← Daftar isi Kemuliaan Keilahian Kristus yang Tersembunyi · bab 3/6

HASIL PEMULIAAN KRISTUS INKORPORASI ANTARA ALLAH YANG TELAH RAMPUNG DENGAN KAUM BERIMAN YANG TELAH DILAHIRKAN KEMBALI

I. Melalui pemuliaan-Nya dalam kebangkitan-Nya, Kristus telah menjadi Putra sulung Allah, memiliki keilahian dan juga keinsanian, dan menjadi Roh pemberi-hayat, Kristus yang pneumatik, serta melahirkan kembali semua orang beriman-Nya untuk menjadi anak-anak Allah, spesies Allah.

II. Melalui hal ini, semua orang beriman milik Kristus telah dibawa masuk ke dalam kesatuan hayat dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan dibaurkan dengan Allah yang telah rampung ke dalam satu inkorporasi :

A. Allah dalam Trinitas Ilahi-Nya adalah satu inkorporasi-Yoh. 14:10-11

1. Melalui saling huni satu sama lain - "Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku."

2. Melalui bekerja bersama-sama sebagai satu kesatuan "Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya." "...percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri."

B. Allah Tritunggal yang telah rampung dan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali adalah matu inkorporasi - Yoh.14:16-19 :

1. Roh itu, yang ketiga dari Trinitas Ilahi sebagai Penghibur yang lain, menjadi realitas Putra (Putra adalah yang kedua dari Trinitas Rahi sebagai Penghibur pertama dan perwujudan Allah Tritunggal), bukan hanya tinggal bersama kaum beriman yang dilahirkan kembali tetapi juga, berhuni di dalam mereka - ay. 16-17.

2. Putra sebagai Penghibur yang pertama meninggalkan kaum beriman-Nya melalui kematian-Nya dan datang kembali untuk menjadi Penghibur yang lain bagi mereka melalui kebangkitanNya untuk membuat mereka hidup, bersama Dia - ay. 18-19.

C. Allah Tritunggal yang telah rampung dan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali menjadi satu inkorporasi dalam kebangkitan Kristus - Yoh. 14:20 :

1. "Pada waktu itulah" - pada hari kebangkitan Putra.

2. "Kamu akan tahu, bahwa" :

a. "Aku di dalam Bapa-Ku - Putra dan Bapa terinkorporasi menjadi satu.

b. "Dan kamu di dalam Aku" - kaum beriman yang telah dilahirkan kembali terinkorporasi ke dalam Putra dan ke dalam Bapa di dalam Putra.

c. "dan Aku di dalam kamu" - Putra di dalam Bapa terinkorporasi ke dalam kaum beriman yang telah dilahirkan kembali.

3. Kata di dalam dalam ayat 17 yang berkenaan dengan Roh realitas (Roh Kebenaran) adalah totalitas dari tiga di dalam dalam ayat 20.

Doa : Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu untuk sidang malam ini. Tuhan, Engkau tahu bahwa kami telah sampai pada perkara yang paling misterius dalam Firman kudusMu. Tentu saja, kami perlu Engkau. Tanpa Engkau sebagai Roh yang menyingkapkan, kami tidak bisa melihat perkara, ini. Tuhan, kami bersandar kepada-Mu dalam hal berbicara, mendengarkan, dan memahami. Kalahkanlah musuh-Mu, yang selama dua ribu tahun telah menipu umat-Mu mengenai perkara ini. Amin.

Saat membahas hasil pemuliaan Kristus, kita akan memakai kata yang sangat spesial-inkorporasi.Istilah ini sering kali digunakan dalam bisnis, tetapi sepengetahuan saya, sebelumnya belum pernah digunakan dalam menafsirkan Firman kudus. Dalam berita ini, kita perlu melihat bahwa hasil pemuliaan Kristus adalah inkorporasi antara Allah yang telah rampung dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali.

Hasil pemuliaan Kristus adalah suatu inkorporasi. Suatu inkorporasi biasanya melibatkan sejumlah pihak. Apa yang direncanakan Allah untuk dilakukan dalam ekonomiNya adalah menginkorporasikan semua umat yang telah dipilih, ditebus, dilahirkan kembali, ditransformasi, dan dimuliakan dengan diriNya sebagai Allah yang telah rampung ke dalam satu inkorporasi yang besar.

Kitab Injjl Yohanes, sebuah kitab yang sepenuhnya mewahyukan perihal inkorporasi ini, terdiri atas tiga bagian. Yohanes 1:1 sampai 12:16 adalah bagian pertama. Meskipun 7:39 mengatakan bahwa "Roh itu belum, ada (datang LAI) karena Yesus belum dimuliakan," tetapi hal pemuliaan ini tidak dibahas dalam bagian ini. Bagian kedua yang dimulai pada 12:17 dan berakhir pada 17:26 berkenaan dengan pemuliaan Kristus. Akibat, hasil, dari pemuliaan ini sedminh suatu inkorporasi yang diwahyukan dalam pasal empat belas. Bagian ketiga, pasal delapan belas sampai dua puluh Ratu, membahas ketersaliban dan kebangkitan Kriatus.

Pasal dua belas menyingkapkan pemuliaan Kristus secara khusus. Tuhan Yesus berkata bahwa Ia adalah sebutir biji gandum (ay. 24) dan kandungan intrinsik-Nya - kemuliaan keilahian-Nya - tersembunyi dalam kulit luar daging- Nya. Sebagai butir biji gandum yang unik, Ia perlu diletakkan dalam kematian sehingga kandungan intrinsik-Nya dapat dilepaskan. Hasil dari pelepasan ini, pemuliaan ini, adalah satu inkorporasi universal. Inkorporasi ini diwahyukan secara lengkap dan rinci dalam pasal empat belas. Ini berarti bahwa inkorporasi yang diwahyukan dalam pasal empat belas adalah hasil dari pemuliaan yang diwahyukan dalam pasal dua belas. Jika kita melihat hal ini, kita akan menyadari bahwa kita tidak dapat memahami pasal empat belas tanpa memahami pemuliaan dalam pasal dua belas.

Butir utama dalam pasal empat belas kitab Yohanes adalah inkorporasi. Dalam ayat 20 dan 17, kata di dalam digunakan empat kah. Keempat di dalam ini adalah dasar dari pemahaman kita terhadap inkorporasi universal antara Allah Tritunggal yang telah rampung dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali.

I. KRISTUS MENJADI

PUTRA SULUNG ALLAH DAN ROH PEMBERI HAYAT

SERTA MELAHIRKAN KEMBALI SEMUA ORANG BERIMAN

UNTUK MENJADI ANAK-ANAK ALLAH, SPESIES ALLAH

Melalui pemuliaan-Nya dalam kebangkitan-Nya, Kristus telah menjadi Putra sulung Allah, memiliki keilahian dan juga keinsanian, dan menjadi Roh pemberi-hayat, Kristus yang pneumatik, serta melahirkan kembali semua orang beriman-Nya untuk menjadi anak-anak Allah, spesies Allah.

Bagaimana mungkin Kristus, yang adalah Putra tunggal Allah seiak kekekalan, menjadi Putra sulung Allah? Inilah suatu misteri yang belum pernah dibahas secara memadai oleh teologi kekristenan tradisional. Putra sulung Allah dan Putra tunggal Allah adalah persona yang sama, namun demikian ada perbedaan di antara Putra sulung dan Putra tunggal. Perbedaannya adalah bahwa Putra tunggal Allah memiliki keilahian tetapi tidak memiliki keinsanian, sedangkan Putra sulung Allah memiliki baik keilahian maupun keinsanian. Putra tunggal Allah adalah Allah, tetapi Putra sulung Allah adalah Allah pun manusia. Ketika Kristus, yang adalah diri Allah, menjadi seorang manusia, Ia tidak mengesampingkan keilahian-Nya. Sebaliknya, Ia mempertahankan keilahian-Nya, tetapi seperti yang ditunjukkan oleh Filipi 2 bahwa Ia menyembunyikan keilahianNya di dalam keinsanian-Nya (ay. 6-7). Melalui inkarnasi-Nya, Ia menjadi Manusia-Allah, yaitu Allah yang lengkap dan manusia yang sempurna. Sebelum inkarnasi-Nya, Ia adalah Putra tunggal Allah, dan sebagai Putra tunggal Allah, Ia tidak ada hubungannya dengan manusia. Tetapi, ketika berinkarnasi, la menjadi seorang manusia, dan dengan demikian Ia bukan lagi sekadar Allah tetapi Allah pun manusia.

Menurut Roma 1, Injil Allah, Injil yang lengkap yang diberitakan dalam Perjanjian Baru, adalah mengenai Putra Allah, Yesus Kristus Tuhan kita. Persona yang menakjubkan ini memiliki dua sifat-sifat ilahi dan sifat insani, keilahian dan keinsanian. Ayat 3 dan 4 mengatakan, "Tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita." Menurut daging, la adalah behih Daud, keturunan Daud. Berdh Daud menyiratkan sifat insani Kristus. Menurut daging, Ia adalah seorang insan keturunan Daud, tetapi menurut Roh kekudusan-yaitu menurut keilahian-Nyala dengan keinsanian-Nya telah dinyatakan sebagai Putra Allah sama seperti keilahian-Nya. Kata dinyatakan dalam ayat 4 sangatlah bermakna. Sebelum inkarnasi-Nya, Kristus memang adalah Putra Allah (Yoh. 1:18; Rin. 83). Melalui inkarnasi, Ia mengenakan suatu elemen, daging insan, yang tidak ada hubungannya dengan keilahian. Melalui kebangkitan, sifat insani-Nya dikuduskan, ditinggikan, dan ditransformasi. Karena itu, melalui kebangkitan, Ia dengan keinsanian-Nya dinyatakan sebagai Putra Allah (Kin. 13:33; Ibr. 1:5). Dengan cara inilah Putra tunggal Allah dijadikan Putra sulung Allah, yang memiliki baik keilahian maupun keinsanian. Perkara ini adalah dasar untuk memahami bahwa hasil dari pemuliaan Kristus adalah inkorporasi antara Allah yang telah rampung dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali.

Selain menjadi Putra sulung Allah, Kristus menjadi Roh pemberi-hayat, Kristus yang pneumatik. Selain itu, dalam kebangkitan-Nya, Ia melahirkan kembali semua orang beriman-Nya untuk menjadi anak-anak Allah, spesies Allah. Dalam inkarnasi-Nya, Ia, diri Allah, menjadi seorang manusia; dalam kebangkitan-Nya, la melahirkan kembali kaum beriman-Nya, yang adalah manusia, dan dengan demikian menjadikan mereka anak-anak Allah. Ia adalah Allah yang menjadi seorang manusia, dan sekarang kita adalah manusia yang menjadi allah dalam hayat dan sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan. Dalam hal ini, kita dapat mengatakan bahwa Ia adalah Allah menjadi seorang manusia, dan sekarang kita, yang adalah anak-anak Allah, adalah manusia menjadi allah. Anak-anak Allah adalah allah-allah. Tetapi, untuk menghindari kesalah- pahaman teologis, kita lebili baik mengatakan bahwa sebagai anak-anak Allah, kita adalah para manusia Allah menurut spesies ilahi.

II. SEMUA ORANG BERIMAN MILIK KRISTUS

TELAH DIBAWA MASUK KE DALAM KESATUAN HAYAT

DENGAN ALLAH TRITUNGGAL YANG TELAH MELALUI PROSES

DAN DIBAURKAN DENGAN ALLAH YANG TELAH RAMPUNG

KE DALAM SATU INKORPORASI

Melalui perkara-perkara yang disebutkan di atas, semua orang beriman milik Kristus telah dibawa masuk ke dalam kesatuan hayat dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan dibaurkan dengan Allah yang telah rampung ke dalam satu inkorporasi. Sebelumnya, kita tidak ada hubungannya dengan Allah, tetapi kelahiran kembali telah membawa kita ke dalam kesatuan hayat dengan Allah Tritunggal yang telah melalid proses. Tetapi, kesatuan tidaklah eukup untuk membawa kita ke dalam inkorporasi dengan Allah Tritunggal. Untuk diinkorporasikan dengan Allah yang telah rampung, kita perlu dibaurkan denganNya. Jadi, melalui pemuliaan Kristus, kita bukan hanya dibawa ke dalam kesatuan dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses tetapi kita juga telah dibaurkan dengan Allah yang telah rampung ke dalam satu inkorporasi.

A. Allah dalam Trinitas Ilahi-Nya

adalah Satu Inkorporasi

Allah dalam Trinitas llahi-Nya adalah satu inkorporasi --Yoh. 14:10-11. Ketiganya dari Trinitas Ilahi adalah satu inkorporasi, baik dalam apa adanya Mereka maupun dalam apa yang mereka lakukan.

1. Melalui Saling Huni Satu Sama Lain

Ketiganya dari Trinitas Ilahi diinkorporasikan melalui saling huni satu sama lain. Mengenai hal ini, Tulian Yesus berkata, "Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?" (ay. 10a). Dalam ayat 11a Ia melanjutkan berkata, "Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku." Putra ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Putra melalui saling huni satu sama lain.

2. Melalui Beherja Bersama-sama

Sebagai Satu Kesatuan

Ketiganya dari Trinitas ilahi juga adalah satu inkorporasi melalui bekerja bersama-sama sebagai satu kesatuan. Dalam ayat 10b dan 11b Tuhan berkata, "Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya .... percayalah karena pekerjaan-pekerjajin itu sendiri." Di sini Tuhan seolah-olah berkata, "Kamu telah meliliat segala pekerjaan yang telah Kulakukan. Pekerjaanpekerjaan itu bukan dikerjakan oleh-Ku, karena Aku tidak pernah melakukan apapun dari diri-Ku sendiri. Apapun yang Aku lakukan adalah pekerjaan Bapa. Bapa dan Aku saling bekerja bersama." Bekerja bersama sebagai satu kesatuan mewahyukan bahwa Trinitas ilahi adalah satu inkorporasi.

B. Allah Tritunggal yang telah Rampung

Dan Kaum Beriman yang telah Dilahirkan Kembali

adalah Satu Inkorporasi

Allah Tritunggal yang telah rampung dan katim beriman yang telah dilahirkan kembali adalah satu inkorporasi (Yoh. 14:16-19).

1. Roh Itu Berhuni dalam Kaum Beriman

yang telah Dilahirkan Kembali

Roh itu, yang ketiga dari Trinitas ilahi sebagai Penghibur yang lain, menjadi realitas Putra (Putra adalah yang kedua dari Trinitas llahi sebagai Penghibur pertama dan perwujudan Allah Tritunggal), bukan hanya tinggal bersama kaum beriman yang dilahirkan kembali tetapi juga berhuni di dalam mereka (ay. 16-17).

2. Putra Datang Kembali menjadi Penghibur yang Lain

untuh Membuat Kaum Beriman Hidup Bersama-Nya

Putra sebagai Penghibur yang pertaina meninggalkan kaum beriman- Nya melalui kematian-Nya dan datang kembali untuk menjadi Penghibur yang lain bagi mereka melalui kebangkitan-Nya untuk membuat mereka hidup bersama Dia (ay. 18-19). Itulah sebabnya Ia berkata, "Sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup" (ay. 19b).

C. Allah Tritunggal yang telah Rampung dan

Kaum Beriman yang telah Dilahirkan Kembali

menjadi Satu Inkorporasi dalam Kebangkitan Kristus

Allah Tritunggal yang telah rampung dan kaum beriman yang telah dilahirkan menjadi satu inkorporasi dalam kebangkitan Kristus. Yohanes 14:20 mengatakan, "Pada waktu itulah (pada hari itulah-Tl.) kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu." "Pada hari itulah" : Ini adalah hari saat kebangkitan Putra. "Kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku" : Putra dan Bapa terinkorporasi menjadi satu. "Dan Kamu di dalam Aku" : Kaum beriman yang telah dilahirkan kembali terinkorporasi ke dalam Putra dan ke dalam Bapa di dalam Putra. "Dan Aku di dalam kamu" : Putra di dalam Bapa terinkorporasi ke dalam kaum beriman yang telah dilahirkan kembali. Di sini kita memiliki tiga di dalam. Dalam ayat 17, kita memiliki di dalam yang keempat : "Yaitu Roh kebenaran .... menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." Kata di dalam dari Roh kebenaran dalam ayat 17 adalah totalitas dari ketiga di dalam dalam ayat 20. Di dalam dalam ayat 17 adalah pernyataan umum, dan ketiga di dalam dalam ayat 20 adalah pernyataan secara rinci.

Dalam berita ini, kita berbeban untuk menunjukkan babwa pemuliaan Kristus menghasilkan satu hasil-satu inkorporasi. Menurut wahyu ilahi dalam Kitab Suci, pekerjaan Allah dalam alam semesta adalah untuk merampungkan ekonomi-Nya, dan keinginan Allah dalam ekonomi-Nya adalah untuk memiliki satu inkorporasi yang unik. Inilah perhatian-Nya secara universal. Berjuta-juta keturunan Adam telah menjadi kaum beriman dalam Kristus. Maksud Allah adalah untuk menginkorporasikan diri-Nya sendiri dengan semua orang beriman milik Kristus ke dalam satu inkorporasi. Ketiganya dari Trinitas llahi ini adalah satu inkorporasi melalui saling huni satu sama lain dan melalui bekerja bersama-sama sebagai satu kesatuan. Ini berarti bahwa ketiganya dari Trinitas Ilahi adalah satu inkorporasi melalui apa adanya mereka dan melalui apa yang mereka lakukan. Inilah permulaan dari inkorporasi universal, satu inkorporasi yang dimulai dari diri Allah sendiri. Maksud Allah adalah agar semua orang beriman milik Kristus diinkorporasikan ke dalam inkorporasi-Nya untuk menjadi matu inkorporasi yang diperbesar. Inkorporasi yang diperbesar ini diwahyukan dalam. Yohanes 14:16-20. Semoga Tuhan membuka mata kita untuk melihat bahwa Allah Tritunggal, yang diri-Nya sendiri adalah satu inkorporasi, telah menginkorporasikan semua orang beriman milik Kristus ke dalam inkorporasi-Nya yang unik, universal. Inkorporasi ini adalah hasil dari pemuliaan Kristus.