← Daftar isi Kelompok Vital · bab 8/16

KASIH YANG UNGGUL GARIS BESAR

VII. Allah itu kasih; kita mengasihi-Nya karena Dia yang pertama kali mengasihi kita—1 Yohanes 4:8, 19.

VIII. Penentuan Allah bagi kita dalam keputeraan ilahi dimotivasi oleh kasih ilahi—Ef. 1:4-5.

IX. Karunia Allah atas putera tunggal-Nya kepada kita supaya kita dapat diselamatkan dari tuntutan hukum melalui kematian-Nya dan dapat memiliki hayat kekal organik di dalam kebangkitan-Nya didorong oleh kasih ilahi—Yohanes 3:16; 1 Yohanes 4:9-10.

X. Kasih Allah adalah sumber karunia Kristus didispensikan kepada kita melalui persekutuan dari Roh—2 Kor. 13:14.

XI. Kasih Allah mendorong kita, anak-anak-, untuk mengasihi musuh kita sehingga kita boleh menjadi sempurna sama seperti Dia; Dia mengasihi manusia yang jatuh, yang menjadi musuh-Nya, dengan menerbitkan matahari-Nya (dilambangkan oleh Kristus) bagi orang-orang yang jahat dan menurunkan hujan (dilambangkan oleh Roh itu) bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar; sehingga kita boleh menjadi anak-anak Allah Bapa yang sorgawi yang dikuduskan dari pemungut cukai dan orang-orang yang tidak mengenal Allah—1 Kor. 8:1b.

XII. Kasih membangun—1 Kor. 8:1b.

XIII. Kasih itu tidak iri hati, tidak cemburu, tidak pemarah, tidak melakukan yang jahat, menutupi segala-Nya, sabar menanggung segala sesuatu, tidak pernah berkesudahan, dan yang terbesar—1 Kor. 13:4-8, 13.

XIV. Kasih ialah konklusi/kesimpulan dari semua kebajikan rohani dan faktor untuk menghasilkan buah yang menyuplai kita dengan melimpah dengan jalan masuk yang kaya ke dalam kerajaan Kristus—2 Ptr. 1:5-11.

XV. Tubuh Kristus terbangun di dalam kasih—Ef. 4:16.

XVI. Roh yang Allah berikan kepada kita adalah roh kasih; oleh sebab itu roh kasih tersebut juga adalah roh kekuatan dan ketertiban—2 Tim. 1:7.

XVII. Barangsiapa yang tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut—1 Yohanes 3:14b.

XVIII. Mengejar kasih saat kamu berusaha memperoleh karunia-karunia rohani—1 Kor. 14:1.

XIX. Untuk mengatasi/menang dari kemerosotan gereja, kita perlu untuk mengejar kasih dengan mereka yang menuntut Allah dengan hati yang murni—2 Tim. 2:22.

XX. Saling mengasihi adalah suatu tanda bahwa kita adalah milik Kristus—Yohanes 13:34-35.

XXI. Kasih Allah membuat kita lebih daripada orang-orang yang menang terhadap situasi-situasi kita yang nyata—Rom. 8:35-39.

XXII. Kasih merupakan jalan yang terbaik/utama—1 Kor. 12:31b.

Dalam dua berita yang lalu kita melihat bahwa penggembalaan dan pengajaran adalah kewajiban dari kelompok vital. Dalam berita ini kita ingin nampat bahwa kasih adalah unggul. Tidak peduli berapa banyak kita telah menggembala dan mengajar orang lain, jika tanpa kasih segalanya adalah hampa/sia-sia. 1 Korintus 13 adalah pasal yang meliput satu hal unik, yaitu kasih. Pasal ini memberitahu kita bahwa walaupun kita bernubuat dengan cara yang luar biasa dan memberikan segala sesuatu untuk orang lain, tanpa kasih semuanya tidak ada artinya (ay. 2-3). Baik penggembalaan dan pengajaran keduanya memerlukan kasih, bukan kasih alamiah kita tetapi kasih-Nya yang ilahi.

I. ALLAH ADALAH KASIH

Kita adalah spesies Allah karena kita sudah dilahirkan oleh-Nya untuk memiliki hayat dan sifat-Nya (Yoh. 1:12-13). Kita telah dilahirkan kembali menjadi spesies Allah, jenis Allah, dan Allah itu kasih. Sejak kita menjadi Allah dalam hayat dan sifat-Nya, kita juga harus menjadi kasih. Ini berarti bahwa kita hanya dengan sederhana mengasihi orang lain tetapi kita adalah kasih itu sendiri. Sebagai spesies-Nya kita harus menjadi kasih karena Dia adalah kasih itu sendiri. Barangsiapa adalah kasih dia adalah spesies Allah, jenis Allah.

Allah adalah kasih; kita mengasihi karena Dia yang lebih dulu mengasihi kita (1 Yoh. 4:8; 19). Allah tidak menginginkan kita mengasihi dengan kasih alamiah kita tetapi Dia sebagai kasih kita. Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya (Kej. 1:26), yang berarti bahwa Dia menciptakan manusia menurut apa adanya Dia. Menurut wahyu dalam firman/kitab suci, atribut Allah yang pertama adalah kasih. Allah menciptakan manusia menurut atribut-atribut-Nya dan atribut yang pertama adalah kasih. Meskipun manusia yang telah diciptakan tidak memiliki realitas kasih, tetapi ada sesuatu di dalam kehidupannya untuk ingin mengasihi orang lain. Bahkan manusia yang jatuh memiliki keinginan untuk mengasihi di dalam dirinya. Tetapi itu hanya merupakan kebaikan seorang manusia, ekspresi yang sungguh dari atribut ilahi kasih. Ketika kita dilahirkan kembali, Allah menginfuskan diri-Nya sendiri kepada kita sebagai kasih. Kita mengasihi Dia karena Dia lebih dulu mengasihi kita. Dia yang memulai kasih ini.

II. PENENTUAN ALLAH BAGI KITA DALAM KEPUTERAAN ILAHI

Penentuan Allah bagi kita dalam keputeraan ilahi dimotivasi/dorong oleh kasih ilahi. Efesus 1:4-5 mengatakan bahwa Allah memilih kita dalam Kristus sebelum dunia dijadikan, “supaya kita kudus dan tak bercacat dihadapan-Nya. Dalam kasih-Nya Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya.” Frase dalam kasih dapat digabung dengan frase ditentukan menjadi anak-anak-Nya. Allah menentukan kita untuk menjadi anak-anak-Nya dalam kasih. Yohanes 3:16 mengatakan bahwa Allah begitu mengasihi dunia. Dia mengasihi kita sebelum dunia dijadikan.

III. KARUNIA ALLAH ATAS PUTERA TUNGGAL-NYA KEPADA KITA DIPRAKARSAI/DIDORONG OLEH KASIH ILAHI

Karunia Allah atas Putera tunggal-Nya kepada kita agar kita diselamatkan dari tuntutan hukuman melalui kematian-Nya dan memiliki hayat kekal organik dalam kebangkitan-Nya diprakarsai/didorong oleh kasih ilahi (Yohanes 3:16; 1 Yohanes 4:9-10). Yohanes 3:16 diperkuat oleh dua ayat dari surat kiriman pertama Yohanes—4:9 dan 10. 1 Yohanes 4:10 mengatakan bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamai bagi dosa-dosa kita. Ini adalah yuridis melalui kematian-Nya. Ayat 9 mengatakan bahwa Allah mengutus Anak-Nya bagi kita supaya kita dapat memiliki hayat dan hidup melalui Dia. Ini adalah organik di dalam kebangkitan-Nya. Yohanes 3:16 harus dibaca bersama 1 Yohanes 4:9-10.

IV. KASIH ALLAH MENJADI SUMBER

Kasih Allah menjadi sumber karunia Kristus yang didispensikan ke dalam kita melalui persekutuan oleh Roh (2 Kor. 13:14). Ini untuk kenikmatan kita akan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan terkonsumasi.

V. KASIH ALLAH MENDORONG KITA UNTUK MENGASIHI MUSUH KITA

Kasih Allah mendorong kita anak-anak-Nya untuk mengasihi musuh kita sehingga kita bisa menjadi sempurna seperti Dia; Dia mengasihi manusia yang jatuh, yang menjadi musuh-Nya, dengan menerbitkan Matahari-Nya (yang dilambangkan Kristus) bagi orang jahat dan orang baik tanpa diskriminasi dan menurunkan hujan (yang dilambangkan Roh) bagai orang yang benar dan orang yang tidak benar; sehingga kita bisa menjadi anak-anak Allah Bapa sorgawi yang dikuduskan dari pemungut cukai dan orang-orang yang tidak mengenal Allah (Mat. 5:43-48). Seluruh hidup manusia menjadi musuh-Nya, tetapi Allah tetap mengasihi manusia. Jika Allah mengutus Kristus dengan suatu diskriminasi, kita tidak akan layak menerima keselamatan-Nya. Dia menerbitkan Matahari-Nya bagi orang jahat kemudian bagi orang baik tanpa diskriminasi.

Kita harus seperti Allah di dalam kasih bagi orang lain. Pemungut cukai hanya mengasihi orang yang mengasihinya. Tuhan berkata,”Jika kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?” (ay.46). Jika kita hanya mengasihi orang yang mengasihi kita, kita memiliki spesies yang sama dengan pemungut cukai. Tetapi kita spesies ilahi yang super, sehingga kita mengasihi orang-orang jahat, musuh kita, sama seperti kita mengasihi orang baik. Ini menunjukkan bagaimana Allah sebagai kasih yang unggul itu.

Kelompok vital harus menjadi kelompok yang unggul. Suatu bukti bahwa kelompok vital kita unggul adalah bahwa kita mengasihi orang tanpa diskriminasi apapun. Beberapa sekerja kristen mungkin merasakan bahwa kita harus membiarkan orang-orang tertentu menderita hukuman kekal. Mereka mungkin mengatakan bahwa mereka tidak bisa mengasihi orang-orang tertentu seperti perampok bank. Tetapi saat Kristus tersalib dikayu salib, dua perampok yang disalibkan bersama-sama Dia (Mat. 27:38). Salah satu dari mereka berkata,”Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” (Luk 23:42). Yesus berkata kepadanya,:”sesungguhnya hari ini juga engaku akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (ay. 43). Orang yang pertama diselamatkan Kristus melalui penyaliban-Nya bukanlah seorang baik-baik, tetapi seorang kriminal, seorang perampok, yang dinyatakan harus mati. Ini benar-benar mengandung arti.

VI. KASIH MEMBANGUN

1 Korintus 8:1b mengatakan,”Pengetahuan membuat orang sombong, tetapi kasih membangun. Kita mungkin mendengarkan berita-berita ministri dan menjadi sombong dengan pengetahuan yang sedikit. Ini tidak membangun. Kasihlah yang membangun.

VII. KASIH MENJADI YANG TERBESAR

Kasih tidak iri hati, tidak cemburu, tidak pemarah, tidak melakukan yang jahat, menutupi segala sesuatu, menanggung segala sesuatu, tidak pernah berkesudahan, dan yang terbesar (1 Kor. 13:4-8, 13). Kecemburuan/iri hati adalah sifat kita. Ketika seorang anak baru telah dilahirkan didalam sebuah keluarga, anak yang lain menjadi iri hati. Iri hati juga timbul di dalam penghidupan gereja. Seorang saudari mungkin iri hati terhadap saudari lain karena dia menerima banyak “amin” dari para kaum saleh ketika dia berdoa atau bernubuat. Beberapa saudara mungkin iri ketika mereka melihat bahwa saudara lain telah ditunjuk dalam kepenatuaan. Setelah menempuh penghidupan gereja selama enam puluh tahun, saya dapat menyatakan bahwa salah satu hal yang tersulit ilah menunjuk penatua-penatua. Kita menyadari bahwa jika kita menunjuk seorang saudara tertentu, saudara lain yang tidak kita tunjuk mungkin tidak habis pikir karena iri hati. Jika seorang saudari tertentu diminta untuk memimpin sebuah pondok saudari (sisters’ house), saudari-saudari yang lain mungkin menjadi iri hati, tetapi kasih tidak iri hati.

Kasih juga tidak pemarah. Orang mudah marah karena kekurangan kasih. Tidak peduli berapa banyak kita menemukan kesalahan orang lain, kita tidak akan marah jika kita terisi oleh kasih yang ilahi. Kasih tidak melakukan kejahatan. Kita harus mengakui bahwa kita melihat kejahatan-kejahatan orang lain. Beberapa orang istri memiliki suatu catatan, suatu kejadian, dari kegagalan dan hal-hal buruk/cacat cela dari suami mereka. Catatan ini mungkin tidak tertulis tetapi ada dalam ingatan mereka. Mereka melihat kejahatan/keburukan suami mereka.

Para penatua perlu menyadari hal tersebut dalam penggembalaan mereka, mereka harus menutupi dosa-dosa orang lain, bukan melihat kejahatan/keburukan orang lain. Kasih menutupi segalanya, bukan hanya hal-hal baik tetapi juga hal-hal buruk. Siapa saja yang menyingkap/membeberkan cacat cela, kekurangan, dan dosa dari anggota gereja adalah tidak layak dalam kepenatuaan. Pembeberan/penyingkapan kita terhadap kekurangan anggota gereja dibawah kepenatuaan, penggembalaan kita, mematikan kelayakan kita. Kasih juga menanggung segala sesuatu dan tidak pernah berkesudahan. 1 Korintus 13 menyimpulkan bahwa,”Demikianlah tinggal ketiga hal ini iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

VIII. KASIH ADALAH KONKLUSI DARI KEBAJIKAN ROHANI DAN FAKTOR UNTUK MENGHASILKAN BUAH

Kasih adalah konklusi/kesimpulan dari kebajikan rohani dan faktor untuk menghasilkan buah yang menyuplai kita dengan limpah melalui jalan masuk yang kaya ke dalam kerajaan Kristus ( 2 Ptr. 1:5-11).

IX. PEMBANGUNAN TUBUH DALAM KASIH

Tubuh Kristus terbangun dalam kasih (Ef. 4:16). Frase dalam kasih digunakan berulang kali dalam kitab Efesus (1:4; 3:17; 4:2, 15-16; 5:2). Allah memilih/menentukan kita untuk menjadi anak-anak-Nya (dalam keputeraan) sebelum dunia dijadikan dalam kasih, dan tubuh Kristus terbangun dalam kasih. Pertumbuhan didalam hayat adalah dalam kasih. Beberapa tahun terakhir kita telah mengapresiasikan puncak wahyu ilahi tertinggi yang Allah tunjukkan bagi kita. Kekhawatiran saya adalah meskipun kita mungkin membicarakan tentang kebenaran-kebenaran tertinggi, tetapi tidak ada kasih di antara kita. Jika benar keadaannya seperti ini, kita telah sombong/tinggi diri dan tidak membangun. Tubuh Kristus terbangun dalam kasih.

X. ROH YANG TUHAN BERIKAN KEPADA KITA ADALAH ROH KASIH

Roh yang Tuhan telah berikan kepada kita adalah roh manusia yang telah dilahirkan kembali dan dihuni oleh roh kudus. Roh ini adalah roh kasih; oleh karena itu roh kasih tersebut juga adalah roh kekuatan dan ketertiban ( 2 Tim. 1:7). Kita mungkin berpikir bahwa kita sangat kuat dan tertib/tenang, tetapi roh kita bukan roh kasih. Kita berbicara kepada orang dalam cara yang penuh kekuatan dan ketertiban, tetapi pembicaraan kita adalah mengancam mereka.

Paulus mengatakan bahwa kita perlu mengobarkan karunia Allah (ay.6). Karunia utama yang Tuhan berikan ialah roh kita yang telah dilahirkan kembali dengan Roh-Nya, hayat-Nya, dan sifat-Nya. Kita harus mengobarkan karunia ini. Hal ini berarti bahwa kita harus menggerakkan terus roh kita agar roh kita terus menyala-nyala. Roma 12:11 mengatakan kita harus membiarkan roh kita menyala-nyala. Jika roh kita bukan roh kasih, usaha kita untuk mengobarkan roh kita akan membakar seluruh pemulihan dalam suatu jalan yang negatif. Kita harus memiliki suatu roh kasih yang menyala-nyala bukan roh kekuasaan yang menghancurkan.

Apa yang disebutkan dalam 2 Timotius adalah suatu keperluan/ketentuan bagi kita untuk menghadapi kemerosotan gereja. Bagaimana kita bisa mengatasi kemerosotan gereja? Kita harus memiliki roh kasih yang menyala-nyala. Di bawah kemerosotan gereja hari ini kita semua memerlukan roh kasih yang berkobar dan menyala di dalam roh. Kasih adalah unggul dalam hal ini.

Menurut pengamatan saya sepanjang tahun-tahun belakangan, sebagian banyak dari sekerja memiliki suatu roh kekuatan manusia bukan roh kasih. Kita memerlukan roh kasih untuk mengatasi kemerosotan gereja pada hari ini. Kita tidak seharusnya mengatakan dan melakukan sesuatu yang mengancam orang melainkan kita harus selalu berbicara dan melakukan hal-hal dengan suatu roh kasih yang telah berkobar-kobar. Inilah yang diperlukan oleh pemulihan.

XI. BARANGSIAPA TIDAK MENGASIHI IA TETAP DI DALAM MAUT

1 Yohanes 3:14b mengatakan bahwa barangsiapa tidak mengasihi ia tetap di dalam maut. Kita mungkin berpikir bahwa kita hidup, tetapi kitas mati karena kita tidak mengasihi. Jika kita tidak mengasihi saudara kita, kita tetap tinggal di dalam kematian dan mati, tetapi jika kita dia, kita tinggal di dalam hayat, dan hidup.

XII. MENGEJAR KASIH

1 Korintus 13 membicarakan tentang kasih, dan kemudian di pasal 14 memulai perkataan bahwa kita harus mengejar kasih itu dan mengusahakan memperoleh karunia-karunia Roh, (ay.1). Usaha kita memperoleh karunia harus berjalan seiring dengan pengejaran kita akan kasih kalau tidak maka karunia-karunia tersebut membuat kita sombong/tinggi diri.

XIII. MENGEJAR KASIH DENGAN MEREKA YANG MENUNTUT /BERSERU KEPADA TUHAN DENGAN HATI YANG MURNI

Untuk menang atas kemerosotan gereja kita perlu mengejar kasih dengan mereka yang menuntut/berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni (2 Tim. 2:22). Kita harus mengejar kasih denga sekelompok orang-orang yang menuntut/berseru kepada Tuhan. Ini merupakan sebuah kelompok vital.

XIV. SUATU TANDA BAHWA KITA ADALAH MILIK KRISTUS

Saling mengasihi satu dengan yang lain adalah suatu tanda bahwa kita adalah milik Kristus ( Yoh. 13:34-35). Kita tidak perlu memperlihatkan suatu tanda luaran bahwa kita adalah dari Kristus. Jika semua kaum saleh di dalam pemulihan Tuhan saling mengasihi, seluruh dunia akan mengatakan bahwa orang-orang ini adalah Kristus.

XV. KASIH ALLAH MEMBUAT KITA LEBIH DARI ORANG-ORANG YANG MENANG

Kasih Allah membuat kita lebih daripada orang-orang yang menang terhadap situasi-situasi kita yang nyata (Rm. 8:35-39). Jika kita lebih daripada orang-orang yang menang, kita memerlukan kasih Kristus dan Allah.

XVI. KASIH MERUPAKAN JALAN YANG UTAMA/TERBAIK

Akhir daripada 1 Korintus 12 memberitahukan bahwa kasih adalah jalan yang terbaik/utama (ay. 31b). Bagaimana seorang bisa menjadi penatua? Kasih adalah jalan yang utama/terbaik. Bagaimana seorang bisa menjadi sekerja? Kasih adalah jalan yang utama. Bagaimana kita menggembalakan orang? Kasih adalah jalan yang utama/terbaik. Kasih adalah jalan utama/terbaik bagi kita untuk bernubuat dan mengajar orang lain. Kasih adalah jalan yang utama bagi kita untuk menjadi sesuatu atau melakukan sesuatu.

Kasih adalah unggul. Kita harus mengasihi setiap orang, bahkan musuh kita. Jika para sekerja dan para penatua tidak mengasihi orang-orang jahat akhirnya mereka tidak melakukan apa-apa. Kita harus memjadi sempurna sama seperti Bapa kita yang adalah sempurna (Mat. 5:48) dengan mengasihi orang-orang jahat dan orang-orang baik tanpa diskriminasi apapun. Kita harus menjadi sempurna seperti Bapa kita sebab kita adalah putra-putra-Nya, spesies-Nya. Inilah hal yang sangat penting. Bagaimana kita bisa menjadi seorang sekerja dan seorang penatua? Itu semua karena oleh kasih setiap hari. Kita harus mengasihi setiap macam orang. Tuhan Yesus berkata bahwa Dia datang untuk menjadi Tabib, bukan untuk orang sehat, tetapi untuk yang sakit. Tuhan berkata,”Bukan orang yang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Mat. 9:12).

Gereja bukanlah suatu kantor polisi untuk menahan orang atau suatu pengadilan hukum untuk menghakimi orang, tetapi merupakan suatu rumah tempat kepuasan untuk mengurus/membangun kaum beriman. Para orang tua mengetahui bahwa semakin buruk tingkah laku anak-anak mereka, maka semakin sering mereka harus mengurus anak-anak mereka. Jika anak-anak kita adalah malaikat, maka mereka tidak perlu terlalu diurus oleh orang tua mereka. Gereja adalah suatu rumah tempat kepuasan yang penuh kasih untuk mengurus anak-anak. Gereja juga merupakan sebuah rumah sakit untuk mencelikkan, menyembuhkan orang-orang yang sakit. Akhirnya, gereja adalah sebuah sekolah untuk mengajar dan mendidik orang-orang yang tidak terpelajar yang tidak memiliki banyak pengertian. Karena gereja adalah suatu rumah tempat kepuasan, rumah sakit, dan sekolah, para sekerja dan penatua harus orang yang bersama-sama dengan Tuhan mengurus, mencelikkan/menyembuhkan, menutupi dan mengajar orang-orang dalam kasih.

Beberapa gereja, bagaimana pun juga merupakan kantor polisi untuk menahan orang-orang berdosa dan juga adalah pengadilan hukum untuk menghakimi mereka. Sikap Paulus sungguh lain. Dia berkata,”Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku merasa lemah?” (2 Kor. 11:29a). Ketika para ahli Taurat dan orang Farisi membawa seorang wanita yang berzinah kepada Tuhan, Dia berkata kepada mereka,”Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melempar batu kepada perempuan itu” (Yoh. 8:7). Setelah mereka pergi, Tuhan bertanya kepada perempuan berdosa itu,”Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adalah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “tidak ada Tuhan.”Lalu kata Yesus:"Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang” (ay. 10-11). Siapakah yang tidak berdosa? Siapakah yang sempurna? Paulus berkata,”Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah” (1 Kor.9:22). Inilah kasih. Kita tidak seharusnya menganggap bahwa orang lain lemah dan kita tidak. Ini bukan kasih. Kasih menutupi dan membangun, oleh sebab itu kasih merupakan jalan utama bagi kita untuk menjadi sesuatu dan melakukan sesuatu untuk pembangunan tubuh Kristus.