BAGIAN-BAGIAN DALAM DAN BAGIAN YANG TERSEMBUNYI
Baiklah sekarang kita maju melihat rincian dari wadah Tuhan ini. Dalam bab terdahulu kita telah melihat bahwa kita diciptakan khusus untuk menjadi penampung-penampung-Nya, Allah sendiri sebagai isi kita. Demi tujuan inilah maka Allah menciptakan kita dengan berbagai "bagian". Istilah "bagian" ini jangan Anda anggap sebagai gagasan saya. Dalam Yeremia 31:33 Allah berfirman, "Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin (bagian dalam) mereka." Bagian-bagian dalam ini terdapat dalam jiwa kita, itu bukan anggota tubuh kita yang di luar. Allah mengatakan bahwa Ia akan menuliskannya dalam hati kita. Lalu apakah yang dimaksud dengan bagian-bagian dalam, dan apakah hati?
Kalau kita membandingkan Yeremia 31:33 dengan Ibrani 8:10, "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi (pikiran) mereka", kita akan melihat suatu perbedaan yang kecil namun penting. Yeremia mengatakan "ke dalam bagian-bagian dalam" tetapi Ibrani mengatakan "ke dalam pikiran mereka". Perbandingan ini membuktikan bahwa pikiran adalah salah satu dari bagian-bagian dalam ini.
Istilah "bagian-bagian dalam" ini dalam Alkitab dipakai lebih dari sekali. Sebagai contoh, Mazmur 51:8 mengatakan, "Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin (bagian-bagian dalam)." Bagian-bagian dalam seharusnya memiliki kebenaran. Selain bagian-bagian dalam, ada bagian lain di Mazmur ini, yang disebut "bagian yang tersembunyi", "Dan dengan tersembunyi Engkau memberitahukan hikmat kepadaku" (terjemahan langsung). Kebenaran ini berada dalam bagian-bagian dalam, tetapi hikmat berada di bagian yang tersembunyi. Kita perlu memahami apakah itu bagian-bagian dalam, dan apakah pula itu bagian yang tersembunyi.
KETIGA BAGIAN DARI MANUSIA
ROH, JIWA, TUBUH
Beberapa ayat yang akan kita tampilkan di bawah ini adalah yang sangat terkenal. Satu Tesalonika 5:23 adalah sebuah ayat yang menerangkan bahwa kita terdiri dari tiga bagian : roh, jiwa, dan tubuh. Kita dapat melukiskannya dengan tiga lingkaran yang konsentris (sepusat) :
Jiwa
Roh
Tubuh
Ibrani 4:12 juga mengatakan roh dan jiwa, dan memisahkan kedua bagian itu. Jika kita ingin mengenal Kristus dan memasuki Dia sebagai tanah permai dan perhentian, kita harus membedakan roh dari jiwa. Roh adalah tempat Kristus berhuni di dalam kita. Karena itu, jika kita ingin mengenal Kristus secara pengalaman, kita wajib membedakan roh manusia kita dari jiwa kita. Ayat ini mengatakan bahwa perbedaannya tidak saja antara roh dengan jiwa, tetapi juga antara sendi-sendi dengan sumsum, serta antara pikiran dan pertimbangan hati. Firman Allah yang hidup merupakan pembeda dari segala benda tersebut. Ini membuktikan bahwa jika kita ingin mengenal Tuhan secara praktis dan riil, kita harus membedakan semua bagian itu. Apakah pikiran hati dan pertimbangan hati? Dan ada berapa bagiankah dalam hati itu?
Dalam Lukas 1:46-47, jiwa dan roh sekali lagi dipisahkan/dibedakan.
Filipi 1:27 mengatakan bahwa kita seharusnya satu roh (bukan Roh Kudus, melainkan roh manusia) dan satu jiwa. Sekali lagi, ayat ini memperlihatkan bahwa di antara roh dengan jiwa terdapat perbedaan.
Terakhir, Markus 12:30 mengatakan, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu (pikiranmu), dan dengan segenap kekuatanmu." Di sini ada empat bagian yang berbeda : hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. Jika kita menggabungkan semua ayat ini, kita akan memahami bahwa di dalam kita terdapat sejumlah bagian yang berbeda selain berbagai bagian tubuh kita.
Satu Tesalonika 5:23 menerangkan bahwa kita terdiri dari roh, jiwa, dan tubuh; Mazmur 51 mewahyukan bagian-bagian dalam berikut bagian yang tersembunyi. Bagian-bagian dalam adalah bagian-bagian jiwa, yang dibuktikan oleh perbandingan antara Ibrani 8:10 dengan Yeremia 31:33. Di sana "pikiran" dikutip sebagai satu variasi dari "bagian-bagian dalam" itu. Sebagaimana bagian-bagian dalam adalah bagian-bagian jiwa, maka bagian yang tersembunyi ini adalah roh. Dari semua bagian itu, rohlah yang paling tersembunyi di batin kita. Bagian yang paling dalam ini tidak saja tersembunyi di dalam tubuh, bahkan tersembunyi di dalam jiwa. Sebab itu, ada bagianbagian luar dari tubuh, ada bagian-bagian dalam dari jiwa, dan ada pula bagian yang tersembunyi dari roh.
KETIGA BAGIAN DARI JIWA
PIKIRAN, TEKAD, EMOSI
Baik jiwa maupun roh masing-masing memiliki tiga bagian. Kita harus mengungkapkan apakah ketiga bagian dari jiwa dan roh ini. Kita pun harus menjelaskan/mendefmisikan hati. Satu Tesalonika 5:23 menerangkan bahwa kita adalah manusia yang memiliki tiga bagian - roh, jiwa, dan tubuh - tetapi ayat ini tidak menyebut hati. Apakah hati itu, dan bagaimana kita menghubungkannya dengan bagian-bagian dalam dan bagian yang tersembunyi itu?
Firman Allah dengan jelas dan tegas membuktikan bahwa jiwa terdiri dari tiga bagian - pikiran, tekad, dan emosi. Dalam diagram di bawah ini dilukiskan bahwa bagian yang terang adalah jiwa :
Diagram
Amsal 2:10 mengatakan bahwa jiwa perlu pengetahuan. Perhatikan pula Amsal 19:2 dan 24:14. Karena pengetahuan merupakan fungsi pikiran, hal ini membuktikan bahwa pikiran adalah sebagian dari jiwa. Ketiga ayat dari Amsal tadi memberi tahu kita bahwa kita perlu memiliki pengetahuan di dalam jiwa. Kemudian, Mazmur 139:14 mengatakan, jiwa menyadari/ mengetahui. Mengetahui adalah sesuatu yang berasal dari jiwa. Mazmur 13:3 mengatakan bahwa jiwa memperhatikan atau mempertimbangkan, yang ditujukan kepada pikiran. Ratapan 3:20 menerangkan bahwa kenangan/ingatan berasal dari jiwa. Itu berarti, jiwa dapat mengingat sesuatu. Dari ayat-ayat ini kita dapat melihat bahwa dalam jiwa ada satu bagian yang dapat mengetahui, memperhatikan, dan mengingat. Bagian ini disebut pikiran.
Bagian kedua dari jiwa ialah tekad. Ayub 7:15 mengatakan, jiwa memilih. Memilih sesuatu merupakan keputusan yang dibuat oleh perbuatan tekad. Ini membuktikan bahwa tekad pasti sebagian dari jiwa. Ayub 6:7 mengatakan, jiwa menolak. Memilih maupun menolak, keduanya adalah fungsi jiwa. Satu Tawarikh 22:19 mengatakan, "Arahkanlah jiwamu untuk mencari TUHAN." Seperti kita mengarahkan pikiran kita untuk berpikir, maka kita pun mengarahkan jiwa kita untuk mencari. Sudah tentu ini berarti jiwa mengambil keputusan yang membuktikan bahwa tekad pasti adalah sebagian dari jiwa. Kemudian dalam Bilangan 30, "Mengikat jiwanya" disebut sebanyak sepuluh kali. Ketika membaca pasal ini, kita mengerti bahwa mengikat jiwa berarti mengambil keputusan. Itu ditujukan kepada suatu sumpah yang diambil kepada Tuhan. Mengambil satu keputusan untuk mengikat jiwa berarti membuat sumpah kepada Tuhan. Jadi, terbuktilah bahwa tekad pasti adalah sebagian dari jiwa. Mazmur 27:12; 41:3 dan Yehezkiel 16:27 menerjemahkan kata Ibrani "jiwa" sebagai "tekad". Doa yang diucapkan Pemazmur, dalam bahasa aslinya berarti, "Jangan serahkan aku kepada jiwa musuhku." Ini membuktikan dengan jelas bahwa tekad pasti sebagian dari jiwa.
Emosi merupakan bagian ketiga dari jiwa. Emosi mengandung banyak aspek, antara lain : kasih, benci, senang, duka, dan seterusnya. Kesemuanya itu merupakan ekspresi emosi. Referensi tentang kasih terdapat dalam 1 Samuel 18:1, Kidung Agung 1:7, dan Mazmur 42:2. Ayat-ayat tersebut memperlihatkan bahwa kasih adalah sesuatu yang berada dalam jiwa. Jadi, terbukti juga bahwa dalam jiwa ada organ atau fungsi seperti emosi ini. Tentang benci, perhatikan 2 Samuel 5:8, Mazmur 107:18, dan Yehezkiel 36:5. Ayat-ayat ini menerangkan bahwa benci adalah suatu perbuatan dari jiwa. Karena benci merupakan satu ekspresi emosi, maka ayat-ayat ini membuktikan emosi pasti adalah sebagian dari jiwa.
Terjemahan yang lebih baik dari Yehezkiel 36:5 terdapat dalam Alkitab versi American Standard, yang memakai istilah "kebencian jiwa". Itu berarti tidak senang atau benci dari jiwa. Senang, satu unsur dari emosi, juga adalah sebagian dari jiwa, seperti terlihat dalam Yesaya 61:10 dan Mazmur 86:4, sekali lagi membuktikan emosi adalah sebagian dari jiwa. Lalu ada masalah tentang duka yang disebut dalam 1 Samuel 30:6 dan Hakim-hakim 10:16. Duka merupakan ekspresi lain dari jiwa. Aspek lainnya ialah damba/ingin : 1 Samuel 20:4, Mangan 14:26, Yehezkiel 24:25, dan Yeremia 44:14. Mengenai Yehezklel 24:25 dan Yeremia 44:14, artinya yang tepat telah didapatkan setelah versi American Standard dicocokkan dengan Konkordansi Young atau Strong. Damba/ingin merupakan satu unsur emosi, terlihat dalam ayat-ayat ini sebagai unsur dalam lingkungan jiwa.
Ayat-ayat ini menegakkan dasar untuk membuktikan ketiga bagian dari jiwa : pikiran, tekad, dan emosi. Dalam Alkitab sulit ditemukan bagian-bagian tambahan yang mana pun dari jiwa, sebab ketiga bagian ini meliputi seluruh fungsi jiwa. Pikiran merupakan bagian utama, disusul oleh tekad dan emosi. Inilah ayat-ayat yang paling baik yang mewahyukan ketiga bagian dari jiwa itu.
KETIGA BAGIAN DARI ROH - HATI NURANI,
KOMUNIKASI, INTUISI
Adalah hal yang menarik bila kita memperhatikan adanya tiga persona dari ke-Allahan, tiga bagian dari diri manusia, tiga bagian dalam dari jiwa, dan juga tiga bagian dari roh. Semuanya terdiri dari tiga bagian. Alkitab juga mewahyukan adanya tiga bagian dari kemah pertemuan, bangunan Allah. Tiga merupakan angka yang pokok. Bahkan bahtera Nuh pun terdiri dari tiga tingkat. Dalam kemah pertemuan, angka tiga dipakai berulang-ulang. Sebagai contoh, lebar sepotong papan adalah satu setengah hasta. Ketika kedua papan itu digandeng menjadi sepasang, maka lebarnya akan berjumlah tiga hasta. Ini berarti, angka tiga merupakan satu unit lengkap.
Karena itu, roh adalah satu unit yang lengkap, yang tersusun dari tiga bagian atau fungsi : hati nurani, komunikasi, dan intuisi. Bagian yang terang dalam diagram berikut ini melukiskan bagian-bagian dari roh.
Diagram
Untuk mengerti hati nurani itu mudah. Kita semua mengenal organ ini. Membedakan yang benar dari yang salah adalah fungsi hati nurani. Menghakimi atau membenarkan itulah fungsi lainnya yang ada padanya. Memahami komunikasi juga mudah. Komunikasi adalah persekutuan kita dengan Allah. Dalam roh kita, fungsi yang demikian memungkinkan kita untuk berkontak dengan Allah. Dengan kata yang sederhana, komunikasi berarti menyentuh Allah. Namun untuk memahami intuisi tidak begitu mudah. Intuisi berarti suatu perasaan/ kesadaran atau pengetahuan yang langsung. Dalam roh kita ada perasaan langsung yang demikian, yang tanpa alasan, tanpa pengaruh keadaan sekitar, atau latar belakang. Itu merupakan perasaan yang tanpa alasan, ya, itulah satu perasaan yang tidak "masuk akal". Itulah satu perasaan dari Allah dan pengetahuan dari Allah secara langsung. Fungsi ini ialah apa yang kita sebut intuisi dari roh. Jadi, roh itu diketahui melalui fungsi hati nurani, komunikasi, dan intuisi.
Namun ketiga bagian dalam roh manusia ini harus dibuktikan dengan Alkitab. Pertama, hati nurani terdapat dalam Roma 9:1, "Suara hatiku (hati nurani) turut bersaksi dalam Roh Kudus." Bandingkan Roma 9:1 dengan Roma 8:16, hati nurani terletak dalam roh manusia. Pada satu pihak, Roh Kudus bersaksi bersama roh kita, di pihak lain, hati nurani kita bersaksi dengan Roh Kudus. Ini membuktikan bahwa hati nurani pasti adalah satu fungsi dari roh kita. Dalam 1 Korintus 5:3 Rasul Paulus berkata bahwa di dalam rohnya, ia menghakimi orang yang berbuat dosa. Menghakimi berarti menghukum atau membenarkan, itulah perbuatan dari hati nurani. Tetapi rasul berkata, "Dalam rohku, aku menghakimi" (Tl.). Ini menguatkan bahwa fungsi menghukum atau membenarkan terdapat dalam roh; sebab itu hati nurani berada di dalam roh. Mazmur 51:12 mengatakan tentang "roh yang benar di dalamku" (Tl.), berarti satu roh yang benar. Mengetahui yang benar dari yang salah itu berkaitan dengan hati nurani, maka ayat ini pun membuktikan hati nurani berada dalam roh. Mazmur 34:19 ditujukan kepada "Satu roh yang menyesal" (aslinya). Menyesal berarti menyadari bahwa kita bersalah. Dengan kata lain, kita menegur dan menghukum diri sendiri, ini adalah satu fungsi dari hati nurani. "Satu roh yang menyesal" menunjukkan bahwa hati nurani berkaitan dengan roh. Ulangan 2:30 mengatakan, "Supaya tegar rohnya" (aslinya), itu berarti hati nuraninya yang tegar. Tegar dalam roh berarti tidak memperhatikan hati nurani. Bila kita membuang perasaan dalam hati nurani, kita akan menjadi tegar dalam roh. Ayat-ayat tersebut memberikan dasar yang terkuat bagi fakta bahwa fungsi hati nurani berada dalam roh manusia.
Mari kita maju mendapatkan dasar Alkitab bagi komunikasi. Yohanes 4:24 menerangkan kepada kita bahwa kita harus menyembah Allah dalam roh kita. Untuk menyembah Allah, kita memerlukan penyembahan dalam roh. Menyembah Allah berarti berkontak dengan Allah dan bersekutu dengan-Nya. Ayat ini membuktikan bahwa fungsi penyembahan atau persekutuan berada dalam roh kita. Dalam Roma 1:9, Rasul Paulus berkata, "Allah yang kulayani dengan segenap rohku" (Tl.). Melayani Allah juga merupakan satu penyataan dari komunikasi dengan Allah. Karena itu, ini pun membuktikan bahwa organ untuk persekutuan/komunikasi berada dalam roh kita. Roma 7:6 harus ditambahkan, "Kita melayani dalam kebaruan roh" (aslinya). Dengan kata lain, pelayanan terutama adalah berkomunikasi dengan Tuhan di dalam roh kita.
Mari kita renungkan Efesus 6:18. Alkitab Perjanjian Baru bahasa Inggris yang bersisipan bahasa Yunani menerjemahkan ayat ini sebagai "berdoa senantiasa di dalam roh." Di muka kata roh tanpa kata sandang, juga tidak dengan huruf besar. Itu bukan Roh Kudus, melainkan roh manusia. Berdoa berarti berkomunikasi dengan Allah. Berdoa dalam roh menunjukkan bahwa bersekutu dengan Allah adalah masalah di dalam roh. Lukas 1:47 mengatakan, "Rohku bersukaria dalam Allah" (aslinya). Ini berarti roh manusia telah berkontak dengan Allah. Sekali lagi, berkomunikasi dengan Allah merupakan satu fungsi di dalam roh. Lalu, Roma 8:16, "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita." Ayat ini sangat jelas, sebab ia memperlihatkan bahwa bersekutu dengan Allah harus sekaligus berada dalam roh kita dan Roh Allah. Satu Korintus 6:17 mengatakan, "Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia." Persekutuan yang sejati berarti kita menjadi satu roh dengan Tuhan. Persekutuan ini berada dalam roh. Semua ayat ini sudah cukup untuk membuktikan bahwa fungsi komunikasi berada di dalam roh manusia.
Bagaimana tentang intuisi? Walau sukar untuk menemukan dasar Alkitab bagi fungsi ini, tetapi ada beberapa ayat dapat kita temukan. Satu Korintus 2:11 mewahyukan bahwa roh manusia dapat mengetahui apa yang tidak dapat diketahui jiwa. Roh kita dapat membedakan apa yang tidak dapat dibedakan oleh jiwa. Ini membuktikan bahwa ada sesuatu yang ekstra di dalam roh kita. Kalau jiwa kita dapat mengetahui sesuatu melalui alasan atau melalui pengalaman lingkungan, roh manusia dapat membedakan/mengenal sesuatu tanpa semuanya ini. Perasaan langsung ini menunjukkan bahwa intuisi berada dalam roh kita. Markus 2:8 mengatakan, "Mengetahui dalam rohnya" (aslinya), Markus 8:12 mengatakan, "Maka mengeluhlah ia dalam rohnya" (Tl.). Yohanes 11:33 mengatakan, "Maka masygullah rohnya" (Tl.). Mengetahui, mengeluh, dan masygul di dalam roh kita itu semua berasal dari perasaan langsung dari pentamyizan yang tidak bersandar pada alasan. Inilah yang kita sebut intuisi, yaitu fungsi ketiga dari roh kita.
Sekarang kita mempunyai dasar Alkitab bagi keenam bagian ini : tiga bagian dari jiwa dan tiga bagian dari roh.
KEEMPAT BAGIAN DARI HATI –
PIKIRAN, TEKAD, EMOSI, HATI NURANI
Lalu, apakah hati? Hati bukan satu bagian yang terpisah sebagai tambahan jiwa dan roh, melainkan satu komposisi dari seluruh bagian jiwa dan bagian pertama dari roh. Hati mencakup pikiran, tekad, dan emosi ditambah satu bagian dari roh, yaitu hati nurani. Bagian yang terang dalam diagram di bawah ini melukiskan bagian-bagian yang membentuk hati ini.
Diagram
Manusia dalam segenap insaninya tidak mungkin mempunyai lebih dari tiga bagian utama ini. Sebagai manusia, kita memiliki satu tubuh, jiwa, dan roh. Kita tidak mempunyai bagian yang keempat dan yang terpisah sendiri, yang disebut hati.
Sekarang kita perlu menegaskan bahwa pikiran, bagian pertama dari jiwa, adalah satu bagian dari hati. Matius 9:4 mengatakan, "Memikirkan di dalam hatimu." Karena itu, dalam hati, orang dapat berpikir. Karena proses berpikir itu berada dalam pikiran, itu membuktikan bahwa pikiran merupakan sebagian dari hati. Kejadian 6:5 mengatakan, "Angan-angan hatinya" (aslinya). Angan-angan adalah sesuatu yang berasal dari pikiran, tetapi Kejadian 6:5 mengatakan, angan-angan berasal dari hati. Demikian pula terlihat dalam Ibrani 4:12, "Angan-angan hati" (aslinya). Ketiga ayat ini cukup membuktikan bahwa pikiran, satu organ dari jiwa, adalah bagian dari hati.
Tekad tertampak dalam Kisah Para Rasul 11:23 : "Maksud hati" atau "kehendak dalam hati". Kehendak merupakan satu fungsi dari tekad, tetapi dalam Kisah Para Rasul ia adalah sesuatu yang berasal dari hati. Ini menunjukkan bahwa tekad pun sebagian dari hati. Ibrani 4:12 menyatakan tentang "maksud hati". Maksud ini sepadan dengan kehendak, yang berasal dari tekad. Ini juga membuktikan bahwa tekad adalah sebagian dari hati. Ada lebih banyak ayat, tetapi dua ayat ini sudah cukup. Menurut standar Alkitab, dua saksi saja sudah cukup.
Emosi terdapat dalam Yohanes 16:22, yang mengatakan, "Hatimu akan bergembira". Bergembira adalah satu unsur dari emosi, tetapi di sini Tuhan mengatakan, "hati bergembira". Hal Ini menguatkan bahwa emosi juga sebagian dari hati. Dalam pasal yang sama Tuhan berkata, "Hatimu berdukacita" (ayat 6). Dukacita juga unsur dari emosi. Karena itu kedua ayat ini membenarkan bahwa emosi juga sebagian dari hati.
Mengenai hati nurani, Ibrani 10:22 mengatakan, "Hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat." Kita nampak bahwa hati nurani sangat berkaitan dengan hati. Bila kita ingin mempunyai hati yang murni, kita harus memiliki hati nurani yang tanpa salah. Hati nurani kita harus dibersihkan agar kita memiliki hati yang murni. Jadi, tidak dapat disangsikan, hati nurani merupakan sebagian dari hati. Satu Yohanes 3:20 menyebutkan bahwa "hati kita menuduh". Menuduh adalah fungsi hati nurani. Karena itu ayat ini membuktikan bahwa hati nurani juga merupakan salah satu bagian dari hati.
Demikianlah Alkitab telah membuktikan bahwa semua bagian jiwa dan bagian pertama roh : pikiran, tekad, emosi, dan hati nurani, empat bagian ini, tersusun menjadi hati.