KRISTUS DAN SALIB-NYA, PEMECAHAN UNIK SEGALA PROBLEM DALAM GEREJA (1)
Pembacaan Alkitab: 1Kor. 1:10-13
Dalam berita pertama Pelajaran-Hayat ini telah kita tunjukkan bahwa setelah mengetengahkan sketsa yang indah tentang kehidupan orang Kristen, kehidupan gereja, dan kehidupan Tubuh dalam Surat Roma, Paulus memberi kita sebuah ilustrasi dalam 1Korintus tentang kehidupan orang Kristen, kehidupan gereja, dan kehidupan Tubuh yang sesungguhnya. Namun, kita tidak boleh menganggap bahwa apa yang terdapat dalam 1Korintus merupakan suatu ilustrasi kehidupan orang Kristen, kehidupan gereja, dan kehidupan Tubuh yang wajar dan normal. Mengenai ketiga jenis kehidupan ini, Surat Kiriman ini melukiskan apa yang riil, yang khas, tetapi bukan yang normal, yang tepat. Sebab itu, jangan sekali-kali keliru mengatakan bahwa dalam 1Korintus terdapat kehidupan gereja yang tepat. Apa yang kita nampak tentang pelaksanaan kehidupan gereja dalam Surat Kiriman ini tidaklah tepat, juga tidak normal. Sebaliknya, itulah yang umum atau khas.
KRISTUS, INTI UNIK
Dalam 1:1-9 Paulus mengesankan kita dengan fakta bahwa dalam ekonomi Allah, Kristus adalah inti yang unik (satu-satunya). Maksud Allah ialah menjadikan Kristus, Putra-Nya, inti dari ekonomi-Nya dan juga menjadikan Dia segala sesuatu bagi semua orang beriman. Inilah sebabnya Paulus memberi tahu kita dalam ayat 9 bahwa kita telah dipanggil ke dalam persekutuan Putra, Yesus Kristus Tuhan kita. Itu juga alasannya menunjukkan dalam ayat 2 bahwa Kristus adalah Tuhan mereka dan Tuhan kita. Dalam ekonomiNya, maksud Allah ialah menjadikan Kristus segala-galanya, memberikan Kristus kepada kita sebagai bagian kita, dan juga menggarapkan Kristus ke dalam kita.
Dalam ayat 10 Paulus mulai menanggulangi perpecahan-perpecahan di antara orang-orang Korintus. Pertama-tama ia memohon demi nama Tuhan kita, nama yang di atas segala nama (Flp. 2:9) dan yang seharusnya menjadi nama yang unik di antara semua orang beriman-Nya. Namun, dengan menyejajarkan nama Paulus, Apolos, dan Kefas dengan nama Kristus, orang-orang Korintus yang terpecah-belah itu membuat kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh Petrus di gunung perubahan, ketika ia menyejajarkan Musa dan Elia dengan Kristus (Mat. 17:1-8). Untuk memelihara keesaan dalam Tuhan dan menghindari perpecahan-perpecahan, kita perlu menjunjung dan meninggikan nama unik Tuhan kita dengan menanggalkan semua nama lain, kecuali nama yang tertinggi ini.
Ketika orang-orang Korintus percaya kepada Kristus, mereka tidak menerima apa pun dari Paulus, Apolos, atau hamba Allah lainnya. Tak diragukan, Paulus dan Apolos sangat membantu kaum beriman di Korintus. Tetapi yang diterima mereka adalah Kristus. Dalam 1:13 Paulus bertanya kepada mereka, ”Apakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau apakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?” Tidak, Paulus tidak disalibkan karena mereka, dan mereka tidak dibaptis ke dalam nama Paulus. Kristus adalah yang disalibkan karena mereka, dan kaum beriman dibaptis ke dalam nama Kristus. Di sini Paulus seolah-olah berkata, ”Sebenarnya, kalian tidak menerima apa pun dari Paulus, Apolos, atau Kefas. Bahkan kalian tidak boleh terbatas pada Kristus yang sempit. Kalian harus menaruh perhatian sepenuhnya kepada Kristus yang unik. Kristus ini bukan hanya Tuhan kalian dan Tuhan kami, Ia juga milik setiap orang. Ia Tuhan mereka dan Tuhan kita, sebab Ia adalah bagian orang kudus di setiap tempat. Allah telah memberikan Kristus ini kepada kita, dan Ia telah memanggil kita ke dalam persekutuan-Nya.”
DIPANGGIL KE DALAM
PERSEKUTUAN PUTRA ALLAH
Untuk memberi definisi yang memadai atas persekutuan Putra Allah tidaklah mudah. Perkara ini sungguh sangat ajaib. Persekutuan ini tidak saja meliputi kesatuan kita dengan Allah Tritunggal, tetapi juga kesatuan antara semua orang beriman. Lagi pula, hal ini mengisyaratkan kenikmatan, yaitu kenikmatan kita atas Allah Tritunggal, kenikmatan Allah Tritunggal atas kita, dan juga kenikmatan kaum beriman atas satu sama lain. Dalam persekutuan ini kita menikmati Allah Tritunggal, dan Allah Tritunggal menikmati kita. Lebih dari itu, kita menikmati semua orang beriman dan semua orang beriman menikmati kita. Alangkah ajaibnya kenikmatan yang universal dan timbal balik ini! Kita telah dipanggil ke dalam sesuatu yang disebut persekutuan Putra Allah. Persekutuan ini bersifat universal dan timbal balik. Persekutuan ini bersifat timbal balik tidak hanya antara kaum beriman dengan Allah Tritunggal, tetapi juga antar kaum beriman itu sendiri.
Oleh karena kita telah dipanggil ke dalam persekutuan demikian, maka kita tidak boleh mengatakan bahwa kita milik Paulus, milik Kefas, milik Apolos, atau milik orang lainnya. Kita juga tidak boleh mengatakan bahwa kita dari satu doktrin tertentu atau dari praktek khusus. Allah tidak memanggil kita ke dalam persekutuan manusia, doktrin-doktrin, atau praktek-praktek. Kita tidak dipanggil ke dalam persekutuan Paulus atau orang lainnya, juga tidak dipanggil ke dalam persekutuan yang bersangkutan dengan suatu doktrin atau praktek. Kita telah dipanggil secara unik ke dalam persekutuan Putra Allah. Ini berarti kita telah dipanggil ke dalam realitas, perwujudan Allah Tritunggal. Dalam persekutuan ini kita menikmati Allah Tritunggal Bapa, Putra, dan Roh. Dalam persekutuan ini kita juga menikmati kaum beriman, dan kaum beriman menikmati kita. Di samping itu, Allah Tritunggal menikmati kita dan semua orang beriman lainnya di setiap tempat.
Bukankah akan sangat menakjubkan jika semua orang Kristen hari ini mengetahui bahwa mereka telah dipanggil ke dalam persekutuan ini? Jika demikian situasinya, maka dunia akan menjadi seperti Taman Eden. Tidak perlu Kerajaan Seribu Tahun, sebab Kerajaan Seribu Tahun sudah ada di sini. Namun, situasi yang sesungguhnya di antara orang Kristen hari ini sama sekali berbeda. Banyak perkara telah masuk dan menggantikan Kristus sebagai bagian unik kaum beriman. Bahkan perkara-perkara Iblis dan setan telah masuk. Namun, Allah telah menetapkan bahwa dalam ekonomi-Nya hanya satu Persona Putra-Nya, Tuhan Yesus Kristus yang harus menjadi segalagalanya. Dialah Bapa, Putra, dan Roh, dan Dia harus tersusun ke dalam kita menjadi Anda dan saya. Sebagaimana kita tunjukkan dalam Pelajaran Hayat Kolose, dalam gereja sebagai manusia baru, Kristus harus menjadi segala sesuatu dan setiap orang. Kristus harus menjadi realitas gereja. Dia juga harus menjadi realitas setiap doktrin dan praktek. Realitas baptisan kita adalah Kristus, dan unsur pokok persekutuan kita juga adalah Kristus. Jika pengalaman orang Kristen hari ini demikian, alangkah indahnya situasi di antara kita semua!
Situasi sesungguhnya di antara kaum beriman sangat menyedihkan, bahkan tragis. Orang Kristen mungkin memiliki banyak hal, tetapi kekurangan realitas Kristus, Persona yang hidup itu. Dalam kekristenan hari ini terdapat beribu-ribu bahkan berjuta-juta perkara dan benda. Tetapi di mana Anda dapat menemukan realitas Kristus, Persona yang hidup itu? Situasi di antara kaum beriman di Korintus adalah satu contoh dari kekurangan yang sangat parah ini. Sebab itu, dalam 1 Korintus Paulus menunjukkan kepada mereka bahwa mengatakan mereka milik Paulus, Apolos, Kefas bahkan milik Kristus yang sempit, itu salah. Itu sama sekali berlawanan dengan ekonomi Allah. Dalam ekonomi Allah hanya ada tempat untuk Kristus.
Saya mengapresiasi perkataan Paulus dalam ayat 2: ”Dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.” Di sini Paulus mengatakan tentang semua orang di segala tempat yang berseru kepada nama Tuhan kita. Kemudian ia mengatakan bahwa Kristus adalah Tuhan mereka dan Tuhan kita. Mengenai kaum beriman dan tempat, tidak ada perbedaan apa-apa. Tidak peduli di mana Anda berada, tatkala Anda menyeru nama Tuhan Yesus, Kristus adalah Tuhan Anda dan juga bagian semua orang kudus. Di segala tempat, Kristus adalah Tuhan mereka dan Tuhan kita.
Allah tidak memperhatikan perkara apa pun selain Kristus. Lalu mengapa kita memperhatikan begitu banyak perkara lain, bahkan orang-orang lain, sehingga hal-hal itu menggantikan Kristus? Ada sementara orang beriman di Korintus yang mencurahkan perhatian mereka kepada Paulus. Kepada mereka Paulus berkata, ”Mengapa kalian memperhatikan aku? Aku tidak patut mendapat perhatian kalian. Dan mengapa beberapa orang di antara kalian lebih menyukai Kefas atau Apolos? Mereka juga tidak boleh menjadi sasaran perhatian kalian. Kalian juga tidak boleh memusatkan perhatian pada praktek-praktek atau doktrin-doktrin. Tidak ada orang, praktek, atau doktrin yang patut kalian perhatikan. Perhatian kalian harus berfokus sepenuhnya, satu-satunya, dan semutlaknya pada Kristus, Persona yang ke dalam persekutuan-Nya kita telah dipanggil oleh Allah.”
MENYERU NAMA TUHAN
Boleh jadi Anda ingin tahu bagaimana kita dapat me-nikmati persekutuan ini. Kita dapat menikmatinya hanya dengan menyeru nama Tuhan Yesus. Namun, jika kita me-ngatakan bahwa kita milik Paulus, kita sebenarnya menyeru nama Paulus. Mengatakan bahwa kita milik seseorang berarti kita menyeru nama orang tersebut. Setiap nama selain nama Kristus harus dikesampingkan, dan kita harus meninggikan satu nama saja, yaitu nama Tuhan kita, Yesus Kristus, nama Persona yang ajaib yang ke dalam persekutuan-Nya Allah telah memanggil kita. Jalan untuk menikmati persekutuan ini ialah menyeru nama Tuhan. Semakin kita menyeru nama Tuhan, kita akan semakin menikmati persekutuan yang ke dalamnya kita dipanggil. Saya ingin mengulangi perkara yang sudah kita tekankan sejak awal, yaitu kita telah dipanggil oleh Allah untuk menyeru nama Tuhan Yesus. Dengan menyeru nama-Nya, kita menikmati persekutuan-Nya dan berpartisipasi di dalam-nya. Alangkah ajaib! Saya mendorong semua orang kudus untuk belajar menyeru nama Tuhan Yesus.
BELAJAR TIDAK MEMPUNYAI KESUKAAN
Orang kudus dalam pemulihan Tuhan harus belajar tidak mempunyai kesukaan apa pun, hal ini sangat penting. Orang kudus dalam sebuah gereja tidak seharusnya menyukai seorang penatua melebihi yang lain. Semua kesukaan yang sedemikian itu harus dihakimi. Saya juga ingin menekankan dengan tegas, kalian tidak boleh lebih menyukai Witness Lee atau lebih suka berada di tempat di mana ministri itu berada. Ada orang yang bertanya kepada saya, apakah saya ingin pindah ke tempat lain. Mereka yang bertanya demikian selanjutnya mengatakan bahwa mereka pun ingin pindah ke sana. Ini merupakan suatu kesukaan pribadi, dan ini harus dihakimi. Kita tidak seharusnya me-milih Witness Lee atau ministri. Satu-satunya kesukaan kita ialah Kristus. Kita semua harus dapat berkata bahwa kesukaan kita ialah Kristus yang almuhit dan luas itu.
Ada orang mungkin berkata, ”Anda mungkin lebih menyukai saudara Anu, atau lebih menyukai ministri, tetapi aku lebih menyukai Kristus.” Bahkan kesukaan yang demikian pun keliru, sebab sebenarnya itu adalah kesukaan akan Kristus yang amat sempit, bukan Kristus yang almuhit yang diwahyukan dalam tulisan-tulisan Paulus. Kristus yang sempit ini mungkin adalah Kristus Anda, tetapi bukan Kristus Paulus. Kristus Paulus bukan yang sempit, melainkan yang seluas alam semesta.
Kita pun tidak boleh memilih-milih gereja. Kita tidak boleh menyukai gereja lokal kita melebihi gereja yang lain, atau gereja lain melebihi gereja di lokal kita. Kita harus puas dengan gereja di tempat mana Allah menaruh kita menurut pengaturan kedaulatan-Nya. Tidak salah, 1 Korintus 1:2 memang mengatakan gereja Allah yang ada di Korintus. Tetapi dalam ayat ini Paulus selanjutnya menyebut setiap tempat. Kita harus bersedia berada di gereja Allah di mana pun. Jika angin Roh meniup Anda ke satu tempat, Anda harus berada di sana tanpa pilih-pilih. Jika setelah sejangka waktu angin rohani meniup Anda ke kota lain, Anda wajib sama puasnya berada di gereja tersebut. Mengenai gereja, kita tidak boleh pilih-pilih. Jangan mengatakan bahwa kita lebih menyukai gereja di tempat kita atau di tempat lain. Sebaliknya, kita harus dapat berkata, ”Pilihan saya hanyalah di dalam Kristus. Saya bersedia ditiup angin ke segala arah, sebab di setiap tempat Kristus itu sama.”
Kita tidak seharusnya berkonsepsi bahwa kita dapat menikmati Kristus lebih banyak di suatu tempat daripada di tempat lain. Misalnya kita tidak seharusnya mengira bahwa kita dapat menikmati Kristus lebih banyak di tempat ministri ada. Sebenarnya, jika Tuhan mengutus Anda ke kota tertentu, mungkin untuk memulai kehidupan gereja di sana, Anda akan lebih banyak menikmati Kristus di tempat itu daripada jika Anda tinggal di kota tempat ministri berada. Namun, jika Anda pergi ke suatu kota karena lebih menyukai tempat tersebut, Anda keliru. Jangan pergi ke mana-mana karena pilihan Anda. Sebaliknya, biarlah Tuhan saja yang memimpin Anda dalam setiap perpindahan yang Anda lakukan.
Jika semua orang Kristen hanya menyukai dan memilih Kristus yang almuhit, seluruh dunia akan ditaklukkan. Bahkan daerah seperti California Selatan, tempat yang dianggap orang sebuah pusat hiburan, akan ditaklukkan oleh kita. Selain itu, New England, satu daerah yang adakalanya dianggap kuburan agama, dapat pula dihidupkan melalui kenikmatan orang kudus atas Kristus.
MENERIMA KRISTUS SEBAGAI SEGALA SESUATU
Beban saya ialah agar kita semua memahami apa sesungguhnya pemulihan Tuhan itu. Maksud Allah dalam pemulihan-Nya ialah memulihkan Kristus sebagai segala sesuatu, yaitu memulihkan Kristus sebagai pusat unik dari ekonomi Allah dan segala sesuatu bagi kita, sebagai bagian kita untuk kita nikmati.
Ketika kita membahas Surat 1Korintus, kita nampak bahwa di sini Paulus memberi kita sebuah ilustrasi. Namun ini tidak berarti kita harus mencontoh orang-orang Korintus dalam cara mereka menempuh kehidupan orang Kristen, kehidupan gereja, dan kehidupan Tubuh. Sebaliknya, ini berarti kita tidak boleh mengeluh terhadap gereja di tempat kita. Jangan mengira gereja lokal tempat kita berada lebih rendah, dan menurut kesukaan kita, kita harus pindah ke tempat lain yang menurut anggapan kita kehidupan gerejanya lebih baik. Kita perlu nampak bahwa di mana pun kita berada, kehidupan gereja yang sebenarnya sama dengan yang digambarkan dalam 1Korintus. Karena kita semua dalam situasi demikian, apakah yang harus kita lakukan? Pertama, kita harus menanggalkan setiap nama selain nama Kristus. Kita harus menanggalkan nama-nama orang atau hamba Allah yang manapun yang lebih kita sukai, dan kita harus pula mengesampingkan semua nama denominasi. Selain itu, kita harus berpaling dari semua doktrin dan praktek dan menerima Kristus, inti unik ekonomi Allah, sebagai segala sesuatu kita.
Dalam kesembilan ayat yang pertama, Paulus meletakkan Kristus, inti unik itu sebagai dasar. Dalam inti unik ini kita mempunyai persekutuan dan kenikmatan yang unik dan almuhit, yakni persekutuan Kristus. Dalam 1:10 Paulus mulai menanggulangi sebelas problem yang terdapat dalam 1Korintus. Dalam membereskan semua problem tersebut, Paulus menjelaskan bahwa pemecahan unik atas semua problem dalam gereja adalah Kristus dan salib-Nya.
Satu-satunya jawaban ialah Kristus dan salib-Nya. Dengan menunjukkan satu pemecahan unik yang demikian atas problem dalam gereja di Korintus, maupun di setiap gereja lokal, Paulus telah meninggikan dan menjunjung Kristus. Paulus benar-benar jelas bahwa satu-satunya pemecahan atas problem kita ialah Kristus dan salib. Sebab itu, dengan 1Korintus 1:1-9 sebagai dasar yang baik, kita dapat mulai mengapresiasi Kristus dan salib sebagai pemecahan unik atas semua problem dalam gereja.