bahwa pernapasan itu melambangkan pelatihan roh kita. Sebagaimana kita bernapas dengan tanpa henti, maka kita juga perlu berdoa dengan tak putus-putusnya (1 Tes. 5:17). Setiap kali kita berdoa, kita perlu berdoa di dalam roh kita (Ef. 6:18). Ini adalah pernapasan rohani.

Diallahkan Supaya Kita Bisa Menjadi Ekspresi Korporat Allah Tritunggal

Di dalam pernapasan rohani kita dengan melatih roh kita, maka kita menikmati, menerima, dan menyerap substansi ilahi dengan esens ilahi, elemen ilahi, dan ekspresi ilahi. Ini akan menyebabkan kita diallahkan, yaitu, disusun dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses untuk dijadikan Allah di dalam hayat dan di dalam sifat, tetapi tidak dalam Keallahan. Di dalam hal ini, kita bisa menyebutnya pengallahan kaum beriman, yaitu satu proses yang akan rampung di dalam Yerusalem Baru.

Tahukah Anda apakah Yerusalem Baru itu? Yerusalem Baru adalah satu komposisi yang terdiri dari umat Allah yang telah dipilih, ditebus, dilahirkan kembali, dikuduskan, ditransformasi, dan dimuliakan yang telah diallahkan. Di aspek Allah, Allah Tritunggal telah berinkarnasi menjadi seorang manusia; di aspek kita, kita sedang diallahkan, disusun dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sehingga kita bisa menjadi Allah di dalam hayat dan di dalam sifat untuk menjadi ekspresi-Nya yang korporat untuk kekekalan. Ini adalah kebenaran yang paling tinggi, dan ini adalah injil yang paling tinggi.