← Daftar isi Wahyu dan Visi Allah · bab 3/7

MEREALISASIKAN DAN MENGALAMI EKONOMI ALLAH

Pembacaan Alkitab:

Mat. 1:23, 21, 18; Yoh. 12:24; Rm. 8:29; 2 Kor. 13:13;

Ef. 1:4, 7, 13; 3:17-19; Why. 1:4-5; Mat. 16:16, 18

Kita telah mempersekutukan sekitar dua butir utama yang berkaitan dengan wahyu dan visi Allah: mengenai Trinitas Ilahi dan ekonomi Allah. Dalam bab sebelumnya kita melihat empat butir tentang ekonomi Allah. Dalam bab ini saya akan berbicara secara khusus tentang keperluan kita untuk realisasi dan pengalaman subyektif akan Trinitas Ilahi dan gereja. Setelah nampak empat butir, kita akan merasakan keperluan—bahwa kita tidak boleh hanya mempelajari apa yang disebut kebenaran dan visi, tetapi kita juga harus memperhatikan realisasi, pengenalan, dan pengalaman akan hal itu. Dengan kata lain, kita seharusnya tidak hanya melihat fakta yang dicatat dalam Alkitab, tetapi kita juga harus merealisasikan dan mengalaminya.

REALISASI, PENGENALAN, DAN PENGALAMAN AKAN EKONOMI ALLAH

Jika kita benar-benar nampak visi, kita pasti akan merespons dengan keinginan batin untuk merealisasikan, mengenal, dan mengalami ekonomi Allah. Kita bisa melihat dari awal Perjanjian Baru, dalam Matius pasal satu, bahwa Allah Tritunggal damba menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia.

A. Tuhan Yesus sebagai Prototipe Perbauran Allah dan Manusia

Dalam Matius 1, kita dapat melihat setidaknya empat fakta: silsilah Yesus, keterkandungan Yesus, kelahiran Yesus, dan nama Yesus. Namun, hal yang paling penting mengenai Matius 1 tidak hanya untuk melihat fakta-fakta tetapi melihat visi berharga dalam fakta-fakta ini dan menjadikan visi ini pengalaman kita. Kita harus menyadari dan mengalami fakta-fakta ini. Ambil contoh dua kata ini: Tuhan Yesus. Jika Anda membaca satu persatu secara terpisah, sulit untuk memahami apa yang mereka maksud. Tetapi jika Anda menempatkan mereka bersamaan dan membacanya, maka Anda dapat menemukan maknanya. Dengan prinsip yang sama, dalam Matius 1 beberapa fakta yang disajikan di sini untuk membicarakan realitas, dan realitas ini yaitu Allah Tritunggal ingin menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia.

1. Visi dalam Matius 1

Pertama, kita harus melihat bahwa Matius 1 menyebutkan Allah (ayat 23); menyebutkan Putra (ayat 21), Yesus, yang adalah Allah berinkarnasi dan lahir menjadi seorang manusia, juga menyebutkan Roh (ayat 18) sebagai esensi dasar dan unsur kehamilan gadis Maria. Selain itu, pasal ini mengacu kepada Yehova karena Je dalam Yesus adalah bentuk singkat dari Yehova, dan sus berarti Juruselamat atau keselamatan, selain itu, Yesus adalah Dia yang disebut Kristus (ayat 18). Dengan demikian, pasal ini yang menyebutkan Allah, Putra, Roh, Yehova, Juruselamat atau keselamatan, dan Kristus. Siapa pun yang mempelajari Alkitab dapat melihat sebutan-sebutan ilahi. Tetapi kita masih perlu melihat visi di sini.

2. Tujuan Allah Menciptakan Manusia Adalah agar Manusia Memiliki Hayat-Nya

Mulanya, Allah berada di luar manusia. Dia menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya, dan kemudian Dia mengembuskan ke dalam manusia nafas hayat, memberikan manusia hayat dan nafas. Allah tidak melakukan dua hal pada saat Dia menciptakan binatang, atau bahkan ketika Dia menciptakan malaikat. Dia menciptakan manusia menurut gambar-Nya dan mengembuskan nafas-Nya, napas hayat, ke dalam manusia. Apa yang Dia melakukan ini benar-benar khusu. Namun, Allah masih di luar manusia, Dia adalah Dia, dan manusia adalah manusia. Meskipun demikian, keduanya dari jenis yang sama. Dalam Kejadian 1 sewaktu Allah menciptakan semua makhluk hidup, semuanya adalah "menurut jenisnya." Hari ini orang-orang yang mengokulasi pohon tahu pohon jenis yang berbeda tidak dapat diokulasikan bersama-sama, hanya pohon-pohon dari jenis yang sama dapat diokulasikan. Dalam penciptaan-Nya, Allah melakukan pekerjaan persiapan sebelumnya, yaitu, Dia menciptakan manusia untuk menjadi jenis-Nya dengan pandangan memiliki manusia masuk ke dalam hubungan dengan-Nya sama seperti hubungan okulasi.

Kemudian dalam Alkitab Tuhan Yesus sendiri dengan pasti mengatakan kepada kita bahwa Dia adalah pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting-rantingnya (Yoh. 15:1, 5). Tetapi kita harus menyadari bahwa kita tidak dilahirkan sebagai ranting dari pohon anggur. Sebaliknya, kita adalah ranting-ranting liar (Rm. 11:17, 24), dan melalui iman kita telah diokulasikan ke dalam-Nya sebagai pokok anggur (ayat 20, lih. ayat 23). Ini berarti bahwa meskipun kita dan Tuhan Yesus “pohon” yang berbeda, kita dari jenis yang sama. Setidaknya, kita memiliki gambar yang sama seperti Allah dan mengemban rupa-Nya. Namun, meskipun fakta bahwa kita berasal dari jenis yang sama dengan Allah, Dia masih Dia, dan kita masih kita. Dia berada di luar kita, dan kita berada di luar-Nya. Dalam hayat dan sifat, dan terutama dalam esens, kita dan Dia sama sekali tidak berhubungan.

Maafkan saya karena mengatakan bahwa butir ini adalah kekurangan terbesar dalam teologi kekristenan. Ada sebuah sekolah dalam kekristenan yang disebut Teologi Reform. Mereka yang menjadi milik sekolah ini benar-benar menyangkal bahwa kita yang beroleh selamat memiliki sifat ilahi di batin, mereka terutama mengakui bahwa kami telah direformasi. Mereka mengatakan bahwa awalnya kami sangat jahat, tetapi sekarang kami telah direformasi, demikian juga, masyarakat pernah jahat, tetapi sekarang telah direformasi dan ditingkatkan. Pada abad terakhir, jenis ajaran ini sangat maju. Kelompok orang ini menyokong bahwa dunia ini, bukannya semakin buruk, akan menjadi semakin baik. Karena itu, dunia akan menjadi khayalan/utopia bahkan sebelum kedatangan Tuhan Yesus. Satu khayalan adalah kerajaan yang idaman di mana semua orang bahagia dan semuanya baik. Terlepas dari kenyataan bahwa ada kejahatan hari ini, hari itu akan datang di mana tidak ada yang jahat dan semuanya menjadi sebuah khayalan. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Pertama, adalah dengan memberitakan Injil untuk memimpin orang-orang mereformasi kesalahan mereka dan kembali ke perbuatan baik melalui pertobatan, kedua, itu adalah dengan mengajarkan kebenaran Alkitab menasihati orang percaya untuk mereformasi diri. Tetapi karena kebenaran Alkitab belum menyebar ke seluruh dunia, setiap orang harus melakukan yang terbaik untuk memberitakan Injil dan membawa orang-orang untuk bertobat. Namun, kelompok orang ini tidak memperhatikan kelahiran kembali, mereka hanya menekankan mengajarkan kebenaran untuk mengubah masyarakat manusia dan mengubahnya menjadi sebuah khayalan, dunia yang idaman.

Pada akhir abad lalu, sekolah teologi ini sangat maju dan sangat berpengaruh di Eropa. Tetapi pada awal abad ini, pada tahun 1914, perang pecah di Eropa, dan pertempuran sudah sangat parah. Ini merupakan pukulan berat terhadap Teologi Reform. Setelah perang di Eropa, teologi Eropa menempatkan penekanan khusus pada pengkajian nubuat. Pada saat itu, pemulihan Tuhan sedang dibangkitkan di China. Banyak buku rohani yang saya baca berasal dari Eropa, dan kebanyakan mengenai nubuatan. Itu karena orang-orang merasa bahwa dunia menjadi lebih kacau dan lebih jahat, sehingga mereka tidak lagi mendengarkan ajaran tentang khayalan. Sebaliknya, mereka harus melihat apa yang dikatakan Alkitab. Kemudian situasi dunia menjadi lebih buruk. Pada tahun 1931 Jepang menyerbu bagian timur laut China, dan perang pecah lagi. Kemudian Italia menyerbu Etiopia, dan Hitler menyerang negara-negara yang berbatasan dengan Jerman. Pada tahun 1939 Eropa yang terlibat dalam perang besar lain yang akhirnya berkembang menjadi Perang Dunia Kedua, yang meliputi area yang lebih besar dan lebih berat dari Perang Dunia Pertama. Setelah ini, tidak ada yang percaya pada Teologi Reform lagi.

Namun, hari ini, empat puluh tahun setelah perang besar terakhir, sekolah ini tampaknya menunjukkan tanda-tanda secara bertahap mengangkat kepala lagi. Masih menekankan bahwa orang Kristen hanya memiliki satu sifat dan tidak memiliki sifat lain di batin. Selain itu menekankan bahwa kelahiran kembali hanyalah untuk mengubah sifat asli seseorang. Ini adalah seperti apa yang orang China maksudkan ketika mereka mengatakan bahwa kita harus "perpalingan sehari selama lembaran baru" dan "mengembangkan kebajikan terang kita" sehingga kita akan menjadi "orang baru", ini berarti bahwa kita telah mereformasi diri kita sendiri. Setelah dipengaruhi oleh doktrin semacam itu dan telah menerimanya, banyak siswa seminari di Amerika tidak percaya bahwa orang Kristen memiliki dua sifat dan dua hayat. Namun, Alkitab jelas menyatakan bahwa ketika kita dilahirkan kembali, kita lahir dari Roh (Yoh. 3:6) dan kita telah menerima hayat dan sifat Allah ke dalam diri kita (ayat 15-16, 36, 2 Ptr. 1:4) untuk menjadikan kita ciptaan baru. Hal ini tidak hanya mereformasi sifat asli manusia.

Alasan saya berbicara begitu banyak tentang hal ini adalah saya ingin menunjukkan bahwa banyak orang Kristen saat ini sama sekali tidak jelas tentang apa kelahiran kembali. Dua puluh tahun yang lalu ketika saya pertama kali pergi ke Amerika, saya menyampaikan satu berita yang memberi tahu orang bahwa kita perlu dilahirkan kembali bukan hanya karena kita jatuh, tetapi bahkan jika Adam tidak jatuh, bahkan jika semua orang tidak jatuh dan tidak memiliki dosa sekecil apa pun, kita masih perlu dilahirkan kembali. Ambil contoh okulasi. Okulasi tidak dilakukan karena pohon telah tumbang dan karena itu salah satu cabang harus dipotong dan diokulasikan ke pohon yang tidak jatuh. Kita semua tahu bahwa okulasi tidak ada hubungannya dengan apakah pohon itu tumbang atau tidak. Okulasi adalah masalah hayat dan sifat di dalam. Meskipun Anda sebagai pohon dan Tuhan Yesus sebagai pohon dari jenis yang sama, hayat dan sifat Anda terlalu miskin, sehingga Anda perlu diokulasikan ke dalam Tuhan Yesus, yang hayat dan sifat-Nya terbaik. Inilah sebabnya mengapa dalam Kejadian 2 sebelum manusia jatuh, Allah menempatkannya di depan pohon hayat. Allah bermaksud memberi tahu manusia bahwa dia memiliki hayat di dalamnya hanyalah hayat manusia dan bukan hayat ilahi. Karena itu, Allah menempatkan manusia di depan pohon hayat supaya manusia dapat menerima hayat dari pohon hayat, yang merupakan hayat yang lebih tinggi.

Dalam Matius 1:21, malaikat Tuhan memberi tahu Yusuf dalam mimpi, "Dia [Maria] akan melahirkan seorang anak, dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Ini memang benar bahwa masalah dosa ada di sini. Tetapi kita harus menyadari bahwa keperluan kita untuk hayat Allah dicatat dalam Kejadian 2 sebelum dosa masuk; dosa tidak masuk sampai Kejadian 3. Ini membuktikan bahwa itu bukan karena kejatuhan kita bahwa kita memerlukan Allah masuk ke dalam kita, melainkan sesuatu yang sejak awal ditetapkan Allah. Allah menciptakan kita sebagai bejana-Nya (Rm. 9:20-24) untuk diisi Dia. Roma 9 mengatakan bahwa kita adalah bejana belas kasihan, maka kita akan menjadi bejana yang mulia, dan akhirnya kita akan menjadi bejana yang mulia. Bejana yang mulia tidak tergantung pada bejana itu sendiri tetapi tergantung isinya. Ketika manusia diciptakan, Allah tidak segera masuk ke dalam dirinya, maka, pada sebagian manusia adalah bejana hina yang tidak ada Allah, kurang kemuliaan. Namun, hari ini kita memiliki Allah, jadi kita telah menjadi bejana yang mulia, di masa akan datang ketika kita berada dalam kemuliaan, kita akan menjadi bejana yang mulia.

Tujuan bejana adalah diisi hal-hal. Sebuah bejana mungkin telah jatuh ke dalam sampah dikarenakan kecerobohan, tetapi itu tidak berarti bahwa ia bukan lagi bejana dan tidak perlu diisi hal-hal. Memang benar bahwa karena kita telah jatuh ke dalam sampah dosa dan telah menjadi kotor, kita memerlukan Allah untuk membasuh bersih kita. Namun, tujuan Allah dalam membasuh kita adalah supaya kita dapat diisi Dia. Dalam hal ini, bahkan jika kita tidak jatuh ke dalam sampah dosa dan kita sudah bersih, namun tanpa Allah masuk ke dalam kita, kita masih tetap kosong. Kita perlu diisi dengan Allah. Ini adalah tujuan Allah menciptakan manusia yang diwahyukan dalam Alkitab.

3. Tuhan Yesus Adalah Perbauran Allah dan Manusia

Karena itu, Matius 1 tidak hanya memberi tahu kita bagaimana Allah dikandung dalam gadis Maria melalui Roh Kudus dan lahir sebagai Putra, Yesus, yang adalah Yehova Juruselamat dan yang namanya disebut Imanuel (yang diterjemahkan, Allah beserta kita). Semua orang memahami doktrin ini, tetapi sangat sedikit orang telah nampak visi yang digambarkan oleh ajaran ini. Visi ini adalah Allah Tritunggal menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia dan berbaur dengan manusia. Allah ini adalah Tritunggal (Kej. 1:26), Dia adalah Bapa, Malaikat TUHAN (Kristus—Kel. 3:2-15), dan Roh Allah (Kej. 1:2). Namun, dalam Perjanjian Lama, Allah Tritunggal ini belum masuk ke dalam manusia. Paling-paling Ia turun ke atas para hakim dan para nabi sebagai Roh TUHAN (Hak. 3:10; 6:34; Yeh. 11:5). Pada awal Perjanjian Baru kita dengan jelas diberi tahu bahwa Allah Tritunggal masuk ke dalam manusia dan berbaur dengan manusia.

Tuhan Yesus menjadi daging untuk menjadi manusia sejati. Unsur dasar-Nya menjadi manusia adalah perbauran esens ilahi (Roh Kudus) dengan esens insani. Menurut catatan dalam Injil Matius, Roh Kudus sebagai esens ilahi masuk ke dalam Maria dan berbaur dengan esens insaninya untuk melahirkan Allah-manusia. Dia yang dilahirkannya tidak hanya manusia, tetapi juga Allah. Yesaya 9:5 mengatakan, "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita... Namanya disebutkan orang... Allah yang Perkasa." Bayi yang lahir di palungan adalah Allah yang Perkasa. Karena itu, Tuhan Yesus tidak hanya manusia, tetapi juga Allah, Dia memiliki keilahian dan keinsanian. Dia adalah perbauran keilahian dengan keinsanian.

Tuhan Yesus adalah perbauran dua sifat—sifat ilahi dan sifat insani—tanpa sifat ketiga yang dihasilkan; sebaliknya, dua sifat terus ada dengan jelas. Hal ini dilambangkan oleh percampuran minyak dengan tepung halus (Im. 2:4). Ketika minyak dan tepung halus dicampur bersama, unsur minyak dan unsur tepung yang terbaik terus ada secara individual, tanpa sifat ketiga yang dihasilkan sebagai hasil dari reaksi kimia. Ini tidak seperti proses kimia di mana substansi netral yang dihasilkan ketika basa ditambahkan ke asam. Selain itu, perbauran adalah berbeda dari persatuan. Persatuan adalah keduanya hanyalah digabung bersamaan, perbauran adalah salah satu masuk kepada yang lain, dan keduanya berbaur bersama-sama. Roh Kudus masuk ke dalam rahim Maria dan berbaur dengan keinsanian untuk melahirkan Dia yang merupakan ekspresi dari dua dalam satu, ekspresi Allah dan manusia, dan yang namanya disebut Yesus. Dengan demikian, Tuhan Yesus adalah kelahiran Allah-manusia sebagai perbauran Allah dengan manusia. Di dalam Dia ada keilahian dan keinsanian. Dia adalah Allah yang lengkap dan manusia yang sempurna. Ini adalah perkara dan rahasia ilahi dalam Alkitab.

B. Gereja Adalah Kumpulan Perbauran Allah dengan Manusia

Hari ini banyak orang Kristen tahu bahwa gereja harus ada, dan kredo mereka juga membicarakan Allah Tritunggal dan gereja, tetapi mereka belum nampak bahwa gereja adalah hasil dari Allah Tritunggal yang masuk ke dalam manusia dan berbaur dengan manusia. Allah Tritunggal dan gereja adalah dua visi besar yang harus kita lihat. Gereja adalah kumpulan yang dihasilkan Allah menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia dalam Trinitas Ilahi-Nya.

Allah masuk ke dalam manusia dan menghasilkan model ini, yang pertama kali terlihat dalam Matius 1 sebagai individu, Tuhan Yesus. Kemudian model individu ini melewati kematian dan masuk ke dalam kebangkitan, ketika model ini keluar dalam kebangkitan, Dia bukan hanya seorang individu. Inilah apa yang Tuhan sendiri katakan: "Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah" (Yoh. 12:24). Pada saat ini, model ini menjadi hasil korporat yaitu gereja (Ibr. 2:12; Yoh. 20:17, 19-23). Dalam Matius 1 perbauran individu Allah dan manusia dihasilkan, tetapi ketika Dia dibangkitkan, semua orang pilihan Allah tercakup dalam Dia dan dibangkitkan bersama-sama dengan-Nya (Ef. 2:6;. 1 Ptr 1:3) untuk menjadi perbauran korporat Allah dengan manusia. Terlepas dari apakah itu adalah model individual atau hasil korporat, prinsipnya adalah sama: Allah Tritunggal masuk ke dalam manusia dan berbaur dengan manusia.

Kekristenan saat ini belum nampak hal ini. Saya tidak hanya memberitakan kebenaran ini, tetapi saya juga telah menulis buku tentang hal itu. Sampai saat ini, hanya fitnahan orang mengatakan bahwa saya pengajar sesat. Tidak seorang pun dengan tingkat dan kualifikasi yang tepat menulis sesuatu yang menyangkal kebenaran ini. Di daerah Los Angeles, ada sekelompok penentang yang mengorganisir sebuah kelompok riset untuk mempelajari ayat-ayat yang kita kutip untuk membantah ajaran kita. Setelah mempelajari Yesaya 9, mereka harus mengakui bahwa Yesus benar-benar adalah Bapa.

C. Sentral Seluruh Alkitab—Allah Tritunggal Menggarapkan Diri-Nya ke Dalam Manusia dan Berbaur dengan Manusia untuk Menghasilkan Gereja

1. Dalam Penciptaan Allah dalam Perjanjian Lama

Saya telah berbicara begitu banyak karena saya memiliki beban untuk menunjukkan bahwa Allah kita adalah Allah Tritunggal dan kedambaan hati-Nya, kerinduan-Nya, dalam kekekalan harus menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia. Alkitab dengan enam puluh enam kitab yang sangat kaya isinya, namun penekanannya adalah sangat sederhana: Allah Tritunggal ingin menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia. Langkah pertama yang Dia ambil untuk merampungkan tujuan ini adalah menciptakan manusia dalam gambar-Nya dan menurut rupa-Nya sebagai persiapan bagi Dia untuk menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia. Kita semua tahu bahwa ketika bejana yang dibuat adalah untuk diisi sesuatu, bejana harus dibuat sama dengan barang yang akan diisikan. Jika benda ini persegi, Anda tidak dapat membuat bejana segitiga. Jika benda ini segitiga, Anda tidak dapat membuat bejana yang bulat. Sejak semula, Allah merencanakan untuk menempatkan diri-Nya ke dalam manusia. Karena itu, pada mulanya ketika Dia menciptakan manusia, Dia menciptakan manusia sama seperti Dia. Ini adalah persiapan Allah.

2. Dalam Inkarnasi

Setelah sekitar empat ribu tahun, Allah akhirnya masuk ke dalam manusia yang Ia ciptakan. Cara Dia datang tidak dengan kekerasan, Dia tidak datang dengan menggunakan kedaulatan-Nya atau kekuasaan-Nya yang besar. Dia datang sesuai dengan prinsip hayat dalam penciptaan-Nya. Dia pertama-tama masuk ke dalam manusia dan dikandung dalam rahim gadis Maria, dan kemudian Dia tetap tinggal selama sembilan bulan sebelum lahir di bumi. Allah adalah Allah Mahakuasa yang memberikan hayat kepada orang mati dan menjadikan yang tidak ada menjadi ada (Rm. 4:17); mengapa Dia tidak bisa segera menjadi manusia, segera dilahirkan, dan tumbuh segera menjadi Allah-manusia Yesus? Dia tidak melakukannya secara ini. Dia masuk ke dalam manusia dengan menjaga prinsip yang telah Dia didirikan ketika Dia menciptakan segala sesuatu. Dengan demikian, Dia dalam rahim Maria selama sembilan bulan sebelum lahir sebagai seorang anak. Setelah kelahiran-Nya, Dia dibesarkan dari hari ke hari juga sesuai dengan prinsip hayat. Alkitab mencatat hal ini dengan sangat jelas: " Yesus makin dewasa dan bertambah hikmat-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia" (Luk. 2:52). Kemudian, sekali lagi, ketika Dia berusia tiga puluh tahun, Dia keluar untuk melayani sesuai dengan prinsip yang ditetapkan Allah (Bil. 4:3; 1 Taw. 23:3; Luk. 3:23) dan melakukan pekerjaan yang telah Allah amanatkan kepada-Nya untuk dikerjakan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap langkah dari hidup Tuhan Yesus di bumi ini sesuai dengan prinsip hayat. Dia hidup di bumi tidak dengan mukjizat-mukjizat atau oleh kuasa-Nya tetapi benar-benar sesuai dengan hukum alam dari pertumbuhan kehidupan manusia. Ini adalah langkah kedua dari Allah menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia.

3. Dalam Kematian dan Kebangkitan Tuhan Yesus

Setelah tiga puluh tiga setengah tahun, sekali lagi, menurut ketetapan Allah, Tuhan Yesus masuk ke dalam kematian dan kemudian bangkit dari kematian. Ketika Dia masuk ke dalam kematian, Iblis mengira dialah yang telah menangkap Tuhan Yesus, menempatkan Dia di salib, dan menyalibkan-Nya di sana. Namun, di mata Allah, itu adalah Tuhan yang rela menyerahkan nyawa-Nya sendiri untuk merampungkan penebusan (Yoh. 10:18). Dia menaruh diri-Nya ke dalam kematian dan bangkit dari kematian. Ini adalah langkah ketiga yang Dia ambil untuk menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia. Melalui kematian dan kebangkitan, Allah Tritunggal mampu menyalurkan diri-Nya ke dalam berjuta orang yang telah Dia pilih. Namun, ini adalah dari sudut pandang Allah. Dari sudut pandang manusia, orang yang beroleh selamat, orang-orang percaya, masih perlu pergi memberitakan dan mengumumkan Tuhan yang telah mati dan dibangkitkan supaya, satu per satu, semua orang pilihan Allah sepanjang zaman dapat percaya kepada-Nya.

Di mata Allah, pada hari Tuhan Yesus bangkit, kita semua juga dibangkitkan di dalam Dia (Ef. 2:6). Tetapi dalam pengalaman kita, kita percaya pada Tuhan dan beroleh selama satu per satu dalam waktu. Hari ini, dengan rahmat Tuhan, meskipun praktek ketuk-pintu kita sesuai dengan jalan yang ditetapkan Allah sangat efektif, juga sangat melelahkan. Kita harus mengeluarkan semua kekuatan kita karena ini sesuai dengan hukum yang ditetapkan Allah. Pada prinsipnya, semua orang yang dipilih Allah akan datang. Jika kita tidak dipilih oleh Allah, tidak peduli berapa banyak orang yang memberitakan kepada kita, kita tidak akan percaya. Tetapi begitu kita percaya kepada-Nya, Dia masuk ke dalam kita dan kita masuk ke dalam-Nya. Kemudian kita dibaptis di dalam Dia dan memiliki kesatuan organik dengan-Nya (Gal. 3:27; Rm. 6:3; Mat. 28:19; 1 Kor. 12:13, 6:17). Dengan demikian, Allah Tritunggal berbaur dengan kita.

4. Dalam Surat Kiriman Paulus

Wahyu ilahi tentang Allah Tritunggal yang damba menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia meluas di seluruh Perjanjian Baru. Dari Kitab Matius sampai Wahyu, setiap kitab ditulis sesuai dengan prinsip ini. Keempat Injil ditulis sesuai dengan prinsip Allah Tritunggal menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia. Kisah Para Rasul juga menunjukkan kepada kita prinsip ini, dan tidak ada Surat-surat Kiriman merupakan pengecualian terhadap aturan ini. Mari kita ambil Kitab Roma sebagai contoh. Roma 1 berbicara tentang Injil Allah, yang merupakan Injil pengampunan dosa, Injil pembenaran oleh iman. Kemudian Roma 8 berbicara tentang Allah masuk ke dalam kita. Ayat 9 dan 10 mengatakan bahwa Roh Allah diam di dalam kita, agar kita memiliki Roh Kristus di dalam kita sebagai Roh yang berhuni, dan agar Kristus ada di dalam kita. Di sini kita melihat Allah, Kristus, Putra, dan Roh, kita melihat Allah Tritunggal. Hal ini berbeda dari Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Lama Allah Tritunggal berada di luar manusia; melalui Roma 8, tiga dari Allah Tritunggal semuanya ada di dalam manusia. Hal ini juga berbeda dari Matius 1. Ketika Matius 1 berbicara tentang Allah masuk ke dalam manusia, itu adalah individu, dengan Roma 8, Allah yang masuk ke dalam manusia adalah korporat. Hal ini dapat dibuktikan dengan Roma 8:29 yang mengatakan bahwa Kristus adalah Yang sulung di antara banyak saudara. Banyak saudara adalah kita yang memiliki Allah di dalam kita.

Jika kita terus membaca, kita sampai pada Kitab 1 dan 2 Korintus. Pada akhir Kitab 2 Korintus Paulus memberkati orang-orang percaya dengan berkat Allah Tritunggal: "Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian" (13:13). Allah Tritunggal menyertai kita dan di dalam kita.

Kemudian dalam Kitab Efesus, pasal pertama dimulai dengan pemilihan dan penentuan Allah Bapa (ayat 3-6), penebusan Allah Putra (ayat 7-12), dan pemeteraian dan jaminan Allah Roh (ayat 13-14). Hasilnya adalah bahwa, melalui transmisi-Nya kepada gereja, Allah Tritunggal masuk ke dalam kita untuk menghasilkan Tubuh, yang merupakan kepenuhan Dia yang memenuhi semua di dalam segala sesuatu (ayat 22-23). Ini adalah ekonomi Allah. Ini berarti bahwa ekonomi Allah adalah untuk menyalurkan Allah Tritunggal ke dalam manusia untuk menghasilkan satu akibat, yaitu gereja sebagai Tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua di dalam segala sesuatu. Dalam Efesus 3 Paulus mengatakan bahwa ia sujud kepada Bapa dan meminta supaya Dia menguatkan kita dengan kuasa melalui Roh-Nya ke dalam manusia batiniah supaya Kristus dapat membuat rumah-Nya di dalam hati kita melalui iman (ayat 14-17) . Hasilnya adalah bahwa kita dipenuhi kepada seluruh kepenuhan Allah (ayat 18-19). Ini adalah penyaluran Allah Tritunggal ke dalam seluruh diri kita, sehingga kita menjadi kepenuhan, ekspresi Allah. Apa yang dikatakan dalam semua Surat Kiriman pada akhirnya berhubungan dengan perkara ini.

5. Dalam Kitab Wahyu Yohanes

Akhirnya, dalam Kitab Wahyu, pada permulaanya mengatakan, "Anugerah dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, dan dari Yesus Kristus" (1:4-5). Ini menunjukkan bahwa Allah Tritunggal yang telah melalui proses, termasuk semua apa adanya Bapa yang kekal, semua apa yang dikerjakan Roh yang diperkuat tujuh kali ganda, dan semua yang Putra yang diurapi telah peroleh dan capai, telah disalurkan ke dalam kaum beriman dengan akibat bahwa kaki pelita emas dihasilkan menjadi kesaksian korporat-Nya (ayat 9, 11, 20). Pada akhir Kitab Wahyu, dalam pasal dua puluh dua, sekali lagi kita melihat "sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir keluar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu, Di tengah-tengah jalan kota itu" (ayat 1-2a). Di sini kita memiliki Allah, Anak Domba (Putra), dan Roh (dilambangkan dengan sungai air kehidupan). Ini menggambarkan bagaimana Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam umat tebus-Nya di bawah kepemimpinan-Nya. Kemudian dalam ayat 17, Roh itu dan pengantin perempuan berkata, "Marilah!" Ini berarti bahwa Roh itu dan pengantin perempuan, setelah menjadi satu, berbicara sebagai satu. Roh itu adalah perampungan sempurna Allah Tritunggal, yang telah menggarapkan diri-Nya ke dalam kita dan menyusun kita menjadi pengantin perempuan yang korporat. Dengan kata lain, Allah Tritunggal adalah suami, dan kita yang telah diisi dan diubah oleh-Nya menjadi mempelai perempuan-Nya untuk menjadi satu dengan-Nya. Ini adalah hal yang sangat penting, dan sentral juga, diwahyukan kepada kita dalam seluruh Alkitab.

D. Mengalami Penyaluran Allah Tritunggal dalam Pelaksanaan Kehidupan Kita untuk Mewujudkan Realitas Gereja

Saya ulangi, beban saya bukan hanya untuk menunjukkan butir-butir penting, tidak cukup hanya untuk melakukan itu. Anda harus memiliki realisasi dan pengalaman. Tetapi bagaimana kita memiliki realisasi dan pengalaman? Hal ini sama sekali tidak sulit. Banyak orang Kristen merasa sulit karena mereka telah dipengaruhi oleh ajaran-ajaran yang salah. Ketika ajarannya salah, sangat sulit untuk memiliki realisasi dan pengalaman. Jika kita memiliki pengetahuan yang tepat tentang kebenaran bahwa Allah Tritunggal ada di dalam kita dan bersatu dan berbaur dengan kita, maka sangat mudah untuk mengalami kebenaran ini.

1. Berdoa dengan Roh Kita untuk Mengontak Allah Tritunggal

Ketika orang yang beroleh selamat merasa dia memiliki kehadiran Tuhan di batin, itu berarti Roh ada di dalamnya. Di mana Roh berada, di sana Tuhan berada (1 Kor. 6:17; 2 Kor. 3:17), Dan di mana Tuhan berada, Bapa berada (Rm. 8:9-10). Ketiganya ada di dalam kaum beriman, ketika Dia masuk, ketiganya dari Mereka masuk. Hal ini karena Roh adalah realitas, realisasi, Putra (Yoh. 14:17), dan Putra adalah perwujudan Bapa (10:30; 14:10-11). Dengan demikian, ketiganya benar-benar hanya Satu, tetapi Satu ini memiliki aspek tiga dengan jelas.

Saya berasal dari provinsi Shantung, jadi saya sudah makan gandum selama delapan puluh tahun. Jika hari ini Anda bertanya kepada saya apa unsur gandum benar-benar di dalam saya, saya masih tidak tahu. Jika saya harus memahami gandum untuk memakannya, maka saya telah lama meninggal. Baru-baru ini, saya mulai suka makan yogurt. Istri saya mungkin memahami apa bahan-bahannya, karena dia memerhatikan nutrisi, tetapi saya tidak tahu apa-apa tentang hal itu. Saya hanya tahu bagaimana makan dan menikmatinya. Beberapa hari saya bangun pada pukul 4:30 di pagi hari, dan saya mulai bekerja dalam kepala saya sementara saya di tempat tidur. Ketika 6:00 tiba, saya bangun dan terus bekerja. Sampai 7:20 saya lapar. Lalu saya makan beberapa yoghurt yang bergizi dan mudah dicerna dan diasimilasi. Segera setelah saya makan itu, seluruh diri saya segar dan puas. Hari ini kita memiliki “ypghurt” yang terbaik di dalam kita, yang adalah Allah Tritunggal. Apa yang Dia sukai? Sulit untuk kita jelaskan. Bapa adalah Putra, dan Putra adalah perwujudan dari Bapa, Putra direalisasikan dalam Roh, dan Roh adalah realitas Putra. Tentang apa semua ini? Saya telah berbicara tentang hal itu selama beberapa dekade, dan saya hanya bisa berbicara menurut Alkitab. Saya masih tidak tahu sepenuhnya tentang ada apanya rahasia Allah Tritunggal.

Maksud saya adalah ini: Ketika Anda di sini dilatih, Anda seharusnya tidak hanya mengetahui kebenaran, bahkan lebih penting bagi Anda untuk belajar makan "yoghurt" setiap hari, untuk menikmati Allah Tritunggal setiap hari. Untuk makan yoghurt fisik, Anda tidak menggunakan hidung atau telinga Anda, melainkan Anda menggunakan mulut Anda. Demikian juga, untuk menikmati Allah Tritunggal, Anda tidak perlu menggunakan kepintaran Anda, gunakan telinga Anda, atau sujud di hadapan Tuhan. Anda hanya perlu menggunakan roh Anda, buka hati, dan buka mulut Anda untuk berdoa kepada Tuhan, maka Anda akan dapat menikmati Dia.

2. Melatih Roh Kita untuk Menyeru Nama Tuhan

untuk Menikmati Allah Tritunggal

Anda sedang dilatih di sini untuk belajar bagaimana memakai roh Anda. Sejak saat Anda bangun pagi, Anda harus belajar memakai roh Anda. Hal ini sama seperti ketika Anda ingin bernapas, tidak perlu Anda minta orang lain atau mengharapkan bantuan apa pun. Anda hanya perlu latihan organ pernapasan Anda, setelah Anda menarik napas melalui hidung, udara langsung masuk. Dalam prinsip yang sama, jika Anda ingin menikmati Allah Tritunggal, Anda perlu melatih roh Anda. Misalnya, segera setelah Anda bangun pagi, Anda merasa bahwa Anda lelah. Semakin Anda berpikir tentang hal ini, semakin Anda merasa lelah. Tetapi jika Anda segera berpaling dari keadaan itu kembali kepada roh Anda, maka seluruh diri Anda akan disegarkan. Rahasia beralih ke roh Anda adalah menyeru, "O Tuhan Yesus! O Tuhan Yesus! "Anda tidak perlu menyeru dengan keras. Ketika Anda menyeru dengan lembut dari kedalaman diri Anda, segera Anda akan kembali ke roh Anda, dan seluruh diri Anda akan disegarkan.

3. Mengalami Keselamatan Allah dan Menanggulangi Musuh

melalui Berpaling kepada Roh Kita

Saya percaya bahwa ketika Anda hidup bersama dengan orang lain, Anda akan menghadapi banyak masalah segera setelah Anda bangun pagi. Hal ini karena Satan memiliki banyak utusan. Sering kali para saudari yang teman sekamar Anda dapat memberikan Anda banyak masalah. Misalnya, Anda baru saja bangun, dan teman sekamar Anda pada saat itu memecahkan mug sikat gigi Anda. Anda tidak berani kehilangan kesabaran Anda, tetapi Anda sangat marah dalam hati. Pada saat ini, Anda hanya perlu menyeru, "O Tuhan Yesus! O Tuhan Yesus!" Semakin banyak Anda menyeru, semakin sedikit Anda akan terganggu. Sebaliknya, Anda akan merasa bahwa hati Anda memiliki kenikmatan dan pendirisan. Saya percaya bahwa sampai batas tertentu Anda semua memiliki pengalaman seperti ini. Anda harus tahu bahwa Satan selalu membangkitkan beberapa masalah di lingkungan kita untuk mengganggu kita dan memaksa kita menjadi marah. Ketika Anda marah, Satan senang. Selain itu, ketika Anda sedang marah, semua kebenaran yang Anda pernah dengar menjadi nihil, mereka semua dibuat batal dan lenyap ke udara. Segala sesuatu yang Anda telah dengar tentang Allah Tritunggal dan keselamatan Allah semua lenyap. Anda di sini sedang dilatih dan telah mendengar begitu banyak kebenaran dan menerima begitu banyak penglihatan, tetapi karena Satan mengganggu, apa pun yang telah Anda pelajari semua bocor keluar.

Matius 1:21 mengatakan, "… Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka." Kekristenan menjelaskan ayat ini dengan mengatakan bahwa Tuhan Yesus membasuh dosa kita melalui penyaliban dan penumpahan darah-Nya yang berharga. Saya tidak berani mengatakan bahwa ini tidak begitu, tetapi ini hanya berhubungan dengan perbuatan kita yang berdosa. Di sisi positif, Tuhan masih ingin menyelamatkan kita dari kuasa dosa. Kita harus tahu bahwa Tuhan Yesus memiliki dua nama: Yesus adalah Yehova, dan Imanuel adalah Allah. Ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus adalah Yehova dan Allah. Dia menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita terutama dengan menjadi Roh untuk masuk ke dalam kita untuk menyelamatkan kita dari kuasa dosa.

Menurut contoh sebelumnya, ketika seorang saudari memecahkan mug sikat gigi Anda dan Anda marah, apakah itu dosa? Dan jika saudari lain mengotori seluruh lantai yang telah Anda pel malam sebelumnya, akankah Anda marah? Kemudian saudari lain tangannya sembarangan, yang mememercikkan minyak sayur ke seluruh rambut Anda, yang sudah keramas malam sebelumnya, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda mengalami Yesus menyelamatkan Anda dari dosa-dosa Anda? Saya percaya bahwa jika setiap kali Anda berseru, "O Tuhan Yesus! O Tuhan Yesus," bukannya marah, Anda akan penuh kenikmatan akan Tuhan. Inilah realisasi Anda, pengalaman Anda. Hasil realisasi dan pengalaman tersebut adalah supaya Anda memiliki kenikmatan sejati dari Allah Tritunggal. Akibatnya, gereja dihasilkan. Namun, jika Satan datang mengganggu Anda dan Anda kalah, dan jika ia datang lagi, dan Anda dikalahkan lagi, maka hasilnya Anda benar-benar dikalahkan dan gereja tidak dapat diwujudkan. Anda muak dengan saudari yang menyulitkan Anda, dan dia juga membenci Anda, maka bagaimana bisa ada gereja? Namun, jika Anda mengatasi setiap kali masalah yang datang kepada Anda, dan jika Anda menyeru nama Tuhan setiap kali sesuatu yang mengganggu terjadi pada Anda, maka meskipun para saudari terus menyalahi Anda, Anda akan tetap mengasihi mereka dan mengasihi gereja. Ketika Anda belajar untuk hidup terus dalam jenis roh ini, realitas gereja secara spontan ada di sana.

4. Mengalami Kristus untuk Menghasilkan Gereja

Dalam catatan Matius 16, Tuhan bertanya kepada para murid, "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Memiliki pengetahuan yang akurat, Petrus menjawab, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Tuhan mengatakan bahwa visi-Nya adalah Kristus, Anak Allah yang hidup, yang Petrus lihat adalah benar. Kemudian Dia melanjutkan dengan mengatakan, "Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku “ (ayat 15-18). Ini menunjukkan kepada kita bahwa hidup gereja diwujudkan hanya ketika kita merealisasikan dan mengalami Kristus. Gereja bukanlah klub manusia atau organisasi duniawi tetapi suatu organisme. Ketika kita memiliki kesatuan batin dengan Tuhan dan hidup di dalam Dia dengan hayat kesatuan ini, realitas gereja dihasilkan.

Saya berharap agar Anda mau banyak berdoa atas butir-butir ini dan mengejarnya. Saya tidak punya maksud hanya menunjukkan beberapa visi tinggi atau mengajar Anda beberapa kebenaran seolah-olah Anda adalah mahasiswa di sebuah seminari teologi. Beban saya adalah membantu Anda merealisasikan dan mengalami penglihatan dan kebenaran ini setelah Anda melihat dan mendengarnya. Cara untuk merealisasikan dan mengalaminya dalam roh Anda. Jika Anda belum melihat atau mendengar kebenaran ini, Anda tidak bisa memahaminya bahkan jika Anda menyadarinya karena Anda tidak memiliki pengetahuan. Sekarang kebenaran ini telah sepenuhnya disingkapkan dan dengan kaya diletakkan di hadapan Anda. Semakin Anda mengenalnya, semakin Anda akan menyadarinya. Cara merealisasikan adalah berdoa dengan memadai kepada Tuhan dan memiliki persekutuan yang intim dengan-Nya. Dengan demikian, Tuhan akan menjadi terang di dalam Anda, dan setiap hari Anda akan cerah di batin. Tidak ada sedikit bayangan pun bisa tetap tersembunyi, Dia akan mengoreksi setiap kesalahan. Hukum hayat di dalam Anda akan mengatur Anda, dan Anda akan diselamatkan dari diri alamiah Anda. Bait terakhir dari Kidung nomor 382 mengatakan:

Roh resapi ku merata. semua Kristus, semua Allah!

Awak diri lucut lontar, g’nap kaum saleh ke diaman-Nya.

Bangunan Allah adalah gereja. Inilah jalan praktis untuk mengalami Kristus dan merealisasikan gereja.

5. Mengapresiasi Tuhan Yesus, Anda Dipenuhi dengan Roh,

dan Menikmati Perawatan Bapa untuk Manifestasi Mempelai Perempuan

Saya berharap agar Anda tidak hanya belajar mengenal kebenaran tetapi juga benar-benar mengejar untuk secara subyektif merealisasikan dan mengalaminya. Saya menyesal bahwa ketika saya muda, saya menyia-nyiakan begitu banyak waktu. Saya tidak menyia-nyiakan dalam mengejar hiburan, tetapi saya menyia-nyiakannya dalam mempelajari Alkitab secara tidak tepat. Mengapa saya mengatakan ini? Karena saya tidak menerima ajaran yang tepat. Mereka yang mengajari saya terutama mengajarkan tentang "sekam" dan "polong." Kita tahu gandum yang memerlukan sekam dan bahwa kacang polong perlu polongnya untuk tumbuh. Dengan cara yang sama, Alkitab memiliki beberapa "sekam" dan "polong", Anda tidak perlu masuk ke dalamnya terlalu banyak. Tetapi ketika saya muda, saya diajarkan untuk fokus pada hal ini. Saya tidak tahu berapa kali saya mempelajari "tujuh puluh minggu" dalam Daniel 9:24-27. Namun saya tidak pernah diberi tahu bahwa saya memiliki roh di dalam (Ayub 32:8; Za. 12:1), bahwa Tuhan Yesus ingin tinggal di dalam saya (Yoh. 15:4-5), dan bahwa Tuhan Yesus hari ini adalah Roh (1 Kor. 15:45b; 2 Kor 3:17).

Hari ini Anda pasti sekelompok orang yang diberkati! Dalam pemulihan Tuhan Anda dirawat, diajar, dan memiliki semua kekayaan yang diletakkan di hadapan Anda dengan lezat, kaya, dan cara yang mudah dicerna. Tentu saja, Anda perlu belajar, sehingga pembelajaran Anda dapat membantu Anda dalam pemahaman dan kenikmatan Anda. Tetapi secara khusus saya berharap bahwa Anda akan dapat memiliki kenikmatan sejati akan Tuhan secara praktis. Anda harus hidup dalam persekutuan dengan Tuhan dan tinggal di dalam Tuhan. Kita memiliki banyak buku di antara kita yang berbicara tentang hal ini, yaitu, bahwa Anda harus selalu mengontaki Tuhan dan terus menjamah-Nya. Ketika Anda melakukan ini, Anda merealisasikan dan mengalami kebenaran yang telah Anda dengar. Hari ini Allah Tritunggal—Bapa, Putra, dan Roh—semuanya ada di dalam kita. Semakin banyak Anda memakai roh Anda untuk mengontaki dan menyeru-Nya, "O Tuhan Yesus," roh Anda akan merasakan suplaian-Nya di batin. Semakin banyak Anda mengingat-Nya, mengapresiasi-Nya, dan merenungkan kemuliaan, keindahan, dan kehormatan-Nya, semakin batin Anda akan dipenuhi dengan Roh-Nya.

Gerakan Pantekosta dalam kekristenan saat ini hanya memperhatikan apakah orang telah berbicara dalam bahasa lidah atau tidak. Mereka selalu mendorong orang untuk berbicara dalam bahasa lidah, beberapa orang bahkan ingin orang berguling-guling dan berteriak dan melompat. Mereka berpikir bahwa ini adalah yang dimasudnya dipenuhi dengan Roh Kudus. Tetapi dipenuhi oleh Roh Kudus yang sejati ketika kita di batin mengapresiasi dan menikmati Tuhan Yesus sampai puncaknya. Semakin Anda menikmati Dia, semakin Anda dipenuhi dengan-Nya di batin. Setiap hari Anda perlu meluangkan waktu di hadapan-Nya untuk membuka diri, menyeru-Nya, dan mengapresiasi-Nya. Kemudian Anda akan dipenuhi dengan Roh di batin. Jika Anda tidak mengapresiasi Dia tetapi masih ingin Dia memenuhi Anda, itu mustahil. Inilah sebabnya mengapa orang-orang berpengalaman mengatakan bahwa semakin Anda memuji Tuhan Yesus, semakin Anda akan dipenuhi dengan Dia, itu yang sesungguhnya. Namun, ini bukan merupakan keterampilan luaran. Anda harus benar-benar mengapresiasi-Nya di batin dan dari kedalaman Anda mengatakan ini, "Tuhan Yesus, aku mengasihi Engkau. Tuhan, Engkau sangat mustika. Ini bukan berarti bahwa aku dapat mengasihi Engkau, tetapi karena Engkau begitu terkasih." Jika Anda melakukan ini, Dia pasti memenuhi Anda.

Topik utama Roma 1-3 hidup oleh iman. Dari mana iman datang? Roma memberi tahu kita bahwa iman ini adalah iman kepada Yesus Kristus atau iman kepada Yesus Kristus (3:22). Galatia 2:20 mengatakan, “Tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku Hidup yang sekarang aku hidupi secara jasmani adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan emenyerahkan diri-Nya untuk aku." Karena itu, iman ini adalah iman dalam Anak Allah. Iman memiliki obyek dan sasaran, dan itu berasal dari obyek atau sasaran. Jika tidak ada obyek, bagaimana bisa ada iman? Sebagai contoh, jika saya memperlihatkan kepada Anda batu, Anda tidak akan punya iman apa pun, sebaliknya, Anda akan jijik. Namun, jika saya memperlihatkan berlian besar, semakin Anda melihat itu, semakin Anda akan memiliki iman. Hal ini menunjukkan bahwa iman timbul dari obyeknya. Tuhan Yesus adalah layak jadi perhatian kita. Jika Anda melihat saya, semakin Anda melihat, semakin sedikit iman Anda miliki. Namun, jika Tuhan Yesus berada di sini, semakin Anda melihat-Nya, semakin Anda akan memiliki iman. Dengan demikian, iman kita berasal dari-Nya. Selain itu, iman kita membawa Dia masuk ke dalam kita, Dia adalah satu dengan iman kita. Karena itu, iman kita adalah iman dalam Dia dan iman dari Dia.

Dalam prinsip yang sama, kita tidak dapat dipenuhi hanya dengan berdoa, tanpa kita menjamah Tuhan, kita tidak bisa dipenuhi dengan Dia. Cara terbaik untuk dipenuhi Tuhan adalah memandang dan mengapresiasi keindahan-Nya. Semakin banyak Anda mengapresiasi-Nya, semakin Anda akan dipenuhi Roh Kudus, karena Tuhan adalah Roh. Ketika Anda mengapresiasi dan mengasihi Tuhan, Dia masuk ke dalam Anda dan memenuhi Anda sebagai Roh. Selain itu, setiap kali Anda menjamah-Nya, Anda akan merasakan perawatan dan kehadiran Bapa dan menerima suplai dan transmisi dari Bapa sebagai sumber. Anda akan memiliki kenikmatan-Nya yang tak terucapkan, tak terlukiskan. Jika Anda merealisasikan dan mengalami Allah Tritunggal setiap hari secara ini, realitas gereja sebagai Tubuh Kristus, kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu, akan terwujud.

Dari pasal pertama Kitab Matius sampai ke pasal terakhir Kitab Wahyu, kita melihat visi semacam ini. Matius 1 memberi tahu kita bagaimana Dia datang menjadi manusia dan berbaur dengan manusia. Kemudian melalui Kitab Injil, Kisah Para Rasul, dan Surat-surat Kiriman sampai akhir Kitab Wahyu, kita nampak Allah, Anak Domba, dan Roh sebagai sungai air kehidupan mengalir dari takhta. Pada akhirnya, Roh dan pengantin perempuan itu menjadi satu, berbicara dan memproklamirkan bersama-sama. Ini berarti bahwa pengantin perempuan penuh Roh, penuh kenikmatan akan Roh, dan bahwa Roh memiliki semua tumpuan di dalam dirinya. Ini adalah ekonomi Allah. Saya harap Anda semua bisa mengejar, merealisasikan, dan mengalami ini.