← Daftar isi Ayub · bab 2/38

PENCOBAAN-PENCOBAAN TERHADAP AYUB (1)

Pembacaan Alkitab: Ayub 1

Di dalam berita tentang pencobaan-pencobaan Ayub ini, kita akan terlebih dahulu melihat persona Ayub.

I. MANUSIA AYUB

A.

Sempurna dan Tulus, Takut akan Allah dan Menjauhi Kejahatan

Ayub 1:1 mengatakan, “Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh/sempurna dan jujur/tulus, ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” Sempurna berhubungan dengan manusia batiniah kita, dan tulus berhubungan dengan manusia lahiriah kita. Selain itu, tulus juga berarti bahwa kita tidak bobrok atau menyimpang.

Selain sempurna secara batini dan tulus secara lahiriah, Ayub juga takut akan Allah seacra positif dan secara negatif, menjauhi kejahatan. Namun, pada perkara positif seperti takut akan Allah pun tidak ada sesuatu yang sebenarnya positif. Allah tidak menciptakan manusia hanya untuk takut akan Dia tanpa melakukan sesuatu yang salah. Alkitab memberi tahu kita bahwa Alah menciptakan manusia di dalam gambar-Nya dan menurut rupa-Nya agar manusia bisa mengekspresikan Dia (Kej. 1:26). Ini adalah hal yang paling positif di antara semua hal yang positif. Takut akan Allah dan menjauhi kejahatan itu tidak memadai, dan sebenarnya ini tidaklah positif. Hal yang paling positif adalah mengekspresikan Allah. Mengekspresikan Allah itu lebih tinggi daripada takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

Kata lain yang dipakai dalam hubungannya dengan manusia Ayub ini adalah kejujuran. Di dalam 2:3, Yehovah memberi tahu Satan bahwa Ayub “tetap tekun dalam kejujurannya.” Di dalam ayat 9, istri Ayub bertanya kepadanya, “Masih bertekunkah engkau dalam kejujuranmu?” Di dalam 27:5, Ayub berkata kepada teman-temannya, “Sampai binasa aku tetap mempertahankan kejujuranku.” Akhirnya, di dalam 31:6, Ayub mengumumkan, “Kiranya Allah mengetahui kejujuranku.” Kata sempurna dan tulus adalah kata sifat, sedangkan kata kejujuran adalah satu kata benda. Kejujuran adalah totalitas dari menjadi sempurna dan tulus; ini adalah totalitas dari kesempurnaan ditambah ketulusan. Dalam hubungannya dengan Ayub, kejujuran adalah totalitas dari apa adanya dia. Di dalam karakter, ia itu sempurna dan tulus, dan di dalam etika-etikanya, ia memiliki satu standar kejujuran yang tinggi.

B. Mempunyai Tujuh Anak Laki-laki dan Tiga Anak Perempuan

Menurut 1:2, ada tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan dilahirkan bagi Ayub.

C. Mempunyai Harta Kekayaan yang Besar dan Banyak Budak

Ayub memiliki tujuh ribu kambing domba, tiga ribu unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina, dan banyak sekali budak (ay. 3a)

D. Orang yang Terkaya dari Semua Orang di sebelah Timur

Ayub adalah orang yang terkaya dari semua orang di sebelah timur (ay. 3b)

E. Menguduskan Anak-anaknya setelah Mereka Berpesta Bersama dan Mempersembahkan Kurban-kurban Bakaran bagi Mereka

Anak-anak laki-laki Ayub biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing, menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama dengan mereka (ay. 4). Ayub memanggil mereka dan menguduskan mereka; dan ia bangun pagi-pagi di pagi hari dan mempersembahkan kurban-kurban bakaran bagi mereka, sambil mengatakan, “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati mereka” (ay. 5). Karena berpesta, dan makan secara berlebihan bisa menjadi duniawi, maka Ayub menguduskan anak-anaknya setelah hari-hari pesta mereka. Ia mempersembahkan kurban-kurban bakaran bagi mereka secara kontinyu. Ia sungguh seorang ayah yang saleh.

II. SATU RAPAT DIADAKAN DI SURGA MENGENAI AYUB

Secara etis, Ayub itu sangat baik. Menurut pandangan manusia, tidak ada masalah dengan Ayub. Allah bahkah bermegah terhadap Satan mengenai betapa baiknya Ayub itu (ay. 8; 2:3). Hanya Allah yang tahu bahwa Ayub memiliki satu kebutuhan, yaitu bahwa ia kekurangan Allah. Karena perhatian kasih-Nya terhadap Ayub, maka Allah mengadakan satu rapat di surga untuk membicarakan tentang Ayub.

A. Diadakan oleh Allah dengan Malaikat-malaikat-Nya

Rapat ini diadakan oleh Allah dengan malaikat-malaikat, anak-anak Allah (1:6a; cf. 1 Raj. 22:19-23; Mzm. 89:5-7).

B. Satan Juga Datang sebagai Salah Satu dari Yang Hadir

Saya tidak percaya bahwa Satan diundang untuk menghadiri rapat ini. Ia datang tanpa undangan; ia datang dengan mengundang dirinya sendiri. Seringkali Satan datang tanpa diundang.

Di dalam Yesaya 14:15 dan Yehezkiel 28:16-17, Satan dikutuk oleh Allah dan bahkan dihukum oleh Allah. Namun, di dalam hikmat-Nya dan kedaulatan-Nya, Allah tidak melaksanakan penghakiman-Nya atas Satan. Allah masih memberikan satu batasan waktu tertentu kepada Satan supaya ia bisa melakukan sesuatu untuk memenuhi beberapa kebutuhan negatif di dalam penggenapan ekonomi Allah. Allah tidak bisa dan tidak akan meminta salah satu dari malaikat-malaikat-Nya yang sempurna untuk melakukan apa yang diperlukan untuk merusak Ayub. Tanpa Satan, tidak mungkin ada seorang pun yang melakukan pekerjaan buruk untuk merusak Ayub untuk melucuti dia dari segala sesuatu agar dia bisa menjadi penuh dengan Allah.

Kita bisa memakai kasus Yudas di dalam Perjanjian Baru sebagai satu ilustrasi. Pada satu hari Tuhan Yesus mengatakan, “Bukankah Aku memilih dua belas orang? Namun salah seorang dari kamu adalah iblis” (Yoh. 6:70). Mengapa Tuhan memilih Yudas untuk menjadi salah seorang dari dua belas orang itu, padahal Dia tahu bahwa Yudas akan mengkhianati Dia (Yoh. 13:2, 27)? Mengenai aspek tertentu dari ekonomi kekal Allah, perlu ada Yudas. Tanpa Yudas, bagaimana Tuhan Yesus bisa dikhianati, dan tanpa dikhianati, bagaimana Dia bisa pergi ke atas salib? Jadi, perlu ada Yudas.

Situasi ini mirip dengan Satan di dalam kitab Ayub. Perlu ada seseorang untuk merusak Ayub, bukan untuk menghakiminya melainkan untuk melucuti dia dari segala sesuatu. Ayub telah berjerih lelah di bawah berkat Allah selama bertahun-tahun dan ia telah mengumpulkan banyak hal. Ia memiliki tujuh ribu kambing domba, tiga ribu unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina, dan banyak sekali budak. Ia memiliki seorang istri yang kekasih dan tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Selain itu, Ayub sangat sukses di dalam hal menjadi sempurna dan tulus dan di dalam berpegang kepada kejujurannya. Harta benda, kesuksesan dan pencapaiannya membuatnya menjadi seorang yang puas dan dipuaskan. Meskipun Ayub itu kaya dengan harta benda dan kaya dengan pencapaiannya, tetapi ia tidak memiliki Allah di dalamnya. Ketika Allah memandang Ayub, Dia mungkin mengatakan, “Hai Ayub, apakah yang harus Kulakukan terhadapmu? Engkau kaya dengan harta bendamu dan pencapaianmu, tetapi engkau tidak kaya dengan Aku. Engkau memiliki Aku dalam sebutan saja, tetapi engkau tidak memiliki Aku di dalam dirimu.” Karena itu, bagi penanggulangan Allah terhadap Ayub, maka Satan diperlukan. Satan adalah satu-satunya di alam semesta ini yang bisa dan yang akan memenuhi maksud Allah di dalam melucuti Ayub dari harta bendanya dan pencapaian etikanya.

C. Pemeriksaan Allah dengan Satan mengenai Ayub

Ayub 1:7-12a adalah satu catatan tentang pemeriksaan Allah dengan Satan mengenai Ayub.

1. Allah Bertanya kepada Satan

Allah bertanya kepada Satan, dari mana ia datang (ay. 7a).

2. Jawaban Satan

Dalam menjawab pertanyaan Allah, Satan mengatakan, “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi” (ay. 7b).

3. Allah Bertanya kepada Satan Mengenai Ayub

“Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorang pun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan” (ay. 8). Di sini Allah bermegah kepada Satan mengenai Ayub. Jika kita membaca ini dengan teliti, maka kita akan melihat bahwa Allah bermegah di sini adalah dengan maksud agar Satan mau melakukan sesuatu bagi Dia.

4. Satan Bertanya Apakah Ayub Takut akan Allah tanpa Sebab/Mendapatkan Apa-apa

Satan menjawab Yehovah, sambil bertanya kepada-Nya, “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu” (ay. 9-10). Allah membuat pagar sekeliling Ayub, dan Dia memberkati pekerjaan tangannya. Di dalam ayat 11, Satan selanjutnya mengatakan, “Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu” (ay. 11).

5. Allah Mengatakan Bahwa Semua Yang Ayub Miliki Ada di Tangan Satan

“Maka firman Yehovah kepada Iblis: Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu, hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya” (ay. 12a). Kita tidak boleh mengira bahwa Allah terperangkap oleh Satan, karena Satan diperangkap oleh Allah untuk melakukan sesuatu bagi-Nya—untuk melucuti Ayub bagi Allah. Satan, si malaikat jahat itu, rela untuk melakukan apa saja yang tidak rela dilakukan oleh malaikat-malaikat yang baik, dan ia segera menerima amanat Allah.

6. Konsep Jahat Satan mengenai Penanggulangan Allah terhadap Umat yang Mencari-Nya Adalah Berdasarkan kepada Prinsip Komersil-Nya akan Untung dan Rugi

Konsep jahat Satan mengenai penanggulangan Allah terhadap umat yang mencari-Nya adalah berdaasrkan prinsip komersilnya akan untung dan rugi. Satan adalah seorang usahawan, seorang pedagang, dan pemikirannya adalah menurut prinsip komersilnya. Ia tidak tahu bahwa tujuan Allah dalam menanggulangi orang-orang yang mengasihi Dia, bahkan dengan cara kerugian, adalah agar mereka bisa mendapatkan Dia sampai tingkat yang paling penuh, melebihi kehilangan segala hal yang mereka miliki selain Dia, sehingga Dia bisa diekspresikan melalui mereka bagi penggenapan tujuan Dia menciptakan manusia (Kej. 1:26).

III. SATAN MENYERANG AYUB, DAN AYUB MENDERITA PENCOBAAN-PENCOBAAN DI DALAM PERKARA HARTA BENDA DAN ANAK-ANAKNYA

Di dalam Ayub 1:2b-19, kita melihat bahwa Satan menyerang Ayub dan bahwa Ayub menderita pencobaan-pencobaan di dalam perkara harta benda dan anak-anaknya.

A. Satan Pergi dari Hadapan Allah

Ayat 12b memberi tahu kita bahwa Satan pergi dari hadapan Allah.

B. Serangan Satan

1. Lembu dan Keledai-keledai Dirampas

Pada satu hari, ketika anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan Ayub sedang makan dan minum anggur di rumah saudara sulung mereka, seorang utusan datang dan melaporkan kepada Ayub bahwa orang-orang Syeba menyerang lembu dan keledai-keledai dan merampas mereka, memukul budak-budaknya dengan pedang. Hanya utusan itu yang menyelamatkan diri dan dapat memberitahukan hal-hal ini kepada Ayub (ay. 13-15).

2. Api Allah Melahap Kambing Domba

Ketika utusan ini masih sedang berbicara, yang lainnya datang dan melaporkan bahwa api Allah turun dari langit dan membakar kambing domba dan para penjaga dan melahap mereka. Api itu adalah semacam malapetaka alam. Hanya utusan itu sendiri yang luput dan dapat memberitahukan hal-hal ini kepada Ayub (ay. 16).

3. Orang-orang Kasdim Menyerbu Unta-unta dan Merampasnya

Ketika utusan ini masih sedang berbicara, yang lainnya datang dan melaporkan bahwa orang-orang Kasdim telah membentuk tiga pasukan dan menyerbu unta-unta dan merampasnya. Mereka memukul para penjaganya dengan mata pedang, dan hanya utusan itu yang luput sehingga dapat memberitahukan hal-hal ini kepada Ayub (ay. 17).

4. Angin Ribut Menyebabkan Kematian Anak-anak Laki-laki dan Anak-anak Perempuan Ayub

Ketika utusan ini masih sedang berbicara, yang lainnya datang dan melaporkan mengenai anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan Ayub. Mereka sedang makan dan minum anggut di rumah saudara sulungnya; dan tiba-tiba ada angin ribut datang dari seberang padang gurun dan melanda keempat penjuru rumah itu, sehingga roboh menimpa orang-orang muda itu dan mereka mati. Hanya utusan itu yang luput sehingga dapat memberitahukan hal-hal ini kepada Ayub (ay. 18-19). Angin ribut ini mungkin adalah angin topan. Seperti api, angin ribut ini adalah satu malapetaka alam yang didalangi oleh Satan.

C.Reaksi Ayub terhadap Pencobaan-pencobaannya

Ayat 20-22 menggambarkan reaksi Ayub terhadap pencobaan-pencobaannya.

1. Mengoyakkan Pakaiannya, Mencukur Kepalanya, Sujud dan Menyembah Allah

Ayub bangkit, mengoyakkan pakaiannya, mencukur kepalanya, sujud dan menyembah Allah (ay. 20).

2. Mengatakan Bahwa Yehovah Memberi dan Mengambil

Ayub mengatakan, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya” (ay. 21a). Kemudian ia mengumumkan, “Yehovah yang memberi dan Yehovah yang mengambil; Diberkatilah nama Yehovah” (ay. 21b).

3. Tidak Berdosa atau Menuduh Allah Berbuat yang Kurang Patut

Di dalam semuanya ini, Ayub tidak berdosa, ataupun menuduh Allah berbuat yang kurang patut (ay. 22).

Kemudian, ketiga teman Ayub mendengar tentang situasinya dan datang untuk mengunjunginya (2:11-13). Ayub, istrinya, dan teman-temannya semuanya bingung dan tidak mampu menemukan alasan untuk apa yang telah terjadi kepada Ayub. Mereka tidak bisa menemukan jawaban karena Perjanjian Lama sendiri tidak memiliki jawaban itu. Jawaban itu ada di dalam surat-surat kiriman Paulus.