EKONOMI ALLAH
.
Minggu ke-8 – Senin Doa Baca: Ef. 3:9
"Dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu."
DEFINISI ISTILAH EKONOMI
Istilah ekonomi berasal dari kata Yunani oikonomia. Kata Yunani ini masuk dalam bahasa Inggris menjadi economy. Makna dasar kata ini adalah satu manajemen, urutan satu manajemen, sebab itu bisa dianggap sebagai rencana, pengaturan, administrasi. Terhadap administrasi-Nya Allah mempunyai satu manajemen ilahi.
Efesus 3:9 juga membicarakan rencana Allah, ekonomi misteri Allah. Ini adalah satu urutan, sistem, manajemen atau administrasi karunia keselamatan Allah yang sempurna. Menurut konteks Efesus 3:9, rencana karunia keselamatan Allah yang sempurna adalah membagikan kekayaan Allah yang tak terduga kepada orang yang Ia pilih, sehingga menghasilkan gereja. Membagikan atau menyalurkan kekayaan Kristus adalah untuk menghasilkan gereja, untuk merealisasikan tujuan kekal Allah.
Dalam 1 Timotius 1:4 kita melihat ekonomi keluarga Allah, yaitu menyalurkan diri-Nya ke dalam anak-anak-Nya, supaya keluarga ini gereja mengekspresikan diri-Nya. Dari tiga potongan firman Allah ini, kita dapat melihat garis besar makna ekonomi Allah. Kata oikonomia terdiri dari dua kata: Oikos berarti rumah, nomos berarti hukum. Sebab itu arti kata ini mengacu kepada manajemen, pengaturan, atau administrasi keluarga, ini mengacu kepada pengaturan dan pembagian kekayaan dalam satu keluarga kaya. Yusuf dalam Perjanjian Lama adalah satu contoh. Yusuf adalah mangkubumi rumah Firaun, rumah Firaun sangat kaya, bisa menyuplai negara-negara lain, sebab itu perlu sedikit pengaturan, administrasi, tata tertib, sistem untuk membagikan kekayaan rumah Firaun, kalau tidak kekayaan-kekayaan itu akan tertumpuk di sana, tidak bisa dibagikan.
Melalui ini Anda akan nampak oikonomia adalah manajemen keluarga, untuk membagikan, menyalurkan kekayaan dalam rumah. Bapa kita mempunyai satu keluarga besar, dan dengan limpah menyimpan kekayaan Kristus yang tidak terduga. Keluarga besar ini kemerdekaan sedikit administrasi, pengaturan, sistem, rencana, untuk membagikan semua kekayaan kepada umat Allah.
Dalam Perjanjian Baru, penyalur yang paling besar adalah rasul Paulus. Ketika Anda membaca tulisan Paulus, Anda akan nampak Paulus dalam Perjanjian Baru sama seperti Yusuf dalam Perjanjian Lama. Ia mengelola dan membagikan kekayaan Kristus yang tidak terduga. Allah memberikan jabatan, tugas, dan tanggung jawab pengurus rumah tangga ekonomi Allah kepada Paulus, supaya ia membagikan semua kekayaan Kristus, supaya kita bisa menjadi ekspresi Allah.
Dalam 1 Korintus 9:17 Paulus memakai kata oikonomia untuk menjelaskan jabatan pengurus rumah tangga. Kewajiban pengaturan administrasi ini sudah diamanatkan kepadanya, untuk diberitakan. Dalam Efesus pasal 3 dia memakai istilah ini lagi mengacu kepada jabatan, kewajiban pengurus rumah tangga dalam keluarga Allah, ia menyebutnya sebagai "tugas penyelenggara (pengurus rumah tangga) kasih karunia Allah". Allah telah mengamanatkan kepadanya, menyuruh dia membagikan kasih karunia Allah kepada anak-anak Allah dalam gereja. Dalam Kolose 1:25 dia memakai kata yang sama mengacu kepada jabatan pengurus rumah tangga yang Allah berikan kepadanya, untuk merampungkan firman Allah, yaitu wahyu ilahi tentang Kristus, untuk menghasilkan gereja sebagai Tubuh-Nya.
Dalam 1 Korintus 4:1, Paulus menyebut dirinya dan sekerja-sekerjanya "oikonomos", menyatakan mereka adalah hamba-hamba Allah, Allah mengamanatkan satu kewajiban kepada mereka, untuk melakukan penyaluran ilahi menurut ekonomi Allah. Dalam 1 Petrus 4:10 Petrus memberi tahu kita, semua orang beriman adalah pengurus rumah tangga ekonomi Allah, yang membagikan berbagai kasih karunia untuk menyuplai rumah Allah (1 Ptr. 4:17). Kesemuanya ini menyatakan, maksud hati Allah dalam ekonomi-Nya adalah menyalurkan segala kekayaan-Nya dalam Kristus melalui Roh itu kepada semua orang yang dipilih-Nya, supaya mereka dapat menikmati-Nya, menjadi ekspresi-Nya.
Minggu ke-8 – Selasa Doa Baca: Kol. 1:25
"Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,"
TIGA TINGKAT WAHYU ILAHI DALAM ALKITAB
Tingkat Pertama Injil dan Karunia Keselamatan Allah
Tingkat pertama wahyu ilahi dalam Alkitab adalah Injil dan karunia keselamatan Allah. Setelah Adam jatuh, Allah datang memberitakan Injil kepada manusia, kata-Nya, keturunan perempuan akan meremukkan kepada ular (Kej.3:15). Setelah jatuh, Adam benci dan takut kepada ular, lalu Allah datang memberi janji kepada Adam, keturunan perempuan, yaitu Kristus yang lahir dari anak dara, akan meremukkan kepala ular (Satan). Pada waktunya, Kristus mengambil bagian dalam daging jasmani, untuk melalui kematian memusnahkan penguasa kematian, yaitu Iblis (Ibr. 2:14).
Kemudian Allah memberitakan Injil kepada Abraham, "Olehmu (keturunanmu) semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat" (Kej.12:3b; Gal.3:8). Janji yang Allah berikan kepada Abraham adalah Injil yang Allah beritakan kepadanya. Allah tidak saja memberitakan Injil kepada nenek moyang, juga memberitakan Injil kepada kaum saleh Perjanjian Lama, "Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan" (Yes.12:3).
Sampai Perjanjian Baru lebih jelas lagi. Penebusan yang Kristus rampungkan melalui kematian dan kebangkitan, tidak saja untuk manusia (makhluk terpenting dalam penciptaan Allah), juga untuk semua ciptaan. Sebab itu Tuhan berpesan kepada murid-murid-Nya untuk "Pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil kepada segala makhluk" (Mrk. 16:15). Karena Allah Juruselamat kita menghendaki semua orang beroleh selamat (1 Tim. 2:4).
Tingkat Kedua Berkat dan Damai Sejahtera Allah
Dalam Alkitab, tingkat kedua wahyu ilahi adalah berkat dan damai sejahtera Allah. Allah adalah Allah yang memberkati. Ia terus memberkati umat-Nya. Dalam Perjanjian Lama, berkat yang Allah berikan kepada orang Israel ada tiga ganda. Bilangan 6:24-26: mengatakan, "TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera." Di sini tiga berkat ini adalah berkat Tritunggal Ilahi Bapa, Putra, Roh. Berkat pertama adalah berkat Bapa. Bapa memberkati kita, melindungi kita. Berkat kedua adalah berkat Putra. Tuhan Yesus menyinari kita dengan wajah-Nya dan memberi kita kasih karunia. Tuhan Yesus bagi kita adalah terang, adalah kasih karunia. Berkat ketiga adalah berkat Roh. Roh menghadapkan wajah-Nya kepada kita, dan memberi kita damai sejahtera. Roh bagi kita adalah penyertaan Allah dengan kita, membawa damai sejahtera kepada kita. Berkat Tritunggal ilahi ini tidak dititikberatkan pada aspek material, tetapi dititikberatkan pada Allah merahmati kita, menyatakan diri kepada kita, memperlihatkan diri kepada kita.
Sampai Perjanjian Baru, dalam 2 Korintus 13:13 kita juga nampak tiga berkat, yaitu berkat Tritunggal ilahi yang Allah berikan kepada kaum beriman: "Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian." Kasih Bapa, kasih karunia Putra, persekutuan Roh Kudus, menyatakan Allah Tritunggal beserta dengan kita, adalah berkat kita. Kasih karunia Tuhan adalah Tuhan sendiri menjadi hayat kita, dinikmati oleh kita; kasih Allah adalah Allah sendiri menjadi sumber kasih karunia Tuhan; persekutuan Roh Kudus adalah Roh Kudus sendiri, menjadi penyaluran kasih karunia Tuhan bersamaan dengan kasih Allah, sehingga kita bisa mempunyai bagian di dalamnya. Kita bisa mempunyai bagian, mengalami, menikmati, dan mendapatkan Allah Tritunggal yang melalui berbagai proses ini. Dia adalah berkat kita.
Catatan:
Minggu ke-8 – Rabu Doa Baca: 1 Ptr. 4:10
"Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah."
Tingkat Ketiga Ekonomi dan Penyaluran Allah
Dalam Alkitab, tingkat ketiga wahyu ilahi adalah ekonomi dan penyaluran Allah. Pada umumnya orang Kristen mudah mengerti dan menerima Injil dan karunia keselamatan Allah pada tingkat satu, dan berkat dan damai sejahtera Allah dalam tingkat kedua. Pada umumnya ketika orang memberitakan Injil, selalu memberi tahu orang, percaya Yesus, dosa akan diampuni, pada masa kini menikmati berkat dan damai sejahtera, pada masa akan datang menikmati berkat yang kekal. Kebanyakan orang yang percaya Tuhan berhenti pada tingkat kedua. Tetopi Allah tidak menghendaki kita terus berhenti di sana.
Kita harus berpaling dari berkat dan damai sejahtera Allah kepada diri Allah. Karena kita bukan untuk berkat dan damai sejahtera, melainkan bagi diri Allah sendiri, untuk ekonomi dan penyaluran Allah. Roma 8:28 mengatakan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." Di sini segala sesuatu termasuk semua orang, semua perkara, dan semua benda. Termasuk perkara yang baik, juga termasuk perkara yang tidak baik. Termasuk anak yang baik, juga termasuk anak yang tidak baik. Segala sesuatu bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Allah. "Kebaikan" di sini menurut konteksnya, bukan mengacu kepada orang, aktivitas, dan benda material, melainkan mengacu kepada lebih banyak mendapatkan Kristus tergarap ke dalam kita, supaya kita mengalami perubahan metabolis, akhirnya diserupakan menjadi gambar Anak Sulung Allah, mengacu kepada membawa kita masuk ke dalam keputraan yang sempurna.
Dalam dua tingkat yang di depan, baik Injil maupun karunia keselamatan; baik berkat maupun damai sejahtera, semuanya di luaran. Yang lebih dalam lagi adalah Allah sendiri, bahkan bukan Allah saja, tetapi ekonomi dan penyaluran Allah. Ekonomi Allah berasal dari rencana dan pengaturan maksud hati dan ketentuan Allah. Penyaluran Allah adalah pemberian dan pembagian menurut rencana dan pengaturan Allah.
SELURUH ALKITAB MEMBICARAKAN EKONOMI
DAN PENYALURAN ALLAH
Di sini kita semua perlu nampak ekonomi dan penyaluran Allah. Apa tujuan ekonomi Allah? Tujuan ekonomi Allah adalah mendapatkan ekspresi yang korporat. Untuk itu dalam Perjanjian Lama, Allah menurut gambar-Nya, menurut rupa-Nya menciptakan manusia, untuk menaruh diri-Nya ke dalam manusia, menjadi hayat manusia, menjadi satu dengan manusia, supaya manusia menjadi ekspresi dan wakil-Nya. Dalam Kitab Kejadian, Allah terlebih dulu mendapatkan Yakub seorang diri. Setelah melewati pemberesan dan pengubahan oleh Allah, Yakub menjadi Israel Allah. Pada akhir Kitab Keluaran, Allah mendapatkan kerajaan Israel keturunan Yakub, lalu kemah pertemuan terbangun, menjadi tempat kediaman Allah yang berpindah-pindah di bumi, mengekspresikan kemuliaan-Nya. Sampai Daud dan Salomo, Bait Suci dibangunkan, menjadi tempat kediaman Allah yang menetap dan diperluas di bumi, dengan limpah mengekspresikan kemuliaan-Nya. Kemudian karena kejatuhan orang Israel, Bait Suci dimusnahkan. Pada akhir Perjanjian Lama Bait Suci dibangun kembali, tetap menjadi tempat kediaman Allah di bumi untuk mengekspresikan kemuliaan-Nya, sampai permulaan Perjanjian Baru.
Sampai Perjanjian Baru, Tuhan Yesus, yaitu Allah sendiri menjadi manusia, menjadi kemah Allah di bumi, supaya Allah bisa tinggal di bumi, mengekspresikan diri-Nya. Tuhan Yesus di bumi menempuh penghidupan insani selama tiga puluh tiga setengah tahun, kemudian melewati kematian dan kebangkitan, menjadi Roh pemberi hayat, masuk ke dalam orang yang beriman. Kemah ini diperluas menjadi gereja, menjadi tempat kediaman Allah di bumi, menjadi ekspresi kepenuhan Allah. Terakhir Allah juga memperlihatkan kepada kita, Yerusalem Baru menjadi penggenapan akhir Kristus dan gereja, dalam kekekalan menjadi kemah tempat kediaman Allah, dan Bait Suci tempat kediaman kaum saleh, menjadi ekspresi korporat dan kekal dari Allah.
Ringkasnya, ekonomi Allah akan dalam Kristus menyalurkan Allah Tritunggal melewati berbagai proses ke dalam orang yang Ia pilih, tebus, dan lahirkan kembali, menjadi hayat dan segala-gala mereka, untuk menghasilkan Tubuh Kristus yang unik di alam semesta, menjadi ekspresi korporat-Nya, pada masa ini adalah gereja, akhirnya adalah Yerusalem Baru, sampai selama-lamanya.
Catatan:
Minggu ke-8 – Kamis Doa Baca: 1 Kor. 4:1; 1 Kor. 15:45b
"Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah." ". . . Adam yang akhir menjadi Roh pemberi-hayat" (Tl.).
PENYALURAN ALLAH UNTUK EKONOMI ALLAH
Ekonomi rencana, pengaturan Allah adalah tujuan Allah (Ef.1:10;3:9), penyaluran pembagian, pemberian Allah adalah prosedur Allah. Untuk mencapai ekonomi menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia, Allah harus melalui prosedur. Sebab itu penyaluran Allah adalah untuk ekonomi Allah.
MENYALURKAN ALLAH SENDIRI KE DALAM MANUSIA
Langkah Pertama Inkarnasi
Untuk menyalurkan diri-Nya kepada manusia. Langkah pertama Allah adalah inkarnasi, menjadi manusia (Yoh.1:14). Ketika Dia di dalam daging, di satu pihak Dia adalah Anak Domba Allah, menghapus dosa orang dunia (Yoh. 1:29). Di pihak lain Dia adalah ular tembaga, menyatakan Dia berinkarnasi, menjadi model daging yang berdosa (Rm. 8:3), yaitu model ular tembaga. Memiliki model ular, tetapi tidak ada racun ular. Ketika Dia di dalam daging, ditinggikan di kayu salib,Dia telah memusnahkan Satan ular kuno (Yoh.3:14; 12:31). Di pihak lain Dia juga seperti sebiji gandum yang jatuh ke dalam tanah dan mati, lalu melepaskan hayat Allah (Yoh. 12:24).
Langkah Kedua Menjadi Roh Pemberi Hayat
Untuk menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia, langkah kedua Allah adalah menjadi Roh pemberi hayat (1 Kor.15:45b). Dua langkah ini mengandung dua "menjadi", pertama menjadi daging, kemudian menjadi Roh pemberi-hayat. Menjadi daging adalah untuk merampungkan penebusan, dan melepaskan hayat Allah. Menjadi Roh pemberi-hayat adalah menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia, menjadi hayat manusia.
Kristus dalam kebangkitan menjadi Roh pemberi-hayat (1 Kor.15:45b), sudah siap untuk diterima oleh orang yang percaya kepada-Nya. Begitu kita percaya ke dalam-Nya, Roh hayat yang di dalam kebangkitan masuk ke dalam roh kita (Rm. 8:16), dan tinggal di dalam roh kita (Rm. 8:11).
SUPAYA ORANG BERIMAN DILAHIRKAN KEMBALI,
BERUBAH, DAN DIMULIAKAN
Kristus sebagai Roh pemberi-hayat, terlebih dulu di dalam kita melahirkan kembali roh kita (Yoh. 3:5-6), supaya kita di luar hayat alamiah, mendapatkan hayat kekal Allah, menjadi sumber dan elemen baru manusia baru. Kemudian Kristus menjadi Roh pemberi hayat, di dalam roh kita mengembang ke luar, mengubah jiwa kita. Kalau kita menaruh pikiran kita bagian utama jiwa kita di atas roh, dan kerja sama dengan peredaran dan pekerjaan Tuhan Roh di dalam roh kita, pikiran kita akan diperbarui (Rm. 12:2). Karena pikiran kita diperbarui, tekad dan emosi yang bersamaan dengan pikiran menjadi bagian jiwa, dengan sendirinya juga diperbarui. Dengan demikian, hayat dan sifat Allah dapat ditambahkan ke dalam kita, supaya kita berubah secara metabolis menjadi gambar-Nya, dan mengekspresikan-Nya (2 Kor. 3:17-18).
Akhirnya, Dia masih akan mengubah tubuh kita, supaya tubuh kita tertebus memasuki kemuliaan-Nya, supaya seluruh kita sepenuhnya mirip dengan-Nya (Rm. 8:17, 23; Flp.3:21; 1 Yoh.3:2), inilah perampungan sempurna karunia keselamatan Allah. Dalam karunia keselamatan-Nya, pertama Allah melahirkan kembali roh kita, sekarang mengubah jiwa kita, terakhir akan mengubah bentuk tubuh kita, supaya tiga bagian diri kita diresapi oleh Roh itu, dan sepenuhnya mirip dengan Kristus. Kesemuanya ini adalah penyaluran Tritunggal Ilahi di dalam diri kita.
Catatan:
Minggu ke-8 – Jumat Doa Baca: Yoh. 10:34
"Kata Yesus kepada mereka: Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?"
ALKITAB KHUSUS MEMBICARAKAN EKONOMI ALLAH
Alkitab ini sungguh terlalu misterius bagi kita. Ada jutaan orang yang membacanya, akhirnya timbul banyak pendapat yang berbeda. Saya sendiri selama enam puluh sembilan tahun ini juga melewati beberapa tahap kemajuan. Akhirnya menurut Alkitab yang saya baca, Alkitab khusus membicarakan ekonomi Allah. Perjanjian Baru adalah masa perampungan ekonomi Allah, sebab itu Perjanjian Baru membicarakan ekonomi Allah dengan sangat tuntas. Paulus menyuruh Timotius menasihati orang-orang yang memberitakan pengajaran yang berbeda, jangan membicarakan pengajaran yang berbeda lagi. Apa yang disebut pengajaran yang berbeda? Yaitu pengajaran yang tidak ada hubungan dengan ekonomi Allah. Kalau kita memeriksa dengan prinsip ini, jangankan pada masa yang lampau, sampai sekarang pun, orang yang memberitakan Alkitab, jarang sekali yang bisa mengaitkan pemberitaannya dengan ekonomi Allah.
"ALLAH MENJADI MANUSIA, SUPAYA MANUSIA BISA MENJADI ALLAH"
ADALAH POKOK SELURUH ALKITAB
Dalam sepuluh tahun yang lalu, Tuhan memperlihatkan ekonomi-Nya kepada kita. Menurut penyelidikan saya terhadap sejarah gereja dan biografi kaum saleh, boleh dikatakan sebelum tahun 1984, belum pernah ada orang nampak ekonomi Allah sebagai realitas dan inti Alkitab, sejelas seperti kita pada hari ini. Menurut yang saya ketahut, tidak ada satu buku orang lain yang menunjukkan, ekonomi Allah dengan Kristus sebagai inti dan realitasnya, dengan Tubuh-Nya, yaitu Tubuh organik Kristus sebagai organisme Allah Tritunggal. Hari ini kita sudah sampai ke puncak wahyu ilahi. Saya bahkan akan berkata, kita mungkin sudah mencapai titik tertinggi wahyu ilahi seluruh Alkitab. "Allah menjadi manusia, manusia menjadi Allah", adalah pokok seluruh Alkitab. Seluruh Alkitab adalah penjelasan ekonomi kekal Allah.
Sesungguhnya "Allah menjadi manusia, supaya manusia bisa menjadi Allah (ilah)", sudah diucapkan oleh Athanasius salah satu penulis pengakuan iman Nicea pada tahun 325. Pada saat itu dia adalah ahli teologi muda yang belum pernah diperhatikan oleh orang. Perkataannya ini menjadi perkataan ternama dalam sejarah gereja. Bapa gereja dari zaman ke zaman dalam tulisan mereka juga banyak yang menitikberatkan kebenaran manusia menjadi Allah, selain Athanasius, Agustinus, dan Aquena, guru besar teologi Katolik serta bapa-bapa gereja Ortodok Yunani Timur juga membicarakan kebenaran ini. Tetapi lama kelamaan, orang Kristen pada kemudian hari, tidak saja tidak membicarakan ini, juga tidak berani membicarakan ini.
Allah itu Allah, Dia sendiri melahirkan kita menjadi anak-anak-Nya. Suatu makhluk melahirkan makhluk itu. Anda tidak bisa mengatakan setelah domba melahirkan anak, domba tua adalah domba, tetapi domba kecil bukan domba. Allah telah melahirkan kita, kita adalah anak-anak Allah. Bahkan 1 Yohanes pasal 3 mengatakan, Allah akan menggarap kita sepenuhnya seperti Dia (2). Sejak Allah menciptakan manusia, tujuan Allah adalah ini. Sebab itu manusia yang Ia ciptakan, mempunyai gambar Allah. Adam tercipta mempunyai gambar Allah, mempunyai rupa Allah. Kemudian Allah mengeluarkan pohon hayat, supaya manusia yang memiliki gambar Allah ini menerima Allah menjadi hayat di dalamnya. Akhirnya orang-orang yang menerima Allah menjadi hayat mereka, kalau bukan Allah, lalu mereka itu apa? Tetapi Tuhan memperlihatkan dengan jelas kepada kita, kita dalam hayat dan sifat adalah Allah, tetapi tidak memiliki kedudukan sebagai Allah (ke-Allahan). Kalau seorang ayah menjadi raja, tidak bisa dikatakan semua anak-anaknya adalah raja. Anak-anak hanya memiliki hayat dan sifat bapa, tetapi tidak memiliki kedudukan bapa, ini jelas sekali. Allah berbuat ini semuanya untuk menghasilkan satu Tubuh untuk Kristus, yaitu untuk menghasilkan satu organisme bagi Allah Tritunggal, perwujudan terakhirnya adalah Yerusalem Baru.
Catatan:
Minggu ke-8 – Sabtu Doa Baca: 1 Ptr. 1:3
"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan”
CIPTAAN LAMA DALAM EKONOMI ALLAH
Ekonomi Allah memperlihatkan kepada kita, Allah mempunyai dua ciptaan: Ciptaan lama dan ciptaan baru. Dalam ciptaan lama ada dua tingkat ciptaan. Tingkat pertama adalah ciptaan Allah yang semula. Pada waktu itu Allah hanya menciptakan langit dan bumi, dengan penghulu malaikat sebagai intinya. Salah satu penghulu malaikat adalah Kerub, membawa sebagian malaikat memberontak kepada Allah, menjadi lawan Allah, namanya menjadi Satan. Pemberontakan ini memorak-porandakan ciptaan semula Allah sehingga kacau dan gelap. Sebab itu Allah datang melakukan penciptaan pemulihan. Dalam penciptaan pemulihan-Nya, pertama Ia memulihkan langit dan bumi yang kacau. Kemudian di atas bumi Dia menciptakan bermacam-macam tumbuh-tumbuhan dan hewan, terakhir menciptakan manusia. Manusia diciptakan oleh Allah menurut diri-Nya, rupa dan gambamya mirip dengan Allah.
Meskipun Allah menciptakan satu manusia, hasilnya seperti Allah, manusia ini menjadi inti penciptaan pemulihan Allah. Setelah Allah menciptakan manusia, Dia mewujudkan diri-Nya dengan pohon hayat, meletakkannya di depan manusia, maksudnya supaya manusia menerima Allah ke dalamnya. Meskipun Adam adalah manusia yang diciptakan oleh Allah, memiliki gambar Allah, tetapi Adam tidak memiliki hayat Allah. Sebab itu Allah menaruhnya di hadapan pohon hayat yang menunjukkan Allah, supaya manusia menerima pohon hayat yaitu Allah, menjadi hayatnya. Supaya sifat dan hayat yang di dalam manusia, dan keadaan yang ditampilkan di luar manusia, sama seperti Allah. Tetapi Satan masuk, membujuk manusia makan buah pohon pengetahun baik dan jahat, lalu merusak manusia yang sebagai kepala mewakili ciptaan lama dalam seluruh ciptaan pemulihan Allah. Seluruh ciptaan lama dalam ciptaan pemulihan menjadi kosong dan sia-sia, bahkan berada di bawah kuasa kebinasaan, sepanjang hari mengeluh.
CIPTAAN BARU ALLAH
BERINTIKAN MANUSIA YANG ALLAH PILIH
Sampai waktunya, Allah sendiri datang menjadi manusia, membawa Allah (pohon hayat) ke dalam manusia, supaya Allah, pohon hayat, dan manusia bergabung menjadi satu, manusia ini adalah Yesus Kristus. Di bumi Kristus menempuh penghidupan insani selama tiga puluh tiga setengah tahun, mengekspresikan Allah dengan seutuhnya, kemudian melewati mati tersalib dan bangkit. Dalam kematian-Nya, Ia mengakhiri seluruh kejatuhan, kemerosotan, kerusakan, dan kebobrokan ciptaan lama. Dalam kebangkitan-Nya, Dia menghasilkan ciptaan baru Allah. Dalam ciptaan lama terlebih dulu Satan menjadi inti ciptaan semula, kemudian Adam menjadi inti ciptaan pemulihan. Sekarang, ciptaan baru, berintikan manusia yang Allah pilih. Allah dalam ciptaan baru, melalui kebangkitan Kristus, membangkitkan orang-orang pilihan-Nya bersama Kristus melahirkan mereka kembali bersama Kristus.
ANAK SULUNG ALLAH DAN ANAK-ANAK ALLAH
Dalam kebangkitan Kristus melahirkan kembali semua orang yang dipilih Allah, bersamaan dengan itu Kristus sendiri juga meninggikan sifat insani yang Ia pakai, membawanya ke dalam sifat Allah. Sebab itu Kristus dalam kebangkitan-Nya dilahirkan sebagai Anak Sulung Allah. Orang yang Ia lahirkan kembali menjadi anak-anak Allah, menjadi saudara-saudara Kristus. Hal ini tidak pernah ditinggalkan oleh pengajaran Perjanjian Baru. Pengajaran Perjanjian Baru sepenuhnya adalah kisah yang menceritakan hubungan antara Anak Sulung Allah dengan anak-anak Allah.
Catatan:
Minggu ke-9 – Minggu Doa Baca: 2 Kor. 3:18
"Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar."
MANUSIA MENJADI ALLAH MELEWATI KELAHIRAN KEMBALI,
PENGUDUSAN, PEMBARUAN, PENGUBAHAN,
PENYERUPAAN DAN PEMULIAAN
Kebangkitan Kristus pertama melahirkan Kristus yang insani menjadi Anak Sulung Allah, kedua melahirkan kita, orang-orang yang dipilih Allah, ditebus Kristus, menjadi anak-anak Allah. Ketiga, Adam yang akhir, dalam sifat insani-Nya menjadi Roh pemberi hayat. Roh pemberi hayat ini hari ini dalam kebangkitan-Nya, dengan kedudukan dan situasi kenaikan ke surga, bekerja dalam banyak aspek pada orang-orang yang ditebus dan dilahirkan kembali. Pekerjaan-Nya meliputi: Pertama, pekerjaan menguduskan; kedua, pekerjaan memperbarui; ketiga, pekerjaan mengubah; keempat, pekerjaan menyerupakan; terakhir, Roh pemberi hayat ini membawa kita masuk ke dalam kemuliaan, tubuh mereka akan tertebus sehingga mendapatkan kemuliaan. Sampai saat ini setiap aspek mereka, dari dalam sampai luar; hayat, sifat, elemen, dan bentuk, semuanya sama dengan Anak Sulung Allah.
Di sini kita harus mengetahui, Anak Sulung Allah adalah perwujudan Allah Tritunggal. Langkah pertama Allah Tritunggal menjadi manusia; langkah kedua, dalam tubuh daging menjadi pula Roh pemberihayat. Roh ini adalah Roh majemuk, Roh korporat, juga sebagai perampungan sempurna Allah Tritunggal yang melewati berbagai proses. Hari ini Kristus yang almuhit adalah perwujudan Allah Tritunggal, Roh yang almuhit juga adalah realisasi Kristus. Kita orang-orang yang dipilih Allah, adalah perwujudan Allah Tritunggal yang melalui proses ini, melalui dilahirkan kembali, dikuduskan, diperbarui, diubah, diserupakan, terus sampai dimuliakan, digarap menjadi serupa dengan Anak Sulung Allah. Anak Sulung Allah adalah satu unit jelmaan Allah, kita anak-anak Allah ini adalah jelmaan korporat Allah, inilah Tubuh Kristus.
YERUSALEM BARU ADALAH
PERAMPUNGAN SEMPURNA EKONOMI ALLAH
Tubuh Kristus rampung sempurna pada Yerusalem Baru. Yerusalem Baru adalah jumlah total semua visi dan wahyu dari abad ke abad, yaitu Allah Tritunggal yang melalui proses, dengan manusia tripartit yang telah berubah, berbaur menjadi satu organisme, menjadi ekspresi Allah dalam kekekalan. Inilah puncak visi yang Allah perlihatkan kepada kita: "O ajaib! O, misteri! Allah berbaur dengan manusia. Allah jadi manusia, manusia jadi Allah. Hasrat Allah dan kasih-Nya, hingga mencapai tujuan-Nya. Hasrat Allah dan kasih-Nya, hingga mencapai tujuan-Nya." Semoga kita bisa menghafalkan nyanyian ini, juga bisa menyanyikannya di mana-mana. Di samping itu perlu banyak bersekutu tentang ekonomi Allah, bahkan bersekutu semakin tuntas semakin baik, semakin lancar semakin baik, inilah Injil yang paling tinggi, juga yang diperlukan oleh semua orang dunia.
Catatan: