EKONOMI ALLAH
Pembacaan Alkitab:
Ef. 1:9-11; 3:9-11; 1 Tim. 1:3-4; Ef. 1:5; Rm. 8:3; Gal. 4:4, 6;
Yoh. 3:6; 4:24; Rm. 8:16, 14; Yoh. 17:2; 2 Ptr. 1:4; Ef. 2:19;
Yoh. 14:2; 1 Kor. 1:30; Kis. 2:38; Mat. 28:19b;
Rm. 6:3b, 4a; Ef. 2:5-6; Yoh. 20:22; Kis. 1:8a; Rm. 11:17-24;
1 Kor. 12:12; Ef. 5:30; 1:22-23; 2:15; Why. 1:11; Kis 26:18;
Ibr. 2:11; 1 Ptr. 1:3a; Rm. 9:21; Ef. 5:27; 1 Ptr. 2:5
GARIS BESAR
II. Butir kedua dari visi—ekonomi Allah:
A. Adalah pengaturan rumah tangga, dispensasi, dan rencana-Nya.
B. Untuk menggarapkan diri-Nya, dalam Trinitas Ilahi-Nya, ke dalam orang-orang pilihan-Nya.
C. Agar mereka dapat menjadi anak-anak-Nya sebagai putra-putra-Nya dengan hayat dan sifat-Nya untuk menjadi rumah-Nya supaya Dia memiliki tempat tinggal untuk perhenetian-Nya.
D. Agar mereka dapat memiliki kesatuan yang organik dengan Trinitas Ilahi di dalam Kristus untuk menjadi anggota-anggota Kristus yang menyusun Tubuh-Nya sebagai ekspresi korporat Allah Tritunggal di dalam Kristus.
BELAJAR UNTUK MEMAHAMI KEBENARAN MENGENAI TRINITAS ILAHI
Pada bab-bab sebelumnya kita melihat wahyu mengenai Trinitas Ilahi. Di sisi negatif, agar memahami perkara Tritunggal, kita harus melihat lima belas butir kekurangan kredo. Alkitab tidak memiliki kekurangan, melainkan penuh dalam isinya. Namun, kredo sangat tidak memadai. Inilah alasan setelah perumusan kredo, orang sepanjang zaman selalu menambahkan butir-butir kepadanya. Namun, meskipun ditambah, kredo masih belum memadai. Saya berharap bahwa Anda akan berusaha untuk mengkaji, masuk ke dalamnya, memahami, dan mengingat lima belas butir yang saya daftar sehingga Anda dapat menerapkannya ketika kesempatan muncul. Ini adalah tugas untuk Anda.
Di sisi positif, kita juga perlu melihat kealmuhitan Kristus. Kolose 2:16-17 mengatakan, "Karena itu, jangan biarkan orang menghakimi kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat, semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedangkan wujudnya ialah Kristus." Makanan, minum, pesta, bulan baru, dan hari Sabat bukan persona tetapi hal-hal, yang hanya bayangan, tetapi tubuh sebenarnya adalah Kristus. Ini berarti bahwa Kristus adalah makanan, minuman, pesta, bulan baru, dan Sabat yang sejati. Selanjutnya, Efesus 1:22-23 berkata, "Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” Ini menunjukkan bahwa Kristus betapa inklusif sehingga tidak ada kata-kata manusia yang dapat menggambarkan-Nya secara penuh; Dia adalah almuhit.
Lebih dari dua puluh tahun yang lalu ketika saya pertama kali pergi ke Amerika untuk berbicara tentang kebenaran ini, ada penentang yang memfitnah saya, menuduh saya sebagai penganut panteisme. Mereka mengatakan bahwa saya dari Timur Jauh, di mana sebagian besar orang percaya kepada panteisme. Ini benar-benar menunjukkan ketidaktahuan penentang. Jika mereka benar-benar diterangi, mereka dapat melihat bahwa Tuhan Yesus adalah Dia yang begitu inklusif, luas, dan tidak terbatas.
Beberapa teolog, gagal nampak kealmuhitan Kristus, yang sama seperti orang buta merasakan gajah, hanya menyentuh bagian tertentu. Namun, mereka akan melekat padanya, terlibat dalam argumen tak berujung tentang hal itu, dan menggunakannya untuk menghukum orang lain. Ini adalah persis dengan apa yang terjadi pada saya di Amerika. Di satu pihak, mereka terlalu mengandalkan kredo sebagai dasar, tidak menyadari bahwa kredo kekurangan dalam banyak aspek dan karena itu tidak bersyarat untuk melayani sebagai standar atau dasar. Di pihak lain, mereka kurang memiliki pandangan kealmuhitan Kristus dan karenanya menjadi sangat dangkal dan picik. Sebagai contoh, berdasarkan Kolose 1:15b kita mengatakan bahwa Kristus adalah Yang sulung dari segala ciptaan. Kemudian mengkritik kita dengan mengatakan bahwa kita mengajarkan Arianisme. Namun, mereka tidak melihat bahwa Kristus bukan hanya makhluk ciptaan tetapi juga Yang sulung dari semua ciptaan—Dia adalah di antara semua manusia. Alkitab tidak berbicara tentang Kristus menjadi seorang manusia secara singkat dan sederhana. Sebaliknya, ia mengatakan bahwa Kristus adalah seorang manusia dalam bentuk dan rupa, dan dalam mode dan bahwa Dia juga dalam rupa daging dosa. Semua penjelasan ini sangat khusus.
Dalam beberapa tahun terakhir seorang teolog tertentu menerbitkan pengkajian Alkitab yang didasarkan pada King James Version. Untuk Yohanes 1:14, ia menulis catatan tentang "Firman itu telah menjadi manusia," mengatakan bahwa Tuhan Yesus sendiri mengingatkan diri-Nya kepada keinsanian tanpa dosa dalam inkarnasi-Nya. Ini dikarenakan konsepsi manusia secara umum yaitu ketika Tuhan Yesus menjadi manusia, tidak mungkin bahwa Ia menjadi daging dosa. Namun, karena penulis pengkajian Alkitab itu seorang Doktor dari Keilahian, setelah dengan teliti mempelajari konteks, ia pasti merasa bahwa pernyataannya tidak memiliki perndirian. Karena itu, dalam edisi revisi ia mengatakan bahwa Tuhan Yesus mengikatkan diri-Nya kepada manusia berdosa dalam inkarnasi-Nya. Karena itu, jika teolog buru-buru memutuskan hal-hal doktrinal tanpa pandangan penuh atas kealmuhitan Kristus, mereka akan membuat kesalahan besar.
Menurut lambang atau gambaran, Tuhan Yesus mati di kayu salib dalam rupa daging dosa. Ketika Dia disalibkan, di satu pihak, Dia dalam bentuk anak domba karena Dia adalah Anak Domba Allah (1:29), di pihak lain, Dia dalam bentuk ular tembaga, memiliki bentuk ular tetapi tanpa racun ular. Dia mengatakan bahwa sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, supaya Dia, Anak Manusia dalam daging, akan ditinggikan (3:14). Ini berarti bahwa Ia sendiri mengakui dan secara implisit mengatakan kepada kita bahwa ular tembaga dalam Perjanjian Lama adalah lambang, gambaran, dari diri-Nya. Dalam Alkitab, catatan seperti ini terlalu banyak untuk diceritakan.
Dalam Wahyu 5, Rasul Yohanes menangis ketika ia melihat bahwa tidak ada seorang pun di alam semesta yang mampu membuka rahasia ekonomi Allah. Kemudian salah satu malaikat berkata kepadanya, "Jangan menangis! Lihatlah, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya." Apa yang malaikat perkenalkan adalah singa, namun apa yang Yohanes lihat adalah Anak Domba (ay. 1-7). Apakah Kristus Singa atau Anak Domba? Kita hanya bisa mengatakan bahwa Dia adalah Singa-Anak Domba. Kristus bukan hanya Singa-Anak Domba tetapi juga Batu-Anak Domba. Hal ini berdasarkan pada fakta bahwa dalam Kitab Wahyu Anak Domba memiliki tujuh mata, namun dalam Kitab Zakharia pasal tiga dan empat tujuh mata di atas batu. Dari ayat ini kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus tidak begitu sederhana.
Saya memberi Anda ilustrasi ini untuk membiarkan Anda tahu bahwa untuk memahami kebenaran tentang Trinitas Ilahi Anda perlu nampak ketidakcukupan kredo dan kealmuhitan Kristus. Ada dua butir utama dengan delapan belas poin mengenai kealmuhitan Kristus. Butir utama adalah keilahian-Nya dan keinsnaian-Nya. Jika Anda mempelajari dua aspek secara menyeluruh, Anda akan tidak hanya dapat terhindar dari kesalahan teologis tetapi juga dapat masuk ke dalam kenikmatan dari kekayaan Kristus. Anda akan dapat melihat dan mengalami bahwa Kristus adalah Allah Tritunggal. Dia adalah Bapa, Putra, dan Roh, namun Dia adalah tiga-satu. Dia pasti esa, namun dalam keesaan tersebut masih ada perbedaan, tetapi tidak ada pemisahan. Anda dapat mengatakan bahwa Bapa berbeda dari Putra, Putra berbeda dari Roh, dan Roh berbeda dari Bapa dan Putra. Namun, perbedaan mereka ada dalam keesaan. Di sinilah rahasia kebohongan. Setelah mata Anda diterangi untuk mengenal kealmuhitan Kristus, maka Anda hanya dapat melihat bahwa tiga ke-Allahan ilahi adalah berbeda, namun mereka selalu esa. Mereka adalah Allah yang esa, bukan tiga Allah.
Kita dapat mengatakan bahwa Kristus yang almuhit adalah perwujudan Allah Tritunggal. Ketika kita melihat-Nya, kita melihat Allah Tritunggal. Roh adalah perampungan sempurna, manifestasi sempurna, dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Karena itu, ketika kita memiliki Roh, kita memiliki Allah Tritunggal—bukan hanya Allah Tritunggal yang sederhana, tetapi Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Hari ini Kristus yang kita nikmati adalah Yang seperti itu. Bila Anda memiliki pengenalan sejati atas kealmuhitan Kristus, itu akan membantu Anda menikmati Dia.
CARA MEMPELAJARI KEBENARAN
Saya telah menyarankan buku Mengenai Persona Kristus untuk Anda baca. Meskipun hanya sebuah pamflet, pembahasannya bersifat komprehensif. Buku ini memperlihatkan kepada Anda baik kesalahan penafsiran maupun pengetahuan yang tepat orang-orang selama berabad-abad mengenai Persona Kristus, dan juga mengutip beberapa ayat Alkitab. Buku ini benar-benar layak dibaca. Perkara-perkara yang dibahas bukan ajaran saya sendiri. Sebaliknya, mereka semua berdasarkan pada Alkitab dengan ayat-ayat yang bersangkutan dikutip. Anda harus membaca buku ini dengan teliti. Misalnya, dalam Perjanjian Lama, salah satu sebutan Tuhan Yesus adalah "Tunas." Sebagai Tunas Daud (Yer. 23:5; 33:15;. Za. 3:8; 6:12), Dia tumbuh dari Daud. Dan sebagai Tunas Yehova (Yes. 4:2), Ia tumbuh dari Allah. Ini berarti bahwa sebagai suatu Tunas, Kristus memiliki dua asal-usul: asal-usul pertama adalah asal-usul Daud, asal-usul manusia, asal-usul lainnya adalah Allah, asal-usul ilahi. Semua hal ini ada dalam Alkitab dan Anda perlu mengkajinya dengan teliti. Saya sudah melakukan pekerjaan dasar pada butir ini, dan mereka semua tercantum dalam pamflet Mengenai Persona Kristus.
Pelatihan Anda di sini dapat dibandingkan dengan sekolah paskasarjana. Tidak diperlukan profesor mengatakan terlalu banyak, Anda hanya perlu mempelajari dengan saksama pada Anda sendiri sesuai dengan daftar bacaan, dan jika perlu, profesor akan memberikan sedikit pengarahan. Selain itu, tidak perlu Anda pergi ke "perpustakaan" yang jauh. "Perpustakaan" di tengah-tengah kita sangat nyaman. Selama Anda bersedia menghabiskan waktu dan tenaga Anda, Anda bisa mendapatkan semua hal ini ke dalam diri Anda. Saya berharap bahwa semua saudara muda yang memiliki keinginan untuk melayani Tuhan sepenuh waktu secara tetap bisa belajar garis permulaan kebenaran dalam waktu singkat beberapa bulan. Setidaknya Anda harus belajar dan tahu buku mana yang Anda maksud sehingga Anda dapat menemukan bahan yang Anda perlukan. Ini tidak berarti bahwa Anda akan sepenuhnya terlatih setelah empat bulan. Anda masih memiliki perjalanan panjang untuk ditempuh, dan terlalu banyak hal yang perlu Anda pelajari. Apa yang saya harapkan adalah setelah empat bulan bidang visi Anda akan diperlebar untuk mengetahui sedikit tentang jalan dan setidaknya tahu ke mana harus pergi untuk menemukan bahan yang tepat. Karena itu, dalam empat bulan saya mencoba untuk memimpin Anda hanya ke permulaan jalan. Tetapi apakah ini akan menjadi sebuah jalan raya yang mengarah ke sukses besar atau tidak tergantung pada bagaimana Anda membawa maju diri Anda sendiri. Anda harus terus belajar lagi dan lagi.
II. BUTIR KEDUA DARI VISI—EKONOMI ALLAH
Dalam bab ini kita akan melanjutkan melihat butir kedua dari visi, dan itu adalah ekonomi Allah. Dalam sepuluh atau lebih tahun terakhir kita telah menyampaikan banyak berita dan menerbitkan sejumlah buku mengenai hal ini. Jika Anda benar-benar memiliki hati, Anda harus meluangkan waktu untuk mempelajari buku-buku itu. Dalam pelatihan ini garis besar yang saya berikan kepada Anda akan hanya berfungsi sebagai panduan supaya Anda dapat tahu jalur untuk mengetahui ekonomi Allah. Anda harus meluangkan lebih banyak waktu untuk menggali dan menemukan sisa kekayaan.
A. Adalah Administrasi Rumah Tangga, Dispensasi, dan Rencana-Nya
Ada lebih dari tiga ratus ayat dalam Alkitab yang mengacu pada ekonomi Allah baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam bab ini kita akan menyebutkan hanya tiga bagian: Efesus 1:9-11, 3:9-11, dan 1 Timotius 1:3-4. Apa yang disebutkan terutama dalam tiga bagian adalah perkara “ekonomi.” Efesus 1:10 mengatakan, "Kepada ekonomi kegenapan waktu" (Tl.); Efesus 3:9 mengatakan, "Dan untuk menerangi semua orang supaya mereka dapat melihat apa itu ekonomi rahasia, yang selama berabad-abad telah tersembunyi di dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu” (Tl.). Satu Timotius 1:4 mengatakan, "Ekonomi Allah, yang ada dalam iman.” kata Yunani untuk ekonomi dalam tiga bagian ini adalah oikonomia, yang berarti "hukum rumah tangga"; ini menunjukkan “pengaturan rumah tangga," "administrasi rumah tangga," dan secara derivatif, "dispensasi," "rencana," atau “ekonomi untuk administri.”
Saya ingin menarik perhatian Anda untuk beberapa kosakata penting yang digunakan dalam Efesus 1:9-11 dan 3:9-11, seperti kehendak, kerelaan kehendak, ekonomi (atau, dispensasi, rencana), dan tujuan kekal, yang semua termasuk dalam perkara yang berkaitan dengan ekonomi Allah, ini menunjukkan bahwa apa yang tersirat dalam ekonomi Allah sangat kaya.
Kata Yunani oikonomia terdiri dari dua kata: oikos, yang menunjukkan sebuah "rumah" atau "rumah tangga," dan nomos, menunjukkan suatu "hukum" atau “prinsip.” Arti dua kata ini digabungkan adalah "administrasi rumah tangga." Rumah ini adalah rumah Allah, termasuk semua yang beroleh selamat dalam seluruh umat manusia, semua orang yang dipilih Allah dan telah menerima Allah sebagai hayatnya (Ef. 2:19). Mereka adalah sekelompok orang yang menjadi ciptaan baru dengan menerima hayat Allah melalui pemilihan Allah. Mereka adalah keluarga besar Allah. Selain itu, dalam keluarga besar ini kita adalah tuan dan semua malaikat adalah hamba yang menunggu di atas kita, melayani kita sebagai orang-orang yang mewarisi keselamatan yang sebesar itu (Ibr. 1:14).
Di rumah universal ini, ada keperluan bagi administrasi rumah tangga untuk sampai pada tujuan tertentu. Setiap kali ada administrasi rumah tangga, perlu untuk memiliki dispensasi dan rencana. Ini bukan masalah kecil. Dengan administrasi rumah tangga, ada dispensasi, dengan dispensasi, ada keperluan untuk rencana. Karena itu, ketika Allah membuat dispensasi-Nya, Dia merancang sejumlah prosedur administrasi untuk melaksanakan ekonomi-Nya. Untuk alasan ini, oikonomia juga dapat diterjemahkan dispensasi, yang berarti "pengaturan" atau "rencana," mengacu pada rencana Allah untuk administrasi-Nya. Dalam administrasi Allah, rencana Allah, ada banyak dispensasi dan banyak cara.
Pada akhir abad terakhir, sarjana Alkitab menemukan dari Alkitab yang disebut tujuh dispensasi. Sebenarnya, tujuh dispensasi ini bukan tujuh zaman tetapi tujuh prosedur administratif Allah. Dalam setiap prosedur Allah memiliki cara yang berbeda dalam menangani manusia. Sebagai contoh, di zaman Perjanjian Lama setelah zaman Musa, cara Allah menangani manusia menurut hukum Taurat, maka, itu adalah “dispensasi hukum Taurat.” Dalam zaman Perjanjian Baru, administrasi Allah adalah menurut anugerah, dan Dia menangani manusia menurut anugerah, karena itu disebut "dispensasi anugerah." Dalam kerajaan seribu tahun, Allah akan mengambil kerajaan sebagai administrasi-Nya dan sebagai cara-Nya menangani manusia, karena itu disebut "dispensasi kerajaan." Karena itu, kata dispensasi tidak menunjukkan satu zaman, itu menunjukkan rencana, pengaturan, prosedur. Dalam semua dispensasi dan rencana ada banyak prosedur administrasi. Ini agak menjelaskan makna ekonomi Allah.
B. Untuk Menggarapkan Diri-Nya, dalam Trinitas Ilahi-Nya,
ke Dalam Orang-orang Pilihan-Nya
Tujuan Allah dalam ekonomi-Nya adalah untuk menggarapkan diri-Nya, dalam Trinitas Ilahi-Nya, ke dalam orang-orang pilihan-Nya. Allah ini yang memiliki rencana, ekonomi, ingin melakukan hanya satu hal, yaitu, menggarapkan diri-Nya ke dalam orang-orang pilihan-Nya melalui semua proses dan prosedur yang Ia lalui dalam Trinitas Ilahi-Nya. Seluruh Alkitab menyingkapkan bahwa Allah ingin menggarapkan diri-Nya ke dalam orang-orang pilihan-Nya dengan melalui berbagai proses dalam Trinitas Ilahi-Nya.
Orang Kristen membaca Efesus pasal satu dan menerima apa yang dikatakannya. Pada awalnya, pasal ini mengatakan bahwa Allah memilih kita sebelum dunia dijadikan dan kemudian Dia menentukan kita. Ketika saya masih muda bersama dengan Kaum Saudara, saya mendengar pengajaran yang tepat dan memperoleh pengetahuan yang jelas serta menyangkut pemilihan dan penentuan Allah. Namun, saya tidak pernah mendengar mereka memberi tahu apa tujuan pemilihan dan penentuan Allah itu. Mereka hanya mengatakan bahwa Allah memilih dan menentukan kita supaya kita dapat menerima warisan. Dan warisan yang mereka katakan, menurut pemahaman saya, adalah berkat surgawi di masa akan datang, yang mungkin menjadi tempat tinggal yang sangat menyenangkan. Hal ini sesuai dengan konsepsi tradisional orang China, yaitu bahwa anak-anak akan menerima beberapa hal materi dari ayah mereka sebagai warisan. Dengan demikian, kesan yang saya punya dari mendengarkan berita dalam gereja Kaum Saudara adalah bahwa Allah memilih dan menentukan kita supaya kita dapat menikmati berkat kekal dan menerima warisan. Namun, mereka tidak melihat bahwa pasal yang sama dengan jelas mengatakan tentang tujuan penentuan Allah, mengatakan bahwa itu adalah "kepada keputraan" (ayat 5).
Kaum Saudara juga mengajar tentang keputraan, tetapi keputraan yang mereka ajarkan bukan melalui kelahiran tetapi melalui adopsi. Apa yang mereka maksudkan bahwa kita bukanlah anak asli Allah, tetapi anak angkat Allah, maka, kita telah memperoleh keputraan melalui adopsi Allah. Namun, kita harus melihat bahwa frase penentuan kita kepada keputraan termasuk dalam garis besar di atas sebagai: "Untuk menggarapkan diri-Nya, dalam Trinitas Ilahi-Nya, ke dalam orang-orang pilihan-Nya." Bagaimana Allah dapat menyebabkan kita memiliki keputraan? Dia harus menggarapkan diri-Nya ke dalam kita. Bagaimana Ia melaksanakan hal ini? Adalah melalui Trinitas Ilahi-Nya. Karena itu, Efesus pasal satu dimulai dengan memberi tahu kita bagaimana Allah menggarapkan diri-Nya ke dalam kita melalui Trinitas Ilahi-Nya supaya kita menerima keputraan (ayat 3-14).
Jika kita teliti mempelajari Roma 8 dan Galatia 4 lagi, kita akan nampak bahwa Allah memungkinkan kita untuk menerima keputraan bukanlah perkara yang mudah. Pertama, Allah Bapa harus mengutus Putra-Nya yang terkasih untuk menggenapkan penebusan bagi kita supaya kita dapat memenuhi syarat untuk menerima keputraan (Rm. 8:3; Gal 4:4-5.). Selanjutnya, Allah Bapa juga menyuruh Roh keputraan ke dalam hati kita supaya kita dapat berseru, "ya Abba, ya Bapa!" (Ayat 6), dan supaya dalam Roh ini kita dapat menempuh realitas keputraan. keputraan dalam Efesus 1:5 menyiratkan Allah Tritunggal menggarapkan diri-Nya ke dalam kita. Bagaimana kita bisa memenuhi syarat untuk menjadi anak-anak Allah tanpa Allah Tritunggal menggarapkan diri-Nya ke dalam kita? Jangan berpikir bahwa Allah hanya mengadopsi sebagian dari kita, yang adalah tawanan dosa, untuk menjadi anak-anak-Nya dengan menawan kita keluar dari tangan Satan dan membasuh kita dengan darah-Nya yang mustika. Tidak, Allah telah melahirkan kita (Yoh. 1:13; 1 Yoh. 5:1) bahwa kita dapat menjadi anak-anak-Nya, ini menyatakan bahwa Allah Tritunggal telah menggarapkan diri-Nya ke dalam kita.
Kita tahu itu sangat spontan bagi kita yang adalah anak-anak untuk memanggil orang tua kita sendiri "ayah" dan "ibu" karena kita lahir dari mereka, tetapi tidak begitu spontan untuk memanggil mertua kita "ayah" dan "ibu" karena kita tidak memiliki hubungan hayat dengan mereka. Ketika orang tua kita melahirkan kita, mereka menggarapkan dirinya ke dalam kita, yaitu, mereka mewarisikan hayat dan sifatnya kepada kita. Kita orang China bukan melalui adopsi tetapi dengan kelahiran karena nenek moyang kita adalah orang China. Demikian juga, kita harus memiliki kepastian bahwa kita adalah anak-anak Allah yang sejati dalam hayat karena kita dilahirkan dari-Nya dengan hayat-Nya, maka kita memiliki hubungan hayat dengan-Nya. Karena kita bukan anak adopsi, adalah normal dan manis ketika kita memanggil Allah, "Bapa." Kita harus menyadari bahwa pergerakan sentral Allah dalam ekonomi-Nya diungkapkan dalam Alkitab adalah bahwa Allah ingin menggarapkan diri-Nya ke dalam kita, orang-orang pilihan-Nya , melalui Triitas Ilahi-Nya.
Supaya menggarapkan diri-Nya ke dalam orang-orang pilihan-Nya, Allah harus menjadi Roh. Selain itu, perampungan sempurna dan manifestasi Allah Tritunggal juga harus menjadi Roh. Trinitas Ilahi telah melalui proses. Allah Bapa adalah sumber dari Trinitas Ilahi (Yoh. 13:3;. 1 Kor. 6:19). Allah Putra adalah perwujudan dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses (Kol. 2:9), Ia melewati proses inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan dan akhirnya menjadi Roh pemberi hayat, almuhit (1 Kor. 15:45b) sebagai perampungan sempurna dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Semua yang Trinitas Ilahi telah rampungkan dalam Roh itu—Roh yang telah melalui proses, majemuk, almuhit, pemberi-hayat, berhuni, diperkuat tujuh kali ganda, dan rampung sempurna.
Alkitab mengatakan bahwa Allah adalah Roh (Yoh. 4:24), lebih lagi, manifestasi akhir dari Bapa, Putra, dan Roh adalah Roh itu (Mat. 28:19). Allah dapat masuk ke dalam kita karena Dia adalah Roh. Di pihak lain, Ia harus menciptakan kita dengan roh. Allah tidak hanya Roh dalamTrinitas Illahi-Nya tetapi juga akhirnya menjadi Roh itu. Dia menciptakan kita juga dengan roh sehingga Dia sebagai Allah yang adalah Roh bisa masuk ke dalam insani kita dengan roh, sehingga kedua roh—roh kita dan Roh-Nya—dapat diikatkan menjadi satu roh.
Ada tiga tempat dalam Perjanjian Baru yang menyebutkan Roh Allah dan roh manusia. Tempat pertama adalah Yohanes 3:6: "Apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh." Ini menunjukkan bahwa Roh melahirkan roh. Tempat kedua adalah Yohanes 4:24: "Allah adalah Roh, dan mereka yang menyembah Dia, harus menyembah dalam roh dan kebenaran." Ini berbicara tentang roh menyembah Roh. Tempat ketiga adalah Roma 8:16: “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah." Roh melahirkan roh, roh menyembah Roh, dan Roh bersaksi dengan roh. Kita memiliki roh insani di dalam kita. Ketika roh insani kita dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, kita dapat menyembah Allah sebagai Roh dengan roh kita yang dilahirkan kembali. Selain itu, dua roh bersaksi sebagai satu roh.
Ini adalah cara Allah menggarapkan diri-Nya ke dalam kita. Dalam Trinitas Ilahi-Nya, dalam perampungan sempurna-Nya, Allah mencapai kita dan masuk ke kita sebagai Roh. Tidak hanya Roh masuk, tetapi Putra dan Bapa juga masuk. Selanjutnya, ketika Dia masuk, Dia tidak masuk ke dalam tubuh darah dan daging kita, ke dalam organ internal kita, seperti perut. Juga Dia tidak masuk ke dalam pikiran, emosi, atau tekad kita. Sebaliknya, Dia masuk ke dalam roh kita, yang merupakan bagian batini, pusat, bagian diri kita yang sesungguhnya, untuk diikatkan dengan kita. Akhirnya, kedua roh ini diikatkan dan dibaurkan menjadi satu. Maka, 1 Korintus 6:17 mengatakan, "Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia." Ini adalah masalah utama dalam ekonomi Allah. Pada poin ini, Allah telah menggarapkan diri-Nya ke dalam orang pilihan-Nya dalam Trinitas Ilahi-Nya.
C. Agar Mereka Dapat Menjadi Anak-anak-Nya sebagai Putra-putra-Nya dengan Hayat dan Sifat-Nya untuk Menjadi Rumah-Nya Supaya Dia Dapat Memiliki Tempat Tinggal untuk Perhentian-Nya
Ketika Allah menggarapkan diri-Nya ke dalam kita, Dia menjadikan kita anak-anak-Nya sebagai putra-Nya. Menurut bahasa Yunani, dalam Perjanjian Baru hanya ada satu tempat—2 Korintus 6:18—yang mengatakan bahwa kita adalah putra dan putri Allah. Namun, ada banyak tempat yang mengatakan kita adalah anak-anak Allah (Yoh. 1:12, Kis. 13:33, Rm. 8:16; Gal. 4:28; Flp. 2:15; 1 Yoh. 3:1-2, 10). Logikanya, hanya anak-anak adalah putra; putri bukanlah putra. Tegasnya, Allah memiliki putra saja; Dia tidak memiliki putri. Kita semua adalah anak-Nya. Dengan demikian, kita harus berlatih dipimpin oleh Roh-Nya terus menerus agar kita dapat tumbuh dalam hayat dan sampai pada tahap menjadi putra-putra-Nya (Rm. 8:14). Saudari-saudari, ketika Anda hidup dan bertindak di dalam roh, Anda adalah putra Allah. Pada akhirnya, ketika kita sepenuhnya matang, kita menjadi ahli waris Allah untuk menerima warisan kita (ayat 17).
Melalui dilahirkan dari Allah kita memiliki hayat dan sifat Allah Bapa kita (Yoh. 17:2; 2 Ptr. 1:4) untuk menjadi rumah-Nya. Baik dalam bahasa Yunani maupun bahasa China, rumah memiliki dua kata petunjuk. Di satu pihak, itu menandakan keluarga, rumah tangga (Ef. 2:19), di pihak lain, itu menandakan sebuah kediaman, tempat tinggal (ayat 22). Di satu pihak, kita keluarga Allah sebagai anggota rumah Allah, famili Allah, di pihak lain, kita adalah tempat Allah tinggal di bumi, dan kita memiliki Allah diam di dalam roh kita. Allah memperoleh tempat tinggal untuk perhentian-Nya di dalam kita.
Kita harus menyadari bahwa jika tidak ada sekelompok orang yang mengizinkan Allah menggarapkan diri-Nya ke dalam mereka, Allah akan menjadi tunawisma. Di zaman Perjanjian Lama, Allah mengeluh melalui nabi, "Langit adalah takhta-Ku dan bumi adalah tumpuan kaki-Ku; rumah apakah yang akan kamu dirikan bagi-Ku, dan tempat apakah yang akan menjadi perhentian-Ku?"(Yes. 66:1). Baik surga maupun bumi adalah rumah Allah. Memang benar bahwa beberapa bagian dalam Alkitab mengatakan bahwa tempat tinggal Allah di surga (1 Raj. 8:39; 2 Taw. 6:21; Yes. 26:21; 63:15), tetapi surga hanya tempat tinggal-Nya sementara, tabernakel-Nya sementara. Mengapa Allah masih tinggal di tabernakel surgawi-Nya? Hal ini karena bangunan tempat tinggal-Nya belum selesai. Karena itu, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, Allah menyuarakan kerinduan-Nya untuk tempat tinggal. Paling-paling Dia hanya memiliki tahta dan tumpuan kaki, Dia tidak punya rumah. Dia rindu untuk memiliki rumah sebagai tempat tinggal-Nya. Sebagai orang yang mengenal kedambaan Allah, Daud menulis mazmur bagi Allah, katanya, "Sesungguhnya aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku, tidak akan berbaring di ranjang petiduranku, sesungguhnya aku tidak akan membiarkan mataku tidur atau membiarkan kelopak mataku terlelap, sampai aku mendapat tempat untuk TUHAN, kediaman untuk Yang Mahakuat dari Yakub" (Mzm. 132:3-5). Daud damba untuk menemukan tempat perhentian bagi Allah, hanya kemudian dia bisa memiliki kedamaian dalam batin. Ini adalah sama dalam Perjanjian Baru—rumah Allah belum selesai. Karena itu, dalam Yohanes 14 Tuhan Yesus berkata bahwa Ia harus pergi untuk membangun sebuah tempat tinggal (ayat 2, 23). Ini berarti bahwa melalui kematian dan kebangkitan-Nya (yaitu, kepergian dan kedatangan-Nya) Dia akan membawa ke dalam Allah supaya manusia dapat dipersiapkan menjadi tempat kediaman Allah. Tempat kediaman ini adalah gereja, kediaman Allah yang unik, kediaman hidup yang dibangun oleh Allah dengan umat tebusan-Nya.
D. Agar Mereka dapat Memiliki Kesatuan yang Organik dengan Trinitas Ilahi
di Dalam Kristus untuk Menjadi Anggota-anggota Kristus yang Menyusun
Tubuh-Nya sebagai Ekspresi Korporat Allah Tritunggal di Dalam Kristus
Allah menggarapkan diri-Nya ke dalam kita supaya kita dapat memiliki kesatuan organik dengan Trinitas Ilahi di dalam Kristus untuk menjadi anggota Kristus yang menyusun Tubuh-Nya sebagai ekspresi korporat dari Allah Tritunggal di dalam Kristus. Kita memerlukan setidaknya tiga puluh ayat Alkitab untuk menjelaskan hal ini. Saya sengaja menghilangkan referensi Alkitab yang berkaitan dengan "di dalam Kristus," "Trinitas Ilahi," dan "kesatuan organik" karena saya ingin Anda belajar dan menemukannya. Dalam kesatuan organik kita dengan Trinitas Ilahi kita menjadi anggota Kristus, yaitu, kita menjadi tulang-Nya dan daging-Nya (Ef. 5:30-32). Secara kolektif, sebagai anggota Kristus kita disusun menjadi satu tubuh sebagai ekspresi korporat Allah Tritunggal di dalam Kristus.
Kita, orang-orang percaya yang dilahirkan kembali, bisa menjadi rumah Allah dan tempat kediaman Allah karena pertama kita telah dipilih Allah di dalam Kristus (1:4). Bahwa kita ada di dalam Kristus mengacu tidak hanya untuk perubahan dalam posisi kita dipindahkan oleh Allah dari Adam ke dalam Kristus (1 Kor. 1:30; 4:15; 2 Kor. 5:17; Rm. 8:1). Hal ini juga mengacu pada pengalaman subyektif dan berkesinambungan setiap hari di dalam roh kita yang dilahirkan kembali, yaitu, melalui kesatuan organik kita dengan Trinitas Ilahi kita berbagian hayat dan sifat-Nya dan memiliki satu kehidupan dan satu pergerakan dengan Dia.
Kaum beriman diikatkan kepada Allah Bapa melalui bertobat kepada-Nya (Kis. 2:38; 26:18), dengan dibaptis ke dalam-Nya (Mat. 28:19b), dan karena dilahirkan dari-Nya untuk menjadi anak-anak-Nya (Yoh. 1:12-13; Yak. 1:18, 1 Yoh. 3:1). Kaum beriman diikatkan kepada Allah Putra melalui diidentifikasi dengan Dia dalam kematian-Nya (Rm. 6:3b, 6a; Gal. 2:20a; Kol. 2:20a), dalam penguburan-Nya (Rm. 6:4a; Kol. 2:12a), di dalam diri-Nya yang dibuat hidup (Ef. 2:5; Kol. 2:13b), dalam kebangkitan-Nya (Ef. 2:6a; Rm. 6:4b; Kol. 2:12b; 3:1a), dan kenaikan-Nya (Ef. 2:6b). Di satu pihak, kaum beriman yang diikatkan kepada Allah Roh melalui menerima-Nya secara esensial sebagai Roh Kudus (Yoh. 20:22), Roh hayat (Rm. 8:2), Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15 : 45), untuk keberadaannya, dirinya, hayatnya, dan kehidupannya, di pihak lain, mereka diikatkan kepada Allah Roh melalui dibaptis ke dalam-Nya secara ekonomikal untuk menerima Dia sebagai Roh kuasa (Kis. 1:8a; Luk. 24:49b) untuk pekerjaan dan fungsi rohaninya agar mereka dapat bersaksi bagi Tuhan dan menyabarkan Injil-Nya. Karena itu, kaum beriman harus diikatkan kepada Allah Roh secara esensial sebagai Roh hayat dan juga secara ekonomikal sebagai Roh kuasa. Kesatuan yang kita miliki dengan Trinitas Ilahi dalam berbagai aspek adalah sebagai organik seperti pencangkokkan carang untuk pohon.
Kita adalah pohon zaitun liar (Rm. 11:17-24), dan Trinitas Ilahi adalah pohon zaitun sejati. Awalnya, dua—Dia dan kita—dua pohon yang berbeda, masing-masing memiliki hayatnya sendiri. Tetapi sekarang dua pohon dicangkokkan bersama sehingga dua hayat telah menjadi satu hayat. Hal ini memungkinkan kita untuk terus menikmati kekayaan dari Trinitas Ilahi. Akibatnya, kita menjadi anggota Kristus (1 Kor. 12:12; Ef. 5:30), ranting pokok anggur yang benar (Yoh. 15:1, 5) untuk membentuk tubuh-Nya, yaitu gereja. Efesus 1:22b-23 mengatakan, "Jemaat, yang adalah Tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu." Gereja sebagai Tubuh Kristus adalah organisme yang disusun dengan semua orang yang telah dilahirkan kembali Allah dengan hayat ilahi menjadi kepenuhan Kristus bagi ekspresi-Nya. Karena Kristus adalah perwujudan Allah Tritunggal, ketika Dia diekspresikan, Allah Tritunggal juga diekspresikan. Akhirnya, gereja menjadi ekspresi korporat Allah Tritunggal di dalam Kristus. Ini adalah ekonomi Allah.
PERKATAAN BEBAN
Saudara-saudari, Anda semua harus jelas melihat ekonomi Allah. Dalam garis besar saya tidak menyebutkan apa-apa tentang dosa, orang berdosa, Iblis, atau Satan. Hari ini jika Anda bertanya kepada orang Kristen, "Apakah ekonomi Allah?", Beberapa orang Kristen yang telah mempelajari teologi akan berkata, "Ada dua keperluan besar manusia saat ini. Pertama, sebagai orang berdosa, kita perlu keselamatan Allah, kedua, kita telah dijerat dan diganggu oleh Iblis, jadi kita memerlukan Allah untuk menghancurkan pekerjaan Iblis. Karena itu, langkah pertama dari rencana Allah adalah menyelamatkan orang berdosa, karena 1 Timotius 1:15 mengatakan, “Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya, ‘Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,’ dan di antara mereka akulah yang paling berdosa." Langkah berikutnya adalah menghancurkan pekerjaan Iblis, karena 1 Yohanes 3:8 mengatakan, "Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis. '" Ini adalah apa yang kebanyakan orang Kristen ketahui tentang ekonomi Allah.
Ketika saya masih muda, saya berpikir tentang kehidupan manusia dan menganggapnya sebagai penderitaan yang sesungguhnya. Tetapi saya tidak, atau tidak berani menyalahkan Allah. Saya hanya menyalahkan diri sendiri bahwa saya dilahirkan sebagai orang berdosa. Siapa yang mengajari saya untuk berbohong? Saya tahu bagaimana berbohong melalui kelahiran. Ibuku selalu mengajarkan saya untuk mengatakan yang sebenarnya, namun semakin dia mengajari saya, semakin saya berbohong. Siapa yang mengajari saya untuk membenci? Saya tahu cara membenci melalui kelahiran. Ibu saya mengajarkan untuk mencintai saudara-saudara saya, tetapi semakin ia mengajari saya, semakin saya memiliki kecemburuan dan kebencian, bukan kasih. Karena kondisi keuangan keluarga kami tidak begitu baik, kadang-kadang keluarga atau teman-teman kita memberi beberapa hadiah. Ketika ibu saya sedang membagikan permen kepada kami, saya berharap bisa mendapatkan setidaknya setengah darinya, saya tidak senang ketika saya menerima kurang. Siapa yang mengajari saya ini? Saya tahu itu karena kelahiran. Karena itu, sulit untuk menjadi orang berdosa, dan itu benar-benar tidak mudah untuk bisa terbebas dari belenggu dosa. Tidak hanya itu, Iblis juga mengikuti kita. Kita tidak dapat melakukan hal-hal yang baik, tetapi kita sepenuhnya mampu melakukan hal-hal buruk tanpa diajarkan. Siapa yang melakukan ini? Bagaimana itu dilakukan? Kita semua memiliki hati untuk pergi ke atas, dan kita menetapkan dalam hati untuk unggul dengan usaha keras, namun kaki kita selalu pergi ke bawah. Siapa yang melakukan ini di dalam kita? Ini adalah karya gabungan dari dua pihak, orang berdosa dan Iblis.
Anda tidak dapat menyangkal bahwa orang berdosa adalah Anda, tetapi Anda juga dapat mengatakan bahwa orang berdosa bukan Anda. Ini benar-benar sulit untuk membedakan. Sarjana China kuno memperdebatkan apakah sifat manusia itu baik atau buruk. Mencius menyokong bahwa manusia secara alami baik, sedangkan Hsun-tzu menyokong bahwa manusia secara alami jahat. Sebenarnya, kita adalah baik dan jahat. Berbicara sifat baik kita, kita manusia yang benar-benar baik, kita ingin menghormati dan mematuhi orang tua kita. Di pagi hari kita bisa mencintainya, namun di malam hari kita dapat membangkitkan marahnya. Karena itu, sulit untuk mengatakan apakah orang itu baik atau jahat. Ini adalah akibat dari masalah yang dibawa oleh dosa dan Iblis.
Kekristenan mencurahkan banyak perhatian pada dua hal ini. Mereka memberitakan bahwa Ibrani 2:14 mengatakan kepada kita karena kita berbagian dalam darah dan daging, Dia juga dengan cara yang sama mengambil bagian yang sama, agar melalui kematian-Nya Ia memusnahkan dia yang memiliki kuasa maut, yaitu Iblis. Mereka menganggap bahwa ini adalah ekonomi Allah. Namun, ini bukan ekonomi Allah, ini hanya prosedur untuk mencapai tujuan ekonomi Allah. Agar merampungkan ekonomi-Nya, Allah harus menanggulangi orang berdosa dan menghancurkan pekerjaan Iblis. Ekonomi Allah adalah bahwa Dia ingin menggarapkan diri-Nya sebagai Allah Tritunggal ke dalam kita agar kita bisa menjadi rumah-Nya sehingga Dia bisa memiliki rumah, tempat tinggal untuk perhentian-Nya, dan agar kita dapat menjadi Tubuh Kristus bagi ekspresi-Nya. Ini adalah apa yang kekristenan belum lihat. Ini adalah beban saya, saya belum berbicara cukup tentang hal ini. Meskipun saya telah menerbitkan banyak buku tentang ini, saya masih memiliki banyak berita dalam diri saya siap disampaikan.
Kebanyakan orang dalam kekristenan tidak hanya tidak melihat ekonomi Allah, tetapi mereka bahkan tidak melihat dengan jelas kebenaran tentang orang berdosa dan Iblis. Beberapa bahkan menentang saya untuk mengatakan bahwa ada dosa dalam diri manusia (Rm. 7:17, 20), karena mereka percaya bahwa dalam diri manusia tidak ada dosa. Ini benar-benar menyedihkan. Sebuah pohon persik adalah pohon persik karena memiliki unsur persik. Demikian juga, manusia adalah orang berdosa karena ia memiliki dosa dalam dirinya. Bagaimana manusia bisa menjadi berdosa jika ia tidak memiliki dosa di dalam dirinya? Saya melangkah lebih jauh untuk mengatakan bahwa dosa di dalam manusia adalah sifat dosa Satan (lih. Yoh. 8:44). Dalam Roma 7, Paulus mempersonifikasi dosa, mengatakan bahwa dosa hidup kembali (ayat 9) dan sangat aktif dan bahwa hal itu dapat menipu dan membunuh orang (ayat 11). Karena itu, dosa tidak hanya hidup, tetapi juga pribadi. Siapa pribadi ini? Dosa tidak dapat menjadi Adam, itu adalah sifat jahat Satan, si jahat. Ketika saya mengatakan ini, itu lebih menyebabkan penentangan kepada saya. Mereka mengatakan bahwa alasan saya mengatakan Satan di dalam manusia adalah bahwa saya kerasukan setan. Ketika saya mendengar itu, saya jengkel dan geli pada saat yang sama. Mereka mengatakan ini karena mereka telah ditipu oleh Satan dan karena itu tidak mengakui bahwa Satan ada di dalamnya.
Ini tidak berarti bahwa hari ini kita seharusnya tidak berbicara tentang orang berdosa atau pengampunan dosa, tetapi tujuan kita adalah ekonomi Allah. Untuk menggambarkan, sebelum kita bisa bertemu di balai sidang, pertama-tama kita harus menyapu lantai, membersihkan halaman, mengelap meja, dan mengatur kursi secara teratur. Namun, tujuan kita bukan membersihkan tetapi bersidang. Ekonomi Allah sangat luhur. Betapa luhurnya? Ekonomi Allah luhur sedemikian rupa bahwa kita dijadikan Allah. Beberapa orang akan mengatakan, "Anda berbicara sesat lagi, Anda mengajar politeisme. Bagaimana kita bisa menjadi Allah?" Tetapi ini fakta. kedambaan Allah adalah menggarapkan di dalam kita supaya kita sehormat dan semulia seperti adanya Dia, kita memiliki hayat dan sifat tetapi kita tidak mendapat bagian dalam ke-Allahan-Nya. Sekarang Dia melakukan pekerjaan pengubahan dan penyerupaan di dalam kita, di masa akan datang Dia akan datang kembali untuk memuliakan tubuh kita. Alkitab mengatakan dengan jelas bahwa kita tidak tahu apa jadinya kita, tetapi satu hal yang kita tahu adalah bahwa pada kedatangan-Nya kembali kita akan menjadi seperti Dia karena Dia akan membuat kita persis seperti Dia (1 Yoh. 3:2). Tentu saja, kita tidak berbagian dalam ke-Allahan-Nya untuk menjadi obyek penyembahan, inilah perbedaan antara kita dan Dia. Saya harap Anda semua dapat memiliki pemahaman yang tepat mengenai masalah ini.