VISI-VISI DARI DANIEL SANG PEMENANG (3)
VISI MENGENAI TUJUH PULUH PEKAN
Pembacaan Alkitab: Dan. 9
Daniel 9:24-27 adalah bagian sangat berharga dalam seluruh kitab Daniel. Tujuh puluh pekan yang disebutkan dalam ayat-ayat ini adalah kunci untuk memahami nubuat-nubuat dalam Alkitab. Dalam berita ini kita akan membahas visi tujuh puluh pekan.
I. TAHUN VISI INI
Tahun visi ini adalah tahun pertama Darius (Sekitar 538 S.M.), putra Ahasyweros (Ezra 4:6; Est. 1:1-2), seorang keturunan Media (Dan. 9:1-2a).
II. PENYEBAB VISI INI
Penyebab visi ini digambarkan dalam 9:2b. “Aku, Daniel memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun.” Firman Yehova kepada Yeremia tercantum dalam Yeremia 25:11-12; 29:10-14.
III. CARA UNTUK MENDAPATKAN VISI INI
Dalam Daniel 9:3-23 kita nampak cara untuk mendapat visi ini—Daniel dengan sungguh-sungguh mencari Tuhan Allah dalam doa dan permohonan dengan puasa.
A. Mengaku Dosa-dosanya dan Dosa-dosa Umat itu
Dalam doanya Daniel mengaku dosa-dosanya sendiri dan dosa-dosa raja-raja, orang-orang memimpin, dan nenek moyang Israel, dan dari semua umat Israel (Ay. 3:15, 20a).
B. Memohon bagi Kepentingan Allah di Bumi
Dalam doanya Daniel juga memohon bagi kota kudus Yerusalem, gunung kudus Allah, dan umat kudus Allah (ay. 16-17, 19b, 20b). Ini berarti bahwa dia memohon bagi semua kepentingan Allah di bumi, bukan kepentingan dirinya sendiri.
C. Memohon Tuhan untuk Mengampuni Mereka
Lebih jauh lagi, Daniel memohon Tuhan untuk mengampuni mereka, bukan berdasarkan atas keadilbenaran tetapi berdasarkan belas kasih Alah yang besar (ay. 18-19a).
D. Jawaban Allah kepada Doa dan Permohonan Daniel
Dalam ayat 21 sampai 23 kita memiliki jawaban Allah kepada doa permohonan Daniel. Jawaban Allah adalah berhubungan dengan tujuh puluh pekan Gabriel yang diperintahkan Allah.
Dalam doanya yang sungguh-sungguh, Daniel memohon Allah menudungi kota kudus, mengutus umat-Nya kembali, dan membangun kembali kota kudus (ay. 15-19). Tetapi Allah menjawab Dia dengan memberikan dia laporan melalui malaikat Gabriel mengenai tujuh puluh pekan (ay. 20-27). Jawaban ini melebihi permohonan Daniel.
IV. ISI VISI INI
Ayat 24 sampai 27 adalah isi visi ini. Berisi tujuh puluh pekan.
A. Nasib yang Ditetapkan Allah
Tujuh puluh pekan adalah nasib yang ditetapkan Allah bagi umat-Nya dan bagi kota kudus-Nya (ay. 24a).
B. Tujuannya
Tujuan tujuh puluh pekan untuk melenyapkan kefasikan dan untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan sepanjang zaman, untuk memeteraikan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi Ruang Mahakudus [T.L] (ay. 24b). Hari ini dalam ciptaan lama di bawah pemerintahan manusia, kefasikan, dosa-dosa, dan kesalahan adalah umum. Ketika Kristus datang untuk menghancurkan pemerintahan manusia, pada waktu yang ditetapkan, kefasikan akan disingkirkan, dosa-dosa akan diakhiri, dan kesalahan akan dihapuskan.
Kemudian keadilan yang kekal akan dibawa masuk. Ungkapan sepanjang zaman dalam bahasa Ibraninya idiom yang berarti “kekekalan” atau “kekal” Namun, keadilan sepanjang zaman adalah keadilan kekal. Zaman kerajaan akan datang menjadi zaman keadilan ilahi, dan dalam langit baru dan bumi baru, akan ada keadilan kekal (2 Ptr. 3:13).
Daniel 9:24b juga membicarakan memeteraikan penglihatan dan nabi. Penglihatan dan nabi akan dimeterai karena segala sesuatu akan digenapkan. Akan ada, karena itu, tidak perlu penglihatan ataupun nabi. Dalam zaman kerajaan, akan ada raja-raja dan imam-imam bukan nabi-nabi.
Aspek terakhir dari tujuan tujuh puluh pekan adalah untuk mengurapi Ruang Mahakudus. Pada saat Daniel berdoa, Ruang Mahakudus dicemari, dikotori, dan dirusak. Tetapi ketika waktu yang ditetapkan, Ruang Mahakudus akan secara tepat diurapi. Ini berarti bahwa pelayanan kepada Allah akan dipulihkan. Alangkah berkat!
C. Tujuh Puluh Pekan
Daniel 9:24-27 memberi tahu kita tujuh puluh pekan. Tujuh puluh pekan dibagi menjadi tiga bagian, dengan setiap pekannya adalah tujuh tahun, bukan tujuh hari, lamanya.
1. Tujub Pekan dari
Empat Puluh Sembilan Tahun
Pertama, tujuh pekan dari empat puluh sembilan tahun ditetapkan sejak dikeluarkannya titah untuk memperbaiki dan membangun kembali Yerusalem sampai selesai pembangunan kembali itu (ay. 25).
2. Enam Puluh Dua Pekan dari Empat Ratus Tiga Puluh Empat Tahun
Kedua, enam puluh dua pekan dari empat ratus tiga puluh empat tahun ditetapkan sejak rampungnya pembangunan kembali Yerusalem sampai disingkirkannya Mesias (ay. 25-26). “Mesias akan disingkirkan padahal tidak ada kesalahan apa-apa” [T.L] (ay. 26). Ini mengacu pada ketersaliban Kristus. Disingkirkannya Mesias—ketersaliban Kristus—adalah mengakhiri ciptaan lama bersama pemerintahan manusia dalam ciptaan lama dan penunasan melalui kebangkitan Kristus dari ciptaan baru Allah dengan kerajaan kekal Allah sebagai administrasi ilahi dalam ciptaan baru Allah. Maka, salib Kristus adalah sentralitas dan universalitas pekerjaan Allah.
Firman ini mengenai penyingkiran Mesias bukan kabar jelek tetapi kabar baik. Melalui kematian-Nya di atas salib, Kristus mengakhiri ciptaan lama. Kemudian dalam kebangkitan-Nya Dia menjadi Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45b) untuk menunaskan mereka yang telah Allah pilih dan menjadikan mereka satu cuptaan baru. Bila kita nampak ini, kita akan menyadari bahwa firman dalam Daniel 9:26 tentang kematian Kristus adalah kabar baik.
Mengingat bagian pertama ayat 26 membicarakan kematian Kristus, selebihnya ayat ini membicarakan perkara lain. “Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu” (ay. 26b). Ini mewahyukan bahwa raja Kekaisaran Romawi, Titus, akan datang bersama tentaranya untuk menghancurkan kota dan tempat kudus—bait. Tuhan Yesus juga bernubuat mengenai penghancuran ini dalam Matius 24:2. Penghancuran ini terjadi pada tahun 70 Masehi. Seperti Daniel 9:26c selanjutnya katakan, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan.
3. Satu Pekan dari Tujuh Tahun
Akhirnya, dalam ayat 27 kita memiliki satu pekan dari tujuh tahun. Pekan ini akan terjadi sejak Antikristus membuat satu perjanjian dengan umat Israel.
Antara enam puluh sembilan pekan dan pekan terakhir, ada selang waktu yang sangat panjang selama hampir dua ribu tahun. Dalam selang waktu ini gereja secara rahasia dan secara misterius dibangun oleh Kristus dalam kebangkitan menjadi Tubuh Kristus dan mempelai perempuan Kristus. Juga, dalam selang waktu ini Israel telah menderita, kehilangan kampung halaman mereka dan telah tercerai berai. Karena itu, Allah tidak melupakan umat-Nya Israel tetapi berlanjut sampai memberi mereka rahmat. Akhirnya, pekan terakhir dari tujuh tahu akan datang.
a. Antikristus Menyebabkan Kurban
dan Persembahan Dihentikan
Antikristus akan membuat satu perjanjian dengan umat Israel, berjanji terhadap mereka. Perjanjian dia buat bersama mereka akan menjadi satu pernyataan damai. Namun, pada pertengahan ke tujuh puluh pekan, Antikristus akan berubah pikirannya, berperang melawan Allah, dan menyebabkan kurban dan persembahan dihentikan (ay. 27b). Ini akan memulai kesusahan besar (Mat. 24:21), yang akan berlangsung selama tiga setengah tahun. Selama kesusahan besar, orang Yahudi dan orang Kristen yang setia masih ada di bumi akan menderita penganiayaan Antikristus.
b. Antikristus Menggantikan Kurban dan Persembahan dengan Pembinasa Keji
Setelah dia menyebabkan kurban dan persembahan dihentikan, Antikristus akan menggantinya dengan pembinasa keji (Dan. 9:27c) (berhala-berhala Antikristus—2 Tes. 2:4). Pembinasa ini adalah Antikristus sendiri.
c. Pemusnahan Ditimpakan atas Pembinasa itu
Akhirnya, pemusnahan yang telah ditetapkan akan menimpa atas pembinasa itu, Antikristus (ay. 27c). Apa yang Daniel terima berhubungan tujuh puluh pekan bukan saja satu visi juga satu laporan. Daniel mengerti tujuh puluh pekan, tetapi karena kita mendekati akhir selang waktu, saya percaya bahwa kita memahami perkara ini bahkan lebih baik dari pada Daniel. Melalui mempelajari visi tujuh puluh pekan dalam wahyu ekonomi Allah, kita akan terbantu untuk mengetahui di mana kita berada, seharusnya kita jadi apa, dan apa yang seharusnya kita kerjakan hari ini.