← Daftar isi Daniel (4) · bab 15/17

VISI-VISI DARI DANIEL SANG PEMENANG (4)

VISI MENGENAI NASIB ISRAEL

(1)

Pembacaan Alkitab: Dan. 10:1—11:1

Setelah visi-visi yang dilihat Daniel dalam pasal tujuh sampai sembilan, Daniel nampak visi mengenai nasib Israel. Namun, sebelum kita diberi tahu visi Daniel yang nampak mengenai nasib Israel dalam pasal sebelas, pasal sepuluh memperlihatkan kepada kita dunia rohani di balik yang fisikal. Agar kita mengenal ekonomi Allah dan mengenal bahwa dalam ekonomi Allah, Kristus adalah sentralitas dan universalitas pergerakan Allah, kita perlu perihal rohani di balik yang fisikal.

Apa yang kita lihat secara luaran adalah dunia fisikal, tetapi di balik dunia fisikal adalah rohani. Dalam dunia rohani Kristus adalah Yang utama. Karena itu, dalam pasal sepuluh Dia disebutkan yang pertama (ay. 4-9). Dia digambarkan sebagai seorang yang berpakaian kain lenan, berikat pinggang emas dari Ufas, dan tubuhnya seperti permata tarsis (ay. 5-6).

Setelah visi Kristus ini, seorang malaikat utusan datang memberi tahu Daniel tentang perihal di balik dunia fisikal. Dia memberi tahu Daniel bahwa dia sendiri akan berperang melawan raja kerajaan Persia, satu pemberontakan roh jahat. Kemudian Daniel diberi tahu bahwa ada roh jahat yang lain, raja Yunani (Javan). Ada juga penghulu malaikat Mikhael, yang adalah seorang pangeran perang bagi Israel. Hampir empat roh yang akan dibahas di sini.

Dalam pasal lima kita nampak bagaimana Belsyazar menurut hatinya perpesta pora dan bagaimana pada malam yang sama Darius orang Media menyerbu untuk menghancurkan dia dan membunuh dia. Kita tidak melihat bahwa ada satu roh berperang bagi Darius. Daniel 11:1 mengatakan, “Aku juga mendampinginya untuk menguatkan dan menyokongnya, yakni pada tahun pertama pemerintahan Darius, orang Media itu.” Darius adalah orang yang kuat sekalipun sebagai seorang yang tua karena utusan surgawi ini berdiri untuk menyokong dan menguatkan dia. Malaikat utusan menguatkan Darius untuk menghancurkan orang-orang Babel karena tugas Kekaisaran Babel dari Allah sudah selesai. Dengan matinya Belsyazar, Kekaisaran Babel menjadi kekaisaran Media Persia untuk melaksanakan tugas yang lain dari Allah.

Darius orang Media adalah orang pertama yang menaklukkan Kekaisaran Babel. Namun, menurut Daniel 8 seekor domba jantan, melambangkan Persia, terlihat dengan dua tanduknya. Tanduk kedua lebih tinggi dari tanduk yang pertama, mengacu kepada Koresy orang Persia yang menerima kuasa dua tahun kemudian pada 536 S.M. Pada tahun pertama kekuasaannya, Koresy mengeluarkan titah untuk melepaskan semua tawanan Israel kembali ke tanah nenek moyang mereka dan untuk membangun kembali bait. Karena Koresy menyokong mereka, mensuplai mereka, dia menjaga mereka, Yesaya berkata bahwa Koresy adalah seorang gembala Allah untuk memelihara umat Allah (Yes. 44:28).

Rupanya, semua pergumulan ini semata-mata kegiatan-kegiatan pemerintahan manusia yang digambarkan oleh patung manusia besar dalam Daniel 2. Sesungguhnya, Allah ada di balik dunia fisikal mengatur seluruh situasi ini. Inilah apa yang kita perlu nampak seperti yang kita lihat dalam Daniel pasal sepuluh dan visi nasib Israel dalam pasal sebelas.

I. TAHUN VISI INI

“Pada tahu ketiga pemerintahan Koresy, raja orang Persia, suatu firman dinyatakan kepada Daniel yang diberi nama Beltsazar” (10:1a). Tahu ketiga pemerintahan Koresy, raja orang Persia, tahun visi ini, adalah sekitar 534 S.M., ketika Daniel berusia delapan puluh tujuh tahun.

II. SUBYEK UTAMA VISI INI

Subyek utama visi mengenai nasib Israel adalah kesusahan besar. Kata Ibrani yang menterjemahkan kesusahan dalam ayat 10:1b mengacu ujian, kesusahan, pertikaian, peperangan, atau tentara. Di sini artinya mengacu kepada kesusahan besar yang diderita oleh umat Allah. Kesusahan ini datang atas Israel dari perang berturut-turut antara raja selatan dan raja utara, mengacu pada Mesir dan Siria. Ketika Siria dan Mesir saling berperang satu sama lain, mereka berperang di tanah Israel sebab tanah tersebut dipergunakan sebagai jalur bagi kedua raja untuk saling menyerbu satu sama lain. Perang ini adalah satu kesusahan, ujian, terhadap bangsa Israel. Ini adalah perang sesungguhnya yaitu peperangan oleh keturunan seorang dari empat pengganti Aleksander Agung yang pada saat itu adalah raja Siria. Keturunan ini adalah Antiokhus Epiphanes, lambang yang penuh dari Antikristus, yang adalah ujian sejati yang diutus Allah bagi umat pilihan-Nya, sebab mereka telah rusak setelah mereka kembali dari penawanan.

III. PEMANDANGAN DI ALAM SEMESTA SEBELUM DIKELUARKANNYA VISI INI

Daniel 10:2—11:1 memperlihatkan kepada kita pemandangan di alam semesta—dunia rohani di balik yang fisikal—sebelum dikeluarkannya visi ini.

A. Daniel Menetapkan Hatinya untuk Memahami Kelanjutan Israel

Daniel, seorang manusia di atas bumi, menetapkan hatinya untuk memahami kelanjutan, nasib Israel (ay. 2-3, 12). Ini dia lakukan selama dua puluh satu hari.

B. Keunggulan Kristus Ditampakkan

kepada Daniel

Setelah dua puluh satu hari, Daniel nampak visi khusus dalam 10:4-9. Keunggulan Kristus, sentralitas dan universalitas pergerakan Allah di bumi, ditampakkan kepada Daniel bagi apresiasi, penghiburan, dorongan, harapan dan kestabilannya.

Sebelum Daniel melihat kesusahan besar, Allah mewahyukan kepadanya manusia yang unggul digambarkan dalam ayat-ayat ini. Daniel mungkin tidak tahu bahwa manusia ini adalah Mesias, tetapi saya percaya bahwa Daniel mengerti bahwa Persona ini adalah Tuhan sebagai seorang manusia. Manusia ini bukan saja Yehova tetapi Yehova menjadi seorang manusia.

Di pandangan kita inkarnasi terjadi pada waktu ditentukan, sebaliknya di pandangan Allah hanya ada fakta bukan elemen waktu. Dalam alam semesta ada fakta bahwa Allah Tritunggal menjadi seorang manusia. Ini diwahyukan dalam Matius dan Lukas. Tetapi dalam Kejadian 18 ketiga orang datang kepada Abraham, ada satu di antaranya adalah Yesus. Dia datang sebagai seorang manusia untuk mengunjungi Abraham. Dalam Daniel 10 manusia ini nampak kepada Daniel. Ketika Dia menampakkan diri sebagai seorang manusia kepada Abraham, Dia adalah seorang manusia luar biasa bukan dengan karakteristik khusus. Bagaimanapun, Dia ditapakkan kepada Daniel dengan banyak karakteristik indah. Kristus yang unggul ini menampakkan diri kepada Daniel bagi apresiasi, penghiburan, dorongan, harapan dan kestabilannya.

1. Dalam Keimaman-Nya

Pertama, keunggulan Kristus tertampak dalam keimaman-Nya untuk memelihara umat pilihan-Nya (ay. 5a). Keimaman-Nya dilambangkan oleh berpakaian kain lenan. Dia ditampakkan kepada Daniel bukan berpakaian perang untuk berperang tetapi berpakaian dari kain lenan, pakaian imam Perjanjian Lama. Dalam perlambangan, lenan melambangkan keinsanian. Fakta bahwa Kristus berpakaian lenan melambangkan keinsanian-Nya adalah pakaian-Nya secara imam. Pada saat Daniel 10, Kristus sendiri, sentralitas dan universalitas Allah, adalah seorang Imam memelihara bangsa Israel dalam penawanan. Dia adalah seorang Imam dalam keinsanian-Nya memelihara umat Allah yang tertawan.

2. Dalam Rajani-Nya

Kedua, Kristus ditampakkan kepada Daniel dalam rajani-Nya (dilambangkan oleh berikat pinggang emas) untuk memerintah atas semua manusia. Ayat 5b mengatakan bahwa Dia, “berikat pinggang emas dari Ufas.” Ikat pinggang adalah untuk menguatkan. Rajani Kristus dilambangkan bukan oleh lenan tetapi oleh emas. Keimaman-Nya adalah insani, sebaliknya rajani-Nya adalah ilahi.

3. Dalam Kemustikaan dan Martabat-Nya

Labih jauh lagi, bagi umat-Nya mengapresiasi Kristus ditampakkan juga dalam kemustikaan dan martabat-Nya seperti dilambangkan oleh tubuh-Nya seperti permata tarsis (ay. 6a). Kata Ibrani untuk tarsis di sini tidak mudah diterjemahkan. Darby menggunakan istilah Krisolit. Kata Ibrani dapat mengacu pada satu batu permata yang berwarna hijau-kebiru-biruan atau kuning. Ini melambangkan bahwa Kristus dalam perwujudan-Nya adalah ilahi (kuning), penuh hayat (hijau) dan surgawi (biru).

4. Dalam Kecemerlangan-Nya

Lebih jauh lagi, Kristus ditampakkan dalam kecemerlangan-Nya untuk bercahaya atas manusia. Kecemerlangan-Nya dilambangkan oleh wajah-Nya seperti cahaya kilat (ay. 6b).

5. Dalam Pandangan-Nya Bercahaya

Pandangan Kristus bercahaya untuk menyelidiki dan menghakimi dilambangkan oleh mata-Nya seperti suluh yang menyala-nyala (ay. 6c).

6. Kilauan-Nya dalam Pekerjaan

dan Pergerakan-Nya

Kristus juga ditampakkan pada kilauan-Nya dalam pekerjaan dan pergerakan-Nya, diuji oleh manusia dan menguji manusia. Kilauan-Nya dalam pekerjaan dan pergerakan-Nya dilambangkan oleh lengan dan kaki-Nya seperti kilau tembaga yang digilap (ay. 6d). Dalam perlambangan, tembaga melambangkan penghakiman Allah, yang membuat manusia cemerlang. Penghakiman Allah adalah sejenis ujian. Kristus dihakimi, diuji oleh Allah, dan pengujian dan penghakiman Allah membuat Dia cemerlang seperti tembaga digilap. Kristus yang sedemikian adalah Sang yang telah diuji oleh orang lain dan yang juga menguji orang lain.

7. Dalam Pembicaraan-Nya yang Kuat

Akhirnya, Kristus ditampakkan kepada Daniel dalam pembicaraan-Nya yang kuat untuk menghakimi manusia. Pembicaraan-Nya yang kuat dilambangkan oleh suara ucapan-Nya seperti gaduh orang banyak (ay. 6e).

Kristus yang Daniel tampak adalah Persona sedemikian. Dia adalah mustika, berharga, lengkap, dan sempurna. Sebagai seorang manusia Dia adalah sentralitas dan universalitas pergerakan Allah itu untuk melaksanakan ekonomi-Nya. Dia juga mustika, cemerlang, bercahaya, menerangi, dan menguji. Sebagai seorang Imam Dia memelihara kita, dan sebagai Raja Dia memerintah atas kita. Dia betapa menakjubkan!

Ini bukan dengan pandangan fisiknya bahwa Daniel nampak visi Kristus ini. Ayat 7 mengatakan, “Hanya aku, Daniel, melihat penglihatan itu, tetapi orang-orang yang bersama-sama dengan aku, tidak melihatnya.” Sebab visi Kristus adalah rohani, bukan fisikal, hal ini hanya dilihat Daniel dan bukan oleh mereka yang bersandarkan pada pandangan fisikal. Mengenai melihat visi Kristus, pandangan fisikal tidak ada gunanya. Untuk alasan ini, dalam pandangan manusia secara duniawi, Yesus semata-mata seorang manusia. Tetapi di bawah belaskasihan Allah dan dengan pandangan rohani, kita dapat nampak betapa Kristus yang terkasih dan mustika. Kita semua perlu nampak Kristus yang Daniel lihat. Mungkin kita semua nampak visi Kristus yang unggul dalam Daniel pasal sepuluh.

C. Raja Jahat dari Kerajaan Persia

Menahan Malaikat Utusan

Selanjutnya visi mengenai Kristus sebagai Sang mustika dalam pergerakan Allah, kita nampak sesuatu berhubungan dengan pergumulan rohani di angkasa. Menurut ayat 10 sampai 17, raja jahat dari kerajaan Persia menahan malaikat utusan, mungkin seorang pemimpin, selama dua puluh satu hari. Mikhael, seorang pemimpin, datang untuk menolong malaikat utusan, dan malaikat utusan tinggal bersama raja-raja Persia. Raja jahat dari kerajaan Persia pastilah suatu roh yang jahat, malaikat yang memberontak, yang mengikuti Satan di dalam pemberontakannya melawan Allah dan yang telah diberi amanat oleh Satan untuk membantu Persia. Roh jahat ini bergumul melawan malaikat utusan selama dua puluh satu hari. Ini berarti bahwa ketika Daniel sedang berdoa bagi hari-hari itu, suatu pergumulan rohani sedang terjadi di angkasa antara dua roh. yang satu milik Satan dan yang lain milik Allah. Mereka berperang sebab malaikat utusan itu (mungkin dia itu Gabriel) telah diutus Allah dalam menjawab doa Daniel. Mikhael datang untuk membantu malaikat yang diutus. Seperti penghulu malaikat Mikhael berperang dalam Yudas 9, jadi dia datang untuk berperang di sini dalam Daniel. Poin yang penting di sini kita perlu nampak bahwa di balik pemandangan pergumulan rohani, suatu pergumulan yang tidak tertampak oleh mata fisik, sedang terjadi.

D. Malaikat Utusan Kembali untuk Berperang

dengan Raja Jahat dari Persia

Dalam ayat 18 sampai 21 kita lebih nampak di balik pemandangan pergumulan rohani. Malaikat utusan itu akan kembali untuk berperang dengan raja jahat dari Persia. Raja jahat dari Yunani hampir tiba. Tidak seorangpun berpihak pada malaikat utusan dua raja kecuali Mikhael, pangeran Israel. Nama Mikhael berarti “siapa yang seperti Allah?”

E. Malaikat Utusan Berdiri untuk Mendukung

dan Menguatkan Darius

Pada tahun pertama Darius orang Media, malaikat utusan itu berdiri untuk mendukung dan menguatkan Darius (11:1). Darius dikuatkan dengan cara ini agar menerima kerajaan.

Sebelum visi mengenai nasib Israel disingkapkan kepada Daniel, dia di beri satu visi pemandangan rohani yaitu di balik pemandangan fisik. Dalam pemandangan rohani Kristus adalah yang utama. Pemandangan ini juga termasuk roh yang baik dan jahat, roh-roh yang berhubungan dengan peperangan rohani yang tak nampak.