← Daftar isi Ekonomi Ilahi · bab 10/15

EKONOMI ILAHI DALAM ROH PEMBERI HAYAT

Pembacaan Alkitab :

Yoh. 20:22; Rm. 8:2, 10, 6b, 11;

2 Kor. 3:6b, 17-18; Why. 1:4-5; 4:5; 5:6

PERAMPUNGAN AKHIR DARI ALLAH TRITUNGGAL

YANG TELAH MELALUI PROSES

Allah diwujudkan dalam Putra dan Putra dinyatakan sebagai Roh itu bagi pendispensian Allah, sehingga Allah dapat mendispensikan diri-Nya ke dalam manusia. Roh itu adalah realisasi dari sang Putra, dan Putra adalah perwujudan Allah. Melalui kedua hal ini, Allah mendispensikan diri-Nya ke dalam. umat pilihan-Nya. Jalan bagi Allah untuk mendispensikan diri-Nya ke dalam umat pilihan-Nya, pertama-tama Dia harus mewujudkan diri-Nya di dalam sang Putra. Ketika sang Putra datang, Dia datang bersama dengan Bapa dan oleh Roh itu, karena itu Dia adalah perwujudan Allah Tritunggal saat Dia berada di bumi. Kedua, sang Putra sebagai perwujudan Allah Tritunggal, dinyatakan sebagai Roh itu. Roh itu adalah realisasi Putra, yang adalah perwujudan Allah. Dengan jalan ini Allah mendispensikan diri-Nya ke dalam kita. Roh itu adalah perampungan akhir Allah Tritunggal yang telah melalui proses telah mencapai kita.

Dalam Injil Yohanes, Allah sudah ada sejak semula. Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu adalah Allah (Yoh. 1:1). Kemudian Allah ini menjadi daging (Yoh. 1:14), dan manusia ini, yang adalah Adam yang akhir, hidup di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun, mati di atas midib, dan dikubur. Kemudian Dia dibangkitkan. Dalam kebangkitan, Dia menjadi Roh pemberi hayat. Pada hari kebangkitan-Nya, Dia kembali kepada murid-murid-Nya sebagai Roh itu sebab Dia mengembuskan diri-Nya ke dalam murid-murid dan memerintahkan mereka untuk menerima Roh Kudus (Yoh. 20:22). Pada awal Injil Yohanes ada Allah dan pada akhir Injil Yohanes ada Roh itu. Yang diwahyukan di tengah-tengahnya adalah sang Putra datang bersama Bapa oleh Roh itu dan mati serta. bangkit untuk dinyatakan sebagai Roh itu. Pada saat Putra dinyatakan sebagai Roh itu, Roh itu mencapai murid-murid sebagai sang Putra bersama Bapa. Roh itu sebagai perampungan akhir Allah Tritunggal yang telah melalui proses mencapai kita untuk menjadi hayat, suplaian hayat, dan segala sesuatu kita.

Roh ini adalah perbauran antara Allah dan manusia ditambah dengan proses-proses yang telah dilalui Allah Tritunggal termasuk inkarnasi, kehidupan insani, kematian, dan kebangkitan. Semua ini menjadi unsur-unsur yang terbaur dalam Roh yang almuhit ini. Ketika Roh ini masuk ke dalam kita, segala hal-hal positif ini masuk ke dalam kita. Ketika Roh almuhit ini tinggal di dalam kita, semua hal-hal positif ini juga tinggal di dalam kita. Ketika kita, memiliki Roh ini, kita memiliki Allah dan memiliki sifat insani yang telah ditinggikan dan dimuliakan. Kita memiliki kehidupan insani yang layak dan normal, khasiat kematian Yesus yang almuhit dan kuat kuasa kebangkitan Kristus yang melampaui segala sesuatu. Karena memiliki Roh yang almuhit ini, kita tidak kekurangan apapun dan memiliki segala sesuatu yang diperlukan.

Yohanes 14:26 mengatakan bahwa Bapa mengutus Roh itu dalam nama sang Putra. Kemudian Yohanes 15:26 memberi tahu kita bahwa Putra mengutus Roh itu bersama Bapa. Bapa mengutus Roh itu dan Putra juga mengutus Roh itu. Kedua ayat ini menunjukkan adanya dua pengutus dan satu yang diutus. Kedua pengutus itu adalah Bapa dan Putra, dan utusannya adalah Roh itu. Bagi Allah, mengutus Roh itu dalam nama sang Putra berarti Bapa mengutus Roh itu sebagai sang Putra. Bapa mengutus Roh itu sebagai sang Putra dan Putra juga mengutus Roh itu bersama Bapa. Ini berarti bahwa Roh itu datang sebagai sang Putra bersama Bapa. Ketika Roh itu datang, Putra datang dan Bapa datang. Ketiga-tiganya datang. Jadi Roh itu adalah perampungan akhir Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Roh yang diembuskan ke dalam murid-murid pada akhir kitab Yohanes merupakan totalitas Allah Tritunggal, keseluruhan Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Jika Anda memiliki Roh itu, Anda memiliki Allah Tritunggal.

Ada beberapa yang mengajarkan bahwa "Roh Kudus" hanyalah merupakan kekuatan, sarana, atau suatu alat bagi Allah untuk melakukan sesuatu. Menurut guru-guru tersebut, pada saat "Holy Ghost" datang, Bapa tinggal di dalam surga dan Putra duduk di sebelah kanan Bapa di surga. Namun ajaran Alkitab mutlak berbeda. Alkitab mengajarkan bahwa ketika Sang Putra datang, Dia datang dengan Bapa dan oleh Roh itu. Kemudian sang Putra dinyatakan sebagai Roh itu, dan Roh itu datang sebagai sang Putra bersama Bapa. Karena Roh itu datang sebagai Putra, maka apa saja yang telah dialami oleh sang Putra, apa saja yang telah dirampungkan oleh sang Putra, apa saja yang telah diperoleh sang Putra, dan apa saja yang telah dicapai oleh sang Putra, semuanya ada di sini bersama dengan Roh itu. Jika Anda memiliki Roh itu, Anda memiliki Putra dengan segala proses yang telah Dia lalui, dengan segala yang telah dirampungkan, diperoleh, dan dicapai-Nya. Anda memiliki persona Putra, pekerjaan Putra, keinsanian Putra, kehidupan insani Putra, kematian Putra, dan kebangkitan Putra. Karena Roh itu datang bersama dengan Bapa, spa adanya Bapa, yang dimiliki-Nya, yang dapat dilakukanNya, yang sedang dilakukan-Nya, dan yang akan dilakukan-Nya, semuanya ada di sini bersama dengan Roh itu.

ROH PEMBERI HAYAT

MEMBERIKAN HAYAT KEPADA KITA

UNTUK TRANSFORMASI KITA

KE DALAM CITRA KRISTUS

Roh ini adalah Roh almuhit, majemuk, yang telah melalui proses dan memberikan hayat. Roh almuhit ini adalah Roh hayat. Dialah Roh hayat (Rm. 8:2) yang memberi hayat (2 Kor. 3:6), maka Dia adalah Roh pemberi hayat. Saat Roh itu memberikan hayat, Allah mendispensikan diri-Nya ke dalam kaum beriman-Nya. Pemberian hayat dari Roh alm uhit ini adalah poin penting dan vital.

Dua Korintus 3:6 memberi tahu kita bahwa Roh itu memberikan hayat, dan 2 Korintus 3:17 memberi tahu kita bahwa Tuhan adalah Roh itu. John Nelson Darby menunjukkan bahwa dalam 2 Korintus 3, ayat 7 sampai 16 merupakan sebuah sisipan. Ini berarti bahwa Roh yang memberikan hayat dalam ayat 6 adalah Tuhan dalam ayat 17. Tuhan adalah Roh pemberi hayat itu. Henry Alford, seorang yang berwibawa dalam istilah-istilah Yunani Perjanjian Baru, juga menunjukkan bahwa Tuhan adalah sama dengan Roh Kudus. M.R.Vincent, yang dikenal karena pengkajian kata-kata dalam Perjanjian Baru mengatakan, "Kristus Tuhan dalam ayat 16 adalah Roh itu yang memenuhi dan menghidupkan perjanjian baru. Kita adalah pelayan-pelayan perjanjian tersebut (ay. 6)." Andrew Murray, dalam bukunya yang berjudul The Spirit of Christ, memberi tahu kita bahwa Roh itu adalah Roh Yesus yang dimuliakan, Roh manusia Allah. Dia memberi tahu kita bahwa keinsanian Yesus ada di dalam Roh Yesus yang dimuliakan. Kristus adalah Roh itu merupakan kebenaran besar dalam Perjanjian Baru.

Kita telah melihat bahwa Perjanjian Baru mewahyukan kita Allah Tritunggal yang diwujudkan di dalam Putra untuk menjadi seorang manusia dan manusia ini adalah Adam yang akbi yang naik ke kayu salib dan mati untuk membersihkan segala hal negatif dalam alam semesta. Dalam kebangkitan, Dia menjadi Roh pemberi hayat. Dengan demikian Putra dinyatakan sebagai Roh itu dan Roh itu adalah almuhit sebagai perampungan akhir Allah Tritunggal yang telah melalui proses berbaur dengan segala apa adanya Allah, yang dimiliki-Nya, yang sedang dilakukanNya, yang dapat dilakukan-Nya, dan akan dilakukan-Nya. Roh ini juga dibaurkan dengan persona Kristus, pekerjaan Kristus, dan proses-proses yang telah dilalui-Nya termasuk segala yang dirampungkan, diperoleh, dan dicapai-Nya. Ketika memiliki Roh itu, kita memiliki segalanya. Ketika Roh ini tinggal di dalam Anda, Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh, dan Manusia yang telah ditinggikan, dibangkitkan, dan diangkat, tinggal di dalam Anda. Inkarnasi, kehidupan insani, khasiat kematian Kristus yang almuhit, dan kuat kuasa kebangkitan-Nya, ada di dalam Anda. Semua atribut Allah dan semua kelimpahan Kristus ada di dalam Anda. Hayat, terang, kasih, kasih karunia, kekudusan, kebenaran, kuasa, keperkasaan, kekuatan, tenaga ilahi, dan segala kebajikan manusia serta atribut-atribut Allah, ada di dalam roh Anda.

Roh almuhit ini adalah Roh hayat, Roh pemberi hayat, memberikan hayat kepada kita sepanjang waktu. Pertamatama Dia memberikan hayat kepada roh Anda untuk membuat roh Anda hidup (Rm. 8:10). Kemudian Dia membagikan hayat ke dalam pikiran Anda untuk membuat pikiran bersama dengan seluruh jiwa Anda hidup (Rm. 8:6). Akhirnya Dia memberi hayat kepada tubuh Anda yang mati (Rm. 8:11). Roh pemberi hayat memberikan hayat kepada roh, jiwa, dan tubuh Anda untuk membuat seluruh diri Anda menjadi hidup, membuat Anda menjadi seorang manusia hidup. Sebagai Roh hayat, Dia membuat Anda menjadi seorang manusia hayat. Pada saat Dia sedang memberikan hayat kepada Anda, hayat ini mentransformasi Anda secara metabolis. Tuhan tidak tertarik terhadap pembetulan dan penyesuaian luaran tetapi terhadap transformasi, pengubaban kita secara metabolis. Roh hayat ini tinggal di dalam Anda untuk memberi Anda hayat, hayat ini mengubah (dianges) Anda secara metabolis, mentransformasi Anda secara organik ke dalam citra Kristus yang dimuliakan dari satu tingkat kemuliaan ke tingkat kemuliaan yang lain (2 Kor. 3:18).

Dalam beberapa pernikahan orang Kristen, sang pastor inemerintahkan si pria untuk mengasihi istrinya dan memerintahkan si wanita untuk taat kepada suaminya yang baru. Meskipun suami dan istri tersebut setuju untuk melaksanakan hal ini, tidak lama setelah pernikahan tersebut, keduanya akan menyadari bahwa mereka tidak dapat melaksanakan hal ini. Si istri menyadari bahwa dia tidak dapat taat kepada suaminya dan si suami menyadari bahwa dia tidak dapat mengasihi istrinya sampai sedalam-dalamnya. Mengajar sang suami agar mengasihi istri dan sang istri untuk taat kepada suami adalah ajaran etika agama. Secara manusiawi, tidak ada yang salah dengan hal ini. Tetapi sesuai dengan ekonomi Allah, hal ini jelas-jelas malah. Ajaran-ajaran etika adalah menurut kebudayaan iiianusia, tidak menurut ekonomi Allah, tidak menurut Roh Allah.

Daripada memaksa suami untuk mengasihi istri dan istri untuk tunduk kepada suami, betapa baiknya bila orang yang menikahkan mereka memberi tahu : "Anda berdua perlu menyadari bahwa Roh almuhit sebagai perampungan akhir Allah Tritunggal yang telah melalui proses berada di dalam Anda. Jangan bertekad untuk taat kepada suami dan jangan bertekad untuk mengasihi istri. Hal itu tidak akan pernah berhasil. Sebaliknya, Anda perlu membuka diri Anda kepada Tuhan setiap hari dengan muka yang tidak berselubung. Anda perlu memahngkan hati Anda kepada Tuhan sehingga tidak ada sesuatupun di antara Anda dengan Tuhan, tidak ada sesuatupun di antara Anda dengan Roh itu. Setiap hari, setiap menit, bukalah diri Anda kepada Tuhan yang adalah Roh itu di dalam Anda. Selalu ucapkan, 'Puji Tuhan! Amin! 0 Tuhan Yesus! Aku cinta pada-Mu, Tuhan Yesus.' Bukalah diri Anda kepada Roh almuhit itu sedemikian rupa. Pandanglah Dia. Jika Anda melakukan hal ini, hayat akan disuplaikan ke dalam diri Anda. Hayat akan diberikan kepada roh Anda, kepada jiwa Anda, dan bahkan kepada tubuh Anda yang fana untuk menjadikan Anda manusia-manusia hayat. Jika sebagai seorang suami, Anda mempraktekkan hal ini, maka secara spontan dalam setiap hal Anda akan mengasihi istri. Hal itu bukanlah menjadi kasih Anda sendiri, melainkan kasih Tuhan Yesus di dalam Anda. Tuhan mengasihi istri Anda, maka Anda juga akan mengasihi istri sebab, Anda adalah satu dengan Tuhan. Sebagai seorang istri, jika Anda mempraktekkan hal ini, secara spontan Anda akan taat kepada suami. Apa saja yang dikatakan oleh suami tidak akan mengganggu Anda, karena di dalam Anda telah dipenuhi dengan Tuhan Yesus. Selanjutnya Anda akan memiliki suatu hidup pernikahan yang bahagia. Saat Anda mempraktekkan hal ini dari hari ke hari, Roh pemberi hayat menyuplaikan hayat kepada Anda dan hayat ini mendispensikan Anda secara organik dan metabolis, menjadikan Anda sama seperti Tuhan menurut citra mulianya. Kemudian Anda berdua akan bertumbuh dalam hayat. Anda bahkan akan dewasa dalam hayat dan akan begitu ingin terbangun bersama dengan yang lain. Kemudian Anda tidak hanya akan memiliki suatu hidup pernikahan yang baik, hidup keluarga yang baik, tetapi juga hidup gereja yang baik."

Ini bukanlah agama, etika, atau doktrin semata-mata. Inilah dispensi Allah. Inilah Roh almuhit, yang memberikan hayat kepada semua orang yang terbuka kepada Dia, dan juga lebih tinggi daripada etika. Di dalam Roh itu ada semua atribut ilahi ditambah dengan semua kebajikan insani yang ditinggikan dan dimuliakan. Kita, perlu melupakan segala sesuatu tentang agama, etiket, dan ajaran-ajaran etika. Kita perlu meninggalkan huruf yang mematikan dan menaruh perhatian kepada Roh yang memberikan hayat itu. Kita. perlu memustikakan ekonomi Allah dan menikmati dispensi ilahi-Nya sepanjang waktu. Sepanjang hari kita, perlu memuji Tuhan dan menyeru nama-Nya. Kita perlu mendoabacakan firman-Nya (membaca sambil berdoa), bersekutu dengan-Nya dan dipenuhi dengan Dia serta dipenuhi dengan hayat-Nya. Kemudian kita akan ditransformasi dan bertumbuh dalam hayat menjadi secitra dengan Dia.

Roh yang Diintensifkan Tujuh Ganda

Dalam kitab Wahyu terdapat tujuh Roh (1:4; 4:5; 5:6). Hanya ada satu Roh (Ef. 4:4), tetapi dalam kitab Wahyu, Roh Allah yang satu ini telah menjadi tujuh Roh. Secara esensial, Allah sang Roh itu adalah satu; tetapi dalam fungsi-Nya, Dia, itu tujuh. Karena tujuh adalah angka kesempurnaan dalam pergerakan Allah, maka ketujuh Roh itu pastilah untuk pergerakan Allah di atas bumi. Dalam substansi dan keberadaan-Nya, Roh Allah adalah satu; dalam fungsi dan pekerjaan dari pergerakan Allah yang diintensifkan, Roh Allah itu tujuh ganda. Hal ini seperti tujuh kaki dian dalam Zakharia 4:2. Menurut keberadaannya ada satu kaki dian, tetapi menurut fungsinya ada tujuh lampu. Pada, waktu kitab Wahyu dituhs, gereja telah merosot dan zaman menjadi gelap. Karena itu Roh Allah yang diintensifkan tujuh ganda diperlukan bagi pergerakan dan pekerjaan Allah di atas bumi.

Dalam esens, Roh itu adalah satu; tetapi dalam fungsi, khususnya pada akhir zaman yang gelap ini, Roh Allah itu tujuh ganda. Sama seperti sebuah bola lampu yang memiliki tiga tingkat cahaya yang bisa memberikan cahaya tiga ganda, Roh Allah bersinar tujuh ganda. Hari ini dalam pemulihan kita perlu Roh tujuh ganda itu. Zaman hari ini penuh dengan kegelapan. Agar dapat menempuh hidup yang menang, kita perlu Roh tujuh ganda itu. Kita seharusnya memuji Tuhan karena Roh almuhit yang tinggal di dalam kita sekarang adalah tujuh ganda. Dalam pemulihan Tuhan, tidak seorang pun di antara kita yang boleh menjadi lemah. Dalam pemuhhan Tuhan, kita semua seharusnya kuat sebab kita memiliki Roh tujuh ganda. Roh almuhit, majemuk, yang telah melalui proses, dan yang memberikan hayat, dalam pemuhhan Tuhan hari ini adalah Roh yang diintensifkan tujuh kali. Roh ini bekerja tujuh ganda; fungsinya adalah tujuh kali. Zaman sekarang itu gelap, tetapi kita memiliki cahaya tujuh ganda. Masyarakat hari ini adalah bobrok, tetapi kita memiliki Roh tujuh ganda. Roh tujuh ganda itu sekarang sedang memperkuat, menjenuhi, menerangi, dan menyinari kita serta bersinar dari dalam kita.

Wahyu adalah kitab terakhir dalam Alkitab, kitab perampungan akhir. Dalam, Perjanjian Lama ada Roh Allah untuk penciptaan Allah dan Roh Jehova untuk hubungan Allah dengan manusia. Tetapi pada saat kita melewati kitab-kitab Injil, Kisah Para Rasul, dan surat-surat kiriman dan sampai pada kitab Wahyu, Roh itu sekarang adalah Roh tujuh ganda yang merupakan perampungan dari Roh Allah, Roh Jehova, Roh Kudus, dan Roh pemberi hayat yang telah melalui proses, majemuk, dan almuhit. Sekarang Roh almuhit ini adalah tujuh ganda di dalam kita.

Teologi tradisional mengajar kita bahwa Allah Tritunggal adalah dari tiga persona dengan satu substansi dan bahwa ketiganya ini seharusnya tidak dicampuradukkan dan satu substansi ini seharusnya tidak dibagi-bagi. Dalam Yohanes 20:22 Tuhan Yesus mengembusi kaum beriman-Nya dan memberi tahu mereka untuk menerima Roh Kudus. Hal ini jelas menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah embusan napas Tuhan Yesus dan ini berarti persona ketiga dari Trinitas itu merupakan embusan napas dari persona kedua. Sekarang kita perlu bertanya apakah Roh itu merupakan persona ketiga dari Trinitas ataukah embusan napas dari persona kedua. Selanjutnya, ketika sampni pada kitab Wahyu, Roh yang satu itu telah menjadi tujuh. Wahyu 5:6 memberi tahu bahwa ketujuh, Roh itu adalah ketujuh mata Anak Domba dan hal ini berarti bahwa Roh itu merupakan mata Tuhan Yesus. Sekarang persona ketiga dari Trinitas menurut teologi tradisional adalah mata dari persona kedua. Apakah Roh itu suatu persona ataukah mata dan embusan napas dari persona kedua? Jika Roh itu adalah embusan napas dan mata dari persona kedua, di manakah persona ketiga? Melalui hal ini kita dapat melihat bahwa ajaran tradisional tidaklah begitu dapat dipercayai karena tidak begitu tepat.

Dalam Ke-Allahan terdapat Bapa, Putra, dan Roh itu, Trinitas ilahi. Ada suatu perbedaan di antara ketiganya, tetapi mereka mutlak tidak dapat dipisahkan. Hal ini hertentangan dengan wahyu dalam Perjanjian Baru. Mereka tiga, tetapi satu. Mereka adalah satu, tetapi mereka tetap berbeda. Inilah Allah Tritunggal, Allah tiga-esa. Bapa, Putra, dan Roh itu adalah tiga, namun mereka tetap satu. Mereka satu, tetapi mereka tetap tiga yang berbeda. Tidak iida yang dapat memberi tahu sampai tingkat manakah perbedaan tersebut. Demikian juga tidak seorang pun dapat inengatakan di manakah awal keesaan mereka. Roh itu datang sebagai Putra bersama dengan sang Bapa. Karena itu ketika yang satu datang, ketiganya berada di sini. Ketiganya tidak hanya serentak ada secara terus-menerus, tetapi mereka juga saling huni. Ketiganya dari keAllahan itu saling huni berarti mereka juga saling tinggal satu sama lain. Tuhan Yesus mewahyukan perkara saling huni ini ketika Dia mengatakan bahwa Dia ada di dalam Bapa dan bahwa Bapa ada di dalam Dia (Yoh. 14:10-11). Bapa dan Putra saling huni; dan Bapa dan Putra pada waktu yang sama saling huni di dalam Roh. Perkara ini di luar pengetahuan kita, tetapi kita perlu menerima apapun yang dikatakan Alkitab.

Dalam ekonomi Allah, Allah Tritunggal mewujudkan diri-Nya di dalam Putra, Putra dinyatakan sebagai Roh itu, dan Roh itu adalah perampungan akhir Allah Tritunggal yang telah melalui proses yang dibaurkan dengan segala atribut ilahi dan kebajikan insani. Roh yang majemuk ini berhuni di dalam roh kita dan sekarang Dia itu adalah tujuh ganda, diintensifkan tujuh kali. Kita tidak perlu mempraktekkan agama, mencoba berbagai etika, atau mencoba mempertahankan peraturan-peraturan atau doktrin-doktrin tertentu. Kita hanya perlu menjaga diri kita terbuka kepada Roh ajaib yang sedemikian, membiarkan Dia memberikan hayat kepada kita tanpa halangan di dalam diri kita untuk menjenuhi roh, jiwa, dan tubuh kita dengan hayat ilahi demi mentransformasi kita secara metabolis, menjadikan kita sama seperti Dia dalam kemuliaan.