← Daftar isi Kelompok Vital · bab 9/16

KRISTUS SEBAGAI ANAK MANUSIA MENGHIBUR/MENYAYANGI KITA DAN SEBAGAI PUTERA/ANAK ALLAH MENGASUH KITA GARIS BESAR

XXIII. Ilustrasi satu:

A. Kristus sebagai Anak Manusia menjadi anak domba Allah untuk menghapus dosa kita (Yoh 1:29)—menghibur/menyayangi.

B. Kristus sebagai Anak/Putera Allah menjadi Roh pemberi hayat untuk memberikan hayat bagi kita dan mengubah/mentransformasi kita (Yoh. 1:32-34, 42)—pengasuhan.

XXIV. Ilustrasi dua:

A. Kristus sebagai Anak Manusia, dalam bentuk ular, menghancurkan si ular tua, sumber dosa melalui kematian-Nya yang menebus (Yoh. 3:14; Ibr. 2:14)—penghiburan.

B. Kristus sebagai Anak/Putera Allah membicarakan firman Allah dan memberikan diri-Nya sendiri sebagai Roh bagi kita tanpa batas supaya kita dapat memiliki hayat kekal (Yoh. 3:34-36, 15-16)—pengasuhan.

XXV. Ilustrasi tiga:

A. Kristus sebagai Anak Manusia (Yesus), dari Yudea ke Galilea, berjalan memutar ke kota Sikhar, dekat sumur Yakub, dengan bertujuan menunggu seorang perempuan Samaria yang tidak benar, yang mencari air dan haus (Yoh. 4:3-9)—penghiburan.

B. Kristus sebagai Anak Allah, yang diutus Allah sebagai karunia untuk memberi dia minum air hayat yang mengalir, memancar ke dalam hayat yang kekal ( Yoh. 4:10-14)—pengasuhan.

XXVI. Ilustrasi empat:

A. Kristus sebagai Anak manusia telah ditunjuk Allah untuk menghakimi semua manusia di dunia, yang hidup dan yang mati (Yoh 5:27-29); Kis 17:31: 10:42; 2 Tim. 4:1; Mat. 25:31). Penghakiman Kristus telah diberitakan kepada orang-orang dosa sebagai penghiburan bagi mereka sehingga mereka dapat bertobat kepada Allah dan menerima Kristus sebagai Anak/Putera Allah untuk memiliki hayat kakal-Nya. Penghakiman dalam Wahyu 14:6-7, yang adalah sebagian dari penghakiman Kristus, akan diwartakan kepada semua orang di bumi sebagai injil kekekalan.

B. Kristus sebagai Anak/Putera Allah diberikan otoritas oleh Allah untuk memberikan hayat kekal bagi kaum beriman (Yohanes 5:19-26; 17:2-3)—pengasuhan.

XXVII. Ilustrasi lima:

A. Kristus sebagai Anak Manusia tidak menghukum perempuan berdosa ( Yoh. 8:11b)—menghibur.

B. Kristus sebagai Anak/Putera ( Akupun) akan membebaskan dia dari dosa sehingga dia tidak berbuat dosa lagi mulai sekarang ( Yoh. 8:11b, 24, 36)—pengasuhan.

XXVIII. Ilustrasi enam:

A. Allah mengutus Anak-Nya sebagai pendamai atas dosa kita di dalam keinsanian-Nya (1 yoh 4:10)—penghiburan.

B. Allah mengutus Anak-Nya bagi kita agar kita dapat memiliki hayat dan hidup melalui Dia di dalam keilahian-Nya (1 Yoh 4:9)—pengasuhan. Ini dipertegas dalam Yohanes 3:16: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melalui penebusan-Nya di dalam keinsanian-Nya (penghiburan) melainkan beroleh hidup yang kekal di dalam keilahian-Nya (pengasuhan).

XXIX. Ilustrasi keseluruhan perjanjian baru:

A. Kristus sebagai Anak Manusia datang untuk menebus kita dari dosa (1 Tim. 1:15)—penghiburan.

B. Kristus sebagai Anak/Putera Allah datang untuk memberikan hayat ilahi ke dalam kita dengan limpah (Yoh. 10:10)—pengasuhan.

XXX. Ilustrasi Kritus di dalam kekekalan:

A. Sebagai Anak Manusia menjadi tangga yang menopang/menyangga dan memelihara kesatuan hayat dari semua kaum beriman dengan Allah (Yoh. 1:51)—penghiburan.

B. Sebagai Anak Allah menjadi elemen hayat Yerusalem baru yang adalah konstitusi ilahi dan insani dari Allah Tritunggal yang terkonsumasi dan umat pilihan-Nya yang telah dimuliakan (Why. 21—22)—pengasuhan.

Judul berita ini sangat sederhana tetapi apa yang disampaikan tidak ada habisnya. Isi dari seluruh perjanjian baru Allah ialah Kristus sebagai Anak Manusia menghibur kita dan sebagai Anak Allah untuk mengasuh kita.

Seluruh Alkitab tersusun atas perjanjin lama dan perjanjian baru. Dalam perjanjian lama yang menyangkut ekonomi Allah—dengan Allah, Kristus, dan kealmuhitan, pembauran, Roh yang terkonsumasi—adalah samar-samar/tidak begitu jelas tanpa penjelasan dan realitas dari perjanjian baru. Mary McDonough menulis sebuah hasil karya yang luar biasa berjudul God’s Plan of Redemption. Dia dan beberapa yang lain menggunakan kata plan (rencana) sebagai pengganti kata economy (ekonomi). Kata ekonomi tidak disebutkan dalam perjanjian lama, tetapi kata itu disebutkan dalam perjanjian baru oleh rasul Paulus (Ef. 1:10; 3:9; 1 Tim. Kol. 1:25). Ekonomi perjanjian baru Allah hanya meliput satu orang—Kristus yang almuhit. Dia memiliki dua status. Status-Nya yang pertama adalah Anak Allah dan status-Nya yang lain ialah Anak Manusia. Perjanjian baru mengungkapkan kepada kita Allah sedemikian ini yang adalah Trinitas ilahi.

Suatu hari pada permulaan zaman perjanjian baru, kira-kira dua ribu tahun yang lalu, Allah menjadi seorang manusia. Dia datang dengan cara mengunjungi, mengontaki ciptaan-Nya yang telah jatuh. Empat ribu tahun sebelum kedatangan-Nya yang pertama, Dia menciptakan semesta alam, dan di dalam semesta alam ini Dia menciptakan manusia sebagai inti menurut gambar dan rupa-Nya (Kej. 1:26). Allah menciptakan segala makhluk menurut jenisnya masing-masing, tetapi Dia tidak menciptakan manusia menurut jenis manusia. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga dia mirip Allah. Manusia adalah suatu kopi/gandaan, suatu foto Allah. Selembar foto tidak memiliki elemen atau hayat dari seseorang, tetap foto itu memiliki gambar dan rupa orang itu. Suatu hari, sang Pencipta manusia Adam ini menjadi seorang yang benar-benar adalah manusia. Dia dikandung di dalam rahim seorang manusia dan dilahirkan sebagai manusia. Yesaya 9:5 mengatakan bahwa seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang; Penasihat Ajaib, Allah Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Beban saya adalah menunjukkan kepada kamu bahwa dalam Perjanjian baru visi pertama ialah bahwa Allah kita dengan tiba-tiba menjadi seorang manusia, dan Dia dilahirkan sebagai seorang manusia di dalam status yang paling rendah (rendah hati), bukan dilahirkan di dalam rumah orang kaya, tetapi di dalam rumah orang miskin. Dia dilahirkan di Betlehem, tetapi Dia dibesarkan di Nazaret. Kelahiran-Nya di Betlehem tersembunyi sampai dibesarkannya Dia di Nazaret. Orang menyebut Dia seorang Nazaret (Mat. 2:23). Ini menandakan bahwa Dia adalah seorang yang miskin/rendah hati dari kota yang miskin dan wilayah yang miskin. Yesaya 53 mengatakan bahwa Dia adalah orang yang tidak tampan dan semarak-Nya pun tidak ada (ay. 2-3). Dia hanya seorang Nazaret yang miskin.

Orang miskin seperti itu bisa berkontak dengan segala macam orang. Jika Dia dilahirkan sebagai seorang raja, hanya sedikit orang yang akan bisa mendekati Dia, terutama orang yang miskin dan sakit, seperti orang buta, kusta, pendosa, dan pemungut cukai. Dia menjadi sahabat mereka. Kedatangan-Nya dalam keinsanian-Nya membuat diri-Nya menjadi seorang yang sungguh-sungguh menghibur.

Untuk menghibur seseorang adalah membuat orang itu gembira. Pendosa tidak dapat menyelamat mereka sendiri, tetapi Kristus mampu/dapat menghapus dosa mereka dan menghibur mereka. Dia datang untuk menebus dosa kita dan Dia mati di atas kayu salib bagi kita. Dia datang sebagai seorang Tabib untuk orang yang sakit dan menghibur/menyenangkan mereka (Mat. 9:12). Dia mengatakan kepada orang-orang yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya agar Dia memberi kelegaan (11:28). Dia juga mengatakan kepada yang haus untuk datang kepada-Nya dan minum supaya mereka tidak haus lagi (Yohanes 4:10, 14: 7:37).

Yesus yang tergambar/terlukis dalam empat injil adalah begitu menghibur. Dia datang ke dunia hanya untuk menghibur orang. Semua orang memerlukan Dia untuk mnghibur mereka, membuat mereka gembira/bahagia, menghibur mereka, dan memberi mereka kelegaan. Jika Dia datang kepada kita di dalam status ilahi-Nya, maka ini akan mempesona/menakutkan kita. Bahkan seorang pemungut cukai yang paling berdosa dapat duduk dengan Dia sebagai teman/sahabat, makan dan berbicara dengan Dia (Luk 15:1; Mat. 9:10). Para ahli Taurat dan orang Farisi, orang-orang pembantah, tidak tahan melihat Dia makan bersama dengan pemungut cukai dan pendosa. Mereka tidak menyadari bahwa merea juga memerlukan Dia untuk menjadi Tabib mereka. Saya bersaksi bahwa ketika saya seorang muda yang miskin, Yesus datang kepada saya dan menghibur saya. Apa yang saya perlukan dan inginkan, hanyalah Dia. Apa ada-Nya Dia memenuhi setiap keperluan kita. Empat injil memberitahu bahwa Kristus sebagai Anak/Putera Allah yang menghibur memenuhi setiap keperluan orang yang jatuh. Jika anda sakit kusta, Dia akan mentahirkan anda. Jika anda buta, Dia mencelikkan anda. Inilah Yesus itu dalam empat injil.

Kita telah melihat bahwa ministri penuh Kristus ada di dalam tiga tahap: inkarnasi, inklusi, dan intensifikasi. Ministri-Nya dalam tahap pertama yaitu inkarnasi adalah untuk menghibur orang, untuk mendapatkan dan menarik orang kepada-Nya. Suatu kali Dia sedang berjalan di dalam keramaian yang penuh sesak, dan seorang perempuan yang sakit dengan kesungguhan menjamah jubah-Nya dan dia sembuh (Mat. 9:20-22). Setiap orang memerlukan Dia, bisa mendekati Dia. Tidak ada seorang pun yang datang kepada-Nya yang ditolak oleh Dia. Dia menerima semua orang tanpa pandang bulu dan diskriminasi.

Suatu kali ada orang membawa anak-anak kepada Tuhan, murid-murid-Nya mencegah anak-anak tersebut. Tetapi Tuhan menegor murid-murid-Nya dan mengatakan kepada mereka untuk membiarkan anak-anak itu datang kepada-Nya (Mat. 19:13-15). Dia menarik dan menghibur orang. Kunjugan-Nya adalah penghiburan-Nya. Kematian-Nya di atas kayu salib adalah penghiburan yang terbesar untuk menebus kita. Tanpa penebusan-Nya, siapa yang bisa datang kepada-Nya? Ketika kita mendengar cerita tentang kematian-Nya diatas salib, air mata kita tercucur. Kita tertarik oleh-Nya. Inilah ministri-Nya dalam empat injil.

Di dalam kebangkitan Dia ditranfigurasikan/berubah menjadi Roh pemberi hayat, Roh yang penuh suplai limpah (1 Kor. 15:45b: Flp. 1:19). Roh ini untuk mengasuh. Sebagai Roh almuhit dari Kisah para rasul sampai pada surat-surat kiriman, Kristus mengasuh kita. Pengasuhan ini menghasilkan gereja, membangun tubuh Kristus dan akan mengkonsumasi/merampungkan Yerusalem baru. Karena kemerosotan gereja, maka pengasuhan Kristus diintensifkan tujuh kali lipat ganda dalam kitab Wahyu untuk mencapai tujuan ekonomi kekal Allah, Yerusalem baru. Totalitas dari pengasuhan-Nya akan menjadi kota universal yang agung, yang merupakan perluasan dan ekspresi Allah. Kota ini adalah konsumasi/perampungan dari suplai serba limpah Krisuts sebagai Roh pemberi hayat yang diintensifkan tujuh kali lipat ganda untuk pengasuhan kita. Perjanjian baru tersusun atas dua bagian—penghiburan dan pengasuhan. Oleh wahyu ini seluruh perjanjian baru telah menjadi suatu kitab/buku baru bagi saya.

Sekarang kita ingin melihat delapan ilustrasi dalam perjanjian baru yang memberitahukan bahwa Kristus sebagai Anak Manusia menghibur dan sebagai Anak/Putera Allah mengasuh kita.

I. ILUSTRASI SATU

A. Kristus sebagai Anak Manusia menjadi Anak domba Allah

Kristus sebagai Anak Manusia menjadi Anak domba Allah yang menghapus dosa kita ( Yoh. 1:29)—Penghiburan. Jika Allah tidak menjadi seorang manusia, maka Dia tidak akan menjadi Anak domba. Dia yang adalah Anak Domba adalah Anak Manusia dengan keinsanian. Hanya di dalam keinsanianlah Allah bisa merampungkan penebusan-Nya bagi kita dengan mati diatas salib. Dosa kita adalah hal yang sangat bermasalah/mengganggu bagi kita semua, tetapi Kristus menjadi Anak domba Allah untuk mati bagi kita, untuk merampungkan penebusan bagi kita, untuk menghapus dosa kita. Ini adalah penghiburan yang paling besar bagi kita untuk membuat kita bahagia dan memberi kita kelegaan.

B. Kristus sebagai Anak/Putera Allah menjadi Roh pemberi hayat

Kristus sebagai Anak Allah menjadi Roh pemberi hayat untuk memberikan hayat bagi kita dan mengubah/mentransformasi kita ( Yoh. 1:32-34)—pengasuhan. Sebagai Anak domba, Kristus menghibur kita, dan sebagai Roh pemberi hayat, Dia mengasuh kita. Ketika seorang anak tidak mau makan, ibunya akan melakukan sesuatu untuk membuatnya gembira. Dengan menghibur anaknya, dia dapat mengasuh/memberikan makan anaknya. Allah seperti seorang ibu. Pertama Dia menghibur kita, membuat kita bahagia. Kemudian Dia memberikan pengasuhan/memberi makan untuk mengubah/mentransformasi kita dari tanah menjadi batu permata untuk bangunan Allah. Tanpa penghiburan Kristus, tidak ada orang yang akan datang untuk menerima Dia sebagai Roh pemberi hayat.

II. ILUSTRASI DUA

A. Kristus sebagai Anak Manusia dalam bentuk ular

Kristus sebagai Anak Manusia, dalam bentuk ular, menghancurkan ular tua, sumber dosa, melalui kematian-Nya yang menebus (Yohanes 3:14; Ibr. 2:14)—penghiburan. Kita digigit oleh ular tua di dalam taman Eden dalam Kejadian 3, sehingga kita telah memiliki racun, sari pati, dari kehidupan dari ular kita. Ini tidak cukup bagi Kristus secara sederhana untuk menjadi Anak domba penebus kita. Dia juga harus menjadi suatu bentuk ular. Paulus dalam Roma 8:3 mengatakan Allah mengutus Anak-Nya dalam daging yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa. Kristus menjadi ular di dalam bentuknya bukan di dalam elemennya. Dia adalah realitas dari ular tembaga dalam Bilangan 21 (ay.4-9) untuk menghancurkan Satan, sumber dosa, melalui kematian-Nya yang menebus.

B. Kristus sebagai Anak/Putera Allah membicarakan firman Allah

Kristus sebagai Anak Allah membicarakan firman Allah dan memberikan diri-Nya sendiri sebagai Roh bagi kita tanpa batas agar kita bisa memiliki hayat kekal (Yoh. 3:34-36, 15-16)—pengasuhan. Anak Allah yang tak terbatas membicarakan firman Allah dan memberikan Roh bagi para pendengar firman Allah. Mereka yang mendengarkan firman Allah dan menerima Roh itu dilahirkan kembali untuk menjadi pertambahan-Nya, mempelai-Nya (ay. 29-30).

III. ILUSTRASI TIGA

A. Kristus sebagai Anak Manusia berjalan memutar ke kota Sikhar

Kristus sebagai Anak Manusia (Yesus), dari Yudea ke Galelia, berjalan memutar ke kota Sikhar, dekat sumur Yakub dengan sengaja/dengan tujuan menunggu perempuan Samaria yang tidak benar yang mencari air dan haus ( Yoh. 4:2-9)—penghiburan. Allah yang sedemikian yang menjadi seorang manusia yang mengadakan perjalanan dari Yudea dan Galilea, dan Dia dengan sengaja berjalan memutar ke sebuah kita kecil untuk menghibur seorang perempuan yang tidak benar. Sebagai seorang Anak Manusia, Kristus adalah Juruselamat yang berjalan memutar.

B. Kristus sebagai Anak Allah memberi perempuan Samaria minum air hayat

Kristus sebagai Anak Allah, yang diutus Allah sebagai suatu karunia, memberi perempuan Samaria ini minum air hayat yang mengalir/memancar ke dalam hayat yang kekal (Yoh. 4:10-14)—penghiburan. Pertama, Dia adalah Anak Manusia untuk menghibur perempuan itu, kemudian Dia adalah Anak Allah untuk memberi dia air kehidupan yang mengalir ke Yerusalem baru, totalitas hayat kekal.

IV. ILUSTRASI EMPAT

A. Kristus sebagai Anak Manusia telah dipilih Allah untuk menghakimi semua orang di dunia

Kristus sebagai Anak Manusia telah dipilih Allah untuk menghakimi semua orang di dunia, yang hidup dan yang mati—Yoh. 5:27-29; Kis 17:31; 10:42; 2 Tim. 4:1; Mat 25:31. Penghakiman Kristus telah diberitakan bagi pendosa sebagai suatu hiburan bagi mereka bahwa mereka dapat bertobat kepada Allah dan menerima Kristus sebagai Anak Allah untuk memiliki hayat kekal-Nya. Penghakiman dalam Wahyu 14:6-7, sebagai sebagian dari penghakiman Kristus, akan diberitakan kepada semua orang di bumi sebagai injil kekekalan.

B. Kristus sebagai Anak Manusia tidak menghukum perempuan yang berdosa

Kristus sebagai Anak Manusia tidak menghukum perempuan yang berdosa (Yoh. 8:11b)—penghiburan. Perempuan berdosa ini didakwa oleh ahli Taurat dan orang Farisi, tetapi akhirnya mereka yang dihukum Kristus. Tidak akan satu pun dari mereka yang dapat menghukum perempuan itu dan mereka semua pergi. Tuhan berkata kepada perempuan itu,”Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” jawabnya,”tidak ada Tuhan.” Kemudian Dia berkata,”Akupun tidak menghukum engkau”(ay. 10-11). Ini adalah penghiburan. Tidak ada seorang pun dari ahli Taurat dan orang Farisi yang dapat berkata bahwa mereka tidak berdosa. Anak Manusia adalah seorang yang unik tanpa dosa, sehingga Dia adalah satu-satunya orang yang berhak menghukum perempuan berdosa itu, tetapi Dia tidak melakukannya. Dia datang bukan untuk menghukum yang sesat tetapi untuk menyelamatkan mereka.

B. Kristus sebagai Anak Allah membebaskan perempuan berdosa dari dosa

Kristus sebagai Anak Allah (”Aku” yang demikian) akan membebaskan perempuan ini dari dosa sehingga dia tidak berdosa lagi ( Yoh. 8:11b, 24, 36)—penghiburan. Menurut Keluaran 3:14-15, “Aku” yang agung ini ialah nama Yehovah. Yehovah berarti “Aku adalah Aku.” Tuhan berkata kepada orang Farisi bahwa jika mereka tidak percaya kepada-Nya sebagai Aku, mereka akan mati dalam dosa mereka (Yoh. 8:24). Dengan kata lain, mereka tidak akan terbebas/merdeka dari dosa mereka tetapi akan tinggal di dalam dosa mereka sampai kepada kematian mereka dalam dosa. Perempuan yang berdosa, tanpa ragu, percaya kepada Tuhan Yesus, menerima Dia sebagai Aku yang demikian, sehingga dia terbebas dari dosa-dosa. Dalam ayat 36 Tuhan berkata,”Hanya Anak Allah di dalam keilahian yang dapat membuat kita untuk tidak berbuat dosa lagi. Sebagai Anak Manusia, Dia tidak menghukum kita tetapi mengampuni kita, dan sebagai Anak Allah, Dia akan membebaskan kita dari dosa.

VI. ILUSTRASI ENAM

A. Allah mengutus Anak-Nya sebagai pendamai atas dosa kita

Allah mengutus Anak-Nya sebagai pendamai atas dosa-dosa kita di dalam keinsanian-Nya ( 1 Yoh. 4:10)—Penghiburan. Sebagai Anak Manusia, Kristus datang untuk menjadi korban untuk mendamaikan Allah dengan orang-orang dosa.

B. Allah mengutus Anak-Nya agar kita bisa memiliki hayat

Allah mengutus Anak-Nya kepada kita agar kita bisa memiliki hayat dan hidup melalui Dia di dalam keinsanian-Nya (1 Yoh. 4:9)—penghiburan. Ini dipertegas dalam Yohanes 3:16: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melalui penebusan-Nya di dalam keinsanian-Nya (penghiburan), melainkan beroleh hidup yang kekal di dalam keilahian-Nya (pengasuhan). Allah mengaruniakan Anak tunggal-Nya untuk menebus kita di dalam keinsanian-Nya secara yuridis sehingga kita dapat memiliki hayat kekal di dalam keilahian-Nya bagi Dia untuk menyelamatkan kita secara organik.

VII. ILUSTRASI KESELURUHAN PERJANJIAN BARU

A. Kristus sebagai Anak Manusia menebus kita dari dosa

Kristus sebagai Anak Manusia datang untuk menebus kita dari dosa (1 Tim. 1:15)—penghiburan. Ini adalah bagian pertama dari perjanjian baru.

B. Kristus sebagai Anak Allah memberikan hayat ilahi ke dalam kita

Kristus sebagai Anak Allah datang untuk memberikan hayat ilahi ke dalam kita dengan limpah (Yoh 10:10)—pengasuhan. Ini adalah bagian kedua dari perjanjian baru.

VIII. ILUSTRASI KRISTUS DI DALAM KEKEKALAN

A. Sebagai Anak Manusia menjadi tangga

Kristus sebagai Anak Manusia akan menjadi tangga yang menopang/menyangga dan memelihara kesatuan hayat dari semua kaum beriman dengan Allah (Yoh. 1:51)—penghiburan. Di dalam keinsanian-Nya Kristus adalah tangga yang menahan, kuat dan tak tergoyahkan. Kristus dilambangkan oleh tabut di dalam ruang maha kudus, yang di buat dengan kayu akasia yang dilapis emas. Kayu melambangkan keinsanian-Nya dan emas melambangkan keilahian-Nya. Menurut wahyu seluruh alkitab, Kristus memiliki dua sifat. Sifat insan-Nya adalah bagian tetap/tegak dan sifat ilahi-Nya adalah bagian yang melapisi. Itulah sebabnya mengapa Kristus di dalam keinsanian-Nya merupakan tangga yang berdiri tegak. Dia kuat di dalam keinsanian-Nya untuk berdiri tegak dalam jalan yang menjulang keatas, bukan jalan yang rata, untuk membawa surga kebumi dan untuk menyatukan bumi dengan sorga. Ini membawa Allah ke dalam manusia dan membawa manusia ke dalam Allah.

B. Sebagai Anak Allah menjadi elemen hayat

Sebagai Anak Allah, Kristus akan menjadi elemen hayat Yerusalem baru yang adalah konstitusi ilahi dan insani daripada Allah Tritunggal yang telah terkonsumasi dengan umat pilihan-Nya yang telah dimuliakan (Why. 21-22)—pengasuhan.