← Daftar isi Markus (3) · bab 17/23

PERGERAKAN PELAYANAN INJIL HAMBA-PENYELAMAT (1)

Pembacaan Alkitab: Mrk. 4:35—5:43

Dengan berita ini kita akan mulai membahas potongan panjang lainnya dari Injil Markus yang menyinggung pergerakan pelayanan Injil Hamba-Penyelamat (4:35— 10:52). Dalam berita ini kita akan membahas 4:35—5:43, yang terdiri dari tiga perkara: Meredakan angin dan laut (4:35-41), mengusir setan legion (5:1-20), menyembuhkan pe-rempuan yang sakit pendarahan dan menbangkitkan gadis yang mati (5:21-43).

MENUNDUKKAN PEMBERONTAKAN

Markus 4 adalah sebuah pasal yang menakjubkan, yang menyinggung benih kerajaan, gen kerajaan, dan perkem-bangannya yang penuh. Mungkin agak mengherankan, di akhir pasal ini kita menemukan catatan tentang badai di danau (laut). Boleh jadi Anda heran, bagaimana bagian terakhir pasal 4 cocok dengan 4:1-34, yang mencatat beberapa perumpamaan tentang kerajaan.

Mula-mula, Markus 4 membicarakan Kerajaan Allah. Lalu, menyusul catatan tentang kerajaan, terdapat catatan tentang pemberontakan. Markus 4:37 mengatakan, “Lalu mengamuklah topan yang sangat dahsyat dan ombak me-nyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mu-lai penuh dengan air.” Ini adalah gambaran pemberontakan. Melalui ini kita nampak bahwa pada akhir pasal tentang Kerajaan Allah ini, pemberontakan masih ada.

Tidaklah memadai menggunakan satu kata saja seba-gai topik pasal 4. Dalam pasal ini mula-mula ada kerajaan, kemudian ada penanggulangan pemberontakan. Dalam pan-dangan Allah, kerajaan adalah perkembangan Allah sendiri sebagai benih hayat. Akan tetapi, dalam pandangan musuh Allah, kerajaan adalah penundukan pemberontakan.

Selesai mengucapkan perkataan tegas tentang Keraja-an Allah, Hamba-Penyelamat berkata kepada murid-murid-Nya, “‘Marilah kita bertolak ke seberang.’ Mereka mening-galkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia” (ayat 35-36). Si pemberontak, Iblis, kemudian memakai malaikat-malaikatnya di udara dan roh-roh jahatnya di dalam air untuk membangkitkan pemberontakan. Karena itu, “menga-muklah topan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air” (ayat 37). Topan ini mempersulit perahu yang membawa Tuhan dan murid-murid-Nya menyeberangi da-nau itu.

Tuhan Tidur di Dalam Perahu

Ayat 38 mengatakan, “Pada waktu itu Yesus sedang ti-dur di buritan memakai bantal. Lalu murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya, ‘Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?’” Hamba-Penyelamat sedang tidur dengan tenang di dalam perahu yang diserang badai, sementara murid-murid sangat ketakutan karena-nya. Ini menunjukkan bahwa Ia berada di atas badai yang mengancam dan tidak terganggu olehnya. Asalkan murid-murid itu memiliki penyertaan-Nya di dalam perahu mere-ka, dengan beriman kepada-Nya (ayat 40), mereka seharus-nya berbagian dalam perhentian-Nya dan menikmati damai sejahtera-Nya.

Tuhan sedang beristirahat dengan damai, tetapi murid-murid-Nya ketakutan. Karena takutnya, mereka memba-ngunkan Hamba-Penyelamat yang sedang tidur dan berkata kepada-Nya, “Guru, tidak pedulikah Engkau kalau kita binasa?”

Ayat 39 mengatakan, “Ia pun bangun, membentak angin itu dan berkata kepada danau itu, ‘Diam! Tenanglah!’ Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.” Pada waktu murid-murid mengikuti Dia, Hamba-Penyelamat, sebagai manusia yang berkekuasaan ilahi, mengendalikan badai yang mengancam mereka.

Mengapa Tuhan membentak angin dan berkata kepada danau itu? Suatu bentakan tidak ditujukan kepada barang yang mati, melainkan ditujukan kepada barang yang ber-pribadi. Hamba-Penyelamat membentak angin dan memberi perintah kepada danau itu supaya tenang karena di udara (angin) ada malaikat-malaikat yang jatuh milik Iblis (Ef. 6:12), dan di dalam laut ada setan-setan (Mat. 8:32). Para malaikat yang telah jatuh di udara dan setan-setan di dalam air bekerja sama untuk menghambat Hamba-Penyelamat agar tidak bisa ke seberang danau itu, karena mereka tahu bahwa Ia akan mengusir setan-setan di sana (Mrk. 5:1-20).

Tuhan Membentak Angin

Tuhan membentak angin dan memerintahkan danau agar tenang karena malaikat-malaikat pemberontak dan setan-setan berada di baliknya. Tuhan tahu, badai ini dida-langi oleh para malaikat dan setan-setan, agar Ia terhalang dan tidak bisa ke seberang danau untuk mengusir setan le-gion. Ketika Tuhan mengusir setan-setan itu, kerajaan pun datanglah.

Kini kita dapat melihat, dalam pasal 4 Tuhan membi-carakan kerajaan dan dalam pasal 5 Ia mendatangkan kerajaan dengan mengusir setan-setan. Di antara pembica-raan tentang kerajaan dan kedatangan kerajaan, terjadi peristiwa danau berbadai. Setelah Tuhan membentak angin dan berkata kepada danau, angin itu reda dan danau men-jadi teduh sekali, karena pemberontakan para malaikat jahat di udara dan roh-roh jahat yang di dalam air telah ditaklukkan. Karena itu, dalam 4:35-41 kita nampak kera-jaan adalah kekuatan yang menundukkan pemberontakan.

Urutan dalam pasal ini sangat bermakna. Segera setelah penyingkapan kerajaan, kita dapati penundukan pemberontakan. Ini adalah untuk mendatangkan Kerajaan Allah.

Markus 4:41 mengatakan, “Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain, ‘Siapa sebenarnya orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?’”

Penghardikan Tuhan terhadap angin dan laut tidak hanya menyatakan kekuasaan ilahi Hamba-Penyelamat, tetapi ju-ga membuktikan bahwa Dia adalah Pencipta alam semesta (Kej. 1:9; Ayb. 38:8-11). Dia adalah Pencipta yang berkuasa.

MENGUSIR ROH-ROH JAHAT DAN

MEMBERSIHKAN USAHA YANG NAJIS

Karena pemberontakan telah ditundukkan, “lalu sam-pailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa” (5:1). Catatan 5:1-20 lebih terperinci daripada Matius 8:28-34. Ini adalah bukti kuat bahwa sebagai biografi Hamba Allah, Injil Markus menekankan pekerjaan-Nya bukan pada firman-Nya, dan memberikan lebih banyak rincian daripada kitab-kitab Injil yang lain.

Markus 5:2 mengatakan, “Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.” Mengenai orang ini, ayat 7 me-ngatakan, “Dan dengan keras ia berteriak, ‘Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!’”. Ini menunjukkan bahwa orang yang kerasukan itu telah diduduki sedemikian rupa se-hingga dipakai oleh roh itu, seakan-akan ia adalah roh itu sendiri. Begitu Tuhan Yesus tiba di daerah orang Gerasa, tersingkaplah keadaan daerah itu terhadap-Nya dan murid-murid-Nya. Di sana ada orang yang dirasuk setan legion, dan usaha penduduk negeri itu adalah beternak babi (ayat 11-14). Suatu usaha yang najis!

Dengan hikmat-Nya, Hamba-Penyelamat membereskan dua perkara sekaligus. Ia mengusir roh jahat dari orang yang kerasukan, dan membersihkan usaha yang najis, yak-ni peternakan babi. Sebelum Ia pergi ke daerah orang Gerasa, tempat itu penuh dengan roh jahat dan babi. Apa-kah Anda bersama keluarga senang tinggal di tempat yang seperti itu? Tentu tidak ada orang normal yang ingin ting-gal di daerah yang seperti itu. Namun, Tuhan Yesus pergi ke sana dengan tujuan mengusir roh jahat dan membersih-kan usaha yang najis. Murid-murid tidak mengerti tujuan Tuhan yang menyuruh mereka ke seberang (4:35). Tuhan tentu saja tahu mengapa Ia ingin pergi ke daerah orang Gerasa.

Umat Allah hendaknya tidak mengusahakan peternakan babi, melainkan beternak domba. Dengan beternak domba, usaha mereka akan menghasilkan kurban persembahan yang layak bagi Allah. Akan tetapi, orang-orang di daerah Gerasa mengusahakan ternak babi yang najis.

Pada prinsipnya, orang-orang yang tidak percaya Tuhan hari ini sama dengan orang-orang di tanah Gerasa itu. Jika manusia diduduki roh jahat, mereka akan terikat dengan usaha atau industri yang najis. Mereka perlu Tuhan Yesus yang datang untuk mengusir roh jahat dan membersihkan semua kegiatan najis mereka.

Markus 5:13 mengatakan, “Lalu keluarlah roh-roh ja-hat itu dan merasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tebing yang curam ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.” Di sini kita nampak, ada kira-kira dua ribu ekor babi. Tentu-nya, banyak setan yang mendorong babi-babi itu terjun ke

dalam danau. Jika hanya ada dua puluh setan, masing-ma-sing setan mungkin harus mendorong seratus babi terjun ke dalam danau. Yang penting di sini adalah hubungan setan-setan dengan usaha yang najis. Penyebab orang-orang yang tidak percaya hari ini terlibat dalam usaha yang najis dan berbagai hiburan yang penuh dosa adalah karena mereka berada di bawah pengaruh setan-setan.

MENYEMBUHKAN PEREMPUAN

YANG SAKIT PENDARAHAN DAN

MEMBANGKITKAN GADIS YANG MATI

Dalam 5:21-43 kita dapati catatan tentang penyem-buhan perempuan yang sakit pendarahan, dan membang-kitkan anak perempuan yang mati. Dalam catatan tentang perbuatan mukjizat Hamba Allah dalam pelayanan Injil-Nya ini, kembali Markus memberikan lebih banyak rincian da-ripada Matius. Ini adalah suatu pengisahan yang hidup, yang secara khusus melukiskan penderitaan orang-orang yang sakit, kelembutan dan kebaikan Hamba-Penyelamat dalam pelayanan penyelamatan-Nya terhadap mereka, serta kehadiran Petrus.

Markus 5:22-23 mengatakan, “Datanglah seorang ke-pala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, sujudlah ia di depan kaki-Nya dan memohon dengan sangat kepada-Nya, ‘Anak perempuanku sedang sakit, ham-pir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.’” Kepala rumah ibadat itu tidak begitu beriman. Inilah sebabnya ia memo-hon Tuhan Yesus datang ke rumahnya. Tuhan setuju dan pergi bersamanya.

Penggabungan Dua Kasus

Menurut ayat 24, “Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.” Dalam ayat 25 hingga 34 kita nampak, seorang perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun datang ke tengah kerumunan orang di belakang Tuhan, menyentuh jubah-Nya, dan memperoleh kesembuhan. Karena kasus perempu-an ini dirangkaikan dengan kasus anak perempuan kepala rumah ibadat itu, dan karena dua belas tahun lamanya ia menderita sama dengan umur anak gadis itu, dan kedua-duanya adalah perempuan, satu lebih tua, satu lebih muda; maka kasus-kasus ini dapat dipandang sebagai suatu kasus lengkap dari satu orang. Dari segi ini dapat dikatakan bah-wa anak gadis itu dilahirkan di dalam keadaan sakit fatal perempuan itu, dan mati karenanya. Ketika penyakit fatal perempuan itu disembuhkan oleh Penyelamat, anak gadis yang telah mati itu bangkit dari kematian. Ini melambang-kan bahwa setiap orang yang telah jatuh dilahirkan dalam penyakit dosa fatal dan mati di dalamnya (Ef. 2:1). Ketika penyakit fatal akibat dosa itu ditanggulangi oleh kematian penebusan Penyelamat (1 Ptr. 2:24), ia bangkit dan pindah dari maut ke dalam hayat (Yoh. 5:24-25).

Disentuh oleh Orang yang Mencari

Markus 5:28-29 mengatakan, “Sebab katanya, ‘Asal ku-sentuh saja jubah-Nya, aku akan sembuh.’ Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa bahwa ba-dannya sudah sembuh dari penyakitnya.” Kata Yunani yang diterjemahkan “sembuh” dalam ayat 28 juga bisa diterje-mahkan “pulih seluruhnya”. Secara harfiah, kata ini berarti “diselamatkan”. Penyakit adalah suatu penindasan oleh Iblis terhadap penderitanya. Karena itu, penyembuhan Hamba-Penyelamat adalah pelayanan penyelamatan bagi korban yang menderita, supaya ia dapat menikmati kelegaan dan kelepasan dari penindasan si jahat (Kis. 10:38).

Karena kerumunan orang mendesak-desak Hamba-Pe-nyelamat, para pencari sejati sulit menyentuh-Nya. Akan tetapi, perempuan ini mendapatkan jalan untuk menyen-tuh-Nya, dan ketika Ia melakukannya, ia menjadi sembuh. “Pada saat itu juga Yesus mengetahui bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berbalik di tengah orang banyak dan bertanya, ‘Siapa yang menyentuh jubah-Ku?’” (ayat 30). Tuhan memiliki perasaan batini bahwa keba-jikan-Nya, yaitu kekuatan-Nya (tenaga-Nya), telah keluar dari diri-Nya, dan terinfus ke dalam orang lain. Itulah se-babnya, Ia bertanya, siapa yang menyentuh jubah-Nya. Mu-rid-murid, yang bersifat alamiah, dan melihat kerumunan orang itu mendesak-desak Dia, berkata, “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menyentuh Aku?” (ayat 31). Orang-orang yang berdesak-desakan itu tidak menerima apa-apa dari Penyelamat, tetapi perempuan yang menyentuh-Nya beroleh kesembuhan.

Hamba-Penyelamat adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia (Yoh. 1:1, 14). Jubah-Nya melambangkan perilaku insani-Nya yang sempurna, kesempurnaan keba-jikan insani-Nya. Menyentuh jubah-Nya sebenarnya berarti menyentuh diri-Nya dalam keinsanian-Nya, yaitu perwujud-an Allah (Kol. 2:9). Melalui penyentuhan itu, kekuatan ilahi-Nya ditransfusikan ke dalam orang yang menyentuh melalui kesempurnaan keinsanian-Nya, dan menjadi kesem-buhannya. Allah yang tinggal dalam terang yang tak dapat didekati, menjadi dapat tersentuh di dalam Hamba-Penyela-mat melalui keinsanian-Nya untuk keselamatan dan kenik-matan perempuan itu. Inilah pelayanan Hamba-Penyelamat sebagai Hamba Allah bagi orang dosa yang sakit.

Dalam ayat 34 Tuhan berkata kepada perempuan itu, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Per-gilah dengan damai dan tetaplah sembuh dari penyakitmu!” Kekuatan Hamba-Penyelamat dalam penyembuhan meng-ekspresikan keilahian-Nya (ayat 30), firman-Nya yang dibe-rikan dengan kasih dan karunia dalam simpati, mengeks-presikan keinsanian-Nya. Dalam kasus ini keilahian dan keinsanian-Nya terbaur sekali lagi bagi ekspresi-Nya.

Makna Penyakit Perempuan itu

Apa arti penyakit perempuan itu? Penyakitnya melam-bangkan kebocoran hayat. Pendarahan melambangkan ke-bocoran esens hayat. Sejak kejatuhan manusia, setiap ke-turunan Adam telah menderita sakit itu. Sebagai orang dosa yang telah jatuh, kita semua terkena wabah kebocoran esens hayat. Karena penyakit ini, setiap keturunan Adam, setiap orang dosa yang telah jatuh, berangsur-angsur mati. Begitu manusia dilahirkan, ia mulai mati. Apa arti mati? Mati ber-arti mengalami kebocoran esens hayat. Jika Anda memper-hatikan masyarakat hari ini, Anda akan tahu, pada diri setiap orang dosa terdapat penyakit kebocoran esens hayat.

SUATU GAMBARAN MASYARAKAT

Dalam 4:35—5:43 kita temukan tiga hal: Penundukan pemberontakan, pengusiran setan dan pembersihan usaha yang najis, yakni peternakan babi, dan penyembuhan pe-rempuan yang sakit pendarahan. Ketiga hal ini melukiskan situasi masyarakat. Yang pertama, di antara umat manusia terdapat “badai” pemberontakan. Dalam masyarakat tidak ada lingkungan yang damai. Sebaliknya, selalu ada badai. Selanjutnya, dalam masyarakat ada keadaan dirasuk setan dan “beternak babi”. Di setiap negara, orang-orang terlibat dalam berbagai bentuk usaha yang najis sebagai nafkahnya. Seluruh dunia terlibat dalam usaha peternakan babi, ka-rena dunia berada di bawah kendali setan legion yang merasuknya. Di samping itu, semua orang yang telah jatuh sedang sekarat. Mereka menderita kebocoran esens hayat. Inilah ciri-ciri masyarakat hari ini: Pemberontakan, kera-sukan setan dengan beternak babi, dan kebocoran hayat. Inilah sebabnya, kita berbeban untuk keluar memberitakan Injil. Kita perlu Tuhan Yesus datang untuk menaklukkan pemberontakan, mengusir setan dan membersihkan usaha peternakan babi, dan menyembuhkan penyakit kebocoran hayat.

Kita telah nampak, catatan dalam 5:21-43 merangkaikan kasus perempuan yang sakit pendarahan dengan kasus anak perempuan kepala rumah ibadat. Ini menunjukkan bahwa kedua kasus itu melukiskan keadaan satu orang. Boleh dikatakan, anak perempuan itu dilahirkan dalam sa-kit fatal perempuan itu, dan itu pun adalah keadaan setiap orang. Kita semua lahir dalam keadaan sakit fatal; lahir untuk mati. Menurut catatan di sini, bila penyakit fatal ini mencapai puncaknya, kita akan mati, sama seperti anak perempuan itu mati. Anak perempuan itu dilahirkan dalam penyakit perempuan itu dan mati dalam penyakit tersebut. Akan tetapi, Hamba-Penyelamat datang menyembuhkan penyakit fatal itu. Ketika penyakit perempuan itu disem-buhkan, anak perempuan itu pun hidup kembali. Hal ini menunjukkan penyembuhan perempuan itu merupakan ke-bangkitan anak perempuan itu.

Penyembuhan perempuan itu dan kebangkitan anak perempuan merupakan gambaran pengalaman kita dalam menerima Injil. Ketika Injil sampai kepada kita, kita mendengarkannya, menerimanya, dan kita disembuhkan dari penyakit kebocoran esens hayat. Kemudian, setelah kita disembuhkan, kita dihidupkan kembali dan melakukan kegiatan seperti biasa. Kita lahir dalam penyakit fatal, tetapi melalui menerima Injil, kita telah disembuhkan dan dihidupkan.

SUATU PAMERAN KERAJAAN

Dalam 4:35—5:43 terdapat pameran kerajaan. Dalam pameran kerajaan ini, kita nampak penaklukan pemberon-takan, pengusiran setan legion, pembersihan usaha najis, penyembuhan penyakit fatal, dan menghidupkan orang mati. Ini berarti, dalam 4:35—5:43 pemberontakan ditaklukkan, setan-setan diusir, usaha peternakan babi dibersihkan, pe-nyakit fatal disembuhkan, dan orang mati dihidupkan kem-bali. Inilah Kerajaan Allah. Di mana kerajaan ini berada, di sana tidak ada pemberontakan, setan, peternakan babi, atau penyakit fatal. Sebaliknya, yang tua atau yang muda disem-buhkan dan dihidupkan. Inilah kerajaan, inilah Injil, ini pun pengalaman kita dalam hidup gereja.

Setiap orang mempunyai masalah seperti pemberontakan, setan, usaha peternakan babi, penyakit, dan kematian. Kea-daan itu terdapat dalam masyarakat dan dalam setiap orang. Akan tetapi, ketika Tuhan Yesus datang sebagai benih ke-rajaan, semua masalah itu dibereskan dan Kerajaan Allah ada di sini.

Dengan gembira kita bersaksi bahwa Tuhan Yesus telah menanggulangi pemberontakan, “danau berbadai”, da-lam lingkungan kita. Sekarang kita memiliki jalan yang bebas untuk meneruskan perjalanan bersama Dia. Selain itu, dulu kita dirasuk setan dan terlibat dalam usaha yang najis. Tetapi setan-setan itu kini telah diusir keluar dan usaha peternakan babi telah dibersihkan. Kita juga dapat bersaksi bahwa kita telah disembuhkan dan dihidupkan, dan kini kita ada dalam hidup gereja, dalam kerajaan. Betapa kita menikmati pelayanan Injil Hamba-Penyelamat kita!