MEMBANGUN GEREJA
Minggu ke-7 – Senin Doa Baca: Mat. 16:18
"Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya."
GEREJA ADALAH TUJUAN AKHIR
Gereja adalah tujuan akhir Allah. Tujuan Allah tidak saja mendapatkan banyak orang beriman pribadi, melainkan mau mendapatkan satu gereja yang korporat, bisa menjadi rumah-Nya, menjadi Tubuh Anak-Nya. Gereja ini adalah ekspresi Allah. Gereja adalah rumah Allah, mengekspresikan Allah Bapa; juga Tubuh Kristus, mengekspresikan Kristus yang menjadi perwujudan Allah Tritunggal.
Gereja dalam bahasa Yunani adalah ekklesia, adalah perhimpunan orang yang terpanggil ke luar. Pada zaman kuno bila penduduk satu kota dihimpun menjadi satu, perhimpunan itu adalah ekklesia. Dalam Injil Matius Tuhan Yesus memakai perkataan ini untuk menyatakan gereja. Gereja adalah perhimpunan orang yang dipanggil ke luar oleh Allah untuk diri-Nya. Kaum Saudara lebih suka memakai kata assembly. Saya percaya kata ini lebih baik daripada kata church, karena kata church sudah dirusak oleh orang.
NUBUAT KRISTUS AKAN MEMBANGUN GEREJA
DI ATAS BATU KARANG INI
Dalam Matius 16, Tuhan mengatakan, Ia akan membangun gereja-Nya, yaitu Tubuh-Nya, di atas batu karang ini. Batu karang ini di satu aspek mengacu kepada diri Kristus, di aspek lain mengacu kepada wahyu yang dilihat oleh rasul. Alkitab memperlihatkan kepada kita, Tubuh Kristus, di satu pihak terbangun di atas diri Kristus, dengan Kristus sebagai dasar (1 Kor.3:11); di pihak lain terbangun di atas dasar rasul-rasul dan nabi-nabi (Ef.2:20), yaitu wahyu yang mereka lihat, juga seluruh Perjanjian Baru.
Kali pertama Alkitab menyinggung gereja adalah dalam Matius 16. Meskipun Perjanjian Lama mempunyai banyak simbol yang melambangkan gereja, tetapi dalam Perjanjian Lama tidak ada kata gereja. Sebab itu gereja dalam Perjanjian Lama adalah satu misteri yang tersembunyi di dalam Allah. Baik Adam, Nuh, Abraham, Musa, Daud maupun Yesaya tidak mengetahuinya. Kaum saleh Perjanjian Lama tidak mengetahui untuk apa mereka takut kepada Allah, dan melayani Allah, mengapa Allah memelihara mereka. Mereka hanya mengetahui Mesias adalah Kristus yang akan datang. Mereka dengan gairah menantikan kedatangan-Nya untuk mendirikan Kerajaan Surga di bumi. Mereka tidak tahu yang ingin Allah dapatkan adalah satu gereja sebagai Tubuh Kristus. Sampai Perjanjian Baru, ketika Yohanes datang, ia menyuruh orang bertobat dan percaya kepada Injil. Tuhan Yesus meneruskan yang diberitakan Yohanes, lalu Petrus, Yakobus, Yohanes, dan lain-lain menerimanya. Tuhan menetapkan dua belas orang dari antara mereka menjadi rasul, mereka juga memberitakan Injil. Tetapi orang-orang ini sedikitpun tidak mengerti kesemuanya ini adalah untuk gereja.
TIDAK SAJA HARUS MENGENAL KRISTUS,
JUGA HARUS MENGENAL GEREJA
Pada suatu hari Tuhan membawa murid-murid ke daerah Kaisarea Filipi, lalu bertanya kepada mereka, "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Petrus menjawab, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" (ay.16). Ia mendapatkan wahyu, melihat Tuhan Yesus menurut jabatan-Nya adalah Yang diurapi Allah, untuk merampungkan kehendak Allah; menurut identitas-Nya, adalah Anak Allah, adalah perwujudan Allah. Petrus mengucapkan perkataan yang menggemparkan langit dan bumi. Tuhan segera berkata kepadanya, bukan manusia yang menyatakan kepadanya, melainkan Allah Bapa yang mewahyukan kepadanya Tuhan juga memberitahu dia, "Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku" (ay.18). Tuhan lebih lanjut memperlihatkan kepadanya, hanya mengenal Dia adalah Kristus masih kurang, perlu mengenal di atas diri-Nya Ia akan membangun satu gereja. Dia hanya sebagai Kepala, perlu satu Tubuh, yaitu gereja, menjadi pasangan-Nya. Kepala tidak bisa terpisah dari tubuh: Kristus dan gereja adalah misteri yang amat besar (Ef. 5:32). Kita tidak saja harus mengenal Kristus, juga harus mengenal gereja.
Minggu ke-7 – Selasa Doa Baca: Ef. 4:11-12
"Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus."
ORANG YANG BERKARUNIA MELENGKAPI KAUM SALEH,
SUPAYA MEREKA LANGSUNG MELAKUKAN
PEKERJAAN PEMBANGUNAN
Dalam Efesus 2 kita nampak orang yang berkarunia dihasilkan oleh Kepala Tubuh dalam kebangkitan-Nya. Mereka pernah menjadi tawanan di tangan Iblis. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus menyelamatkan mereka dari tangan Iblis. Tawanan-tawanan yang diselamatkan ini, melalui proses penebusan Kristus yang sempurna, sudah terbentuk menjadi karunia. Dalam kenaikan-Nya ke surga, Ia membawa mereka dan mempersembahkan mereka sebagai hadiah kepada Bapa, Bapa juga mengembalikan karunia-karunia ini kepada Kristus, kemudian Kristus memberikan mereka kepada Tubuh-Nya, untuk menggenapi kaum saleh, untuk pembangunan Tubuh ini.
Kita perlu nampak, orang yang berkarunia tidak langsung membangun Tubuh Kristus. Bahkan Kepala Tubuh juga tidak langsung membangun Tubuh. Dalam Matius 16:18 Ia berkata, "Aku akan mendirikan Jemaat-Ku." Namun dalam pelaksanaan praktis pembangunan gereja, Kristus, Kepala Tubuh ini tidak langsung membangun. Orang yang berkarunia harus melengkapi kaum saleh. Menggenapi kaum saleh adalah membangun mereka, memperlengkapi mereka, dan menyuplai mereka untuk segala yang diperlukan dalam pekerjaan. Namun kaum saleh langsung melakukan pembangunan, Kepala dan orang yang berkarunia tidak langsung mengerjakan pembangunan.
TUJUAN PENGGENAPAN KAUM SALEH
ADALAH UNTUK MEMBANGUN TUBUH KRISTUS
Untuk membangun Tubuh Kristus, Kepala memberi beberapa rasul, beberapa nabi, beberapa pemberita Injil, beberapa gembala dan pengajar (Ef. 4:11-12). Pekerjaan mereka adalah "Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan Tubuh Kristus" (Ef. 4:12). Orang yang berkarunia menggenapi kaum saleh melakukan yang mereka kerjakan. Kaum saleh digenapi melakukan pekerjaan ministri membangun Tubuh Kristus. Rasul-rasul menggenapi kaum saleh menunaikan fungsi rasul. Pekerjaan nabi adalah menggenapi kaum saleh menuturkan Allah, mengucapkan Allah ke dalam manusia. Bertutur sabda adalah menyuplaikan Kristus, membagikan Kristus ke dalam orang yang dipilih Allah, yang ditebus Kristus. Pemberita Injil menggenapi kaum saleh melakukan pekerjaan pemberitaan Injil. Gembala dan pengajar menggenapi kaum saleh dengan mengajar menggembala orang. Ketika kita mengajar, kita juga menggembala; ketika kita menggembala, kita juga mengajar. Menggembala dan mengajar tidak seharusnya dipisahkan, keduanya harus jalan bersamaan. Satu Korintus 12:28 mengatakan, Allah telah menetapkan segala karunia di dalam gereja. Dalam sejarah gereja, setiap abad Kristus telah memberikan karunia-karunia ini kepada gereja-Nya. Pada hari ini Dia juga melakukan pekerjaan yang sama.
SAMPAI KITA SEMUA
(ORANG YANG BERKARUNIA DAN KAUM SALEH)
TELAH MENCAPAI KESATUAN IMAN
DAN PENGETAHUAN YANG BENAR TENTANG ANAK ALLAH,
KEDEWASAAN PENUH, DAN TINGKAT PERTUMBUHAN
YANG SESUAI DENGAN KEPENUHAN PERAWAKAN KRISTUS
Kaum saleh digenapi, tujuannya adalah untuk pekerjaan ministri, untuk membangun Tubuh Kristus, sampai kita semua (orang yang karunia dan kaum saleh) telah mencapai kesatuan iinan dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan perawakan Kristus. Membangun Tubuh Kristus adalah perkara yang terus berkelanjutan. Kita berada dalam proses pembangunan, kita juga berada di atas jalan pembangunan, sampai kita semua mencapai kesatuan dalam pelaksanaan.
Catatan:
Minggu ke-7 – Rabu Doa Baca: Ef. 4:15a
'Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih."
MEMBANGUN TUBUH KRISTUS
Dalam Efesus pasal 1 dan 2 Paulus memberi tahu kita, gereja itu apa? Gereja adalah hasrat yang diperkenan Allah, yang berasal dari Dia, Tritunggal ilahi ini. Bahan gereja adalah orang dosa yang mati dalam pelanggaran dan dosa. Tetapi Allah melalui inkarnasi, naik ke salib, merampungkan kematian yang almuhit, melewati kebangkitan, naik ke surga. Melalui proses-proses ini, orang dosa yang terpilih dicipta ulang, dibentuk lagi, dilahirkan kembali, menjadi orang yang hidup kembali, yang bangkit dalam Kristus, dan orang yang bersama Kristus naik ke surga, bersama-sama duduk di surga. Mereka menjadi karya agung Allah, yaitu manusia baru. Dalam Efesus pasal 3, Paulus memperlihatkan kepada kita, karya agung ini berasal dari rencana Allah dan jabatan pengurus rumah tangga Allah. Sampai Efesus pasal 4, Paulus memperlihatkan kepada kita aspek lain dari gereja. Dari sudut yang lain, yaitu dari sudut membangun Tubuh Kristus, Dia membicarakan Tubuh Kristus. Tubuh organik Kristus ini perlu dibangun.
BAGI PEKERJAAN MINISTRI --
BAGI PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS
Efesus 4:12 mengatakan, orang yang berkarunia "Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan (ministri), bagi pembangunan Tubuh Kristus." Menurut susunan tata bahasa, pekerjaan ministri adalah membangun Tubuh Kristus. Penggenapan adalah untuk pekerjaan ministri, yaitu pembangunan Tubuh Kristus. Menggenapi kaum saleh untuk pekerjaan ministri, ministri ini adalah satu-satunya ministri dalam Perjanjian Baru. Beribu-ribu orang beriman mungkin melakukan satu pekerjaan yang mempunyai seribu bagian, tetapi setiap bagian seharusnya untuk pekerjaan unik dari ministri yang unik, untuk membangun Tubuh Kristus. Paulus membicarakan pembangunan Tubuh Kristus, bukan membicarakan membangun gereja. Paulus tidak menekankan membangun gereja menjadi satu organisasi, tetapi menekankan membangun Tubuh menjadi organisme. Tujuan menggenapi kaum saleh adalah untuk pekerjaan ministri, untuk membangun Tubuh Kristus menjadi organisme.
TUBUH KRISTUS MEMBANGUN DIRI SENDIRI DALAM KASIH
Efesus 4:15-16 mengatakan, "Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala. Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota -- menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih."
DENGAN TEGUH BERPEGANG KEPADA KEBENARAN
DI DALAM KASIH
Efesus 4:15 memperlihatkan kepada kita, untuk membangun Tubuh Kristus, pertama harus dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih. Segala sesuatu dalam alam semesta adalah sia-sia, kosong, tidak ada kebenaran. Dilihat menurut Surat Efesus, dalam alam semesta hanya ada tiga hal yang memiliki kebenaran, yang bisa tinggal sampai selamanya. Pertama, ekonomi Perjanjian Baru. Ini paling riil, paling benar, perlu kita pegang dalam kasih. Kasih ini bukan kasih kita sendiri, melainkan kasih Allah dalam Kristus, menjadi kasih di dalam kita. Melalui kasih ini, kita mengasihi Allah, mengasihi Kristus, mengasihi gereja. Kita harus di dalam kasih ini berpegang kepada ekonomi Allah. Kedua, Kristus yang almuhit. Kristuslah yang paling benar, doktrin, isme, dan pengajaran yang berbeda semuanya bukan yang benar. Kita harus berpegang kepada Kristus, jangan mau yang lain. Ketiga, gereja yang menjadi Tubuh Kristus -- organisme. Gereja juga yang benar, bisa tinggal sampai selamanya, karena dia adalah Tubuh Yang Benar itu -- Kristus. Kalau kita mau membangun Tubuh Kristus, harus berpegang kepada tiga hal ini, yang lainnya tidak perlu dipegang.
Catatan:
Minggu ke-7 – Kamis Doa Baca: Ef. 4:15b
"Kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala."
BERTUMBUH DALAM SEGALA HAL KE ARAH DIA, KRISTUS,
YANG ADALAH KEPALA
Kalau kita mau membangun Tubuh Kristus, juga perlu dalam segala hal bertumbuh ke dalam Kristus yang adalah Kepala (Ef. 4:15). Meskipun kita sudah beroleh selamat, tetapi dalam banyak hal kita masih di luar Kristus, kita masih perlu dalam setiap hal bertumbuh ke dalam Kristus. Misalnya ketika saudari-saudari hendak membuat baju, sering memilih model, warna, dan bahan menurut keputusannya sendiri, tidak membiarkan Tuhan menjadi Tuan. Saudara-saudara memelihara model rambut yang panjang atau pendek, sering tidak membiarkan Kristus menjadi Tuan. Dalam banyak. hal kita tidak membiarkan Kristus menjadi Tuan. Karena dalam hal-hal, itu, kita tidak di dalam Tuhan, tetapi di luar Tuhan. Sebab itu, kita harus bertumbuh besar, dalam setiap hal bertumbuh ke dalam Tuhan. Dalam hal ini kita perlu mengakui otoritas Kristus sebagai Kepala. Ketika saudari-saudari hendak membuat baju, mereka harus berdoa kepada Tuhan, "Tuhan! Aku bukan tuan, Engkaulah Tuan. Pakaian ini seharusnya bermodel apa, berwarna apa, dengan bahan apa, semuanya Engkau yang menentukan." Jika demikian, Anda akan bertumbuh ke dalam Kristus. Selanjutnya, kita masih perlu membiarkan Kristus meluas, bertumbuh besar di dalam setiap bagian batin kita. Ketika Kristus bertumbuh di dalam Anda, Anda juga bertumbuh di dalam Dia. Sesungguhnya, pertumbuhan hayat ini bukan Anda yang bertumbuh, tetapi Tuhan Yesus yang bertumbuh di dalam Anda. Untuk ini perlu Anda memberi Dia kedudukan, mengakui otoritas-Nya, memberikan hal utama Anda kepada-Nya, biar Dia mempunyai kedudukan di dalam Anda. Maka Dia akan menguasai seluruh diri Anda, dan bertumbuh di dalam Anda, dan Anda juga akan bertumbuh di dalam hayat-Nya, dalam segala hal bertumbuh ke dalam Kristus yang sebagai Kepala.
Dari-Nyalah (Kepala) Seluruh Tubuh
Pertama kaum saleh dalam segala hal bertumbuh ke dalam Kepala. Kemudian dari-Nya, seluruh Tubuh mengalirkan suplai hayat kepada seluruh anggota Tubuh, untuk membangun Tubuh. Semua orang yang dipilih dan ditebus Allah, cepat atau lambat pasti mencapai dalam segala hal bertumbuh ke dalam Kepala. Dalam pertumbuhan ini, suplai hayat disalurkan kepada seluruh anggota Tubuh, untuk membangun Tubuh Kristus. Kita telah mendapatkan kuncinya, yaitu menyalurkan Kristus ke dalam kaum saleh sebagai suplai hayat. Kita masih perlu banyak belajar, dengan demikian kita bisa memberi lebih banyak suplai hayat kepada orang lain. Beban saya bukan memberi lebih banyak pengajaran, lebih banyak pengetahuan, dan lebih banyak tafsiran Alkitab kepada kaum saleh. Beban saya adalah lebih banyak menyalurkan Kristus sebagai suplai hayat. Saya mengharapkan kita semua bisa memperhatikan Kristus menjadi suplai hayat. Lupakanlah benar salah, baik jahat, betul salah! Perhatikanlah saja Kristus menjadi hayat dan suplai hayat kita.
Setelah memiliki Kepala sebagai sumber, seluruh Tubuh mengalirkan suplai hayat kepada semua anggota Tubuh, untuk membangun Tubuh. Ketika satu anggota tubuh jasmani kita luka, tubuh kita dengan suplai hayat menunjang bagian yang luka itu. Dalam Tubuh Kristus kita seharusnya melakukan hal yang sama. Kalau ada satu anggota Tubuh Kristus lemah atau luka, kita tidak seharusnya membicarakan anggota Tubuh ini, tidak perlu mengeritik atau menyalahkan dia. Kita harus dengan suplai hayat menunjang anggota Tubuh yang luka. Kita bisa menyuplai seberapa banyak hayat kepada anggota yang ada keperluan, tergantung pada seberapa banyak kita menerima suplai hayat dari Kepala. Kalau saya tidak menerima suplai hayat dari Kepala, dengan apa saya menyuplai anggota Tubuh yang lain? Kita harus dalam segala hal bertumbuh ke.dalam dia, supaya kita bisa mendapat suplai hayat. Kemudian kita mempunyai suplai hayat untuk disalurkan kepada orang lain, dan dengan ini menyuplai orang lain.
Catatan:
Minggu ke-7 – Jumat Doa Baca: Ef. 4:16a
"Dari pada-Nyalah seluruh Tubuh, -- yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--"
BERHUBUNGAN ERAT MENJADI SATU
DAN BERGABUNG MENJADI SATU
Tubuh Kristus perlu dengan erat berhubungan menjadi satu, dan bergabung menjadi satu. Melalui sendi-sendi, kita berhubungan dengan erat, dan melalui pengagungan setiap bagian kita menjadi satu. Tubuh jasmani kita memiliki dua macam anggota tubuh sendi dan setiap bagian, Tubuh Kristus juga sama. Sendi-sendi tubuh perlu berhubungan, setiap bagian tubuh perlu bergabung.
Dengan erat berhubungan menjadi satu, adalah dengan harmonis bergandengan menjadi satu, dan dengan erat bekerja sama menjadi satu. Sendi-sendi tubuh jasmani kita harus bergandengan dengan harmonis, dan bekerja sama dengan erat, kalau tidak tubuh kita pasti sangat menderita. Ada orang seperti sendi dalam gereja. Alkitab memberi tahu kita, Petrus, Yakobus, dan Yohanes, saudara-saudara ini adalah tiang gereja (Gal. 2:9), adalah sendi. Sendi seharusnya bergandengan menjadi satu dengan harmonis, kemudian baru bisa terbangun.
Setiap bagian Tubuh Kristus juga perlu bergabung menjadi satu, yaitu melalui pertumbuhan hayat bergabung erat dengan kuat. Bergabung menjadi satu adalah teranyam menjadi satu tubuh. Setiap batu pada bangunan yang terbuat dari batu, karena bergabung erat menjadi satu, teranyam dan tergabung menjadi satu. Kita dalam Tubuh Kristus melalui pertumbuhan hayat bergabung menjadi satu, bergabung erat menjadi satu. Kalau ada beberapa anggota Tubuh dari Tubuh Kristus yang perlu disembuhkan, perlu melalui pertumbuhan hayat sehingga mendapatkan kesembuhan. Semakin menghardik orang, menyalahkan orang, semakin berdebat, atau berbantah-bantahan dengan orang, semakin banyak luka. Cara membawa kita ke luar dari hardikan, menyalahkan orang, perdebatan dan berbantah-bantahan adalah menyeru "O, Tuhan Yesus." Kita perlu melupakan benar salah, baik jahat, betul salah, dan kembali kepada "O, Tuhan Yesus!" Kalau kita bersama-sama menyeru nama Tuhan, kita akan menikmati pohon hayat, menjauhi pohon pengetahuan baik jahat. Menyeru nama Tuhan untuk menikmati Kristus menjadi suplai hayat, akan menghasilkan pertumbuhan hayat. Berhubungan dan bergabung berasal dari pertumbuhan hayat. Kita harus belajar dengan pendirisan melayani kaum saleh, supaya mereka berdasarkan pendirisan dapat bertumbuh besar.
MELALUI RAPI TERSUSUN
(SETIAP SENDI YANG MENYUPLAI DENGAN LIMPAH),
DAN OLEH PELAYANAN SEMUA BAGIANNYA,
SESUAI DENGAN KADAR PEKERJAAN TIAP-TIAP ANGGOTA
Tubuh Kristus melalui setiap sendi yang menyuplai dengan limpah, dan oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota (bagian), rapi tersusun dan diikat menjadi satu. Melalui setiap sendi yang menyuplai dengan limpah, artinya melalui setiap orang berkarunia yang ditulis dalam Efesus 4:11. Sendisendi yang menyuplai dengan limpah ini adalah suplai hayat Kristus yang istimewa. Untuk penghubungan sendi-sendi, dan penggabungan dengan setiap bagian, kita perlu melayankan suplai yang kaya kepada setiap sendi dan setiap bagian. Melalui suplai Kristus yang limpah, setiap anggota Tubuh Kristus mendapatkan perawatan, supaya mereka bertumbuh dalam hayat. Berhubungan dan bergabung semuanya timbul melalui pertumbuhan hayat.
Bergabung menjadi satu adalah oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota. Sendi adalah orang yang berkarunia, setiap bagian mengacu kepada setiap anggota Tubuh Kristus. Setiap anggota Tubuh Kristus mempunyai fungsi, setiap anggota mempunyai kadar. Kita harus menurut kadar kita menunaikan fungsi dan berperilaku di dalam hayat rohani. Penggabungan sejati semua anggota Tubuh berasal dari fungsi setiap bagian menurut kadarnya masing-masing. Kita perlu bersidang menurut yang diwahyukan dalam 1 Korintus 14:16, supaya setiap bagian menurut fungsinya digenapi dan dikembangkan. Cara sidang kekristenan hanya bisa membangun organisasi, tetapi tidak bisa membangun Tubuh Kristus melalui penunaian fungsi semua anggota menurut kadarnya.
Minggu ke-7 – Sabtu Doa Baca: Ef. 4:16b
"Menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih."
MENERIMA PERTUMBUHAN DAN MEMBANGUN DIRINYA DALAM KASIH
Melalui setiap sendi yang menyuplai dengan limpah, dan oleh fungsi setiap bagian yang ada menurut kadarnya, seluruh Tubuh berhubungan dengan erat dan bergabung menjadi satu, lalu Tubuh pelanpelan bertumbuh. Seluruh Tubuh membuat Tubuh pelan-pelan bertumbuh. Bagi tubuh jasmani kita juga demikian. Kalau tubuh kita mendapatkan rawatan yang tepat, dan berfungsi dengan sehat, lalu tubuh kita bertumbuh dalam hayat, ini akan membuat tubuh kita terbangun. Ibu merawat anaknya, tetapi tidak bisa membuat anaknya bertumbuh besar. Mulut anak menerima makanan, lambungnya mencerna makanan. Lalu makanan diserap oleh tubuhnya, dan membuat tubuh bertumbuh besar. Tubuh anak itu sendiri yang membuat dirinya bertumbuh besar. Demikian juga, Tubuh Kristus juga membuat dirinya pelan-pelan bertumbuh besar, membangun dirinya.
Kita telah menunjukkan, dalam Matius 16:18 Tuhan Yesus berkata, "Aku akan mendirikan jemaat-Ku…” Ada orang mungkin mengira kalau Tuhan sudah berkata demikian, jadi tidak perlu orang lain membangun gereja. Tetapi kita harus memahami, Tuhan Yesus tidak secara langsung membangun gereja. Ia membangun gereja, adalah melalui karunia yang diberikan oleh Dia, Sang Kepala ini. Dan karunia membangun Tubuh Kristus adalah melalui merawat dan menggenapi semua anggota Tubuh. Kemudian semua anggota Tubuh yang dirawat dan digenapi, secara langsung membangun Tubuh Kristus. Di sini ada tiga tingkat pembangunan: Pembangunan oleh Kepala adalah memberi karunia, pembangunan oleh karunia adalah menggenapi kaum saleh, kemudian kaum saleh yang telah digenapi secara langsung membangun Tubuh Kristus, dengan demikian membuat Tubuh bertumbuh besar.
DALAM KASIH ILAHI ALLAH DAN KRISTUS YANG DIPAKAI
UNTUK MENGASIHI KITA
Tubuh Kristus membangun diri sendiri dalam kasih. Kasih ini adalah kasih ilahi Allah dan Kristus yang dipakai untuk mengasihi kita. Dengan kasih ilahi ini kita berbalik mengasihi Allah dan Kristus. Dengan kasih yang dipakai oleh Tuhan untuk mengasihi kita, kita mengasihi Tuhan, kita juga memakai kasih ini untuk saling mengasihi. Semua anggota Tubuh pada Tubuh Kristus seharusnya saling mengasihi dengan kasih ilahi. Dalam Injil Yohanes, Tuhan sangat memperhatikan keesaan, dan memperhatikan kita saling mengasihi. Dalam Yohanes 13:34 Tuhan Yesus berkata, "Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu sang mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi." Dalam Yohanes 15 Tuhan mewahyukan, ranting-ranting harus saling mengasihi, supaya dalam hal berbuah mengekspresikan hayat ilahi (Yoh.15:12-17). Untuk membangun Tubuh Kristus, kita harus menjadi satu di dalam Allah Tritunggal, juga harus memakai saling mengasihi dengan kasih ilahi.
Akhir Efesus 4:16 memperlihatkan kepada kita, ketika Tubuh Kristus berhubungan dan bergabung menjadi satu, Tubuh membangun dirinya sendiri (Ef. 4:16b). Pembangunan ini adalah pembangunan di dalam kasih, yaitu pembangunan di dalam elemen dan wilayah kasih ilahi. Pembangunan yang demikian ini adalah pembangunan Tubuh Kristus oleh anggota-anggota Tubuh Kristus secara langsung. Keadaan ini sulit ditemukan di kalangan kekristenan hari ini. Saya mengharapkan dalam pemulihan Tuhan, sekerja kita, orang-orang yang berkarunia, jangan membangun diri sendiri, tetapi harus menggenapi kaum saleh, supaya mereka satu per satu bisa menunaikan fungsi, supaya mereka secara langsung membangun Tubuh Kristus. Semoga Allah memberkati kita, supaya kita bisa nampak visi pembangunan Tubuh Kristus ini.
Catatan:
Minggu ke-8 – Minggu Doa Baca: FIp.1:21
"Karena bagiku hidup adalah Kristus . . ."
KUNCI RAHASIA MEMBANGUN TUBUH KRISTUS
ADALAH MEMPERHIDUPKAN KRISTUS
Gereja perlu dibangunkan, sama seperti anak yang baru lahir perlu terbangun melalui bertumbuh. Kalau anak kecil mau bertumbuh besar memerlukan sinar matahari, udara segar, makanan yang tepat, dan air. Asal dia sering mendapatkan makanan yang tepat, akan bertumbuh besar. Ketika dia bertumbuh besar, dia terbangun. Demikian juga satu gereja yang muda kalau ingin terbangun, faktor dan elemen utama yang diperlukan adalah pertumbuhan. Gereja tidak bisa dibangun berdasarkan organisasi atau pengaturan. Hanya melalui mendapatkan rawatan dari kekayaan (bukan doktrin) Kristus, gereja baru bisa terbangun.
Gereja itu organisme, organisme ini tidak mengacu kepada hayat alamiah kita, melainkan mengacu kepada hayat dalam roh kita, yaitu Kristus sendiri. Kalau kita hidup menurut hayat alamiah, kita bukan gereja; kalau kita hidup menurut Kristus, memperhidupkan Kristus, kita adalah gereja. Gereja adalah Kristus sendiri di dalam kita semua. Kristus tinggal di dalam diri-Nya hanya sebagai Kristus saja; ketika Dia masuk ke dalam kaum saleh, hidup bersama kaum saleh, Kristus yang di dalam kaum saleh akan menjadi gereja. Realitas adalah Kristus hidup di dalam kita. Kunci rahasia membangun Tubuh Kristus adalah hidup memperhidupkan Kristus. Kalau kita memperhidupkan hayat alamiah kita, Tubuh Kristus tidak bisa terbangun. Sebab itu kita harus menyangkal, menolak hayat alamiah diri kita, mengesampingkan hayat alamiah. Dengan demikian Kristus di dalam kita akan mempunyai kedudukan, setiap hari bisa meluas, inilah membangun Tubuh Kristus. Tubuh Kristus bertumbuh besar oleh karena Kristus bertumbuh besar di dalam kita, dengan demikian Tubuh Kristus terbangun.
DENGAN KRISTUS SEBAGAI TELADAN
MELAKSANAKAN PENGHIDUPAN TUBUH
Kita perlu menempuh penghidupan yang benar dan kudus. Benar adalah menurut ukuran kebenaran Allah selalu benar terhadap Allah maupun manusia. Kudus adalah keibadahan dan ketakwaan di hadapan Allah. Benar dititikberatkan terhadap manusia, kudus dititikberatkan terhadap Allah. Penghidupan Tuhan Yesus di bumi adalah demikian, Ia telah mendirikan satu teladan. Ia selalu berperilaku di dalam Allah, bersama Allah, dan bagi Allah, menyuplaikan diri-Nya sebagai kasih karunia kepada orang. Kita menurut teladan-Nya belajar kepada-Nya, bukan berdasarkan hayat alamiah kita, melainkan berdasarkan Dia dalam kebangkitan menjadi hayat kita. Ini adalah satu penghidupan untuk membangun Tubuh Kristus, menyuplaikan Kristus kepada orang, menjadi kenikmatan dan suplai mereka.
Untuk membangun Tubuh Kristus, kita harus belajar jangan mendukakan Roh Kudus, supaya Dia bisa untuk hari penebusan tubuh (penyelamatan) kita, terus-menerus memeteraikan kita (Ef. 4:30). Kita seharusnya terus membuat Roh itu gembira, segala perbuatan dan perilaku kita seharusnya menggembirakan Dia. Penghidupan membangun Tubuh Kristus juga penghidupan mengampuni. Kalau kita mau melaksanakan penghidupan Tubuh, harus saling mengampuni, melupakan kesalahan masing-masing, sama seperti Allah dalam Kristus melupakan kita (Ef. 4:32b; Ibr. 8:12). Mengampuni adalah melupakan. Karen kita sering masih dalam manusia lama, sebab itu kita bisa bersalah, melukai orang lain. Sebab itu kita perlu saling mengampuni berdasarkan hayat yang di dalam Roh Allah.
Efesus 4:17-32 memperlihatkan kepada kita satu gambaran, yaitu penghidupan yang bisa merampungkan pekerjaan ministri untuk membangun Tubuh Kristus. Gereja-gereja dalam pemulihan Tuhan mempunyai pengharapan dan kemampuan yang besar untuk dibangun secara demikian. Semoga Tuhan membawa kita memasuki realitas satu ministri membangun satu Tubuh, ribuan orang saleh digenapkan, menempuh satu penghidupan yang sepenuhnya bersyarat untuk membangun Tubuh Kristus.
Catatan: