← Daftar isi Ekonomi Ilahi · bab 8/15

EKONOMI ILAHI DALAM KEBANGKITAN KRISTUS YANG MELAMPAUI SEGALA SESUATU

Pembacaan Alkitab :

1 Kor. 15:45b; Yoh. 12:24; 14:20; Ef. 2:6; 1 Ptr. 1:3;

Ef 1:19-23; Kej. 2:21-24; Ef 5:30-32

Keempat butir utama mengenai Kristus dalam ekonomi ilahi-Nya adalah inkarnasi-Nya, kehidupan insani-Nya, keinatian-Nya, dan kebangkitan-Nya. Jika mengerti keempat butir utama mengenai Kristus ini, maka kita akan menyadari bahwa butir-butir utama dari proses Kristus adalah untuk ekonomi ilahi. Kita telah melihat bahwa inkarnasi, kehidupan insani, dan kematian almuhit-Nya adalah untuk ekonomi Allah. Dalam bab ini kita akan melihat bahwa kebangkitan-Nya juga adalah untuk ekonomi Allah.

SEBUAH ILUSTRASI MENGENAI KEMATIAN, KEBANGKITAN,

DAN REPRODUKSI KRISTUS

Ketika Tuhan Yesus memberi tahu murid-murid-Nya bahwa Ia akan mati, mereka menjadi susah dan kecewa. Mereka berpikir bahwa jika Tuhan akan menderita dan mati, maka segala sesuatunya akan berakhir. Tetapi setiap kali Tuhan memberi tahu mereka tentang kematian-Nya, Ia juga memberi tahu mereka tentang kebangkitan-Nya. Sedikitnya tiga kali Tuhan Yesus memberi tahu mereka satu perkara ini (Mat. 16:21; 17:22-23; 20:18-19). Mereka hanya menangkap pemikiran mengenai kematian-Nya, bukan kebangkitan-Nya. Akhirnya Tuhan memberi tahu mereka bahwa Ia adalah sebutir biji gandum (Yoh. 12:24).

Biasanya orang-orang tidak memiliki pemikiran mengenai kebangkitan, tetapi dalam ciptaan Allah kita dapat melihat prinsip kebangkitan. Ketika sebutir biji gandum ditaburkan ke dalam. tanah, ia mati di dalam. tanah. Namun kematian tersebut bukan akhir darinya. Kematian tersebut mengarah kepada sesuatu yang lebih dalam-kebangkitan. Jika Anda mengubur sebush batu kecil, ia tidak akan bertumbuh. Tetapi, jika Anda menanam sebutir biji gandum ke dalam tanah, ia akan mati dan bertumbuh, dan pertumbuhan tersebut adalah kebangkitan. Ketika bertumbuh, ia memproduksi dan menghasilkan banyak biji dan biji-biji tersebut merupakan pelepasan, reproduksi, perbanyakan, dan pertambahan dari satu biji tersebut. Kita menganggap bahwa sebutir biji gandum yang jatuh ke tanah dan mati adalah hal yang biasa, tetapi prinsip dari peristiwa tersebut bukanlah hal yang biasa. Tuhan Yesus menggunakan hal ini sebagai ilustrasi untuk kematian, kebangkitan, dan reproduksi-Nya. Reproduksi ini adalah pendispensian hayat ilahi. Reproduksi dari sebutir biji gandum adalah pendispensian hayat dari satu biji ini ke dalam banyak biji.

KEBANGKITAN

ADALAH PENDISPENSIAN HAYAT

Tidak banyak orang yang melihat bahwa kebangkitan Kristus adalah pendispensian hayat. Kebanyakan orang Kristen hanya melihat bahwa kebangkitan Kristus adalah kemenangan Kristus. Maut tidak dapat menahan Kristus. Ia menang atas maut, kuburan, dan alam. baka. Sukar menemukan sebuah kidung yang memberi tahu kita bahwa kebangkitan Kristus adalah pendispensian hayat. Kebangkitan sebutir biji gandum adalah pendispensian hayat. Hayat hanya ada di dalam. Kristus sebagai sebutir biji, tetapi setelah mati dan bangkit, hayat-Nya didispensikan ke dalam banyak biji.

Sebelum Tuhan mati dan bangkit, hayat ilahi hanya ada di dalam diri-Nya. Yesus adalah satu-satunya manusia yang berhayat ilahi. Murid-murid ada di sekitar-Nya, tetapi di dalam. mereka tidak ada hayat kekal. Tetapi Yesus memiliki jalan untuk mendispensikan hayat ilahi-Nya ke dalam Petrus, Yohanes, Yakobus, Andreas, dan semua murid yang lain. Jalannya ialah diri-Nya harus mati dan bangkit. Melalui kebangkitan, hayat ilahi di dalam. Yesus didispensikan ke dalam semua murid-Nya. Sebelum kematian Kristus, Yesus adalah satu-satunya biji. Semua murid lain bukanlah biji. Tetapi Ia menghendaki semua murid-Nya menjadi biji-biji. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Hal itu tidak pernah dapat terjadi melalui ajaran. Yohanes 1:4 memberi tahu kita bahwa di dalam Yesus ada hayat. Hayat ada di dalam diri-Nya karena Ia adalah Allah. Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu adalah Allah (Yoh. 1:1). Di dalam diri-Nya ada hayat. Secara luaran, Yesus dan murid-murid-Nya itu sama. Tetapi perbedaannya adalah : di dalam Yesus ada hayat. Di dalam Petrus tidak ada hayat; di dalam Yakobus tidak ada hayat; di dalam Yohanes tidak ada hayat; di dalam Andreas tidak ada hayat; dan di dalam semua murid lain tidak ada hayat. Yesus adalah satu-satunya biji yang berhayat kekal. Sebagai satu-satunya biji gandum, Ia mati dan bangkit untuk menghasilkan banyak biji. Melalui kebangkitan-Nya, hayat di dalam diri-Nya didispensikan ke dalam semua murid untuk membuat mereka masing-masing menjadi satu biji. Sekarang kita dapat melihat apa kebangkitan itu. Kebangkitan adalah pendispensian hayat. Ini adalah istilah baru yang tidak boleh dilupakankebangkitan Kristus adalah pendispensian hayat. Hayat ini adalah hayat ilahi, hayat Allah.

Kita telah melihat bahwa Tuhan Yesus sebagai manusia Allah telah mati sebagai Anak Domba Allah, manusia dalam daging, Adam yang akhir, ular tembaga, Yang sulung dari semua ciptaan, dan Pembawa damai. Kematian Tuhan di atas salib dalam aspek-aspek ini bukan untuk mendispensikan hayat. Kematian-Nya di atas salib sebagai biji gandum itulah yang mendispensikan hayat. Jika sebutir biji gandum tidak mati, ia tetap satu biji. Tetapi jika ia mati, ia akan bertumbuh untuk menghasilkan banyak biji. Inilah pendispensian hayat. Tuhan Yesus mati di kayu salib bukan hanya membereskan semua perkara negatif dalam alam semesta, tetapi dalam. aspek positifnya, Ia mati di atas salib adalah untuk melepaskan hayat ilahi-Nya. Jadi ada aspek penebusan dari kematian Kristus dan aspek pelepasan hayat dari kematian-Nya.

Ketika Ia mati, ada dua macam cairan keluar dari lambungnya yang tertusuk : darah dan air. Darah adalah tanda penebusan-Nya dan air adalah tanda dari pelepasan hayatNya. Ia mati untuk merampungkan penebusan dan Ia mati untuk melepaskan hayat ilahi-Nya. Sekarang kita memiliki darah penebusan dan Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45b) yang dilambangkan dengan air. Syukur kepada Tuhan atas darah dan air hayat. Kematian Kristus mendatangkan kebangkitan. Ia mati untuk hidup. Sebelum Tuhan Yesus, tidak ada manusia yang mati untuk hidup. Karena tidak ada seorang pun ygng memiliki hayat ilahi di dalam dirinya. Ketika mereka mati, itu berarti tamat. Tetapi Yesus memiliki hayat ilahi di dalam diri-Nya sehingga melalui kematianNya, Ia melepaskan hayat. Ia mati untuk hidup, dan pelepasan hayat-Nya adalah untuk menghasilkan banyak biji.

KITA DI DALAM TUHAN DAN DI DALAM BAPA,

DAN TUHAN DAN BAPA DI DALAM KITA

Ketika Tuhan Yesus memberi tahu murid-murid bahwa Ia akan mati, mereka kecewa. Tetapi Ia terus berbicara kepada mereka makin lama makin dalam. Sebelum kematianNya, Ia menyampaikan pesan yang panjang kepada mereka yang terdiri atas tiga pasal, Yohanes 14-16. Dalam ketiga pasal ini, pemikiran utamanya ada dalam 14:20, "Pada waktu itulab kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam BapaKu dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu." Pada waktu itu mengacu kepada hari kebangkitan Tuhan (Yoh. 20:19). Pada hari kebangkitan Tuhan, murid-murid akan mengetahui tiga "di dalam" : Aku di dalam Bapa, kamu di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu.

Tuhan Yesus telah memberi tahu murid-murid bahwa Ia ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Dia (14:10-11). Ia memberi tahu mereka lebih jauh lagi bahwa Ia dan Bapa adalah satu (Yoh. 10:30). Melalui kebangkitan-Nya itulah murid-murid masuk ke dalam realitas yang sama yaitu Bapa di dalam mereka, mereka di dalam Bapa, dan bahwa mereka dan Bapa adalah satu. Pada hari itu murid-murid akan tahu bahwa Tuhan ada di dalam Bapa-Nya dan mereka ada di dalam-Nya. Karena Tuhan ada di dalam Bapa dan mereka sekarang ada di dalam-Nya, mereka juga ada di dalam Bapa. Selama mereka ada di dalam-Nya, mereka ada di dalam Bapa karena Ia ada di dalam Bapa. Berada di dalam Tuhan berarti berada di dalam Bapa. Ketika Tuhan masuk ke dalam kita ("Aku di dalam kamu"), Bapa masuk ke dalam kita. Ia ada di dalam kita, maka Bapa juga ada di dalam kita (Yoh. 14:23). Dalam Yohanes 14:20 Tuhan mengatakan bahwa kita akan tahu hal ini "pada hari itu". Kita sudah ada pada "waktu itu", karena itu kita semua harus memproklamirkan bahwa kita telah mengetahui fakta yang menakjubkan ini. Kita semua harus memproklamirkan bahwa kita ada di dalam Tuhan dan di dalam Bapa, dan bahwa Tuhan dan Bapa ada di dalam kita. Ini berarti bahwa Tuhan, kita, dan Bapa saling huni satu dengan yang lain dan berbaur bersama-sama.

Kita ada di dalam Tuhan, di dalam Bapa, dan juga di dalam kebangkitan. Ketika kita ada di dalam kebangkitan, kita ada di dalam Tuhan dan di dalam Bapa, dan Tuhan dan Bapa ada di dalam kita. Kebangkitan adalah satu persona, dan persona ini adalah Yesus Kristus, Anak Allah (Yoh. 11:25). Tuhan Yesus memberi tahu Marta bahwa Ia adalah kebangkitan dan hayat. Ia bukan hanya hayat tetapi juga kebangkitan bagi kita. Ini seharusnya bukan hanya menjadi doktrin bagi kita, tetapi kita harps melihat visi bahwa di dalam kebangkitan, kita ada di dalam Tuhan dan di dalam Bapa, dan Tuhan dan Bapa ada di dalam kita.

DIBANGKITKAN BERSAMA KRISTUS

DAN DILAHIRKAN KEMBALI

DI DALAM KEBANGKITAN-NYA

Efesus 2:6 mengatakan, "Dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di surga." Kita, kaum beriman, telah dibangkitkan bersama dengan Kristus. Ketika Kristus bangkit, kita semua dibangkitkan. Sesungguhnya, kita dibangkitkan di dalam Kristus sebelum kita dilahirkan, kira-kira dua ribu tabun yang lalu. Dalam pandangan Allah, kita jatuh di dalam Adam pada enam ribu tahun yang lalu, dan dalam pandangan Allah, kita dibangkitkan di dalam Kristus dua ribu tahun yang lalu. Hal ini bukan menurut perhitungan matematika manusia, tetapi ini adalah cara perhitungan Allah. Karena kebangkitan ini adalah pendispensian hayat, 1 Petrus 1:3 memberi tahu kita bahwa kita dilahirkan kembali "oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati." Menurut cara perhitungan Allah, kita dilahirkan kembali, dilahirkan sekali lagi, sebelum kita dilahirkan. Sebelum kita mengalami kelahiran yang pertama, kita telah dilahirkan kembali. Inilah matematika Allah. Ketika dibangkitkan bersama Kristus, kita dilahirkan kembali dengan hayat ilahi. Ketika dibangkitkan bersama Kristus, hayat ilahi didispensikan ke dalam kita sehingga kita dilahirkan kembali dalam kebangkitan Kristus. Ini sekali lagi menunjukkan bahwa kebangkitan adalah pendispensian hayat.

GEREJA ADALAH HASIL

DARI KEBANGKITAN KRISTUS

Efesus 1:19-23 memberi tahu kita bahwa ketika Kristus bangkit, kuasa untuk membangkitkan Dia begitu hebat, melampaui segala sesuatu. Kuasa tersebut melampaui segala sesuatu. Kuasa tersebut melampaui kuburan, alam maut, dan kematian. Kuasa besar yang melampaui segala sesuatu itu meninggikan Dia ke tingkat-tingkat langit, meletakkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, dan memberikan Dia sebagai Kepala atas segala sesuatu dengan tujuan untuk menghasilkan gereja. Jadi gereja adalah hasil kebangkitan Kristus yang melampaui segala sesuatu. Ketika kita dilahirkan kembali dua ribu tahun yang lalu, gereja juga dihasilkan. Jika kita berbicara tentang perkara-perkara ini kepada beberapa orang, mereka mengira bahwa kita adalah pemimpi. Sesungguhnya kita bukan pemimpi, tetapi kita sedang berbicara tentang perkara-perkara dalam. alam. yang lain. Alam. ini bukan alam alamiah, tetapi alam kebangkitan. Kita tidak termasuk dalam. alam. alamiah, tetapi dalam alam kebangkitan. Gereja adalah hasil kebangkitan Kristus, hasil dari pendispensian hayat. Gereja sepenuhnya bukan alamiah, tetapi mutlak perkara dalam kebangkitan. Ketika hidup dengan hayat alamiah secara alamiah, kita bukan lagi gereja karena gereja mutlak adalah perkara dalam kebangkitan.

Gereja bukan diciptakan oleh Allah, tetapi dibangkitkan oleh Allah. Dalam Kejadian 2, Allah tidak menciptakan Hawa; Ia hanya menciptakan Adam. Adam diciptakan, tetapi Hawa dibangkitkan. Adam diciptakan oleh Allah, tetapi Allah tidak menciptakan seorang istri baginya. Allah membuat Adam tidur nyenyak (Kej. 2:21). Dalam Alkitab, tidur menggambarkan kematian (1 Tes. 4:13; Yoh. 11:11-14; 1 Kor. 11:30). Lalu Allah membuka pinggang Adam dan inengambil salah satu tulang rusuknya dan membangun tulang rusuk ini untuk menjadi seorang istri bagi Adam. Ketika Adam bangun, ia melihat seorang istri. Istri ini bukan sesuatu dalam penciptaan tetapi dalam kebangkitan, mesuatu yang hidup yang keluar dari Adam, dan itulah Hawa. Allah menggunakan tulang rusuk Adam untuk memhangun seorang istri. Istri ini bukan diciptakan tetapi dibangun dalam kebangkitan, dan menurut Efesus 5, istri ini ndalah gambaran dari gereja. Gereja bukan diciptakan oleh Allah tetapi sesuatu yang dibangkitkan dari Kristus.

Sama seperti Adam, Kristus "ditidurkan" di atas salib dan tubuh-Nya terbelah. Dari lambung Tuhan yang tertusuk mengalir keluar darah dan air. Darah adalah untuk penebusan demi membereskan kejatuhan. Tulang rusuk yang keluar dari diri Adam menandakan hayat kekal yang tidak dapat rusak, dan air yang keluar dari tubuh Tuhan juga menandakan hayat kekal. Tulang Adam menandakan hayat ilahi yang juga dilambangkan oleh air yang mengalir keluar dari tubuh Kristus. Tidak ada tulang Tuhan yang dipatahkan di atas salib (Yoh. 19:36). Ini menandakan bahwa hayat ilahi-Nya tidak dapat dirusak. Hayat jasmaniNya terbunuh, tetapi tidak ada satupun yang dapat mematahkan hayat ilahi-Nya yang mengalir keluar untuk menghasilkan gereja. Dengan tulang rusuk, Allah membangun seorang istri, dan dengan air yang mengalir, Allah menghasilkan gereja. Jadi gereja bukan sesuatu yang diciptakan oleh Allah, tetapi sesuatu yang dihasilkan dalam kebangkitan Kristus. Karena gereja sepenuhnya merupakan perkara dalam kebangkitan, kita harus meninggalkan seinua cara alamiah dalam melakukan apa saja dan meninggalkan hayat alamiah kita.

Gereja ada di dalam kebangkitan dan gereja adalah satu dengan Kristus seperti halnya Hawa menjadi satu dengan Adam. Mereka berdua menjadi satu daging, Kristus dan gereja menjadi satu roh (1 Kor. 6:17). Paulus mengatakan perihal Kristus dan gereja sebagai misteri yang besar (Ef. 5:32). Gereja sebagai misteri Kristus (Ef. 3:4) adalah hasil dnri pendispensian hayat ilahi. Melalui kebangkitan Kristus yang melampaui segala sesuatu, hayat Allah dalam Kristus telah didispensikan ke dalam semua orang beriman sehingga menghasilkan gereja. Puji Tuhan atas kebangkitan Kristus yang melaluinya kita dilahirkan kembali dan gereja dihasilkan!