TIGA ASPEK DARI INKORPORASI ANTARA ALLAH YANG TELAH RAMPUNG DENGAN KAUM BERIMAN
YANG TELAH DILAHIRKAN KEMBALI
(1)
GARIS BESAR
I. Aspek pertama dari inkorporasi antara Allah yang telah rampung dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali adalah rumah Bapa - Yoh. 14:2
A. Rumah Bapa dilambangkan oleh Bait-Yoh. 2:16-21.
B. Rumah Bapa adalah satu inkorporasi ilahi dan insani dari Allah yang telah melalui proses dan yang telah rampung tersusun dengan umat pilihan-Nya yang telah ditebus, dilahirkan kembali, dan ditransformasi.
C. Semua orang beriman dalam Kristus yang ditebus melalui darah-Nya, dilahirkan kembali dengan hayat-Nya oleh Roh-Nya, dan ditransformasi dengan elemen ilahi oleh Roh pemberihayat, adalah "tempat tinggal (tempat kediaman)" di dalam rumah Bapa.
D. Rumah Bapa ini dibangun melalui kunjungan konstan kepada umat pilihan yang tertebus, yang dilakukan oleh Bapa dan Putra dengan Roh yang berhuni dalam umat pilihan yang tertebus untuk menjadi tempat tinggal bersama antara Allah Tritunggal yang telah rampung dengan umat tebusan-Nya-Yoh. 14:23:
1. Dibangun di atas fondasi para rasul dan para nabi dengan Kristus sebagai batu penjuru, bertumbuh menjadi bait kudus Tuhan, yaitu tempat kediaman Allah di dalam roh kaum beriman-Ef. 2:19-22.
2. Di dalam bangunan ini, Kristus membuat rumah-Nya dalam hati kaum beriman yang telah dikuatkan dalam manusia batin mereka oleh Bapa menurut kekayaan kemuliaan-Nya dengan kuasa melalui Roh-Nya sampai kepada kepenuhan (ekspresi) Allah Tritunggal yang telah rampung-Ef. 3:16-19.
E. Rumah Bapa adalah :
1. Rumah tangga Allah, yang tersusun okh anak-anak Allah, spesies Allah, dengan hayat ilahi-Nya bagi pertumbuhan mereka dalam hayat dan bagi manifestasiNya - Ef. 2:19.
2. Kerajam Allah, yang terdiri atas kaum beriman dalam Kristus sebagai warga negara (Yoh. 3:3, 5; Why. 1:4, 6; Ef. 2:19; Mat. 16:18-19; Kis. 1:3; 28:31), memiliki dua aspek :
a. Kerajaan Allah sebagai kehidupan gereja di zaman ini - Rm. 14:17 :
1) Bagi latihan dan penggenapan kaum beriman dalam otoritas ilahi melalui bertahan dalam penderitaan-Why. 1:9; Kis. 14:22; Mat. 18:18.
2) Bagi kaum beriman untuk belajar bagaimana memerintah dalam hayat - Rm. 5:17.
b. Kerajaan Kristus di zaman kerajaan Why. 11:15; 2 Ptr. 1:11:
1) Bagi orang-orang kudus pemenang untuk memerintah bersama KristusWhy. 20:4,6; 2 Tim. 2:12.
2) Untuk berkuasa atas semua bangsa Why. 2:26; 12:5.
F. Tujuan rumah Bapa :
1. Agar Allah Tritunggal yang tidak kelihatan dan misterius memiliki manifestasi yang kelihatan dan solid -gereja- di antara manusia di bumi - 1 Tim. 3:15-16.
2. Untuk kepuasan dan perhentian Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan yang telah rampung.
3. Agar Allah Tritunggal yang kekal dan yang memiliki tujuan melaksanakan ekonomi kekal-Nya untuk merampungkan Yerusalem Baru sebagai tujuan kekalNya demi ekspansi dan ekspresi kekal-Nya
Doa : Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau melatih kami. Kami mengaku bahwa kami masih berada dalam hayat alamiah yang kami terima melalui kelahiran. Konsep dan pemahaman kami terhadap Alkitab sangatlah alamiah. Tuhan, lepaskanlah kami dari menjadi alamiah. Engkau telah melahirkan kami kembali agar kami tidak lagi alamiah, tetapi kami masih tetap tinggal dalam hayat alamiah, dan bahkan dalam hal mencari Engkau, kami juga alamiah. Tuhan, kami perlu Engkau membicarakan perkataan baru kepada kami sekali lagi. Tuhan, rahmatilah kami dan jadilah Imam Besar kami, Imam Besar yang dengan mudah dapat menjamah kelemahan-kelemahan kami. Tuhan, berbicaralah sepatah kata sesuai dengan keimamatan-Mu yang tinggi dan gembalakanlah kami serta rawatlah kami, khususnya para sekerja yang telah berbicara selama bertahun-tahun secara alamiah tanpa pemahaman yang sejati. Tuhan, rahmatilah dan berkatilah kami di bawah rahmat-Mu. Amin.
Dalam pemulihan Tuhan, kita perlu mempelajari bagaimana mengenal Alkitab menurut makna intrinsiknya. Jika kita mengenal Alkitab secara demikian, kita akan memiliki teologi yang tepat. Teologi kekristenan hari ini keliru atau tidak memadai dalam segala hal. Kita telah dibangkitkan, diaiar, dan dilabh di bawah pengaruh teologi ini, dan kita masih berada di bawah pengaruhnya. Entah sadar atau tidak, pengaruh teologi kekristenan tetap ada di dalam diri kita. Kita perlu mencabut pengaruh ini dan tidak mengikuti cara teologi lama dalam hal menyampaikan berita-berita.
Dalam, berita sebelumnya, kita melihat bahwa hasil dari dimuliakannya Kristus adalah satu inkorporasi antara Allah yang telah rampung dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali. Sebelum mulai membahas ketiga aspek dari inkorporasi ini, saya ingin mengatakan perkataan lebih lanjut mengenai inkorporasi universal sebagai hasil dari pemuliaan Kristus.
Saya telah menghabiskan lebih dari tujuh puluh tahun mempelajari Alkitab, tetapi baru akhir-akhir ini saya melihat bahwa Alkitab sesungguhnya hanya menyingkapkan satu hal-inkorporasi universal. Allah bertujuan memiliki satu ekonomi, dan dalam ekonomi-Nya Ia bermaksud untuk memiliki satu inkorporasi universal. Jauh dalam lubuk hatiNya, Allah bertujuan untuk menghasilkan satu inkorporasi universal. Pada akhirnya, sampai selama-lamanya, dalam langit baru dan bumi baru, akan ada Yerusalem Baru, sasaran unik Allah dalam ekonomi-Nya.
Meskipun telah melihat bahwa Yerusalem Baru adalah sasaran ekonomi Allah, kita belum melihat bahwa Yerusalem Baru adalah satu inkorporasi. Dalam Wahyu 21:2 rasul Yohanes berkata, "Aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru," dan dalam ayat berikutnya, ia membicarakan Yerusalem Baru sebagai "kemah Allah (tabernakel Allah)". Sebagai tabernakel Allah, Yerusalem Baru adalah tempat kediaman Allah. Kita cukup akrab dengan aspek dari Yerusalem Baru ini, hal itu telah menjadi pengetahuan lama bagi kita. Sekarang kita perlu mempelajari sesuatu yang baru dan melihat bahwa sebagai tabernakel Allah, Yerusalem Baru adalah inkorporasi universal.
Pada titik ini, kita perlu membahas perkataan Tuhan kepada gereja di Pergamus (2:12-17), yang ketiga dari ketujuh gereja dalam Wahyu 2 dan 3. Dalam bahasa Yunani, Pergamus berarti "perkawinan", yang menyiratkan kesatuan. Sebagai lambang, gereja di Pergamus menggambarkan gereja yang masuk ke dalam persatuan perkawinan dengan dunia untuk menjadi satu dengan dunia. Sebagai bagian dari janji-Nya kepada para pemenang di Pergamus, Tuhan Yesus berkata, "Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi" (ay. 17). Manna yang tersembunyi mengaeu kepada Kristus. Manna adalah lambang Kristus sebagai makanan surgawi yang memungkinkan umat Allah menempuh jalan-Nya. Ada sejumlah manna yang disimpan dalam buh-buh emas yang tersembunyi di dalam tabut perjanjian (Kel. 16:32-34; Ibr. 9:4). Manna yang tersembunyi yang melambangkan Kristus yang tersembunyi, adalah bagian khusus yang disediakan bagi kaum beriman pemenang-Nya, yang menang atas kemerosotan gereja yang sudah bersifat duniawi. Ketika gereja menempuh jalan dunia, para pemenang ini datang untuk tinggal dalam Ruang Maha Kudus, tempat mereka menikmati Kristus yang tersembunyi sebagai bagian khusus bagi suplai sehari-hari mereka.
Sekarang kita sampai pada perkara yang penting : Makan manna yang tersembunyi adalah diinkorporasikan ke dalam tabernakel. Tabernakel dalam Perjanjian Lama adalah lambang dari inkorporasi universal. Kristus sebagai manna yang tersembunyi adalah pusat dari tabernakel. Manna yang tersembunyi berada dalam buli-buli emas, bulibuh emas berada dalam tabut perjanjian yang terbuat dari kayu penaga yang dilapisi emas; dan tabut perjanjian ini berada dalam Ruang Maha Kudus. Manna yang tersembunyi melambangkan Kristus yang berada dalam buli-buli emas. Buli-buli emas mengacu kepada Allah. Manna yang berada dalam buli-buli emas mengindikasikan bahwa Kristus berada dalam Bapa (Yoh. 14:10a, 11a). Tabut perjanjian berada dalam Ruang Maha Kudus dan Ruang Maha Kudus ini adalah roh kita. Hari ini, roh kita yang dihuni oleh Roh kudus, adalah Ruang Maha Kudus. Dari sini kita dapat melihat bahwa Kristus sebagai manna yang tersembunyi berada dalam Allah Bapa sebagai buli-buli emas; Bapa berada dalam Kristus sebagai tabut perjanjian yang memiliki dua sifat, keilahian dan keinsanian, dan Kristus ini sebagai Roh yang menghuni hidup dalam roh kelahiran kembali kita untuk menjadi reahtas dari Ruang Maha Kudus. Ini berarti bahwa Putra berada di dalam Bapa, Bapa berada di dalam Putra, dan Putra sebagai Roh itu adalah realitas dari Ruang Maha Kudus. Ini menyiratkan dan cocok dengan keempat di dalam dalam Yohanes 14:16-20. Ayat 20 mengatakan, "Pada waktu itulah (pada hari itulah-TI.) kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku, di dalam kamu," dan ayat 17 mengatakan, "yaitu Roh Kebenaran .... akan diam di dalam kamu." Putra berada di dalam Bapa, kita berada di dalam Putra, Putra berada di dalam kita, dan kita dihuni oleh Roh realitas (Roh Kebenaran). Inilah inkorporasi antara Allah yang telah melalui proses dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali.
Jalan untuk diinkorporasikan ke dalam tabernakel adalah makan manna yang tersembunyi. Semakin kita makan Kristus, kita akan semakin diinkorporasikan ke dalam Allah Tritunggal sebagai satu inkorporasi universal. Melalui makan manna yang tersembunyi, kita diinkorporasikan ke dalam tabernakel. Tabernakel dalam Perjanjian Lama adalah satu gambaran dari Yerusalem Baru yang disebut tabernakel Allah (kemah Allah-LAI). Sebagai tabernakel Allah, Yerusalem Baru adalah inkorporasi universal. Inkorporasi universal ini adalah sasaran kekal Allah. Yerusalem Baru adalah tabernakel Allah, dan inti dari tabernakel ini adalah Kristus sebagai manna yang tersembunyi untuk kita makan. Jalan untuk berada dalam Yerusalem Baru adalah makan Kristus. Semakin makan Kristus, kita semakin diinkorporasikan ke dalam. inkorporasi universal ini.
Kita telah menunjukkan bahwa gereja di Pergamus menandakan gereja yang bersifat duniawi, gereja yang telah kawin dengan dunia untuk menjadi satu dengan dunia. Dunia akan binasa di lautan api. Apakah Anda merupakan bagian dari dunia atau bagian dari Yerusalem Baru sebagai tabernakel Allah, inkorporasi universal? Tuban berjanji kepada para pemenang dalam gereja di Pergamus bahwa jika mereka makan Dia, mereka akan diinkorporasikan ke dalam inkorporasi universal, Yerusalem Baru yang telah rampung. Kita tidak boleh disatukan dengan dunia-kita harus diinkorporasikan ke dalam Yerusalem Baru melalui makan Kristus sebagai manna yang tersembunyi.
Sekarang, marilah kita mulai membahas ketiga aspek dari inkorporasi antara Allah yang telah rampung dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali.
1. ASPEK PERTAKA DARI INKORPORASI
ANTARA ALLAH YANG TELAH RAMPUNG
DENGAN
KAUM BERIMAN YANG TELAH DILAHIRKAN KEMBALI
ADALAH RUMAH BAPA
Aspek pertama dari inkorporasi antara Allah yang telah rampung dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali adalah rumah Bapa (Yoh. 14:2). Pasal empat belas, lima belas, dan enam belas dari Injil Yohanes adalah berita panjang yang disampaikan oleh Tuhan Yesus sesaat sebelum. Ia ditangkap. Setiap pasal dari ketiga pasal. tersebut membahas salah satu dari ketiga aspek dari inkorporasi universal. Dalam Yohanes 14, kita memiliki rumah Bapa; dalam Yohanes 15, ada pokok anggur Putra; dan dalam pasal 16, ada anak yang dilahirkan dari Roh itu. Rumah Bapa, pokok anggur Putra, dan anak Roh itu adalah ketiga aspek yang berbeda dari inkorporasi universal sebagai hasil dari pemuliaan Kristus.
A. Dilambangkan oleh Bait
Rumah Bapa dilambangkan oleh Bait Allah dalam 2:16-21
B. Satu Inkorporasi Ilahi dan Insani
dari Allah yang telah melalui Proses dan
yang telah Rampung Tersusun dengan Umat Pilihan-Nya.
yang telah Ditebus, Dilahirkan Kembali, dan Ditransformasi
Rumah Bapa adalah satu inkorporasi ilahi dan insani dari Allah yang telah melalui proses dan yang telah rampung tersusun dengan umat pilihan-Nya yang telah ditebus, dilahirkan kembali, dan ditransformasi.
C. Semua Orang Beriman dalam Kristus
Adalah "Tempat Kediaman"di dalam Rumah Bapa
Dalam 14:2a Tuhan Yesus berkata, "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal (tempat kediaman)." Semua orang beriman dalam Kristus yang ditebus melalui darah-Nya, dilahirkan kembali dengan hayat-Nya oleh Roh-Nya, dan ditransformasi dengan elemen ilahi oleh Roh pemberi hayat, adalah "tempat tinggal (tempat kediaman)" di dalam rumah Bapa. Di dalam rumah-rumah kita, ada ruanganruangan. Sebagai kaum beriman dalam Kristus dan anggota-anggota Tubuh. Kristus, kita semua adalah ruangan-ruangan, tempat tinggal-tempat tinggal, di dalam rumah Bapa.
D. Dibangun melalui Kunjungan Konstan
kepada Umat Pilihan yang Tertebus
yang Dilakukan oleh Bapa dan Putra Bersama Roh itu
Rumah Bapa ini dibangun melalui kunjungan konstan kepada umat pilihan yang tertebus yang dilakukan oleh Bapa dan Putra bersama Roh yang berhuni dalam umat pilihan yang tertebus untuk menjadi tempat tinggal bersama antara Allah Tritunggal yang telah rampung dengan umat tebusan-Nya. Dalam 14:23 Tuhan Yesus berkata, "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia." Ayat 2 memberi tahu kita bahwa di dalam rumah Bapa ada banyak tempat tinggal, dan dalam ayat 23 kita melihat bahwa tempat tinggal-tempat tinggal ini dibangun oleh kunjungan Bapa dan Putra kep-ada orang-orang yang mengasihi Dia. Roh itu tidak disebutkan secara terbuka dalam ayat., 23 tetapi hanya tersirat, karena Roh itu berhuni dalam roh kelahiran kembali milik semua orang yang mengasihi Tuhan Yesus.
Dari pengalaman, kita tahu bahwa Bapa dan Rutra melakukan kunjungan konstan kepada kita. Dalam kehidupan sehari-hari, Bapa dan Putra sering kah datang untuk mengunjungi kita. Kita mungkin berada di rumah, di sekolah, atau di tempat kerja, tetapi di mana pun kita berada, Bapa dan Putra. datang mengunjungi kita untuk melakukan pekerjaan pembangunan di dalam kita, membuat tempat kediaman yang akan menjadi tempat saling huni bagi Allah Tritunggal dan kita. Inilah pembangunan rumah Bapa meIalui kunjungan konstan Allah Tritunggal.
1. Dibangun di atas FondasiPara Rasul dan Para Nabi
Rumah Bapa dibangun di atas fondasi para rasul dan para nabi dengan Kristus sebagai batu penjuru, dan rumah tersebut bertumbuh menjadi bait kudus Tuhan, yaitu tempat kediaman Allah di dalam roh kaum beriman (EL2:1922).
2. Kristus Membuat Rumah-Nya
dalam Hati Kaum Beriman
Di dalam bangunan ini, Kristus membuat rumah-Nya dalam hati kaum beriman yang telah dikuatkan dalam manusia batin mereka oleh Bapa menurut kekayaan kemuliaan-Nya dengan kuasa melalui Roh-Nya sampai kepada kepenuhan (ekspresi) Allah Tritunggal yang telah rampung (Ef. 3:16-19).
E. Rumah Bapa adalah Rumah Tangga Allah
dan Kerajaan Allah
Rumah Bapa adalah rumah tangga Allah dan kerajaan Allah.
1. Rumah Tangga Allah
Sebagai rumah tangga Allah, rumah Bapa tersusun oleh anak-anak Allah, spesies Allah, dengan hayat ilahi-Nya bagi pertumbuhan mereka dalam hayat dan bagi manifestasiNya (Ef. 2:19). Hayat ini adalah untuk pertumbuhan kita dalam hayat dan juga untuk manifestasi Allah.
2. Kerajaan Allah
Rumah Bapa juga adalah kerajaan Allah, yang terdiri atas kaum beriman dalam Kristus sebagai warga negara (Yoh. 3:3, 5; Why. 1:4, 6; Ef. 2:19; Mat. 16:18-19; Kis. 1:3; 28:31) dalam dua aspek.
a. Kerajaan Allah di Zaman Ini
Aspek pertama dari rumah Bapa sebagai kerajaan Allah adalah kerajaan Allah sebagai kehidupan gereja di zaman ini (Rm.14:17). Kehidupan gereja hari ini adalah kerajaan Allah bagi latihan dan penggenapan kaum beriman dalam otoritas ilahi melalui bertahan dalam penderitaan (Why. 1:9; Kis. 14:22; Mat. 18:18) dan bagi kaum beriman untuk belajar bagaimana memerintah dalam hayat (Rm. 5:17).
b. Kerajaan Kristus di Zaman Kerajaan
Aspek kedua dari rumah Bapa sebagai kerajaan Allah adalah kerajaan Kristus di zaman kerajaan, yaitu dalam milenium, kerajaan seribu tahun (Why. 11:15; 2 Ptr. 1:11). Aspek kerajaan ini adalah bagi orang-orang kudus pemenang untuk memerintah bersama Kristus (Why. 20:4, 6; 2Tim. 2:12) dan untuk berkuasa atas semua bangsa (Why. 2:26; 12:5).
F. Tujuan Rumah Bapa
1. Untuk Manifestasi yang Kelihatan dan Solid
Tujuan dari rumah Bapa pertama-tama adalah agar Allah Tritunggal yang tidak kelihatan dan misterius memiliki manifestasi yang kelihatan dan solid – gereja - di antara manusia di bumi (1 Tim. 3:15-16).
2. Untuk Kepuasan dan Perhentian
Kedua, tujuan rumah Bapa adalah untuk kepuasan dan perhentian Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan yang telah rampung.
3. Untuk Allah Tritunggal
Melaksanakan Ekonomi-Nya
Tujuan dari rumah Bapa juga adalah agar Allah Tritunggal yang kekal dan yang memiliki tujuan melaksanakan ekonomi kekal-Nya untuk merampungkan Yerusalem Baru sebagai sasaran kekal-Nya demi ekspansi dan ekspresi kekal-Nya. Rumah Allah yang adalah tempat kediaman Allah, pada akhirnya akan menjadi Yerusalem Baru, sasaran kekal Allah bagi perluasan dan ekspresi kekal-Nya.