← Daftar isi Mengenal Alkitab (1) · bab 2/8

DIPERLENGKAPI DALAM KEBENARAN

Minggu ke-2 – Senin Doa Baca: Ayub 23:12

"Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya. (Melebihi daripada makan minum yang kuperlukan)."

SIKAP YANG SEHARUSNYA DIMILIKI OLEH ORANG BERIMAN

TERHADAP ALKITAB

1. Damba Firman Tuhan, Merenungkannya Sepanjang Hari (Mzm. 119:97,20; 1:2)

Kita seharusnya mendambakan Alkitab, seharusnya seperti pemazmur pada masa lalu, sering mendambakannya sampai hancur hatinya. Kita juga seharusnya memikirkan firman Alkitab, juga seharusnya seperti pemazmur pada masa lalu, sepanjang hari merenungkan firman Tuhan, bahkan siang dan malam merenungkannya. Kalau mau mengenal Alkitab, harus demikian.

2. Mementingkan Firman Tuhan

Lebih Daripada Makanan dan Minuman (Ayub 23:12)

Kita seharusnya lebih mementingkan Alkitab daripada makan minum yang diperlukan. Banyak saudara saudari berkata, mereka sibuk sepanjang hari, tidak ada kesempatan untuk membaca Alkitab. Tetapi tak peduli kita seberapa sibuk, setiap hari kita pasti makan tiga kali. Kalau kita memandang Alkitab lebih penting daripada makanan dan minuman, kita tidak akan berkata tidak ada kesempatan membaca Alkitab. Kalau kita ada kesempatan makan nasi, tentu kita ada kesempatan membaca Alkitab.

3. Percaya Firman Tuhan (Yoh. 2:22; 5:46)

Kita juga seharusnya percaya Alkitab. Percaya itu terjadi setelah dipahami oleh otak, diakui dan diterima dalam hati. Firman Alkitab tidak cukup hanya dipahami dalam otak saja, itu tidak bisa membawa kebaikan apa-apa untuk kita; perlu dipercayai ke dalam hati kita, dengan iman diterima ke dalam hati kita, baru bisa menjadi kebaikan kita, supaya kita mendapatkan suplai dan bantuan hayat.

4. Menuruti Firman Tuhan (Luk. 16:29, 31)

Kita juga seharusnya menuruti Alkitab. Firman Alkitab tidak saja perlu dimengerti, dipahami, dipercayai, dan diterima, juga perlu dituruti. Apa yang dikatakan Alkitab, bagaimana pembicaraan Alkitab, harus kita turuti semua. Untuk itu kita perlu melepaskan diri sendiri, menghapus opini, dan tunduk kepada Tuhan. Hanya orang yang tunduk baru bisa menuruti firman Alkitab.

5. Bersandar Firman Tuhan (Mzm. 119:42)

Kita juga perlu bersandar firman Alkitab. Kalau kita percaya, menerima, menuruti firman Alkitab, kita harus bersandar kepadanya, juga bisa bersandar kepadanya. Bersandar adalah menyerahkan diri sendiri kepada firman Alkitab yang kita percayai dan turuti. Banyak orang bersandar firman Alkitab sehingga mampu memikul beban berat, melewati kesulitan, mengalahkan pencobaan, menghadapi kesukaran. Ada juga orang yang sepanjang hidupnya selalu bersandar firman Alkitab.

6. Berharap Kepada Firman Tuhan (Mzm. 119:114,147)

Kalau kita ingin mendapatkan firman Alkitab, tidak saja harus menyelidiki dan mempelajari, juga harus berharap kepadanya. Menyelidiki dan mempelajari adalah bersandar otak, mencari firman Allah; berharap adalah dalam roh dengan hati menanti Allah memberikan firman-Nya kepada kita. Untuk ini kita perlu hidup di hadapan Allah, bersekutu dengan Allah.

7. Dimakan Sebagai Makanan (Yer. 15:16)

Begitu kita mendapatkan firman Alkitab, kita harus memakannya sebagai makanan, menerimanya ke dalam kita, supaya firman itu dicerna dalam kita, untuk menyuplai hayat rohani kita.

8. Menyimpan Firman Tuhan di Dalam Hati (Mzm. 119:11,98)

Kita juga seharusnya menyimpan firman Alkitab di dalam hati kita, supaya sewaktu-waktu bisa kita gunakan dari dalam hati. Dalam hati kita seharusnya menyimpan banyak firman Alkitab, untuk kita pakai sewaktu-waktu. Alkitab tidak seharusnya berada di tangan kita, juga seharusnya ada di dalam hati kita. Ketika tangan kita tidak memiliki Alkitab, hati kita masih memiliki Alkitab yang bisa kita pakai. Demikian barulah keadaan yang tepat.

9. Hendaklah Firman Tuhan Diam Dengan Segala Kekayaannya Di Dalam Kita (Kol. 3:16)

Kita tidak seharusnya menyimpan firman Alkitab di dalam hati kita, juga perlu menyimpannya dengan segala kekayaannya. Untuk itu kita perlu memakai segala macam hikmat. Kita perlu memakai segala macam hikmat, memakai segala macam cara, agar firman Kristus dengan segala kekayaannya diam di dalam kita.

Catatan:

Minggu ke-2 – Selasa Doa Baca: Ibr. 4:12

"Sebab firman Allah hidup dan kuat lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

CARA UNTUK MENGERTI FIRMAN ALLAH

1. Memahami Firman Allah Secara Hurufiah

Cara memahami firman Allah tergantung ketika membaca Alkitab, harus memahami firman Alkitab secara hurufiah. Bagaimana Alkitab berkata, begitu juga kita pahami, sekali-kali jangan menyimpang. Jangan sampai kita membaca firman Alkitab, sudah jelas tidak mengerti lalu seenaknya menjelaskannya, sehingga menyimpang dari arti hurufiahnya. Kita harus menjelaskan ayat-ayat Alkitab menurut makna konteksnya.

2. Dengan Roh Doa Baca Firman Allah

Langkah pertama adalah memahami secara hurufiah, dengan mata membaca huruf hitam di atas kertas putih, dan memahami dengan otak. Kemudian langkah kedua adalah doa baca, mengubah apa yang Anda lihat dengan mata, yang Anda pahami dengan otak menjadi doa. Begitu berdoa kita memakai roh. Mungkin pada mulanya Anda berdoa hanya memakai pikiran, tetapi setelah dua, tiga, atau lima kalimat, roh Anda mulai bangkit.

3. Makan Minum Menghirup Roh dan Hayat Dalam Firman Allah

Ini adalah firman Alkitab, sebab itu doa baca bukan takhyul, begitu berdoa, perkataan hurufiah menjadi roh, menjadi hayat, yaitu diri Tuhan sendiri. Sebab itu doa baca adalah "Dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu frrman Allah, dalam segala doa dan permohonan" (Ef.6:17,18a). Ketika kita dengan doa baca menerima firman Allah, hasilnya adalah makan, minum, dan menghirup roh dan hayat dalam firman Allah.

4. Menembus Huruf, Fakta Sejarah, Orang, Menggali Wahyu Hayat

Ketika membaca Alkitab kita perlu menembus huruf, yaitu huruf dalam hukum Taurat, nampak wahyu hayat batiniah. Misalnya, orang-orang Advent memegang huruf atau perkataan Alkitab yang mengatakan "Pada hari ketujuh harus memelihara hari Sabat", tetapi Paulus berkata, "Sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan" (2 Kor.3:6). Kalau perkataan ini diterapkan pada perkara memelihara hari Sabat, "huruf” menghendaki orang pada hari ketujuh memelihara hari Sabat, tetapi makna rohaninya, Allah menghendaki orang yang berlelah mendapatkan sabat, perhentian, dan sabat ini adalah Kristus Tuhan.

5. Membaca Alkitab Perlu Memperhatikan Konteksnya (Hubungan Kata-katanya)

Membaca Alkitab perlu memperhatikan konteksnya, kalau tidak mempedulikan konteksnya (hubungan dengan kata-kata di atas dan bawahnya), hanya mengambil sepotongan lalu mengartikannya, sangatlah bahaya. Pernah ada satu orang teman berkata, sepatah kalimat Alkitab perlu dijelaskan dengan seluruh Alkitab. Sebab itu kalau kita ingin memahami satu kalimat ayat Alkitab, perlu mempertimbangkan apa yang dikatakan oleh seluruh Alkitab.

6. Dengan Firman Allah Menjelaskan Firman Allah

Tuhan Yesus berkata kepada Nikodemus, "Kamu harus dilahirkan dan air dan Roh", artinya, "Kamu harus menerima baptisan pertobatan yang diberitakan Yohanes; kamu harus bertobat lebih dulu, lalu dia memasukkan kamu seluruhnya ke dalam air, mengubur kamu; Aku datang kemudian dari padanya, akan membaptiskan kamu dengan Roh, supaya kamu hidup." Inilah mati dan bangkit, yang lama sudah mati, sudah dikubur, yang baru bangkit; cara penjelasan ini adalah menjelaskan menurut hurufiah, dengan firman Alkitab menjelaskan firman Alkitab.

7. Belajar Kepada Kaum Saleh Yang Di Depan Kita

Kemudian kita perlu belajar kepada kaum saleh yang di depan kita. Ketahuilah, kita bukan hidup pada abad pertama, bukan kelompok pertama orang yang membaca Alktiab, kita lahir pada abad kedua puluh. Tetapi kita tidak boleh meremehkan orang-orang yang di depan kita, kita tidak bisa menutup pintu membangun sendiri kereta. Kita perlu menilai bagaimana pandangan bapa gereja pada akhir abad kesatu sampai abad kedua terhadap Alkitab. Kemudian segenerasi demi segenerasi selalu ada ahli Alkitab. Sampai hari ini, kita berdiri di atas bahu mereka, pengenalan kita terhadap Alkitab, banyak mendapat bantuan dari mereka.

Minggu ke-2 – Rabu Doa Baca: Yoh. 3:6b; 1 Kor. 2:13

"Apa yang dilahirkan dari Roh, adalah Roh."

"Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani . . . dengan perkataan . . . oleh Roh."

PERSIAPAN MANUSIA

Bila ingin membaca Alkitab dengan baik, perlu memenuhi dua syarat: Satu adalah manusia yang tepat, manusia yang telah dilatih; satu lagi adalah caranya juga perlu tepat. Ada orang pembacaan Alkitabnya baik, karena mereka di hadapan Allah banyak belajar, sebab itu begitu caranya tepat, pembacaannya juga baik. Kalau manusianya tidak tepat, cara yang baik pun tidak berguna; kalau manusianya tepat, semua cara yang baik bisa berguna.

1. Perlu Rohani

Dalam Yohanes 6:63 Tuhan Yesus memberitahu kita, "Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup." Sebab itu perkataan Alkitab tidak saja adalah perkataan, tidak saja sebagai huruf, juga sebagai roh, sebab itu ketika membaca firman-Nya harus memakai roh. "Apa yang dilahirkan dari Roh, adalah Roh." Firman Alkitab adalah Roh. Hayat yang diperoleh manusia ketika dilahirkan kembali adalah roh juga. Manusia yang adalah roh, membaca firman yang adalah Roh, maka Alkitab di atas dirinya barulah bercahaya, barulah berguna.

2. Harus Konsekrasi

Kalau kita mau membaca Alkitab, mau mengerti pengajaran Alkitab, mau mendapatkan wahyu dalam Alkitab, di hadapan Tuhan kita mempunyai satu kewajiban, yaitu mutlak mempersembahkan diri kepada Tuhan. Dengan demikian kita baru bisa nampak terang dalam Alkitab.

Wahyu kebenaran Alkitab yang Allah berikan kepada kita, tergantung pada ketaatan kita. Seberapa banyak ketaatan kita di hadapan Allah, sebanyak itu juga terang yang kita dapatkan. Berapa banyak terang yang menerangi seseorang, tergantung pada berapa banyak ketaatannya setelah konsekrasi. Kalau kita bisa menjadi orang yang mutlak taat, kita akan menjadi orang yang melihat dengan sepenuhnya.

3. Harus Ada Kebiasaan yang Mahir

a. Jangan Subyektif

Semua orang yang membaca Alkitab haruslah obyektif. Tidak ada orang yang subyektif bisa membaca Alkitab dengan baik. Semua orang yang subyektif bukanlah orang yang mahir dalam belajar. Kalau Anda berbicara dengan orang yang obyektif, berkata sekali saja ia sudah mengerti. Tetapi kalau Anda berbicara dengan orang yang subyektif, sudah berkata tiga kali ia masih tidak mengerti. Banyak orang yang tidak mengerti perkataan-orang lain, bukan karena otaknya tidak baik, melainkan karena ia terlalu subyektif. Ia sepenuhnya hidup dalam pikirannya sendiri, sebab itu ia tidak bisa mendengarkan perkataan orang lain.

b. Jangan Ceroboh

Ketika membaca Alkitab jangan ceroboh. Alkitab adalah satu kitab yang sangat tepat, boleh dikatakan, satu kata pun tidak ada yang salah, satu kata pun tidak ada yang kurang. Kalau kita agak sembarangan, kita akan membocorkan firman Allah. Orang yang makin mengenal firman Allah akan makin hati-hati. Orang yang ceroboh, hasil pembacaan Alkitabnya akan ceroboh juga. Banyak tempat asal ceroboh sedikit, akan salah membaca firman Allah.

c. Jangan Ingin Tahu yang Aneh-aneh

Kita boleh menuntut pembacaan yang tepat, tetapi sekali-kali jangan mencari yang aneh-aneh. Firman Allah semuanya tepat, tetapi kita tidak boleh mempunyai motivasi ingin mencari yang aneh-aneh menuntutnya. Kalau kita dengan hati yang ingin mencari yang aneh-aneh menuntut firman Allah, kita pasti akan kehilangan nilai rohaninya. Alkitab adalah satu kitab yang rohani, untuk memahaminya kita harus memakai roh. Kalau tujuan kita menuntut ketepatan adalah untuk memuaskan keperluan hati yang ingin mencari perkara yang aneh-aneh, bukan untuk memuaskan keperluan rohani, jalan kita telah menyimpang.

Minggu ke-2 --~Kamis Doa Baca: Kis. 17:11

"Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian."

LIMA SERI HARTA MUSTIKA UTAMA DALAM PEMULIHAN TUHAN

1. Pelajaran Hayat

Yaitu pelajaran hayat setiap kitab dalam Perjanjian Baru. Pelajaran-pelajaran hayat ini dapat membuka akal kita, supaya kita mengerti Alkitab. Kalau kita ingin memperkaya dan memperdalam pengenalan kita akan kebenaran, kita harus mengeluarkan waktu dan tenaga membaca pelajaran hayat. Setiap berita dalam pelajaran hayat diutarakan menurut beberapa ayat Alkitab. Kalau kita setiap hari mengeluarkan dua jam untuk membaca ayat-ayat yang berkaitan, membaca juga catatannya, ditambah lagi memeriksa ayat-ayat referensi yang di pinggir halaman, dibarengi membaca berita pelajaran hayatnya, kita pasti bisa meresapi berita itu. Kalau setiap hari membaca dua jam, setiap minggu membaca enam hari, setiap tahun dapat membaca tiga ratus berita pelajaran hayat. Seluruh pelajaran hayat Perjanjian Baru kira-kira seribu dua ratus berita, dalam empat tahun kita akan membaca habis semuanya. Dengan demikian, kita akan meletakkan dasar yang baik dalam firman Allah, dan hayat kita akan bertumbuh besar.

2. Teologi (Kebenaran Fondamental) Dalam Pemulihan Tuhan

a. Penciptaan Allah: Allah terlebih dulu menciptakan benda yang tak berhayat (terang, udara), kemudian menciptakan sesuatu yang berhayat, dari hayat yang rendah (tumbuh-tumbuhan), hayat kelas menengah (ikan, burung), ke hayat kelas tinggi (makhluk hidup di bumi), terakhir menciptakan hayat yang mirip Allah -- manusia.

b. Kejatuhan manusia: Manusia telah menerima unsur racun, yaitu buah pohon pengetahuan baik dan jahat, sehingga hayat Satan masuk, lalu dalam manusia ada sifat dosa. Karena dalam manusia ada sifat dosa, di luamya ada pelanggaran -- perbuatan dosa, sehingga menjadi orang berdosa, dihakimi oleh hukum Taurat. Tetapi melalui kematian Kristus, darah-Nya di luar "menebus" kita terlepas dari perbuatan dosa, dan air (hayat kebangkitan) di dalam "menyelamatkan" kita terlepas dari sifat dosa.

c. Penebusan Kristus: Keselamatan Allah yang sempurna di aspek penebusan sedikitnya ada tujuh butir.

(1) Penebusan dosa -- Allah menebus kita dari dalam dosa.

(2) Pengampunan dosa -- Melalui pemberitaan Injil, mengampuni dosa kita.

(3) Menyucikan dosa -- Menyuci bersih bekas perbuatan dosa kita.

(4) Menguduskan -- Allah membuat kita menjadi kudus, bukan milik dunia, ini adalah pengudusan yang obyektif, pengudusan dalam kedudukan.

(5) Membenarkan -- Setelah dikuduskan Allah membenarkan kita.

(6) Memperdamaikan -- Allah mendamaikan kita dengan diri-Nya sendiri.

(7) Memperkenan - Allah di dalam Kristus memperkenan kita.

d. Penyaluran Allah: Karunia keselamatan Allah di aspek hayat juga ada tujuh butir.

(1) Melahirkan kembali -- Menyalurkan hayat ilahi-Nya kepada kita.

(2) Menguduskan -- Karena penyaluran hayat ilahi, di dalam kita terjadi pengudusan subyektif, pengudusan dalam sifat.

(3) Pembaruan -- Melalui pengudusan hayat ilahi, kita diperbarui.

(4) Pengubahan (transformasi) -- Melalui penyuplaian Roh Yesus Kristus yang serba lengkap, di dalam kita timbul perubahan metabolis.

(5) Penyerupaan -- Adalah hasil dari pengubahan hayat, menyerupakan kita menjadi gambar Anak Allah.

(6) Pemuliaan -- perampungan akhir karunia keselamatan Allah, membawa kita masuk ke dalam kemuliaan Allah, supaya tubuh kita tertebus.

(7) Perwujudan akhir, Yerusalem Baru -- Perwujudan sempurna orang beriman yang mendapatkan kemuliaan, Allah berbaur menjadi satu dengan manusia, saling menjadi tempat tinggal.

Catatan:

Minggu ke-2 – Jumat Doa Baca: Ef. 5:19

"Dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati."

3. Wahyu Dasar Pemulihan Tuhan --

Beberapa Kata yang Penting

a. Allah: Allah hanya ada satu, tetapi ada seluk beluk Bapa, Putra, Roh, tiga aspek. Allah itu setia dan mahakuasa, Aku adalah yang swa-ada dan kekal.

b. Kristus: Yang diurapi Allah, perwujudan Allah Tritunggal, juga yang almuhit dan alwasi.

c. Roh itu: Kristus dalam kebangkitan menjadi Roh pemberi hayat-Roh itu, perampungan akhir Allah Tritunggal yang melalui proses.

d. Kaum beriman: Adalah anak-anak Allah, memiliki hayat dan sifat Allah, menjadi ahli waris bersama-sama dengan Kristus.

e. Gereja: Perhimpunan yang terpanggil, adalah Tubuh Kristus, realitas Kerajaan Sorga (segala tingkat langit).

f. Kerajaan: Wilayah Allah melaksanakan otoritas-Nya, supaya kemuliaan-Nya terekspresi.

g. Yerusalem Baru: Pembauran Allah Tritunggal yang melalui proses dan rampung sempurna, dengan manusia tripartit yang dipilih, ditebus, dilahirkan kembali, dan diubah.

4. Hayat

Ketika kita dilahirkan kembali, Roh Allah membawa Kristus ke dalam kita, menjadi hayat kita, dan hayat ini adalah hayat Allah, yaitu Kristus sendiri. Dalam kebangkitan Kristus menjadi Roh pemberi hayat. Hari ini Dia hidup di dalam kita, sekarang kita perlu setiap waktu kembali ke dalam roh, hidup dan berperilaku menurut roh pembauran ini, supaya kita dalam segala hal menampilkan Kristus, memperbesar Kristus, inilah mengalami Kristus menjadi hayat.

5. Kidung

Kidung adalah kristalisasi kebenaran, adalah berbagai macam pengalaman rohani yang didapatkan oleh anak-anak Allah dalam penghidupan, setelah tergerak oleh Roh Kudus, melalui syair mengutarakan gelora dan perasaan hati kepada Allah, ini adalah peluapan perasaan mariusia yang paling lembut. Dalam penghidupan kita perlu belajar banyak berkidung, khususnya kidung mengenai garis inti pemulihan Tuhan--Kristus, Roh itu, hayat, gereja, supaya kita lebih banyak bertumbuh dalam hayat.

Mujizat Yang Amat Besar (lagunya sama dengan Kidung Kristen No. 222)

1. O Ajaib! O misteri! Allah berbaur d'ngan manusia.

Allah jadi manusia, manusia jadi Allah.

Hasrat Allah dan kasih-Nya, hingga mencapai tujuan-Nya.

Hasrat Allah dan kasih-Nya, hingga mencapai tujuan-Nya.

2. Allah jadi manusia, agar aku jadi Allah;

Sehayat, sesifat d'ngan-Nya, namun tanpa ke-Allahan.

Ciri-Nya jadi bajikku, gambar mulia-Nya tertampak.

Ciri-Nya jadi bajikku, gambar mulia-Nya tertampak.

3. Bukan lagi aku hidup, ku hidup bersama Allah.

D'ngan kaum saleh dibangunkan, jadi rumah semesta-Nya.

Jadi Tubuh organik-Nya, ekspresi-Nya yang korporat.

Jadi Tubuh organik-Nya, ekspresi-Nya yang korporat.

4. Kota kudus, Yerusalem, visi dan wahyu ternyata;

Allah Tritunggal -- manusia, berpasangan hingga kekal.

Allah insan, saling huni, kemuliaan-Nya terpancar.

Allah insan, saling huni, kemuliaan-Nya terpancar.

Catatan:

Minggu ke-2 – Sabtu Doa Baca: Mzm. 119:97

"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari:"

PRINSIP-PRINSIP DASAR MEMBACA ALKITAB

Prinsip dasar membaca Alkitab ada empat: Pertama, menemukan fakta-fakta. Kedua, menghafal dan mengingat. Ketiga, menganalisis, menggabungkan dan membandingkan. Keempat: sorotan Allah.

Sewaktu kita membaca Alkitab, kita harus menurut keempat urutan ini, tidak bisa dari prinsip ketiga meloncat ke prinsip yang pertama, pun tidak bisa dari prinsip pertama meloncat ke prinsip yang ketiga. Pertama, Anda mencari fakta-fakta yang terkandung dalam Alkitab. Kedua, Anda mengingat serta menghafalkan fakta-fakta ini. Terlebih dulu Anda melihat dengan jelas bagaimana sabda Allah itu, kemudian mengingatnya. Jangan ada yang terlewatkan, jangan ceroboh, kalau tidak demikian tidak ada gunanya. Ketiga, fakta-fakta ini harus dianalisis, digabungkan, dan dibandingkan. Ketika Anda di hadapan Allah dapat menganalisis, menggabungkan, dan membandingkan semua fakta ini dengan baik, Anda baru memperoleh kesempatan agar mendapatkan yang keempat -- sorotan Allah.

1. Menggali

Dalam Alkitab terkandung banyak fakta rohani. Ketika mata batiniah manusia buta, ia tidak dapat membaca fakta-fakta itu. Andaikata fakta-fakta yang terkandung dalam Alkitab itu terbaca, itu berarti sudah mendapatkan terang lebih dari separuh, karena terang Allah selalu menyoroti segala fakta yang terdapat dalam sabda-Nya. Menemukan fakta merupakan separuh pekerjaan dalam membaca Alkitab. Ketika membaca Alkitab, kita harus bisa menggali semua fakta itu.

2. Menghafal

Paulus berkata kepada orang di Kolose, "Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara (dalam) kamu" (Kol.3:16). Kalau ingin firman Kristus dengan kaya tersimpan di dalam hati, sedikitnya harus menghafalkan firman Allah. Meskipun menghafalkan firman Allah belum tentu bisa menyimpan firman Allah dalam hati, tetapi kalau tidak menghafalkan firman Allah, pasti tidak bisa menyimpan firman Allah di dalam hati. Kalau di hadapan Allah kita mempunyai hati yang terbuka, sikap yang lembut, dan sering memikirkan firman Tuhan, maka mudah sekali menghafalkan Alkitab. Begitu ada waktu yang luang kita segera menghafalkan Alkitab, sehingga bisa dengan limpah ruah menyimpan firman Kristus di dalam hati kita. Kalau kita tidak menyimpan firman Alkitab, Roh Kudus sulit berbicara kepada kita. Kalau mengingat banyak ayat Alkitab, sangat hafal terhadap Alkitab, kita mudah mendapatkan wahyu, penerangan, dan Roh Kudus pun mudah berbicara di dalam kita.

3. Membandingkan

Hanya menggali dan menghafal masih tidak cukup, perlu membandingkan beberapa tempat ayat Alkitab. Misalnya: Dalam Wahyu pasal 19, ketika Tuhan turun dari surga menyerang musuh, dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang membasmi semua musuh. Kalau hanya berdasarkan ayat ini, kita akan menganggap di mulut Tuhan ada sebilah pedang yang sangat tajam, cepat, terang dan lain sebagainya. Tetapi ketika kita membaca di sini, kalau memperhatikan Alkitab tidak boleh diartikan menurut arti ayat itu saja, maka kita akan mencari sebenarnya "sebilah pedang di mulut" itu apa. Setelah menemukan Efesus 6:17, akan nampak pedang yang tajam itu mengacu kepada firman Allah. Di sini Allah memperlihatkan kepada kita satu prinsip, yaitu membaca satu tempat ayat Alkitab harus dibandingkan dengan ayat Alkitab yang lain, tidak boleh berdasarkan ayat Alkitab di satu tempat saja. Cara pembacaan Alkitab dengan perbandingan ini dapat memberi banyak terang kepada kita.

4. Merenungkan

Yosua 1:8 dan Mazmur 1:2 memberi tahu kita, bahwa orang perlu sering merenungkan firman Tuhan, dan terus-menerus memikirkannya. Dalam penghidupan sehari-hari (tidak saja saat membaca Alkitab), kita juga seharusnya merenungkan firman Tuhan, belajar supaya pikiran kita menjadi pikiran Alkitab. Baik ketika sedang membaca Alkitab, atau ketika tidak membaca Alkitab, sama-sama merenungkan. Dengan demikian kita mudah mendapatkan penerangan, dengan sendirinya menjadi kaya di depan Allah.

Minggu ke-3 – Minggu Doa Baca: Mat. 4:4

"Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

CARA MEMBACA ALKITAB

1. Membaca Menurut Urutan

Membaca Alkitab perlu menurut urutan. Kita boleh membaginya menjadi dua garis. Garis pertama membaca Perjanjian Baru, boleh dikatakan ini adalah bersifat hayat, memperhatikan pemeliharaan hayat. Untuk ini sebaiknya setiap pagi membaca kurang lebih satu pasal, cukup memakai sepuluh menit saja. Dalam pasal ini kita pilih satu atau dua ayat untuk doa baca. Garis kedua membaca Perjanjian Lama, boleh dikatakan bersifat pengetahuan, memperhatikan pengenalan terhadap Alkitab. Garis ini boleh dilaksanakan pada siang hari atau malam hari, kurang lebih tiga pasal Perjanjian Lama, kira-kira memakai dua puluh menit. Demikian, setiap hari boleh membaca Perjanjian Lama dan Baru, setahun dapat membaca habis satu kali. Baik Perjanjian Baru maupun Perjanjian Lama, semuanya harus dibaca dari awal. Kalau mau membaca dengan cara ini, sebaiknya menuruti jadwal buku "Membaca Alkitab Setahun Sekali" yang diterbitkan Yayasan Perpustakaan Injil.

2. Mengingat Garis Besar

Ketika membaca Alkitab harus mengingat garis besarnya. Misalnya Anda membaca Kejadian pasal 1, harus belajar mengingat urutan penciptaan selama enam hari. Anda harus bisa mengatakan, hari pertama Allah memisahkan terang dan gelap; hari kedua Allah memisahkan air yang di atas dan yang di bawah; hari ketiga Allah memisahkan daratan dengan air, lalu tumbuhlah tumbuh-tumbuhan; hari keempat, terbitlah matahari, bulan, dan bintang-bintang; hari kelima, Allah menciptakan ikan-ikan dalam laut, burung-burung di udara; hari keenam, Allah menciptakan binatang di bumi, dan menciptakan manusia yang diciptakan menurut gambar Allah, juga memberi kuasa kepada manusia untuk berkuasa atas segala makhluk ciptaan. Inilah garis besar Kejadian pasal 1. Setiap membaca satu pasal atau satu potongan, kita bisa mengingat garis besarnya, sangatlah membantu Anda.

3. Menerima Inspirasi Mengubah Menjadi Doa

Membaca Alkitab juga harus menerima inspirasi dan mengubahnya menjadi doa. Demikian menggabungkan pembacaan Alkitab menjadi satu dengan berdoa, baca doa, doa baca. Inilah cara pembacaan yang paling berguna dan paling mudah menyuplaikan hayat.

4. Menghafalkan Ayat-ayat yang Berharga

Perlu menghafalkan ayat-ayat yang berharga dalam Alkitab. Dalam setiap pasal atau setiap potongan Alkitab, hampir selalu ada ayat-ayat yang berharga, kata-kata yang berharga, yang oleh orang-orang disebut sebagai ayat emas. Perkataan-perkataan yang berharga ini, baik satu ayat atau satu kalimat, perlu dihafalkan. Meskipun tidak bisa menghafalkan satu kata demi satu kata, sedikitnya mengingat garis besarnya.

5. Menggambar Garis dan Membuat Tanda

Membaca Alkitab juga perlu belajar menggambar garis, dan membuat tanda. Ini adalah butir penting dalam pembacaan Alkitab. Menggambar garis pertama menggambar ayat-ayat yang berharga, kedua menggambar ayat-ayat yang menggerakkan kita. Latihan ini sangat membantu kita.

6. Jangan Terlalu Menuntut Mengerti Sepenuhnya

Dalam membaca Alkitab jangan menuntut mengerti seluruhnya. Dalam pembacaan Alkitab meskipun kita harus mengerti, tetapi terlalu menuntut untuk mengerti sekali malah merugikan, membuat Anda tidak bisa mengerti. Ketika Anda membaca, bisa mengerti berapa terimalah seberapa banyak itu juga, lewatkan saja yang tidak bisa dimengerti, semuanya harus terjadi dengan sendirinya.

7. Merenungkan

Kalau waktunya memungkinkan, juga perlu ada sedikit perenungan. Dalam perenungan ini, boleh membawa sedikit perbandingan, dan membaca referensi. Karena setiap hari membaca Alkitab, baik Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru, pasti ada beberapa tempat yang bisa dibandingkan atau dijadikan referensi.

Renungan, referensi, pembandingan, dan pemahaman ini dapat dilakukan di waktu-waktu senggang di luar waktu pembacaan Alkitab. Misalnya ketika berdarmawisata, atau ketika duduk-duduk santai, boleh melakukannya. Kesemuanya ini termasuk dalam pembacaan Alkitab, yang sangat besar faedahnya.

Catatan: