PERHIMPUNAN KELOMPOK
Minggu ke-3 – Senin Doa Baca: Ibr. 10:24-25
"Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, . . "
KELOMPOK ADALAH SIDANG KITA SENDIRI
Ibrani 10:24 dan 25 mengatakan, "Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, . . . tetapi marilah kita saling menasihati." Perhimpunan di sini adalah sidang kelompok yang kita bicarakan, memiliki banyak aktivitas "saling". Ini pasti bukan perhimpunan besar satu orang berbicara semua mendengar, melainkan perhimpunan sepuluh atau dua puluh orang, semua bersama-sama bersekutu, saling menasihati. Kita harus nampak, dalam penghidupan gereja, sidang kelompok adalah bagian yang utama, menduduki delapan puluh persen dari penghidupan gereja, dan sidang kelompok itu adalah sidang kita, orang-orang Kristen sendiri. Seorang Kristen kalau tidak mengikuti sidang kelompok, berarti melepaskan sidangnya sendiri. Kalau kita tidak baik-baik melaksanakan sidang kelompok, kita tidak mungkin merawat dan menggembalakan semua orang saleh.
SIDANG KELOMPOK ADALAH SIDANG DALAM NAMA TUHAN
Setiap kali kita bersidang adalah datang ke dalam nama Tuhan. Tak peduli di mana saja ada dua tiga orang berhimpun, itulah sidang kelompok, dan berhimpun dalam nama Tuhan. Dalam Alkitab, khususnya dalam Perjanjian Baru, nama mengacu kepada orang itu sendiri. Sebab itu, berhimpun dalam nama Tuhan adalah berhimpun dalam Tuhan sendiri. Kristus adalah inti sidang kita, juga isi sidang kita. Kita datang ke dalam sidang bukan berintikan yang lain, bukan berisikan yang lain, tetapi berintikan Kristus. Sebab itu setiap kali kita berkumpul menjadi satu, tak peduli berapa banyak orangnya, harus mempraktikkan menyeru nama Tuhan, supaya kita masuk ke dalam Roh itu, yaitu ke dalam diri Tuhan sendiri.
SIDANG KELOMPOK SUDAH DIMULAI DARI RUMAH
Orang Kristen adalah sekelompok orang yang berhimpun, sebelum kita berkumpul, dari rumah sudah mulai menyanyi dan berdoa. Setiap hari kita berdoa, setiap waktu kita memuji Tuhan, dalam penghidupan menyanyi dan berdoa, belum tentu pada hari ada sidang kelompok demikian, pada hari-hari yang lain kita juga menyanyi dan berdoa. Karena penghidupan kita adalah penghidupan menyanyi dan berdoa, dengan sendirinya kita adalah orang-orang Kristen yang menyanyi dan berdoa. Setiap pagi, begitu bangun kita sudah menyeru nama Tuhan, kemudian menyanyi dan berdoa, dengan sendirinya kita menjadi menang. Kalau kita membisu, tidak menyanyi, juga tidak berdoa, kita akan gagal. Tetapi bila kita membuka mulut menyeru, menyanyi, setan-setan akan lari semua, kita juga dibangunkan dan menang. Ketika kita menempuh penghidupan yang demikian, setiap hari berdoa, menyanyi, meskipun sidang kelompok belum dimulai, dari rumah kita sudah memulainya. Sebab itu ketika kita berkumpul, dengan sendirinya ada perkataan, baik doa maupun menyanyi, dan pasti penuh dengan penyertaan Tuhan.
DALAM SIDANG KELOMPOK,
KAUM SALEH "MENDIDIH" DAN TERGILA-GILA
Bila kaum saleh "mendidih" dalam sidang kelompok, itu adalah sidang gereja yang tepat, dan penghidupan gereja yang tepat. Sidang kelompok adalah sidang yang penuh dengan aktivitas "saling". Dalam sidang yang demikian ini, setiap orang berbicara, setiap orang "mendidih". Dalam satu sidang, tidak seharusnya hanya satu orang yang berbicara, dan lainnya mendengar, tetapi setiap orang saleh berbicara. Orang yang baru beroleh selamat dan dibaptis telah penuh dengan Tuhan, pasti ada sesuatu yang meluap. Mereka semua bisa berbicara tentang keselamatannya sendiri. Sidang gereja yang semula pasti merupakan sidang yang "mendidih". Setiap orang yang hadir pasti tergila-gila. Sebab itu sidang kelompok kita seharusnya penuh dengan seruan, pujian, nyanyian, serta pembicaraan yang "mendidih". Inilah jalan perhimpunan orang Kristen.
Saudara-saudara yang berhimpun bersama kita dalam pemulihan Tuhan, semuanya karena mengasihi Tuhan, mengasihi pemulihan Tuhan, sekuatnya menuntut sidang kelompok, menghadiri sidang kelompok, sehingga ada yang berkata, "Langit boleh lenyap, bumi boleh sirna, tetapi tidak boleh tidak menghadiri sidang kelompok."
Minggu ke-3 – Selasa Doa Baca: Kis. 13:52
"Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus."
SIDANG KELOMPOK DALAM JALAN BARU
Dalam jalan baru, ketika kita menghadiri sidang kelompok, harus sebagai orang yang menempuh penghidupan yang segar setiap fajar, menang setiap hari. Kalau pada pagi hari kita tidak dibangkitkan oleh Tuhan, dan dalam penghidupan dikalahkan oleh musuh, ketika kita datang ke dalam sidang kelompok, pasti tidak bisa menang dan lincah. Kalau setiap orang dalam keadaan gagal datang ke dalam sidang, maka sidang itu pasti kosong.
Kalau kita sungguh-sungguh terhadap Tuhan, dan mau melaksanakan sidang kelompok dalam jalan baru, kita pasti menjadi orang yang bangkit dan menang. Roh kita harus hidup, ditinggikan, dan seluruh diri kita harus di dalam roh. Dengan demikian ketika kita menghadiri sidang, kita akan datang dengan berdoa, memuji, dan berseru "haleluya" di dalam roh. Bahkan sebelum kita datang ke tempat sidang, sidang itu sudah dimulai dari rumah kita, atau dari perjalanan kita menuju tempat sidang.
Sidang kelompok seharusnya adalah perkara yang riil dalam roh, bukan sandiwara. Sebab itu kita harus dibangkitkan, menang, juga hidup dalam roh. Seorang Kristen yang normal adalah seorang yang istimewa, bahkan seorang yang "gila". Kegilaan ini tidak bisa dibuat-buat, haruslah peluapan dari penghidupan kita. Dengan demikian, ketika kita berhimpun dalam kelompok, kita adalah orang-orang yang lincah, segar, dan menyenangkan orang lain. Kita datang dengan menyanyi, berdoa, berseru, dan memuji; dengan sendirinya akan mempunyai persekutuan yang tepat, juga ada doa syafaat, saling memelihara dan merawat. Kemudian melalui saling bertanya dan menjawab, kaum saleh akan bisa saling menasihati.
SIDANG DALAM ROH YANG MEMUJI, BERGEMBIRA,
DAN MEMBICARAKAN KRISTUS
Dalam penghidupan sehari-hari, kita harus menjadi orang yang penuh dengan Kristus dan dalam roh dipenuhi oleh kepenuhan Allah, seharian memuji, bergembira, serta membicarakan Kristus. Kemudian ketika kita bersidang, seharusnya seperti dalam penghidupan sehari-hari -- penuh Kristus, penuh kegembiraan, dan penuh Roh itu. Kalau kita tidak menjadi orang yang demikian, berarti sudah gagal. Tetapi kalau kita adalah orang yang memuji, bergembira, dan membicarakan Kristus, dalam sidang pun kita demikian.
Tahun 1969 tempat sidang di Los Angeles juga demikian, belum sampai di tempat sidang, masih di tengah jalan, saudara saudari sudah mulai bersidang. Mereka membawa tas Alkitab, sambil berjalan sambil menyanyi, benar-benar seperti menuju gunung Sion untuk bertemu dengan Allah. Pada malam tidak ada sidang, setelah makan malam, saya berjalan-jalan di depan rumah, lalu terdengar nyanyian dari rumah-rumah, dengan sendirinya mereka sedang bersidang kelompok, keadaan ini mencapai puncaknya pada tahun 1969, Allah mendatangkan satu kebangunan rohani, jumlah saudara saudari dari tiga atau lima ratus orang, bertambah sampai tujuh atau delapan ratus orang. Tempat sidang itu cuma dapat menampung lima ratus orang, begitu dimasuki oleh tujuh atau delapan ratus orang, semua berdesak-desak sampai menempel di tembok.
PERLU BERDOA KEPADA TUHAN,
MENDATANGKAN KEBANGUNAN ROHANI
Saudara saudari, kita perlu berdoa, dalam kita perlu satu kebangunan rohani. Ini bukan dorongan di luar, tetapi karena kasih saudara saudari kepada Tuhan. Ketika kita mengasihi Tuhan, bersekutu dengan Tuhan, berperilaku menurut roh, dipenuhi dalam roh, kita akan dengan mazmur, kidung puji-pujian, nyanyian rohani, berkata-kata seorang kepada yang lain, dan bersorak bagi Tuhan dengan segenap hati, saat itu kebangunan rohani akan datang. Inilah kunci keberhasilan sidang kelompok.
Catatan:
Minggu ke-3 – Rabu Doa Baca: 1 Kor. 12:25b, 26
"Tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita."
PERSEKUTUAN, SYAFAAT, SALING MEMPERHATIKAN,
DAN PENGGEMBALAAN DALAM SIDANG KELOMPOK
Sidang kelompok yang tepat seharusnya terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama seharusnya meliputi persekutuan, syafaat, saling memelihara, dan penggembalaan; bagian kedua seharusnya melalui mengajar atau menasihati menggenapi kaum saleh. Dalam bagian pertama sidang kelompok, setiap hadirin seharusnya mempersekutukan keadaan rohani dan kejadian yang riil di atas diri mereka pada saat itu. Persekutuan ini tidak seharusnya hanya satu dua orang saja. Semua yang hadir seharusnya dalam setiap sidang membuka diri, biar semua orang mengetahui keadaan dirinya. Dengan demikian, dengan sendirinya beberapa orang saleh ada beban berdoa untuk keadaan itu. Sidang kelompok yang tepat tidak tergantung pada formalitas, nyanyian, dan doa yang agamis, melainkan tergantung pada persekutuan yang demikian.
Setelah saling mempersekutukan keadaan masing-masing, orang-orang yang hadir dalam sidang dengan sendirinya terdorong dan saling mendoakan. Doa yang semacam ini bukan formalitas, juga tidak seperti main sandiwara, melainkan dengan sungguh-sunguh dan riil. Setelah bersekutu dan berdoa, orang-orang dalam sidang kelompok seharusnya membawa saling memperhatikan dalam kasih mereka, maju selangkah lagi diterapkan pada perawatan yang konkret dan riil. Kita tidak seharusnya hanya memiliki doa yang rohani, tetapi juga perlu diutus oleh Tuhan pergi ke tempat orang-orang yang mempunyai keperluan. Kita harus pergi menjenguk orang-orang yang dalam kesukaran, dan berbagian dengan kesukaran mereka. Inilah saling menggembalakan.
Persekutuan, doa, perawatan, dan penggembalaan, adalah faktor utama sidang kelompok. Kalau kita tidak melaksanakan hal-hal ini, kita tidak bisa mengatasi keperluan setiap orang saleh.
"Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik . . . tetapi marilah kita saling menasihati, . . ." (Ibr. 10:24-25). Saling memperhatikan secara tidak langsung mengandung arti saling mengingat, dan perhatian yang tulus dalam kasih. Frasa ini secara tidak langsung mengandung arti kaum saleh ada di dalam hati kita. Di sini pekerjaan baik mengacu kepada memberi sesuatu kepada orang dengan cuma-cuma, atau dengan cuma-cuma berbuat sesuatu untuk orang lain. Membantu orang dengan harta benda, atau merawat saudara yang sakit, termasuk perkara baik. Tubuh dalam Kristus perlu memiliki banyak perkara baik yang demikian. Kita perlu saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Saling memperhatikan, scaling mendorong, dan saling menasihati, tidak bisa dilaksanakan dalam sidang besar, hanya bisa dipraktikkan dalam sidang kelompok.
MELALUI SALING MENGAJAR MENGGENAPI KAUM SALEH
Persekutuan, syafaat, perawatan, dan penggembalaan yang sebagai bagian pertama sidang kelompok, adalah permulaan dan dasar sidang kelompok. Kalau tidak ada dasar yang demikian, kita tidak bisa mempunyai sidang kelompok yang efektif. Namun butir-butir pertama sidang kelompok ini belum bisa mewujudkan tujuan sidang kelompok, atau mencapai tujuan sidang kelompok. Tujuan dan sasaran sidang kelompok adalah melalui saling mengajar menggenapi kaum saleh.
Pengajaran yang tepat dalam sidang kelompok, bukan menunggu pengajar yang ditentukan berbicara, cara yang paling baik adalah melalui tanya jawab memberi pengajaran. Dalam sidang kelompok tidak ada guru yang ditunjuk, semua hadirin adalah pengajar. Meskipun kita mempunyai beban mengajar dan menasihati orang dalam perkara tertentu, tetapi kita juga tidak seharusnya langsung melepaskan beban kita. Sebaliknya seharusnya kita mengubah pengajaran kita menjadi satu pertanyaan. Begitu kita mengajukan pertanyaan, semua hadirin ada kewajiban menanggapinya, dengan sendirinya mereka menjadi pengajar. Biasanya dengan mengajar, kita akan belajar lebih banyak daripada mendengar.
Sebab itu dalam sidang kelompok, seharusnya semua bisa mengajukan pertanyaan tentang kebenaran dan hayat, lalu masing-masing menurut pengertiannya sendiri menjawab; mengetahui berapa banyak menjawab berapa banyak, mengetahui berapa dalam menjawab berapa dalam juga, dikumpulkan menjadi satu menjadi kekayaan gereja. Kita semua harus berlatih melakukan ini, semakin berlatih, semakin kaya. Dengan demikian, orang-orang dalam setiap kelompok kecil tergenapi semua.
Catatan:
Minggu ke-3 – Kamis Doa Baca: Kol. 1:28
"Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus."
Sidang kelompok berbeda dengan sidang dalam keluarga. Setelah seorang beroleh selamat, dan sesudah sejangka waktu menerima sedikit pimpinan, mendapatkan sedikit rawatan, lalu berhimpun menjadi satu, itulah sidang kelompok. Jangan menunggu terlalu lama baru dibawa ke dalam sidang kelompok, sambil merawat sambil membawanya ke dalam sidang kelompok.
1. Memimpin dan Menerangi Kaum Saleh
a. Saling Terbuka dan Saling Bersekutu
Ketika orang Kristen berkumpul menjadi satu, asal mereka membuka mulut, mereka akan merasakan manfaatnya; mengutarakan masalah, lalu saling bersekutu, pasti mendapatkan bantuan.
b. Saling Mendoakan
Begitu membuka mulut, begitu bersekutu, dengan sendirinya saling mendoakan.
c. Saling Merawat dan Menggembalakan
Saudara saudari bersama-sama bersekutu, saling mendoakan, lalu saling merawat juga saling menggembalakan.
d. Saling Mengajukan Pertanyaan untuk Belajar dan Mengajar Kebenaran,
Untuk Menuntut dan Memberi Pengarahan dalam Pertumbuhan Hayat
Ada orang mungkin bertanya dalam sidang, "Apa artinya memikul salib?" Di antara tujuh atau delapan orang yang hadir, setiap orang bisa mengatakan sedikit. Seorang saudara mungkin berkata, "Salib adalah alat untuk eksekusi (hukuman mati) penjahat yang paling jahat pada zaman kekaisaran Romawi." Yang lain mungkin berkata, "Ketika Tuhan Yesus disalibkan di kayu salib, kita semua disalibkan bersama Dia. Maka, kita harus tetap tinggal di dalam kematian-Nya, dan tidak seharusnya turun dari salib. Inilah arti dari memikul salib." Pembicaraan seperti ini membuat setiap orang bisa belajar kebenaran, juga bisa bertumbuh dalam hayat.
2. Menasihati dan Menghibur Kaum Saleh
Seperti Seorang Ayah
a. Dalam Segala Hikmat, Mempersembahkan Kaum Saleh dalam Kristus
dalam Keadaan Dewasa kepada Allah
Paulus tidak hanya berharap kaum saleh bisa bertumbuh dalam hayat, dia juga menasihati dan mengajar setiap orang, supaya mereka bisa dipersembahkan dalam Kristus dalam keadaan dewasa kepada Allah.
b. Memperlengkapi dan Menyuplai Kaum Saleh
untuk Melakukan Pekerjaan Ministri Perjanjian Baru,
Yaitu Membangun Tubuh Kristus yang Organik
Anda sekalian harus belajar mengajar kaum saleh. Maksudnya bukan mengajar mereka dalam sidang, melainkan mengajar mereka satu per satu di rumah-rumah selama Anda menjenguk mereka. Ajaran semacam ini memerlukan waktu yang cukup banyak. Setelah beberapa waktu, dalam kelompok Anda akan ada beberapa orang yang menjadi cakap, dan orang lain akan menyusul dan belajar. Dengan demikian, suatu dasar yang baik akan bisa diletakkan.
3. Mengutus Kaum Saleh Pergi
a. Memberitakan Injil dengan Mengunjungi Orang
b. Merawat dan Memperhatikan Orang Baru
c. Membimbing Kaum Beriman Menghadiri Sidang Kelompok
d. Membimbing Kaum Beriman Menghadiri Sidang Gereja yang Lebih Besar
Orang-orang yang kita perhatikan dalam kelompok kecil, harus mampu melakukan apa yang kita lakukan. Sidang kelompok semacam ini pasti akan meningkatkan jumlah orang yang hadir. Bila jumlah yang hadir meningkat, kita membagi kelompok itu. Sidang kelompok adalah bagian utama dari praktik hidup gereja. Dengan kata lain, hidup gereja yang praktis berada dalam kelompok. Anda boleh mengatakan, bahwa sidang kelompok hampir sama dengan hidup gereja. Kelompok memiliki kesanggupan untuk memperlengkapi orang, membantu mereka mengenal kebenaran, bertumbuh dalam hayat, dan berfungsi secara organik. Dengan demikian, mereka juga akan mampu melakukan apa yang kita mampu lakukan. Inilah hidup gereja.
Catatan:
Minggu ke-3 – Jumat Doa Baca: 2 Tim. 1:6
"Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu."
APAKAH KELOMPOK VITAL ITU?
Sekarang saya ingin bertanya, "Apakah kelompok vital itu?" Mungkin Anda akan berkata, bahwa kelompok vital adalah sekelompok orang yang hidup, membara, dan yang berbuah. Tetapi jawaban ini boleh jadi merupakan satu jawaban yang tanpa visi dan hanya ada teori. Sebenarnya, kelompok vital adalah sekelompok orang Kristen yang normal. Dalam gereja, orang Kristen yang normal pasti menempuh satu penghidupan yang kudus. Dia hidup di dalam Tubuh. Dia tidak menyelamatkan orang agar masuk ke dalam denominasi, melainkan menyelamatkan orang agar masuk ke dalam gereja, ke dalam Tubuh. Banyak orang di antara kita karena tidak beroleh selamat dengan cara yang demikian, sebab itu keadaan kita tidak normal. Satu orang Kristen yang normal pasti menempuh penghidupan gereja yang normal, memberitakan Injil dengan normal, menyelamatkan jiwa masuk ke dalam gereja, ke dalam Tubuh.
Orang Kristen yang normal melahirkan, menghasilkan orang Kristen yang normal. Setelah seorang mendengarkan pemberitaan Injil, dia seharusnya dipimpin masuk ke dalam satu pertobatan yang tuntas. Dia seharusnya di hadapan Allah mengakui dengan tuntas segala kesalahannya, kekeliruannya, kekurangannya, kelemahannya, kejahatannya, pelanggarannya, dosa-dosa, dan perbuatan dosanya. Dia juga harus memohon pengampunan dari orang-orang yang kepadanya dia bersalah. Melalui pertobatan dan pengakuan dosa yang demikian, maka ia mulai memiliki persekutuan yang akrab, yang intim dengan Tuhan dan kaum saleh yang lainnya. Demikianlah kemudian atas hal doa, menyeru nama Tuhan, dan melatih roh, dia bisa menerima penggenapan. Dengan sendirinya dia akan menjadi vital -- hidup, membara, dan berbuah. Satu orang yang vital adalah orang yang telah bertobat sedemikian rupa, mengaku dosa dengan tuntas, memiliki persekutuan yang intim dan akrab dengan Tuhan, juga memiliki persekutuan yang intim dan akrab dengan orang Kristen lainnya.
DENGAN DOA YANG SUNGGUH-SUNGGUH, MOHON BERKAT TUHAN,
SEHINGGA MEMPUNYAI PERSEKUTUAN DENGAN MITRA ANDA
Bagaimana memulai kelompok vital Anda? Pertama Anda harus melalui doa yang sungguh-sungguh, mohon berkat Tuhan, sehingga mempunyai persekutuan dengan mitra Anda. Jika Anda tidak memiliki mitra, maka mulai besok Anda harus berdoa dengan tekun dan menuntut, minta satu mitra. Jika tidak ada mitra, Anda tidak bisa memulai kelompok vital. Kemudian Anda harus dengan mitra Anda memulai dengan doa yang tekun dan menuntut, sehingga mempunyai satu persekutuan. Anda tidak seharusnya hanya berkumpul untuk berbincang-bincang. Perbincangan tidak ada artinya, itu adalah kosong melompong. Ketika Anda berkumpul bersama, lebih baik pembicaraan itu Anda ubah menjadi doa. Jika Anda mau berbicara, berbicaralah kepada Tuhan.
Kita harus memiliki doa yang sungguh-sungguh dan menuntut, mohon berkat Tuhan. Kita harus berdoa, "Ya Tuhan, kami sama sekali tidak berarti, juga tidak memiliki apa-apa. Tetapi Dikau adalah Tuhan yang almuhit, Dikau juga adalah Persona yang kaya limpah tak terduga, kami memerlukan berkat-Mu. Tanpa berkat-Mu, kami mati. Tanpa berkat-Mu, kami tawar, bahkan masih jauh dari suam-suam kuku. Tanpa berkat-Mu, kami tidak bisa berbuah. Kami perlu berkat-Mu." Kita harus sekuatnya berdoa dengan sungguh-sungguh dan berkata, "Ya Tuhan, berikanlah kepada kami buah-buah tetap yang diperlukan. Telah bertahun-tahun lamanya kami tidak berbuah." Doa sungguh-sungguh yang demikian akan membuat kita memiliki pertobatan yang tuntas.
Jika Tuhan membelaskasihani kita, dan kita menerima belaskasihan-Nya, kelompok vital kita akan tergarap dengan baik; setelah lewat enam sampai sembilan bulan, kita akan membagi kelompok, dan memulai lagi yang baru. Hal demikian seharusnya berulang-ulang terjadi. Ketika kita menempuh setiap langkah, kita harus dengan mutlak yakin bahwa Tuhan puas, kita pun puas.
Minggu ke-3 – Sabtu Doa Baca. Yoh. 13:35
"Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
TERBENTUKNYA KELOMPOK VITAL
Untuk membentuk kelompok yang baru, pertama Anda harus berdoa, mohon Tuhan memberi Anda mitra. Kalau Anda berdoa, Tuhan mungkin memimpin Anda mengontaki saudara yang duduk di sebelah Anda. Ketika Anda memberi tahu rencana Anda, mungkin Roh itu mengonfirmasi pekerjaan Anda, menggerakkan dia menanggapi rencana Anda, lalu kalian berdua menjadi satu kelompok. Perkara pertama yang harus kalian lakukan dalam sidang kelompok adalah tinggal di dalam roh, dan berpegang erat dalam situasi lingkungan kalian.
TERBUKA KEPADA ANGGOTA TUBUH KELOMPOK KITA
Sebelum mendapatkan empat atau lima orang, mungkin Anda telah mendapatkan dua atau tiga orang. Kalian dua tiga orang ini harus berkumpul berdoa, saling mengenal. Mungkin kalian sudah bertahuntahun berhimpun dalam satu gereja, tetapi kalian belum mengetahui dia mempunyai berapa orang anak. Lagi pula mungkin Anda tidak mengetahui istri seorang saudara sudah sakit berapa lama. Kalau kalian melaksanakan sidang kelompok yang tepat, bila ada satu anggota Tubuh dalam kelompok sakit, tidak sampai satu jam, Anda sudah mengetahuinya. Dalam hal sidang kelompok, perkara pertama yang harus dikerjakan adalah saling mengenal. Ketika kalian berhimpun, kalian harus menanyakan keadaan setiap anggota Tubuh dalam kelompok. Mungkin kita berkata sudah saling mengenal, tetapi sesungguhnya kita belum saling mengenal. Ketika dalam rumah kita ada seorang yang sakit, mungkin kita tidak memberi tahu orang lain. Ketika ada anggota keluarga kita kurang enak badan, mungkin kita berkata, sekeluarga kita baik-baik semua. Kita tidak saling terbuka, sebaliknya saling menutupi.
Setelah kita saling terbuka, lalu saling mendoakan, saling merawat, dan saling membantu. Inilah langkah yang lebih lanjut dari pelaksanaan sidang kelompok. Karena kita tidak saling terbuka, saling merawat, kita kehilangan daya dobrak. Kalau Anda melaksanakan jalan baru, segera Anda mempunyai daya dobrak. Setelah kelompok terbentuk, tidak seharusnya besoknya langsung mengunjungi orang baru. Sebaliknya, anggota Tubuh dalam kelompok harus bersama-sama berdoa.
BERSEKUTU SAMPAII SALING MENGENAL DENGAN TUNTAS
Mengenai membentuk kelompok, perkara pertama adalah berdoa, kedua adalah bersekutu. Kita semua harus nampak, sampai hari ini, di tengah kita jarang sekali ada persekutuan yang sejati. Yang kita miliki hanya semacam kontak saja. Sebab itu, dalam setiap perhimpunan kelompok, perkara pertama yang harus kita lakukan adalah bersekutu. Ketika mulai bersekutu, kalian harus hafal identitas, keadaan rohani, dan kondisi terakhir setiap anggota kelompok. Kalau mungkin, setiap perkara harus dibawa ke dalam persekutuan. Ketika bersekutu dalam kelompok, kita harus mengikuti roh yang di dalam, tidak saja demikian, persekutuan kita harus hidup, organik, dan leluasa. Kita harus saling mengenal dengan tuntas keadaan terakhir setiap orang. Kita mungkin berhimpun sejangka waktu di satu tempat dengan beberapa orang saleh, tetapi kita tidak tahu nama mereka atau nama pasangan mereka, ini bukan persekutuan yang sejati, kita hanya "main ski di atas es". Kita tidak pernah menembus lapisan es mencapai dasar danau. Persekutuan dalam perhimpunan kelompok, pertama harus memecahkan es, kemudian menyingkirkan es, lalu kita semua harus menceburkan diri ke dalam arus air, saling mengenal dengan tuntas, ini baru persekutuan yang sesungguhnya, dan kasih yang sejati pun berada di tempat ini. Kalau kita tidak saling mengenal, tidak bisa saling mengasihi. Kita tidak bisa mengasihi orang yang tidak kita kenal, tetapi kalau kita saling mengenal dengan tepat, kita akan semakin saling mengasihi.
Catatan:
Mingu ke-4 – Minggu Doa Baca: Ef. 6:18
"Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus."
MEMAKAI ROH MEMPUNYAI DOA YANG CUKUP BANYAK DAN TUNTAS SERTA PERSEKUTUAN YANG INTIM DAN TUNTAS
Persekutuan kita tidak saja akrab juga tuntas. Kita mungkin bisa saling mengenal, tetapi tidak bisa mengenal dengan tuntas. Untuk memiliki persekutuan yang tuntas, jalannya adalah memakai roh kita. Setiap kali kita berbicara dalam persekutuan, kita perlu memakai roh kita. Untuk memiliki persekutuan yang tepat, perlu melalui doa yang cukup banyak dan tuntas memakai roh. Dalam kelompok vital, kita perlu bersekutu menurut keadaan kita, kondisi kerohanian kita, serta keadaan kita di dalam dan di hadapan Tuhan pada saat ini.
MELALUI DOA YANG BANYAK DAN TUNTAS,
BAGI TUHAN MEMPERSEMBAHKAN PERSEMBAHAN
ORANG NAZIR KORPORAT
Untuk mendirikan kelompok vital, kita perlu melalui doa yang banyak dan tuntas, bagi Tuhan mempersembahkan persembahan orang nazir korporat (Bil. 6:1-4). Kita perlu berbuat demikian, sampai kita semua dibaurkan, sampai kita menjadi adonan. Semua anggota dalam kelompok seharusnya datang bersama-sama menjadi kesatuan, menjadi sekelompok orang nazir, mempersembahkan diri kepada Tuhan, inilah persembahan korporat yang diberikan kepada Tuhan. Kita perlu membiarkan Tuhan mendapatkan seluruh kelompok kita, menjadi satu kesatuan, untuk merampungkan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Persembahan korporat kita tidak seharusnya untuk menunaikan kewajiban macam apa pun, melainkan menurut pimpinan Roh itu yang organik melayani Tuhan.
MELALUI DOA YANG BANYAK DAN TUNTAS,
MENJADI PEMENANG PADA MASA INI
Untuk mendirikan kelompok vital, kita perlu melalui doa yang banyak dan vital, menjadi pemenang pada masa ini. Menurut prinsip Perjanjian Baru, semua orang beriman harus menjadi pemenang, tetapi kebanyakan orang beriman telah jatuh. Sebab itu dalam ke tujuh surat dalam Wahyu pasal 2 dan 3, Tuhan memanggil pemenang.
Kita perlu menjadi pemenang pada masa ini, untuk menggantlkan gereja yang jatuh. Karena gereja sudah jatuh, sudah berubah menjadi yang tidak seperti apa adanya; sebab itu perlu pemenang menggantikan gereja yang jatuh.
PERLU ADA DOA YANG BANYAK DAN TUNTAS
UNTUK EMPAT LANGKAH DARI JALAN YANG DITENTUKAN ALLAH
Untuk mendirikan kelompok vital, kita perlu ada doa yang banyak dan tuntas untuk empat langkah dari jalan yang ditentukan Allah. Ketika kita berhimpun dalam sidang kelompok, dalam doa kita perlu melupakan jalan lama dan perkara yang usang. Kita perlu belajar jalan baru dan perkara baru, yaitu empat langkah dari jalan yang ditentukan Allah. Langkah pertama dari jalan yang ditentukan Allah adalah melaksanakan tugas imam Injil Perjanjian Baru, untuk karunia keselamatan Allah, mencari, mengunjungi, dan berkontak dengan orang dosa, supaya orang dosa menjadi anggota Tubuh Kristus yang organik, dan mempersembahkan mereka sebagai korban persembahan Perjanjian Baru kepada Allah (Rm.15:16; 2 Ptr.2:5,9). Langkah kedua adalah dalam sidang keluarga, menjadi ibu pengasuh, merawat dan mengasuh bayi yang baru lahir dalam Kristus (2 Tes.2:7). Langkah ketiga adalah dalam sidang kelompok melalui saling mengajar menggenapi kaum saleh, untuk melakukan pekerjaan ministri itu, membangun Tubuh Kristus yang organik (Ef.4:12-13). Terakhir, langkah keempat dari jalan yang ditentukan Allah adalah dalam sidang gereja, melalui tutur sabda kaum saleh, secara langsung dan organik membangun Tubuh Kristus, menjadi organisme Allah Tritunggal yang telah melewati proses.
Kita perlu siang malam berdoa untuk empat hal ini, inilah tujuan dan sasaran kita berhimpun menjadi kelompok. Kita berhimpun menjadi kelompok, adalah untuk menjadi orang nazir yang korporat dan pemenang, menggantikan gereja melaksanakan empat hal ini.