BERTUTUR-SABDA BAGI TUHAN
Minggu ke-6 – Senin Doa Baca: Bil. 11:29; 1 Kor. 14:31a
“. . Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, . . “
"Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, . . ."
Dalam 1 Tesalonika 5:20 Paulus berkata, "Dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat." Di sini "merendahkan" berarti menganggap tidak terhitung apa-apa, meremehkan. "Nubuat-nubuat" dalam ayat 20 yang terutama mengacu kepada berbicara sebagai nabi, yaitu semacam perkataan nabiah yang berasal dari wahyu, bukan suatu ramalan. Sebagai nabi berbicara adalah mengucapkan firman Tuhan, menyampaikan Tuhan (hanya sebagian kecil tutur sabda nabi berhubungan dengan ramalan), kita tidak seharusnya merendahkan perkataan semacam ini.
DALAM PERJANJIAN LAMA:
SEMOGA SELURUH UMAT TUHAN MENJADI NABI
Setelah membaca Alkitab bertahun-tahun, belakangan hari ini saya baru menemukan, Kitab Bilangan dalam Perjanjian Lama memiliki konsepsi ini: Setiap orang harus mengucapkan firman Allah; atau setiap orang boleh mengucapkan firman Allah, boleh dikatakan, setiap orang dapat mengucapkan firman Allah. Ringkasnya, seorang yang beroleh selamat, seorang yang melayani Tuhan, bersyarat, berkekuatan, bernaluri, juga berkewajiban, dan berbeban berbicara bagi Allah. Dalam Bilangan pasal 11, Musa merasakan menyuruhnya memimpin orang Israel keluar dari Mesir memasuki tanah Kanaan adalah satu tanggung jawab yang terlalu besar. Allah memberitahu dia, "Kumpulkanlah di hadapan-Ku dari antara para tua-tua Israel tujuh puluh orang, . . . bawalah mereka ke Kemah Pertemuan" (ay.16). Musa berbuat seperti yang diperintahkan Allah, di antara tujuh puluh orang ada enam puluh delapan orang yang datang ke Kemah Pertemuan, Roh itu hinggap pada mereka semua, maka kepenuhanlah mereka seperti nabi, mereka semua tergerak berbicara seperti nabi. Enam puluh delapan orang itu semua menjadi nabi, semua berbicara bagi Allah. Bersamaan dengan itu, dua orang yang tinggal di kemahnya sendiri, juga dihinggapi Roh itu, lalu mereka juga bernubuat dalam kemah. Sebagian orang iri hati lalu memberitahu Yosua, pembantu Musa, "Tuanku Musa, cegahlah mereka!” (ay.28). Musa segera menegor, "Apakah engkau begitu giat mendukung diriku?" (ay. 29). Lalu ia mengucapkan perkataan ini, "Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi" (ay. 29).
DALAM PERJANJIAN BARU:
KAMU BOLEH BERNUBUAT SEORANG DEMI SEORANG
Saya teringat Paulus juga pernah mengatakan perkataan yang sama. Dalam I Korintus 14:31, Paulus berkata, "Kamu boleh bernubuat seorang demi seorang." Kata "boleh" di sini dalam bahasa Yunaninya mengandung dua macam arti, "boleh" dan "dapat"; kalau dianalisis, "boleh" adalah hak, "dapat" adalah kemampuan. Bahasa Yunaninya mengandung arti hak, juga mengandung arti kemampuan. Bahasa Indonesia diterjemahkan “boleh", kita lebih suka menerjemahkan "dapat". Allah menghendaki kita berbicara bagi-Nya, setiap orang harus berbicara, Anda "boleh" juga "dapat", ada hak, juga ada kemampuan, Anda tidak bisa berkata tidak ada naluri berbicara. Allah menciptakan satu pita suara dan satu lidah, juga dua bibir, dan gigi-gigi, bukan saja untuk makan, juga untuk berbicara.
MAKNA BERNUBUAT DAIAM 1 KORINTUS 14
Berbicara Bagi Kristus dan Allah,
Mengutarakan dan Menyampaikan Allah dan Kristus,
Menyuplai dan Menyalurkan Allah dan Kristus kepada Orang
Enam puluh tahun yang lalu mulai dari Saudara Watchman Nee kita sudah mengetahui dengan jelas, nubuat dalam 1 Korintus 14 bukan mengacu kepada meramal atau menduga sebelumnya. Menurut makna dalam 1 Korintus 14, bernubuat mengacu kepada berbicara bagi Allah dan Kristus, menyampaikan Allah dan Kristus. Menyampaikan Allah dan Kristus adalah menyuplai dan menyalurkan Allah dan Kristus kepada orang.
Minggu ke-6 – Selasa Doa Baca: 1 Kor. 14:12
"Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat."
BERTUTUR-SABDA MENURUT CARA SATU KORINTUS 14,
DILAKSANAKAN DALAM SIDANG GEREJAWI,
UNTUK MEMBANGUN GEREJA
Tutur-sabda menurut cara 1 Korintus 14, dilaksanakan dalam sidang gerejawi (1 Kor.14:23-24). Ayat 23 mengatakan, "Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama . . ." Ini mengacu kepada sidang gerejawi, bukan sidang keluarga atau sidang kelompok. Bukan hanya demikian, tutur sabda menurut cara dalam 1 Korintus 14, juga untuk membangun gereja (1 Kor.14:4-5). Menurut pengalaman dan pengamatan kita, cara paling baik membangun gereja adalah bertutur-sabda, yaitu berbicara bagi Kristus, mengutarakan dan menyampaikan Kristus, menyuplai dan menyalurkan Kristus ke dalam orang. Seorang berbicara banyak orang mendengar adalah satu cara bertutur-sabda, tetapi cara pelaksanaan semacam ini tidak tepat. Tutur sabda yang tepat seharusnya dilaksanakan oleh setiap orang yang hadir dalam sidang gereja:
BERTUTUR-SABDA MENURUT CARA SATU KORINTUS 14,
MEMBUAT ORANG YANG MENUNTUT MENJADI UNGGUL,
DAN MEMBANGUN GEREJA
Bertutur-sabda menurut cara 1 Korintus 14, membuat orang yang menuntut menjadi unggul, dan membangun gereja. Ayat 12 mengatakan, "Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya (menjadi unggul) untuk membangun Jemaat." Memang berbahasa roh (lidah) itu baik, tetapi bukan yang unggul. Namun, seorang bertutur sabda yang singkat, adalah yang unggul. Bertutur sabda adalah karunia yang tertinggi, membuat orang yang berbicara menjadi unggul. Kita harus belajar berbicara, bukan saja supaya kita menjadi unggul, juga supaya gereja terbangun.
SEMUA BISA, SEMUA BERKEWAJIBAN,
DAN SEMUA HARUS MENDAMBAKAN BERTUTUR SABDA
Semua Orang Beriman Harus Bisa Bertutur-sabda
Satu Korintus 14:31 mengatakan, "Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan." Ayat ini adalah salah satu ayat yang paling jelas dalam Alkitab. Ayat ini mengatakan semua orang imani bisa bertutur sabda, dan mempunyai naluri bertutur-sabda. Naluri mengacu kepada kemampuan bawaan sejak lahir. Anjing tidak ada naluri mengucapkan perkataan manusia; mereka hanya mempunyai naluri menggonggong. Tetapi umat manusia mempunyai naluri berbicara. Kita semua adalah anggota Tubuh Kristus, dapat bertutur-sabda seorang demi seorang.
Semua Orang Beriman Mempunyai Kewajiban Bertutur-sabda
Ayat 23-24 mengatakan, "Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan . . . kalau semua bernubuat, . . ." "Kalau semua bernubuat," menunjukkan semua orang beriman tidak saja mampu, juga berkewajiban bertutur-sabda. Kita telah berhutang kepada Tuhan, berhutang kepada kasih karunia Allah, juga berhutang kepada kaum saleh. Ministri telah bertahun-tahun berbicara, tetapi banyak orang saleh tidak mempunyai reaksi terhadap perkataan yang diucapkannya. Kita telah mendapatkan kebaikan dari perkataan orang lain, tetapi sering lupa kita juga mempunyai kewajiban untuk berbicara, supaya orang lain mendapatkan kebaikan. Kita semua telah berhutang banyak. Kita mempunyai Injil dan karunia keselamatan, di sekitar kita ada banyak orang dosa, tetapi kita tidak pergi ke tempat mereka, sebab itu kita telah berhutang kepada mereka (Rm. 1:14-15). Kita telah berhutang kepada Kristus, berhutang kepada Allah, berhutang kepada hamba-hamba Tuhan, bahkan berhutang kepada orang berdosa.
Semua Orang Beriman Perlu Menuntut, Mencari,
dan Mendambakan Bertutur-sabda
Semua orang beriman seharusnya menuntut, mencari, dan mendambakan bertutur-sabda (1 Kor.14:1,12,39). Kaum saleh yang kekasih, perkataan Tuhan tentang jalan baru dalam lima tahun yang lampau terus diucapkan dalam pemulihan. Setelah mendengarkan semua perkataan ini, apakah kalian menuntut, mencari, dan mendambakan bertutur-sabda? Kita semua bisa, juga berkewajiban bertutur-sabda, dan kita semua seharusnya menuntut, mencari, dan mendambakan bertutur-sabda.
Catatan:
Minggu ke-6 – Rabu Doa Baca: 1 Kor. 14:3
"Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur."
BERTUTUR-SABDA
ADALAH KARUNIA YANG PALING UNGGUL DALAM GEREJA
Karunia unggul yang dihasilkan melalui menikmati Kristus dan bertumbuh besar dalam hayat adalah bertutur-sabda (1 Kor 14:12). Satu Korintus 14 menekankan, karunia yang paling tinggi, yang melebihi semua karunia, yang kita dapatkan dan kembangkan melalui menikmati Kristus, adalah bertutur-sabda. Bertutur-sabda dalam pasal 14 bukan berarti meramal. Ini dapat dibuktikan melalui ayat 3, "Tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun, menasihati dan menghibur." Kalau seorang saudara berkata-kata tentang membangun, menasihati, dan menghibur, berarti ia tidak meramal. Bertutur-sabda adalah berbicara bagi Tuhan, mengutarakan dan menyampaikan Tuhan, mengucapkan Kristus ke dalam manusia, menyalurkan Tuhan ke dalam manusia (1 Kor.14:3-5). Karena kita adalah orang beriman yang tepat dan bertumbuh, dan karunia rohani kita juga sedang berkembang, jadi setiap hari kita harus mengucapkan Kristus ke dalam manusia. Kalau setiap hari kita mau melatih demikian, ketika kita datang bersekutu, pasti ada yang bisa di-bagi-nikmat-kan. Hal ini menggenapi ayat Alkitab 1 Korintus 14:26 -- Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu.
BELAJAR DALAM SIDANG BERTUTUR-SABDA BAGI TUHAN
Menurut 1 Korintus 14:26, perkara pertama yang harus kita miliki untuk sidang gereja adalah kidung. Perjanjian Baru memperlihatkan kepada kita, mazmur dan kidung puji-pujian yang utama bukan untuk dinyanyikan, melainkan untuk diucapkan. Efesus 5:18-19 mengatakan, hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung, puji-pujian, dan nyanyian rohani. Mengucapkan kalimat bentuk puisi yang telah ditulis, lebih tepat, ringkas, dan kuat daripada perkataan yang biasa. Inilah sebabnya mengapa kita harus belajar bagaimana dalam sidang berkata-kata dengan kidung nyanyian. Satu Korintus 14:26 juga mengatakan tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh. Dua butir terakhir, bahasa roh dan menafsirkan bahasa roh, adalah perkataan Allah yang adikodrati. Perkataan-perkataan itu bukan didapatkan melalui belajar, melainkan dimiliki melalui kekuatan adikodrati Roh Kudus. Kidung nyanyian, pengajaran, dan penyataan Allah semuanya perlu didapatkan melalui belajar.
BERTUTUR-SABDA UNTUK MEMBANGUN GEREJA
Berbicara bagi Tuhan, mengutarakan Tuhan, dan menyampaikan Tuhan ke dalam manusia, adalah untuk membangun gereja, yaitu Tubuh Kristus. Seorang berbicara yang lainnya mendengar bisa membangun satu organisasi, tetapi tak mungkin membangun Tubuh Kristus yang organik. Untuk membangun Tubuh Kristus yang organik, kita semua perlu berbicara. Kalau setiap minggu kita berkumpul mendengarkan pendeta menyampaikan satu khotbah yang baik, mungkin kita semua akan dibangun menjadi satu organisasi, ada satu penampilan besar untuk dihargai oleh orang. Cara ini sangat populer di kalangan kekristenan. Kalau kita ingin berkumpul untuk membangun Tubuh Kristus, cara seorang berbicara dan yang lainnya mendengar tidak mungkin berjalan. Kalau mau membangun Tubuh Kristus, semua anggota Tubuh harus berbicara. Satu orang beriman dapat berbicara dua menit, yang lainnya lima menit, yang lainnya lagi tiga menit.
Kalau kita ada dua ratus orang berkumpul bersidang, hanya satu orang yang berbicara, tak peduli seberapa baik, seberapa hebat, seberapa luar biasa pembicaraannya, lewat dua setengah tahun semua orang akan merasa bosan terhadap pembicaraannya. Bahkan orang yang berbicara sendiri juga merasa bosan. Kalau dua ratus orang ini berkumpul selama sembilan puluh menit, setiap orang memikul tanggung jawab, ada perkataan berbicara bagi Tuhan, lalu setiap orang berbicara tiga menit, ada tiga puluh orang yang berbicara. Ini pasti satu sidang yang membuat orang segar. Setiap kali ada orang baru berbicara, perkataannya pasti segar dan menyenangkan. Setiap orang bisa mengatakan, "Amin" terhadap perkataannya. Kalau kita mau membangun setiap bagian Tubuh Kristus, kita harus berbicara bagi Tuhan.
Minggu ke-6 – Kamis Doa Baca: 1 Kor. 14:1
"Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat."
BERTUTUR-SABDA MEMBUAT SEMUA ORANG BELAJAR
DAN MENDAPATKAN NASIHAT
Dalam Perjanjian Baru, ada satu pasal yang khusus membicarakan bertutur-sabda, yaitu 1 Korintus 14. Pasal ini terdiri atas empat puluh ayat. Pembukaannya mengatakan, "Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat" (ay.1), karena bertutur-sabda adalah karunia yang unggul. Ayat 12 mengatakan, "Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat." Kata "mempergunakan" dalam bahasa aslinya mengandung arti "memenuhi, limpah niah, juga mengacu kepada unggul." Menurut konteksnya, kata ini tidak mengacu kepada dipenuhi sampai meluap, melainkan mengacu kepada unggul, yang luar biasa. Di sini rasul Paulus menjelaskan berbahasa tidak sepenting bertutur-sabda, berbahasa roh adalah untuk membangun diri sendiri, bertutur-sabda adalah untuk membangun gereja (ay.4-5). Kita harus menuntut sampai bisa bertutur-sabda, berbicara bagi Tuhan, menyampaikan Tuhan, mengucapkan Tuhan masuk ke dalam orang, menyuplaikan Kristus sehingga membangun gereja. Sebab itu, bertutur-sabda adalah unggul, adalah puncak orang yang menuntut rohani.
Kita tidak mudah mencapai karunia yang unggul ini, tetapi Paulus berkata, "Sebab kamu boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan" (ay. 31). Dalam ayat 3 ia mengatakan, "Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur." Ayat 24 mengatakan, bertutur-sabda bisa meyakinkan orang, menyelidiki orang. Ayat-ayat ini menggambarkan kita bertutur-sabda adalah mengutarakan Allah, menyampaikan maksud hati Allah kepada manusia, supaya manusua dibangunkan, sehingga gereja terbangun, yaitu membangun Tubuh Kristus yang organik. Jadi nubuat adalah yang paling unggul, meskipun agak sulit dilakukan, tetapi kita semua bisa mencapainya. Selama dua ribu tahun, karena perkara ini agak sulit dilakukan, lalu gereja tidak mempedulikan hal ini, sampai hari ini dalam kalangan kekristenan, kita belum pernah melihat keadaan sidang yang dibicarakan oleh l Korintus 14.
BERTUTUR-SABDA MEMBANGUN GEREJA
ADALAH SASARAN PENUNAIAN FUNGSI IMAM INJIL
Satu Korintus 14 memperlihatkan kepada kita sidang gereja yang tepat. Ketika seluruh gereja berkumpul menjadi satu, setiap orang berbicara: Ada yang membicarakan kidung, ada yang membicarakan pengajaran, ada yang membicarakan wahyu, sebab itu saling berbicara, semua berbicara. Tetapi dalam praktiknya tidak mudah terlaksana, namun bukan berarti tidak mungkin terlaksana. Seorang berbicara dan yang lainnya mendengar yang dilaksanakan dalam kekristenan mudah dilakukan, sayang tidak sesuai dengan maksud hati Allah. Supaya setiap orang beriman bisa bertutur-sabda, kita boleh membagi sidang menjadi beberapa tempat, setiap tempat berjumlah kurang lebih lima puluh orang, supaya semua saudara saudari mempunyai kesempatan berbicara bagi Tuhan, dan satu per satu bisa menerima sedikit pelatihan. Saya ulangi lagi, jalan yang diperlihatkan Alkitab kepada kita adalah kita seorang demi seorang memberitakan Injil, supaya orang dilahirkan kembali, dihidupkan, dirawat, diajar, digenapi, mempunyai pengenalan dalam kebenaran, mempunyai pengalaman dalam hayat, supaya dia setahap demi setahap bisa bersaksi, dan bertutur-sabda, menyuplaikan Kristus kepada orang, sehingga gereja terbangun secara organik.
Jadi bertutur-sabda membangun gereja adalah penggenapan penunaian fungsi imam Injil Perjanjian Baru, juga sasaran penunaian fungsi imam Injil Perjanjian Baru. Asal kita mau berlatih, saya yakin kita semua bisa melakukannya. Setiap kali sidang, kita berlatih berbicara, setiap orang berbicara, semakin berbicara semakin mahir berbicara. Di antara kalian ada firman yang kaya, bahkan di dalam setiap orang juga ada firman yang kaya, tetapi semua telah dipendam. Kali ini saya datang untuk menggali kalian. Saya mengharapkan kalian menuntut sekuatnya, untuk mencapai tujuan ini. Saya sangat menghargai pelaksanaan perkara ini, seperti yang dihargai oleh Paulus dalam 1 Korintus 14. Sebab itu saya juga mendorong kalian agar damba bertutur-sabda, dan kamu semua seorang demi seorang bisa bertutur-sabda. Melalui ini fungsi setiap anggota Tubuh bisa dikembangkan, kekayaan Tubuh Kristus juga bisa disalurkan dari dalam setiap anggota Tubuh. Kita bertutur-sabda sampai satu tahap. Tubuh Kristus akan terbangun, dan ekonomi Perjanjian Baru Allah pun rampunglah.
Catatan:
Minggu ke-6 – Jumat Doa Baca: 1 Kor. 12:31
"Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi."
BELAJAR BERTUTUR-SABDA
Satu Korintus 14:31 mengatakan, "Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan." Semua orang bernubuat seorang demi seorang itu mungkin dilaksanakan. Kalau tidak mungkin dilaksanakan, rasul Paulus tidak akan menyinggung hal ini. Kita bertutur-sabda, supaya "kamu semua dapat belajar." Kalau kita tidak belajar lebih dulu, bagaimana bisa berbicara sehingga semua orang belajar? Guru matematika setiap kali mengajar muridnya harus belajar lebih dulu; lagi pula yang diajarkannya kepada murid-muridnya semua sudah ia kuasai. Demikian juga kalau kita mengharapkan orang lain dapat belajar dari tutursabda kita, kita harus belajar lebih dulu.
Kita boleh berbicara banyak hal, tetapi yang kita katakan mungkin adalah perkataan yang biasa. Untuk bertutur-sabda harus banyak belajar. Melalui pengalaman, melalui diperlengkapi oleh firman Tuhan (2 Tim.3:16-17), melalui tetap berdoa (1 Tes. 5:17-20), kita mendoakan diri kita sampai ke dalam roh, hidup dan berperilaku dalam roh (Gal. 5:16,25), dan melalui pelatihan kita belajar bertutur-sabda. Kalau kita melakukan hal-hal ini, kita akan belajar mengucapkan perkataan yang khusus bagi Tuhan. Kalau kita mengasihi Tuhan dan sungguh-sungguh terhadap-Nya, kita akan setiap hari belajar melalui menikmati Dia, mengalami Dia. Kita akan belajar memasuki firman Tuhan, melengkapi diri dengan firman Tuhan. Kita tidak akan membaca Alkitab secara dangkal, tetapi akan mendalami Alkitab, dijenuhi dan diinfus oleh firman. Kita juga bisa tetap berdoa, mendoakan diri kita sampai ke dalam roh, lalu kita bisa sepanjang hari berada dalam roh kita, hidup dan berperilaku berdasarkan roh. Kalau demikian, pembicaraan kita akan istimewa.
BELAJAR BERBICARA, MEMILIH NYANYIAN,
DAN BERDOA DI DALAM SIDANG
Sering kali nyanyian yang dipilih dalam sidang pemecahan roti tidak cocok untuk sidang itu. Tujuan sidang pemecahan roti adalah untuk memperingati Tuhan. Tuhan Yesus berkata, "Setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku" (1 Kor. 11:25). Tetapi nyanyian yang dipilih dalam sidang pemecahan roti, ada yang tidak untuk memperingati Tuhan. Mungkin nyanyian itu baik, tetapi tidak cocok dengan sifat sidang pemecahan roti. Ketika ada orang yang memilih nyanyian yang demikian, jangan kita bertengkar karena nyanyian ini, pilihlah nyanyian lain yang cocok untuk menggantinya. Dengan demikian, semua orang yang hadir dalam sidang harus belajar bagaimana memilih nyanyian yang cocok.
Tidak saja demikian, doa yang dipanjatkan dalam sidang pemecahan roti, ada yang tidak cocok dengan sidang itu. Sebab itu kita semua harus belajar bagaimana berbicara, memilih nyanyian, dan berdoa. Kalau Maria tidak banyak belajar, tentu tidak bisa menyampaikan tutur-sabda dalam Lukas pasal 1. Mungkin dalam rumahnya yang di Nazaret setiap hari ia berlatih berbicara. Kita perlu berlatih berdoa dalam sidang pemecahan roti. Kita boleh belajar berdoa, "Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu, kami berada di depan meja-Mu. Cawan dan roti di atas meja terpisah, menandakan darah-Mu terpisah dengan tubuh-Mu. Sebab itu meja ini memaparkan kematian-Mu. Untuk cawan ini kami bersyukur kepada-Mu, untuk roti ini kami bersyukur kepada-Mu." Namun mungkin ada seorang saudara atau saudari yang lain menyambung, "Tuhan, cawan ini menandakan Perjanjian Baru yang Engkau tetapkan dengan darah-Mu bagi kami." Yang satu lagi dapat menyambung, 'Tuhan, roti ini menandakan tubuh yang Kaukorbankan bagi kami di kayu salib, juga menandakan Tubuh misterius-Mu, yaitu gereja, termasuk saya, juga termasuk semua orang saleh." Kalau ada tiga orang saleh yang berdoa demikian dalam sidang pemecahan roti, sidang itu akan naik ke langit tingkat tiga.
Banyak orang di antara kita tidak mengetahui bahwa kita sangat kekurangan pelajaran rohani yang tepat. Itulah sebabnya sidang kita lembam, pengap, kosong, dan kekurangan isi. Kita semua harus belajar, memperbaiki keadaan kita. Kita harus memakai lebih banyak waktu dan tenaga belajar pelajaran rohani. Kalau kita baik-baik belajar, pasti mempunyai fungsi yang lebih baik untuk sidang, dan sidang kita akan terangkat lebih tinggi.
Catatan:
Minggu ke-6 – Sabtu Doa Baca: 1 Tes. 5:19-20
"Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat "
PENGHIDUPAN BERTUTUR-SABDA
Kalau kita ingin bertutur-sabda, perlu menempuh penghidupan bertutur-sabda. Pertama, kita perlu segar tiap fajar (Ams. 4:18; Rat. 3:22-24; Mzm. 119:147-148). Amsal 4:18 mengatakan, "Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari." Jalan orang benar seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari. Setiap dua puluh empat jam ada permulaan yang baru, ada cahaya fajar dan matahari yang menyingsing, seturut hukum alam dalam ciptaan Allah. Kita perlu menurut hukum alam ini. Setiap pagi kita harus bangun pagi menyentuh Tuhan, berseru kepada-Nya, disegarkan oleh-Nya. Dalam Ratapan 3:22-24, Yeremia mengatakan, rahmat Tuhan selalu baru tiap pagi. Rahmat Tuhan seperti embun pagi. Setiap pagi kita perlu menikmati embun yang segar ini, supaya kita mempunyai permulaan yang baru, yaitu penyegaran pagi.
Selain segar setiap pagi, kita juga perlu menempuh penghidupan yang menang setiap hari (Why. 21:7). Setelah penyegaran pagi, kita tidak seharusnya berhenti berkontak dengan Tuhan. Kita boleh melalui sewaktu-waktu bersekutu dengan Tuhan menempuh penghidupan yang menang (1 Yoh.1:6). Kita juga perlu berperilaku menurut roh (Rm.8:4b), tidak berbuat sesuatu di luar roh. Kita juga perlu setiap waktu mengucapkan firman Tuhan, yaitu mengucapkan Tuhan. Paulus berpesan kepada Timotius, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya" (2 Tim. 4:2a). Kita tidak seharusnya berkata, "Sekarang bukan waktunya kita berbicara kepada orang." Kelihatannya seperti bukan waktunya, tetapi kita tetap mengucapkan firman Tuhan. Penghidupan bertutur-sabda ini akan membuat kita bersyarat untuk bertutur-sabda.
BELAJAR BERTUTUR-SABDA
Untuk belajar bertutur-sabda, kita harus mengasihi Tuhan, menampilkan Tuhan dan menikmati Dia. Kita juga harus berdasarkan memperlengkapi diri dengan firman Tuhan belajar bertutur-sabda (2 Tim. 3:16-17). Kita harus masuk ke dalam firman Tuhan, dijenuhi oleh firman, sampai kita menjadi satu dengan firman. Untuk belajar bertutur-sabda, kita masih perlu tetap berdoa (1 Tes.5:17-20). Kita harus mendoakan diri sendiri sampai ke dalam roh. Tetap berdoa semacam ini akan menjaga kita setiap waktu di dalam roh. Kita harus di dalam roh, kalau tidak kita tidak bisa menjadi penyambung lidah Allah. Kita harus di dalam roh, kalau tidak kita tidak bisa mengucapkan perkara ilahi. Kita harus hidup dan berperilaku berdasakan roh belajar bertutur-sabda. Kita belajar bertutur-sabda adalah untuk mengikuti sidang yang bersifat timbal balik (saling dan bersama-sama), untuk menggenapi 1 Korintus 14:26.
PENGHIDUPAN ORANG KRISTEN YANG NORMAL
Menempuh penghidupan orang Kristen yang normal, adalah menempuh penghidupan yang setiap waktu di dalam Tuhan. Hidup, perilaku, dan seantero diri kita dalam segala hal berdasarkan roh. Kalau kita adalah orang yang demikian, akan setiap waktu mengucapkan Kristus. Sebagai ranting Kristus, penghidupan kita adalah berperilaku berdasarkan roh, dengan sendirinya kita bisa melalui berbicara mengalirkan Kristus. Semua orang saleh kekasih yang di dalam pemulihan Tuhan seharusnya demikian.
Catatan:
Minggu ke-7 – Minggu Doa Baca: 1 Tim. 4:15
"Perhatikanlah semuanya itu, hiduplah di dalamnya supaya kemajuanmu nyata kepada semua orang."
JALAN UNTUK BERTUTUR-SABDA
Dapat saya beritahukan kepada kalian, bertutur-sabda terdiri atas tiga hal: Pertama, ada pengetahuan Alkitab, sangat hafal terhadap Alkitab; kedua, dalam Tuhan memiliki pengalaman, tidak saja mempunyai kebenaran yang dalam, juga mempunyai pengalaman hayat; ketiga, mendekati Tuhan, bersekutu dan bersatu dengan Tuhan. Kalau kita ingin mendekati Tuhan, paling baik pada pagi hari, melalui membaca firman Tuhan bersekutu dengan Tuhan. Setiap pagi tidak perlu membaca terlalu banyak, paling banyak tujuh atau delapan ayat; kemudian dari ayat-ayat ini memilih dua ayat yang paling bermakna, sambil berdoa, sambil membaca, kurang lebih memakai lima belas atau dua puluh menit, pasti timbul inspirasi, dan tulislah inspirasi itu. Satu minggu tujuh pagi, setiap pagi menikmati Tuhan, mendapatkan inspirasi dari firman-Nya. Sampai hari Minggu, mengumpulkan inspirasi yang diperoleh selama tujuh hari, menjadi satu berita tutur sabda; lalu ketika bersidang, boleh bertutur-sabda menurut berita itu. Inilah satu jalan, lebih-lebih ketika mulai berlatih, mudah sekali dikerjakan oleh setiap orang. Asal kita setiap hari membaca firman Tuhan, bersekutu dengan Tuhan, kita akan mendapatkan terang dari Tuhan. Dengan demikian kita telah menyatukan pengetahuan Alkitab, pengalaman hayat, serta terang rohani, dan boleh bertutur-sabda bagi Tuhan.
Saya harap para penatua dan sekerja mempelopori berlatih demikian, kemudian melatih saudara saudari juga berlatih demikian. Sabaiknya saudara saudari dapat menulis satu naskah berita tutur sabda diperlihatkan kepada orang yang melatih, untuk dikoreksi, sampai hari Minggu bertutur-sabda, lalu diperbaiki lagi. Meskipun ketika bertutur-sabda ada naskahnya, tetapi tidak membaca secara kaku, tetapi membaca dengan leluasa. Ketika berbicara, kalau ada inspirasi boleh menambahkan satu dua kalimat, sehingga lebih lincah dan lebih terang. Kalau kita mau menerima pelatihan yang demikian, saya yakin dalam satu bulan, kita semua bisa bertutur-sabda. Sampai saat itu, kalian bisa mengubah sidang satu orang berbicara, yang lainnya mendengar, menjadi setiap orang berbicara, saling mendengarkan. Supaya sidang bisa lebih kaya dan nikmat, semua orang perlu mengucapkan satu hal. Tetapi adakalanya saling berbicara, saling mendengar belum tentu mantap, sebab itu saudara pewajib harus siap menyampaikan berita. Kalau saudara saudari bisa bertutur-sabda dengan limpah, semua yang hadir puas, makan kenyang, sudahlah cukup. Kalau tidak, pada akhir sidang saudara pewajib perlu berdasarkan yang diucapkan oleh saudara saudari menyampaikan delapan atau sepuluh menit berita yang kuat, limpah, dan lincah, supaya semua mendapatkan suplai dan kenyang. Persiapan ini untuk menolong, supaya mempertahankan dan memperkuat sidang tutur sabda gereja.
Kalau melakukan demikian satu atau dua tahun, tutur sabda gereja akan kaya, mempunyai dasar. Lagi pula bila kita setiap hari mendapatkan kebangunan rohani, memperdalam firman Tuhan, mempunyai kenikmatan yang kaya terhadap Tuhan, seluruh gereja pasti akan bangun. Setiap orang menjadi imam Injil Perjanjian Baru, semua melakukan pekerjaan rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, dan pengajar, tidak ada satu yang malas tidak berbuah; semuanya menjadi imam, tidak ada satu pun yang menjadi orang awam. Kalau kita ada tiga ribu orang beriman yang demikian, setiap orang bisa melahirkan, bisa merawat, bisa mendidik, kalau pun satu tahun membawa masuk satu orang, setahun bertambah satu kali lipat, tiga ribu menjadi enam ribu, tahun demi tahun terus demikian, gereja sungguh-sungguh berkembang dengan hebat. Setiap orang beriman adalah imam Injil, setiap orang memberitakan Injil, setiap orang merawat domba kecil, setiap orang menggenapi kaum saleh, setiap orang bertutur-sabda untuk Tuhan, gereja akan terbangun.
Catatan: