MENGENAL ALKITAB
Minggu ke-1 – Senin Doa Baca: 2 Ptr. 1:21
"Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah (berbicara dari Allah)."
ROH KUDUS YANG DI DALAM HARUS SEIMBANG
DENGAN ALKITAB YANG DI LUAR
Setelah kita beroleh selamat, untuk mendapatkan rawatan rohani, tidak bisa tidak mengenal Alkitab. Selama dua ribu tahun ini, semua orang Kristen mengakui satu hal, yaitu tidak seorang pun yang tidak mengenal Alkitab dapat mengenal Tuhan dengan baik.
Warisan rohani yang Allah berikan kepada kita berupa Roh Kudus yang di dalam kita, dan Alkitab yang di luar kita. Seorang Kristen yang tepat harus seimbang terhadap dua aspek ini. Kalau seseorang hanya mempunyai Roh Kudus yang di dalam saja, tetapi tidak mempunyai Alkitab yang di luar, maka ia mudah salah. Kalau seseorang hanya memiliki Alkitab yang di luar, kekurangan Roh Kudus yang di dalam, ia akan sangat sunyi, sedikit pun tidak ada daya hidup, tidak lincah. Sama seperti serangkaian kereta api, dalamnya perlu ada kekuatan mendorong, di luar masih perlu ada rel. Kalau ada kerja sama luar dan dalam ini, rangkaian kereta api ini baru bisa bergerak, dan berjalan dengan baik. Kalau di dalam Anda penuh Roh Kudus, dan di Iuar Anda juga mempunyai pengenalan Alkitab, maka sebagai orang Kristen Anda pasti hidup, mantap, dinamis, dan tepat.
ALKITAB ADALAH FIRMAN ALLAH
Alkitab adalah "oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama (dari) Allah" (2 Ptr.1:21). Orang-orang yang menulis Alkitab pada hari itu terdorong oleh inspirasi Allah, di bawah kekuatan Roh Kudus, ditiup dan dipimpin oleh Roh Kudus menyampaikan firman Allah. Lagi pula pembicaraan mereka diucapkan dari dalam Allah. Roh Allah mendorong manusia berbicara, juga manusia berbicara dari dalam Allah.
Dua Samuel 23:3 mengatakan, "Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku" Inilah perkataan Daud. Perkataannya itu adalah Roh Allah berbicara melaluinya, dan juga firman Allah ada di lidahnya. Inilah Alkitab.
1. Menjelaskan Diri Allah Sendiri
Alkitab adalah firman Allah. Tujuan pertamanya adalah menjelaskan Allah sendiri. Perkataan selalu merupakan satu penjelasan, pernyataan. Firman dalam Alkitab adalah pernyataan diri Allah sendiri, menjelaskan diri Allah sendiri. Kalau Anda tidak membaca Alkitab, tidak mengerti Alkitab, Anda tidak bisa mengerti Allah, tidak bisa memahami Allah.
2. Menjelaskan Maksud Hati Allah
Alkitab juga menjelaskan maksud hati Allah. Apa yang terkandung dalam maksud hati Allah, hati Allah menyenangi apa, cenderung kepada apa, mencintai apa, membenci apa, suasana hati dan kesukaan hati Allah, semuanya dijelaskan dalam Alkitab. Puji Allah, kita mempunyai satu Alkitab ini. Asal kita dari awal membaca sampai habis, kita akan mengerti maksud hati Allah.
3. Menjelaskan Rencana Allah
Alkitab juga mejelaskan rencana Allah. Allah tidak saja adalah Allah yang mempunyai maksud hati, mempunyai perasaan, juga Allah yang mempunyai rencana dan karya. Kalau kita dengan baik-baik membaca Alkitab, dengan sendirinya kita akan mengerti apa yang akan Allah kerjakan dalam alam semesta.
4. Menjelaskan Asal Usul Alam Semesta dan Asal Usul Segala Sesuatu
Alkitab juga menjelaskan asal usul alam semesta dan asal usul segala sesuatu. Bagaimana terjadinya alam semesta dan segala sesuatu, melewati proses apa saja, kelak kesudahannya bagaimana, semuanya dijelaskan dalam Alkitab. Misteri alam semesta tersimpan dalam firman Alkitab, sebab itu, kalau Anda tidak mengenal Alkitab, Anda tidak bisa mengerti alam semesta.
Minggu ke-1 – Selasa Doa Baca: Mzm. 119:9
"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."
FUNGSI ALKITAB
1. Memberi Kesaksian Tentang Tuhan Yesus
Fungsi pertama Alkitab adalah memberi kesaksian tentang Tuhan Yesus (Yoh.5:39). Tuhan Yesus adalah judul Alkitab, adalah isi Alkitab, juga firman hidup Allah. Kalau tidak ada Alkitab firman yang tertulis ini sebagai pengutaraan-Nya, maka Tuhan Yesus (firman yang hidup itu) menjadi khayal, sulit dimengerti, mengambang, sulit dijamah. Tetapi setelah ada penjelasan yang tegas dari Alkitab, serta wahyu yang jelas dari Roh Kudus, Tuhan Yesus bisa dengan kongkret dikenal oleh orang, bisa dengan tegas dimengerti oleh orang.
2. Memberi Hikmat Kepada Orang
dan Menuntun Orang Kepada Keselamatan
Pada aspek kita, fungsi pertama Alkitab adalah memberi hikmat dan menuntun kita kepada keselamatan (2 Tim.3:15), mewahyukan cara penyelamatan Allah dalam Kristus dan jalan keselamatan manusia melalui iman, sehingga kita mengetahui dan mengerti cara untuk beroleh selamat.
3. Membuat Manusia Dilahirkan Kembali
Langkah kongkret pertama fungsi Alkitab di atas diri kita adalah melahirkan kita kembali (1 Ptr.1:23). Ketika kita dengan iman menerima firman Alkitab ke dalam kita, firman Alkitab seperti benih hayat tertanam ke dalam kita, supaya kita memiliki hayat Allah, dan dilahirkan kembali.
4. Air Susu Rohani Orang Yang Beriman
Terhadap orang yang menerima kasih karunia, firman Alkitab sama seperti air susu, bisa memberi makan mereka, supaya mereka mendapatkan pertumbuhan dalam hayat rohani (1 Ptr.2:2).
5. Adalah Makanan Hayat Orang Beriman
Firman Alkitab juga makanan hayat rohani kita (Mat.4:4). Kita hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Kita harus menganggap firman Alkitab sebagai makanan dan memakannya (Yer.15:16), bahkan mementingkan firman Alkitab lebih daripada makanan. Kalau tidak, hayat rohani kita tidak bisa bertumbuh besar.
6. Untuk Melengkapi Orang yang Beriman
Setelah kita beroleh selamat, Alkitab mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik kita dalam kebenaran, supaya kita, orang-orang kepunyaan Allah, diperlengkapi (2 Tim. 3:16-17).
7. Adalah Pelita Bagi Kaki Kita dan Terang Bagi Jalan Kita
Orang yang berjalan dalam kegelapan, perlu pelita menerangi langkah kakinya. Kalau kita sering membaca Alkitab, kalau kita menyimpan firman Alkitab di dalam hati, firman Alkitab bisa menjadi pelita bagi kaki kita, terang bagi jalan kita (Mzm.119:105), bisa sewaktu-waktu menurut keperluan kita menerangi langkah kaki kita.
8. Bisa Memancarkan Terang Memberi Pengertian
Kepada Orang-orang Bodoh
Terang yang dipancarkan oleh firman Alkitab, tidak saja menjadi pelita bagi kaki kita pada jalan yang kita lalui, juga bisa memberi pengertian kepada kita, orang-orang yang bodoh ini. Banyak orang yang sejak lahir bodoh, tetapi karena mengerti Alkitab, mereka menjadi orang yang berpengertian (Mzm. 119:130).
9. Menyucikan Kita Supaya Tidak Berdosa
Firman Alkitab juga mempunyai kekuatan menyucikan, bisa membersihkan kenajisan di atas diri kita, bisa menyucikan kelakuan kita -- khususnya orang muda (Mzm.119:9). Alkitab juga bisa membuat kita terhindar dari berbuat salah sehingga berdosa kepada Allah. Kalau kita menyimpan firman Alkitab di dalam hati, perkataan Alkitab akan menyadarkan kita, mengingatkan kita, supaya kita jangan berbuat salah sehingga berdosa kepada Allah (Mzm.119:11).
Minggu ke-1 – Rabu Doa Baca: Ams. 4:22
"Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka."
10. Adalah Pedang Roh ltu
Firman Alkitab juga merupakan pedang Roh Kudus. Kita dapat bersandar pedang Roh itu -- firman Allah (Ef. 6:16) membereskan Satan dan pesuruhnya. Di padang gurun, Tuhan Yesus mengalahkan Iblis juga melalui firman Alkitab. Sebab itu dalam peperangan melawan Satan dan roh-roh jahat, kita harus memakai firman Tuhan, untuk mengalahkan Iblis, si musuh itu.
11. Mencuci Bersih Cacat dan Kerut Kita
Firman Alkitab tidak saja bisa membersihkan perbuatan lahir kita, menghapus noda perbuatan lahir kita, juga bisa membersihkan batin kita, supaya kita terlepas dari kelemahan ciptaan lama. Yang dikatakan dalam Efesus 5:26-27 adalah pembersihan yang demikian - - Tuhan akan memakai air dalam firman-Nya mencuci bersih kita, supaya kita terlepas dari cacat dan kerut ciptaan lama.
12. Seperti Api, Juga Seperti Palu yang Menghancurkan
Firman Alkitab juga sangat kuat, bisa membakar seperti api, juga bisa menghancurkan seperti palu (Yer.23:29). Firman Alkitab bisa membarakan hati manusia yang dingin terhadap Allah, juga bisa menghancurkan hati manusia yang keras terhadap Allah. Dari zaman ke zaman, banyak perkara dan benda yang tidak sesuai dengan kekudusan Allah, semua dibakar habis oleh firman Alkitab; banyak angan-angan yang menentang Allah juga dihancurkan oleh firman Alkitab.
13. Firman Tuhan Adalah Roh dan Hayat
Allah adalah sumber Roh dan hayat. Firman Alkitab berasal dari Allah, juga berasal dari Roh, berasal dari hayat. Sebab itu firman Alldtab bisa membuat orang mendapatkan roh dan hayat (Yoh. 6:63); juga bisa membuat orang lahir dari roh, hidup bersandar roh.
14. Adalah Obat Manjur yang Menyembuhkan Seluruh Tubuh Kita
Firman Alkitab tidak saja bisa memberi makan kerohanian kita, juga bisa menyembuhkan tubuh kita. Karena fir-man Alkitab, jiwa kita menjadi segar, roh kita bergembira, tubuh kita juga akan sehat (Ams. 4:20-22).
KEMUSTIKAAN DAN KEINDAHAN ALKITAB
1. Setiap Kata dari Firman Tuhan Itu Murni
Meskipun Alkitab terdiri atas enam puluh enam kitab, tetapi setiap katanya murni, seperti perak yang dimurnikan tujuh kali dalam dapur peleburan, sebab itu sangat teruji, sangat murni, tidak ada katakata yang mubazir (Mzm. 12:6; 119:140).
2. Lebih Indah daripada Emas, Lebih Manis daripada Madu
Orang yang sungguh-sungguh pernah mencicipi rasa Alkitab, mengetahui betapa mustika dan indahnya Alkitab! Benar-benar lebih indah daripada banyak emas tua, dan lebih manis daripada madu tetesan dari sarang lebah (Mzm. 19:11; 119:103).
3. Lebih daripada Ribuan Keping Emas dan Perak
Nilai Alkitab lebih besar daripada ribuan keping emas dan perak. Inilah yang diakui dan disaksikan oleh laksaan orang dari dulu sampai sekarang. Mengapa begitu banyak orang dari zaman ke zaman lebih mementingkan Alkitab daripada yang lain, bahkan melebihi nyawanya sendiri? Karena nilai Alkitab sangatlah tinggi (Mzm. 119:72).
4. Adalah Warisan Kekal Kita
Berkat rohani yang kita dapatkan dalam Tuhan, semuanya surgawi, tidak bisa terlihat oleh mata jasmani kita. Hari ini hanya Alkitab inilah warisan rohani yang bisa terlihat di bumi. Sebab itu orang yang sungguh-sunggh mengenal Allah, tidak ada yang tidak memustikakan Alkitab, menganggapnya sebagai warisan kekal yang tidak ada bandingannya (Mzm. 119:111).
Minggu ke-1 – Kamis Doa Baca: Ef. 5:31-32
"Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat "
GARIS BESAR ALKITAB
Garis besar Alkitab hanya empat kalimat ini: Allah merencanakan dan menciptakan, Satan memberontak dan merusak, manusia jatuh dan hilang, Kristus menebus dan membangun. Dalam garis besar ini ada empat tokoh: Pertama adalah Allah, kedua adalah Satan, ketiga adalah manusia, dan keempat adalah Kristus. Seluruh Alkitab hampir-hampir menceritakan kisah empat tokoh ini. Untuk setiap tokoh ini masing-masing kita beri dua kata kerja. (1) Allah merencanakan dan menciptakan; perencanaan berlangsung dalam zaman azali, penciptaan berlangsung dalam waktu. (2) Iblis memberontak dan merusak; setelah Allah mempunyai rencana, dan berdasarkan rencana ini melakukan penciptaan, lalu Satan memberontak terhadap Allah, merusak penciptaan Allah. (3) Manusia jatuh dan hilang; karena jatuh manusia hilang dari tangan Allah, dan hilang dari kegunaan bagi Allah. (4) Kristus menebus dan membangun; Tuhan Yesus tidak saja mengatakan, Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan orang yang hilang, Ia sendiri juga berkata kepada Petrus, "Engkau adalah satu batu. Aku akan membangun gereja di atas batu karang ini. " Hasil dari penebusan Tuhan Yesus ini adalah untuk membangun gereja.
Allah menurut rencana-Nya membangun segala sesuatu dan umat manusia. Satan tinggi hati sehingga berontak kepada Allah, berdasarkan maksud jahatnya merusak penciptaan Allah, supaya manusia jatuh, hilang, tetapi Kristus datang menebus, membangun manusia menjadi gereja-Nya yang mulia, menjadi Tubuh misterius-Nya, supaya Allah mendapatkan satu bejana yang korporat di bumi untuk mengekspresikan-Nya. Inilah garis besar seluruh Alkitab.
INTI ALKITAB
Alkitab tidak saja mewahyukan diri Kristus, juga mewahyukan jodoh Kristus -- Tubuh Kristus, yaitu gereja. Pada awalnya, Alkitab tidak saja memperlihatkan Adam kepada kita, juga memperlihatkan kepada kita bagaimana dari Adam menghasilkan Hawa sebagai jodohnya, akhirnya dua orang menjadi satu tubuh. Paulus berkata, "Rahasia ini besar, tetapi yang kumaksudkan adalah Kristus dan gereja."
Sebab itu tokoh utama seluruh Alkitab adalah sepasang suami isteri yang misterius. Dua orang menjadi satu tubuh, melambangkan bagaimana Allah menjadi satu tubuh dengan manusia. Allah berbaur menjadi satu dengan manusia adalah Kristus, manusia berbaur menjadi satu dengan Allah adalah gereja. Allah dalam Anak-Nya datang menjadi Kristus, untuk menjadi satu tubuh dengan manusia; manusia dalam Anak-Nya terbangun menjadi gereja, untuk menjadi satu tubuh dengan-Nya. Persatuan yang misterius ini adalah Kristus dan gereja, persatuan Allah dengan manusia, inti seluruh Alkitab.
1. Inti Perjanjian Lama --
Membimbing Manusia Kepada Kristus
Sehingga Manusia Mendapat Penebusan
Perjanjian Lama membimbing manusia kepada Kristus supaya manusia mendapatkan penebusan dari Dia.
2. Inti Perjanjian Baru --
Dalam Kristus, Gereja Tertebus dan Terbangun
Perjanjian Baru memperlihatkan kepada kita, bagaimana gereja tertebus dan terbangun di dalam Kristus.
Catatan:
Minggu ke-1 – Jumat Doa Baca: Mzm. 119:111
"Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku."
PEMBAGIAN ALINEA ALKITAB
1. Menurut Struktur
a. Perjanjian Lama:
(1) Pentateukh (Lima Kitab Musa): Adalah lima kitab pertama dalam Alkitab: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Kelima kitab ini ditulis oleh Musa, sebab itu umumnya disebut Pentateukh (Lima Kitab Musa).
(2) Sejarah: Setelah Pentateukh adalah kitab sejarah. Mulai dari Yosua sampai Ester, semuanya dua belas kitab: Yosua, Hakim-hakim, Rut, 1 Samuel, 2 Samuel, 1 Raja-raja, 2 Raja-raja, l Tawarikh, 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, dan Ester.
(3) Puisi: Berjumlah enam kitab, yaitu Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, dan Kidung Agung. Kelima kitab ini bergandengan, ditambah lagi Kitab Ratapan, semuanya berbentuk puisi, bukan prosa.
(4) Kitab nabi-nabi: Ini adalah bagian terakhir dari Perjanjian Lama, menurut waktu dapat dibagi dalam tiga bagian:
(a) Kitab nabi-nabi sebelum pembuangan: Semuanya sebelas kitab. Kalau menurut urutan waktu penulisannya, yang paling awal mungkin adalah Obaja, yang kedua Yoel, yang ketiga Yunus, yang keempat Amos, yang kelima Hosea, yang keenam Yesaya, yang ketujuh Mikha, yang kedelapan Nahum, yang kesembilan Zefanya, yang kesepuluh Yeremia, yang kesebelas Habakuk.
(b) Kitab nabi-nabi pada zaman pembuangan: Semuanya dua kitab, yaitu Kitab Daniel dan Kitab Yehezkiel. Daniel dan Yehezkiel dua orang ini menjadi nabi pada masa pembuangan.
(c) Kitab nabi-nabi setelah zaman pembuangan: Semuanya tiga kitab. Pertama adalah Hagai, kedua adalah Zakharia, terakhir adalah Maleakhi.
Sekarang ada orang menyebut kitab nabi-nabi yang agak panjang sebagai kitab nabi-nabi besar, dan yang agak pendek sebagai kitab nabi-nabi kecil. Kitab nabi-nabi besar ada empat kitab, yaitu Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, dan Daniel. Dua belas kitab yang lainnya adalah kitab nabi-nabi kecil.
b. Perjanjian Baru:
(1) Empat Injil: Semuanya empat kitab Injil, juga disebut Kitab Injil. Yaitu empat kitab pertama dalam Perjanjian Baru.
(2) Kisah: Hanya ada satu kitab Kisah Para Rasul.
(3) Surat kiriman: Semuanya dua puluh satu kitab, dari Surat Roma sampai Surat Yudas.
(4) Nubuat: Hanya ada satu kitab yaitu Kitab Wahyu.
Empat kitab Injil, satu kitab kisah, terakhir satu kitab nubuat, ditambah dua puluh satu surat kiriman, semuanya dua puluh tujuh kitab. Cara mengingat jumlah kitab dalam Alkitab adalah memakai 3X9 = 27 dari daftar perkalian, Perjanjian Lama 39 kitab, Perjanjian Baru 27 kitab.
Catatan:
Minggu ke-1 – Sabtu Doa Baca: Mzm. 119:72
"Taurat yang Kausampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak."
ORANG, TEMPAT, DAN WAKTU PENULISAN ALKITAB
1. Perjanjian Lama
Alkitab Perjanjian Lama dari Kejadian sampai Maleakhi semuanya tiga puluh sembilan kitab. Penulisnya termasuk Musa, Yosua, Samuel, Ezra, Nehemia, Daud, Asaf, Hiram, Etan, keturunan Korah, Agur, Lemuel, Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Daniel, Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi, dan lain-lain, sedikitnya tiga puluh dua orang, di antaranya ada yang sebagai sastrawan, politisi, dan ahli militer, ada yang sebagai imam, raja dan nabi, juga ada orang biasa, gembala dan petani. Kebanyakan adalah orang Israel, mungkin ada beberapa orang kafir. Tempat penulisan Alkitab ada yang di gunung Sinai, ada yang di padang gurun, ada yang di tanah Kanaan, ada yang di Yerusalem, juga ada yang di tanah orang kafir.
2. Perjanjian Baru
Alkitab Perjanjian Baru dari Injil Matius sampai Kitab Wahyu semuanya dua puluh tujuh kitab.
Injil Matius -- Ditulis oleh Matius.
Asalnya ia sebagai pemungut cukai, tidak terhormat, tetapi terpanggil oleh Tuhan menjadi salah satu dari kedua belas rasul Tuhan. Kitab Injilnya mungkin ditulis di tanah Yudea.
Injil Markus -- Ditulis oleh Markus.
Ia adalah seorang biasa. Kitab Injilnya mungkin ditulis di Roma.
Injil Lukas -- Ditulis oleh Lukas.
Dia adalah seorang dokter bedah. Injilnya mungkin ditulis di tanah orang kafir.
Injil Yohanes -- Ditulis oleh Yohanes.
Yohanes asalnya sebagai nelayan di Galilea, tidak mengecap pendidikan yang tinggi, tetapi juga dipanggil Tuhan, menjadi salah satu rasul Tuhan. Kitab Injilnya mungkin ditulis di tanah orang kafir.
Kisah Para Rasul -- Ditulis oleh dokter Lukas.
Kitab ini mungkin ditulis di tanah kafir.
Dari Surat Roma sampai Surat Ibrani sebanyak empat belas kitab, semuanya ditulis oleh Paulus.
Dia asalnya adalah penganut agama Yahudi yang agresif, mempunyai ilmu yang tinggi, cekatan, berkemampuan tinggi, berwibawa, kreatif. Pada masa mudanya telah dipanggil oleh Tuhan secara istimewa, menjadi rasul orang kafir. Surat-surat kirimannya ditulis di tanah orang kafir, ada beberapa ditulis di penjara Roma.
Surat Yakobus -- Ditulis oleh Yakobus.
Dia adalah saudara kandung Tuhan Yesus (Gal. 1:19). Seorang Kristen yang beribadah, menjadi sokoguru gereja (2:9), tetapi mempunyai latar belakang agama Yahudi yang sangat kuat. Kitabnya mungkin ditulis di Yerusalem.
Surat 1 dan 2 Petrus – Ditulis oleh Petrus.
Petrus juga seorang nelayan dari Galilea, tidak mengecap pendidikan yang banyak, tetapi ia terpanggil oleh Tuhan menjadi orang pertama dari dua belas rasul Tuhan. Surat kirimannya kira-kira ditulis di tanah orang kafir.
1, 2, dan 3 Yohanes -- Ditulis oleh rasul Yohanes.
Kitab surat kirimannya ini mungkin juga ditulis di tanah orang kafir.
Surat Yudas -- Ditulis oleh Yudas.
Dia adalah saudara kandung Tuhan. Surat kirimannya ditulis di tanah Yudea.
Kitab Wahyu -- Ditulis oleh rasul Yohanes.
Kitab ini ditulis di tanah orang kafir, mungkin ditulis di Pulau Patmos.
3. Waktu
Beberapa kitab yang pertama dalam Perjanjian Lama -- Pentateukh, kira-kira ditulis pada tahun 1500 S.M. Kitab Maleakhi, kitab terakhir, ditulis kira-kira tahun 400 S.M. Sebab itu tiga puluh sembilan kitab Perjanjian Lama ditulis selama seribu seratus tahun.
Injil Matius, kitab pertama Perjanjian Baru, ditulis kira-kira tahun 37 sampai tahun 40. Kitab Wahyu, kitab terakhir, ditulis kurang lebih tahun 94 sampai 96. Sebab itu Perjanjian Baru kurang lebih selesai ditulis dalam lima puluh tahun. Maka seluruh Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu ditulis dalam jangka waktu kurang lebih seribu lima ratus atau seribu enam ratus tahun.
Catatan:
Minggu ke-2 – Minggu Doa Baca: Mzm. 119:37
"Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!"
PERAMPUNGAN ALKITAB --
PENETAPAN ATAU PENGAKUAN KESAHIHAN ALKITAB
1. Perjanjian Lama
a. Lima Kitab Musa -- Pentateukh
Dalam Perjanjian Lama, lima Kitab Musa selamanya dianggap oleh orang Yahudi sebagai kitab yang berasal dari Allah, mutlak kudus dan absah, diwahyukan oleh Allah, ditulis melalui Musa, dan terus diturunkan oleh nenek moyang mereka. Sampai hari ini, orang Yahudi tidak saja menganggap seluruh Perjanjian Lama berasal dari Allah, dan memberi kedudukan yang khusus kepada Lima Kitab Musa. Dalam rumah ibadat orang Yahudi di seluruh dunia, sedikitnya ditempatkan dua atau tiga Lima Kitab Musa. Mereka belum tentu mempunyai kitab-kitab lain dari Perjanjian Lama, tetapi pasti ada Lima Kitab musa.
b. Kitab-kitab yang Lain
Kitab-kitab lain dari Perjanjian Lama, karena nilai dan kesahihannya masing-masing, akhirnya satu per satu diakui juga oleh umat Allah sebagai kitab yang berasal dari Allah. Seorang penulis buku memberi perumpamaan yang baik. Dia mengatakan, sebatang pohon tidak perlu diberi tanda, asal dia bertumbuh, berbunga, dan berbuah, dengan sendirinya dikenal sebagai pohon apa. Demikian juga, apakah setiap kitab dalam Alkitab berasal dari Allah, tidak perlu diberi tanda, setelah diuji oleh waktu, nilai dan kesahihannya dengan sendirinya ternyata. Perkataan ini benar sekali, sebab itu setelah Lima Kitab Musa, kitab-kitab yang ditulis oleh orang-orang yang mendapat inspirasi, lewat ujian waktu yang panjang, dengan sendirinya diterima dan diakui berasal dari Allah, karena di dalamnya mengandung kuasa dan wibawa.
Sampai tahun 457 S.M. ahli Taurat Ezra mengumpulkan Lima Kitab Musa, dan tulisan yang secara umum diakui kesahihannya di tengah-tengah umat Allah, menjadi kitab-kitab dari Perjanjian Lama (hanya kurang Kitab Nehemia dan Maleakhi, karena waktu itu dua kitab ini belum ditulis). Sejarawan Yahudi yang bernama Yosephus dan sejarawan orang kafir, semua membenarkan hal ini.
Setelah Ezra, di tengah orang Yahudi ada kelompok ahli Taurat yang disebut Tempat Ibadah Besar (Great Synagogue), meneruskan pekerjaan pengumpulan dan penetapan kitab-kitab yang berasal dari Allah, sampai tahun 400 S.M. baru selesai semua. Perjanjian Lama yang ditetapkan mereka, terdiri dari tiga puluh sembilan kitab yang kita miliki sekarang. Bagaimanapun, sedikitnya sampai tahun 277 S.M. ketika tujuh puluh penerjemah menerjemahkan Alkitab Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani, setiap kitab dari Perjanjian Lama sudah ditetapkan semua.
2. Perjanjian Baru
a. Kitab Injil
Dalam sidang-sidangnya, gereja semula sering membaca Kitab Injil dan Perjanjian Lama. Sebab itu dalam Perjanjian Baru yang lebih dulu diakui adalah empat Kitab Injil.
b. Kitab-kitab yang Lain
Setelah rasul-rasul meninggal dunia, ada orang memalsukan nama rasul menulis kitab sehingga agak kacau. Sebab itu orang-orang yang memimpin gereja semula yang disebut pastur, mengumpulkan surat-surat kiriman atau kitab yang ditulis oleh rasul dan menyetarakan kitab-kitab itu dengan kitab Injil. Sampai tak lama setelah Polycarp mati martir, pandangan gereja terhadap Perjanjian Baru secara garis besar sama. Hanya mengenai Surat Ibrani, Yakobus, 2 Petnis, 2 dan 3 Yohanes, Yudas dan Kitab Wahyu, ketujuh kitab ini apakah termasuk dalam Alkitab, masih ada perbedaan pendapat. Tetapi karena tujuh kitab ini benar-benar diilhamkan oleh Roh Kudus, mempunyai kuasa dan nilai ilahi, sebab itu lewat ujian sejangka waktu, sampai rapat pemimpin gereja- gereja di Carthage, Afrika Utara pada tahun 397, barulah tujuh kitab ini juga diakui sebagai bagian dari kitab Perjanjian Baru, dan mengumumkan Perjanjian Baru terdiri dari dua puluh tujuh kitab, sama seperti yang kita miliki hari ini. Sebab itu sampai rapat di Carthage pada tahun 397, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, sudah diakui dan ditepatkan oleh umat Allah.
Catatan: