TIGA ASPEK DARI INKORPORASI ANTARA ALLAH YANG TELAH RAMPUNG
DENGAN
KAUM BERIMAN YANG TELAH DILAHIRKAN KEMBALI
(2)
GARIS BESAR
II. Aspek kedua dari inkorporasi antara Allah yang telah rampung dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali adalah pokok anggur yang benar - Yoh. 15:1-8, 16:
A. Pokok anggur yang benar sebagai lambang dari Kristus yang Almuhit adalah organisme dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan yang telah rampung.
B. Ranting-rantingnya adalah kaum beriman milik Kristus, yang menurut sifat alaminya adalah ranting-ranting dari pohon zaitun liar dan telah dicangkokkan ke dalam pohon zaitun sejati (Rm. 11:17, 24) melalui mereka percaya ke dalam Kristus (Yoh. 3:15). Baik pohon zaitun sejati maupun pokok anggur yang benar melambangkan Kristus. Karenanya, dicangkokkan ke dalam pohon zaitun sejati adalah dicangkokkan ke dalam pokok anggur yang benar.
C. Ranting-ranting yang dicangkokkan ini telah dilahirkan kembali dengan hayat ilahi, dibawa masuk ke dalam kesatuan hayat dengan Kristus yang tersalib dan bangkit dan diinkorporasikan dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan yang telah rampung.
D. Untuk pelipatgandasin Allah Tritunggal yang tak terbatas sebagai peningliatan dari Kristus yang tak terukur, perwujudan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan yang telah rampung (Yoh. 3:29-30), untuk penyebaran universal-Nya :
1. Melalui kaum beriman milik Kristus sebagai ranting-ranting menghasilkan buah oleh kesetiaan mereka tinggal dalam Kristus-Yoh. 15:4-5, 16.
2. Untuk pemuliaan Bapa - Yoh. 15:8.
III. Aspek ketiga dari inkorporasi antara Allah yang telah rampung dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali adalah anak Roh itu - Yoh. 16:13-16,19-22 :
A. Seorang anak baru, seorang manusia baru, dilahirkan oleh Roh yang telah rampung - ay. 21, 13-15 :
1. Diciptakan oleh Kristus di atas salib dengan meniadakan ketentuan- ketentuan hukum Taurat dalam daging-Nya.
2. Dilahirkan kembali oleh Bapa bersama Kristus yang bangkit dalam kebangkitanNya - 1 Ptr. 1:3; Rm. 1:4.
3. Dilahirkan oleh Roh di dalam roh kaum beriman - Yoh. 3:6b.
4. Kelompok pertama kaum beriman milik Kristus yang menderita atas kepergian Kristus melalui kematian-Nya adalah perempuan yang melahirkan itu - ay. 20-21.
5. Kristus yang kembali dalam kebangkitan-Nya adalah anak yang baru lahir itu-ay. 22.
6. Menjadi manusia baru - Kol. 3:10-11.
7. Dikenakan oleh kaum beriman melalui pembaruan dalam roh pikiran mereka-Ef. 4:2324.
B. Untuk merampungkan Tubuh Kristus.
Doa : Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu karena kami dapat kembali kepada-Mu untuk menantikan Engkau menunjukkan kepada kami pandangan universal dari inkorporasi universal-Mu. Tuhan, kami kekurangan kata-kata untuk mengungkapkannya. Ampuni kami. Kami memerlukan Engkau menjadi pengutaraan kami. Tuhan, Engkau harus mengalahkan musuh-Mu yang telah menipu dan menyesatkan orang-orang kudus-Mu selama berabad-abad. Umat pilihan-Mu selama dua puluh abad yang lalu, telah dibutakan, terselubung sehingga tidak dapat melihat hal ini. Terima kasih kepada-Mu karena hari ini, saat menjelang keaudahan zaman yang gelap ini, Engkau begitu penuh rahmat kepada kami. Engkau telah datang ke dalam pemulihan-Mu untuk membuka perkara ini, untuk menunjukken kepada kita sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh orang-orang dunia maupun malaikat. Kami meminta Engkau untuk membuka mata kami, dan kami di sini menanti Engkau untuk melihat perkara ini. Amin.
Pada berita-berita ini, saya merasa bahwa kita semua perlu melihat visi, bukan hanya mempelajari doktrin. Kita harus melihat bahwa dalam seluruh alam semesta, hanya ada satu perkara yang diinginkan Allah, yaitu inkorporasi universal dari diri-Nya sebagai Allah yang telah rampung dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali. Pada hari-hari ini, inkorporasi universal yang agung ini berada di hadapan saya dari saat ke saat. Seluruh dunia akan masuk ke dalam lautan api. Satu-satunya perkara yang akan tertinggal adalah inkorporasi universal yang agung ini. Meskipun istilah inkorporasi tidak digunakan dalam Perjanjian Baru, apa yang sesungguhnya diwahyukan dalam Perjanjian Baru dalam bentuk visi adalah inkorporasi universal ini. Inkorporasi ini dimulai dari Allah. Allah Tritunggal memiliki tiga pihak-Bapa, Putra, dan Roh. Ketiganya dalam Trinitas Ilahi ini sudah terinkorporasi sejak kekekalan yang lampau. Melalui inkarnasi-Nya, Dia yang terinkorporasi ini datang ke dalam waktu. Apapun yang dilakukan-Nya dalam waktu adalah untuk menginkorporasikan semua umat pilihan-Nya ke dalam inkorporasi-Nya untuk membuat satu inkorporasi universal yang agung. Kita telah melihat bahwa jalan untuk diinkorporasikan ke dalam inkorporasi yang unik ini adalah menikmati Kristus, makan Dia, berbagian dalam-Nya. Itulah sebabnya Perjanjian Baru menitikberatkan perihal makan. Tuhan berkata, "Akulah roti hidup.... barang- siapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku" (Yoh. 6:48, 57). Ketika makan Dia, kita hidup oleh-Nya dalam inkorporasi yang agung ini, yang hari ini adalah Tubuh Kristus yang korporat dan yahg pada akhirnya merampungkan Yerusalem Baru.
Dalam Yohanes 16:12-15, Tulian berkata bahwa Dia memiliki banyak perkara yang ingin diberitahukan kepada murid-murid tetapi pada saat itu mereka tidak dapat menanggungnya. Tetapi ketika Roh realitas (Roh Kebenaran) datang, Ia akan menyingkapkan perkara-perkara ini kepada mereka. Perkara-perkara ini disingkapkan dalam kedua puluh dua surat kiriman rasul Perjanjian Baru, termasuk Wahyu. Wahyu adalah surat kiriman yang paling panjang. Surat-surat kiriman menyingkapkan bahwa sasaran Allah adalah memiliki inkorporasi universal yang agung dari diri-Nya dengan kaum beriman-Nya. Pada akhirnya, inkorporasi ini adalah Yerusalem Baru yang adalah sasaran Allah.
Dalam ministri kita, kita telah menggunakan tiga kata untuk menggambarkan hubungan kaum beriman dengan Allah Tritunggal : kesatuan, perbauran, dan inkorporasi. Ketika saya berada di daratan Cina sebelum tahun 1949, kita kebanyakan menggunakan istilah kesatuan. Kita memiliki kesatuan ilahi dalam hayat dengan Allah. Kita disatukan dengan-Nya dalam hayat. Ketika saya pergi dari daratan Cina ke Taiwan, kita mulai menerbitlian buletin yang berjudul Ministri Firman. Terbitan itu menjangkau semua gereja di Asia Tenggara dalam bahasa Mandarin. Ketika sedang menulis terbitan ini, saya menyadari bahwa hubungan yang kita miliki dengan Allah Tritunggal bukan hanya kesatuan tetapi juga perbauran. Ketika saya datang ke Amerika Serikat, saya mulai cukup banyak menggunakan kata perbauran. Dan pada awal sejarah gereja, ada yang mengaJarkan bidah dengan mengatakan bahwa kedua sifat Kristus dileburkan menjadi satu dan menjadi sifat ketiga. Ini bukan pemahaman yang tepat terhadap istilah perbauran. Kita setuju dengan definisi istilah ini dalam kamus Webster's unabridged, yang mengatakan bahwa berbaur adalah "secara khusus menggabungkan atau menyatukan (satu benda dengan benda lain, dua atau lebih benda secara bersama-sama), sehingga dengan demikian unsurunsur asalnya tetap dapat dibedakan dalam kombinasi tersebut." Menurut definisi ini, ketika dua atau lebih benda dibaurkan bersama, sifat asal. mereka tidak hilang tetapi dapat dibedakan. Ketika Allah dan manusia dibaurkan bersama, mereka menjadi satu kesatuan tetapi tidak ada sifat ketiga yang dihasilkan. Ini sesuai dengan lambang dalam kitab Imamat 2:4-5 mengenai tepung halus yang dibaurkan dengan minyak untuk membuat korban sajian.
Kesatuan berkenaan dengan keesaan kita dengan Tuhan dalam hayat. Perbauran berkaitan dengan sifat ilahi dan sifat insani. Tuhan telah melangkah lebih maju dengan menunjukkan kepada kita bahwa hubungan kita dengan Dia bukan hanya kesatuan dan perbauran tetapi juga inkorporasi. Yohanes 14 menitikberatkan kata di dalam sebanyak empat kah. Ayat 17 mengatakan bahwa Roh realitas (Roh Kebenaran), Penghibur yang lain, tidak hanya menyertai mereka tetapi juga di dalam mereka. Roh realitas, persona tersebut, berada di dalam kita. Secara manusiawi, kita dapat memiliki hayat dan sifat ayah jasmani kita, tetapi ayah kita sebagai seorang persona tidak dapat berada di dalam kita. Tetapi Yohanes 14:17 mengatakan bahwa Roh realitas sebagai seorang persona akan berada di dalam kita.
Kemudian dalam ayat 20, Tuhan berkata bahwa pada hari kebangkitan, murid-murid akan tahu bahwa Ia berada di dalam Bapa, mereka berada di dalam Dia, dan Dia berada di dalam mereka. Putra, persona itu, berada di dalam Bapa, persona yang lain. Kemudian kita, berjuta-juta persona, berada di dalam Putra, persona itu. Demikian juga, Putra berada di dalam kita. Kesatuandan perbauran mengacu kepada hubungan kita dengan Tuhan dalam hayat dan sifat kita tetapi bukan dalam persona kita. Secara manusiawi, tidak ada satu persona pun yang dapat berada di dalam persona yang lain. Tetapi dalam alam ilahi dan mistikal, Allah yang telah rampung dan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali, persona-persona, saling huni satu sama lain. Inilah inkorporasi. Dalam inkorporasi yang universal, ilahi-insani ini, persona-persona itu saling huni satu sama lain, yaitu mereka coinhere.
Dalam seluruh alam semesta, ada Allah, manusia, Satan, dan para malaikat. Para malaikat, termasuk Satan dan pengikut-pengikutnya yang jatuh, tidak dianggap sebagai persona-persona. Allah dan manusia, keduanya adalah persona korporat. Allah bukan hanya persona tunggal. Ia itu tiga - Bapa, Putra, dan Roh itu - satu persona korporat. Kita, berjuta-juta kaum beriman, juga adalah satu persona korporat. Persona-persona ini sekarang berada di dalam satu sama lain. Ini bukan perbauran tetapi inkorporasi.
Kata inkorporasi juga mengindikasikan bahwa personapersona ini diinkorporasikan bersama untuk melaksanakan tujuan mereka, yaitu melaksanakan ekonomi Allah. Ekonomi Allah adalah satu karir yang besar, satu bisnis besar. Untuk melaksanakan ekonomi-Nya, Allah memerlukan manusia untuk diinkorporasikan ke dalam Dia. Manusia dan Allah, keilahian dan keinsanian, sebagai persona-persona, diinkorporasikan bersama untuk tujuan yang sama, untuk sasaran yang sama, untuk melaksanakan karir yang sama, yaitu ekonomi kekal Allah. Inkorporasi ilahi-insani yang tidak terbatas ini adalah perkara penting dalam Injil Yohanes. Maksud Allah, hasrat-Nya, dan karir-Nya, adalah untuk melaksanakan ekonomi-Nya. Sentralitas dan universalitas dari ekonomi kekal Allah adalah Kristus. Melalui inkarnasi, kematian, dan kebangkitan-Nya, Kristus sebagai satu butir biji gandum menjadi banyak butir untuk digiling dan dibaurkan bersama menjadi satu roti. Roti ini adalah gereja, yang adalah Tubuh Kristus (1 Kor. 10:17). Pada akhirnya, Tubuh Kristus ini, di akhir keenam puluh enam kitab dari Alkitab, akan menjadi Yerusalem Baru. Kota kudus ini adalah sasaran ekonomi Allah-perluasan, dari inkorporasi universal antara Allah yang telah rampung dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali. Allah Tritunggal bermaksud dan berhasrat untuk memiliki hal ini. Inilah tujuan-Nya, sasaran-Nya, untuk menggenapkan hasrat-Nya demi memuaskan hati-Nya. Kesimpulan keseluruhan dari keenam puluh enam kitab dalam Alkitab adalah Yerusalem Baru. Alkitab dimulai dengan Allah dan berakhir dengan sebuah kota. Pada akhirnya, Allah yang unik diperluas menjadi satu kota untuk perluasan kekal-Nya dan ekspresi kekal-Nya sebagai satu inkorporasi universal yang agung.
Untuk melihat wahyu ini, akan sangat membantu jika kita membahas kembali bagaimana Perjanjian Baru disusun. Ketiga kitab yang pertama, Matius, Markus, dan Lukas, disebut Injil Sinoptis. Meskipun ketiganya memiliki beberapa elemen yang misteri, ketiganya bukanlah Injil mengenai misteri kekal. Misteri kekal berada dalam Injil terakhir, Injil Yohanes. Injil sinoptis dapat lebih mudah dipahami daripada Irijil Yohanes. Yohanes dimulai dengan mengatakan, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." Kemudian ayat 14 mengatakan, "Firman itu telah menjadi manusia (daging-Tl.). Yohanes Pembaptis melihat sang Firman ini dan berkata, "Lihatlah Anak Domba Allah!" (ay. 29). Ia juga melihat Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya dan tinggal di atas Kristus (ay. 32). Kemudian pada akhir pasal 1 Injil Yohanes, kita dapat menafsirkan apa yang Tuhan katakan kepada Natanael secara demikian, "Engkau mengenal Aku sebagai Anak Allah, tetapi engkau akan melihat para malaikat turun dan naik di atas-Ku, sang Anak Manusia" (ay. 51). Semua ayat ini menunjukkan bahwa Yohanes 1 adalah sebuah misteri. Untuk melihat misteri ini, kita perlu tahu bagaimana menginterpretasikan semua lambang ini.
Dalam pasal 12 Injil Yohanes, Dia yang menakjubkan ini dipuji-puji oleh murid-murid-Nya, tetapi Dia tidak menerima pujian mereka yang semacam itu karena hal itu tidak berarti apa-apa bagi-Nya, sebaliknya Ia berkata, "Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan" (ay. 23). Misteri pemuliaan yang luar biasa! Kemudian Ia menjelaskan bahwa sebutir biji gandum jika tidak mati, - tetap sebiji saja; tetapi jika ia mati, ia akan dimuliakan (ay. 24). Kristus sebagai sebutir biji gandum melalui kematian dan kebangkitan-Nya menjadi banyak butir. Dan banyak butir ini adalah hasil dari dimuliakannya Dia.
Injil Yohanes menjelaskan hasil dari pemuliaan-Nya dalam pasal 14. Hasil ini adalah inkorporasi universal. Pertama-tama, ketiganya dari Allah Tritunggal terinkorporasi sejak kekekalan. Dalam Yohanes 14:10 Tuhan memberi tahu Filipus, "Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku." Ini mewahyukan bahwa ketiganya dari Trinitas Ilahi terinkorporasi dalam satu inkorporasi melalui mereka saling huni satu sama lain. Ayat 10 dari Yohanes 14 menyingkapkan kepada kita awal dari inkorporasi universal dalam kekekalan. Ayat 11 menunjukkan bahwa ketiganya juga adalah satu inkorporasi melalui mereka saling bekerja bersama. Mereka bekerja bersama sebagai satu kesatuan.
Suatu hari, yang kedua darl Trinitas ilahi diutus oleh inkorporasi ini. Kisah Para Rasul 2:23 mengindikasikan bahwa ketiga pihak dari inkorporasi universal ini mengadakan rapat (1 Ptr. 1:20). Dalam rapat ini disetujui untuk mengutus yang kedua ke dalam waktu untuk menjadi seorang manusia (Mi. 5:2). Sebelum inkarnasi, inkorporasi universal ini terdiri atas tiga pihak. Kemudian, yang kedua dari Trinitas Ilahi membawa inkorporasi ilahi ini ke dalam keinsanian. Murid-murid-Nya selalu bertanya-tanya "Siapakah manusia ini?" Secara diam-diam mereka berbincang-bincang di antara mereka sendiri mengenai Dia, tetapi mereka tidak mengenal siapakah Dia secara intrinsik. Dalam Yohanes 14:20, Tuhan memberi tahu mereka bahwa pada hari kebangkitan mereka akan tahu bahwa Ia berada di dalam Bapa, mereka berada di dalam. Dia dan Dia berada di dalam mereka. Ketiga di dalam ini menyingkapkan bahwa Allah Tritunggal yang telah rampung dan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali menjadi satu inkorporasi dalam kebangkitan Kristus.
Dalam Yohanes 14 Tuhan mewahyukan bahwa Ia datang sebagai Penghibur pertama dan bahwa Yang lain akan datang sebagai Penghibur yang kedua. Penghibur yang kedua adalah realitas dari Penghibur yang pertama. Ia adalah Roh realitas (Roh Kebenaran), dan ayat 17 mengatakan bahwa Roh realitas ini akan berada dalam murid-murid. Kata di dalam dari ayat 17 sebagai satu pernyataan umum adalah totalitas dari tiga di dalam dalam ayat 20 yang berfungsi sebagai pernyataan rinci. Ketika Roh realitas berada di dalam kita, totalitas dari Allah Tritunggal berada di dalam kita untuk menginkorporasikan kita ke dalam inkorporasi universal. Dalam kekekalan, ada satu inkorporasi ilahi. Melalui diperluas, inkorporasi ini menjadi satu inkorporasi ilahi dan insani. Inkorporasi ini adalah rumah Bapa, pokok anggur universal dari Putra, dan manusia baru dari Roh itu.
Dalam Yohanes 16:12-15, Tuhan berkata kepada murid-murid, "Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu bdum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepada-Mu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepada-Mu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepada-Mu apa yang diterimanya dari pada-Ku." Roh realitas mendeklarasikan semua perkara mengenai Kristus dalam kedua puluh dua kitab terakhir dari Perjanjian Baru, yaitu surat-surat kiriman.
Saya mulai mencintai Alkitab sejak hari saya diselamatkan pada tahun 1925. Saya telah menghabiskan tujuh puluh satu tahun yang lampau dalam mempelajari Alkitab, tetapi baru akhir-akhir inilah saya melihat dengan jelas bahwa sasaran dari ekonomi Allah adalah inkorporasi yang telah diperluas, universal, ilahi-insani antara Allah yang telah rampung dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali. Orang-orang yang tidak percaya akan masuk dalam lautan api. Mereka tidak ada hubungannya dengan inkorporasi ini. Tetapi semua orang beriman akan diinkorporasikan ke dalam. satu inkorporasi agung ini. Perampungan akhir dari inkorporasi universal ini adalah Yerusalem Baru. Ketiga rasul-Paulus, Petrus, dan Yohanes inilah yang paling banyak menyajikan wahyu ini kepada kita dalam surat-surat kirimannya sepotong demi sepotong dan sedikit demi sedikit. Melalui rahmat Tuhan, kita telah menggabungkan potongan-potongan tersebut untuk melihat visi yang penuh dan lengkap dari inkorporasi universal. Ketiga aspek dari inkorporasi universal antara Allah yang telah rampung dengan kaum beriman yang telah dilahirkan kembali diwahyukan dalam Yohanes 14 sampai 16 : sebuah rumah, sebuah pohon, dan seorang anak. Yohanes pasal 16 menunjukkan kepada kita, anak yang dilahirkan dari Roh itu (ay. 21). Anak ini adalah Kristus. Pada akhirnya, anak ini menjadi manusia baru. Dalam Kolose 3 kita diberi tahu bahwa Kristus adalah manusia baru ini. Ia adalah setiap anggota dan berada dalam setiap anggota dari manusia baru ini (ay. 10-11). Dalam pandangan Allah, rumah, pohon, dan manusia dalam Yohanes 14-16 semuanya adalah Kristus. Kristus adalah rumah, bait, tempat kediaman Allah; Kristus adalah pokok anggur; dan Kristus adalah manusia baru. Dalam berita sebelumnya, kita melihat rumah Bapa. Dalam berita ini kita ingin melihat pokok anggur yang benar dan anak baru, manusia baru.
II. ASPEK KEDUA DARI INKORPORASI
ANTARA ALLAH YANG TELAH RAMPUNG
DENGAN KAUM BERIMAN YANG TELAH DILAHIRKAN
KEMBALI ADALAH POKOK ANGGUR YANG BENAR
Tuhan bukanlah sebuah pohon pinus yang tinggi melainkan pokok anggur yang menyebar (Yoh. 15:1-8, 16). Buah pohon anggur mudah digapai dan dimakan. Inilah gambaran dari Kristus hari ini. Kristus hari ini sedang menyebarkan diri-Nya di mana-mana di seluruh muka bumi. Pada tahun 1958, saya diundang untuk berbicara di London kepada sekelompok orang yang dianggapnya sebagai orangorang paling rohani di bumi ini. Saya menganggap mereka sebagai kelompok terakhir dari orang-orang kudus yang berada dalam aliran hayat batin. Saya tinggal bersama mereka selama empat minggu. Suatu hari mereka membawa saya melihat sebuah pohon anggur yang besar, yaitu pohon anggur ratu. Orang-orang Inggris sangat bangga dengan pohon anggur itu. Ketika mereka menanyakan pendapat saya mengenai pohon anggur tersebut, saya berkata bahwa saya telah melihat sebuah pohon anggur yang jauh lebih besar. Pohon anggur ini memerlukan seluruh bumi untuk penyebarannya. Dalam Yohanes 15 Tuhan berkata, "Akulah pokok anggur yang benar" (ay. 1). Ini berarti bahwa sesungguhnya semua pokok anggur yang lain adalah palsu, termasuk pohon anggur ratu. Hanya satu pohon anggur yang benar-benar sejati. Inilah penyebaran Kristus di seluruh muka bumi. Kristus sebagai pokok anggur yang benar telah menyebarkan diri-Nya dari Amerika ke tempat-tempat seperti Rusia, Polandia, Rumania, Afrika Selatan, Amerika Selatan, New Zealand, dan Australia.
A. Lambang dari Kristus yang Almuhit
Pokok anggur yang benar adalah lambang dari Kristus yang Almuhit sebagai organisme dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan yang telah rampung.
B. Ranting-rantingnya
adalah Kaum Beriman Milik Kristus
Ranting-rantingnya adalah kaum beriman milik Kristus, yang menurut sifat alaminya adalah ranting-ranting dari pohon zaitun liar dan telah dicangkokkan ke dalam pohon zaitun sejati (Rm. 11:17, 24) melalui mereka percaya ke dalam Kristus (Yoh. 3:15). Baik pohon zaitun sejati maupun pokok anggur yang benar melambangkan,Kristus. Karenanya, dicangkokkan ke dalam pohon zaitun sejati adalah dicangkokkan ke dalam pokok anggur yang benar.
C. Dilahirkan Kernbali dengan Hayat Ilahi
Ranting-ranting yang dicangkokkan ini telah dilahirkan kembali dengan hayat ilahi, dibawa masuk ke dalam kesatuan hayat dengan Kristus yang tersalib dan bangkit, dan diinkorporasikan dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan yang telah rampung.
D. Untuk Penyebaran Universal-Nya
Ini adalah untuk pelipatgandaan Allah Tritunggal yang tak terbatas sebagai peningkatan dari Kristus yang tak terukur, perwujudan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan yang telah rampung (Yoh. 3:29-30), untuk penyebaran universal-Nya melalui kaum beriman milik Kristus sebagai ranting-ranting untuk menghasilkan buah oleh kesetiaan mereka tinggal dalam Kristus (15:4-5, 16), untuk keniuliaan Bapa (15:8).
III. ASPEK KETIGA DARI INKORPORASI
ANTARA ALLAH YANG TELAH RAMPUNG
DENGAN
KAUM BERIMAN YANG TELAH DILAHIRKAN KEMBALI
ADALAH ANAK ROH ITU
A. Anak Baru, Manusia Baru
Anak baru, manusia baru, dilahirkan oleh Roh yang telab rampung (Yoh. 16:21; 13-15). Manusia baru ini diciptakan oleh Kristus di atas salib melalui meniadakan ketentuan-ketentuan hukum Taurat dalam daging-Nya (Ef. 2:15). Ketika Kristus sedang mati di atas salib, Ia menciptakan manusia baru ini. Manusia baru ini juga dilahirkan kembali oleh Bapa bersama dengan Kristus yang bangkit dalam kebangkitan-Nya (1 Ptr. 1:3; Rm. 1:4) dan dilahirkan oleh Rob di dalam roh kaum beriman (Yoh. 3:6b). Kelompok pertama kaum beriman Kristus yang menderita atas kepergian Kristus melalui kematian-Nya adalah perempuan yang melahirkan itu (Yoh. 16:20-21). Kristus yang kembali dalam kebangkitan-Nya adalah anak yang baru lahir itu (ay. 22) untuk menjadi manusia baru (Kol. 3:10-11). Sekarang kita, kaum beriman, harus mengenakan manusia baru ini melalui pembaruan di dalam roh pikiran kita (Ef. 4:23-24).
B. Merampungkan Tubuh Kristus
Kita yang mengenakan manusia baru melalui diperbarui dalam roh pikiran kita pada akhirnya akan merampungkan Tubuh Kristus, dan Tubuh Kristus ini, yang adalah gereja, akan merampungkan Yerusalem Baru.