← Daftar isi Ekonomi Ilahi · bab 4/15

EKONOMI ILAHI DALAM KRISTUS SEBAGAI POHON HAYAT

Pembacaan Alkitab :

Mzm. 32:9; Yoh. 1:1-2, 4; 6:35; 10:10b;

15:1; Kol. 3:4a; Why. 2:7; 22:2, 14

Alkitab adalah sebuah kitab tentang misteri-misteri ilahi. Seperti telah kita lihat, misteri pertama dalam Alkitab adalah ekonomi ilahi. Tetapi misteri ini telah hilang, lenyap, dan terkubur selama berabad-abad. Syukur kepada Tuhan karena di hari-hari terakhi ini Ia telah membukakan misteri ini kepada kita. Kita bahkan dapat melihat misteri ini dalam dua pasal pertama dalam Alkitab. Di sini ekonomi ilahi telah ditaburkan dalam firman sebagai sebuah benih. Banyak dari kebenaran ilahi dalam wahyu ilahi telah ditaburkan dalam kitab Kejadian sebagai benih, dan dalam kitab-kitab selanjutnya dari Alkitab, benih-benih ini bertumbuh dan berkembang. Apa saja yang diwahyukan dalam kitab Kejadian telah dikembangkan dalam seluruh kitab-kitab dalam Alkitab sampai kitab terakhir, kitab Wahyu, di mana terdapat penuaian dari seluruh kebenaran ini.

Kebenaran mengenai pohon hayat ditaburkan dalam Kejadian 2, dan kebenaran ini dituai dalam Wahyu 22. Di antara kitab Kejadian dan kitab Wahyu ada pengembangan kebenaran mengenai pohon hayat. Pohon hayat adalah Allah mendispensikan diri-Nya ke dalam umat pilihan-Nya. Pohon hayat menandakan diri Allah sebagai hayat bagi kita. Allah sendiri ingin menjadi hayat kita. Kita harus menyadari bahwa hayat ini sangat misterius, abstrak, dan sama sekali tidak terlihat. Kamu tidak dapat melihat hayat, tetapi ia begitu nyata, hidup, organik, dan berkuasa. Hayat fisik kita adalah satu entitas (kesatuan) Yang tidak terlihat tetapi bisa dirasakan. Hayat itu hidup, organik, penuh semangat, energik, dan berkuasa.

PERWUJUDAN HAYAT

Allah ingin menjadi hayat kita, tetapi bagaimana kita dapat mengetahui dan menjamah hayat ini? Itulah sebabnya Allah sebagai hayat harus diwujudkan. Listrik itu nyata dan penuh kekuatan, tetapi tidak seorang pun dapat melihatnya. Supaya listrik dapat digunakan dan diterapkan, listrik perlu diwujudkan. Suatu kabel atau kawat adalah perwujudan dari listrik. Listrik diwujudkan di dalam kawat. Ketika memiliki kawat atau kabel, kita memiliki listrik. Demikian juga, pohon hayat adalah perwujudan hayat. Pohon ini adalah perwujudan dari hayat ilahi sama seperti tubuh fisik Anda adalah perwujudan dari hayat fisik anda. Pohon hayat adalah perwujudan Allah sebagai hayat, perwujudan hayat ilahi. Alkitab mewahyukan bahwa perwujudan hayat ilahi itu adalah Yesus. Di manakah Allah? Ia terwujud di dalam Yesus. Di luar Yesus tidak ada Allah. Di luar Yesus, Anda tidak dapat melihat Allah ataupun menemukan Allah. Ini sama dengan mengatakan bahwa di luar kabel atau kawat, Anda tidak dapat melihat ataupun menemukan listrik. Allah terwujud di dalam Yesus dan Allah yang terwujud di dalam Yesus ini adalah hayat. Allah yang terwujud ini membuat Yesus menjadi pohon hayat.

Dalam Perjanjian Lama, pohon hayat hanya disinggung sekali saja. Pohon hayat yang disinggung dalam Kejadian pasal 2 adalah sebuah benih mengenai kebenaran ilahi yang ditaburkan di sana. Karena keiatuhan manusia, pohon hayat tidak disebut-sebut lagi untuk jangka waktu yang sangat lama. Kemudian dalam, Perjanjian Baru, kita diberi tahu bahwa Allah menjadi manusia. Pada mulanya, Firman adalah diri Allah dan Allah ini menjadi daging, seorang manusia di dalam daging yang bernama Yesus. Dalam Yohanes 1:4 kita diberi tahu bahwa "di dalam Dia ada hidup". Ketika Allah menjadi seorang manusia, hayat tidak lagi abstrak. Hayat terwujud di dalam daging. Di dalam Yesus ada hayat. Pohon adalah daging dan daging adalah pohon. Yohanes memberi tahu kita bahwa rasul-rasul melihat dan menjamah pohon itu (1 Yoh. 1:1). Ketika menjamah Yesus, mereka menjamah pohon hayat. Mereka menerima hayat karena di dalam Dia ada hayat. Ia memberi tahu kita bahwa Ia datang supaya mereka mempunyai hayat dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yoh. 10:10b). Ia bukan hanya ingin kita mempunyai sedikit hayat tetapi mempunyainya dalam segala kelimpahan. Yesus adalah perwujudan dari hayat ilahi. Di dalam Dia ada hayat. Hayat adalah isi-Nya.

Sejak muda saya diajar oleh banyak guru Kristen bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Satu Timotius 1:15 memberi tahu kita bahwa Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang-orang berdosa. Inilah fakta yang sangat luar biasa dalam Alkitab, tetapi sedikit sekali guru-guru Kristen yang memberi tahu saya bahwa Yesus datang supaya kita memiliki hayat. Yesus datang bukan hanya menjadi Juruselamat kita tetapi menjadi perwujudan hayat. Ketika percaya kepada Dia, kita bukan hanya diselamatkan tetapi kita juga menerima hayat ilahi karena Ia adalah perwujudan dari hayat ini.

ROTI HAYAT

Suatu hari Tuhan Yesus memberi tahu orang-orang bahwa Ia adalah roti hayat (Yoh. 6:35). Ia bukan hanya hayat tetapi roti hayat sehingga kita dapat makan Dia. Roti hayat adalah suplaian hayat dalam bentuk makanan, seperti pohon hayat (Kej. 2:9), yang juga adalah suplaian hayat yang "baik untuk dimakan". Kita perlu menyadari bahwa Yesus dapat dimakan. Saya adalah seorang Kristen selama bertahun-tahun dan tidak pernah mendengar bahwa saya dapat makan Yesus. Dalam Yohanes 6:57 Tuhan Yesus berkata, "Barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku." Roti hayat adalah sesuatu yang pasti dapat dimakan. Yesus memberi tahu kita bahwa Ia adalah roti hayat, ini menyiratkan bahwa Ia dapat dimakan dan Ia memberi tahu kita secara langsung bahwa kita dapat makan Dia. Kita hidup karena Dia jika kita makan Dia. Kita hidup dengan apa yang kita makan. Makanan saya tiga kali sehari membantu saya menjadi penuh tenaga dan kuat. Ahli diet memberi tahu kita bahwa kita adalah apa yang kita makan. Semakin banyak makan Yesus, kita semakin menjadi Yesus. Kita hidup dengan apa yang kita makan, dan kita adalah apa yang kita makan.

POKOK ANGGUR

Yesus juga memberi tahu kita bahwa ia adalah pokok anggur yang benar (Yoh. 15:1). Ia adalah pokok anggur. Kita semua tahu bahwa pohon anggur bukanlah pohon yang tinggi. Jika Yesus adalah pohon yang menjulang tinggi, buah-Nya tidak akan tersedia bagi kita. Tetapi Yesus adalah pohon anggur yang buahnya selalu tersedia bagi manusia untuk dimakan dan dinikmati. Ia bukan sebuah pohon yang tinggi tetapi sebuah pohon yang panjang. Dalam Yohanes 15 Yesus memberi tahu kita, bahwa Ia adalah pohon anggur, kemudian dalam. Wahyu 22:2 kita melihat bahwa satu pohon hayat tumbuh di kedua sisi sungai, yang menandakan bahwa pohon hayat itu adalah pohon anggur, tersebar dan menjalar sepanjang aliran air hidup untuk diterima dan dinikmati oleh umat Allah.

Yerusalem Baru adalah kota yang berbentuk bujur sangkar. Panjang, lebar, dan tingginya adalah dua belas ribu stadia (Why. 21:16). Satu stadia kurang lebih sama dengan enam ratus kaki, jadi dua belas ribu stadia kurang lebih sama dengan seribu tiga ratus hma puluh mil. Yerusalem Baru adalah sebuah gunung yang pada puncaknya terdapat takhta Allah. Dari tahta ini mengalir keluar sungai air hayat (Why. 22:1) dan di sepanjang sungai itu tumbuh pohon hayat. Sungai dimulai dari takhta dan mencapai kedua belas pintu gerbang kota. Supaya hal ini bisa terjadi, sungai itu harus berbentuk spiral dan mengalir mengelilingi seluruh kota agar bisa mencapai kedua belas gerbang tersebut. Dimulai dari takhta, pohon anggur itu bertumbuh secara spiral mengehhngi gunung di sepanjang tepi sungai. Akhirnya ia melewati kedua belas pintu gerbang itu.

Berapa panjangnya pohon anggur ini? Pohon anggur ini mencapai setiap sudut bumi yang berpenduduk. Ia cukup panjang untuk mencapai Argentina, Cile, Peru, Uruguay, Paraguay, Kolombia, Bolivia, Kanada, Inggris, Jerman, Yunani, Turki, Rusia, Cina, Korea, Jepang, Thailand, Filipina dan Indonesia. Tuhan Yesus sebagai pohon anggur yang luar biasa bertumbuh mengehhngi seluruh bumi. Ia bukanlah pohon yang menjulang tinggi dari bumi ke langit, tetapi ia adalah pohon yang panjang yang bertumbuh secara spiral mengelilingi seluruh bumi. Yesus bukanlah pohon pinus tetapi pohon anggur yang menyebar dan bertumbuh ke seluruh bumi. Dalam. Yohanes 15, Tuhan Yesus memberi tahu kita secara langsung bahwa Ia adalah pohon anggur, dan dalam Wahyu 22 pohon hayat adalah sebuah pohon anggur. Kita, tidak seharusnya mengira bahwa pohon anggur itu ada dua. Hanya ada satu pohon anggur, satu pohon hayat. Dalam Kejadian 2, pohon anggur ini sebagai pohon hayat, dalam Yohanes 15 sebagai pokok anggur yang benar, dan dalam Wahyu 22, ia bertumbuh secara spiral mengehhngi gunung Yerusalem Baru untuk mencapai semua umat yang dipilih dan ditebus Allah. Kita harus mengenal dan melihat visi Tuhan Yesus sebagai pohon hayat, perwujudan dari hayat ilahi, serta pohon anggur yang panjang dan menyebar.

HARI INI MENIKMATI POHON HAYAT

SEBAGAI PENCICIPAN PENDAHULUAN

Dalam Kejadian 2 ada pohon hayat, dan dalam Wahyu 22 akan ada pohon anggur yang adalah pohon hayat. Di satu pihak, pohon hayat adalah perihal di masa yang lampau. Di pihak lain, pohon hayat akan menjadi perihal di masa yang akan datang. Tetapi kita juga harus menyadari suatu kabar baik bahwa makan pohon hayat adalah sesuatu yang dilakukan pada hari ini. Wahyu 2:7 berkata, "Barangsiapa menang, ia akan Kuberi makan dari pohon hayat yang ada di Taman Firdaus Allah." Pohon hayat tersedia dalam kehidupan gereja hari ini. Dalam Perjanjian Baru, ada satu prinsip dasar, yaitu apa yang akan kita nikmati di masa yang akan datang harus kita nikmati di masa kini, dan apa yang kita nikmati di masa kini akan menjadi kenikmatan kita di masa yang akan datang.

Dalam, Perjanjian Baru ada prinsip pencicipan. Pencicipan adalah tanda dari kenikmatan penuh yang akan datang. Allah telah menyiapkan pohon hayat untuk kenikmatan kekal kita, tetapi hari ini kita harus menikmati pohon hayat sebagai pencicipan. Jika hari ini kita tidak memiliki pencicipan, kita tidak akan pernah dapat memiliki kenikmatan penuh di masa yang akan datang, masa kerajaan. Tidak usah diragukan, kita akan menikmati pohon hayat di dalam. Yerusalem Baru di masa yang akan datang sebagai pengecapan penuh. Tetapi dalam kehidupan gereja hari ini kita dapat mencicipi pohon hayat. Jika kita hari ini tidak mencicipi Tuhan Yesus sebagai pohon hayat, kita akan kehilangan kenikmatan khusus akan Dia sebagai pohon hayat di dalam Yerusalem Baru pada kerajaan Milenium yang akan datang sebagai pahala bagi kaum beriman yang menang.

Taman Firdaus Allah dalam. Wahyu 2:7 mengacu kepada Yerusalem Baru, dan gereja adalah pencicipannya hari ini. Kehidupan gereja hari ini adalah miniatur taman Firdaus Allah, Yerusalem Baru. Kehidupan gereja adalah taman Firdaus kecil. Dalam taman Firdaus, kita menikmati Kristus sebagai pohon hayat. Tanpa makan, tidak ada kenikmatan. Makan pohon hayat, yaitu menikmati Kristus sebagai suplaian hayat kita, seharusnya merupakan perkara utama dalam kehidupan gereja. Dalam kekristenan hari ini, hanya ada sedikit sekali makan dan sedikit sekali kenikmatan terhadap Kristus. Dalam pemuhhan Tuhan, kita perlu mempunyai kenikmatan terhadap Kristus setiap hari. Sepanjang hari kita perlu makan dan minum Yesus. Ketika mencicipi pohon hayat, kita sedang mencari kenikmatan penuh yang akan datang. Kita menikmati Dia melalui makan Dia sebagai pohon hayat dan roti hayat.

TINGGAL DI DALAM DIA

DAN DIA DI DAIAM KITA

Kita bukan hanya makan Dia tetapi kita juga bersatu dengan Dia. Sekarang kita adalah ranting-ranting-Nya dan merupakan bagian dari pokok anggur yang besar. Kita menikmati buah dari pohon anggur ini, dan sebagai ranting-ranting-Nya kita juga menikmati sari hayat-Nya. Kita bukan hanya orang-orang yang makan tetapi juga adalah ranting-ranting-Nya. Sebagai ranting-ranting dari pohon anggur yang besar, kita dapat tinggal di dalam Dia dan Dia tinggal di dalam kita. Betapa nikmatnya! Kita bukan hanya makan Dia, tetapi kita juga tinggal di dalam Dia. Kristus sebagai pohon hayat adalah untuk ekonomi ilahi agar dapat mendispensikan Allah sendiri ke dalam Anda dan saya. Sebagai ranting-ranting dari pohon anggur yang besar ini, kita tinggal di dalam Dia dan Dia tinggal di dalam kita. Kemuthan ada pendispensian Allah ke dalam diri kita, pendispensian hayat dari pohon ke dalam ranting-ranting. Pohon hayat adalah perwujudan Allah sebagai hayat bagi kita. Sekarang kita bersatu dengan-Nya secara organik. Saat kita tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita, Allah yang terwujud ini mendispensikan diri-Nya ke dalam kita untuk membuat kita menjadi manusia Allah. Lagipula Allah yang terwujud ini mendispensikan emas ilahi ke dalam kita untuk membuat kita menjadi manusia emas. Puji Dia untuk pendispensian ilahi dari emas ilahi ke dalam diri kita untuk membuat kita semua menjadi manusia emas! Puji Dia untuk pohon hayat, perwujudan Allah sebagai hayat, untuk kita makan dan nikmati demi membuat kita menjadi manusia-manusia hayat!