← Daftar isi Daniel (4) · bab 17/17

VISI-VISI DARI DANIEL SANG PEMENANG (4)

VISI MENGENAI NASIB ISRAEL

(3)

Pembacaan Alkitab: Dan. 12

Kitab Daniel meliput masa yang panjang dari Alkitab, dari Kejadian 10 sampai akhir Perjanjian Baru, dari Babel sampai Yerusalem Baru. Seperti yang akan kita lihat, visi dalam Daniel 12 meliput perihal pada tiga setengah tahun zaman ini, perihal dalam zaman kerajaan, dan perihal dalam kekekalan.

Kita telah menekankan fakta patung manusia besar dalam Daniel 2 adalah prinsip dasar dan faktor pengontrol nubuat Daniel. Patung manusia ini menghancurkan dan merusak bait empat kali. Pertama kali oleh kepala, Nebukadnezar (1:1-2); kedua oleh Antiokhus Epiphanes, seorang keturunan salah satu dari empat jendral Aleksander Agung dari Kekaisaran Yunani (8:9-14); ketiga oleh Titus, seorang pangeran Kekaisaran Romawi (70 Masehi); keempat akan terjadi oleh Antikristus (12:7, 11), bagian sepuluh jari kaki dari Kekaisaran Romawi yang dipulihkan. Akhirnya patung manusia besar dirampungkan dalam peperangan secara langsung dengan Allah. Antikristus, sepuluh raja, dan pasukannya akan berperang melawan Kristus secara langsung (Why. 19:19). Namun, Kristus bersama mempelai perempuan-Nya sekali lagi akan menang dengan mengalahkan Antikristus dan tentaranya (Why. 19:20-21).

Isi visi dalam Daniel 11:2—12:13 memperhatikan nasib Israel dari bagian terakhir kerajaan Persia sampai tiga setengah tahun terakhir zaman ini, bahkan termasuk zaman kerajaan dan kekekalan. Kita sampai pada Daniel 12, kita perlu menyadari bahwa kitab ini ada satu selang waktu dalam catatan sejarah dari berakhirnya pemerintahan empat pengganti Aleksander Agung (dari sekitar setengah kedua akhir abad sebelum Masehi, saat Kekaisaran Romawi bangkit merebut kerajaan Yunani sebagai kekuasaan dunia yang akan mengakhiri zaman ini) sampai tiga setengah tahun terakhir (ay. 7) zaman ini. Dalam selang waktu ini ada zaman gereja yang misterius.

B. Berhubungan dengan Penghulu Malaikat Mikhael

yang Mendampingi Israel

Visi mengenai nasib Israel dalam pasal duabelas berhubungan dengan penghulu malaikat Mikhael yang mendampingi Israel.

1. Perihal dalam Perampungan Zaman

Pertama, Daniel 12 mengungkapkan perihal dalam perampungan zaman (Mat. 28:20b)—tiga setengah tahun terakhir zaman ini (Dan. 12:7; 7:25b).

a. Mikhael Mendampingi Israel

Pada saat itu Mikhael, pemimpin besar yang mendampingi bangsa Israel, akan bangkit (12:1a).

b. Waktu Kesesakan

Akan ada suatu waktu kesesakan (kesusahan besar) seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu (12:1b; Mat. 24:21; Yer. 30:7a).

c. Kuasa Perusak Bangsa yang Kudus Digenapi

Selama waktu kesesakan dan kesusahan ini, kuasa perusak bangsa yang kudus akan digenapi (Dan. 12:7b; 7:25b; Why. 13:5, 7a; 11:2).

d. Setiap Orang yang Namanya Tertulis

dalam Kitab itu Dibebaskan

Daniel 1c memberi tahu kita bahwa umat Israel, setiap orang yang namanya tertulis dalam kitab itu, akan dibebaskan. Yang namanya tertulis dalam kitab itu adalah mereka yang namanya tertulis dalam kitab hayat Allah. Sekelompok kecil bangsa Israel yang akan dibebaskan dari tangan Antikristus akan melihat Kristus turun di angkasa dan akan bertobat, menerima Dia, dan diselamatkan.

e. Banyak yang Telah Tidur dalam Tanah akan Bangun

mendapat Hidup yang Kekal

Banyak mereka yang tertidur di dalam debu tanah akan bangun untuk mendapat hidup yang kekal (ay. 2a, 13a; Yoh. 5:28-29a; 1 Tes. 4:16). Kaum kudus yang tertidur akan bangun dibangkitkan ke angkasa berjumpa dengan Kristus.

2. Perihal dalam Zaman Kerajaan

Visi dalam Daniel 12 juga meliput perihal dalam zaman kerajaan.

a. Membersihkan dan Memulihkan Bait yang Dicemari

dan Diinjak-injak selama Tiga Puluh Hari

Setelah kebangkitan, kerajaan Allah dan Kristus akan menjadi kerajaan kekal, seperti dilambangkan oleh gunung besar (Dan. 2:35), maka memimpin dalam zaman kerajaan. Bersama kedatangan kerajaan itu, akan ada pembersian dan pemulihan bait yang telah dicemari dan diinjak-injak selama tiga puluh hari (12:11). Ini akan berlanjut sampai akhir seribu dua ratus enam puluh hari (Why. 12:6) mengakhiri zaman sebelumnya untuk membuatnya menjadi seribu dua ratus sembilan puluh hari. Seperti Makabeus membersihkan bait setelah dicemari oleh Antiokhus Epiphanes, sehingga orang-orang Yahudi yang diselamatkan akan membersihkan bait pada permulaan kerajaan milenium.

b. Persiapan dan Mendirikan Kembali Keimaman

untuk Mempersembahkan Kurban Sehari-hari kepada Allah

selama Emapat Puluh Lima Hari

Daniel 12:12 mengatakan, “Berbahagialah orang telah menanti-nanti dan mencapai seribu tiga ratus tiga puluh lima hari.” Bersama permulaan zaman kerajaan, akan ada juga persiapan dan mendirikan kembali keimaman untuk mempersembahkan kurban sehari-hari kepada Allah selama empat puluh lima hari, yang akan berlanjut sampai seribu dua ratus sembilan puluh hari menjadi seribu tiga ratus tiga puluh lima hari. Suatu persembahan kurban sehari-hari yang demikian kepada Allah akan menjadi berkat kepada umat pilihan Allah (ay. 12a; Yoel 2:14). Empat puluh lima hari akan diperlukan untuk memulihkan sistem yang hancur dari penyembahan Allah bersama persembahan-persembahan. Pemulihan persembahan-persembahan akan menjadi berkat yang besar bagi umat Israel.

c. Sekelompok Kaum Kudus Pemenang dalam Kerajaan

Daniel 12 memperlihatkan kepada kita perkara yang khusus mengenai sekelompok kaum kudus pemenang dalam kerajaan.

1) Kaum Kudus yang Dibangkitkan

Menikmati Hayat Kekal

Ayat 2a mengindikasikan bahwa kaum kudus yang dibangkitkan menikmati hayat kekal dalam kerajaan.

2) Mereka ini Yang akan Bercahaya

seperti Cahaya Cakrawala

Mereka ini yang akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan mereka yang telah menuntut banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang dalam zaman kerajaan (ay. 3, 13b). Dalam Matius 13:43 Tuhan Yesus membicarakan perkataan serupa berhubungan dengan para pemenang yang bercahaya dalam kerajaan: “Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan Bapa mereka.”

3) Banyak Orang akan Disucikan, Dimurnikan,

dan Diuji Berbagian dalam Kerajaan

Ayat 10a mengatakan, “Banyak orang akan disucikan, dimurnikan, dan diuji.” Orang-orang yang disucikan, dimurnikan, dan diuji di sini akan berbagian dalam kerajaan.

4) Kebangkitan Daniel akan Menikmati Bagiannya

dalam Kerajaan

Ayat 13 mengatakan, “Tetapi engkau, pergilah sampai tiba akhir zaman, dan engkau akan beristirahat, dan akan bangkit untuk mendapat bagianmu pada kesudahan zaman.” Ini mengindikasikan bahwa kebangkitan Daniel akan menikmati bagiannya dalam kerajaan.

3. Perihal dalam Kekekalan

Akhirnya, visi dalam pasal duabelas mengenai nasib Israel disimpulkan dengan perihal dalam kekekalan.

a. Mereka yang Menikmati Hayat Kekal dalam Kerajaan

akan Berlanjut Menikmati Hayat Kekal dalam Kekekalan

Mereka yang akan menikmati hayat kekal dalam kerajaan akan berlanjut menikmati hayat kekal dalam kekekalan selama-lamanya (ay. 3).

b. Daniel Berlanjut untuk Menikmati Bagiannya

dari Hayat Kekal dalam kekekalan

Daniel juga akan berlanjut untuk menikmati bagiannya dari hayat kekal dalam kekekalan (ay. 13b)

c. Mereka yang Telah Mati

akan Dibangkitkan setelah Zaman Kerajaan

dan Menderita Penyesalan Kekal dan Hinaan Kekal

Mereka yang telah mati akan dibangkitkan setelah zaman kerajaan dan menderita penyesalan kekal dan hinaan kekal dalam kekekalan selama-lamanya (ay. 2; Yoh. 5:29b; Why. 20:15).

Allah memiliki satu rencana, satu ekonomi. Dalam ekonomi ini Allah menentukan dalam kekekalan untuk memiliki umat yang diciptakan oleh Dia dan dilahirkan kembali oleh Dia menjadi anak-anak-Nya, kemudian dikuduskan, diperbarui, ditransformasi, dan diserupakan kepada gambar Putra sulung-Nya. Sekelompok umat ini akan menjadi Tubuh Kristus. Ketika kerajaan milenium datang, para pemenang dalam Tubuh ini akan dinikahkan kepada Kristus; yaitu, mereka akan menghampiri Kristus untuk berdampingan dengan Dia dan menjadi satu dengan Dia. Mereka akan meraja bersama Kristus di bagian surgawi kerajaan seribu tahun. Mereka juga akan menjadi imam-imam bersama Kristus untuk melayani Allah.

Kemudian Kristus datang kembali untuk mendirikan kerajaan, sejumlah kecil orang-orang Yahudi yang tersisa, sisa Israel, juga akan diselamatkan dan dilahirkan kembali. Namun, mereka akan menjadi kaum beriman belakangan, mereka tidak akan berbagian dalam kerajaan bagian surgawi sebagai raja-raja dan imam-imam, tetapi mereka akan cukup dipelihara di bumi untuk menjadi imam-imam Allah pada kerajaan seribu tahun bagian bumi.

Pada akhir zaman ini, banyak orang-orang jahat dari bangsa-bangsa akan dikumpul bersama-sama oleh Antikristus. Tetapi Kristus akan datang sebagai batu yang terungkit tanpa perbuatan tangan manusia untuk menghancurkan semua orang jahat ini. Waktu ini sisa orang-orang Yahudi dan bangsa-bangsa akan tetap tinggal di bumi. Menurut Matius 25:31-46, Kristus akan mengumpulkan bangsa-bangsa bersama-sama kepada Dia dan akan menghakimi mereka, memisahkan mereka menjadi dua kelompok, domba (orang-orang yang baik) dan kambing (orang-orang yang jahat). Kambing akan bergabung dengan Antikristus dalam telaga api (ay. 41). Domba akan menjadi orang yang dipulihkan (bukan dilahirkan kembali) kepada kondisi ciptaan Allah sebermula dan akan diperhitungkan oleh Kristus sebagai umat-Nya, rakyat-Nya dalam kerajaan milenium. Karena itu, dalam kerajaan akan ada tiga kelompok orang: 1) kaum beriman pemenang di bagian surgawi sebagai raja-raja dan imam-imam di langit; 2) orang-orang Yahudi yang diselamatkan akan berada di bumi sebagai imam-imam pengajar untuk membantu bangsa-bangsa yang dipulihkan; dan 3) bangsa-bangsa yang dipulihkan sebagai rakyat di bawah pemerintahan kaum beriman pemenang sebagai rekan raja Kristus dan juga di bawah pengajaran dan pemeliharaan orang-orang Yahudi yang diselamatkan.

Meskipun kerajaan seribu tahun akan menakjubkan, ini masih bagian ciptaan lama. Kerajaan milenium akan menjadi zaman akhir ciptaan lama. Ciptaan lama termasuk empat zaman: zaman nenek moyang, zaman hukum Taurat, zaman kasih karunia, dan zaman kerajaan. Pada akhir zaman kerajaan, akan ada satu pemberontakan lagi, memerlukan satu pemurniaan lebih lanjut. Kemudian, langit lama dan bumi lama akan dibakar supaya di barui (2 Ptr. 3:12-13). Kemudian akan ada langit baru dan bumi baru (Why. 21:1). Pada waktu itu orang-orang Yahudi yang diselamatkan dan dilahirkan kembali akan bergabung dengan kaum kudus yang percaya. Juga, kaum kudus ini adalah mereka yang bukan pemenang sebelum kerajaan seribu tahun yang telah didisiplinkan dan matang dan akan bergabung dengan para pemenang dalam Yerusalem Baru.

Yerusalem Baru termasuk duabelas nama rasul dan duabelas nama suku Israel (Why. 21:12, 14). Ini mengindikasikan bahwa semua kaum beriman yang ada dalam persekutuan dengan para rasul dan orang-orang Yahudi yang termasuk duabelas suku Israel akan menyusun kota baru. Kota ini akan menjadi tabernakel Allah, tempat tinggal Allah, mempelai perempuan Kristus, dan tempat saling huni seluruh kaum kudus, kaum beriman dan orang-orang Yahudi, sampai selama-lamanya. Bangsa-bangsa yang tinggal setelah akhir penyaringan dan pemurnian (Why. 20:7-9) akan dipindahkan ke negeri dalam bumi yang baru menjadi rakyat selama-lamanya (Why. 21:24-26). Ini akan menjadi kerajaan kekal Allah, disusun dari orang-orang yang diciptakan, dilahirkan kembali, dikuduskan, ditransformasi, dan dimuliakan bersatu dengan Allah sampai selama-lamanya, memerintah atas dan mengajar bangsa-bangsa yang dipulihkan, yang akan menjadi rakyat dalam langit baru dan bumi baru.

PERKATAAN KESIMPULAN

Sekarang kita telah sampai pada akhir pelajaran-hayat Daniel, saya ingin memberi perkataan kesimpulan.

Kitab Daniel memperlihatkan kepada kita seorang manusia yang memiliki hati yang bersatu dengan Allah dan mutlak mengarah pada nasib umatnya, Israel. Rupanya, nasib Israel ada di tangan pemerintahan manusia, kuasa bangsa-bangsa. Sesungguhnya, nasib Israel ada dalam ekonomi Allah yang telah memilih mereka dan yang memerintah atas semua pemerintahan manusia dengan otoritas surgawi. Pemerintahan manusia dimulai dengan Babel, diwakili oleh Nebukadnezar, dan akan diakhiri juga dengan Babel, diwakili oleh Antikristus, yang dilambangkan oleh Antiokhus Epiphanes dari Siria dan Titus dari kekaisaran Romawi.

Kristus adalah sentralitas dan universalitas pergerakan Allah dalam ekonomi ilahi. Kristus tersalib untuk mengakhiri ciptaan lama dan menunaskan melalui kebangkitan ciptaan baru-Nya. Dia adalah Sang yang unggul dan mustika dalam apresiasi dan harapan umat pilihan Allah. Dia akan menerima kerajaan kekal dari Allah dan menampakkan diri untuk mengakhiri dan menghancurkan semua pemerintahan manusia dari jari kakinya sampai kepalanya dan menjadi kerajaan Allah yang diperluas memenuhi seluruh bumi.

Dalam ekonomi ilahi-Nya Allah akan menyempurnakan Israel untuk menjadi imam-imam-Nya, dan Dia akan menyiapkan bangsa-bangsa ciptaan-Nya dan memulihkannya (Bukan dilahirkan kembali) menjadi umat-Nya. Sebagai tambahan untuk hasil ini dari bagian yang termanisfestasi dari ekonomi-Nya, dalam bagian yang tersembunyi ekonomi ilahi-Nya Allah akan merampungkan pembangunan gereja sebagai Tubuh Kristus menjadi keluarga rajani untuk memerintah sebagai raja-raja dalam langit baru dan bumi baru. Akhirnya, dalam kekekalan dalam kerajaan kekal-Nya Allah akan memiliki raja-raja-Nya, imam-imam-Nya, dan umat-Nya selama-lamanya.

Pelajaran Hayat