KEDUA ROH UNTUK MENGENAL KRISTUS SEBAGAI HAL-HAL YANG TERSEMBUNYI
DALAM DIRI ALLAH
Pembacaan Alkitab: 1Kor. 2:2, 7-16
Dalam 2:1 Paulus berkata, ”Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, Saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang muluk atau dengan hikmat yang tinggi untuk menyampaikan rahasia Allah kepada kamu.” Paulus datang ke Korintus bukan untuk memamerkan kata-kata yang muluk atau hikmat yang filosofis dalam memberitakan kesaksian Allah. Hal ini tidak berarti Paulus tidak memiliki kata-kata yang muluk atau tidak berhikmat; melainkan dengan sengaja ia menanggalkan hal-hal tersebut. Dalam ayat 2 ia meneruskan perkataannya, ”Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.” Dengan sengaja Paulus memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa selain Kristus yang disalibkan. Hal ini menyiratkan bahwa Paulus datang ke Korintus sebagai seorang manusia yang disalibkan. Ia rela kelihatan tolol dan tidak berpengetahuan karena ia telah memutuskan demikian.
HIKMAT ALLAH DI DALAM RAHASIA
Dalam ayat 6 Paulus berkata kepada orang-orang Korintus, ”Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan.” Di sini Paulus seolah-olah berkata, ”Jangan menyangka kami tidak berhikmat. Kami berhikmat dan dapat berbicara dengan hikmat, namun kami berbicara tentang hikmat hanya kepada mereka yang telah matang. Kalian, orang-orang Korintus, masih bayi. Bagaimana mungkin kami berbicara tentang hikmat ini kepada kalian?”
Dalam ayat 7 Paulus meneruskan perkataannya, ”Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita.” Ungkapan ”hikmat yang tersembunyi dan rahasia” berarti hikmat itu adalah rahasia. Hikmat ini, rahasia ini, adalah Kristus. Tambahan pula, Kristus sebagai hikmat Allah di dalam rahasia telah di-takdirkan oleh Allah sebelum zaman bermula untuk kemuliaan kita. Kristus sebagai hikmat dan rahasia akan menjadi bagian kita di dalam kemuliaan.
HAL-HAL YANG TERSEMBUNYI
DALAM DIRI ALLAH
Kristus sebagai hikmat Allah di dalam rahasia bahkan juga adalah hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Dalam ayat 10 Paulus berkata, ”Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.” Kristus sendiri adalah hal-hal yang tersembunyi dalam dari Allah. Setiap orang Kristen yang sejati me-ngetahui bahwa Kristus adalah Juruselamat yang telah mati di atas salib karena dosa-dosa kita. Akan tetapi, mengenal Kristus secara demikian berarti hanya mengenal perkara-perkara yang dangkal. Lalu apakah hal-hal yang dalam itu? Kristus sebagai hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah mencakup hal-hal seperti hikmat dan rahasia Allah.
Sebelum Anda beroleh selamat, tahukah Anda tujuan alam semesta, dan tahukah Anda makna hidup manusia? Tentu Anda tidak mengetahui hal-hal ini. Anda tidak mengetahui tujuan hidup Anda di bumi atau nasib Anda kelak. Baik tujuan alam semesta maupun makna hidup Anda adalah suatu rahasia. Bila kita menerima visi mengenai Kristus dan mengalami keselamatan Allah barulah kita dapat memahami rahasia alam semesta dan kehidupan kita di bumi ini. Banyak orang Kristen telah menerima keselamatan Kristus, namun mereka belum nampak visi tentang Kristus. Akibatnya, mereka tetap belum mengenal makna hidup ini. Tetapi bila kita nampak visi Kristus dalam ekonomi Allah, barulah kita mulai menyadari bahwa Kristus itulah tujuan alam semesta dan juga makna hidup kita sebagai manusia. Kita diciptakan Allah untuk Kristus, dan hari ini hidup untuk Kristus. Kristus adalah hayat kita, tujuan hayat kita, dan juga sasaran hidup kita. Lagi pula, Kristus adalah nasib kita; kita maju ke arah Dia. Bila kita menerima visi tentang kristus yang sedemikian, barulah ki-ta mengetahui rahasia alam semesta dan rahasia hidup manusia. Dengan sendirinya, kita menjadi berhikmat, karena kita memiliki Kristus sebagai hikmat Allah. Kemudian, sedikit demi sedikit dan setahap demi setahap, kita mulai mengenal Kristus sebagai hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
MENGALAMI HAL-HAL YANG TERSEMBUNYI DALAM DIRI ALLAH
Hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah terdapat di antara hal-hal yang ditakdirkan Allah bagi kemuliaan kita. Paulus berbicara tentang hal-hal ini dalam ayat 9: ”Tetapi seperti ada tertulis: ’Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: Semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.’” Walaupun mata tidak pernah melihatnya, dan telinga belum pernah mendengarnya, dan sekalipun tidak pernah timbul di dalam hati manusia, Allah telah mewahyukannya kepada kita (ayat 10), dan memberikannya dengan cuma-cuma kepada kita (ayat 12). Hari demi hari, kita nampak sesuatu yang lebih lanjut dan lebih dalam mengenai Kristus sebagai bagian kita. Saya dapat bersaksi bahwa sepanjang tahun, khususnya pada tahun-tahun terakhir ini, Kristus benar-benar telah menjadi hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah bagi saya.
Ketika kita menikmati Kristus, Dia menjadi kebenaran kita. Lagi pula, dari pengalaman kita tahu bahwa setiap kali kita menikmati Kristus, Kristus menjadi sukacita Allah untuk kita. Namun bila kita tidak mengalami Kristus, Allah tidak senang kepada kita, dan kita tidak memiliki sukacita Allah. Setiap kali kita dengan riil menikmati Kristus, kita memiliki sukacita Allah. Sebenarnya, Kristus yang kita nikmati ini adalah sukacita Allah. Mula-mula, ketika kita menikmati Kristus, kita menyadari bahwa kita tidak benar. Kemudian, dengan spontan Kristus menjadi kebenaran yang kita butuhkan. Lalu, sementara kita menikmati Dia terus-menerus, kita menyadari bahwa Allah berkenan terhadap kita dan kita memiliki sukacita Allah. Pengalaman ini agak dalam, namun masih belum merupakan pengalaman atas hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
Ketika kita menikmati Kristus secara berkesinambungan, akhirnya kita akan masuk ke dalam hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Kemudian kita menyadari bahwa kita berada di dalam lubuk hati Allah yang Mahakuasa dan Dia menjadi unsur batiniah kita. Mereka yang menentang kebenaran bahwa kita yang percaya Kristus berbaur dengan Allah, akan menyebut ini bidah, sebab mereka belum mengalaminya. Namun, saya tidak dapat menyangkal fakta bahwa ketika saya menikmati Kristus, saya menjamah hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah dan Allah menjadi unsur di dalam saya.
Kristus sungguh riil bagi kita dalam pengalaman kita. Ia bukan saja kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita, tetapi juga hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Dalam pasal 1, kita nampak bahwa Kristus adalah sesuatu untuk kita, dan dalam pasal 2, Dia adalah sesuatu dari Allah. Karena pengalaman kita terbatas, kita tidak dapat menjelaskan dengan memadai apakah makna Kristus menjadi hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah. Tetapi pada satu hari kelak, kita akan maju dalam pengalaman dan akan benar-benar mengenal Dia sebagai hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
ROH MANUSIA MENGETAHUI HAL-HAL
DALAM DIRI MANUSIA
Cara untuk mengalami semua aspek Kristus yang diwahyukan dalam pasal 1 dan 2 adalah melalui kedua roh; Roh ilahi dan roh manusia yang telah dilahirkan kembali. Dalam ayat 10 Paulus berbicara tentang Roh ilahi, dan dalam ayat 11 ia berbicara mengenai roh manusia, ”Siapa di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.” Ayat ini menunjukkan bahwa jika kita ingin mengetahui hal-hal dalam diri manusia, kita harus menggunakan roh manusia kita, dan jika kita ingin mengetahui hal-hal dalam diri Allah, kita harus melakukan berdasarkan Roh Allah.
Tidak peduli betapa terpelajar orang-orang di dunia, mereka tidak mengetahui hal-hal yang terdapat di dalam diri manusia. Hal-hal yang terdapat di dalam diri manusia dalam ayat 11 tidak mengacu kepada hal-hal seperti pernikahan, perumahan, pangan, dan kendaraan. Untuk mengetahui hal-hal tadi tidak perlu menggunakan roh manusia. Hal-hal itu bukanlah yang terdapat di dalam diri manusia seperti yang Paulus maksudkan.
Menurut Alkitab, apakah hal-hal yang terdapat di dalam diri manusia? Kali pertama Alkitab berbicara tentang manusia, dikatakan bahwa manusia dibuat menurut gambar Allah (Kej. 1:26). Aspek pertama dari hal-hal yang terdapat dalam diri manusia adalah manusia diciptakan oleh Allah menurut gambar-Nya untuk mengekspresikan Dia. Namun manusia yang diciptakan Allah untuk menjadi ekspresi-Nya itu telah jatuh dan berdosa. Kebanyakan para filsuf tidak menyadari bahwa mereka telah jatuh. Namun kejatuhan manusia merupakan satu pokok yang penting dari hal-hal yang terdapat dalam diri manusia. Sebagai orang-orang yang diciptakan oleh Allah dan telah jatuh, kita harus bertobat, kita perlu diselamatkan, dan kita perlu dilahirkan kembali. Ini juga adalah hal-hal yang terdapat di dalam diri manusia. Kini, sebagai orang-orang yang telah diselamatkan dan dilahirkan kembali, kita harus mengasihi Tuhan, memperhidupkan Dia, mengekspresikan Dia, dan menggenapkan tujuan kekal-Nya. Ini adalah aspek-aspek lain dari hal-hal yang terdapat di dalam diri manusia.
Manusia duniawi tidak mengenal hal-hal ini, sebab mereka tidak menggunakan roh mereka. Jika Anda bercakap-cakap dengan seorang profesor yang tidak percaya tentang hal-hal yang terdapat dalam diri manusia ini, dia tidak akan memahaminya sedikit pun. Mungkin ia tahu matematika atau sains, tetapi tidak tahu hal-hal yang terdapat dalam diri manusia. Demikian pula, para dokter mengetahui tentang penyakit, obat-obatan, dan vitamin-vitamin, namun mereka tidak mengetahui hal-hal yang terdapat di dalam diri manusia. Sebelum kita beroleh selamat, kita juga tidak memiliki pengertian tentang hal-hal yang terdapat di dalam diri manusia, sebab roh kita mati. Bahkan kita tidak mengetahui bahwa kita memiliki roh manusia, dan kita tidak pernah menggunakan roh kita. Di luar roh manusia, bagaimana kita dapat mengenal hal-hal yang terdapat di dalam diri manusia? Tanpa menggunakan roh manusia, tidaklah mungkin kita mengenal hal-hal yang terdapat dalam diri manusia.
Beroleh selamat berarti dihidupkan dan dibangkitkan dalam roh kita. Semua orang yang benar-benar beroleh selamat, tidak peduli di mana mereka berada, dibangkitkan dalam roh. Ini adalah satu fakta dari pengalaman mereka, sekali pun mereka tidak menyadari hal tersebut.
Begitu roh seseorang dibangkitkan sedemikian, maka dia mulai mengenal makna hidup manusia yang sesungguhnya dan juga sumber hayat manusia. Ini berarti ia mulai mengenal hal-hal yang terdapat dalam diri manusia. Akan tetapi, setelah mereka dibangkitkan dalam roh pada waktu beroleh selamat, banyak orang Kristen yang terpengaruh untuk berpaling dari roh dan menggunakan pikiran alamiah mereka. Mungkin satu-satunya tempat untuk orang-orang Kristen hari ini mendengar berita-berita tentang pertumbuhan roh manusia yang dilahirkan kembali adalah di dalam pemulihan Tuhan. Di tempat lain, orang-orang Kristen didorong untuk mengembangkan mentalitas alam-iah mereka. Pertumbuhan itu menghancurkan pengenalan yang tepat tentang hal-hal yang terdapat dalam diri manusia dan dari situasi manusia. Sekali lagi saya katakan, jika kita mau mengenal hal-hal manusia, kita harus menggunakan roh kita.
DIBAWA KE DALAM ROH ALLAH
Ketika kita menggunakan roh untuk mengenal hal-hal yang terdapat di dalam diri manusia, kita akan dibawa ke dalam Roh Allah. Kedua roh ini: roh manusia yang dilahirkan kembali dan Roh Allah, tidak dapat dipisahkan. Inilah alasan Paulus berbicara mengenai kedua roh dalam 2:11. Pertama ia mengatakan bahwa tidak seorang pun mengetahui hal-hal manusia kecuali roh manusia yang terdapat di dalam diri manusia. Kemudian ia melanjutkan, mengatakan bahwa tidak seorang pun mengetahui hal-hal Allah kecuali Roh Allah. Jika kita hendak menjadi manusia yang wajar dan sejati, kita harus memiliki kedua roh ini. Kita harus memiliki roh manusia untuk mengenal hal-hal manusia dan Roh Allah untuk mengenal hal-hal Allah. Menurut Alkitab, hal-hal manusia berhubungan dengan hal-hal Allah. Hal ini menunjukkan pentingnya kita memiliki kedua roh ini.
MAKNA MENJADI ROHANI
Dalam ayat 13 Paulus lebih lanjut mengetengahkan hal-hal rohani: ”Karena kami menafsirkan hal-hal rohani dengan perkataan rohani, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh” (Tl.). Dalam ayat 14, Paulus menunjukkan bahwa hal-hal dari Roh Allah dapat dipahami secara rohani: ”Tetapi manusia jiwani tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dilihat jelas secara rohani” (Tl.). Manusia jiwani adalah manusia alamiah, yaitu seorang yang tidak hidup di dalam roh, melainkan di dalam jiwa. Dalam ayat 15 Paulus berkata, ”Tetapi manusia rohani melihat jelas segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dilihat jelas oleh orang lain” (Tl.). Dalam ayat-ayat ini terdapat pengenalan rohani, penjelasan rohani, pemahaman rohani, dan manusia-manusia rohani.
Tahukah Anda apa artinya menjadi rohani? Menjadi rohani berarti memiliki kedua roh yang berbaur di dalam diri Anda. Menjadi rohani berarti roh Anda, roh manusia yang telah dilahirkan kembali, berbaur dengan Roh Allah menjadi satu roh. Manusia-manusia rohani hidup dalam roh perbauran ini. Bila Anda berada di dalam roh perbauran ini, Anda menjadi rohani, dan Anda memiliki pemahaman rohani, pengetahuan rohani, dan penjelasan rohani. Anda mampu melihat jelas secara rohani baik hal-hal yang terdapat di dalam diri manusia maupun Allah.
Ketika kita membahas Kristus sebagai hal-hal yang tersembunyi di dalam diri Allah dan masalah kedua roh, kita harus mengakui bahwa untuk mengalami Kristus sebagai hal-hal yang tersembunyi di dalam diri Allah, kita harus memiliki kedua roh tersebut. Kita harus melatih roh manusia kita, dan kita pun harus dibawa masuk ke dalam Roh Allah. Ini berarti roh kita harus dibaurkan dengan Roh Allah.
MENGALAMI ROH PERBAURAN
Telah kita bicarakan bahwa orang yang hidup dalam roh perbauran adalah orang rohani. Manusia rohani berlawanan dengan manusia jiwani. Menurut konteks pasal-pasal ini, menjadi jiwani berarti menjadi orang Yunani dan hidup menurut kebudayaan Yunani. Para filsuf dan orang-orang yang mengagumi hikmat manusia adalah manusia-manusia jiwani. Tetapi manusia-manusia rohani adalah mereka yang melatih roh untuk berkoordinasi dengan Roh Allah. Karena mereka hidup dalam roh perbauran, mereka benar-benar rohani dan mereka memiliki pengenalan, pemahaman dan penjelasan rohani. Di sini, di dalam roh perbauran, kita menikmati Kristus bukan secara dangkal, tetapi sebagai hal-hal yang tersembunyi di dalam diri Allah dan bahkan di dalam hal-hal yang tersembunyi di dalam diri Allah. Kita menikmati Dia dengan cara yang belum terlihat oleh mata, belum terdengar oleh telinga, belum pernah timbul dalam pikiran, dan belum pernah dibayangkan dalam hati kita. Kita menikmati Kristus dengan cara yang melebihi semua yang pernah kita impikan.
Allah telah menakdirkan Kristus bagi kita. Ia telah menyediakan Kristus bagi kita, Ia telah mewahyukan Kristus kepada kita, dan Ia telah memberikan Kristus kepada kita sebagai hal-hal yang dalam dari Allah. Betapa ajaib! Kita harus berdoa lebih banyak untuk hal-hal ini, khususnya supaya kita dapat nampak visi ini dengan jelas. Kita juga perlu melatih roh perbauran supaya menjadi rohani. Kemudian kita akan dapat memahami hal-hal yang terdapat dalam diri manusia dan Allah dan menjelaskannya kepada orang lain secara rohani di dalam roh perbauran ini. Sudah pasti, jika kita mengalami roh perbauran sedemikian, kita akan mengalami Kristus lebih dalam lagi. Kita akan mengalami Dia bukan secara dangkal, melainkan sebagai hal-hal yang tersembunyi di dalam diri Allah. Kita akan mengalami Kristus setiap hari sebagai kebenar-an, pengudusan, dan penebusan kita. Tetapi, kita akan mengalami Dia melampaui aspek-aspek itu, sebab kita akan mengalami Allah sendiri dengan segala hal yang tersembunyi di dalam diri Allah. Puji Tuhan! Dia adalah bagian kita melalui roh perbauran!