← Daftar isi Ekonomi Ilahi · bab 3/15

EKONOMI ILAHI DALAM PENCIPTAAN ALLAH (2)

Pembacaan Alkitab :

Kej. 2:8-14, 18-24; Mzm. 46:4-5; 36:8

GAMBAR ALLAH, ROH MANUSIA

DAN POHON HAYAT

Tanpa diragukan lagi, Kejadian 1 dan 2 adalah sebuah catatan tentang penciptaan Allah. Tetapi, seperti yang telah kita lihat kedua pasal ini tidak hanya mengandung pemikiran mengenai penciptaan Allah. Setelah menerima terang, kita dapat melihat bahwa bagian firman ini mengandung sesuatu yang jauh lebih dalam. Perihal penting yang terkandung dalam Kejadian 1 dan 2 adalah ekonomi ilahi. Sangat mudah untuk mengerti bagaimana Allah menciptakan langit dan bumi, tetapi tidak begitu mudah untuk mengerti mengapa Allah menciptakan manusia menurut citra-Nya sendiri, mengapa Allah menciptakan manusia sebagai makhIuk yang memiliki roh dan mengapa setelah menciptakan manusia Ia menaruhnya di depan pohon hayat. Inilah tiga butir yang terpenting: citra Allah, roh manusia, dan pohon kehidupan (pohon hayat). Untuk mengerti Kejadian 1 dan 2, kita harus mengerti butir-butir yang luar biasa, penting, dan vital ini.

Ketika melihat ekonomi ilahi, kita akan menyadari bahwa Allah menciptakan manusia menurut citra-Nya agar Ia dapat mendispensikan diri-Nya ke dalam manusia. Allah juga menciptakan manusia sebagai makhluk yang memiliki roh supaya Ia dapat mendispensikan diri-Nya ke dalam manusia. Akhirnya Allah meletakkan manusia di depan pohon hayat sehingga manusia dapat menerima Dia ke dalam dirinya sebagai hayat. Dalam dua puluh tahun pertama dari pengkajian saya terhadap Alkitab, saya tidak melihat ini. Bagi saya, Kejadian 1 dan 2 hanyalah cerita mengenai penciptaan. Saya tidak bisa mengerti makna dari gambar Allah, roh manusia, dan pohon hayat. Kira-kira empat puluh tahun yang Islu, saya. mulai melihat pohon hayat, gambar Allah, dan roh manusia. Setelah melihat semua hal ini dalam Kejadian 1 dan 2, saya menjadi lupa diri. Kita, harus menyadari bahwa kita memiliki citra Allah. Kita mirip Allah. Kita juga mempunysi roh untuk menerima Allah sebagai hayat. Semua ini adalah bagi ekonomi Allah untuk mendispensikan diri-Nya ke dalam kita. Inilah pemikiran utama dari catatan dalam. Kejadian 1 dan 2.

TAMAN DAN SUNGAI

Selanjutnya Kejadian 2:8 memberi tahu kita bahwa Allah membuat sebuah taman. Taman Yang dibuat Allah berada di Eden, Yang berarti kesenangan atau kesukaan. Allah menaruh manusia di dalam. hngkungan sukacita atau kesenangan, penuh kenikmatan. Allah menaruh manusia dalam taman ini dan meletakkannya di depan pohon hayat. Ini menunjukkan bahwa Allah ingin manusia menerima Dia ke dalam, dirinya untuk menjadi hayat manusia. Allah yang menyenangkan ingin masuk ke dalam manusia untuk menjadi hayat manusia yang menyenangkan.

Selain pohon hayat, gambaran dalam Kejadian 2 menunjukkan bahwa di sana juga ada sebuah sungai yang mengalir keluar dari taman Eden untuk membasahi taman itu (ay. 10). Sebuah hngkungan dengan pohon-pohon dan se. bush sungai adalah hngkungan yang menyenangkan dan penuh hayat. Hayat ada di dalam pohon dan hayat ini mengalir di dalam air. Allah menaruh manusia di depan pohon hayat, dan di samping pohon ini ada sebuah sungai Yang mengalir. Sejauh ini kita telah melihat manusia diciptakan menurut citra Allah sebagai makhluk Yang memiliki roh Yang bisa menerima Allah. Sekarang manusia ini berada di depan pohon hayat di tepi sebuah sungai. Pohon ini "sedap dipandang (menarik) dan baik untuk dimakan" (2:9). Kita perlu melihat gambaran dalam Kejadian 2 tentang seorang manusia Yang memiliki citra Allah, memiliki roh manusia untuk menerima Allah, diletakkan di depan sebush pohon yang tumbuh subur, hijau, dan penuh hayat, serta berada di tepi sebuah sungai dengan air Yang mengalir.

Di mana ada hayat kekal, di sana selalu ada aliran air hidup (hayat). Yohanes 6 menunjukkan bahwa Yesus adalah roti hidup (ay. 35) dengan kehmpahan hayat untuk kita makan (ay. 57). Kemudian Yohanes 7 memberi tahu kita, barang siapa percaya kepada Yesus dan menerima hayatNya, maka dari dalam. hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup (ay. 38). Dalam Yohanes 6 ada roti hidup dengan segala kelimpahan hayat, dan dalam. Yohanes 7 ada sungai yang mengalirkan air hidup. Kedua pasal ini menunjukkan bahwa ketika kita menerima hayat ilahi, hayat ini mengalir di dalam diri kita sebagai aliran air hidup. Inilah makna pohon hayat dan sungai dalam Kejadian 2.

EMAS, DAMAR BEDOIAH, DAN BATU KRISOPRAS

UNTUK BANGUNAN ALLAH

Dalam aliran sungai itu ada emas, damar bedolah, dan batu krisopras (ay. 12). Damar bedolah adalah sejenis mutiara yang bukan dihasilkan oleh tiram dari laut. Ia adalah sejenis, mutiara yang dihasilkan dari sekresi (proses pengeluaran hasil kelenjar atau sel secars, aktif) sebuah pohon. Ketika resin suatu pohon, sekresi hayat pohon, getah pohon, membeku, gumpalan tersebut dapat kita sebut sebagai mutiara yang tembus cahaya (transparan). Damar bedolah adalah sebuah mutiara yang dihasilkan oleh hayat tumbuhtumbuhan, bukan oleh hayat hewan. Batu krisopras adalah batu yang paling berharga. Gambaran dalam Kejadian 2 menunjukkan kepada kita pohon hayat, sebuah sungai, dan pada, aliran sungai ini ada emas, mutiara dari hayat tumbuhan, dan batu krisopras. Kita perlu bertanya apakah makna dari gambaran ini.

Dalam 1 Korintus 3, Paulus memberi tahu kita bahwa ia telah meletakkan dasar satu-satunya, yaitu Yesus Kristus, tetapi sekarang kita harus berhati-hati bagaimana kita membangun di atas dasar ini (ay. 10-11). Kita harus membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, dan batu-batu permata (ay. 12). Dalam Kejadian 2 ada emas, damar bedolah, dan batu krisopras, dan dalam 1 Korintus 3 Paulus menyebutkan emas, perak, dan batu permata. Untuk membangun gereja diperlukan emas, perak, dan batu-batu permata. Pada akhir Alkitab, dalam kitab Wahyu, kota kudus, Yerusalem baru, dibangun dengan tiga bahan --- emas, mutiara, dan batu-batu permata (Why. 21:18-21). Dalam Kejadian, 1 Korintus, dan Wahyu, dalam ketiga bagian dari wahyu ilahi ini, ada tiga bahan-bahan. Emas dan batu-batu permata tercantum dalam ketiga kitab ini. Tetapi dalam kitab Kejadian, bahan yang kedua adalah damar bedolah, sedangkan dalam 1 Korintus adalah perak, dan dalam Wahyu adalah mutiara.

Sangatlah bermakna bahwa ketiga bahan ini dicantumkan. Dalam Alkitab, angka tiga memiliki makna rohani. Ia mengacu kepada Allah Tritunggal dan juga mengacu kepada kebangkitan pada hari ketiga. Karena itu, dalam Alkitab angka tiga mengacu kepada Allah Tritunggal dalam kebangkitan. Orang Yabudi percaya kepada Allah. Mereka percaya kepada Allah yang menciptakan alam semesta dan kita juga percaya kepada Allah. Orang Yahudi percaya kepada Allah sang Pencipta, tetapi kita bukan hanya percaya kepada Allah sang Pencipta, tetapi juga Allah dalam kebangkitan. Allah yang kita percayai bukan hanya Allah yang menciptakan, tetapi juga Allah dalam kebangkitan. Inilah perbedaan yang sangat besar. Dalam penciptaan, Allah tidak pernah menjadi seorang manusia. Tetapi dalam kebangkitan, Allah Tritunggal menjadi seorang manusia, hidup di bumi sebagai seorang manusia, melewati kematian dan dibangkitkan. Allah kita juga bukan hanya Allah yang menciptakan, tetapi Allah yang menjadi seorang manusia, hidup di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun, mati di atas salib, dan dibangkitkan. Hari ini Ia adalah Allah Tritunggal - Bapa, Putra dan Roh - dalam kebangkitan. Dalam penciptaan, Allah menciptakan alam semesta, tetapi dalam kebangkitan Allah melahirkan kita kembali dan mentransformasi (mengubah) kita untuk membuat kita menjadi ciptaan baru. Sebagai Allah dalam penciptaan, Ia menciptakan kita, tetapi sebagai Allah dalam kebangkitan, Ia melahirkan kita kembali dan mentransformasi kita untuk membuat kita menjadi ciptaan baru. Dulunya kita adalah ciptaan lama, tetapi sekarang kita adalah ciptaan baru dalam kebangkitan.

Adam diciptakan oleh Allah dari debu tanah. Ia adalah manusia debu yang diletakkan di depan pohon hayat. Kita juga adalah manusia debu; tetapi melalui berbagian dalam. Kristus sebagai pohon hayat, maka sungai air hayat akan mengalir di dalam kita dan akan mentransformasi kita menjadi bahan-bahan berharga bagi bangunan Allah. Secara rohani, kita ditransformasi dari seorang manusia debu menjadi seorang manusia emas. Dalam pasal sebelumnya kita melihat bahwa Allah tidak ingin kita menjadi manusia yang baik tetapi menjadi manusia Allah. Kita bukan hanya perlu menjadi manusia Allah tetapi juga. manusia emas. Sebagai seorang Kristen, Anda harus menjadi seorang manusia Allah dan seorang manusia emas. Dalam Trinitas ilahi ada Bapa, Putra, dan Roh itu. Emas menandakan sifat Bapa, damar bedolah dan mutiara menandakan hasil dari Putra, persona kedua dalam ketrinitasan; dan batu krisopras, batu berharga, menandakan persona ketiga dalam ketrinitasan, Roh itu.

Kita telah menunjukkan bahwa damar bedolah adalah mutiara yang dihasilkan dari hayat tumbuhan dan bukan dari hayat binatang. Penumpahan darah dari hayat binatang diperlukan untuk penebusan, tetapi pada hayat tumbuhan tidak ada pemikiran mengenai penebusan. Dalam, Kejadian 1 dan 2 dosa. belum, masuk dan manusia belum jatuh. Karena itu tidak diperlukan penebusan tetapi masih diperlukan sekresi dari sari hayat. Karena itu damar bedolah menandakan bahwa Putra Allah harus menjadi sebatang pohon untuk diremukkan hingga mengalirkan sari hayat-Nya untuk memproduksi damar bedolah. Dalam. Alkitab, hayat tumbuhan menandakan produksi, penggandaan dan perbiakan hayat.

Ketika Tuhan mati di kayu salib, Ia dipecahkan (diremukkan). Seorang prajurit menikam. lambungnya dengan tombak dan segera mengalir keluar darah dan air (Yoh. 19:34). Dua macam cairan mengalir keluar dari lambung Tuhan - darah untuk penebusan dan air untuk sekresi hayat. Dalam Kejadian 2 hanya diperlukan sekresi hayat. Tidak diperlukan penumpahan darah karena dalam. Kejadian 2 tidak ada dosa. Dalam Yohanes 19, dari lambung Yesus yang terbelah, darah mengalir keluar untuk penebusan, membereskan dosa-dosa (Yoh. 1:29; Ibr. 9:22), demi pembehan gereja (Kis. 20:28), dan air keluar untuk sekresi sari hayat, demi membagikan hayat, membereskan kematian (Yoh. 12:24; 3:14-15) untuk menghasilkan gereja (Ef. 5:29-32).

Perak mengacu kepada penebusan Kristus dengan semua kebajikan dari persona dan pekerjaan-Nya. Hari ini dalam bangunan Allah, Putra Allah dilambangkan sebagal perak. Damar bedolah hanya melambangkan pengeluaran hayat, tetapi perak melambangkan penebusan, yang mehputi penumpahan darah dan sekresi hayat.

Pada akhir Alkitab tidak ada damar bedolah maupun perak, tetapi mutiara. Mutiara dihasilkan oleh hayat binatang yaitu tiram. Mutiara menyiiatkan pemikiran akan penebusan dan sekresi hayat secara menyeluruh. Mutiara dihasilkan oleh tiram di dalam air kematian. Ketika tiram terluka oleh sebuah partikel pasir, ia mengeluarkan sari hayatnya untuk menyelubungi pasir tersebut dan membuatnya menjadi sebuah mutiara yang berharga. Dalam kekekalan yang akan datang, kita masih akan diingatkan bahwa Putra Allah masuk ke dalam air kematian sebagai sang Hayat, tiram, dan disalibkan, terluka oleh kita untuk menebus kita dan mengabrkan hayat-Nya untuk menyelubungi kita, membuat kita menjadi mutiara-mutiara yang berharga bagi pembangunan ekspresi kekal Allah.

Pohon hayat menandakan Kristus sebagai hayat diterima masuk ke dalam kita. Kemudian roh itu sebagai sungai air hidup mengalir di dalam kita. Hasil dari aliran ini adalah kita ditransformasi menjadi bahan-bahan yang berharga. Menurut makna rohani, emas, damar bedolah, dan batu krisopras, semuanya menandakan transformasi. Ciptaan lama ditransformasi untuk menjadi ciptaan baru. Tuhan ingin mentransformasi kita dari seorang manusia debu menjadi seorang manusia emas dengan damar bedolah dan batu krisopras. Kita harus percaya bahwa Tuhan telah menambahkan sejumlah emas, damar bedolah atau perak, dan batu berharga ke dalam diri kita. Ini bukan hanya penciptaan tetapi transformasi dalam kebangkitan oleh Allah Tritunggal. Kita perlu memuji dan berterima kasih kepada Tuhan untuk transformasi Allah Tritunggal dalam kebangkitan. Inilah ekonomi Allah. Pohon hayat, sungai, emas, damar bedolah dan batu krisopras, semuanya adalah untuk ekonomi Allah. Ini adalah untuk mendispensikan Allah Tritungggal ke dalam manusia ciptaan-Nya.

Perampungan sempurna dari ekonomi kekal Allah adalah Yerusalem Baru, bangunan kekal Allah, dibangun dengan bahan-bahan yang ditransformasi, yaitu emas, mutiara, dan batu-batu permata melalui dispensi Allah Tritunggal ke dalam umat pilihan dan tebusan-Nya. Saya harap kita dapat meluangkan waktu untuk mendoabacakan (membaca sambil berdoa) ayat-ayat dan persekutuan dalam bab ini sampai semua butir ini masuk ke dalam kita. Kita perlu menyembah Tuhan karena Ia adalah pohon hayat dan Roh pemberi hayat sebagai sungai air hayat yang mengalir di dalam kita. Syukur kepada Tuhan bahwa Ia sekarang sedang mentransformasi kita menjadi emas, damar bedolah, dan batu krisopas. Setelah bertahun-tahun lamanya, banyak orang di antara kita akan memiliki kadar Allah Tritunggal lebih banyak sebagai emas, damar bedolah, dan batu krisopas, dan kehidupan gereja akan memffiki kesaksian yang kuat tentang Allah Tritunggal dalam kebangkitan.