← Daftar isi Ekonomi Ilahi · bab 9/15

EKONOMI ILAHI DALAM KRISTUS YANG MENJADI ROH PEMBERI HAYAT

Pembacaan Alkitab :

Yoh. 7:38-39; 14:16-20, 26; 15:26; 16:7, 13-15; 20:22;

1 Kor. 15:45b; 2 Kor. 3:17; Kis. 16:6-7;

Rm. 8:9-10; Fil. 1:19; 2 Tim. 4:22; Why. 1:4; 5:6; 2:7; 22:17a

DUA LANGKAH UTAMA KRISTUS

Perjanjian Baru mewahyukan kepada kita bahwa Kristus menempuh dua langkah utama. Langkah pertama adalah inkarnasi-Nya dan langkah kedua adalah kebangkitan-Nya. Di antara orang-orang Kristen pada abad-abad yang lalu, banyak perhatian dicurahkan kepada inkarnasi Kristus, tetapi kebangkitan Kristus banyak diabaikan. Tuhan Yesus, yang adalah Allah, Pencipta alam semesta, menempuh langkah utama untuk menjadi seorang manusia. Perjanjian Baru memberi tahu kita bahwa Allah sebagai Firman menjadi daging (Yoh. 1:14). Ini berarti bahwa Allah menyatukan diri-Nya dengan keinsanian yang jatuh, tetapi Ia tidak memiliki dosa. Allah menempuh langkah utama dengan menjadi seorang manusia dan manusia ini ajaib. Dia bukan manusia biasa tetapi manusia Allah, yang hidup di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun dan menempuh hidup sebagai seorang manusia. Pada akhir hidup-Nya sebagai seorang manusia, Dia menuju ke kayu salib dan menempuh kematian yang almuhit untuk menyingkirkan semua hal negatif dalam alam semesta, dengan demikian membersihkan jalan bagi-Nya untuk mendispensikan diriNya ke dalam umat pilihan Allah. Melalui kematian-Nya, hayat ilahi yang di dalam manusia Allah ini dilepaskan. Hayat ilahi yang dilepaskan tersebut menghasilkan banyak orang beriman, menghasilkan gereja, yang adalah Tubuh Kristus. Dia menempuh langkah inkarnasi untuk menjadi manusia dalam daging. Melalui kematian, Dia menempuh langkah kedua, yaitu kebangkitan untuk menjadi Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45b). Sebagai manusia Allah yang dibangkitkan, Dia menjadi Roh yang memberikan hayat (2 Kor. 3:6; 17).

Kita perlu mencurahkan seluruh perhatian kita terhadap kedua ayat penting dalam Perjanjian Baru : Yohanes 1:14 mengatakan, "Firman itu telah menjadi manusia," dan 1 Korintus 15:45b mengatakan, "Adam yang akhir menjadi Roh pemberi hayat." Banyak pengajar Alkitab telah memberi tahu. orang bahwa Firman menjadi manusia, tetapi tidak banyak yang mengajarkan bahwa Adam yang akhir menjadi Roh pemberi hayat. Kedua ayat ini menggunakan predikat yang sama-menjadi. Firman tersebut menjadi manusia. Adam yang akhir menjadi Roh pemberi hayat. Kita perlu terkesan dengan firman yang jelas dan tepat dari Alkitab.

Tuhan Yesus sebagai Allah menjadi manusia (daging). Dia menjadi manusia dan manusia ini adalah Adam yang akhir. Adam yang akhir ini yang adalah Yesus di dalam daging, menjadi Roh pemberi hayat. Sebelum inkarnasiNya, Tuhan Yesus adalah Allah yang murni, Allah saja, sepenuhnya Allah, dan Allah yang lengkap. Dialah Allah yang lengkap, keseluruhan Allah, Allah yang utuh, tetapi Dia bukan seorang manusia. Sebelum inkarnasi-Nya, Dia tidak memiliki sifat insani, unsur insani, atau esens insani. Secara esensial, Dia hanya memiliki unsur ilahi dan sifat ilahi. Suatu hari, sekitar dua ribu tahun yang lalu, Dia menempuh langkah yang ajaib - Allah dilahirkan dari seorang anak dara dalam palungan untuk menjadi seorang manusia. Anak kecil dalam palungan ini adalah Allah yang perkasa (Yes. 9:5). Dia bukan hanya Allah, tetapi manusia Allah. Inilah keajaiban terbesar dalam alam semesta!

Nama manusia Allah ini adalah Yesus. Kapan saja menyebutkan nama Yesus, Anda harus ingat bahwa Yesus adalah Allah yang menjadi seorang manusia dan Dia hidup di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun. Dia tinggal di Nazaret, kota kecil yang dipandang rendah oleh orang. Dia hidup dalam keluarga yang miskin dan dalam rumah tukang kayu yang hina. Sungguh luar biasa, sang Pencipta tilam semesta, pencipta langit dan bumi, tinggal dalam rumah tukang kayu yang miskin, bukan sebagai tamu tetapi sebagai seorang anak. Dia hidup di sana sebagai tukang kayu (Mrk. 6:3), jadi Allah dalam rupa manusia melakukan pekezjaan tukang kayu. Secara luaran, Dia memiliki penampilan seorang manusia, tetapi secara batin, Dia adalah Allah. Inilah Tuhan Yesus kita. Allah yang tidak terbatas, Allah yang tidak terhingga, dibatasi dan dikekang dalam rumah yang kecil untuk menjadi tukang kayu. Betapa sabar! Betapa menderita! Betapa terbatas! Betapa terkekang!

Ketika manusia Allah ini berumur tiga puluh tahun, Dia memulai ministri-Nya. Roh turun ke atas-Nya sebagai burung merpati untuk memberikan kuasa kepada-Nya bagi ministri-Nya. Kemudian Dia mati di kayu salib untuk membereskan semua hal negatif dalam alam semesta supaya Dia, sebagai perwujudan Allah Tritunggal, dapat mendispensikan diri-Nya ke dalam kita. Dia masuk ke dalam kebangkitan, yang adalah langkah kedua bagi-Nya untuk menjadi sesuatu. Sebagai Adam yang akhir, Dia menjadi Roh pemberi hayat.

Butir penting yang telah dilewatkan oleh teologi tradisional adalah perihal Kristus menjadi Roh pemberi hayat. Kita perlu melihat mengapa Tuhan Yesus sebagai Allah perlu menempuh kedua langkah ini. Pertama, Dia perlu merampungkan penebusan, membersihkan alam semesta, menghapus semua hal negatif. Untuk ini Dia perlu menempuh langkah pertama, untuk menjadi manusia. Jika Dia bukan manusia, Dia tidak dapat merampungkan penebusan. Karena itu Dia menjadi manusia biasa yang memiliki darah dan daging manusia (Ibr. 2:14). Kematian-Nya di kayu salib merampungkan penebusan yang almuhit untuk menyingkirkan semua hal negatif dan membersihkan alam memesta untuk dispensi ilahi. Dia melaksanakan pekerjaan yang luar biasa tersebut untuk menyingkirkan semua hal tiegatif, menghapus semua halangan, membuat seluruh tilam semesta begitu bersih dan begitu bening agar Allah dapat datang untuk mendispensikan diri-Nya ke dalam orang-orang pilihan-Nya.

Saya merasa sangat sedih karena banyak orang Yahudi tidak mau percaya bahwa Allah menjadi seorang manusia yang bernama Yesus. Mereka percaya kepada Allah dan menghormati serta menghargai Perjanjian Lama, tetapi mereka tidak mau menerima pemikiran Perjanjian Baru bahwa Allah mereka telah menjadi seorang manusia yang bernama Yesus. Ketika Yesus masih bersama mereka dan menunjukkan bahwa diri-Nya adalah Allah, mereka mengatakan bahwa Dia menghujat Allah (Mat. 9:3; Yoh. 10:33). Bagi mereka, tidaklah masuk akal bahwa seorang manusia dari Nazaret itu adalah Allah. Mereka tidak mengerti bahwa untuk menyelamatkan mereka, untuk menebus mereka, Allah perlu menjadi seorang manusia. Mereka melupakan Yesaya 7:14 : "Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda : Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel." Imanuel berarti "Allah beserta kita" (Mat. 1:23). Putra yang dilahirkan dari seorang anak dara adalah Allah pun manusia-Yesus.

Pada sisi negatif, Yesus sebagai manusia Allah membersihkan seluruh alam semesta untuk merampungkan penebusan yang almuhit. Pada sisi positif, sebagai Adam yang akhir, Dia menjadi Roh pemberi hayat. Dalam inkarnasiNya, Dia mempunyai tubuh fisik dari daging dan darah dengan tulang dan kuht. Setelah dibangkitkan, tubuh-Nya ditransfigurasi menjadi bentuk yang berbeda. Satu Korintus 15 memberi tahu. kita bahwa ini adalah tubuh rohani (ay. 44). Filipi 3:21 mengacu kepada "tubuh-Nya yang mulia". Inilah Tubuh Kristus yang telah dibangkitkan, dijenuhi oleh Roh dan dengan kemuliaan Allah (Luk. 24:26), dan melampaui pengrusakan dan maut (Rm. 6:9). Dalam 1 Korintus 15 Paulus memberi tahu kita bahwa sebutir biji benih tersebut memiliki bentuk ketika jatuh ke tanah, tetapi ketika mati dan bertumbuh, benih tersebut memiliki bentuk yang berbeda (ay. 35:38). Sebutir benih jatuh ke tanah, mati, dan dihidupkan; inilah kebangkitan. Tubuh yang dibangkitkan dari benih tersebut ada dalam bentuk yang berbeda dan berada pada tingkat yang lebih tinggi. Tubuh Yesus yang dikorbankan di kayu salib adalah tubuh fisik, tetapi tubuh kebangkitan-Nya adalah tubuh rohani. Setelah kebangkitan-Nya, Dia masih memiliki tubuh, tubuh rohani.

Pada malam kebangkitan-Nya, Dia kembali kepada murid-murid-Nya yang takut terhadap orang Yahudi yang menganiaya (Yoh. 20:19). Murid-murid, yang di bawah oincaman kematian, menutup pintu tempat mereka berkumpul. Tiba-tiba, Yesus berdiri di tengah-tengah mereka. Tuhan datang dengan tubuh yang telah dibangkitkan (Luk. 24:37-40; 1 Kor. 15:44) masuk ke dalam ruangan tempat murid-murid berada. Lukas 24:37 memberi tahu kita bahwa "Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu." Tetapi Tuhan Yesus berkata kepada mereka, "Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku : Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya seperti yang kamu lihat ada pada-Ku. Sambil berkata demikian, ia memperlihatkan tangan dan kakiNya kepada mereka" (Luk. 24:39-40). Tuhan memiliki tulang dan daging, tetapi bagaimana Dia bisa memasukd ruangan yang tertutup dengan pintu-pintu yang terkunci? Pikiran kita yang terbatas tidak dapat memahaminya, tetapi ini adalah fakta! Jika Tuhan semata-mata bersifat fisik, bagaimana Dia bisa masuk tanpa membuka pintu? Jika Dia bukan bersifat fisik, bagaimana mungkin Dia bisa diraba? Kita hanya dapat mengatakan bahwa inilah Tuhan Yesus dulam tubuh yang dibangkitkan, tubuh rohani, yang juga adalah tubuh yang mulia.

Kebangkitan adalah kejadian yang ajaib. Sangat mengagumkan bahwa sebutir benih dapat jatuh ke tanah dan bertumbuh menjadi bunga yang cantik. Setelah kebangkitan, Tuhan Yesus masih memiliki tubuh, tubuh rohani, tetapi Lubuh rohani tersebut masih dapat diraba. Pada langkah pertama dari inkarnasi, Dia meniadi seorang manusia untuk menjadi Penebus kita, Juruselamat kita; kemudian Din menempuh langkah kedua, langkah kebangkitan untuk menjadi Roh pemberi hayat guna membagikan hayat ilahi kepada Anda dan saya. Dia menjadi seorang manusia untuk mati bagi kita dan Dia menjadi Roh pemberi hayat untuk membagikan hayat ke dalam kita demi pendispensian Allah.

Beberapa ahli teologi tradisional memberi tahu kita bahwa ketiga persona dalam. Trinitas ilahi-Bapa, Putra, dan Roh-tidak seharusnya dicampur-adukkan dan seharusnya dibiarkan. terpisah sepanjang masa. Tetapi Alkitab mengajarkan bahwa Yesus, Putra Allah, menjadi Roh. Ketika Tuhan Yesus dilahirkan, Dia menjadi daging. Ketika Dia dibangkitkan, Dia. menjadi Roh. Beberapa orang berdebat dengan saya dengan mengatakan bahwa Roh pemberi hayat dalam 1 Korintus 15:45b bukanlah Roh Kudus. Saya menunjukkan kepada mereka kata keterangan "pemberi hayat". Lalu saya mengatakan, "Apakah Anda percaya bahwa ada. Roh lain dalam alam semesta selain Roh Kudus yang juga memberikan hayat?" Di seluruh alam semesta hanya ada satu Roh yang dapat memberikan hayat-Roh Kudus.

Kita harus mengakui bahwa Tuhan Yesus sebagai Adam yang akhir menjadi Roh Kudus sesuai dengan. Alkitab dan bahkan logis, meskipun kita masih merasa bahwa kita tidak dapat sepenuhnya mengerti perkara ini. Tetapi kita harus menyadari bahwa ada banyak hal kita tidak dapat mengerti. Setiap orang mempunyai dua hati-hati fisik dan hati psikis. Yeremia. 17:9 memberi tahu kita bahwa hati kita licik dan membatu (tidak dapat disembuhkan-T1.) Inilah hati psikis kita. Hati fisik kita dapat dilihat dengan sinar-X, tetapi siapa yang dapat menunjukkan di mana letak hati psikis? Kita tahu bahwa kita memiliki hati seperti itu karena kita mempunyai emosi, pikiran, tekad, dan hati nurani. Setiap hari kita mengalami gerakan hati itu, tetapi kita tidak dapat menunjukkan letaknya. Demikian juga, setiap manusia memiliki roh dan jiwa, tetapi dapatkah manusia menunjukkan di mana letak bagian-bagian tubuh tersebut? Yang dapat kita lakukan hanyalah menyembah Tuhan karena kita memibki roh, jiwa, dan hati. Di mana dan bagaimana organ-organ itu saling berhubungan, kita tidak tahu. Kita dibatasi oleh pengertian kita yang terbatas, tetapi kita dapat menerima fakta menurut Firman kudus Firman kudus memberi tahu kita banyak kebenaran Mengenai Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Kita menerima fakta-fakta ini dan mengatakan Amin untuknya. Roh pemberi hayat ini pastilah Roh Kudus. Kita mungkin tidak dapat mengerti ini, tetapi kita harus mengatakan Amin pada fakta dan wahyu yang sesuai dengan Alkitab bahwa dalam kebangkitan, Tuhan Yesus sebagai Adam yang akhir, menjadi Roh pemberi hayat.

TUHAN BERSAMA DENGAN ROH KITA

Dua Timotius 4:22 mengatakan, "Tuhan menyertai rohmu." Hari ini Tuhan Yesus tidak lagi berada di kayu salib utau pun hanya di surga, tetapi sekarang Dia ada di dalam Anda dan saya - dalam roh kita. Jika Dia bukan Roh itu, bagaimana Dia bisa berada di dalam roh kita? Tuhan menyertai rohmu. Hari ini Tuhan menyertai roh kita karena Dia adalah Roh pemberi hayat. Dia ada di surga, dan pada saat bersamaan, sebagai Roh yang ada di mana-mana, Dia ada di dalam roh kita untuk memberi kita hayat dan juga kedamaian. Inilah pendispensian Allah Tritunggal ke dalam diri kita.

BAGAIMANA TUHAN,

SEBAGAI ADAM YANG AKHIR,

MENJADI ROH PEMBERI HAYAT

Sekarang kita perlu melihat bagaimana Tuhan, sebagai Adam yang akhir, menjadi Roh pemberi hayat. Untuk mengetahui bahwa Tuhan menjadi Roh pemberi hayat relatif mudah karena Alkitab memberi tahu kita secara langsung mengenai hal ini. Tetapi untuk mengetahui bagaimana Dia menjadi Roh pemberi hayat bukanlah perkara mudah. Dalam Injil Yohanes kita diberi tahu bagaimana Putra datang bersama Bapa (8:29) dan dalam nama Bapa (5:43). Dia dan Bapa adalah satu (17:22). Bapa di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa (14:10-11). Dia tidak mencari kehendak-Nya sendiri tetapi kehendak Bapa (6:38). Dia tidak melakukan pekerjaan-Nya sendiri tetapi pekerjaan Bapa (17:4). Dia tidak mengatakan perkataan-Nya sendiri tetapi perkataan Bapa (14:24). Dia. tidak mencari kemuliaan-Nya mendiri tetapi kemuliaan Bapa (7:18). Putra datang dalam imma Bapa dan hidup oleh Bapa, bukan oleh-Nya sendiri (6:57). Dia bertindak, bergerak, dan bekerja, semuanya oleh Bapa. Ketika orang melihat Putra, mereka melihat Bapa (14:9). Putra dan Bapa adalah satu (10:30). Ini secara jelas diwahyukan dalam Injil Yohanes. Bagaimana Putra menjadi Roh pemberi hayat juga diwahyukan dalam Injil Yohanes. Pertama, Putra datang bersama Bapa dan dalam nama Bapa. Kedua, Putra menjadi Roh pemberi hayat.

Dalam Yohanes 7:38 Tuhan Yesus mengatakan bahwa barangsiapa percaya kepada-Ku, dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Kemudian ayat 39 mengatakan, "Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang (belum ada - Tl.), karena Yesus belum dimuliakan." Ayat 39 tidak mengatakan Roh Allah, Roh Yehova, atau Roh Kudus. Hanya dikatakan, "Roh itu". Dalam penciptaan Allah di Kejadian 1, Roh Allah sudah ada di sana (ay. 2). Lalu setelah penciptaan Allah, Allah datang untuk berhubungan dengan manusia sehingga Roh Yehova diwahyukan (Hak. 3:10; 6:34). Roh Allah untuk penciptaan Allah dan Roh Yehova untuk hubungan Allah dengan manusia. Di sini ada dua sebutan utama yang ditujukan untuk Roh dalam Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama, Roh Kudus tidak disebutkan. Dalam Mazmur 51:11 dan Yesaya 63:10-11 "Roh Kudus" seharusnya diterjemahkan "Roh kekudusan". Roh Kudus mulai digunakan untuk memulai Injil Allah, untuk menyiapkan jalan bagi kedatangan Juruselamat (Luk. 1:15) dan untuk mempersiapkan tubuh manusia bagi-Nya (Mat. 1:18, 20). Ketika Yesus dikandung dan dilahirkan, Roh Kudus disebutkan.

Roh Allah, Roh Yehova, dan Roh Kudus adalah satu Roh saja. Tetapi dalam Yohanes 7 dikatakan bahwa Roh itu belum ada. Roh Allah sudah ada sejak semula, Roh Yehova ada pada saat Allah berkontak dengan manusia, dan Roh Kudus ada pada pengandungan dan kelahiran Tuhan. Tetapi mengapa Yohanes 7 mengatakan "Roh itu belum datang (belum ada - Tl.)"? Yohanes melanjutkan berkata bahwa Roh itu belum ada karena Yesus belum dimuliakan. Yesus dimuliakan adalah jalan bagi Adam yang akhir untuk menjadi Roh pemberi hayat. Tuhan Yesus sebagai Adam yang akhir menjadi Roh pemberi hayat dengan cara dimuliakan.

Andrew Murray membicarakan Yohanes 7:39 dalam bukunya yang berjudul Roh Kristus. Subjek dari bab lima pada buku itu adalah Roh dari Yesus yang dimuliakan. Andrew Murray menunjukkan bahwa Roh dari Yesus yang dimuliakan berbeda dengan Roh Allah, Roh Yehova, dan bahkan dengan Roh Kudus. Roh Allah ada dalam penciptaan, Roh Yehova ada pada saat Allah berkontak dengan manusia, Roh Kudus ada pada saat pengandungan dan kelahiran Yesus, tetapi Roh dari Yesus yang dimuliakan belum ada sampai Yesus dimuliakan. Dari penciptaan Allah sampai kebangkitan Kristus terutama ada empat perkara besar dalam alam semesta : penciptaan Allah, hubungan Allah dengan manusia, kelahiran Yesus, dan kebangkitan Yesus. Untuk penciptaan Allah ada Roh Allah, untuk hubungan Allah dengan manusia ada Roh Yehova, untuk kelahiran Kristus ada Roh Kudus, dan untuk kebangkitan Kristus ada Roh dari Yesus yang dimuliakan.

PUTRA DINYATAKAN SEBAGAI ROH

YANG TINGGAL DALAM KAUM BERIMAN

Dalam Yohanes 14:10-11 Tuhan mewahyukan bahwa Dia satu dengan Bapa-Bapa di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa. Ketika orang melihat Dia, mereka melihat Bapa (ay. 9). Dalam Yohanes 14:16-20 Tuhan melanjutkan lebih jauh untuk mewahyukan bahwa Dia dan Roh juga adalah satu. Setelah mewahyukan bahwa Dia dan Bapa adalah satu, dalam ayat 16, Dia memberi tahu murid-murid bahwa Dia akan meminta kepada Bapa dan bahwa Bapa akan memberikan kepada murid-murid Penghibur lain supaya Dia bisa bersama mereka selamanya. Penghibur ini "yaitu Roh kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu" (ay. 17). Kita mengenal Roh Kebenaran karena Ia tinggal di dalam kita. Hari demi hari Dia herbicara di dalam kita, membenarkan kita, dan memimpin kita. Dalam ayat 18, Tuhan melanjutkan berkata, "Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu." "Dia" yang adalah Roh kebenaran dalam ayat 17 menjadi "Aku" yang adalah Tuhan sendiri dalam ayat 18. Ini berarti bahwa setelah kebangkitan-Nya, Tuhan menjadi Roh kebenaran. Satu Korintus 15:45b menegaskan hal ini.

"Yatim piatu" mengacu kepada anak-anak dari seorang bapa. Ini menunjukkan bahwa Yesus menganggap diri-Nya sebagai Bapa. Sebagai Putra, bagaimana Dia bisa mengatakan kepada murid-murid bahwa Dia tidak akan meninggalkan mereka sebagai yatim piatu? Karena Dia berkata demikian, Dia pasti Bapa. Lalu Dia itu Putra atau Bapa? Cara terbaik untuk menjawab pertanyaan ini adalah dengan mengatakan bahwa Dia itu Putra dalam nama Bapa. Karena Dia adalah Putra dalam nama Bapa, Dia bersyarat untuk memberi tahu murid-murid bahwa Dia tidak akan meninggalkan mereka sebagai yatim piatu. Kedatangan Tuhan kepada murid-murid digenapi pada hari kebangkitan-Nya dalam Yohanes 20:19-22. Setelah kebangkitanNya, Tuhan kembali kepada murid-murid-Nya untuk menyertai mereka selamanya, tidak meninggalkan mereka sebagai yatim piatu.

Yohanes 14:19 dan 20 mengatakan, "Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. Pada. waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam BapaKu dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu." Dalam ayat 19 tersirat kematian dan kebangkitan Tuhan. Ketika Dia mengatakan, "Tinggal sesaat lagi dan dunia tidak akan melihat Aku lagi," hal ini menyiratkan kematianNya. Dia mati dan dikuburkan, maka orang-orang dunia tidak dapat melihat Dia. Ketika Dia mengatakan, "Sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup," hal ini menyiratkan kebangkitan-Nya. Setelah kebangkitan-Nya, Tuhan hidup di dalam murid-murid-Nya dan mereka hidup oleh Dia (Gal. 2:20). Pada. hari kebangkitan, murid-murid akan tahu bahwa Tuhan di dalam Bapa-Nya, mereka di dalam Dia, dan Dia di dalam mereka.

ROH ITU

SEBAGAI PUTRA BERSAMA DENGAN BAPA

Yohanes 14:26 mengatakan, "Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku...." Bapa mengutus Roh dalam nama Putra. Hal ini melibatkan Trinitas. Putra datang dalam nama Bapa, karena itu Dia adalah Putra dalam nama Bapa. Sekarang Roh itu diutus oleh Bapa dalam nama Putra, maka Dia adalah Roh dalam nama Putra. Putra datang dalam nama Bapa, hal ini menunjukkan bahwa nama-Nya adalah Bapa dan personaNya adalah Putra. Sekarang Roh diutus dalam nama Putra, hal ini menunjukkan bahwa di dalam, nama, Dia adalah Putra dan di dalam persona, Dia adalah Roh. Di dalam nama, Putra adalah Bapa, dan di dalam nama, Roh adalah Putra. Inilah Allah Tritunggal, Allah tiga-esa. Mereka tiga tetapi satu, dan satu tetapi tiga. Putra datang sebagai Bapa dan Roh datang sebagai Putra, maka ketiganya adalah satu. Kita bisa mengatakan bahwa Putra adalah Bapa (Yes. 9:5) dan bahwa Roh adalah Putra (2 Kor. 3:17).

Beberapa ahli teologi tradisional mempertahankan bahwa ketiga persona dari ke-Allahan tidak seharusnya dicampuradukkan tetapi seharusnya dibiarkan terpisah sepanjang masa. Tetapi kita telah melihat dari Alkitab bahwa Putra ada dalam nama Bapa dan Roh itu ada dalam nama Putra. Ini menunjukkan bahwa di satu pihak ada perbedaan di antara ketiganya, tetapi di pihak lain, mereka adalah matu. Jika mereka bukan satu, bagaimana Putra bisa berada dalam nama Bapa? Jika mereka bukan satu, bagaimana Roh ada dalam nama Putra? Kita harus kembali pada firman murni dari Alkitab.

Yohanes 15:26 mengatakan, "Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari (from with) Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari (from with) Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku." "Dari (from with)" adalah kata depan Yunani para. Putra mengutus Roh itu dengan Bapa, dan Roh itu datang kepada murid-murid dengan Bapa. Ini berarti bahwa Putra dan Bapa semuanya datang dengan Roh itu. Ketika Roh itu datang, Dia datang dengan Bapa dan Putra mengikuti-Nya. Ketika Roh itu datang, ketiga-tiganya datang. Inilah ajaran Tuhan Yesus dalam Alkitab.

Yohanes 16:7 mengatakan, "Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu : Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku itkan mengutus Dia kepadamu." Dalam ayat 13-15 Tuhan Yesus melanjutkan, "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimaNya daripada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata : Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterima-Nya daripadaKu." Segala adanya Bapa dan segala milik Bapa diwujudkan dalam Putra (Kol. 2:9), dan segala adanya Putra dan segala yang Putra miliki diwahyukan sebagai realitas kepada kaum beriman melalui Roh itu. Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa apa yang dimiliki Bapa telah menjadi milik Putra, apa yang dimiliki Putra diterima oleh Roh itu, dan apa yang diterima oleh Roh itu dibukakan kepada kita. Apapun yang diwahyukan Roh itu adalah milik Putra dan apapun yang dimiliki Putra adalah milik Bapa. Apapun yang dimiliki Putra dari Bapa diterima oleh Roh itu dan diwahyukan kepada kita. Ini berarti bahwa Roh itu mewahyukan kepada kita Putra dengan Bapa. Sekali lagi kita melihat bahwa tiga dari keAllahan adalah tiga-esa, tritunggal.

ROH ALMUHIT

Setelah pembicaraan Tuhan dengan murid-murid yang tercatat dalam Yohanes 14-16 dan doa-Nya dalam Yohanes 17, Dia pergi ke Getsemani dan ditangkap di sana pada malam yang sama. Dia kemudian diadili dan dihukum mati. Dia disalibkan dan dikubur dan setelah tiga hari Dia bangkit. Dalam pemuliaan-Nya, yaitu dalam kebangkitan-Nya, Yesus sebagai Adam yang akhir menjadi Roh pemberi hayat. Roh Allah dalam penciptaan adalah Roh Yehova dalam hubungannya dengan manusia dan Roh Yehova dalam hubungannya dengan manusia adalah Roh Kudus dalam pengandungan dan kelahiran Yesus. Sekarang, Roh itu, dalam kebangkitan Yesus, menjadi Roh pemberi hayat.

Sekarang "Roh itu", Roh pemberi-hayat, adalah minuman yang almuhit. Roh Allah itu seperti air biasa yang kemudian ditambalikan banyak hal untuk membuat minuman yang almuhit. Jika teh, gula, madu, lemon, dan susu, semuanya ditambahkan ke dalam air biasa, campuran itu tetap adalah air tetapi bukan air saja. Ketika Anda minum air tersebut, Anda mendapatkan teh, gula, lemon, madu, dan susu. Sebelum pemuliaan Yesus, Roh Allah hanya Roh ilahi, tetapi dalam pemuliaan Yesus, dalam kehangkitan-Nya, banyak hal penting telah ditambahkan ke dalam Roh Allah. Keinsanian yang ditinggikan dan dimuliakan dan kehidupan insani Yesus telah ditambahkan ke dalam Roh Allah. Kematian-Nya yang almuhit, kemanisan dan khasiat kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan kuat kuasa kebangkitan-Nya adalah unsur-unsur baru yang telah ditambahkan ke dalam Roh Allah yang murni.

Sebelum kebangkitan Yesus, hanya ada Roh Allah, Roh Yehova, Roh Kudus. Tidak diragukan lagi, unsur ilahi ada di dalam Roh Allah, tetapi tidak ada keinsanian, tidak ada kehidupan insani, dan sedikit pun tidak ada unsur kematijin-Nya yang almuhit dan kebangkitan yang penuh kuat kuasa. Setelah kebangkitan Yesus, setelah Dia dimuliakan, Roh Allah menjadi Roh Yesus yang dimuliakan. Sekarang di dalam Roh ini ada keilahian, unsur ilahi Allah, dan juga keinsanian, unsur insani. Ada kehidupan insani, kematian Kristus yang almuhit, dan kebangkitan Kristus yang penuh kuat kuasa. Semua butir ini tergabung dan tercampur dalam Roh Allah. Inilah "Roh itu", Roh pemberi hayat yang almuhit dan majemuk. Dua Korintus 3:17 mengatakan, "Tuhan adalah Roh." Tuhan adalah Putra dalam nama Bapa. Dia adalah Yesus dengan Bapa yang sekarang adalah Roh itu. Sekarang, Putra dengan Bapa adalah Roh pemberi hayat yang almuhit dan majemuk.

ROH YESUS, ROH KRISTUS, DAN

ROH YESUS KRISTUS

Dalam Kisah Para Rasul 16:7, Roh itu disebut Roh Yesus. Roh Allah adalah Allah sendiri, Roh Yehova adalah Ydiova sendiri, dan Roh Yesus adalah Yesus sendiri. Dalam Roma 8, Roh Kristus adalah Kristus sendiri (ay. 9-10). Lalu Filipi 1:19 menyebutkan Roh Yesus Kristus. Roh itu adalah Yesus Kristus sendiri.

ROH ITU

Wahyu 2:7 memberi tahu kita bahwa Roh itu berbicara kepada gereja-gereja. Di sini, sekali lagi Roh itu adalah Roh pemberi hayat yang almuhit dan majemuk. Wahyu 22:17a mengatakan, "Roh itu dan mempelai perempuan mengatakan..." Akhirnya Roh majemuk ini menjadi satu dengan gereja, dengan mempelai perempuan. Saya harap kita menerima visi mengenai Roh itu-Dia adalah campuran dari Allah Tritunggal, manusia Yesus, kehidupan insani-Nya, kematian-Nya, dan kebangkitan-Nya. Semua hal positif dalam alam semesta digabungkan dalam satu Roh, yang adalah Roh itu. Keempat kitab pertama dari Perjanjian Baru membicarakan Putra bersama Bapa oleh Roh itu, tetapi kedua puluh dua kitab berikutnya membicarakan Roh itu, yang adalah campuran dari Allah Tritunggal, dari manusia yang layak, dari kehidupan manusia yang layak, dari kematian Kristus, dan dari kebangkitan Kristus. Roh ini memenuhi kedua puluh dua kitab dari kedua puluh tujuh kitab dalam Perjanjian Baru. Dalam keempat Injil adalah Putra dengan Bapa oleh Roh itu. Sekarang adalah Roh itu sebagai Putra dengan Bapa yang dicampur dengan keilahian, keinsanian, kehidupan insani, kematian, dan kebangkitan. Roh itu yang ada di dalam Anda hari ini adalah Roh yang sedemikian. Ketika kita mempunyai Roh majemuk, almuhit, pemberi hayat, yang telah melalui proses ini, kita memiliki segalanya. Semua ini adalah bagi ekonomi Allah untuk menyalurkan diri-Nya ke dalam. kita.