← Daftar isi Markus (3) · bab 3/23

PERMULAAN INJIL DAN PERKENALAN HAMBA-PENYELAMAT (1)

Pembacaan Alkitab: Mrk. 1:1-13

Injil Markus menyajikan Kristus sebagai Hamba Penyelamat. Dalam Injil ini Hamba-Penyelamat memiliki satu ciri khas, yaitu keinsanian-Nya yang berbaur dengan keila-hian-Nya. Keinsanian Tuhan sangat elok dalam kebajikan dan kesempurnaan-Nya; keilahian-Nya sangat semarak dalam kemuliaan dan kebesaran-Nya. Kalau kita membaca Injil Markus, kita dapat melihat aspek-aspek Kristus ini. Keinsanian Tuhan ternyata dalam kebajikan dan kesempur-naan, keilahian Tuhan ternyata dalam kemuliaan dan kebesaran. Kita perlu terkesan dengan aspek-aspek Tuhan ini. Kemudian, ketika kita mempelajari Kitab Markus ini, kita akan nampak bahwa Tuhan adalah seorang Hamba-Penye-lamat yang menakjubkan. Ia adalah Allah sendiri yang men-jadi Hamba untuk melayani kita dengan jalan memberikan hayat-Nya sebagai tebusan bagi kita.

Dalam berita ini kita akan membahas permulaan Injil dan perkenalan (inisiasi) Hamba-Penyelamat (1:1-13). Markus 1:1 mengatakan, “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.” Kata “Injil” berarti berita gembira, kabar baik (Rm. 10:15). Injil adalah pelayanan (ministri) Hamba-Penyelamat sebagai Hamba Allah untuk melayani umat-Nya. Injil Matius dimulai dengan generasi-generasi rajani dari Kristus, Sang Raja (Mat. 1:1-17); Injil Lukas dimulai dengan silsilah insani Manusia, Yesus (Luk. 3:23-38); dan Injil Yohanes dimulai dengan asal mula kekal Putra Allah (Yoh. 1:1-2); sedangkan Injil Markus dimulai dengan permulaan Injil, pelayanan Yesus sebagai Hamba Allah yang rendah (Flp. 2:7; Mat. 20:27-28), bukan dengan asal-usul persona-Nya. Sudah lazim, yang patut diper-hatikan dari seorang hamba adalah pelayanannya, bukan personanya.

INJIL YESUS KRISTUS

Menurut Markus 1:1, Injil ini adalah Injil Yesus Kristus, Anak Allah. Injil ini merupakan biografi Hamba-Penyelamat, Allah yang berinkarnasi menjadi Hamba untuk menyela-matkan orang-orang dosa. Dalam sebutan (gelar) majemuk “Yesus Kristus, Anak Allah” ini, “Yesus Kristus” menyata-kan keinsanian-Nya, dan “Anak (Putra) Allah” menyatakan keilahian-Nya. Keduanya terekspresi sepenuhnya melalui kebajikan-kebajikan insani-Nya dan atribut-atribut ilahi da-lam ministri dan aktivitas-Nya untuk pelayanan Injil-Nya, seperti yang tercatat dalam Injil ini.

Walaupun kita menyadari bahwa kata Injil berarti berita gembira, kita perlu menyelami lebih dalam apakah Injil itu sebenarnya. Beberapa orang di antara kita yang telah menjadi Kristen selama bertahun-tahun masih belum me-nyadari apakah Injil itu. Injil adalah penggenapan seluruh Perjanjian Lama. Karena itu, untuk mengetahui apakah Injil itu, kita perlu membaca ketiga puluh sembilan kitab Perjanjian Lama dan diterangi mengenai wahyu yang ada di dalamnya.

ZAMAN DALAM ALKITAB

Guru-guru Alkitab telah menunjukkan bahwa dalam Alkitab ada tujuh zaman (Beberapa guru menguranginya menjadi empat). Ketujuh zaman ini meliputi kitab-kitab dari Kejadian 1 hingga Wahyu 20. Yang pertama dari za-man tersebut adalah zaman tanpa dosa. Zaman ini, di mana tidak ada dosa di dalamnya, hanya mencakup kedua pasal pertama Kitab Kejadian.

Setelah zaman tanpa dosa, ada zaman hati nurani. Ini meliputi masa kejatuhan manusia dalam Kejadian 3 hingga masa air bah.

Setelah manusia jatuh, manusia dituntut untuk hidup menurut hati nurani. Akan tetapi, karena manusia gagal melaksanakannya, zaman yang ketiga — pemerintahan manusia — datang sebagai pengganti zaman kedua. Se-telah air bah, Allah menetapkan bahwa manusia akan berada di bawah kontrol pemerintahan manusia, karena manusia gagal hidup menurut hati nuraninya. Selama zaman ini, bangsa-bangsa dibangkitkan dan terbentuklah pemerintah-pemerintah. Zaman ini juga berakhir dengan kegagalan.

Zaman keempat dimulai dengan panggilan Allah terhadap Abraham untuk keluar dari umat manusia yang jatuh, bobrok, dan memberontak itu. Dalam panggilan-Nya terhadap Abraham, Allah memberikan janji kepadanya. Jadi, zaman yang keempat disebut sebagai zaman janji.

Kita telah nampak bahwa keempat zaman yang pertama adalah zaman tanpa dosa, hati nurani, pemerintahan manusia, dan janji. Maksud Allah bukanlah untuk segera menggenapkan janji yang Ia buat kepada Abraham. Karena selang sejangka waktu, Allah menurunkan hukum Taurat melalui Musa dengan maksud agar hukum Taurat dipakai sebagai kandang untuk memelihara umat-Nya dalam penjagaan agar mereka terpelihara.

Hukum Taurat dapat dibandingkan dengan kandang yang di dalamnya domba-domba dikurung pada malam ha-ri. Hukum Taurat yang diberikan melalui Musa adalah se-macam kandang untuk menjaga umat pilihan Allah. Jadi, zaman yang kelima adalah zaman hukum Taurat.

Setelah zaman ini, Kristus datang. Mengenai kedatang-an Kristus, Yohanes 1:17 mengatakan, “Sebab hukum Taurat diberikan melalui Musa; tetapi anugerah dan kebenaran da-tang melalui Yesus Kristus.” Karena anugerah (kasih karu-nia) datang melalui Yesus Kristus, maka zaman keenam ini disebut zaman anugerah.

Zaman anugerah berlangsung hingga kedatangan Tuhan untuk kali kedua, yang pada saat itu Ia akan membangun kerajaan di bumi. Kerajaan tersebut akan berlangsung se-ribu tahun, dan periode ini disebut kerajaan seribu tahun. Jadi, zaman yang ketujuh, adalah zaman kerajaan.

Melalui ketujuh zaman ini Allah akan menggenapkan tujuan-Nya dengan sempurna. Setelah akhir seribu tahun itu, segala sesuatunya akan diperbarui. Kemudian datanglah alam semesta yang baru dengan langit baru dan bumi baru serta Yerusalem Baru sebagai pusatnya hingga abadi. Di dalam Yerusalem Baru, Allah dan umat tebusan-Nya akan menikmati hayat kekal.

Sebagaimana saya tunjukkan, beberapa guru Alkitab lebih condong mengatakan bahwa dalam Alkitab hanya ada empat zaman yang utama. Roma 5 mengatakan bahwa dari Adam hingga Musa tidak ada hukum Taurat. Periode yang panjang ini, yang termasuk zaman tanpa dosa, hati nurani, pemerintahan manusia, dan janji dapat dianggap sebagai satu zaman, zaman sebelum hukum Taurat. Ke-mudian menurut pengertian ini zaman yang kedua, men-cakup masa dari Musa hingga Kristus, adalah zaman hu-kum Taurat. Zaman yang ketiga adalah zaman anugerah, berlangsung sejak kedatangan Kristus kali pertama hing-ga kedatangan-Nya kali kedua. Akhirnya, ada zaman ke-empat, zaman kerajaan, berlangsung dari saat kedatangan Tuhan kali kedua hingga akhir zaman seribu tahun. Penger-tian zaman ini sangat mudah diingat. Dalam pandangan ini ada empat zaman: Zaman sebelum hukum Taurat, za-man hukum Taurat, zaman anugerah, dan zaman keraja-an.

ISI PERJANJIAN LAMA

Telah saya katakan bahwa Injil adalah penggenapan Perjanjian Lama. Sekarang kita perlu bertanya apa isi Per-janjian Lama. Kita bisa memakai tiga kata untuk meng-ekspresikan isi Perjanjian Lama: Janji, hukum Taurat, dan nubuat.

Janji-janji

Janji ini tentunya meliputi zaman tanpa dosa, hati nurani, pemerintahan manusia, dan janji. Ini meliputi Perjanjian Lama dari Adam hingga pemberian hukum Taurat kepada Musa. Kitab Kejadian, khususnya, adalah kitab mengenai janji Allah.

Tahukah Anda apa janji pertama yang diberikan oleh Allah dalam Kitab Kejadian? Janji yang pertama tercatat dalam Kejadian 3:15, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Janji ini diberi-kan segera sesudah kejatuhan manusia. Mungkin Adam dan Hawa sangat ketakutan dan gemetar karena ketidakpa-tuhan mereka. Tetapi Allah memberi mereka janji yang menakjubkan. Janji ini, yaitu bahwa keturunan perempuan itu akan datang untuk meremukkan kepala ular. Walaupun tumitnya akan diremukkan, keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular. Betapa besar janji ini!

Injil adalah penggenapan janji bahwa keturunan perem-puan akan meremukkan kepala ular. Kita tahu bahwa Kristus, keturunan perempuan itu, benar-benar telah da-tang. Ia dilahirkan oleh seorang dara sebagai penggenapan janji dalam Kejadian 3:15. Keturunan perempuan adalah Hamba-Penyelamat yang disajikan dalam Injil Markus.

Janji yang lainnya, juga mengenai keturunan, diberi-kan kepada Abraham. Menurut dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan Kejadian 22:17-18 Allah berjanji kepada Abraham, “Maka Aku akan memberkati eng-kau berlimpah-limpah keturunanmu itu akan menduduki kota-kota mu-suhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.” Di sini kita memiliki janji bahwa keturunan Abraham akan menjadi berkat besar bagi umat manusia karena segala bangsa akan diberkati melalui keturunannya.

Keturunan ini juga mengacu kepada Tuhan Yesus. Me-ngenai hal ini Paulus berkata dalam Galatia 3:16, “Adapun segala janji itu diucapkan kepada Abraham dan kepada ke-turunannya. Tidak dikatakan ‘kepada keturunan-keturun-annya’ seolah-olah yang dimaksudkan adalah banyak orang, tetapi hanya satu orang ‘dan kepada keturunanmu’, yaitu Kristus.” Kristus dilahirkan sebagai keturunan Abraham, di-lahirkan dari bangsa yang terpilih. Jadi, Ia adalah keturunan Abraham.

Sebagai keturunan perempuan, Kristus menghancur-kan Iblis dan telah membereskan persoalan alam semesta. Alam semesta ini telah dikacau-balaukan oleh satu hal — ular. Dalam Alkitab, kita dapat melihat garis ular, atau per-kembangan ular. Mula-mula ular muncul dalam Kejadian 3. Dalam Wahyu 12:9 ular ini, yang disebut ular tua, telah menjadi seekor naga besar. Menurut Kitab Wahyu, ular ini, Iblis, Satan, akan diikat dan dilemparkan ke dalam jurang maut selama seribu tahun (20:2-3). Setelah seribu tahun, ia akan dilepaskan dan akan memberontak sekali lagi. Kemudian ia akan dilemparkan ke dalam lautan api (Why. 20:10).

Yang penting di sini adalah: Keturunan perempuan yang dijanjikan dalam Kejadian 3:15 adalah untuk menanggulangi ular. Kita perlu menyatakan hal ini dalam pemberitaan Injil kita. Sayang, para pengabar Injil hari ini jarang sekali yang menunjukkan bahwa keturunan perem-puan dalam Kejadian 3:15 adalah untuk menghancurkan ular.

Mengenai Tuhan sebagai keturunan perempuan yang menghancurkan ular, Ibrani 2:14 mengatakan, “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan turut mengalami keadaan mereka, supaya melalui kematian-Nya Ia memus-nahkan dia, yaitu Iblis yang berkuasa atas maut.” Dalam Yohanes 3:14 Tuhan berkata bahwa sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia akan ditinggikan. Ular tembaga yang ditinggikan oleh Musa melambangkan penghakiman atas ular tua. Ketika Tuhan dinaikkan ke atas salib, Ia menghancurkan ular ini. Karena itu, sebagai keturunan perempuan, Tuhan merampungkan penghancuran ular yang beracun yang oleh-nya umat manusia telah dipagut dan diracuni. Karena kita telah teracuni oleh ular, sifat ular terinjeksi ke dalam kita. Tetapi keturunan perempuan itu menjadi darah dan daging untuk menghancurkan ular ini melalui kematian-Nya di kayu salib. Ini adalah bagian yang besar dalam Injil.

Keturunan perempuan adalah untuk menghancurkan ular, keturunan Abraham adalah untuk membawakan ber-kat Allah kepada kita. Keturunan perempuan mengakhiri ular, dan keturunan Abraham membawakan berkat Allah Tritunggal. Dalam Galatia 3:14 Paulus berkata mengenai berkat ini, “supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga melalui iman kita me-nerima Roh yang telah dijanjikan itu.” Menurut ayat ini, berkat ini adalah Roh itu. Apakah Roh itu? Roh itu adalah perampungan sempurna Allah Tritunggal. Ketika kita me-nerima Roh itu, kita menerima Allah Tritunggal dan me-miliki Dia sebagai berkat kita. Tidak hanya demikian, berkat ini adalah hayat kekal kita. Roh itu sama dengan Allah Tritunggal, Allah Tritunggal adalah hayat kekal, dan hayat kekal adalah berkat yang kita terima.

Sekarang kita dapat nampak lebih sempurna apakah Injil itu. Injil adalah penggenapan dua janji yang besar: Janji mengenai keturunan perempuan untuk meremukkan ular dan janji mengenai keturunan Abraham untuk memba-wakan berkat Roh itu, yang adalah perampungan sempurna Allah Tritunggal sebagai hayat kekal, menjadi berkat kita.

Hukum Taurat dan Nubuat-nubuat

Sebelum janji-janji ini digenapi, Allah memberikan hukum Taurat untuk mengurung umat pilihan-Nya dalam penjagaan. Pada waktu umat Allah dikurung dalam kandang hukum Taurat, Allah membangkitkan nabi-nabi. Ini berarti setelah janji-janji tersebut, ada penjagaan hukum Taurat, dan selama penjagaan ini Allah memberikan nubuat-nubuat untuk menguatkan janji-janji tersebut.

Telah kita tekankan fakta bahwa dalam Kejadian 3:15 kita mempunyai janji mengenai keturunan perempuan. Da-lam Yesaya 7:14 kita jumpai suatu nubuat yang menguat-kan janji ini, “Sesungguhnya, seorang perempuan muda me-ngandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.” Nubuat-nubuat lainnya juga merupakan penguatan janji yang diberikan oleh Allah pada zaman janji.

PENGGENAPAN JANJI-JANJI

DAN NUBUAT-NUBUAT

DAN PEMBATALAN HUKUM TAURAT

Kita telah nampak bahwa Allah pertama-tama membe-rikan janji-janji. Kemudian Ia menurunkan hukum Taurat untuk memelihara umat pilihan-Nya, setelah itu Ia mengu-tus nabi-nabi untuk mengutarakan nubuat-nubuat sebagai pengukuhan janji-janji tersebut. Akhirnya, Dia yang dijan-jikan itu, keturunan perempuan dan keturunan Abraham, datang. Dia bukan hanya datang, tetapi juga diperkenalkan.

Di sini kita memakai kata “perkenalan” bukan dalam pengertian mengawali sesuatu, melainkan dalam pengertian membawa seseorang ke dalam ruang lingkup yang baru. Jadi, dalam pemakaian kita yang khusus, perkenalan ada-lah pelantikan. Kita bisa memakai pelantikan seorang presi-den sebagai suatu ilustrasi. Setelah pemilihan umum, presiden tersebut dikenal sebagai presiden terpilih. Kemudian, pada hari pelantikan, ia dilantik untuk menduduki jabatan ke-presidenan. Pelantikan itu adalah perkenalannya ke dalam jabatan kepresidenan. Ini mengilustrasikan Tuhan yang diperkenalkan ke dalam ministri-Nya.

Tuhan Yesus dilahirkan sebagai keturunan perempuan dan keturunan Abraham adalah untuk menjadi Hamba-Pe-nyelamat kita, untuk meremukkan ular dan mendatangkan Allah Tritunggal sebagai berkat hayat kekal. Akan tetapi, pada usia tiga puluh, Ia perlu diperkenalkan ke dalam mi-nistri-Nya. Imam-imam dalam Perjanjian Lama diperkenal-kan pada usia tiga puluh ke dalam jabatan imam, dan dengan cara yang serupa Tuhan, juga pada usia tiga puluh, diperkenalkan ke dalam ministri-Nya. Karena itu, sebagai penggenapan janji-janji dan nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama, Tuhan Yesus dilahirkan sebagai keturunan perem-puan dan keturunan Abraham dan akhirnya diperkenalkan ke dalam ministri-Nya.

Setelah mempersekutukan hal-hal ini, sekarang kita dapat mengatakan bahwa Injil adalah penggenapan janji-janji dan nubuat-nubuat dan juga pembatalan (penghapus-an) penjagaan hukum Taurat. Hal ini berarti Injil adalah penggenapan janji-janji dan nubuat-nubuat mengenai ketu-runan yang unik ini, keturunan perempuan, dan keturunan Abraham. Selanjutnya, Injil membatalkan, meniadakan, dan menghapus penjagaan hukum Taurat. Sekarang kita tidak lagi tergantung pada janji-janji, hukum Taurat, dan nubuat-nubuat Perjanjian Lama, karena Kristus, keturunan yang unik itu, telah datang. Keturunan ini adalah penggenapan semua janji yang berharga itu. Karena kita memiliki Dia, maka semua janji digenapkan. Sebagai penggenapan janji-janji, Ia juga adalah penggenapan nubuat-nubuat, yang di-berikan untuk menguatkan janji-janji tersebut. Tidak hanya demikian, Dia juga menghapus penjagaan hukum Taurat. Jadi, keturunan yang unik ini adalah penggenapan janji-janji dan nubuat-nubuat dan penghapusan penjagaan hukum Taurat.

Kedatangan Kristus adalah penggenapan atas janji-janji dan nubuat-nubuat dan pembatalan hukum Taurat. Hukum Taurat telah dihapuskan, dan umat pilihan Allah tidak lagi berada di bawah penjagaannya. Telah saya tunjukkan bahwa hukum Taurat dapat diumpamakan kandang domba, tem-pat domba-domba dikurung pada malam hari. Ketika fajar menyingsing, domba-domba keluar dari kandang. Demikian pula, karena Kristus telah datang sebagai penggenapan janji-janji dan nubuat-nubuat, tidak perlu lagi umat pilihan Allah berada di bawah penjagaan hukum Taurat. Dalam arti positif, hukum Taurat adalah penjaga, tetapi dalam arti negatif, hukum Taurat adalah belenggu, perbudakan. Akan tetapi sekarang hukum Taurat, bersama janji-janji dan nu-buat-nubuat telah berlalu. Keturunan perempuan telah mere-mukkan ular, dan keturunan Abraham telah membawakan berkat Allah Tritunggal. Tidak hanya demikian, Dia ini te-lah membatalkan hukum Taurat. Sekarang kita tidak lagi di bawah zaman hukum Taurat, janji-janji, atau nubuat-nubuat, karena kita memiliki Kristus.

Bila kita nampak hal ini, kita dapat mengerti makna dari apa yang terjadi di gunung perubahan ketika Petrus mengusulkan agar dibuat tiga kemah — satu untuk Musa, satu untuk Elia, dan satu untuk Tuhan Yesus. Usul sema-cam ini bertentangan dengan surga. Karenanya, Matius 17:5 mengatakan, “Tiba-tiba sementara ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata, ‘Inilah Anak-Ku yang ter-kasih, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.’” Ke-mudian Matius 17:8 meneruskan, “Ketika mereka mengang-kat kepala, mereka tidak melihat seorang pun kecuali Yesus seorang diri.” Musa mewakili hukum Taurat, dan Elia me-wakili nabi-nabi. Kristus, Sang unik ini, adalah segalanya. Ia adalah penggenap janji-janji dan nubuat-nubuat dan juga penghapus hukum Taurat. Hal ini berarti Ia adalah peng-ganti yang sempurna bagi keseluruhan Perjanjian Lama. Ini adalah Injil, kabar baik, berita gembira. Puji Tuhan untuk Injil ini! Puji Dia bahwa Kristus adalah penggenap janji-janji dan nubuat-nubuat dan juga penghapus hukum Taurat!

Bila kita mengerti apakah Injil itu, kita akan mema-hami bahwa Yakobus telah membuat suatu kesalahan yang besar dalam Kisah Para Rasul 21 dan dalam suratnya yang membawa kaum beriman kembali kepada hukum Taurat. Di satu pihak, Yakobus memberitakan Kristus; di pihak lain, ia masih mengurung kaum beriman di bawah hukum Taurat, di dalam kandang yang usang, yang telah diting-galkan Allah. Hal yang Tuhan hapuskan malah dibawa kem-bali oleh Yakobus. Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa dalam Injil, kita tidak lagi memiliki zaman hukum Taurat, janji-janji. Sebaliknya, dalam Injil kita memiliki penggenap-an janji dan nubuat-nubuat, dan juga penghapusan hukum Taurat.

Banyak orang Kristen hari ini hanya memiliki pema-haman yang dangkal atas Alkitab. Mereka mungkin me-ngerti istilah-istilah dalam Alkitab, tetapi tidak menjamah kedalaman atas kekayaan istilah-istilah tersebut. Marilah kita menggunakan kata “Injil” sebagai suatu contoh. Kita ti-dak seharusnya memahami hal ini secara dangkal, kita per-lu nampak bahwa Injil adalah penggenapan dari semua janji dan nubuat-nubuat dan juga penghapusan hukum Taurat. Karena itulah, akhirnya ketiga murid di atas gunung perubahan tidak nampak siapa pun kecuali Yesus seorang. Mereka tidak lagi mempunyai janji-janji, nubuat-nubuat, atau hukum Taurat; mereka memiliki Tuhan Yesus sebagai keturunan perempuan dan sebagai keturunan Abraham. Ia adalah Hamba-Penyelamat kita, dan sesungguhnya Ia sen-dirilah Injil itu.

PENGGENAPAN LAMBANG-LAMBANG

Injil juga adalah penggenapan sesuatu yang lain — penggenapan lambang-lambang dalam Perjanjian Lama. Ka-rena itu, dalam Injil kita memiliki penggenapan janji-janji, nubuat-nubuat, dan lambang-lambang.

Pada firman Tuhan mengenai keturunan perempuan dalam Kejadian 3:15, kita memiliki janji. Tetapi dalam tin-dakan Tuhan yang membuatkan pakaian dari kulit bina-tang dan mengenakannya kepada Adam dan istrinya kita memiliki sebuah lambang (Kej. 3:21). Kurban Habel, kurban yang diterima oleh Allah, adalah lambang lainnya. Anak Domba yang dipersembahkan oleh Abraham sebagai ganti anaknya juga adalah sebuah lambang. Lambang-lambang lainnya dalam Perjanjian Lama adalah anak domba Paskah, manna di padang gurun, batu karang yang terbelah dengan aliran air, dan Kemah Pertemuan. Tidak hanya demikian, orang-orang seperti Daud dan Salomo juga adalah lambang-lambang. Injil adalah penggenapan lambang-lambang terse-but. Yohanes Pembaptis, pelopor Tuhan Yesus, menunjuk ke-pada-Nya dan berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yoh. 1:29). Jadi, Kristus adalah penggenap lambang anak domba. Dalam Yohanes 1:14 kita memiliki perkataan ini, “Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal (berkemah) di antara kita.” Hal ini menunjukkan bahwa Kristus adalah penggenapan atas kemah tersebut. Jadi, Injil bukan hanya menggenapkan janji dan nubuat, tetapi juga menggenapkan lambang. Selain itu, Injil juga menghapuskan hukum Taurat. Inilah definisi lengkap dari Injil.