PENGGEMBALAAN DAN PENGAJARAN—KEWAJIBAN DARI KELOMPOK VITAL JALAN UTAMA YANG DITENTUKAN ALLAH DALAM MEMBANGUN TUBUH KRISTUS UNTUK MERAMPUNGKAN TUJUAN KEKALNYA —YERUSALEM BARU (2)
GARIS BESAR
IV.
V. Di dalam karunia-karunia (di antara orang-orang yang berkarunia) yang diberikan Kristus sang Kepala yang mairat ke sorga kepada gereja-gereja untuk pembangunan tubuh-Nya, fungsi pentingnya ialah:
A. Penggembalaan:
1. Di antara empat macam orang yang berkarunia, ministri ketiga jenis yang pertama yaitu, rasul-rasul, nabi-nabi, dan penginjil, tergantung pada penggembalaan. Ini dibuktikan/ditegaskan oleh perintah Tuhan kepada Petrus dalam Yohanes 21:15-17.
2. Berkontak dan menjaga orang lain, pendosa dan kaum beriman, seperti rasul Paulus, rasul yang terkenal lakukan dalam mengontaki dan memelihara/mengatasi keperluan orang-orang—2 Kor. 1:23—2:14; 11:28-29.
B. Pengajaran:
1. Rasul Paulus mengajar dalam kunjungan pribadinya ke gereja-gereja—1 Kor. 4:17b; 7:17b.
2. Paulus juga menulis empat belas surat kiriman kepada gereja-gereja dan perseorangan mengenai ekonomi kekal Allah dengan Kristus sebagai inti dan kesemestaan-Nya dan tubuh Kristus sebagai inti arah untuk merampungkan Yerusalem baru.
VI. Dalam kepenatuaan:
A. Di samping penggembalaan dengan fungsi utama orang-orang berkarunia, Kristus sebagai Kepala gereja juga memerintahkan rasul-rasul untuk menunjuk penatua-penatua (pemelihara) di dalam semua gereja-gereja lokal untuk melaksanakan penggembalaan kawanan domba-domba umat-Nya—1 Tim. 3:1-7; 5:17a.
B. Kewajiban penatua-penatua di dalam gereja ialah:
1. Penggembalaan (1 Ptr. 5:2a), seperti yang Kristus lakukan dan seperti orang-orang yang berkarunia lakukan.
2. Pengajaran untuk memperkuat penggembalaan dan melaksanakan tujuan dari penggembalaan (1 Tim. 3:2b; 5:17b) menurut apa yang Kristus ajarkan dalam empat injil dan menurut apa yang orang-orang berkarunia ajarkan dalam surat-surat kiriman.
C. Penatua-penatua menggembalakan gereja-gereja jangan dengan seolah-olah mau memerintah atas mereka, sebagai pemberian Allah, tetapi haruslah menjadi teladan bagi kawanan domba itu—1 Tim. 5:17; 1 Ptr. 5:2-3:
1. Merendahkan diri untuk melayani kaum saleh— 1 Ptr. 5:5-6; cf. 2 Kor. 4:5; Mat 20:26-28; 3 Yoh. 9-11.
2. Penggembalaan dengan keinginan dan kesetiaan yang sungguh-sungguh dari mereka akan mendapat mahkota mulia yang tidak dapat layu pada kedatangan Gembala Agung—1 Ptr.5:4.
Dalam berita yang terdahulu kita nampak bahwa penggembalaan dan pengajaran adalah di dalam ministri Kristus untuk melaksanakan ekonomi kekal Allah. Dalam berita ini kita ingin melihat mengenai penggembalaan dan pengajaran di dalam orang-orang berkarunia dan di dalam kepenatuaan.
II. DI DALAM KARUNIA-KARUNIA
Penggembalaan dan pengajaran adalah fungsi penting di dalam karunia-karunia (di antara orang-orang yang berkarunia) yang diberikan Kristus sang Kepala yang telah naik ke sorga kepada gereja-gereja untuk membangun tubuh-Nya.
A. Penggembalaan
1. Ministri rasul-rasul, nabi-nabi, dan penginjil tergantung pada penggembalaan
Diantara empat macam orang yang berkarunia, ministri ketiga macam orang berkarunia yang pertama yaitu rasul-rasul, nabi-nabi, dan penginjil tergantung pada penggembalaan. Hal ini ditegaskan oleh perintah Tuhan kepada Petrus dalam Yohanes 21:15-17. Fungsi dari bimbingan penting dari orang orang berkarunia tergantung dari penggembalaan. Tanpa penggembalaan, rasul-rasul, nabi-nabi, dan penginjil tidak dapat menjalankan fungsinya.
Pemberitaan injil adalah penggembalaan tinggi bagi pendosa. Tuhan Yesus adalah orang pertama yang memberitakan injil dalam perjanjian baru. Yohanes pembaptis adalah orang yang membuka jalan bagi Tuhan. Pemberita injil pertama, Kristus melaksanakan ministri dengan penggembalaan. Dia pergi ke Yeriko hanya untuk mengunjungi satu orang, yaitu seorang kepala pemungut cukai (Luk 19:1-10). Dia tidak pergi kesana untuk mengadakan suatu pengabaran injil besar yang diikuti ribuan orang. Keinginan-Nya adalah untuk mengabarkan injil untuk mendapatkan satu orang, dan pemberitaan injil-Nya adalah suatu penggembalaan.
Yohanes 4 mengatakan bahwa saat Tuhan di dalam perjalanan-Nya ke Galelia,”Ia harus melintasi daerah Samaria.” (ay. 4). Dia sampai (dengan jalan memutar) di suatu kota Samaria, yang bernama Sikhar dekat sumur Yakub dahulu, untuk berkontak dengan seorang perempuan Samaria berdosa, yang sudah pernah memiliki lima suami. Tuhan sebelumnya telah mengetahui bahwa perempuan itu akan datang ke sumur Yakub. Sumur Yakub adalah suatu tipe dari Kristus yang adalah aliran air yang keluar memancar ke dalam hayat kekal (ay. 14b). Kita harus belajar dari teladan Tuhan dengan berjalan memutar ke Sikhar hanya untuk mendapatkan satu orang.
Menghabiskan tiga tahun untuk mendapatkan satu orang adalah ???. Jika anda menghabiskan tiga tahun waktu untuk mengunjungi satu orang secara terus menerus, anda akan mendapatkannya. Setelah dua belas tahun anda akan memiliki empat orang baru yang mengikuti anda pergi ke sidang gereja. Jika seratus kaum saleh di dalam gereja lokal mempraktekkan hal ini, jumlah mereka dapat meningkat sampai lima ratus setelah dua belas tahun. Di dalam terang ini kita perlu mempertimbangkan berapa banyak peningkatan yang telah kita miliki di dalam lokalitas kita dalam dua belas tahun terakhir. Di mana peningkatan kita? Peningkatan yang tepat berhubungan dengan penggembalaan injil, dan penggembalaan berarti bahwa kita harus pergi dan mengunjungi orang. Kristus mengunjungi pendosa dengan turun dari sorga ke bumi untuk menemukan domba sesat, satu per satu. Kita harus belajar dari Tuhan.
Yohanes 21 adalah suatu pasal alkitab mengenai penggembalaan. Dalam pelajaran kristalisasi injil Yohanes, kita nampak bahwa pasal ini bukan suatu ??? yang sederhana tetapi juga merupakan kelengkapan dan konsumasi dari injil Yohanes, suatu kitab tentang Kristus yang adalah Allah datang menjadi hayat kita. Penulis dari injil ini menghabiskan dua puluh pasal untuk memberitahukan tentang Kristus yang demikian. Akhirnya kitab tersebut memiliki suatu kesimpulan tentang penggembalaan. Jika kita tidak mengenal apa itu penggembalaan, maka keseluruhan kitab injil Yohanes akan menjadi ???? bagi kita. Hanya jika kita menggembalakan orang lain barulah kita dapat mengenal Yohanes di dalam suatu jalan ???? Penggembalaan adalah kunci injil Yohanes.
Yohanes 21:15,”Yesus berkata kepada Simon Petrus:”Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih daripada mereka ini?” Jawab Petrus kepada--Nya:”Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Petrus menjawab,”Tuhan Engkau tahu,” karena dia menyangkal Tuhan tiga kali. Dia telah kehilangan keyakinan alamiah dalam kasihnya terhadap Tuhan. Dalam memulihkan kasih Petrus kepada-Nya, maka Tuhan memerintahkan dia untuk menggembalakan dan memberi makan domba-domba-Nya.
Dalam surat kiriman pertama, Petrus dalam pasal 2:25 membicarakan tentang Kristus menjadi gembala dan pemelihara jiwa kita, penghidupan di dalam kita dan diri yang nyata. Kemudian dalam pasal 5:1-2 dia menasihatkan para penatua bahwa kewajiban mereka adalah menggembalakan kawanan domba Allah menurut kehendak Allah. Menurut kehendak Allah adalah bahwa mereka harus memperhidupkan Allah. Kita harus beserta Allah di dalam kita. Kita memiliki Allah dalam pengertian, dalam pelajaran dan dalam pengajaran, tetapi mungkin kita tidak memperhidupkan Allah ketika kita menggembalakan orang. Pada saat kita bersatu dengan Allah, kita menjadi Allah. Kemudian kita memiliki Allah dan adalah Allah yang ada di dalam penggembalaan kita terhadap orang lain. Menggembalakan menurut kehendak Allah ialah menggembalakan menurut apa adanya Allah dalam atribut-atribut-Nya. Allah itu kasih, terang, kudus, dan benar. Menurut kehendak Allah ialah paling tidak menurut keempat atribut-atribut Allah. Kita harus menggembalakan yang muda, yang lemah, dan yang sesat menurut empat atribut tersebut. Kemudian kita akan menjadi gembala yang baik.
Tanpa penggembalaan, tidak ada jalan bagi kita untuk melayani hidup(hayat) untuk orang lain. Injil Yohanes ialah injil hayat. Jika kita ingin menikmati hayat dan melayani hidup/hayat untuk orang lain, kita harus menggembalakan mereka. Pelayanan hayat yang nyata ialah penggembalaan dengan mengunjungi dan mengontaki orang.
2. Teladan Paulus dalam penggembalaan
Kita perlu mengontaki dan memelihara orang lain, pendosa, dan kaum beriman seperti yang dilakukan rasul Paulus yaitu rasul terkenal dalam mengontaki orang dan menjaga/memelihara keperluan orang (2 Kor. 1:23—2:14). Dalam 2 Korintus 11:28-29 Paulus berkata,”dan, dengan tidak menyebut banyak hal lain lagi, urusanku sehari-hari, yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat. Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?” Ini memberitahukan tentang kepedulian dari seorang gembala yang benar.
Sikap kita mungkin bahwa setiap orang lemah tetapi kita tidak lemah. Kita mungkin memiliki perasaan bahwa kita adalah yang kuat. Dalam 1 Korintus 9:22 Paulus mengatakan,”Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah.” Ini berarti bahwa kita seharusnya turut sejajar dengan orang-orang yang lemah. Bagi seorang yang sakit kita turut kepada keadaan yang sakit. Ini adalah jalan untuk menggembalakan orang dengan mengunjungi mereka. Paulus juga mengatakan, “Jika ada yang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?” Ini adalah hancur dalam dukacita dan ???? terhadap peyebab tersandungnya orang-orang yang jatuh. Ini menunjukkan teladan Paulus sebagai gembala yang baik, memelihara kawanan domba Allah.
Kisah para rasul 20 mengatakan bahwa ketika Paulus dalam perjalanannya ke Yerusalem, dia mengirim pesan ke Efesus dan memanggil para penatua dari gereja di sana. Dia berkata kepada mereka bahwa mereka harus menggembalakan kawanan domba Allah yang diperoleh-Nya dengan darah anak-Nya sendiri. Penggembalaan kawanan domba Allah ada di dalam hati Paulus. Banyak orang berpikir bahwa Paulus adalah seorang rasul besar yang mengerjakan suatu perkara/pekerjaan besar untuk mencapai karir yang besar. Tetapi Paulus menganggap apa yang dia lakukan sebagai penggembalaan terhadap kawanan domba Allah. Kita harus diubah besar-besaran di dalam pikiran dan anggapan kita. Kita tidak seharusnya memikirkan bahwa kita akan melakukan suatu pekerjaan yang besar bagi Kristus seperti raksasa-raksasa rohani tertentu. Raksasa-raksasa rohani sebutan ini sebenarnya tidak banyak merampungkan ???keperluan??? Allah. Melainkan mereka hanya mencari nama mereka sendiri dengan hasil kecil dari pembangunan tubuh Kristus.
B. Mengajar
1. Pengajaran Paulus dalam kunjungan pribadinya ke gereja-gereja
Rasul Paulus mengajar dalam kunjungan pribadinya ke gereja-gerja (1 Kor. 4:17b; 7:17b).
2. Empat belas surat kiriman Paulus
Paulus juga menulis empat belas surat kiriman kepada gereja-gereja dan perorangan mengenai ekonomi kekal Allah dengan Kristus sebagai inti dan kesemestaannya dan tubuh Kristus sebagai inti arah untuk merampungkan Yerusalem baru. Apa yang Paulus ajarkan adalah sama dengan apa yang diajarkan Tuhan Yesus. Banyak pengajaran hari ini ada di dalam alam etika peraturan salah atau benar. Mereka tidak berdasarkan standar apa yang diajarkan Kristus dan Paulus. Baik Kristus maupun Paulus keduanya mengajarkan prihal-prihal tentang ekonomi kekal Allah. Di dalam kelompok vital kita harus belajar untuk mengajarkan hal-hal ini.
Jika kita akan mengajarkan injil Matius, kita perlu mengenal tiga bagian utama: konstitusi kerajaan (pasal. 5—7), rahasia kerajaan (pasal. 13), dan manifestasi dari kerajaan (pasal 24—25). Dalam konstitusi kerajaan, kita harus menjadi miskin dalam roh dan hati yang murni dan harus memiliki suatu kebenaran yang melebihi orang-orang Farisi. Jika kita mengajarkan rahasia kerajaan, kita harus menekankan bahwa kita perlu menjadi tanah yang baik tempat dimana Kristus menabur diriNya sendiri sebagai benih. Hari ini kita harus menumbuhkan Kristus dan ditransformasikan menjadi mutiara yang indah. Kita harus juga mengajar seperti Yohanes bahwa Allah adalah adalah Allah yang mengalir. Bapa sebagai mata air yang keluar menjadi aliran di dalam Putera dan memancar keluar menjadi sungai sebagai Roh sampai kepada perampungan besar yaitu Yerusalem baru. Ini adalah pengajaran-pengajaran yang harus kita pelajari dan layani kepada orang lain. Ketika kita mengajar hal-hal ini, orang akan terkejut dan tertarik. Mereka juga akan menerima suplai dan ministri hayat.
III. DI DALAM KEPENATUAAN
A. Melaksanakan penggembalaan terhadap kawanan domba
Selain penggembalaan dengan fungsi utama dari orang-orang berkarunia, Kristus sebagai kepala gereja juga memerintahkan rasul-rasul untuk menunjuk para penatua (pemelihara) di dalam semua gereja lokal untuk melaksanakan penggembalaan-Nya terhadap kawanan dombaNya (1 Tim. 3:1-7; 5:17a). Kepala gereja memberikan banyak orang-orang berkarunia untuk menjalankan fungsi dalam penggembalaan untuk pembangunan tubuh Kristus, tetapi tubuh Kristus ini diwujudkan di dalam gereja-gereja lokal. Tubuh Kristus ini adalah universal dan abstrak, tetapi gereja-gereja terbangun dan memiliki eksistensi yang nyata. Di dalam gereja-gereja lokal, para penatua sebagai gembala-gambala lokal sangat diperlukan. Gembala-gembala lokal lebih praktis. Kristus sebagai Kepala gereja memerintahkan rasul-rasul yaitu gembala-gembala universal, untuk menunjuk beberapa penatua lokal untuk memelihara/menjaga gereja-gereja terbangun.
B. Kewajiban para penatua di dalam gereja
1. Penggembalaan
Kewajiban para penatua di dalam gereja ialah untuk mengggembala (1 Ptr. 5:2a), seperti yang Kristus lakukan dan seperti orang-orang berkarunia lakukan.
2. Mengajar
Para penatua juga berkewajiban mengajar untuk memperkuat penggembalaan untuk melaksanaakan tujuan penggembalaan tersebut (1 Tim. 3:2b; 5:17b) sesuai dengan apa yang Kristus ajarkan dalam empat injil dan sesuai dengan apa yang diajarkan orang-orang berkarunia dalam surat-surat kiriman. 1 Timotius 3:2 mengatakan bahwa para penatua harus cakap dalam mengajar. Ini berarti bahwa pengajaran adalah kebiasaan mereka. Beberapa penatua memiliki suatu kecenderungan untuk diam. Para penatua semacam ini seharusnya menyangkal diri mereka sendiri untuk cakap mengajar, dan cakap mengajar ialah cakap berbicara. Ini bukan membicarakan hal-hal yang kosong dan tidak berarti tetapi membicarakan kebenaran-kebenaran ekonomi Allah. Kita harus diperlengkapi oleh karunia Allah untuk berbicara bagi Dia. Kita harus membicarakan titik puncak kebenaran ekonomi kekal Allah. Paulus juga mengatakan dalam 1 Timotius 5:17 bahwa penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat. Dalam 1 Timotius 1:3-4 Paulus memerintahkan Timotius untuk tetap tinggal di Efesus untuk memberitahu orang-orang tertentu untuk tidak mengajar sesuatu apapun yang berbeda dari ekonomi Allah. Dia juga memerintahkan orang-orang Korintus untuk membicarakan hal yang sama sehingga tidak akan ada perpecahan di antara mereka (1 Kor. 1:10). Kita semua membicarakan hal yang sama—ekonomi Allah.
C. Menjadi teladan bagi kawanan domba
Para penatua menggembalakan gereja-gereja jangan seolah-olah mau memerintah atas mereka yang diberikan Tuhan kepada mereka tetapi hendaklah menjadi teladan bagi kawanan domba itu (1 Tim. 5:17; 1 Ptr. 5:2-3). Gereja-gereja telah diberikan dan dipercayakan Tuhan kepada para penatua sebagai perhatian/pengawasan mereka. Mereka harus menggembalakan kaum saleh, bukan memerintah atas mereka.
1. Merendahkan diri
Para penatua harus merendahkan diri untuk melayani kaum saleh (1 Ptr. 5:5-6). Dalam 2 Korintus 4:5 Paulus mengatakan,”Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hamba/budakmu karena kehendak Yesus.” Para sekerja dan penatua adalah budak. Matius 20:26-27 mengatakan,”Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka diantara kamu, hendaklah ia menjadi hamba/budakmu.” Ada suatu ilustrasi negatif dalam 3 Yohanes 9-11:”Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka diantara mereka, tidak mau mengakui kami. Karena itu, apabila akau datang, akau akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang dari jemaat. Saudaraku yang kekasih, janganlah meniru yang jahat, melainkan yang baik. Barangsiapa berbuat baik, ia berasal dari Allah, tetapi barangsiapa berbuat jahat, ia tidak pernah melihat Allah. Pemujaan diri sendiri dan rasa ingin berkuasa dari Diotrefes adalah teladan yang jahat/tidak baik.
2. Mendapat mahkota mulia yang tidak akan layu
Keinginan yang sungguh dan kesetiaan para penatua dalam penggembalaan akan mendapat mahkota mulia yang tidak akan layu pada kedatangan Gembala Agung (1 Ptr. 5:4). Kristus sebagai sang Kepala Gembala sedang memperhatikan penggembalaan gereja-gereja-Nya. Ketika Ia kembali, Dia akan memberi mahkota kepada mereka yang setia yang bekerja sama dengan Dia.