DINYATAKAN MELALUI ROH PERBAURAN
Kita telah melihat bahwa Injil Allah adalah Injil ke-putraan. Ini berarti maksud Allah adalah ingin menghasil-kan banyak putra melalui Injil. Untuk menghasilkan ba-nyak putra ini, tiga Persona dalam ke-Allahan dilibatkan. Bapa sebagai sumber ada di dalam Putra, yang adalah sa-lurannya, dan Putra sebagai perwujudan Bapa sekarang ada di dalam aliran Roh itu. Jadi Roh itu adalah arus dari Allah Tritunggal. Sama seperti arus listrik adalah listrik yang bergerak, demikian juga Roh dari Allah Tritunggal ini ada-lah Allah dalam pergerakan-Nya. Jadi, Roh Allah adalah bagi penerapan Allah terhadap kita.
ALIRAN ARUS ILAHI
Di luar Roh itu sebagai arus, aliran, Allah mustahil diterapkan kepada kita. Allah itu kaya dan semua kekaya-an-Nya adalah bagi kita; tetapi untuk menerapkan kekaya-an Allah dalam pengalaman kita, kita memerlukan Roh itu sebagai arus. Aliran Roh itu adalah pengurapan, pergerakan, dan minyak di dalam kita. Semua apa adanya Allah ada di dalam Kristus dan semua yang telah digenapkan, diperoleh, dan dicapai Allah yang ada di dalam Kristus ada di dalam arus ini, aliran ini, pengurapan ini. Sekarang di dalam roh kita, kita memiliki aliran arus ilahi, pergerakan minyak urapan. Di dalam kita ada sesuatu yang terus-menerus ber-gerak. Unsur pergerakan ini meliputi keilahian, keinsanian, kehidupan insani Kristus, khasiat kematian-Nya, kuat ku-asa kebangkitan-Nya, keharuman kebangkitan-Nya, kenaik-an-Nya, penobatan, kekepalaan, ke-Tuhanan, kekuasaan, dan kerajaan-Nya. Jadi, pengurapan yang ada di dalam kita ini adalah minyak urapan yang almuhit. Puji Tuhan bahwa arus ini sedang mengalir di dalam kita!
Menerapkan Listrik Surgawi
Kita juga telah melihat pentingnya roh kita dalam menerapkan arus dari Allah Tritunggal ini. Roh kita itu se-perti sebuah “tombol”. Dengan melatih roh kita, kita me-nyalakan lisrik surgawi yang telah dipasang ke dalam kita. Jika kita tidak memiliki tombol ini, atau tidak tahu di ma-na tombol ini berada, kita tidak akan memiliki jalan untuk menerapkan listrik ini. Sama prinsipnya, selain tombol dari roh kita ini, kita tidak memiliki cara untuk menerapkan listrik surgawi ini. Puji Tuhan bahwa kita memiliki sebuah tombol dan kita tahu di mana tombol ini berada! Tombol ini berada di dalam “bilik dalam” dari diri kita, yaitu, di dalam roh kita. Cara yang paling sederhana untuk menyalakan arus ini adalah dengan berseru kepada nama Tuhan Yesus.
MEMAKAI ROH KITA
Dalam Roma 1:9, Paulus berkata, “Karena Allah, yang kulayani dalam rohku dalam pemberitaan Injil Anak-Nya, adalah saksiku” (Tl.). Tempat untuk melayani Allah bukan-lah pikiran, melainkan roh kita. Orang-orang jarang berka-ta, “Rohku.” Mereka membicarakan tentang hati mereka, jiwa mereka, pikiran mereka, emosi mereka, dan kehendak mereka, bukan roh mereka. Namun, Paulus adalah seorang yang melayani Allah di dalam rohnya. Kita perlu memupuk kebiasaan berkata, “Rohku” atau “roh kita”. Roma 8:16 me-ngatakan, “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.” Kita perlu lebih ba-nyak membicarakan tentang roh kita, berpaling ke roh ki-ta, dan memakai roh kita dalam segala hal.
Ada orang-orang yang tidak berdoa atau berfungsi di dalam sidang-sidang, karena mereka tidak memakai roh mereka. Banyak orang sepertinya meninggalkan roh mere-ka di rumah ketika mereka menghadiri sidang-sidang. Be-tapa berbedanya mereka dengan Paulus, yang dapat meng-hadiri sidang gereja di dalam rohnya, bahkan ketika dia secara fisik tidak hadir (1 Kor. 5:3). Kita tidak berfungsi di dalam sidang-sidang karena kita tidak memakai roh kita. Demikian juga, kita memiliki banyak kegagalan dalam hidup kita sehari-hari karena kita gagal memakai roh kita. Misalnya, kita marah atau tertekan karena kita tidak me-makai roh kita. Sama prinsipnya, kita mungkin tidak da-pat mengenal kehendak Allah atau tidak mendapatkan ha-yat dari firman Allah, karena roh kita tumpul atau kurang terlatih. Semua masalah kita akan terpecahkan dan semua keperluan kita akan terpenuhi melalui memakai roh kita. Semua apa adanya Allah dan semua yang telah digenapkan-Nya ada di dalam Roh yang almuhit yang telah dipasang di dalam roh kita. Karena itu, dengan berpaling ke roh kita dan dengan memakai roh kita, kita dapat memperoleh suplai yang penuh untuk memenuhi keperluan kita.
KEPERLUAN KITA HARI INI
Melalui pengalaman dan penderitaan bertahun-tahun, saya telah belajar bahwa keperluan kita hari ini bukanlah pengetahuan akan doktrin, melainkan memakai roh kita, supaya kita dapat mengalami penerapan Allah Tritunggal di dalam aliran Roh Kudus. Setelah saya diselamatkan, sa-ya bergabung dengan sekelompok orang Kristen yang mene-kankan pelajaran yang obyektif tentang Alkitab. Saya berada di bawah pengaruh mereka, dengan sukarela mempelajari Alkitab selama lebih dari tujuh tahun. Tetapi pada suatu ha-ri, sewaktu saya berjalan-jalan, Roh yang tinggal di dalam berkata kepada saya, “Kamu tahu begitu banyak pengajar-an, tetapi lihatlah, betapa mati dan tidak berbuahnya ka-mu. Dalam beberapa tahun belakangan ini, kamu hampir tidak pernah membawa satu orang pun kepada Tuhan.” Ha-ti saya sangat tertegur dan saya berseru kepada Tuhan, mo-hon belas kasihan-Nya. Saya mengaku bahwa saya salah. Keesokan harinya, saya mendaki sebuah gunung dekat ru-mah saya, dan di sana saya berseru kepada Tuhan, mohon Dia membelaskasihani saya atas keadaan saya yang mati. Tuhan sungguh penuh dengan belas kasihan; sejak saat itu, Dia membuat saya terus-menerus mencari Dia. Setelah itu, Saudara Watchman Nee mengunjungi kampung halaman saya dan tinggal bersama saya selama sejangka waktu. Kunjungannya itu merupakan satu peralihan dalam hidup saya. Mata saya terbuka, melihat bahwa kehidupan orang Kristen bukanlah perkara pengetahuan, melainkan mutlak perkara hayat dan Roh itu. Namun, perlu waktu yang pan-jang bagi saya untuk dibebaskan sepenuhnya dari pengaruh pengetahuan yang mati. Begitu pengetahuan semacam ini masuk ke dalam kita, sulit sekali untuk dikeluarkan. Ka-rena itu, ketika saya mengatakan bahwa keperluan kita hari ini bukan hanya pengetahuan, lebih-lebih adalah ber-kontak dengan Roh yang hidup, saya tahu apa yang sedang saya katakan.
Semua apa adanya Kristus, semua yang telah digenap-kan-Nya, semua yang telah diperoleh dan dicapai-Nya, ada di dalam Roh yang almuhit ini. Roh ini mengandung segala sesuatu yang kita perlukan: kebangkitan, kekuatan, hayat, pimpinan, terang, kasih, rendah hati, dan sebagainya. Ti-dak hanya demikian, Roh almuhit yang ajaib ini telah dipa-sang (diinstalasikan) di dalam kita. Haleluya, Kristus yang hidup yang adalah Roh yang almuhit ini ada di dalam roh kita! Kita dapat menerapkan Dia yang kaya dan ajaib ini hanya dengan memakai roh kita.
KEKAYAAN DARI ROH YANG MENGHUNI INI
Dalam berita yang lalu kita telah melihat sepuluh perkara yang berhubungan dengan Roh itu: kekudusan, hayat, hukum, damai sejahtera, sukacita, kasih, pengharapan, kekuatan, pelayanan, dan pemberitaan. Sekarang kita akan melihat sepuluh butir lainnya untuk mengesankan kita terhadap kekayaan dari Roh yang menghuni ini.
Kemerdekaan
Di dalam Roh itu kita memiliki kemerdekaan. Roma 8:2 mengatakan bahwa hukum Roh hayat telah memerdekakan kita dari hukum dosa dan maut. Ayat 21 dalam pasal yang sama membicarakan tentang kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Hari ini kita berada dalam proses menjadi merdeka. Alam semesta ini dengan semua hal di dalamnya berada dalam perbudakan. Dalam Roma 8, perbudakan ini, belenggu ini, disebut perbudakan kebinasaan. Tetapi Roh itu memerdekakan kita dari perbudakan ini. Pada suatu hari, kita akan sepenuhnya keluar dari perbudakan kebinasaan ini dan sepenuhnya masuk ke dalam kemerdekaan kemu-liaan.
Pencicipan
Hari ini kita juga menikmati Roh itu sebagai pencicipan (8:23). Kita perlu belajar mendapatkan satu apresiasi yang lebih besar terhadap Roh itu sebagai satu pencicipan. Betapa manis, lembut, dan nikmatnya pencicipan ini bagi kita!
Keputraan
Keputraan yang kita miliki di dalam Roh itu (8:15) mencakup sejumlah butir: hayat putra, ruang lingkup putra, kedudukan putra, kehidupan putra, kenikmatan putra, hak kesulungan putra, warisan putra, dan manifestasi putra. Kita memiliki keputraan yang demikian almuhit di dalam roh kita. Jika kita tidak berada di dalam roh ini, kita akan kehilangan kenikmatan terhadap keputraan. Ketika kita menantikan keputraan yang penuh, kita harus setiap hari menikmati keputraan ini dengan melatih roh kita.
Pimpinan Roh Itu
Roma 8:14 mengatakan, “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” Di sini kita memiliki pim-pinan Roh itu. Sebagai putra-putra Allah, kita memiliki pimpinan Roh itu. Kita memiliki sesuatu yang berfungsi di dalam kita dengan spontan dan otomatis yang memberikan pimpinan Tuhan kepada kita. Namun, kita perlu bekerja sama dengan memperhatikan pimpinan ini dan menghor-matinya. Kadang-kadang kita mengatakan bahwa kita tidak memahami pimpinan Roh itu, tetapi sebenarnya dalam ba-tin kita, kita sangat jelas. Kita mungkin tidak mengenal-nya dalam pikiran, tetapi memahaminya dalam roh kita. Mungkin Anda membayangkan apakah Anda memiliki pim-pinan Tuhan atau tidak untuk berbagian dalam aktivitas tertentu. Jangan datang kepada saya dan bertanya kepada saya apa yang harus Anda lakukan, karena saya akan memberi tahu Anda bahwa di dalam roh Anda, Anda memi-liki pimpinan dari Roh Kudus. Karena Anda memiliki pim-pinan dari Roh itu, Anda harus menghormatinya dan me-naatinya.
Bersaksi
Roma 8:16 mengatakan, “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.” Ayat ini menunjukkan bahwa kita memiliki kesaksian dari Roh itu. Roh itu bersaksi bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Tidak hanya demikian, Roh itu juga bersaksi bahwa sebagai anak-anak Allah, kita tidak seharusnya memakai pakaian-pakaian tertentu atau pergi ke tempat-tempat yang duniawi. Sering kali kesaksian ini mengganggu kita. Di satu pihak, kesaksian ini menjamin kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Tetapi di pihak lain, kesaksian ini menya-darkan kita bila kita melakukan hal-hal yang tidak sela-yaknya dilakukan seorang anak Allah. Ini menunjukkan bahwa menjadi anak-anak Allah itu dibatasi dan diatur. Na-mun, pembatasan dan pengaturan ini bukanlah satu pende-ritaan, melainkan satu perlindungan. Syukur kepada Tuhan bahwa kita terpelihara dan dilindungi oleh kesaksian yang batiniah dari Roh itu.
Doa Syafaat
Dalam 8:26 dan 27 kita memiliki doa syafaat dari Roh itu. Roh itu sering kali menjadi pendoa syafaat dengan de-sahan atau keluhan, khususnya ketika kita akan melaku-kan sesuatu yang tidak menyenangkan Tuhan. Tujuan doa syafaat dari Roh itu adalah agar kita dapat diserupakan de-ngan gambar Kristus. Karena alasan ini, ayat 27 mengata-kan bahwa Roh itu menjadi pendoa syafaat bagi orang-orang beriman menurut Allah. Ketika kita melakukan sesuatu yang tidak dapat membantu menyerupakan kita dengan gambar Kristus, Roh itu akan mengeluh di dalam kita. Ka-rena keluhan dari Roh itu, maka kehidupan orang Kristen tidaklah selalu merupakan kehidupan yang penuh sukaria; karena kita akan “terganggu” dalam batin kita bila kita melakukan hal-hal tertentu. Orang-orang di dunia ini dapat berbagian dalam bentuk hiburan duniawi tertentu dan ber-gembira karenanya. Tetapi jika kita berbagian dalam ben-tuk hiburan itu, batin kita akan sangat terganggu. Roh itu mengeluh mengenai sesuatu yang akan kita lakukan yang tidak berhubungan dengan esens ilahi, (yaitu tidak sesuai dengan kekudusan), atau yang tidak dapat membantu kita diserupakan dengan gambar Kristus.
Ayat 28 mengatakan bahwa Allah membuat segala se-suatu bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Allah, yaitu bagi orang-orang yang terpanggil menurut tujuan Allah. “Segala sesuatu” da-lam ayat ini berhubungan dengan doa syafaat dari Roh itu dalam ayat 26 dan 27. Karena Roh itu menjadi pendoa sya-faat, maka ada begitu banyak hal yang bekerja demi keba-ikan kita. Misalnya, Anda menghamburkan uang dengan sia-sia dan tidak memakainya dengan tepat untuk kepen-tingan Tuhan. Hal ini akan membuat Roh itu berdoa de-ngan keluhan-keluhan. Akhirnya, Bapa akan menjawab doa Roh itu dengan membuat Anda kekurangan uang. Kesulitan keuangan ini akan membantu untuk menyerupakan Anda dengan gambar Putra Allah. Waktu untuk mengumumkan bahwa segala sesuatu bekerja sama untuk mendatangkan kebaikan bukanlah ketika kita menikmati keuntungan-ke-untungan materi, melainkan ketika situasi kita sulit. Allah bukan melahirkan kita kembali supaya kita dapat me-nikmati dunia ini. Dia melahirkan kita kembali supaya kita dapat menjadi putra-putra-Nya. Agar kita mencapai ke-putraan yang penuh ini, kita perlu doa syafaat dari Roh itu.
Pembaruan
Selanjutnya, kita memiliki pembaruan dari Roh itu. Melalui pembaruan Roh itulah kita memiliki kebaruan hayat dalam Roma 6:4. Kita semua harus hidup dalam kebaruan ini.
Kebaruan dari Roh itu
Dalam Roma 7:6, Paulus mengatakan bahwa “Kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.” Hari ini kita melayani Allah dalam kebaruan roh.
Kebangkitan
Selain itu, kuat kuasa kebangkitan yang sejati ada di dalam Roh itu. Bila kita hidup di dalam roh, kita akan berada di dalam kebangkitan.
Pengudusan
Terakhir, pengudusan terjadi di dalam roh.
MENGONTAK ROH ITU
Tidaklah menjadi masalah apakah kita memahami se-mua butir ini atau tidak. Selama kita berada di dalam Roh itu, kita akan memiliki realitas dari semuanya itu. Misal-nya, Anda mungkin tidak tahu gizi yang ada di dalam ma-kanan yang Anda makan, tetapi dengan memakannya, Anda memasukkan semua gizi itu. Yang penting bukanlah kita mengenal resep makanan itu, melainkan kita memakan makanan itu. Sekali lagi saya katakan, hari ini keperluan kita bukanlah pengajaran yang lebih banyak; melainkan penerapan dan kenikmatan terhadap Roh yang almuhit ini. Pengajaran tidak dapat membuat kita menjadi rohani atau rendah hati. Kita menjadi rohani dan benar-benar rendah hati hanya dengan mengontak Roh itu melalui memakai roh kita.
HIDUP MENURUT ROH PERBAURAN
Para penerjemah mengalami kesulitan waktu memu-tuskan apakah perlu memakai huruf besar atau tidak un-tuk kata “Roh” dalam pasal 8. Alasannya adalah karena Roh dalam pasal ini adalah roh perbaruan, Roh Kudus berbaur dengan roh insani kita. Karena itu hidup menurut roh da-lam pasal 8 adalah berjalan menurut roh perbauran. Hari demi hari kita harus setia kepada roh perbauran ini dan melakukan segala sesuatu menurut roh ini. Kapan saja ki-ta hidup menurut daging, kita adalah orang-orang dosa, ti-dak peduli kita menganggap diri kita sendiri baik atau bu-ruk. Tetapi kita tidak perlu lagi hidup menurut daging, karena kita memiliki pilihan hidup menurut roh. Bila kita melakukan hal ini, kita akan menikmati semua kekayaan Kristus.
Setiap hari kita perlu mempraktekkan hidup menurut roh. Kita perlu menerapkan hal ini dalam pembicaraan ki-ta, pemikiran kita, dan segala sesuatu yang akan kita laku-kan. Misalnya, ada seorang muda berpikir apakah ia dapat berbagian dalam aktivitas olahraga tertentu. Saran saya ter-hadapnya adalah jika ia dapat berbagian dalam aktivitas olahraga itu menurut roh, maka ia harus pergi dan mela-kukannya. Sebagai orang Kristen, kita tidak boleh memu-tuskan perkara menurut benar atau salah; melainkan, kita harus memutuskannya menurut roh.
Roh itu, yang berbaur dengan roh kita dan yang menurutnya kita harus hidup, adalah Roh yang ajaib dari Allah Tritunggal. Roh, realisasi dan penerapan dari Allah Tritunggal yang demikian ini, sekarang berbaur dengan roh kita. Roma 8 bukan hanya membahas perkara Roh ilahi atau roh insani saja, tetapi juga perkara Roh ilahi berbaur dengan roh insani. Haleluya untuk perbauran yang menakjubkan ini!
ROH PERBAURAN DAN
PEMBANGUNAN GEREJA
Tetapi meskipun kita memiliki roh perbauran yang de-mikian ajaib di dalam kita, kita mungkin sangat kurang memperhatikan roh ini. Namun, saya percaya bahwa di da-lam pemulihan Tuhan, Tuhan akan memulihkan perkara hidup menurut roh perbauran. Tanpa hal ini, tidak mungkin kita memiliki hidup gereja yang tepat. Jika kita tidak hidup dan berjalan menurut roh, kita tidak akan dapat menjadi bantuan bagi hidup gereja. Jika kita tidak tahu bagaimana membantu orang lain untuk hidup menurut roh, gereja ti-dak akan terbangun, tidak peduli berapa banyaknya kita memberitakan, mengajar, atau melayani. Yang terhitung itu bukanlah pengajaran, melainkan hidup kita yang menurut roh perbauran dan bantuan kita terhadap orang lain untuk melakukan hal yang sama. Di sini, di dalam roh perbauran ini, kita menikmati kekayaan Kristus, dan di sini kita me-miliki gereja sebagai ekspresi Tubuh Kristus yang sejati. Se-makin kita berjalan menurut roh, gereja akan makin terba-ngun dengan riil.
PENYALURAN DARI ROH YANG ALMUHIT
Roma 8:4 dan 5 memberikan kunci kepada kita ten-tang pengalaman terhadap Kristus dan gereja: Hidup menu-rut roh perbauran. Semua apa adanya Kristus dan semua yang telah dilakukan-Nya ada di dalam roh perbauran ini. Roh kita telah dilahirkan kembali, dan sekarang dihuni oleh Roh pemberi-hayat yang ajaib. Selain itu, roh kita juga telah berbaur dengan Roh yang almuhit ini. Jangan biar-kan kelemahan atau kesalahan Anda menduduki Anda, te-tapi perhatikanlah warisan yang Anda miliki — Roh yang almuhit yang menghuni roh Anda yang telah dilahirkan kembali. Hari ini kita hidup dalam penyaluran Roh yang almuhit ini. Minyak itu telah dibaurkan dengan rempah-rempah dan sekarang kita memiliki minyak urapan di da-lam roh kita. Setiap orang yang telah dilahirkan kembali memiliki roh yang dihuni dan berbaur dengan Roh yang almuhit ini. Hari ini yang kita perlukan adalah memakai roh kita untuk menyalakan listrik surgawi. Dengan menya-lakan, bukan dengan pengajaran, kita menjamah Tuhan sebagai Roh pemberi-hayat dan menikmati Dia. Dengan me-makai tombol inilah kita berjalan menurut roh perbauran.
CARA UNTUK DINYATAKAN
SEBAGAI PUTRA ALLAH
Kita telah menunjukkan bahwa menurut daging, Tuhan Yesus pun harus dinyatakan sebagai Putra Allah. Sebelum penyataan-Nya, menurut daging, Dia adalah keturunan Daud; dalam bagian dari apa adanya diri-Nya itu, Dia belum sebagai Putra Allah. Tetapi melalui kebangkitan, Dia dinya-takan sebagai Putra Allah menurut Roh kekudusan. Sama prinsipnya, menurut daging kita adalah orang-orang dosa. Tetapi sekarang kita telah dilahirkan kembali, kita dapat hi-dup menurut roh. Semakin berjalan menurut roh perbauran ini, kita akan semakin dinyatakan. Hari demi hari kita akan dibangkitkan, dikuduskan, ditransformasi, dan dimuliakan. Cara untuk dinyatakan sebagai putra-putra Allah bukanlah dengan memperoleh lebih banyak pengajaran, melainkan dengan hidup menurut roh perbauran ini.