← Daftar isi Daniel (4) · bab 16/17

VISI-VISI DARI DANIEL SANG PEMENANG (4)

VISI MENGENAI NASIB ISRAEL

(2)

Pembacaan Alkitab: Dan. 11:2-45

Dalam berita ini kita akan mulai membahas isi visi ini mengenai nasib Israel.

IV. ISI VISI INI

Isi visi ini memperhatikan nasib Israel sejak bagian terakhir kerajaan Persia sampai tiga setengah tahun terakhir zaman ini, bahkan termasuk zaman kerajaan dan kekekalan, sebagai kebenaran yang digambarkan dalam kitab kebenaran (10:21) diberitahukan kepada Daniel oleh malaikat utusan (11:2—12:13).

Visi dalam pasal sebelas meliput rincian Kekaisaran Persia, Kekaisaran Yunani, dan Kekaisaran Romawi sampai yang paling akhir di bawah Antikristus. Seperti yang akan kita lihat, secara singkat setelah mengalahkan kerajaan Persia, Aleksander Agung mati, dan kerajaannya dipecah menjadi empat kerajaan di bawah empat jenderalnya. Dua kerajaan ini, Mesir dan Siria, perperang kembali dan berperang melalui tanah Israel. Akhirnya pasal ini menekankan kerajaan dan kejahatan dari dua raja ini: Antiokhus Epiphanes, seorang raja utara (ay. 21-35), dan Antikristus, raja Kekaisaran Romawi yang dipulihkan (ay. 36-45).

Saya akan menekankan sekali lagi bahwa patung manusia besar dalam Daniel 2 adalah faktor pengontrol dari seluruh nubuat kitab ini. Ini berarti bahwa prinsip nubuat Daniel adalah untuk meliput seluruhpmatung manusia dari kepala (Babel) sampai jari kaki (Antikristus bersama sepuluh raja). Kita dapat berkata bahwa lima pasal pertama Daniel memberikan kepada kita satu definisi dan gambaran yang penuh Kekaisaran Babel. Pasal enam memulai membicarakan mengenai Kekaisaran Persia. Dalam pasal tujuh kita memiliki uraian empat binatang, dari gambaran sisi lain kekaisaran yang dilambangkan oleh berbagai bagian patung besar itu. Domba jantan dalam pasal delapan mengacu pada Kekaisaran Persia, dan kambing jantan, kepada Kekaisaran Yunani. Dalam pasal sembilan Daniel menerima visi mengenai tujuh puluh pekan, dan dalam pasal sepuluh, visi mengenai keunggulan Kristus, Sang yang adalah sentralitas dan universalitas pergerakan Allah. Pasal sebelas memberikan rincian lebih lanjut berhubungan dengan Kekaisaran Persia, Kekaisaran Yunani dan Kekaisaran Romawi yang dipulihkan di bawah Antikristus selama tiga setengah tahun zaman ini. Dari sini kita nampak bahwa kitab Daniel meliput seluruh pemerintahan manusia dari Kekaisaran Babel sampai Kekaisaran Romawi. Dalam mempertahankan prinsip ini, pasal sebelas tidak berhenti dengan Kekaisaran Yunani tetapi melibatkan perkataan tentang Antikristus, raja Kekaisaran Romawi yang dipulihkan.

Daniel 11 membicarakan gambaran pertama, Antiokhus Epiphanes, dan kemudian penggenapan dari gambaran ini, Antikristus. Hal ini menurut prinsip yang tercantum dalam 9:26-27. Ayat 26a membicarakan ketersaliban Kristus. Kemudian sisa dari ayat ini mengacu pada penghancuran Yerusalem dan bait oleh Titus dan tentaranya pada 70 Masehi. Namun, ayat selanjutnya mengacu bukan pada Titus tetapi pada Antikristus, seorang yang membuat “satu perjanjian yang berat dengan banyak orang dalam satu pekan.” Dalam 9:26-27 pertama-tama gambarannya diwahyukan, kemudian digenapi. Prinsipnya sama mengenai Antiokhus Epiphanes dan Antikristus dalam pasal sebelas.

A. Hubungan Raja Selatan dan Raja Utara

Visi dalam Daniel 11 mengacu kepada raja selatan (Mesir) dan raja utara (Siria). Pasal sebelas adalah satu catatan peperangan satu dengan yang lain dari raja-raja ini.

1. Peperangan Raja Terakhir Kerajaan Persia Melawan Kerajaan Yunani

Ayat 2b dan 3 membicarakan peperangan raja terakhir kerajaan Persia melawan kerajaan Yunani dan kekalahan Persia oleh raja Yunani yang perkasa, Aleksander Agung, sekitar 356-323 S.M. (8:5-8a, 20-21; 7:5-6a). Kematian Belsyazar pada 538 S.M. menandakan berakhirnya Kekaisaran Babel dan dimulainya Kekaisaran Media Persia, yang berakhir sampai 336 S.M. Raja terakhir kekaisaran ini dikalahkan oleh Aleksander Agung.

2. Kerajaan Yunani di bawah Aleksander Agung

Dibagi menjadi Empat Kerajaan

di bawah Empat Jenderalnya

Daniel 11:4, mengacukan pada Aleksander Agung, mengatakan, “Tetapi baru saja muncul, maka kerajaannya akan pecah dan terbagi-bagi menurut keempat mata angin dari langit, jatuh bukan kepada keturunannya, dan tanpa kekuasaan seperti yang dipunyainya; sebab kerajaannya akan runtuh dan menjadi milik orang-orang yang lain dari pada orang-orang ini.” Ini mengacu bahwa, setelah kematian Aleksander Agung, kerajaannya dipecah menjadi empat bagian (8:8b, 22; 7:6b) di bawah pemerintahan empat jenderalnya: Kerajaan Ptolemi (Mesir), Kasander (Makedonia), Lisimakus (Asia Kecil), dan Seleukus (Siria).

3. Perang Kembali dan Berlangsung antara

Raja Selatan dan Raja Utara

Daniel 11:5-20 membicarakan perang kembali dan peperangan antara raja selatan—Mesir—dan raja utara—Siria. Raja-raja ini berperang satu sama lain, mereka melintasi Israel. Maka, Israel dalam kesusahan. Kesusahan besar disebutkan dalam 10:1 terutama mengacu pada perang dalam pasal sebelas.

a. Raja-raja Menggunakan Putri-putrinya

untuk Menghancurkan Sisi yang Lain

Seperti 11:6 dan 17b indikasikan, strategi selanjutnya raja selatan dan raja utara menggunakan putri-putrinya untuk menghancurkan sisi yang lain. Namun, dalam perkara ini mereka gagal.

b. Raja Utara Menduduki Tanah Permai Israel

Raja utara menduduki tanah permai Israel dan membuat pengrusakan (ay. 16b).

4. Kerajaan dan Kejahatan Antiokhus Epiphanes

sebagai Seorang dari Raja-raja Utara

Daniel 11:21-45 dan 8:23-25 menggambarkan kerajaan dan kejahatan Antiokhus Epiphanes sebagai seorang dari raja-raja utara. Pasal sebelas menempatkan sejumlah besar yang menekankan Antiokhus Epiphanes sebab dia, satu gambaran yang penuh dari Antikristus, begitu merusak bait, menajiskan dan menghancurkannya.

a. Seorang yang Hina Yang Merampas Kerajaan

dengan Licin dan Kata-kata dan Perbuatan yang Licik

Antiokhus seorang yang hina yang merampas kerajaan dengan licin dan kata-kata dan perbuatan yang licik (11:21).

b. Mengalahkan Raja Selatan

Menurut ayat 25, Antiokhus Epiphanes mengalahkan raja selatan.

c. Mendendam terhadap Perjanjian Kudus

Ayat 30 mewahyukan bahwa Antiokhus Epiphanes mendendam terhadap perjanjian kudus dan mengambil tindakan.

d. Tentaranya Menajiskan Tempat Kudus

Tentara Antiokhus Epiphanes menajiskan tempat kudus, menghentikan persembahan kurban sehari-hari, dan mendirikan pembinasa keji (ay. 31). Kurban-kurban, sunat, dan memelihara hari Sabat mutlak dilarang. Antiokhus Epiphanes sudah keterlaluan bahkan mendirikan mezbah bagi dewa Zeus di atas mezbah bakaran di dalam bait. Ini adalah “pembinasa keji” yang disebutkan dalam ayat 31. Selain itu, dia mendirikan patungnya sendiri dalam bait, mengorbankan seekor babi di atas mezbah, dan menyiramkan darahnya dalam bait. Dia memaksa umat kudus untuk menyembah berhala dan makan daging babi, dan dia membujuk orang muda untuk melakukan perbuatan zina di dalam bait.

e. Menganiaya dan Membunuh

Orang-orang Yahudi yang Setia

Dalam ayat 33 sampai 35 kita nampak bahwa Antiokhus Epiphanes menganiaya dan membunuh orang-orang Yahudi yang setia.

Ayat 32b mengatakan, “Tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.” Ini mengacu pada Yudas Makabeus dan umatnya, yang didorong dan dikuatkan oleh firman ini dalam kitab Daniel untuk bertindak melawan Antiokhus Epiphanes dan tentaranya. Ayat 33 sampai 35 selanjutnya lebih mengatakan mengenai Makabeus. Ayat 33 memberi tahu kita bahwa “Dan orang-orang bijaksana di antara umat itu akan membuat banyak orang mengerti,” yaitu, mengajar orang lain untuk mengenal kehendak Allah. Menurut ayat 34, Makabeus akan mendapat pertolongan sedikit, dan banyak orang akan menggabungkan diri kepada mereka secara berpura-pura. Akhirnya, ayat 35 mengatakan, “Sebagian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian di antara mereka, sampai pada akhir zaman; sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan.”

f. Adalah satu Gambaran Antikristus

Dalam semua kejahatan yang disebut di atas, Antiokhus Epiphanes adalah satu gambaran Antikristus, yang akan datang pada pekan terakhir dari tujuh puluh pekan itu (9:27; Mat. 24:15; 2 Tes. 2:3b-4; Why. 13:4-7).

Mengingat Daniel 11:21-35 mengacu pada Antiokhus Epiphanes, ayat 36 sampai 45 mengacu pada Antikristus. Antikristus tidak mau menganggap setiap orang atau apapun; dia akan melalukan apa yang dia dambakan. Dia akan meninggikan dan membesarkan dirinya terhadap setiap allah, juga terhadap Allah segala allah ia akan mengucapkan kata-kata yang tak senonoh sama sekali (ay. 36). Dia tidak mengindahkan para allah nenek moyangnya; baik pujaan orang-orang perempuan maupun allah manapun juga tidak diindahkan, sebab terhadap semuanya itu ia akan membesarkan diri (ay. 37). Dia akan menghormati dewa benteng-benteng: dan dia akan bertindak terhadap benteng-benteng yang diperkuat dengan pertolongan dewa asing itu (ay. 38-39). Tetapi pada akhir zaman raja negeri selatan akan berperang dengan dia, dan raja negeri utara itu akan menyerbunya. Dia akan memasuiki negeri-negeri, dan menggenangi dan meliputi semuanya seperti air bah (ay. 40). Setelah memasuki tanah permai, dia akan mengulurkan tangannya melawan negeri-negeri (ay. 41-42). Tetapi kabar-kabar dari sebeleh timur dan dari sebelah utara akan mengejutkan hatinya, sehingga ia akan keluar dengan kegeraman yang besar untuk memusnahkan dan membinasakan banyak orang (ay. 44). Dia akan mendirikan kemah kebesarannya di antara laut dan gunung Permai yang kudus itu, tetapi kemudian ia akan menemui ajalnya dan tidak ada seorangpun yang menolangnya (ay. 45).

Antikristus akan mencapai akhirnya ketika Kristus datang sebagai batu yang terungkit tanpa perbuatan tangan manusia datang dengan mempelai perempuan-Nya untuk menghancurkan patung manusia besar dari jari kaki sampai kepala. Selama zaman gereja, zaman misterius, Kristus membangun gereja menjadi mempelai perempuan-Nya. Dalam Wahyu 19 Kristus akan menikahi mempelai perempuan-Nya dan kemudian datang bersamanya sebagai tentara-Nya untuk membereskan Antikristus dan tentaranya, yang akan berkumpul di sekitar kota Yerusalem. Karena Antikristus tidak akan percaya Allah atau Kristus tetapi hanya percaya pada dirinya sendiri, penampakkan Kristus bersama mempelai perempuan-Nya akan menjadi satu kejutan besar pada Antikristus dan pengikutnya. Untuk kenikmatannya Antikristus akan mendirikan kemah di tempatnya di antara Laut Mediterania (Tengah) dan gunung kudus indah. Pada saat itu Kristus akan datang bersama mempelai perempuan-Nya untuk membawa Antikristus kepada akhirnya. Menurut Alkitab, Antikristus akan menghancurkan bait di Yerusalem. Bait pertama yang dibangun oleh Salomo, dan bait itu dihancurkan oleh Nebukadnezar. Kemudian setelah tujuh puluh tahun, Koresy raja Persia membebaskan tawanan Israel untuk kembali ke negeri nenek moyangnya untuk membangun bait. Akhirnya, Antiokhus Epiphanes, seorang kuturunan raja utara, sama sekali menajiskan bait, mengotorinya dengan berhala, perzinahan, dan persembahan-persembahan yang najis. Makabeus mengalahkan raja ini dan mentahirkan bait. Sehingga pentahiran adalah satu pembenaran, menyatakan bahwa bait adalah tempat kudus bagi umat Allah untuk menyembah-Nya. Setelah kematian Kristus, Titus datang bersama tentara Roma dan menghancurkan bait lagi pada 70 Masehi. Menurut Alkitab, akan ada penghancuran bait yang keempat oleh Antikristus pada pertengahan tujuh tahun terakhir zaman ini.

Semua kasus ini memperlihatkan pada kita bahwa pusat, maksud, dan sasaran pergumulan Satan melawan Allah berhubungan dengan bait. Allah mendambakan untuk memiliki tempat di bumi bagi umat-Nya untuk menyembah Dia, sebagai satu kesaksian bahwa Dia masih memiliki satu kepentingan di bumi ini.Ttetapi Satan selalu bergumul untuk menghancurkan tempat ini. Bila kita nampak ini, ini akan membantu kita untuk memahami Alkitab.