KRISTUS DAN SALIB-NYA, PEMECAHAN UNIK SEGALA PROBLEM DALAM GEREJA (2)
Pembacaan Alkitab: 1Kor. 1:10-13
Dalam berita yang lalu telah kita tunjukkan bahwa Kristus dan salib-Nya adalah pemecahan unik (satu-satunya) semua problem dalam gereja. Dalam berita ini kita akan membahas pemecahan unik ini secara lebih terperinci.
I. KRISTUS
A. Inti Ekonomi Allah
Kristus adalah inti ekonomi Allah. Di antara beribu-ribu ayat dalam Alkitab, ada satu ayat yang sangat penting tentang hal ini, ayat ini adalah Kolose 3:11. Berbicara tentang manusia baru, Paulus berkata, ”Dalam hal ini tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” Dalam terang ayat ini, tiada satu pun di antara kita yang dapat membanggakan suku atau kebangsaan. Selama perjalanan saya keliling dunia, saya mengamati bahwa setiap orang bangga akan negara dan suku bangsanya. Tetapi sebagai kaum beriman dalam Kristus, kita tidak boleh membanggakan diri karena suku atau kebangsaan kita. Menurut Kolose 3:10-11, gereja, Tubuh Kristus, adalah manusia baru. Dalam manusia baru ini tidak ada perbedaan suku bangsa atau warga negara. Sebagaimana Paulus mengatakan, dalam manusia baru tidak ada orang Yunani atau orang Yahudi. Orang Yahudi terkenal dengan agamanya, dan orang Yunani tersohor dengan kebudayaannya, terutama filsafat mereka. Namun, dalam manusia baru tidak ada kedudukan bagi orang Yunani maupun orang Yahudi. Paulus selanjutnya mengatakan bahwa tidak ada orang bersunat atau tidak bersunat, orang Barbar atau Skit, budak atau orang merdeka. Hal ini menunjukkan bahwa dalam manusia baru tidak ada tempat bagi agama atau kebudayaan, tidak peduli kebudayaan yang betapa khususnya. Sebaliknya, Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
Kolose 3:11 memberi kita satu dasar kuat untuk mengatakan bahwa dalam ekonomi Allah, Kristus adalah segala sesuatu. Dia adalah setiap orang, setiap perkara, dan setiap benda. Kristus wajib menjadi suku bangsa atau kewarganegaraan kita. Jika ada orang bertanya apa suku bangsa Anda, Anda harus menjawab, ”Aku suku bangsa Kristus.” Kita harus menyadari dalam batin kita bahwa kita bukan orang Tionghoa, Jerman, Perancis, Selandia Baru, Amerika atau bangsa lainnya, melainkan anggota Kristus. Jika semua orang Kristen mengetahui bahwa Kristus adalah inti ekonomi Allah, maka semua perpecahan akan lenyap.
Belum lama berselang saya membaca sebuah berita bahwa dalam suatu negara, orang-orang dari kelompok suku tertentu mengadakan pertemuan dalam sebuah kathedral untuk merayakan peristiwa yang mereka anggap sebagai kemenangan mereka. Dalam pertemuan itu ada yang menjelek-jelekkan kelompok suku bangsa lain. Kemudian, langsung di depan kathedral terjadi bentrokan antara orang-orang dari kelompok suku bangsa yang berbeda itu. Alangkah memalukan, konfrontasi demikian ini bisa terjadi setelah suatu pertemuan yang dikatakan diadakan dalam nama Kristus! Perkara demikian sama sekali berlawanan dengan sifat manusia baru. Dalam gereja sebagai manusia baru tidak ada perbedaan atas dasar warna kulit, tidak ada putih, hitam, merah, coklat, atau kuning. Saya ulangi, dalam manusia baru, Kristus adalah segala sesuatu, Dia adalah segala sesuatu dan di dalam segala sesuatu.
Dalam pemberitaannya kepada orang Korintus, Paulus bersaksi kepada mereka tentang Kristus yang almuhit, Kristus yang adalah inti ekonomi Allah dan segala sesuatu dalam ekonomi Allah. Menurut latar belakangnya, Paulus adalah orang Yahudi yang asli. Sebagai orang yang demikian ia seyogianya menghindari semua hubungan sosial dengan orang Yunani. Tetapi karena Paulus menyadari bahwa dalam manusia baru tidak ada orang Yahudi atau Yunani, melainkan Kristus adalah segala sesuatu, maka ia dapat bersaksi kepada orang-orang Yunani di Korintus tentang Kristus. Ia dapat berkata, ”Aku ingin bersaksi bahwa Kristus adalah segala sesuatu dan dalam manusia baru tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani. Dalam manusia baru, aku bukan seorang Yahudi, aku adalah seorang yang tersusun dari Kristus. Tetapi walaupun aku telah bersaksi tentang hal ini, kalian tetap bersikeras dalam status sosial usang kalian. Kalian tidak menerima Kristus sebagai inti yang unik dan almuhit. Walaupun aku telah menyatakan kepada kalian bahwa aku telah meninggalkan agamaku dan kini aku menjunjung tinggi Kristus, kalian masih saja berpegang pada kebudayaan dan filsafat Yunani kalian. Kalian mengetahui bahwa aku dahulu terlibat sangat dalam di dalam agama Yahudi. Aku adalah yang terdepan dalam agama Yahudi melebihi orang lain. Tetapi aku telah membuang semuanya itu. Ketika aku datang kepada kalian, aku memutuskan untuk tidak mengetahui yang lain di antara kamu kecuali Kristus dan Dia yang disalibkan. Allah tidak memperhatikan agama Yahudi dan filsafat Yunani. Ia hanya memperhatikan Kristus, sebab dalam ekonomi-Nya, Kristus adalah inti dan segala sesuatu bagi kita.”
B. Bagian Orang Kudus
Kolose 1:12 mengatakan, ”Mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam terang.” Semua orang Kristen tahu bahwa Allah telah menebus kita, tetapi tidak banyak yang me-ngetahui bahwa Ia pun telah melayakkan kita untuk berbagian atas Kristus sebagai bagian orang kudus. Kata ”bagian” dalam Kolose 1:12 menunjukkan kenikmatan. Tidak ada apa pun yang boleh menggantikan Dia sebagai bagian kita. Perkara seperti baptisan, bahasa lidah, atau kesembuhan tidak boleh menggantikan Kristus itu sendiri. Hanya Persona Kristus yang hiduplah bagian kita, bukan ajaran atau praktek apa pun.
Kadang-kadang kita berkata bahwa kita menikmati sidang-sidang gereja. Namun, daripada mengatakan menikmati sidang, lebih baik kita bersaksi bahwa kita menikmati Kristus dalam tiap sidang. Menikmati sidang itu sendiri sangat berbeda dengan menikmati Kristus dalam sidang. Ada beberapa orang kudus mungkin sangat membanggakan bahwa sidang-sidang di tempat mereka lebih baik daripada sidang-sidang di tempat lain. Kita harus sangat hati-hati dalam hal ini. Jangan mengatakan bahwa Anda menikmati sidang-sidang di tempat Anda. Sebaliknya, katakanlah kepada orang lain bahwa Anda menikmati Kristus. Kita tidak boleh membanggakan tempat kita atau tempat lain yang mana pun. Pada satu aspek, setiap lokal harus direndahkan agar kita dapat meninggikan Kristus, bagian unik kita. Bagian unik orang kudus bukanlah gereja di lokal tertentu. Bagian unik kita adalah Kristus.
C. Sang Almuhit sebagai Segala Sesuatu Kita
Kristus adalah Persona almuhit yang menjadi segala sesuatu kita. Dalam Injil Yohanes dikatakan bahwa Kristus adalah banyak hal. Misalnya, Dia adalah roti hidup, pintu, Gembala, dan pohon anggur yang sejati. Di samping itu, dalam Surat Kolose kita nampak bahwa Kristus tidak saja almuhit tetapi juga luas tak terbatas. Tetapi baik dalam Injil Yohanes maupun dalam Surat Kolose tidak terdapat aspek Kristus yang disebutkan dalam 1Korintus. Dalam Surat Kiriman ini, Paulus menyebutkan 20 aspek Kristus yang almuhit. Dalam berita ini kita hanya akan menyebutkan aspek-aspek tersebut dan menerangkannya secara singkat.
1. Bagian yang Allah Berikan kepada Kita
Dalam 1:2 dikatakan, ”. . . Tuhan mereka dan Tuhan kita.” Hal ini menampakkan kepada kita bahwa Kristus, yang ke dalam-Nya kita dipanggil masuk, adalah bagian yang Allah berikan kepada kita.
2. Kekuatan
Dalam 1:24 Paulus berkata, ”Tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.” Kristus yang tersalib yang diberitakan oleh Paulus ialah kekuatan Allah. Kekuatan ini adalah untuk melaksanakan dan menggenapkan apa yang telah direncanakan dan dike-hendaki Allah.
3. Hikmat
Menurut 1:24, Kristus juga hikmat Allah. Hikmat adalah untuk rencana, tujuan. Dalam ekonomi Allah, Kristus adalah hikmat untuk rencana dan kekuatan untuk menggenapkan apa yang telah direncanakan.
4. Kebenaran
Dalam 1:30, Paulus mengatakan bahwa Kristus adalah kebenaran kita. Khususnya kebenaran ini adalah untuk masa lampau kita dan yang memungkinkan kita dibenarkan oleh Allah.
5. Pengudusan
Ayat 30 juga mewahyukan bahwa Kristus adalah pengudusan kita. Hal ini adalah untuk masa sekarang dan bersangkutan dengan pengudusan jiwa.
6. Penebusan
Menurut 1:30, Kristus juga penebusan kita. Ini untuk masa mendatang dan terutama bersangkutan dengan penebusan tubuh kita (Rm. 8:23).
7. Kemuliaan
Dalam 2:7 Paulus berkata, ”Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.” Kristus adalah Tuhan kemuliaan (2:8). Hari ini Kristus adalah hayat kita (Kol. 3:4), kelak adalah kemuliaan kita (Kol. 1:27). Allah telah memanggil kita kepada kemuliaan ini (1Ptr. 5:10), dan Dia akan memimpin kita masuk ke dalam kemuliaan ini (Ibr. 2:10). Inilah sasaran penyelamatan Allah. Betapa indahnya, Kristus adalah kemuliaan kita untuk pemuliaan kita!
8. Kedalaman Allah
Dalam 2:10 Paulus berkata, ”Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.” Kristus adalah kedalaman Allah. Aspek Kristus ini jauh di luar pengalaman dan pengertian kita. Ia mengacu kepada perkara-perkara Allah yang dalam, yaitu Kristus dalam berbagai aspek sebagai bagian kekal kita.
9. Dasar Unik Bangunan Allah
Dalam 3:11 Paulus berkata, ”Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.” Tuhan Yesus adalah Kristus, adalah Anak Allah yang hidup. Dia adalah dasar yang unik yang diletakkan Allah bagi pembangunan gereja (Mat. 16:16-18). Tidak ada seorang pun yang bisa meletakkan dasar yang lain.
10. Paskah
Dalam 5:7 Paulus berkata, ”Sebab Paskah kita, yaitu Kristus, juga telah disembelih” (Tl.). Berbicara tentang Kristus sebagai Paskah kita berarti Dia tidak saja domba Paskah, tetapi juga seluruh Paskah itu.
11. Roti Tidak Beragi
Dalam 5:8, Paulus berkata lebih lanjut, ”Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.” Kristus sendiri adalah roti yang tidak beragi.
12. Makanan Rohani
Satu Korintus 10:3 mengatakan, ”Mereka semua makan makanan rohani yang sama.” Kristus adalah makanan rohani kita sebagai suplai kita setiap hari.
13. Minuman Rohani
Dalam 10:4 Paulus berkata, ”Dan mereka semua minum minuman rohani yang sama.” Hari ini Kristus adalah minuman rohani kita.
14. Batu Karang Rohani
Dalam 10:4 Paulus berkata pula, ”sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.” Batu karang yang dipukul dalam Keluaran 17:6 adalah lambang Kristus yang dipukul dan dibelah oleh Allah untuk mengalirkan air hayat dan untuk meleraikan dahaga kita (Yoh. 19:34).
15. Sang Kepala
Dalam 11:3 kita nampak bahwa Kristus adalah Sang Kepala. Ialah Kepala dari setiap laki-laki.
16. Tubuh
Menurut 12:12, Kristus juga adalah Tubuh. Ini berarti Dia bukan saja Kepala, tetapi juga tersusun di dalam kita untuk menjadi kita dengan sesungguhnya. Sebab itu, Ia adalah Kepala juga Tubuh. Sulit untuk menjelaskan bagaimana Kristus dapat menjadi Tubuh. Namun Alkitab mewahyukan hal ini dan kita mempercayainya.
17. Buah Sulung
Dalam 15:20 Paulus berkata, ”Tetapi yang benar ialah bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.” Dalam ayat 23 ia sekali lagi menyinggung ”Kristus sebagai buah sulung.” Jadi Kristus sendiri adalah buah sulung.
18. Manusia Kedua
Dalam 15:47 Paulus mengatakan tentang manusia kedua. Manusia kedua ini juga Kristus.
19. Adam yang Terakhir
Dalam 15:45 Paulus menyebut Kristus sebagai Adam yang terakhir. Sebagai buah sulung, manusia kedua, dan Adam yang terakhir, Kristus adalah yang pertama, kedua, dan terakhir. Dengan demikian Ia adalah segala sesuatu.
20. Roh Pemberi-hayat
Dalam 15:45 Paulus mengatakan bahwa sebagai Adam yang terakhir, Kristus telah menjadi Roh pemberi hayat. Seandainya Kristus bukan Roh pemberi hayat, Ia tidak bisa menjadi kekuatan dan hikmat kita. Ia pun tidak dapat menjadi kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita. Mereka yang menyatakan bahwa mengajarkan Kristus sebagai Roh itu adalah bidah, tidak bisa mengalami Kristus. Karena mereka tidak mengenal Dia sebagai Roh itu, mereka tidak mengalami-Nya sebagai kedua puluh hal ini. Meskipun Kristus telah ditaruh ke dalam mereka, tetapi mereka tidak mengalami-Nya. Kita dapat sekali lagi menggunakan listrik sebagai ilustrasi. Walaupun instalasi listrik telah dipasang ke dalam sebuah bangunan, tanpa aliran listrik, instalasi itu sebenarnya tidak ada artinya. Demikian pula, sekalipun kita mempunyai Kristus di dalam kita, jika kita tidak mengalami-Nya sebagai Roh itu, tidak ada jalan bagi kita untuk mengalami Kristus. Seandainya Kristus bukan Roh pemberi hayat, mana mungkin Ia menjadi Kepala dan Tubuh? Bagaimana Ia dapat menjadi makanan kita, minuman kita, dan batu karang yang mengikuti kita? Kunci untuk mengalami Kristus dalam semua aspek ini terletak pada fakta bahwa Ia, Adam yang terakhir, telah menjadi Roh pemberi hayat.
Kita telah berkali-kali menunjukkan bahwa dalam 1:9 Paulus mengatakan Allah telah memanggil kita ke dalam persekutuan Putra-Nya, Yesus Kristus Tuhan kita. Persekutuan ini sesungguhnya dilaksanakan oleh Roh itu. Dalam 2Korintus 13:13 Paulus berkata, ”Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” Persekutuan ini merupakan satu hubungan timbal balik yang ajaib, yang sangat indah. Karena dilaksanakan oleh Roh itu, jika kita tidak mempunyai Roh itu, maka kita tidak mungkin mempunyai persekutuan ini. Persekutuan ini tidak saja disebut persekutuan Putra, tetapi juga persekutuan Roh itu, sebab setelah melalui proses yang sangat menakjubkan, Putra menjadi Roh Pemberi hayat. Sebab itu, dalam pengalaman kita, persekutuan Putra akhirnya menjadi persekutuan Roh itu. Jika kita menjadi satu roh dengan Roh ini, kita akan memiliki kenikmatan dari persekutuan ini.
Menurut 1Korintus, kita mempunyai Kristus dalam dua puluh aspek, termasuk aspek Ia sebagai Roh yang almuhit. Kesembilan belas aspek di depan dari kekayaan Kristus telah terwujud dalam Roh pemberi hayat. Dalam mengkaji Surat Kiriman ini kita perlu menaruh perhatian kita pada aspek-aspek penting itu. Jangan habiskan terlalu banyak waktu untuk mengkaji rincian berbagai hal negatif, sebaliknya, pusatkan perhatian Anda kepada aspek-aspek Kristus itu. Berdoalah dan bersekutulah tentang hal-hal tersebut. Kristus adalah inti unik ekonomi Allah, Dialah bagian unik dari semua orang kudus, dan Ia adalah Persona almuhit yang menjadi segala sesuatu kita.
Setelah menunjukkan banyak aspek atas kekayaan Kristus, Paulus menyatakan bahwa Kristus telah menjadi Roh pemberi hayat. Kini Roh itu membuat semua aspek kekayaan Kristus menjadi riil, dapat diterapkan, dan berkhasiat dalam pengalaman kita. Tatkala kita menjamah Kristus sebagai Roh itu dan menjadi satu roh dengan Dia, kita bisa menerapkan semua aspek dari kekayaan-Nya.
Setiap kali saya memikirkan situasi yang kasihan di antara orang Kristen hari ini, hati saya amat pilu. Kebanyakan orang beriman itu tidak mempunyai kekayaan Kristus yang almuhit, yang mereka miliki hanya sekam atau gumpalan-gumpalan tanah liat. Mereka memang memiliki Kristus dalam nama, tetapi mereka tidak mempunyai Kristus sebagai kenikmatan mereka dalam pengalam-an. Karena saya setiap hari mengalami Kristus dan menikmati Dia, hati saya sakit melihat semua orang beriman yang tidak mengalami Kristus sedemikian.
Dalam pemulihan Tuhan, kita perlu meninjau bagaimana situasi kita berkenaan dengan kenikmatan atas Kristus. Sudah berapa banyakkah Anda menikmati Kristus setiap hari? Apakah Anda menikmati Dia dalam kedua puluh aspek yang diwahyukan dalam 1Korintus ini? Saya harap semakin banyak orang kudus dapat menyatakan, ”Tuhan Yesus, aku menikmati Engkau dan aku sangat gembira di dalam-Mu. Tuhan, Engkau adalah segala-galaku. Engkau adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Engkau adalah kebenaran, pengudusan, penebusan, dan bahkan kemuliaan bagi pemuliaanku. Tuhan, Engkaulah kedalaman Allah. Aku berdoa agar Engkau membawaku lebih jauh ke dalam kenikmatan atas diri-Mu sebagai kedalaman semuanya ini.”
Ada orang bertanya kepada saya, bagaimana saya dapat menerima terang dari firman. Yang lain ingin tahu bagaimana saya dapat menyampaikan begitu banyak berita. Saya dapat menerima terang dan menyampaikan berita-berita karena setiap hari saya menikmati Kristus. Bahkan anggota keluarga saya pun tidak tahu berapa banyak saya menikmati Dia. Saya bersekutu dengan Dia, saya berdoa kepada-Nya, dan mohon Dia mewahyukan diri-Nya kepada saya dalam Firman. Saya berdoa, ”Tuhan, tunjukkan kepadaku bagaimana Engkau sendiri adalah kedalaman Allah.” Saya dapat bersaksi bahwa Dia benar-benar menjawab doa saya dan menunjukkan diri-Nya demikian. Sebenarnya, pengalaman semacam ini bukan luar biasa. Hasilnya, bila saya perlu menyampaikan berita, saya mempunyai sesuatu yang segar untuk dikatakan. Di samping itu, bahkan ketika saya berbicara, tidak jarang saya mendapat terang baru. Saya sendiri bukan sumbernya, sumbernya adalah Kristus yang saya nikmati dari hari ke hari.
Dalam berita pertama dari Pelajaran Hayat ini, kita nampak bahwa 1Korintus merupakan suatu ilustrasi kehidupan orang Kristen, kehidupan gereja, dan kehidupan Tubuh. Terang mengenai hal ini bukan datang ketika saya menulis catatan tentang 1Korintus, tetapi ketika sedang istirahat siang pada hari saya menyampaikan berita itu. Dengan spontan saya berdoa, ”Tuhan, apa yang harus saya katakan dalam berita malam ini?” Lalu saya mulai merasa bahwa saya harus membuka berita itu dengan perkataan tentang 1Korintus sebagai ilustrasi kehidupan orang Kristen, kehidupan gereja, dan kehidupan Tubuh. Tuhan memberi perasaan kepada saya bahwa saya harus memberi tahu kaum saleh, bahwa Paulus, setelah mengetengahkan sketsa penuh tentang kehidupan orang Kristen dan kehidupan gereja dalam Surat Roma, memberi kita suatu ilustrasi dalam 1Korintus. Pengertian ini bukan datang secara kebetulan, melainkan sebagai hasil pengalaman saya yang lampau terhadap Tuhan dan kenikmatan saya atas Dia dewasa ini.
Saya menganjuri segenap kaum saleh untuk berkonsentrasi pada Kristus dalam pembacaan Alkitab mereka. Misalnya ketika Anda membaca kitab Wahyu, janganlah dikuasai oleh perkara-perkara seperti sepuluh tanduk dan tujuh kepala. Sebaliknya, pusatkan perhatian Anda pada Kristus yang diwahyukan dalam kitab ini dan pada perkara-perkara seperti kaki dian emas, kenikmatan atas pohon hayat, dan minum air hayat. Dengan cara demikian, Anda akan menikmati banyak aspek dari kekayaan Kristus.
D. Dipanggil untuk Berbagian dalam Kristus
Dari 1:9 kita telah nampak bahwa Allah telah memanggil kita ke dalam persekutuan Putra-Nya, agar kita berbagian dalam Kristus. Ini berarti kita telah dipanggil ke dalam kenikmatan atas Kristus. Sebagaimana telah kita tunjukkan, cara untuk menikmati persekutuan ini ialah berseru kepada nama Tuhan Yesus. Saya katakan sekali lagi, Allah telah memanggil kita untuk berseru kepada nama Tuhan Yesus Kristus. Allah telah memanggil kita untuk berseru kepada nama yang unik ini, nama di atas segala nama. Kita harus berbalik dari memperhatikan nama-nama orang dan tempat, dan memusatkan perhatian pada nama unik ini, nama Tuhan Yesus Kristus.
II. SALIB
Salib Kristus juga merupakan bagian pemecahan yang unik atas problem-problem dalam gereja. Pekerjaan utama yang dilakukan salib dalam pengalaman kita adalah mengakhiri kita. Menurut pengamatan saya, biasanya saudara lebih rela diakhiri daripada saudari. Selama bertahun-tahun dalam pemulihan Tuhan, saya nampak sedikit saudari yang rela diakhiri oleh salib. Tahukah Anda bahwa setiap pernikahan adalah suatu pengakhiran? Ketika seorang saudari menikah, ia mengenakan penutup pada kepalanya. Penutup itu adalah tanda pengakhiran dan penguburan. Jika seorang saudari tidak rela menerima pengakhiran, ia tidak seharusnya menutup kepalanya pada saat pernikahan. Di samping itu, seorang saudari yang menikah kehilangan nama semasa gadisnya dan mengambil nama keluarga lain, yakni nama suaminya.
Salib bekerja di dalam kita untuk mengakhiri kita. Pada satu pihak, Kristus adalah kenikmatan kita; pada pihak lain, salib adalah pengakhiran kita. Dari pengalaman kita tahu bahwa semakin kita menikmati Kristus, kita akan semakin diakhiri. Tatkala salib bekerja mengakhiri kita, apakah yang harus kita lakukan? Kita tidak boleh berbuat apa-apa kecuali tinggal diam dengan tenang pada tempat pengakhiran itu.
Apa pun yang diakhiri oleh salib akan ditebus, ini suatu fakta yang ajaib. Betapa menghiburnya hal ini! Kenikmatan atas penebusan tergantung pada pengalaman atas pengakhiran. Ada beberapa orang kudus hanya mempunyai sedikit kenikmatan atas penebusan karena mereka tidak rela diakhiri.
Salib memecahkan semua rintangan yang kita hadapi dalam kehidupan gereja dan terutama dalam kehidupan pernikahan kita. Menurut pengalaman saya, kehidupan pernikahan dapat menjadi sangat mengganggu, merepotkan, dan membingungkan. Apakah yang dapat menguraikan semua keruwetan dan memecahkan masalah-masalah itu? Kita perlu alat untuk memotong kekusutan-kekusutan itu, dan alat ini, pisau potong ini, adalah salib. Hanya salib yang dapat menyelamatkan kita dari kekusutan-kekusutan kehidupan pernikahan. Bila kita dikerat oleh salib, kita tidak akan dijerat oleh apa pun.
Kehidupan manusia penuh dengan problem dan masalah. Hidup ini seolah hanya untuk mengalami problem dan kesukaran. Hal ini tidak saja berlaku bagi kehidupan pernikahan dan kehidupan keluarga, tetapi juga bagi kehidupan gereja. Menurut cara manusia, perundingan adalah jalan untuk memecahkan problem atau menyingkirkan rintangan-rintangan. Seorang suami dan istrinya mungkin mencoba memecahkan problem dengan cara demikian. Namun, ini bukan cara Allah. Cara Allah ialah menyuplai Anda dengan Kristus dan mengakhiri Anda dengan salib. Bila dalam kehidupan keluarga atau dalam kehidupan gereja ada problem, manusia alamiah mungkin akan segera mencoba berunding dan memecahkan problem itu melalui pembicaraan. Demi belas kasih Tuhan, saya dapat bersaksi bahwa bila saya menghadapi godaan ini, dalam lubuk batin saya merasa bahwa saya tidak perlu berbicara atau berunding. Keperluan saya satu-satunya ialah pergi ke salib dan diakhiri. Kemudian Kristus masuk dengan suplai-Nya untuk memecahkan setiap problem. Inilah cara Allah untuk memecahkan semua problem dalam kehidupan gereja.
Kita harus menaruh perhatian penuh atas Kristus. Dialah kesukaan dan pilihan kita yang unik. Lagi pula, kita perlu memiliki satu pengertian yang tepat tentang salib, menyadari bahwa tujuan salib ialah mengakhiri segala hakiki kita. Kita perlu menerima salib ini dan menikmati Kristus. Inilah pemecahan yang unik bagi segala problem dalam gereja. Bagi orang Yahudi salib merupakan suatu batu sandungan, dan bagi orang-orang kafir adalah suatu kebodohan. Tetapi bagi kita, umat panggilan Allah, salib benar-benar kekuatan dan hikmat Allah (1:24). Menurut pemikiran alamiah dan kehidupan kita, disalibkan atau diakhiri itu bodoh. Tetapi sebagai orang-orang yang terpanggil, kita tahu bahwa salib adalah hikmat Allah dan kekuatan Allah.